cover
Contact Name
riki ranova
Contact Email
riki.farm@gmail.com
Phone
+6281277752221
Journal Mail Official
ejurnal.akfarib@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kesehatan no 20, Kel. Bukit Apit puhun, Kec. Guguak Panjang, Kota Bukittinggi - Sumatera Barat
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
ISSN : -     EISSN : 28304802     DOI : https://doi.org/10.62018/sitawa.v5i2
Core Subject :
SITAWA: Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional merupakan jurnal ilmiah nasional akses terbuka yang dikelola oleh Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi dan terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, yang mempublikasikan hasil penelitian unggulan di bidang Farmasi, Teknologi dan Desain Produk Kefarmasian, serta Pelayanan dan Praktik Kefarmasian, dengan penekanan pada pengembangan dan pemanfaatan obat tradisional berbasis kearifan lokal. Dalam rangka menguatkan arah dan kualitas publikasi, fokus jurnal ini dikembangkan dan diarahkan secara lebih spesifik pada kajian Farmakognosi, Fitokimia, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmasi Klinis, dan Farmasi Komunitas, termasuk penelitian dasar hingga terapan yang berorientasi pada inovasi, standarisasi, dan hilirisasi obat tradisional untuk mendukung peningkatan kualitas
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Gambaran Peresepan Obat Metformin Dan Kombinasi Metformin - Glimepirid Antidiabetik Oral Di Rsud Sogaten Kota Madiun Periode Januari 2021 – Desember 2021 Grace Kartikasari Utomo
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.48

Abstract

Gambaran Peresepan Obat Antidiabetik Oral Di RSUD Sogaten Kota Madiun Periode Januari 2021 – Desember 2021 Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan dalam tubuh dan ditandai dengan adanya banyaknya kadar glukosa darah (hiperglikemia). Penderita Diabetes Melitus dapat ditemukan di seluruh dunia dengan jumlah yang sangat berbeda pada setiap negara. Jumlah penderita diabetes melitus di Jawa Timur pada tahun 2019 sebanyak 841.994 kasus. Di RSUD Sogaten sendiri kasus Diabetes Melitus sebanyak 75 kasus Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dengan desain penelitian menggunakan prospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 80 responden yang berada di Rawat Jalan dan rawat inap RSUD Sogaten Kota Madiun dengan total sampel seluruh populasi. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan Antidiabetik Kombinasi dan tunggal yang di gunakan di RSUD Sogaten Kota Madiun adalah obat kombinasi Metformin – Glimepirid yang digunakan. Keberhasilan terapi untuk pasien tidak terlepas dari pemilihan obat yang tepat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Gambaran Peresepan Obat Antidiabetik Oral yang digunakan di RSUD Sogaten Kota Madiun adalah obat kombinasi metformin dengan glimepiride karena merupakan terapi kombinasi yang cukup efektif. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Kombinasi Antidiabetik Metformin-Glimepirid.
Evaluasi Penggunaan Obat Golongan Statin Pada Pasien Stroke Terhadap Kejadian Stroke Berulang Di Rsud Dungus Madiun Indry puspita sari
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.53

Abstract

Stroke menurut World Health Organization (WHO) adalah gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan gejala klinik baik fokal maupun global yang berlangsung 24 jam atau lebih. Di Kabupaten Madiun penyakit stroke diperkirakan sebanyak 115.258 orang berdasarkan Riskesdas tahun 2018. Penderita stroke memiliki risiko kekambuhan tinggi. Statin dengan efek pleiotropiknya dapat menjadi neuroprotektan sehingga dapat memperbaiki kondisi klinis dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan secara umum dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi penggunaan obat golongan statin melalui pemeriksaan profil lipid terhadap kejadian stroke berulang pada pasien stroke di RSUD Dungus Madiun. Desain penelitian ini adalah studi kasus prospektif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan pertimbangan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan total sampel 25 pasien dengan 5 pasien dilakukan evaluasi kejadian stroke berulang. Karakteristik pasien stroke di RSUD Dungus Madiun berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (54%) dan perempuan (46%). Berdasarkan karakteristik usia, persentase terbanyak pada kelompok usia 55-64 tahun (52%), usia 65-74 tahun (28%), usia 45-54 tahun (16%), 35-44 tahun (4%). Hasil evaluasi penggunaan obat golongan statin melalui pemeriksaan profil lipid adalah obat simvastatin dan atorvastatin kadar LDL dalam kategori optimal (100%). Kadar HDL obat simvastatin dalam kategori rendah (67%) dan tinggi (33%) sedangkan obat atorvastatin dalam kategori tinggi (100%). Kadar TG obat simvastatin dalam kategori normal (67%) dan tinggi (33%) sedangkan obat atorvastatin dalam kategori normal (100%). Penggunaan obat simvastatin ataupun atorvastatin pada pasien stroke terhadap kejadian stroke berulang tidak terdapat kejadian stroke berulang dengan total persentase 100% selama 3 bulan evaluasi namun memiliki risiko terjadinya stroke berulang sebesar 40% setelah evaluasi. Kata kunci : Statin, Profil Lipid, Stroke Berulang EVALUATION OF THE USE OF STATIN GROUP DRUGS IN STROKE PATIENTS AGAINST RECURRENT STROKE AT DUNGUS MADIUN HOSPITAL ABSTRACT Stroke according World Health Organization (WHO) is a functional brain disorder that occurs suddenly with clinical symptoms both focal and global lasting 24 hours or more. In Madiun Regency, it is estimated that there are 115,258 stroke patients based on the 2018 Riskesdas. Stroke sufferers have a high risk of recurrence. Statins with their pleiotropic effects can be neuroprotectants so that they can improve clinical conditions and prevent recurrent strokes. The general objective of this study was to evaluate the use of statin drugs by examining lipid profiles for recurrent strokes in stroke patients at Dungus Madiun General Hospital. The research design is a case study prospective by sampling technique purposive sampling based on consideration of inclusion and exclusion criteria so that a total sample of 25 patients was obtained with 5 patients being evaluated for the incidence of recurrent stroke. Characteristics of stroke patients at Dungus Madiun General Hospital based on gender were male (54%) and female (46%). Based on age characteristics, the highest percentage was in the age group 55-64 years (52%), age 65-74 years (28%), age 45-54 years (16%), 35-44 years (4%). The results of evaluating the use of statin drugs through lipid profile examination were simvastatin and atorvastatin LDL levels in the optimal category (100%). The HDL levels of the simvastatin drugs were in the low (67%) and high (33%) categories, while the atorvastatin drugs were in the high category (100%). TG levels of the simvastatin drugs were in the normal (67%) and high (33%) categories, while the atorvastatin drugs were in the normal category (100%). The use of simvastatin or atorvastatin drugs in stroke patients for the incidence of recurrent stroke did not occur with a total percentage of 100% during the 3 month evaluation but had a risk of recurrent stroke of 40% after the evaluation. Keywords : Statins, Lipid Profile, Recurrent Stroke
Sistematik Review Pengaruh Penggunaan Surfaktan Non Ionik Dan Metode Terhadap Karakteristik Sistem Niosom Dwi Fitri Mila Niosom 03
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan surfaktan non ionik dan metode yang digunakan dalam formulasi niosom terhadap karakteristik niosom yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah sistematik review dengan menggunakan database jurnal dari pubmed dan google schoolar. Kategori inklusinya yaitu rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 10 tahun terakhir (2013-2023), Menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, subyek penelitian yaitu niosom, jenis jurnal original research article, ketersediaan naskah open access, Jurnal menggunakan No ISSN dan atau DOI dengan kata kunci Niosom, Metode, Karakteristik, Surfaktan non ionik. Pembahasan di tulis dengan narrative review. Berdasarkan dari studi literature dari beberapa penelitian tentang pengaruh penggunaan sufaktan non ionik dan metode terhadap karakteristik sistem niosom dapat diambil kesimpulan yaitu jenis surfaktan non ionik untuk span dan tween diketahui bahwa efisiensi penjerapan dapat berdasarkan urutan efisiensi penjerapan tertinggi yang dimulai dari span 60/tween 60 > span 60> span 80. Sedangkan metode hidrasi film lapis tipis adalah metode yang paling banyak digunakan karena menggunakan peralatan yang sangat sederhana yang hanya meliputi rotavapor dan alat pemisah agregat dari vesikel yang terbentuk. Sehingga menghasilkan ukuran vesikel yang sesuai standar.
Pengaruh Pengetahuan Dan Harga Kosmetik Terhadap Penggunaan Kosmetik Yang Mengandung Bahan Pemutih: studi kasus Mahasiswi UMN Yarsi Bukittinggi Yimmi Syavardie
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.59

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya memiliki kulit berjenis sawo matang. Sedangkan, salah satu konsep kecantikan yang saat ini beredar di masyarakat adalah dengan memiliki kulit putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan harga kosmetik terhadap penggunaan kosmetik yang mengandung pemutih. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan secara cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi UMN Yarsi memiliki tingkat pengetahuan kategori baik. Pada uji parsial pengetahuan terdapat pengaruh signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kosmetik pemutih dengan nilai t hitung > t tabel (2,136> 1,99773). Dan pada uja parsial Harga kosmetik tidak terdapat pengaruh signifikan antara harga dengan penggunaan kosmetik pemutih dengan nilai nilai t hitung < t tabel (1,351< 1,99773). Secara simultan menyatakan bahwa pengetahuan dan harga kosmetik dengan nilai f hitung > f tabel (3,340 > 3,14), artinya terdapat pengaruh secara signifikan. Disimpulkan bahwa. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini pengetahuan dan harga secara bersama-sama terdapat berpengaruh terhadap penggunaan kosmetik pemutih, tingkat pengetahuan mahasiswi berada pada kategori baik. Dan pada uji parsial pengetahuan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan kosmetik pemutih sedangkan harga secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan kosmetik pemutih. Pada uji simultan pengetahuan dan harga kosmetik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan kosmetik pemutih secara bersama-sama.
Pembuatan Sabun Padat Dari VCO (Virgin Coconut Oil) Dan Ekstrak Buah Mentimun (Cucumis sativus L.) rahmayulis .; Rahmi Putri; Riki Ranova
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.63

Abstract

Cucumber fruit extract is known to contain several secondary metabolites such as flavonoids, saponins, and alkaloids which have antioxidant effect that are useful in making soap.This study aims to determine the effect of cucumber fruit extract on solid soap quality standards. Cucumber fruit is extraxted by maceration method and making VCO (Virgin Coconut Oil) with traditional method. Condensed extract of cucumber fruits is formulated into soap preparations with a concentration of 1g, 2g and 3g. The physical evaluation parameters of the preparation studied were organoleptic tests. pH tests, Moisture content tests and free alkali content tests which were carried out every week at room temperature storage for a period of 4 weeks. The results showed that the VCO (Virgin Coconut Oil) soap formula with cucumber fruit extract produced solid soap that was stable in organoleptic testing, and met the pH standard of solid soap
Uji Aktivitas Antioksidan Lotion Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) DEVAHIMER HARSEP ROSI DEVAHIMER HARSEP ROSI; Tika Afriani; Hasnah Alysa Putri
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.66

Abstract

Papaya leaves contain phytochemical including alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, triterpenoid, and asiaticoside glycoside. Flavonoid compounds in papaya leaves function as antioxidant that can capture free radicals. This study aims to determine the ethanol extract of papaya leaves can be formulated into lotion preparation and to test the antioxidant activity of these preparation. This study used an experimental method of lotion preparation made with varying concentrations of papaya leaf ethanol extract 2g (F1), 4g (F2), 6g (F3). Physical evaluation include organoleptic test, homogeneity test, pH test, irritation test, spreadability test, and antioxidant activity test. All formulas met the physical evaluation requirements. The papaya leaf ethanol extract lotion has the highest IC50 value, namely at F3 of 44.72 ppm in the very strong antioxidant category.
Analisis Kandungan Boraks Pada Gula Merah Yang Dijual Di Pasar Simpang Baru Panam Pekanbaru Emma Susanti; alfitrah ramadhan; musyirna Rahmah; melzi octaviani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.73

Abstract

Gula merah merupakan salah satu bahan pangan yang dibuat dari olahan nira palma yaitu aren dan kelapa yang dibuat secara tradisional. Gula merah sering digunakan masyarakat indonesia sebagai bumbu masak serta pemanis makanan dan minuman karena memiliki aroma dan rasa yang khas. Pada proses pembuatan gula merah kini masih ditambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya sebagai pengawet dan pengeras. Belakangan ini marak isu mengenai penggunaan bahan tambahan kimia yang berbahaya dalam pembuatan gula merah, salah satunya adalah boraks. Boraks adalah salah satu senyawa yang dikenal masyarakat dengan asam borat yang dilarang penggunaanya sebagai bahan tambahan pangan, tetapi boraks masih ditambahkan sebagai pengawet pada gula merah yang bertujuan agar daya tahan lama dan sebagai pengeras pada gula merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan boraks pada gula merah dengan metode uji nyala api dan uji kertas tumerik (kurkumin). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada uji kualitatif sampel dengan metode nyala api dan kertas kurkumin menunjukan hasil tidak mengandung boraks yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna pada uji nyala api maupun uji kertas kurkumin.
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin): Mega Yulia; Rahmi Safitri; Rahmayulis Rahmayulis
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.74

Abstract

Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap. Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta akar atau rimpang. Minyak atsiri memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai aromaterapi. Aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek tenang, memperbaiki suasana hati sehingga mampu meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Pada penelitian ini minyak atsiri akan dijadikan lilin aromaterapi. Minyak atsiri yang digunakan adalah minyak sereh wangi dan minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat diformulasikan menjadi lilin aromaterapi. Penelitian eksperimental ini menggunakan 5 formulasi dengan perbandingan konsentrasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam (4% : 0%), (3% : 1%), (2% : 2%), (1% : 3%), (0% : 4%) dan perbandingan paraffin padat dan asam stearat (40% : 60%). Sedian lilin yang sudah diformulasi, dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji efek terapi, uji ketahanan aroma dan uji kesukaan. Lilin aromaterapi dengan kombinasi minyak atsiri sereh wangi dan minyak atsiri nilam dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi dengan formula terbaik yaitu formula 3 (F3).
bioteknologi Efek Terapi Kombucha Bunga Telang (Clitoria terantea) Sebagai Produk Bioteknologi Pada Konsentrasi dan Kematian Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Asap Rokok: Efek Terapi Kombucha Bunga Telang (Clitoria terantea) Sebagai Produk Bioteknologi Pada Konsentrasi dan Kematian Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Asap Rokok Firman Rezaldi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.77

Abstract

The cause of health problems or disorders including the lungs, heart, gastrointestinal inflammation and reproductive fertility comes from the bad habit of smoking. A decrease in spermatozoa as an indicator of fertility, both in quality and quantity, is one of the bad effects of cigarette smoke. Consuming or treating food or drinks containing antioxidants in this study has been found to be able to reduce the level of spermatozoa decline in active smokers both in quality and quantity. This study aims to determine the effect of butterfly pea flower kombucha therapy as a source of antioxidants on male mice (Mus musculus) in determining the effect of giving butterfly pea flower kombucha therapy on sperm concentration and death rate after exposure to cigarette smoke. This research has proven that telang flower kombucha given at 4 mL/100 grams BW of male mice has the potential to increase the concentration of spermatozoa and reduce the percentage of abnormal spermatozoa death in mice after being exposed to cigarette smoke for 15 minutes.
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Dari Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil) Hilmarni; Dwi Mulyani; Dini Selfira
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.82

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan sabun padat transparan ekstrak Etanol Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dengan Minyak Kelapa Sawit (Palm oil). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk manis dapat diformulasikan menjadi sabun padat transparan. Sediaan sabun padat transparan dibuat sebanyak 4 formula dengan F0 sebagai basis dan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk manis pada Fl sebanyak 1 g, FII sebanyak 2 g dan FIII sebanyak 3 g. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi fisik sediaan sabun padat transparant meliputi pengamatan uji organoleptis, uji kadar air, uji pH, uji iritasi, dan uji tinggi busa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk manis belum memenuhi persyaratan sabun padat transparant karena evaluasi uji kadar air belum memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan karena melewati batas maksimum kadar air yang sesuai SNI tahun 2016. Tetapi dari evaluasi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan.

Page 4 of 10 | Total Record : 99