cover
Contact Name
Herly Evanuarini
Contact Email
jitek@ub.ac.id
Phone
+6282132616737
Journal Mail Official
jitek@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 19780303     EISSN : 23381620     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jitek
The journal will consider primary research and review articles from any source if they make an original contribution to the experimental or theoretical understanding and application of theories and methodologies of some aspects of animal products and technology-related field. It offers reader the opportunity to tap into the future of animal product technology. The journal reports advanced research results in food science, microbiology, biotechnology of animal products, functional food derived from animal products, and current findings in processing technology for animal products. Animal products include meat, dairy, poultry, insects and their by-products. It is essential reading for anyone needing to keep abreast of current findings in animal products and technology.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2019)" : 14 Documents clear
Analisa Kualitas Kimia dan Mikrobiologi Susu Kambing Peranakan Etawa dengan Pemberian Pakan yang Ditambahkan Tepung Kulit Manggis pada Persentase yang Berbeda Dzarnisa Dzarnisa; Cut Intan Novita; Yurliasni Yurliasni; Tri Handayani; Siti Anggaini
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.32 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.4

Abstract

Upaya peningkatan produksi dan kualitas susu dapat dilakukan melalui perbaikan mutu genetik dan pakan yang baik serta tepat. Pemeliharaan ternak kambing perah merupakan salah satu alternatif upaya diversifikasi ternak perah selain sapi. Dalam meningkatkan produksi susu dibutuhkannya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya adalah dengan penambahan tepung kulit manggis (Garcinia mangostana L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit manggis terhadap sifat kimia dan kemampuan tepung kulit manggis dalam menghentikan aktifitas mikroba dalam susu. Penelitian ini dilakuan pada bulan maret - Juli 2017 di UD Atjeh Livestock, Desa Limpok, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan cara mengelompokkan menjadi 3 kelompok dan 5 perlakuan sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Masing-masing perlakuan terdiri dari perlakuan 1 (Ransum kontrol, tanpa penggunaan tepung kulit manggis), perlakuan 2 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 2,5%), perlakuan 3 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 5%), perlakuan 4 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 7,5%), perlakuan 5 (Ransum dengan penambahan tepung kulit manggis 10%). Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah  aktivitas antioksidan, kadar protein, kadar bahan kering susu, perhitungan jumlah total mikroba, pengukuran pH, asam laktat dan uji antimikroba susu kambing Peranakan Etawa yang diberikan tepung kulit manggis. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu tepung kulit manggis dan kambing perah peranakan Etawa. Penambahan tepung kulit manggis (TKM) pada pakan Kambing Peranakan Etawa tidak memberikan pengaruh terhadap kadar antioksidan, pH susu, bahan kering susu, total mikroba, asam laktat, dan antimikroba susu, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar protein susu dan masih sesuai dengan standar SNI. Penambahan tepung kulit manggis dapat meningkatkan kadar antioksidan sampai pada taraf pemberian 5%, meningkatan kadar protein dan bahan kering susu sampai pada taraf pemberian 7,5%.       
Pengaruh Jenis dan Proporsi Penggunaan Tepung Jagung Terhadap Daya Ikat Air dan Kualitas Organoleptik dari Nugget Ayam Kampung Wahidah Ma’ruf; Djalal Rosyidi; Lilik Eka Radiati; Purwadi Purwadi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.377 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan proporsi tepung jagung terhadap sifat daya ikat air dan organoleptik dari nugget ayam kampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama ialah 5 (lima) jenis tepung jagung, yaitu: jagung kuning (J1); jagung pulen (J2); jagung ungu (J3); jagung Provit A1 (J4); dan jagung provit A2 (J5). Faktor kedua adalah prosentase penggunaan tepung jagung terhadap berat daging ayam yang dipergunakan, yaitu 10% (T1); 20% (T2); 30% (T3) dan 40% (T4). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 20 kombinasi perlakuan, dimana setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengaruh perlakuan terhadap sifat daya ikat air dianalisis menggunakan analisis kergaman, dan  dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Data kualitas organoleptik di analisis secara statistik deskriptif.  Variabel yang diukur meliputi analisis sifat fisik daya ikat air, dan organoleptik, meliputi: warna, tekstur dan kekenyalan, cita rasa, dan penerimaan umum. Hasil penelitian menunjukkan, uji daya ikat air dari nugget ayam kampung berada pada kisaran 47,75 – 61,64%, dimana perlakuan J2T3 (jagung pulen taraf penggunaan 30 %) memiliki prosentasi daya ikat air terrendah, sedangkan yang tertinggi pada perlakuan J5T4 (jagung provit A2 taraf penggunaan 40%).  Penggunaan bahan pengisi dari kelima jenis tepung jagung (J1, J2, J3, J4 dan J5) pada taraf 40 g (T1) diperoleh daya ikat air antara 50,02 – 55,36%. Hasil uji organoleptik terhadap nugget ayam kampung, menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan J4T1 (jagung Provit A1 dengan taraf 10%) memperoleh nilai tertinggi untuk warna, tekstur, kekenyalan, dan cita rasa, dengan skor masing-masing 6,43, 5,69, 5,83 dan 5,86, sedangkan untuk kategori “penerimaan umum”, nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan J5T3 (jagung Provit A2 dengan taraf 30%), dengan skor 6,00. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penggunaan bahan pengisi tepung jagung Provit A1 dengan taraf 10% (40 g) memberikan hasil nugget ayam kampung dengan karakteristik kualitas nugget ayam kampung yang terbaik.
Pengaruh Penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Karakteristik Fisik Yoghurt Probiotik Potongan Buah Naga Merah Evi Luthfiana Ningsih; Indira Lanti Kayaputri; Imas Siti Setiasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.608 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.7

Abstract

Yoghurt probiotik potongan buah naga merupakan salah satu inovasi produk pangan dengan tujuan khusus. Penambahan buah-buahan secara langsung kedalam yoghurt mudah mengalami kerusakan seperti sineresis, untuk mencegah hal tersebut maka dilakukan penambahan bahan penstabil yaitu CMC (Carboxy Methyl Cellulose). Penambahan bahan penstabil dapat mempengaruhi karakteristik fisik yoghurt seperti viskositas dan total padatan terlarut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap stabilitas, viskositas, dan total padatan terlarut. yoghurt probiotik  potongan buah naga merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, perlakuan yang dilakukan yaitu 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v). parameter yang diujikan yaitu total padatan terlarut dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v) memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap total padatan terlarut dan viskositas. Serta perlakuan terbaik dihasilkan oleh konsentrasi CMC 0,2% (b/v) dengan karakteristik stabilitas 99,99%, viskositas 1087 mPas, dan Total padatan terlarut 10,25o brix.
Potensi Madu dalam Meningkatkan Kualitas Minuman Kefir Yurliasni Yurliasni; Zuraida Hanum; Ridha Hikmawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.954 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.6

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan tentang manfaat madu sebagai salah satu senyawa yang dapat meningkatkan kualitas kefir. Tujuannya adalah ingin mengetahui pengaruh penambahan madu tehadap kualitas kefir sebagai minuman yang bersifat terapeutik. Rancangan Acak lengkap pola faktorial digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari dua faktor masing-masing faktor A adalah persentase starter yang terdiri dari     2 level yaitu 7,5 dan 15%, faktor B adalah persentase madu yang terdiri dari  3 level yaitu  0, 4 dan 8%  serta setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati antara lain pH, kadar protein dan kadar antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan madu berpengaruh sangat nyata P (<0.01) terhadap pH kefir dan kadar  protein serta meningkatkan kadar antioksidan. Terdapat interaksi antara persentase starter dan madu pada level  masing-masing 15 %  dan 4 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan madu mampu menigkatkan nilai pH pada kisaran 3,60 sampai 3,77, pada level starter 7,5 dan 4 % madu. Interaksi antara level starter dan madu berpengaruh terhadap kadar protein,  dan  terjadi peningkatan kadar antioksidan pada penambahan madu 4%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa madu merupakan bahan yang sangat potensial dalam meningkatkan kualitas kefir sebagai minuman fermentasi pada level 15% starter dan 4% madu
Kualitas Mayonnaise Menggunakan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pengasam Ditinjau dari Kestabilan Emulsi, Droplet Emulsi dan Warna Dikho Aula Prasetya; Herly Evanuarini
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.006 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase penggunaan sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terbaik sebagai pengasaman pada mayonnaise berdasarkan kestabilan emulsi, droplet emulsi dan warna. Materi yang digunakan adalah mayonnaise yang dibuat dari kuning telur sebagai emulsifier, minyak kedelai, sari belimbing wuluh (SBW) sebagai pengasam, garam, gula, lada dan mustard. Metode penelitian adalah percobaan laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari P0 sebagai kontrol tanpa penambahan SBW, P1 (5% SBW), P2 (10% SBW), P3 (15% SBW), dan P4 (20% SBW). Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) jika ada perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sari belimbing wuluh memberikan perbedaan yang sangat nyata (P <0,01) pada kestabilan emulsi, droplet emulsi dan warna. Hasil rata-rata pada kestabilan emulsi adalah 90,30%; 90,44%; 80,32%; 76,23%; 70,39%. Rata-rata diameter droplet emulsi mayonnaise adalah 1,10-12,67 µm, 2,14-21,69 µm, 2,74-21,69 µm, 3,03-36,60 μm, 2,26-38,97 µm. Rata-rata warna P0, P1, P2, P3 dan P4 pada warna Lightness (kecerahan) adalah 50,12; 51,53; 52,90; 55,00; 56,61, pada warna a * (kemerahan) adalah 20,35; 19.23; 18.41; 17.58; 15,76, dan warna b * (kekuningan) 35,74; 33,74; 32,21; 31,12; 29,29. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan 5% sari belimbing wuluh pada pembuatan mayonnaise menghasilkan mayonnaise terbaik berdasarkan kestabilan emulsi, droplet emulsi dan warna. 
Pengaruh Konsentrasi NaOH Terhadap Rendemen, Kadar Air dan Kadar Abu Gelatin Ceker Itik (Anas Platyrhynchos Javanica) Ramadhan Febriansyah; Andry Pratama; Jajang Gumilar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.532 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.1

Abstract

Gelatin adalah suatu protein yang didapatkan dari hasil hidrolisis kolagen pada tulang dan kulit hewan. Ceker itik mengandung kolagen, jumlahnya banyak dan belum dimafaatkan dengan baik sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif bahan baku gelatin. Gelatin dikelompokan menjadi gelatin tipe A dan B. NaOH dapat digunakan pada proses demineralisasi pembuatan gelatin tipe B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan pola hubungan NaOH terhadap rendemen, kadar air dan kadar abu gelatin ceker itik. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan konsentrasi NaOH (P1 = 3%; P2 = 5% dan P3 = 7%). Hasil penelitian diuji menggunakan analisis ragam, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dan uji polinomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar air dan kadar abu gelatin ceker itik. Konsentrasi NaOH terbaik pada kosentrasi 3% dengan nilai rendemen 4,77%, kadar air 7,20% dan kadar abu 3,48%.
Studi Interaksi Kompleks Inulin dan Fraksi Kasein Melalui Analisis In-Silico dan Molecular Docking Sebagai Dasar Pengembangan Prebiotic Fermented Milk Manik Eirry Sawitri; Sasangka Prasetyawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.284 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan interaksi terbaik kompleks inulin dengan fraksi kasein yaitu kasein-α, kasein-β dan kasein-kappa sebagai dasar pengembangan  prebiotic fermented milk. Materi penelitian berupa sampel data struktur protein yaitu fraksi kasein dimodelkan menggunakan webservice I-TASSER dan sampel data struktur Inulin diambil dari PUBCHEM database dengan ID:CID 24763. Molecular Docking dilakukan dengan PatchDock algorithm dan pengamatan Molecular Visualization dilakukan dengan PyMol 1.3(Educational version). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Binding Energy yang diperlukan untuk memetabolisme sebuah sistem terikat menjadi bagian yang terpisah mempunyai energi potensial yang lebih rendah daripada bagian penyusunnya.  Interaksi kompleks Inulin dengan kasein-kappa menghasilkan binding energy terendah yaitu sebesar -36,81 Kcal/mol dibandingkan dengan interaksi kompleks Inulin dengan kasein-α binding energynya sebesar -29,55 Kcal/mol dan interaksi kompleks Inulin dengan kasein-β binding energynya sebesar -29,88 Kcal/mol. Kompleks ikatan molekul Inulin dengan kasein-kappa berada dipermukaan kasein-kappa, distabilkan oleh ikatan hidrogen dan interaksi hidrophobik seperti GLN-75, ALA-92, ASN-74, ASN-73, ILE-72, PHE-38, ARG-37, LYS-34,ASP-35 dan GLU-36. Kesimpulan penelitian adalah molecular docking dapat dibuktikan bahwa interaksi terbaik yaitu Inulin membentuk kompleks dengan fraksi kasein-kappa untuk pengembangan prebiotic fermented milk.
Pengaruh Penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Karakteristik Fisik Yoghurt Probiotik Potongan Buah Naga Merah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.7

Abstract

Yoghurt probiotik potongan buah naga merupakan salah satu inovasi produk pangan dengan tujuan khusus. Penambahan buah-buahan secara langsung kedalam yoghurt mudah mengalami kerusakan seperti sineresis, untuk mencegah hal tersebut maka dilakukan penambahan bahan penstabil yaitu CMC (Carboxy Methyl Cellulose). Penambahan bahan penstabil dapat mempengaruhi karakteristik fisik yoghurt seperti viskositas dan total padatan terlarut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap stabilitas, viskositas, dan total padatan terlarut. yoghurt probiotik  potongan buah naga merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, perlakuan yang dilakukan yaitu 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v). parameter yang diujikan yaitu total padatan terlarut dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% (b/v) memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap total padatan terlarut dan viskositas. Serta perlakuan terbaik dihasilkan oleh konsentrasi CMC 0,2% (b/v) dengan karakteristik stabilitas 99,99%, viskositas 1087 mPas, dan Total padatan terlarut 10,25o brix.
Potensi Madu dalam Meningkatkan Kualitas Minuman Kefir
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.6

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan tentang manfaat madu sebagai salah satu senyawa yang dapat meningkatkan kualitas kefir. Tujuannya adalah ingin mengetahui pengaruh penambahan madu tehadap kualitas kefir sebagai minuman yang bersifat terapeutik. Rancangan Acak lengkap pola faktorial digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari dua faktor masing-masing faktor A adalah persentase starter yang terdiri dari     2 level yaitu 7,5 dan 15%, faktor B adalah persentase madu yang terdiri dari  3 level yaitu  0, 4 dan 8%  serta setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati antara lain pH, kadar protein dan kadar antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan madu berpengaruh sangat nyata P (<0.01) terhadap pH kefir dan kadar  protein serta meningkatkan kadar antioksidan. Terdapat interaksi antara persentase starter dan madu pada level  masing-masing 15 %  dan 4 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan madu mampu menigkatkan nilai pH pada kisaran 3,60 sampai 3,77, pada level starter 7,5 dan 4 % madu. Interaksi antara level starter dan madu berpengaruh terhadap kadar protein,  dan  terjadi peningkatan kadar antioksidan pada penambahan madu 4%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa madu merupakan bahan yang sangat potensial dalam meningkatkan kualitas kefir sebagai minuman fermentasi pada level 15% starter dan 4% madu
Pengaruh Jenis dan Proporsi Penggunaan Tepung Jagung Terhadap Daya Ikat Air dan Kualitas Organoleptik dari Nugget Ayam Kampung
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitek.2019.014.01.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan proporsi tepung jagung terhadap sifat daya ikat air dan organoleptik dari nugget ayam kampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama ialah 5 (lima) jenis tepung jagung, yaitu: jagung kuning (J1); jagung pulen (J2); jagung ungu (J3); jagung Provit A1 (J4); dan jagung provit A2 (J5). Faktor kedua adalah prosentase penggunaan tepung jagung terhadap berat daging ayam yang dipergunakan, yaitu 10% (T1); 20% (T2); 30% (T3) dan 40% (T4). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 20 kombinasi perlakuan, dimana setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengaruh perlakuan terhadap sifat daya ikat air dianalisis menggunakan analisis kergaman, dan  dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Data kualitas organoleptik di analisis secara statistik deskriptif.  Variabel yang diukur meliputi analisis sifat fisik daya ikat air, dan organoleptik, meliputi: warna, tekstur dan kekenyalan, cita rasa, dan penerimaan umum. Hasil penelitian menunjukkan, uji daya ikat air dari nugget ayam kampung berada pada kisaran 47,75 – 61,64%, dimana perlakuan J2T3 (jagung pulen taraf penggunaan 30 %) memiliki prosentasi daya ikat air terrendah, sedangkan yang tertinggi pada perlakuan J5T4 (jagung provit A2 taraf penggunaan 40%).  Penggunaan bahan pengisi dari kelima jenis tepung jagung (J1, J2, J3, J4 dan J5) pada taraf 40 g (T1) diperoleh daya ikat air antara 50,02 – 55,36%. Hasil uji organoleptik terhadap nugget ayam kampung, menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan J4T1 (jagung Provit A1 dengan taraf 10%) memperoleh nilai tertinggi untuk warna, tekstur, kekenyalan, dan cita rasa, dengan skor masing-masing 6,43, 5,69, 5,83 dan 5,86, sedangkan untuk kategori “penerimaan umum”, nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan J5T3 (jagung Provit A2 dengan taraf 30%), dengan skor 6,00. Dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penggunaan bahan pengisi tepung jagung Provit A1 dengan taraf 10% (40 g) memberikan hasil nugget ayam kampung dengan karakteristik kualitas nugget ayam kampung yang terbaik.

Page 1 of 2 | Total Record : 14