cover
Contact Name
Prananda Anugrah
Contact Email
jurnalilmupendidikanum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jip@um.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Malang, Semarang St. No. 5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 02159643     EISSN : 24428655     DOI : 10.17977
Core Subject :
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) is an international peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge, theory, policy, and practice in science and education. The journal publishes high-quality empirical studies, systematic reviews, meta-analyses, conceptual papers, and innovative educational practices that contribute significantly to the transformation of education at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Strategi Pembelajaran Problem Solving, Gaya Belajar Kolb, dan Hasil Belajar Mekanika Rekayasa Tri Kuncoro; Amat Mukhadis
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p226-235

Abstract

Problem-solving Teaching Strategy, Kolb Learning Styles, and Learning Achievement. This quasi experimental study was intended to investigate the differences in learning achievement in Mechanical Engineering II Course between students taught using problem - solving strategy, taking their learning styles into considerations. The independent variable of problem-solving strategy includes open-ended (Psoe) and closed- ended (Psce), whereas the moderating variable of learning style consists of diverging, converging, and assimilating styles. The subjects were randomly selected from Mechanical Engineering II classes, resulting in 68 students joining Psoe strategy and 64 joining PSce strategy. The data obtained from problem - solving test method revealed that students with Psoe strategy outperformed those with Psce moderated by the learning styles of diverging, assimilating, converging and accommodating. Strategi pembelajaran Problem Solving, Gaya Belajar Kolb, dan Hasil Belajar Mekanika Rekayasa. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi problem solving dan gaya belajar diverging style, converging style dan assimilating style. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol non-ekuivalen (nonequivalent kontrol group design). Subjek berjumlah 167 mahasiswa Teknik Sipil peserta kuliah Mekanika Rekayasa II. Data dikumpulkan dengan tes, dan dianalisis dengan Analisis Varian. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran open ended problem solving lebih unggul daripada strategi closed ended problem solving pada kelompok gaya belajar diverging, assimilating, converging dan accommodating. Gaya belajar converging lebih unggul daripada gaya belajar diverging pada pembelajaran open ended problem solving dan closed ended problem solving.
Perbedaan Pemahaman Awal Tentang Konsep Genetik pada Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen Elya Nusantari
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p244-252

Abstract

Differences in Understanding Genetics Concepts among Secondary-school Students, University Students, Teachers, and Lecturers. This study aims to compare initial understandings of genetics concepts among secondary - school students, u niversity students, teachers, and lecturers. The results of a diagnostic test assigned to the research sample show that there was no difference in genetics-concept under standings between teachers, lecturers, and university students and that the understandings of the university students were much better than those of the secondary-school students. Responses to the test reveal a number of misconceptions, particularly in the areas of basic concepts and coverage of genetics; of genes, DNA, and chromosomes; and of mutations. Since initial understandings contribute to comprehension of genetics concepts, it is advisable that a test eliciting such information be given prior to teaching. Penelitian ini bertujuan membandingkan pemahaman awal konsep genetika siswa, mahasiswa, dan guru- dosen. Sampel penelitian adalah mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang pada Agustus 2010-Juni 2011. Data dikumpulkan dengan tes diagnostik dan dianalisis dengan statistik kualitatif persentase dan Anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman awal konsep genetika guru-dosen tidak berbeda dengan m ahasiswa. Pemahaman awal konsep genetika mahasiswa lebih baik daripada siswa. Tidak ada perbedaan pemahaman awal konsep genetika mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi dengan Prodi Biologi. Jawaban miskonsepsi banyak ditemukan pada kelompok konsep arti dan ruang lingkup genetika, kelompok konsep gen, DNA, dan kromosom; dan kelompok konsep mutasi. Pemahaman awal konsep genetika mempengaruhi pemahaman konsep genetika pada perkuliahan genetika. Pengujian konsep awal penting dilakukan untuk informasi guru sebelum proses pembelajaran.
Pemberdayaan Guru dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD Tatag Yuli Eko Siswomo; Abdul Haris Rosyidi; Yuliani Puji Astuti; Ika Kurniasari
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p210-219

Abstract

This experimental study is intended to develop mathematics teachers’ competences in designing teaching and learning strategies that enhance students’ creative thinking. In addition, the study portrays teachers’ creative thinking as well as their competences in planning and implementing problem-solving and problem-posing teaching models. Utilizing a pre-test post-test single group design, this study involved mathematics teachers of the third, fourth, and sixth grades of two elementary schools. The results suggest that the teachers’ creative thinking is of good level; they are creative enough in solving and posing mathematical problems as reflected in their mean score of 92.6. Their competences in planning and implementinglie in good category. Overall, it can be concluded that the teachers are professionally empowered in develo ping students’ creative thinking. Implementasi pembelajaran matematika di SD untuk mendorong berpikir kreatif masih lemah. Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru-guru SD dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang memberi bekal kemampuan berpikir kreatif dan memberikan gambaran kemampuan berpikir kreatif guru dan kemampuannya merencanakan serta mengimplementasikan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah matematika. Penelitian eksperimen rancangan pretes postes kelompok tunggal sekaligus deskriptif dilakukan terhadap masing-masing dua guru kelas III, IV, dan V SD di kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif guru SD berada pada tingkat lebih dari cukup kreatif, dan hasil rata-rata kemampuannya dalam memecahkan dan membuat soal adalah 92,6. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk kategori lebih dari “baik”. Disimpulkan bahwa guru telah berdaya dan mem iliki kemampuan mengembangkan pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif siswa.
Estimasi Parameter Item dan Latent Class dengan Model DINA untuk Diagnosis Kesulitan Belajar Kusaeri Kusaeri; Suryanto Suryanto; Kumaidi Kumaidi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p187-193

Abstract

Estimation of Item Parameter and Latent Class with DINA Model to Diagnose Learning Difficulties. This study aims to estimate item parameter of diagnostic test developed with DINA model and identify attribute profiles of each test participant. The instrument of this study was diagnostic test using multiple choice format with 4 options. The data were analyzed using Mplus software, R program and ITEMAN. The results show that out of 8 items measuring social arithmetic and comparison, there was only one item that had low guessing and slip parameter. The study also found that basic operation and concept in arithmetic and verbal questions were problematic for most students.
Model Diklat Kewirausahaan dan Keterampilan Wirausaha Berwawasan Lingkungan bagi Remaja Putus Sekolah Lahming
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p220-225

Abstract

Education-Training Models and Environmentally-Oriented Entrepreneurial Skills for Dropped- outs. This experimental study aims at exploring education- training models and effective - training criteria that can develop environmentally - oriented entrepreneurial skills of adolescents who dropped out their senior-secondary schooling. Open- ended questionnaire was used to obtain data concerning their entrepreneurial knowledge, whereas a rating scale was used to measure their entrepreneurial skills. Of several training models tried out, demonstration model appears the most effective for dropped- out adolescents.Model Diklat Kewirausahaan dan Keterampilan Wirausaha Berwawasan Lingkungan bagi Remaja Putus Sekolah. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui model diklat dan kriteria diklat yang efektif bagi remaja putus sekolah untuk menumbuhkan keterampilan wirausaha berwawasan lingkungan. Sampel penelitian adalah remaja putus sekolah SLTA di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Angket terbuka digunakan untuk mengumpulkan data tingkat pengetahuan kewirausahaan, dan untuk mengukur tingkat keterampilan digunakan Rating Scale (skala bertingkat). Analisis data menggun akan analisis varian dua jalur untuk membandingkan keefektifan beberapa model diklat yang dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelatihan yang efektif digunakan untuk membentuk keterampilan berwirausaha yang berwawasan lingkungan bagi remaja putus sekolah adalah model pelatihan dengan metode demonstrasi.
Konsep dan Praktik Pendidikan Multikultural di Amerika Serikat dan Indonesia Juju Masunah
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v17i42011p298-306

Abstract

Konsep dan Praktik Pendidikan Multikultural di Amerika Serikat dan Indonesia. Tujuan artikel ini adalah untuk mendiskusikan konsep dan praktik pendidikan multikultural di Amerika Serikat dan Indonesia. Data-data diperoleh dari hasil penelitian studi kasus dua orang pendidik tari di Columbus, Ohio yang menerapkan konsep pendidikan multikultural dalam pembelajaran tari pada tahun 2007. Peneli­tian ini menyimpulkan bahwa dua guru tari tersebut memberi perlakuan yang sama dan adil terhadap se­mua siswa dengan cara yang demokratis dengan memperhatikan keberagaman dan keperbedaan siswa. Cara-cara ini sangat memungkinkan untuk diaplikasikan dalam pendidikan tari di Indonesia.
Model Tindakan Guru Menanggapi Perilaku Siswa dalam Pembelajaran Adi Atmoko
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v17i42011p255-264

Abstract

Model Tindakan Guru Menanggapi Perilaku Siswa dalam Pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antar faktor dalam model teoretik tindakan guru dalam pembelajaran. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan causal relationship-explanation terhadap 180 guru SD di kota Ma­lang yang diambil dengan teknik multistage cluster. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model struktural telah layak dan memperoleh dukungan empiris. Artinya, wawasan kependidikan mempengaruhi anggitan guru terhadap perilaku siswa. Anggitan dan keyakinan emosi guru mempengaruhi stabilitas emosi guru, dan stabilitas emosi mempengaruhi kualitas tindakan guru.
Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Inggris di Kelas Bilingual di Sekolah Menengah Atas Berstatus RSBI di Bali Luh Putu Artini
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v17i42011p307-312

Abstract

Persepsi Guru dan Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Inggris di Kelas Bilingual di Seko­lah Menengah Atas Berstatus RSBI di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di kelas bilingual di SMA RSBI di Bali. Subjek penelitian adalah 100 orang yang terdiri atas 4 orang kepala sekolah, 16 orang guru, dan 80 orang siswa dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara. Data yang dianalisis se­cara deskriptif kualitatif menunjukkan adanya konsistensi persepsi guru dan siswa tentang manfaat dan efektifitas penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di kelas.
Kemampuan Awal, Minat Olahraga, dan Prestasi Belajar Olahraga Amrozi Khamidi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v17i42011p265-269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kemampuan awal dan minat mahasiswa pada ilmu olahraga dengan prestasi be­lajar ilmu olahraga. Populasi penelitian adalah mahasiswa FIK Unesa. Terdapat 140 sampel yang dipilih secara acak dari populasi. Statistik korelasi momen tangkar dari Pearson dan korelasi ganda digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan kemampuan awal terhadap ilmu olahraga dengan prestasi belajar mahasiswa; (2) terdapat hubungan minat terhadap ilmu ilmu olahraga dan prestasi belajar mahasiswa dan (3) prestasi belajar mahasiswa dapat diprediksi melalui kemampuan awal dan minat terhadap ilmu olahraga.
Model Pembelajaran Teaching Factory untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa dalam Mata Pelajaran Produktif Dadang Hidayat M.
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v17i42011p270-278

Abstract

Model Pembelajaran Teaching Factory untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa dalam Mata Pelajaran Produktif. Model teaching factory enam langkah adalah model pembelajaran hasil penelitian dengan menggunakan metode R&D. Model ini bertujuan meningkatkan kompetensi produktif siswa SMK. Enam langkah dari satu siklus model ini, yaitu menerima pemberi order, menganalisis order, menyatakan kesiapan mengerjakan order, mengerjakan order, melakukan quality control, dan menyerahkan order. Sebelum siklus model dilaksanakan, siswa dengan guru melakukan kesepakatan menciptakan iklim industri di sekolah, melakukan latihan berkomunikasi, dan berlatih menganalisis order. Model dilakukan dalam blok waktu enam minggu pada semester empat, enam minggu pada semester lima dan dilanjutkan dengan uji kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan model ini efektif meningkatkan kompetensi produktif siswa.

Filter by Year

1994 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2026) Vol. 32 No. 1 (2026) Vol. 31 No. 2 (2025) Vol. 31 No. 1 (2025) Vol. 30 No. 2 (2024) Vol. 30 No. 1 (2024) Vol. 29 No. 2 (2023) Vol. 29 No. 1 (2023) Vol. 28 No. 2 (2022) Vol. 28 No. 1 (2022) Vol. 27 No. 2 (2021) Vol. 27 No. 1 (2021) Vol. 26 No. 2 (2020) Vol. 26 No. 1 (2020) Vol. 25 No. 2 (2019) Vol. 25 No. 1 (2019) Vol. 24 No. 2 (2018) Vol. 24 No. 1 (2018) Vol. 23 No. 2 (2017) Vol. 23 No. 1 (2017) Vol. 22 No. 2 (2016) Vol. 22 No. 1 (2016) Vol. 21 No. 2 (2015) Vol. 21 No. 1 (2015) Vol. 20 No. 2 (2014) Vol. 20 No. 1 (2014) Vol. 19 No. 2 (2013) Vol. 19 No. 1 (2013) Vol. 18 No. 2 (2012) Vol. 18 No. 1 (2012) Vol. 17 No. 6 (2011) Vol. 17 No. 5 (2011) Vol. 17 No. 4 (2011) Vol. 17 No. 3 (2010) Vol. 17 No. 2 (2010) Vol. 17 No. 1 (2010) Vol. 16 No. 3 (2009) Vol. 16 No. 2 (2009) Vol. 16 No. 1 (2009) Vol. 15 No. 3 (2008) Vol. 15 No. 2 (2008) Vol. 15 No. 1 (2008) Vol. 14 No. 3 (2007) Vol. 14 No. 2 (2007) Vol. 14 No. 1 (2007) Vol. 13 No. 3 (2006) Vol. 13 No. 2 (2006) Vol. 13 No. 1 (2006) Vol. 12 No. 3 (2005) Vol. 12 No. 2 (2005) Vol. 12 No. 1 (2005) Vol. 11 No. 3 (2004) Vol. 11 No. 2 (2004) Vol. 11 No. 1 (2004) Vol. 10 No. 3 (2003) Vol. 10 No. 2 (2003) Vol. 10 No. 1 (2003) Vol. 9 No. 4 (2002) Vol. 9 No. 3 (2002) Vol. 9 No. 2 (2002) Vol. 9 No. 1 (2002) Vol. 8 No. 4 (2001) Vol. 8 No. 3 (2001) Vol. 8 No. 2 (2001) Vol. 8 No. 1 (2001) Vol. 7 No. 4 (2000) Vol. 7 No. 3 (2000) Vol. 7 No. 2 (2000) Vol. 7 No. 1 (2000) Vol. 7 (2000): Special Issue Vol. 6 No. 4 (1999) Vol. 6 No. 3 (1999) Vol. 6 No. 2 (1999) Vol. 6 No. 1 (1999) Vol. 6 (1999): Special Issue Vol. 5 No. 4 (1998) Vol. 5 No. 3 (1998) Vol. 5 No. 2 (1998) Vol. 5 No. 1 (1998) Vol. 5 (1998): Special Issue Vol. 4 No. 4 (1997) Vol. 4 No. 3 (1997) Vol. 4 No. 2 (1997) Vol. 4 No. 1 (1997) Vol. 4 (1997): Special Issue Vol. 3 No. 4 (1996) Vol. 3 No. 3 (1996) Vol. 3 No. 2 (1996) Vol. 3 No. 1 (1996) Vol. 2 No. 4 (1995) Vol. 2 No. 3 (1995) Vol. 2 No. 2 (1995) Vol. 2 No. 1 (1995) Vol. 1 No. 2 (1994) Vol. 1 No. 1 (1994) More Issue