Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Spons Laut Petrosia sp. Dian Handayani; Mega Yulia; Yohanes Allen; Nicole J. de. Voogd
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.70

Abstract

Penelitian tentang kandungan senyawa kimia spon laut Petrosia sp. yang berasal dari Sumatera Barat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas sitotoksis senyawa kimia tersebut. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metoda kromatografi kolom dan rekristalisasi. Uji aktivitas sitotoksis senyawa hasil isolasi dilakukan menggunakan metoda “Brine Shrimp Lethality Test”. Penelitian ini menghasilkan satu senyawa golongan triterpenoid dengan nilai LC50 124,99 ppm.
FORMULASI SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) Mega Yulia; Milla Herdina; Dwi Mulyani
Jurnal Farmagazine Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v9i1.587

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki banyak khasiat diantaranya adalah sebagai antibakteri. Potensi antibakteri daun sirih merah tersebut dapat dikembangkan manjadi beberapa produk, salah satunya adalah sabun padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sabun padat yang baik dari minyak VCO dengan penambahan ekstrak etanol daun sirih merah. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental dengan mengkombinasikan ekstrak daun sirih merah sebagai zat berkhasiat. Dari 560 g simplisia daun sirih merah kering didapatkan ekstrak sebanyak 63,206 g dengan rendemen 11,28%. Ekstrak yang didapat kemudian diformulasi menjadi sabun padat dengan konsentrasi ekstrak 0% (F0), 1 % (FI), 2% (FII) , dan 3 % (FIII). Evaluasi fisik yang dilakukan terhadap 4 formula meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, dan uji stabilitas busa. Hasil pengujian menunjukan organoleptis dan pH memenuhi standar persyaratan mutu sabun padat yang telah ditetapkan SNI 3532-2016.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) Mega Yulia; Winda Permata Sari
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.128 KB)

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaan yaitu mudah untuk dilepaskan. Masker gel peel off dengan menggunakan kombinasi basis PVA. Masker gel peel off juga banyak yang ditambahkan zat aktif alami seperti lidah buaya, apel hijau, mentimun, strawberry, lemon, dan bengkoang. Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) merupakan salah satu tanaman yang dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuaan untuk mendapatkan formula masker gel peel off dari ekstrak etanol bawang dayak. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Penelitian ini menggunakan 3 formula dengan variasi PVA 16%, 17%, 18%. Evaluasi fisik sediaan meliputi pengamatan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu mengering, uji daya sebar, uji iritasi kulit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F1, F2, dan F3 dapat diformulasi menjadi sediaan masker gel peel off dari ekstrak umbi bawang dayak yang memenuhi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu mengering, tetapi tidak memenuhi syarat uji daya sebar.
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT SARI BUAH KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) DENGAN VARIASI NATRIUM BIKARBONAT Mega Yulia; Yudia Wulandari
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.167 KB)

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai obat penurun panas dan penambah stamina. Buah ini memiliki bau yang langu sehingga pemanfaatan pada masyarakat masih kurang maksimal. Salah satu usaha untuk meningkatkan kepraktisan dan kesegaran adalah dengan cara dibuat sebagai serbuk effervescent sari buah kundur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi serbuk effervescent dengan sifat fisik yang baik untuk sari buah kundur dengan variasi konsentrasi natrium bikarbonat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan natrium bikarbonat yang dibedakan konsentrasinya untuk masing-masing formula, 2,5% untuk formula A, 3% untuk formula B dan 3,5% untuk formula C. Semua bahan dicampur dengan metode kering, lalu serbuk yang dihasilkan diayak dengan ayakan mesh 60. Pengamatan dilakukan terhadap organoleptik serbuk, sifat aliran serbuk, kadar air, waktu larut, tinggi buih dan pH. Hasil penelitian disimpulkan bahwa buah kundur bisa dibuat menjadi sediaan serbuk effervescent dimana semua formulasi sediaan effervescent telah memenuhi persyaratan eveluasi serbuk (organoleptik, sifat aliran serbuk, tinggi buih dan pH), tetapi dalam evaluasi kadar air semua formulasi belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
UJI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA DAUN BAWANG PREI (Allium porrum L) YANG DITANAM DI SEPANJANG JALAN PADANG PANJANG BUKITTINGGI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Mega Yulia; Anna Fadilla; Devahimer Harsep Rosi
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.635

Abstract

Padatnya jalur kendaraan yang berada di sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi merupakan salah satu penyumbang kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) pada tanaman yang tumbuh disekitar daerah tersebut. Salah satu tanaman yang banyak ditanam adalah daun bawang prei. Dalam mengkonsumsi bawang prei sebagian masyarakat ada yang mencuci sebentar ataupun tidak mencuci sama sekali daun bawang preinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran timbal pada daun bawang prei yang ditanam sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi dengan metoda Spektrofotometer Serapan Atom yang dilakukan uji di Balai Riset dan Standarisasi Industri Padang. Sampel diambil secara acak pada tiga lokasi lahan yang menanam bawang prei dengan masing-masing lokasi dijadikan 2 sampel uji dengan variasi tidak dicuci dan dicuci. Hasil pemeriksaan diperoleh  kandungan timbal pada lokasi pertama, kedua dan ketiga sebelum dicuci secara berurutan adalah 0,251 mg/kg, 0,147 mg/kg dan 0,0377 mg/kg. Sedangkan untuk sampel setelah dicuci pada lokasi pertama, kedua dan ketiga adalah 0,0683 mg/kg, 0,0917 mg/kg dan 0,167 mg/kg. Dari hasil analisis semua sampel daun bawang prei mengandung timbal baik sebelum dicuci maupun setelah dicuci namun masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi karena masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7387-2009 yaitu 0,5 mg/kg.
Gambaran Efek Samping Terapi Oral Pada Pasien Asma Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang mega yulia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.16645

Abstract

Asma merupakan suatu gangguan pada sistem pernapasan akibat terjadinya penyempitan saluran pernafasan. Penanda utama asma adalah nafas yang berbunyi saat penderita menghembuskan nafas, batuk, sesak nafas dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Selama sesak nafas timbul rasa cemas dan mengeluarkan banyak keringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping yang terjadi pada penggunaan obat asma sebagai terapi oral di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yang dibatasi waktu penelitian, yaitu dengan meminta pasien mengisi lembar kuisioner dengan lama waktu pengumpulan data selama tiga bulan. Kuisioner dalam penelitian ini terdiri dari data demografi dan kuisioner. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek samping terapi oral pada pasien asma dijumpai pada 5 orang responden (26,7%), Dimana dari 5 orang tersebut menunjukan efek samping terapi oral penggunaan obat asma dengan rincian 2 orang responden mengalami nafsu makan berkurang, 2 orang responden gastritis dan 1 orang responden mengantuk.
Uji Aktivitas Antioksidan Teh Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Berdasarkan Teknik Pengolahan Mega Yulia; Riki Ranova
Jurnal Katalisator Vol 4, No 2 (2019): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v4i2.3930

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat setelah air.   Berbagai macam jenis daun telah diolah menjadi teh oleh masyarakat seperti daun sirsak. Manfaat yang diharapkan dari mengkonsumsi teh daun sirsak adalah sebagai sumber antioksidan yang dapat menangkal berbagai jenis penyakit karena adanya kandungan acetogenin. Untuk menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk pasca panen perlu dilakukan dengan teknik sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak teh daun sirsak berdasarkan variasi teknik pengolahan teh. Pengolahan dilakukan dengan 3 (tiga) variasi teknik pengolahan teh yaitu teh hijau, teh hitam dan teh oolong. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metoda penangkapan radikal bebas menggunakan DPPH (1,1-Difenil-2-pikrihidrazil).  Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase inhibisi teh hijau sebesar 42,776%, teh oolong 39,962%, dan teh hitam 43,902%.  Aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada pengolahan teh hitam daun sirsak.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan teknik pengolahan teh tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.Tea is one drink that is widely consumed by people after water. Various types of leaves have been processed into tea by the people such as soursop leaves. The expected benefits of consuming soursop leaf tea is as a source of antioxidants that can ward off various types of diseases due to the presence of acetogenin. To produce high quality tea, handling after harvest needs to be done with the best possible technique. This study aims to determine the antioxidant activity of soursop leaf tea extract based on variations in tea processing techniques. Processing is done with 3 (three) variations of tea processing techniques, there are green tea, black tea and oolong tea. The antioxidant activity test was carried out by the method of capturing free radicals using DPPH (1,1-Diphenyl-2-pikrihidrazil). The results showed that the percentage of inhibition of green tea was 42.777%, oolong tea was 39.962%, and black tea was 43.902%. The highest antioxidant activity was found in the processing of soursop leaf is a black tea. From the results of this study can concluded there are differences in tea processing techniques do not affect the antioxidant activity
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Karlina, Nonok; Aris, Muhammad; Sendra, Eny; Jenice Sanaky, Marisca; Yulia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 3 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2220

Abstract

Tuberkulosis (TB) is an infectious disease which is caused by tuberculosis mycobacterium bactery which can attack some various organs, especially the lungs. Based on data of Pekanbaru health office in 2017. The rejosari healthy center in Pekanbaru city was the healthy center which ranked the first of tuberculosis case, and also the highest numberof pulmonary TB cases at 155 cases. The result of the initial survey research around the working area of Rejosary healthy center in Pekanbaru city, the physical condition of society’s home environments in the working area of Rejosari Public healthy center in Pekanbaru City were mostly inadequate, where the researcher saw that moost of the houses had buildings which had not been permanent and the distance between each house was close enough. The purpose of this research was to determine the reletionship of economic status and physical condition of the reletionship of economic status and physical condition of the society’s home environment with the incident of pulmonary TB disease in the rejosari areal healthy center in Pekanbaru. The method of this research is quantitative researching with a sectional cross design. The samples which were taken by researching with a sectional cross design. The samples which were taken by the researcher was a random sampling by taking samples from the society population based on certain criteria The sample which was as many as 78 respondents. The data collection tool is a questionnaire. Data analysis was done by univariate by using the chis square test with a limit of 95% significance level. The results founded that there was a significant relationship between economic status (p value 0,001) and home environments which includes ventilation (p value 0,011), lighting (p value 0,007), wall (p value 0,011), occupancy (p value 0,026), and humidity (p value 0,007).Keywords: Tuberculosi, economic status, physical condition of the home environment
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT SARI BUAH KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) DENGAN VARIASI NATRIUM BIKARBONAT Yulia, Mega; Wulandari, Yudia
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v1i2.6

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai obat penurun panas dan penambah stamina. Buah ini memiliki bau yang langu sehingga pemanfaatan pada masyarakat masih kurang maksimal. Salah satu usaha untuk meningkatkan kepraktisan dan kesegaran adalah dengan cara dibuat sebagai serbuk effervescent sari buah kundur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi serbuk effervescent dengan sifat fisik yang baik untuk sari buah kundur dengan variasi konsentrasi natrium bikarbonat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan natrium bikarbonat yang dibedakan konsentrasinya untuk masing-masing formula, 2,5% untuk formula A, 3% untuk formula B dan 3,5% untuk formula C. Semua bahan dicampur dengan metode kering, lalu serbuk yang dihasilkan diayak dengan ayakan mesh 60. Pengamatan dilakukan terhadap organoleptik serbuk, sifat aliran serbuk, kadar air, waktu larut, tinggi buih dan pH. Hasil penelitian disimpulkan bahwa buah kundur bisa dibuat menjadi sediaan serbuk effervescent dimana semua formulasi sediaan effervescent telah memenuhi persyaratan eveluasi serbuk (organoleptik, sifat aliran serbuk, tinggi buih dan pH), tetapi dalam evaluasi kadar air semua formulasi belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Profil Pengetahuan Pasien Terhadap Swamedikasi Obat Batuk Di Apotek Kota Bukittinggi Yulia, Mega; Aprillia, Annisa; Jamal, Rizqan
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 1 (2023): SITAWA Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i1.30

Abstract

Telah dilakukan penelitian deskriptif profil pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dengan pengambilan data dilaksanakan secara acak dari total populasi pasien yang melakukan swamedikasi obat batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dengan menggunakan kuisioner yang diambil dari 52 responden. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin diketahui jumlah responden terbanyak adalah laki-laki (57,7%) sedangkan perempuan (42,3%). Pekerjaan tertinggi adalah swasta (30,77%) dan mayoritas dengan tamatan SMA (59,61%). Berdasarkan usia, pengetahuan tertinggi di usia 20-29 tahun (40,30%). Hasil keseluruhan dari gambaran pengetahuan pasien terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek Kota Bukittinggi dapat dikategorikan tinggi (86,53%).