cover
Contact Name
Madha Adi Ivantri
Contact Email
madha.adi@unu.ac.id
Phone
+6282233663190
Journal Mail Official
madha.adi@unu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Wahidin No.5, Penumping, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis (JIMBIS)
ISSN : 30315050     EISSN : 30327768     DOI : https://doi.org/10.54622/jimbis.v3i02.885
Core Subject :
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis (JIMBIS) adalah jurnal berbasis peer review yang diterbitkan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta dengan periode terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. JIMBIS mengundang para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian dengan topik ekonomi, manajemen, dan bisnis. Artikel yang dipublikasikan melalui JIMBIS dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi dalam penngembangan ilmu pengetahuan pada tataran teori dan praktik. Seluruh artikel berada di bawah lisensi CC-BY-SA.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
ANALISIS KEEFEKTIFAN PENGGUAAN QRIS SEBAGAI METODE PEMBAYARAN PADA PENJUAL ES TEH DI KOTA PEKALONGAN Marsa Aulia Fadana; Desti Awalia Safira; Versiandika Yudha Pratama
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 01 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i01.684

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital memberikan dorongan pada pelaku usaha mikro untuk bisa melakukan adaptasi dengan transaksi non-tunai, salah satunya melalui pemanfaatn QRIS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran pada pedangan es teh di Kota Pekalongan dengan mengukur pemahaman pada pedagang, menilai frekuensi penggunaannya dalam transaksi keseharian, serta melakukan evaluasi pengaruhnya terhadap kelancaran transaksi dan kepuasan konsumen. Pendekatan yang dapat digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap lima pemilik usaha es teh yang telah memakai QRIS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pedagang memiliki suatu pemahaman yang begitu baik mengenai QRIS, diperoleh dari aplikasi dompet digital maupun pihak perbankan. Frekuensi penggunaan QRIS dalam transaksi keseharian masih terdapat variasi, antara 4% hingga 30% dari total transaksi, diberikan pengaruh oleh lokasi usaha dan karakteristik konsumen, lebih khusus pada konsumen muda. QRIS sudah terbukti efektif dalam upaya mempelancar transaksi dan memberikan sebuah kenyamanan bagi konsumen karena proses pembayaran akan menjadi lebih cepat dan praktis. Manfaat utama bagi usaha mikro didalamnya meliputi peningkatan efisiensi transaksi dan citra usaha yang lebih modern. Namun, kendala seperti halnya biaya administrasi dan pencairan dana yang tidak selalu dapat instan masih dialami oleh sebagian pedagang. Penelitian ini memberikan suatu gambaran nyata tentang efektivitas, manfaat, dan tantangan penggunaan QRIS pada usaha mikro di Kota Pekalongan, serta dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan pembayaran digital kedepannya.
INOVASI PRODUK DAN STRATEGI PEMASARAN PADA MINAT PEMBELIAN ULANG PRODUK MIXUE DI KOTA SURAKARTA Fikrina Faraidi Fardani; Laila Lutfiyati
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 01 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i01.764

Abstract

In the post-COVID-19 situation and the lifting of the PPKM (Community Activity Restrictions) status, Mixue became one of the ice cream and tea drinks that drove trends in 2022. The nickname "the angel who plucks empty shophouses" is closely associated with this brand due to Mixue's massive expansion in Indonesia and its savior for shophouse owners after the pandemic. In 2025, hundreds of Mixue outlets closed permanently. In Solo, many shophouses were no longer occupied by Mixue, having been converted to other brands. This study was conducted on 100 respondents with the following criteria: having purchased Mixue in the past year and being aged 18-25 years. The results showed that innovation and marketing strategies influenced repurchase intention by 84.5%. Product innovation and marketing strategies were proven to have a significant influence on repurchase intention for Mixue products. Although innovation has played a positive role in consumer repurchase intention, Mixue must continue to conduct research and product development to maintain its innovation, considering that many Mixue outlets are currently closed. In addition, marketing strategies must continue to be improved to be more effective so that they become top of mind for consumers when looking for beverage and ice cream products.
ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN FISKAL ISLAM: KAJIAN LITERATUR TERHADAP MEKANISME, PENGELOLAAN, DAN RELEVANSINYA Pandu Dewanata; Doni Kurniawan
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 02 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i02.801

Abstract

Zakat is one of the central pillars of Islamic public finance, embodying fiscal, social, and economic dimensions simultaneously. This study aims to analyze the role of zakat as the primary fiscal instrument within the Islamic public finance system, covering its management mechanisms, legal framework, and relevance in the context of contemporary Indonesian economics. This research employs a library research method with a descriptive-analytical approach and systematic literature review of relevant primary and secondary sources. The findings indicate that zakat fulfills three core fiscal functions: resource allocation, wealth distribution, and economic stabilization. Historically, the zakat mechanism during the era of the Prophet Muhammad (SAW) and the Khulafaur Rasyidun proved effective in reducing poverty and achieving broad-based welfare. In the modern Indonesian context, zakat management is governed by Law No. 23 of 2011, with the National Zakat Board (BAZNAS) serving as the state institution responsible for its collection and distribution. This study affirms that optimizing zakat as a fiscal instrument requires institutional capacity strengthening, digitalization of management systems, and enhanced Islamic financial literacy among the population
Peran Diaspora Indonesia dalam Internasionalisasi Produk Wien Collection ke Arab Saudi Tahun 2024 Carmela Eka Syafitri Eka; Rizki Rahmadini Nurika
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 02 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i02.826

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diaspora Indonesia sebagai non-state actor dalam proses internasionalisasi produk Wien Collection ke Arab Saudi tahun 2024. Wien Collection merupakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan anyaman rotan sintetis yang berasal dari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wien Collection memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia di Arab Saudi sebagai strategi pemasaran internasional berbasis hubungan sosial tanpa menggunakan marketplace global maupun sistem ekspor formal. Dalam konteks ini, diaspora berperan sebagai non-state actor yang berfungsi sebagai penghubung distribusi, promotor produk, serta penyedia informasi pasar. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi kepercayaan dalam komunitas diaspora, keunikan produk handmade, serta keterlibatan tenaga kerja lokal. Namun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan akses pasar global, kapasitas produksi, serta belum adanya sistem distribusi formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa non-state actor, khususnya diaspora, memiliki peran strategis dalam mendukung internasionalisasi IKM ke pasar global. Kata Kunci: Internasionalisasi, Diaspora Indonesia, Non-State Actor, IKM, Arab Saudi Abstract This study aims to analyze the role of the Indonesian diaspora as a non-state actor in the internationalization process of Wien Collection products to Saudi Arabia in 2024. Wien Collection is a Small and Medium Industry (SMI) producing synthetic rattan handicrafts from Malang Regency. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach, using data collection techniques such as interviews, documentation, and literature studies. The results show that Wien Collection utilizes the Indonesian diaspora network in Saudi Arabia as a social-based international marketing strategy without relying on global marketplaces or formal export systems. In this context, the diaspora acts as a non-state actor functioning as a distribution intermediary, product promoter, and market information provider. Supporting factors include trust within the diaspora community, the uniqueness of handmade products, and the involvement of local labor. However, challenges remain, such as limited access to global markets, production capacity constraints, and the absence of formal distribution systems. This study highlights that non-state actors, particularly diaspora communities, play a strategic role in supporting the internationalization of small industries into the global market. Keywords: Internationalization, Indonesian Diaspora, Non-State Actor, Small and Medium Industry, Saudi Arabia
ANALISIS PELUANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BASRENG DI ERA DIGITAL MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT DAN BUSINESS MODEL CANVAS Mei Yola Natania; Alisha Della Ardhani; Reza Widhar Pahlevi
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 02 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i02.880

Abstract

Perkembangan teknologi dan media digital memberikan peluang bagi pengembangan usaha makanan ringan di Indonesia, salah satunya adalah basreng (bakso goreng). Produk ini diminati oleh berbagai kalangan karena memiliki cita rasa gurih, harga terjangkau, dan praktis dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang serta strategi pengembangan usaha basreng di era digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan business plan. Data diperoleh melalui observasi terhadap tren makanan ringan, analisis kompetitor di media sosial dan marketplace, serta studi literatur mengenai kewirausahaan dan strategi pemasaran. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, kemudian disusun ke dalam Business Model Canvas (BMC) sebagai dasar perumusan strategi pengembangan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha basreng memiliki peluang pasar yang baik karena didukung tingginya minat masyarakat terhadap makanan ringan dan pemanfaatan digital marketing sebagai media promosi. Strategi pengembangan usaha dilakukan melalui inovasi produk, penggunaan kemasan yang menarik, optimalisasi media sosial, serta pengembangan sistem reseller untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan penerapan strategi tersebut, usaha basreng berpotensi berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing di era digital.
STRATEGI PENGENDALIAN HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN DALAM PERLUASAN PASAR: STUDI KASUS PURNOMO KONVEKSI Muhammad Hakim Azizi; Bambang Sukoco; Alif Ali Yusuf
Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis Vol 3 No 02 (2026): Jurnal Ekonomi & Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/jimbis.v3i02.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian harga dan kualitas pelayanan sebagai bagian dari strategi perluasan pasar pada Purnomo Konveksi di Sukoharjo serta menafsirkan temuan tersebut melalui perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data empiris berasal dari studi lapangan sebelumnya dan mencakup catatan produksi, penjualan, observasi, wawancara, serta dokumentasi perusahaan pada periode 2009–Juni 2012. Data tersebut tidak diposisikan sebagai kondisi perusahaan pada 2026, melainkan sebagai bukti historis yang dibaca kembali dengan kerangka persaingan UMKM kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan produksi pakaian muslim dan kapasitas menganggur sekitar 36,5%, sehingga perusahaan perlu mencari segmen pasar yang lebih luas. Pengendalian harga dilakukan terutama pada pekerjaan dengan volume besar, seperti bordir, sablon, produksi pakaian jadi, serta pengiriman dan pengepakan. Kebijakan tersebut berjalan bersama peningkatan pelayanan berupa ketepatan waktu, kejelasan informasi dan biaya, keterampilan tenaga kerja, keamanan, fasilitas, serta kenyamanan pembayaran. Produksi batik meningkat dari 1.600 unit pada 2010 menjadi 2.800 unit pada 2011 atau 75%, disertai munculnya pelanggan baru. Temuan menunjukkan bahwa perluasan pasar lebih tepat dipahami sebagai hasil dari kombinasi harga yang wajar dan pelayanan yang dapat dipercaya. Dalam perspektif ekonomi syariah, strategi tersebut perlu dibangun di atas keadilan, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan. Untuk konteks 2026, pengembangan strategi diarahkan pada digital marketing, CRM, transparansi harga, dan penguatan halal governance.

Page 4 of 4 | Total Record : 36