cover
Contact Name
Dr. Muhammad Nasir, M.Pd.I
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
hafizhihusinsungkar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415.
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 3164516X     DOI : http://dx.doi.org/10.61590/jpa
Core Subject :
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam is a scholarly journal dedicated to advancing the field of Islamic religious education. This journal provides a platform for research that addresses contemporary challenges in Islamic education, explores innovative teaching strategies, and presents significant academic contributions to enhance the understanding of educational practices in Islamic settings. Through its articles, Fikrah Islami aims to foster intellectual dialogue and the exchange of ideas among educators, researchers, and practitioners of Islamic education. By examining key issues such as curriculum development, instructional methodologies, and the evolving needs of Islamic educational institutions, the journal serves as a vital resource for those seeking to improve and modernize the quality of Islamic education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Teknologi dalam Pendidikan Islam: Tantangan dan Peluang Digitalisasi Rina Hayati; Romina Romina; Sarifah Sarifah
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2026: Fikrah Islami
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/jpa.v1i1.283

Abstract

Teknologi telah menjadi elemen penting dalam pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Artikel ini membahas peran, tantangan, dan peluang digitalisasi dalam mendukung pembelajaran pendidikan agama Islam. Dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur terkait penggunaan teknologi dalam pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan aksesibilitas sumber pengetahuan agama, mendukung pembelajaran berbasis platform daring, serta meningkatkan interaktivitas antara guru dan siswa. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, pemakaian teknologi yang tidak produktif, dan keterbatasan integrasi teknologi masih menjadi hambatan signifikan. Di sisi lain, digitalisasi juga membuka peluang untuk pengembangan kurikulum adaptif, analisis data efektif, dan kolaborasi antar lembaga. Dengan pendekatan yang bijaksana, pendidikan Islam dapat memanfaatkan teknologi untuk membentuk individu yang beriman, bertakwa, dan berilmu, sambil tetap berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.
Sumber Filsafat Pendidikan Islam: Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas, Ijtihad Mahmudah Mahmudah; Munawarah Munawarah; Nadia Azzahra; Nur Nidayati
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2026: Fikrah Islami
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/jpa.v1i1.285

Abstract

Pendidikan Islam pada hakikatnya erat kaitannya dengan Filsafat Pendidikan Islam, yang berakar dari al-Qur’an dan al-Hadits (al-Sunnah) sebagai sumber utama. Dari kedua sumber ini, muncul berbagai pemikiran mengenai persoalan keislaman, termasuk dalam aspek pendidikan. Para ulama, melalui metode seperti qiyas dan ijma’, mengembangkan pemikiran-pemikiran tersebut sebagai bentuk olah intelektual terhadap sumber pokok. Metode ini bertujuan untuk menghadirkan pemahaman dan aplikasi yang relevan dengan zaman, namun tetap berlandaskan pada ajaran dasar Islam. Dengan demikian, landasan dasar Pendidikan Islam terbentuk dari keseimbangan antara nash (teks agama) dan akal (pemikiran ulama), yang memberikan panduan komprehensif (luas) untuk perkembangan intelektual, spiritual, dan moral umat. Tujuan dari Pendidikan Islam, sesuai dengan pandangan ini, adalah membentuk manusia yang memiliki keseimbangan dalam aspek spiritual dan intelektual, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam.
Konsep Manusia dalam Islam: Implikasinya terhadap Tujuan Pendidikan Islam Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Irawati Irawati; Ridhana Ridhana
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2026: Fikrah Islami
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/jpa.v1i1.286

Abstract

Jurnal ini mengkaji bagaimana Islam memandang konsep manusia dan tujuan pendidikan dalam perspektif Islam. Islam melihat manusia sebagai makhluk istimewa yang diberkahi akal, jasad, dan ruh, dengan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan memanfaatkan alam secara bijak. Pendidikan Islam berperan penting dalam mengembangkan potensi manusia secara holistik baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual dengan tujuan membentuk individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep manusia dalam Islam dapat diintegrasikan dengan tujuan pendidikan Islam yang menekankan pengembangan pribadi secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, di mana berbagai sumber literatur tentang filsafat pendidikan dan konsep manusia dalam Islam dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, sehingga manusia dapat menjalankan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah yang bertanggung jawab. Pendidikan ini juga menekankan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, serta mengarahkan individu untuk berperan positif dalam masyarakat.
Metodologi Pendidikan Islam: Metode Hiwar, Hafalan, Pemahaman, dan Praktek Fitria Sari; Rahmah Rahmah; Wafiq Norazizah
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2026: Fikrah Islami
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/jpa.v1i1.287

Abstract

Pendidikan Islam membutuhkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan metode hafalan, praktik, dan hiwar. Penelitian ini membahas tiga metode pembelajaran dalam pendidikan Islam: hiwar (dialog), hafalan, dan praktik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ketiga metode tersebut dan memberikan rekomendasi praktis bagi implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode memiliki keunggulan unik yang saling melengkapi jika diterapkan bersama. Selain itu, jurnal ini menunjukkan metode hiwar mendorong pemikiran kritis namun memerlukan waktu lama, hafalan memperkuat ingatan tetapi bisa menimbulkan kejenuhan, sedangkan praktik memberikan pengalaman langsung namun memerlukan fasilitas yang memadai. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan dalam mencapai tujuan pendidikan. Integrasi metode hafalan, praktik, dan hiwar memberikan solusi holistik bagi pendidikan Islam di era modern.
Pengembangan Kurikulum Islam: Integrasi Ilmu Agama dan Umum Delvia Delvia; Norsyifa Norsyifa; Siti Rahmah
Fikrah Islami : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 Januari-Juni 2026: Fikrah Islami
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/jpa.v1i1.282

Abstract

Globalisasi membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, khususnya di Indonesia. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan informal, berperan penting dalam menghadapi tantangan ini dengan menawarkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pesantren dalam menghadapi globalisasi dan pentingnya integrasi ilmu agama dengan ilmu umum dalam pendidikan Islam. Dengan pendekatan penelitian kepustakaan, hasilnya menunjukkan bahwa integrasi kedua ilmu tersebut dapat menciptakan harmoni antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai moral spiritual. Namun, pengintegrasian ini menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya konsep yang jelas, keterbatasan sumber daya, dan dualisme pendidikan. Sebagai solusi, diperlukan kurikulum yang holistik dan kontekstual, serta penguatan peran pesantren dalam menjaga identitas budaya dan moral bangsa. Dengan demikian, pesantren dapat terus relevan sebagai lembaga pendidikan yang memadukan ilmu duniawi dan ukhrawi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5