Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Spons Laut Petrosia sp. Dian Handayani; Mega Yulia; Yohanes Allen; Nicole J. de. Voogd
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i1.70

Abstract

Penelitian tentang kandungan senyawa kimia spon laut Petrosia sp. yang berasal dari Sumatera Barat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas sitotoksis senyawa kimia tersebut. Isolasi dilakukan dengan menggunakan metoda kromatografi kolom dan rekristalisasi. Uji aktivitas sitotoksis senyawa hasil isolasi dilakukan menggunakan metoda “Brine Shrimp Lethality Test”. Penelitian ini menghasilkan satu senyawa golongan triterpenoid dengan nilai LC50 124,99 ppm.
FORMULASI SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) Mega Yulia; Milla Herdina; Dwi Mulyani
Jurnal Farmagazine Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v9i1.587

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki banyak khasiat diantaranya adalah sebagai antibakteri. Potensi antibakteri daun sirih merah tersebut dapat dikembangkan manjadi beberapa produk, salah satunya adalah sabun padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sabun padat yang baik dari minyak VCO dengan penambahan ekstrak etanol daun sirih merah. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental dengan mengkombinasikan ekstrak daun sirih merah sebagai zat berkhasiat. Dari 560 g simplisia daun sirih merah kering didapatkan ekstrak sebanyak 63,206 g dengan rendemen 11,28%. Ekstrak yang didapat kemudian diformulasi menjadi sabun padat dengan konsentrasi ekstrak 0% (F0), 1 % (FI), 2% (FII) , dan 3 % (FIII). Evaluasi fisik yang dilakukan terhadap 4 formula meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, dan uji stabilitas busa. Hasil pengujian menunjukan organoleptis dan pH memenuhi standar persyaratan mutu sabun padat yang telah ditetapkan SNI 3532-2016.
UJI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA DAUN BAWANG PREI (Allium porrum L) YANG DITANAM DI SEPANJANG JALAN PADANG PANJANG BUKITTINGGI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Mega Yulia; Anna Fadilla; Devahimer Harsep Rosi
Jurnal Farmagazine Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v10i1.635

Abstract

Padatnya jalur kendaraan yang berada di sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi merupakan salah satu penyumbang kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) pada tanaman yang tumbuh disekitar daerah tersebut. Salah satu tanaman yang banyak ditanam adalah daun bawang prei. Dalam mengkonsumsi bawang prei sebagian masyarakat ada yang mencuci sebentar ataupun tidak mencuci sama sekali daun bawang preinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran timbal pada daun bawang prei yang ditanam sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi dengan metoda Spektrofotometer Serapan Atom yang dilakukan uji di Balai Riset dan Standarisasi Industri Padang. Sampel diambil secara acak pada tiga lokasi lahan yang menanam bawang prei dengan masing-masing lokasi dijadikan 2 sampel uji dengan variasi tidak dicuci dan dicuci. Hasil pemeriksaan diperoleh  kandungan timbal pada lokasi pertama, kedua dan ketiga sebelum dicuci secara berurutan adalah 0,251 mg/kg, 0,147 mg/kg dan 0,0377 mg/kg. Sedangkan untuk sampel setelah dicuci pada lokasi pertama, kedua dan ketiga adalah 0,0683 mg/kg, 0,0917 mg/kg dan 0,167 mg/kg. Dari hasil analisis semua sampel daun bawang prei mengandung timbal baik sebelum dicuci maupun setelah dicuci namun masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi karena masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7387-2009 yaitu 0,5 mg/kg.
Gambaran Efek Samping Terapi Oral Pada Pasien Asma Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang mega yulia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.16645

Abstract

Asma merupakan suatu gangguan pada sistem pernapasan akibat terjadinya penyempitan saluran pernafasan. Penanda utama asma adalah nafas yang berbunyi saat penderita menghembuskan nafas, batuk, sesak nafas dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Selama sesak nafas timbul rasa cemas dan mengeluarkan banyak keringat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping yang terjadi pada penggunaan obat asma sebagai terapi oral di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yang dibatasi waktu penelitian, yaitu dengan meminta pasien mengisi lembar kuisioner dengan lama waktu pengumpulan data selama tiga bulan. Kuisioner dalam penelitian ini terdiri dari data demografi dan kuisioner. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek samping terapi oral pada pasien asma dijumpai pada 5 orang responden (26,7%), Dimana dari 5 orang tersebut menunjukan efek samping terapi oral penggunaan obat asma dengan rincian 2 orang responden mengalami nafsu makan berkurang, 2 orang responden gastritis dan 1 orang responden mengantuk.
Uji Aktivitas Antioksidan Teh Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) Berdasarkan Teknik Pengolahan Mega Yulia; Riki Ranova
Jurnal Katalisator Vol 4, No 2 (2019): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v4i2.3930

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat setelah air.   Berbagai macam jenis daun telah diolah menjadi teh oleh masyarakat seperti daun sirsak. Manfaat yang diharapkan dari mengkonsumsi teh daun sirsak adalah sebagai sumber antioksidan yang dapat menangkal berbagai jenis penyakit karena adanya kandungan acetogenin. Untuk menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk pasca panen perlu dilakukan dengan teknik sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak teh daun sirsak berdasarkan variasi teknik pengolahan teh. Pengolahan dilakukan dengan 3 (tiga) variasi teknik pengolahan teh yaitu teh hijau, teh hitam dan teh oolong. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metoda penangkapan radikal bebas menggunakan DPPH (1,1-Difenil-2-pikrihidrazil).  Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase inhibisi teh hijau sebesar 42,776%, teh oolong 39,962%, dan teh hitam 43,902%.  Aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada pengolahan teh hitam daun sirsak.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan teknik pengolahan teh tidak memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.Tea is one drink that is widely consumed by people after water. Various types of leaves have been processed into tea by the people such as soursop leaves. The expected benefits of consuming soursop leaf tea is as a source of antioxidants that can ward off various types of diseases due to the presence of acetogenin. To produce high quality tea, handling after harvest needs to be done with the best possible technique. This study aims to determine the antioxidant activity of soursop leaf tea extract based on variations in tea processing techniques. Processing is done with 3 (three) variations of tea processing techniques, there are green tea, black tea and oolong tea. The antioxidant activity test was carried out by the method of capturing free radicals using DPPH (1,1-Diphenyl-2-pikrihidrazil). The results showed that the percentage of inhibition of green tea was 42.777%, oolong tea was 39.962%, and black tea was 43.902%. The highest antioxidant activity was found in the processing of soursop leaf is a black tea. From the results of this study can concluded there are differences in tea processing techniques do not affect the antioxidant activity
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Karlina, Nonok; Aris, Muhammad; Sendra, Eny; Jenice Sanaky, Marisca; Yulia, Mega
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 3 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2220

Abstract

Tuberkulosis (TB) is an infectious disease which is caused by tuberculosis mycobacterium bactery which can attack some various organs, especially the lungs. Based on data of Pekanbaru health office in 2017. The rejosari healthy center in Pekanbaru city was the healthy center which ranked the first of tuberculosis case, and also the highest numberof pulmonary TB cases at 155 cases. The result of the initial survey research around the working area of Rejosary healthy center in Pekanbaru city, the physical condition of society’s home environments in the working area of Rejosari Public healthy center in Pekanbaru City were mostly inadequate, where the researcher saw that moost of the houses had buildings which had not been permanent and the distance between each house was close enough. The purpose of this research was to determine the reletionship of economic status and physical condition of the reletionship of economic status and physical condition of the society’s home environment with the incident of pulmonary TB disease in the rejosari areal healthy center in Pekanbaru. The method of this research is quantitative researching with a sectional cross design. The samples which were taken by researching with a sectional cross design. The samples which were taken by the researcher was a random sampling by taking samples from the society population based on certain criteria The sample which was as many as 78 respondents. The data collection tool is a questionnaire. Data analysis was done by univariate by using the chis square test with a limit of 95% significance level. The results founded that there was a significant relationship between economic status (p value 0,001) and home environments which includes ventilation (p value 0,011), lighting (p value 0,007), wall (p value 0,011), occupancy (p value 0,026), and humidity (p value 0,007).Keywords: Tuberculosi, economic status, physical condition of the home environment
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense L.) DENGAN EKSTRAKSI BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE DPPH Mega Yulia; Reviska Prihartini; Riki Ranova
JURNAL KATALISATOR Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Katalisator Volume 8 No. 2, Oktober 2023
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v8i2.2392

Abstract

Jambu bol (Syzygium malaccense L.) secara empiris masyarakat ssudah menggunakan daun jambu bol untuk berbagai pengobatan penyakit secara tradisional seperti, muntah, disentri, dan menstruasi tidak teratur. Sebelumnya beberapa melaporkan bahwa ekstrak etanol daun jambu bol memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Namun belum banyak penelitian yang melaporkan   aktivitas daun jambu bol menggunakan ekstraksi secara bertingkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu bol berdasarkan tingkat kepolaran pelarut yang digunakan. Penelitian ini memberikan pengetahuan tentang pada fraksi mana aktivitas antioksidan yang lebih kuat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Proses ekstraksi sampel dengan metode sokletasi dilakukan dengan teknik ekstraksi bertingkat menggunakan tiga jenis pelarut yaitu n-heksan (nonpolar), etil asetat (semipolar) dan etanol 96% (polar). Dari 50 gram sampel kering diperoleh ekstrak n-heksan sebanyak 0,55 gram, ekstrak etil asetat sebanyak 1,38 gram dan ekstrak etanol 96% sebanyak 1,42 gram.   Antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% secara berturut-turut nilai IC50 sebesar  30.124 ppm, 474,42 ppm dan 4.368 ppm. Ekstrak  n-heksan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah, ekstrak etil asetat lemah dan ekstrak etanol 96% sangat lemah.   Aktivitas  antioksidan lebih kuat ekstrak etil asetat dibandingkan ekstrak etanol 96% dan ekstrak n-heksan.
Pelatihan Pembuatan dan Evaluasi Tablet Untuk Siswa SMK Farmasi di Kota Bukittinggi Hilmarni, Hilmarni; Ranova, Riki; Yulia, Mega; Elwan, Shaula Febriyoldini; Mulyani, Dwi; Kusuma, Ariya Eka; Rahmayulis, Rahmayulis
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6054

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat tehadap siswa SMK Farmasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam pembuatan dan evaluasi tablet. Untuk meningkatkan mutu dan daya saing Sekolah Menengah Kejuruan hendaklah menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum vokasi dengan kompetensi sesuai dengan kebutuhan lulusan (link and match) yang merupakan salah satu Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Pelatihan ini merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan praktis siswa dalam bidang menyiapkan sediaan obat. Pengabdian ini dilakukan oleh dosen AKFAR Imam bonjol beserta mahasiswa dengan pemberian penyuluhan melalui presentasi yang dilakukan oleh dosen, pelatihan cara pembuatan dan evaluasi tablet serta diskusi. Dari hasil evaluasi pretest menunjukan bahwa masih ada peserta yang belum mengetahui cara penggunaan alat pencetak tablet dengan hasil rata-rata pengetahuan 78%. Setelah pemberian pemahaman, pengetahuan peserta di ukur kembali, dan diperoleh tingkat pemahamannya sebesar 93,3%.
Uji Aktivitas Antioksidan Daun Sirsak (Annona muricata L) Berdasarkan Tempat Tumbuh Mega Yulia; Halimah, Nur
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i2.744

Abstract

Sirsak merupakan tumbuhan tropis yang dapat hidup di dataran tinggi juga di dataran rendah. Daun ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan metabolit sekunder daun sirsak yaitu alkaloid, fenolik, flavonoid, steroid dan saponin. Lingkungan tempat tumbuh akan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder pada tumbuhan yang nantinya akan berpengaruh kepada aktivitas yang dihasilkan. Pada penelitian ini sampel diambil di 2 daerah berbeda yaitu Bukittinggi mewakili dataran tinggi dan Payabungan mewakili dataran rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tempat tumbuh memengaruhi aktivitas antioksidan. Metode penelitian yaitu sampel diekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol destilasi. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis dengan standart vitamin C. Dari hasil penelitian diketahui aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ untuk ekstrak daun sirsak Bukittinggi sebesar 360,49 ppm dan ekstrak daun sirsak Panyabungan sebesar 804,09 ppm. Kesimpulan bahwa ekstrak daun sirsak Bukittinggi (dataran tinggi) mempunyai nilai aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan ekstrak daun sirsak Panyabungan (dataran rendah).
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL BUAH KETUMBAR (Coriandrum sativum Linn) TERHADAP ARTEMIA SALINA LEACH DENGAN UJI BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Yulia, Mega; Anggraini, Rani; Farizal, Farizal
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v2i3.72

Abstract

Coriander is a common herb can be used as traditional medicine. One of the expected benefits of Coriander fruits is an anti-cancer. This study aims to determine the cytotoxic activity of Coriander extract (Coriandrum sativum Linn) on shrimp larvae (Artemia salina Leach) with the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. Coriander fruits was extracted using methanol solvent and maceration method, then concentrated it with a rotary evaporator until a thick extract. Cytotoxic activity test used methanol extract with several concentration : 1,000 ppm, 100 ppm, 10 ppm, and 1 ppm. The result of this research reveal that methanol extract of Coriander fruits has cytotoxic activity with LC50 value is 32.35 ppm.