cover
Contact Name
Anwar Efendi
Contact Email
anwar@uny.ac.id
Phone
+62274550843
Journal Mail Official
litera@uy.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Depok, Sleman, Yogyakarta Indonesia 55281 litera@uny.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Litera
ISSN : 14122596     EISSN : 24608319     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical original research papers on linguistics, literature, and their teaching.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018" : 10 Documents clear
ARTIKULASI KELAS BAWAH JAWA DALAM KUMPULAN PUISI PARA JENDERAL MARAH-MARAH KARYA WIJI THUKUL Santoso, Joko
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.17059

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan artikulasi kelas bawah Jawa dalam kumpulan puisi Para Jenderal Marah-Marah karya Wiji Thukul. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Cultural Studies yang sekaligus menerapkan metode kajiannya dalam tiga level yaitu: epistemologis, politis, dan strategis. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, negosiasi perempuan kelas bawah Jawa dengan tujuan mengacaukan posisi kultural laki-laki yang mendekati absolutisme. Kedua, terungkapnya sisi kultural laki-laki dari sisi yang lain, yang menunjukkan nilai-nilai yang bertolak belakang dengan nilai-nilai adiluhung yang melekat padanya dengan tujuan menimbulkan chaos, melawan mitos, dan membangun mitos baru bahwa laki-laki tidaklah sepenuhnya adiluhung dan atau bahkan mendekati absolutisme. Ketiga, terungkapnya sistem yang secara struktural diatur sedemikian rupa oleh narasi besar atau negara yang belum berpihak kepada kepentingan rakyat kelas bawah.Kata kunci: artikulasi, kelas bawah Jawa, Cultural Studies, Wiji Thukul THE ARTICULATION OF THE LOWER CLASS JAVANESE PEOPLE IN WIJI THUKUL’S POETRY COLLECTION PARA JENDERAL MARAH-MARAH AbstractThis study aimed to describe the articulation of the lower class Javanese people in Wiji Thukul’s poetry collection Para Jenderal Marah-Marah. It used the Cultural Studies approach and simultaneously applied it in three levels, i.e. epistemological, political, and strategic levels. The results of the study are as follows. First, there are negotiations of the lower class Javanese women with the aim of disrupting men’ cultural position which nearly reaches absolutism. Second, there is a disclosure of the other side of men’s culture, which shows values contrary to the inherent noble values with the aim of causing chaos, confronting myths, and building new myths that men are not entirely noble and or even close to absolutism. Third, there is a disclosure of a system that is structurally organized in such a way by a great narrative or a state that has not been in favor of the lower class people’s interests.Keywords: articulation, lower class Javanese people, Cultural Studies, Wiji Thukul
FUNGSI PEMARKAH WACANA: SEBUAH KASUS DI KELAS BERBICARA PADA LEVEL UNIVERSITAS Afrianto Afrianto; Arlez Restika
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.17151

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi fungsi pemarkah wacana dan pengetahuan mahasiswa mengenai pemarkah tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui video-recording dan transkripsi. Analisis data menggunakan teori Brinton dan Alami. Penelitian ini menemukan seluruh jenis fungsi tekstual, yaitu sequence, repair, opening and closing frame markers, filler, information indicator, topic switcher, dan turn taker. Namun, fungsi interpersonal jarang ditemukan karena pembicara hanya berfokus pada penyampaian materi. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa pembicara memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pemarkah wacana sehingga kerap menggunakan pemarkah yang sama. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan dosen untuk memperhatikan masalah ini dan menjadikan ini sebagai salah satu butir dalam penilaian.Kata Kunci: pemarkah wacana, fungsi tekstual dan interpersonal FUNCTIONS OF DISCOURSE MARKERS: A CASE STUDY OF A SPEAKING CLASS AT TERTIARY EDUCATIONAbstractThis study aimed to investigate functions of and students’ familiarity with discourse markers. This was a qualitative study. The data were collected through video-recording and transcription. The data analysis used Brinton’s and Alami’s theories. The study revealed all textual functions, i.e.: sequence, repair, opening and closing frame markers, filler, information indicator, topic switcher, and turn taker. The interpersonal function was almost never found because the speaker only focused on delivering materials. Further, it was noted that the speaker had limited knowledge of discourse markers so that the same discourse markers were often used. The study thus suggested the lecturer should take these into account in the assessment.Keywords: discourse markers, textual and interpersonal functions
PENGALAMAN MEMBACA KARYA SASTRA DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN Maman Suryaman
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.19063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengalaman mahasiswa membaca sastra sebelum mereka mengikuti perkuliahan berbasis strategi tugas dan presentasi dengan setelah mengikutinya di tiga kelas di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JPBSI). Disain pembelajaran membaca sastra dirancang dengan menggunakan pende­ katan­ praktik membaca berbasis tugas dan presentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Disain penelitian yang dipilih adalah desain pretest-posttest. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pengalaman mahasiswa membaca karya sastra berada di bawah standar membaca buku KTSP dan Kurikulum 2013. Kedua, strategi tugas dan presentasi berdampak positif terhadap peningkatan pengalaman mahasiswa membaca karya sastra dari 0 buku karya sastra menjadi sesuai standar Kurikulum JPBSI. Ketiga, selisih skor pengalaman membaca karya sastra setelah perlakuan signifikan.Kata kunci: pengalaman membaca karya sastra, perspektif pembelajaran LITERARY READING EXPERIENCE IN THE LEARNING PERSPECTIVEAbstractThis study aimed to find out the difference in students’ literary reading experience before they attended lectures based on assignment and presentation strategies and after they attended them in three classes in the Department of Indonesian Language and Literature (DILL). Literary reading learning was designed using a reading practice approach based on assignments and presentations. This was a quasi-experimental study using the pretest-posttest design. The results of the study were as follows. First, the students’ literary reading experience was below the book-reading standards for the School-Based Curriculum and the 2013 Curriculum. Second, the assignment and presentation strategies had positive impacts on the improvement of the students’ literary reading experience, from 0 literary works to a number satisfying the standard of the DILL Curriculum. Third, there was a significant difference in the score of literary reading experience after the treatment.Keywords: literary reading experience, learning perspective
PENGARUH SKEMATA TERHADAP KOMPETENSI MEMBACA PEMAHAMAN BERBASIS TAKSONOMI RUDDELL Siti Nurbaya; Fathur Rahman; Rustono Rustono; Subyantoro Subyantoro
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.18785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skemata terhadap kompetensi membaca pemahaman berbasis taksonomi Ruddell dan kompetensi membaca apa saja yang sulit dicapai oleh mahasiswa. Sampel penelitian adalah mahasiswa PBSI FBS UNY semester enam. Pemilihan sampel menggunakan teknik random. Pengumpulan data menggunakan instrumen kompetensi membaca pemahaman berbentuk pilihan ganda dan instrumen skemata membaca berbentuk jawaban singkat. Uji reliabilitas untuk membaca pemahaman menggunakan program Quest (membaca pemahaman) dan Teori Respon Butir (Item Response Theory/IRT), sedangkan skemata yang berbentuk jawaban singkat dilakukan dengan uji Cronbach’s Alpha. Analisis data menggunakan uji univariate analysis of covariance yang secara khusus hanya memperhatikan nilai F-hitung pengaruh skemata terhadap kompetensi membaca pemahaman berbasis Taksonomi Ruddell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skemata yang secara teoretis diasumsikan mempengaruhi kompetensi membaca ternyata dalam penelitian ini tidak memiliki pengaruh. Hal ini diketahui dari hasil analisis statistik dengan uji univariate analysis of covariance diperoleh F-hitung 0,560 dengan siqnifikansi 0,4570,05, yang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh skemata terhadap kompetensi membaca berbasis Taksonomi Ruddell. Dalam taksonomi Ruddell kompetensi yang ditagihkan tidak bersifat parsial melainkan bersifat komperehensif antar­ kompetensi dan subkompetensi. Kompetensi membaca yang paling sulit dicapai adalah memprediksi (92,5% menjawab salah), memahami ide-ide penjelas ( 82% menjawab salah), dan memecahkan masalah (60% menjawab salah).Kata kunci: skemata, membaca pemahaman, taksonomi Ruddell  THE EFFECT OF SCHEMATA ON THE READING COMPREHENSION COMPETENCIES BASED ON RUDDELL’S TAXONOMY AbstractThis study aimed to find out the effect of schemata on the reading comprehension competencies based on Ruddell’s and reading competencies that students find it difficult to acquire. The research sample comprised six semester students of PBSI FBS UNY. The sampling technique was the random sampling technique. The data were collected using a multiple choice reading comprehension test and a short answer reading schemata test.The reliability of the reading comprehension test was assessed by the Quest program and Item Response Theory and that of the reading schemata test by Cronbach’s Alpha. The data analysis used univariate analysis of covariance which specifically focused on the Fobserved value for the reading comprehension competencies based on Ruddell’s taxonomy. The results of the study showed that schemata, theoretically assumed to affect the reading competencies, had no effect on them. This was indicated by the results of the statistical analysis using univariate analysis of covariance test yielding Fobserved = 0.560 with a significance value of 0.4570.05, showing that there was no effect of schemata on the reading competencies based on Ruddell’s taxonomy. In Ruddell’s taxonomy, the assessed competencies are not partial but they are composites of several competencies and sub-competencies. The most difficult reading competencies were predicting (92.5% answering incorrectly), understanding explanatory ideas (82% answering incorrectly), and solving problems (60% answering incorrectly). Keywords: schemata, reading comprehension, Ruddell’s taxonomy
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX Sri Harti Widyastuti
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.19045

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang PB IX. Pengumpulan data dengan metode filologi modern. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan penerapan teori asal-usul teks. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat peran PB IX sebagai pengarang dan penulis atau ingkang anganggit dan ingkang anyerat dalam serat-serat wulang PB IX. Peran ini dibantu oleh penulis kerajaan untuk mengikat karyanya. Peran tersebut ditunjukkan penggunaan gaya tuturan dengan penyebutan kata adikku, guruku Ngabdul Kahar, guruningwang, trahingwang, anakku, woting tyasingsun, dan sutengsun. Kedua, terdapat peran PB IX sebagai pengayom. Peran ini tampak pada manggala dan kolofon teks yang diikuti bentuk sengkalan. Yang memiliki peran pengayom biasanya adalah seorang pujangga kerajaan atau penulis kerajaan yang cukup ternama. Dalam serat-serat wulang PB IX ini muncul pengarang dan penulis, yaitu Nyai Tumenggung Adisara.Kata kunci: serat wulang, Pakubuwono IX, pengayom, filologi modern THE AUTHORSHIP SYSTEM IN SERAT-SERAT WULANG BY PAKUBUWONO IXAbstractThis study aims to describe the authorship system in serat-serat wulang (teaching works) by Pakubuwono (PB)IX. The data were in the form of words and sentences describing the authorship system in serat-serat wulang by PB IX. They were collected using the modern philology method. The data analysis used the descriptive method by applying theories on the origins of texts. The results are as follows. First, there are roles of PB IX as the author (ingkang anganggit) and the writer (ingkang anyerat) in serat-serat wulang PB IX. These roles are assisted by the court author in order to bind the works. The roles are shown in the use of some special terms such as adikku, guruku Ngabdul Kahar, guruningwang, trahingsun, anakku, woting tyasingsun, and sutengsun. Second, there is a role of PB IX as pengayom (patron). This is shown in manggala and the text colophon followed by a form of sengkalan (chronogram). A patron is usually a famous court poet or writer. In serat-serat wulang by PB IX, there is an author or writer, namely Nyai Tumenggung Adisara.Keywords: serat-serat wulang, Pakubuwono IX, patron, modern philology
REPRESENTASI BANGSAWAN SASAK DALAM TEKS ANGIN ALUS MASYARAKAT SASAK Dharma Satrya HD; Zainul Muttaqin
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.15291

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi bangsawan Sasak dalam teks Angin Alus masyarakat Sasak-Lombok. Pembahasan teks ini menggunakan perspektif semiotik Peirce dengan metode analisis Recouer. Pembahasan terdiri atas analisis struktur teks dan dunia yang digelar teks dan analisis hubungan pertama dan kedua dengan dunia penafsir. Hasil penelitian menemukan bahwa teks Angin Alus menunjukkan representasi kabar kesedihan orang Sasak dan bangsawan karena kehidupan membawanya ke suatu ruang yang memberikan penderitaan, baik dalam konteks historis Sasak maupun dalam konteks kekinian dengan konteks sosial yang berbeda. Hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat Sasak juga mengalami percampuran dengan pihak luar yang mempengaruhi caranya memandang kehidupan. Generari muda Sasak-Lombok harus memahami posisi sebagai buaq ate, kembang mate, generasi yang selalu berserah diri dan sebagai lomboq, dengan selalu mengembalikannya kepada yang satu (Sa Sak), yakni Tuhan. Perbedaan antara diri dan yang lain melebur menjadi Sasak-Lombok sekarang.Kata kunci: representasi, masyarakat Sasak, kabar kesedihan, bangsawan  THE REPRESENTATION OF SASAK ARISTOCRATS IN SASAK COMMUNITY’S TEXT ANGIN ALUSAbstractThis study aims to describe the representation of Sasak aristocrats in Sasak-Lombok community’s text Angin Alus. The discussion of the text used Peirce’s semiotic perspective and Recouer’s analysis method. It consisted of the analysis of the text structure and the world represented by the text and the analysis of the first and second relationships with the world of interpreters. The research finding reveals that the text Angin Alus shows the representation of the news of sadness of Sasak people and aristocrats because life brings them to a space that gives suffering, both in the historical context of Sasak and in the contemporary context with different social contexts. This indicates that Sasak community also experience mixing with outsiders that affect the way they view life. Sasak-Lombok young generation have to understand the positions as buaq ate and kembang mate, as a generation that always show submission and as lomboq by always returning it to the one (Sa Sak), namely God. The differences between the self and others merge into the present Sasak-Lombok.Keywords: representation, Sasak community, Angin Alus, news of sadness, aristocrats
MODEL BAHAN AJAR MULOK BERBASIS CERITA RAKYAT UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DI SD Abdul Muktadir
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.19128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bahan ajar muatan lokal (mulok) berbasis cerita rakyat untuk pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model Borg dan Gall. Tahapan yang dilakukan meliputi studi pendahuluan, penyusunan draft, penilaian pakar dan pengguna, dan uji lapangan. Penilaian dari pakar dan pengguna menunjukkan bahwa bahan ajar mulok berbasis cerita rakyat memenuhi kriteria kelayakan. Penilaian kelayakan difokuskan pada empat komponen, yaitu isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan, dengan persentase rata-rata sebesar 78,91%. Efektivitas didasarkan pada nilai hasil uji coba lapangan dengan mengacu pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran mulok, yakni 65. Nilai hasil uji coba lapangan mencapai rata-rata 71,74 dengan ketuntasan sekolah secara klasikal. Capaian nilai rata-rata siswa yang lebih tinggi dari nilai KKM menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikem­ bangkan efektif sehingga layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran mulok.Kata kunci: efektivitas, bahan ajar mulok, cerita rakyat, pendidikan karakter A MODEL OF LOCAL CONTENT LEARNING MATERIALS BASED ON FOLKLORES FOR CHARACTER EDUCATION AT ELEMENTARY SCHOOLSAbstractThis study aimed to design a model of local content learning materials based on folklores for character education. This was a research and development study using Borg and Gall’s model. The steps were a preliminary study, draft designing, expert and user assessments, and a field tryout. The results of expert and user assessments showed that the developed materials satisfied the appropriateness criteria. The appropriateness assessments were focused on four components, namely content, language, presentation, and graphics, of which the average was 78.91%. The effectiveness was based on the mean score from the field tryout by referring to the minimum mastery criterion (MMC) for a local content subject, namely 65. The result of the field tryout was indicated by a mean score of 71.74 for the school mastery as a whole. The students’ average achievement which was higher than the MMC indicated that the learning materials were effective so that they were appropriate for use in the local content learning process.Keywords: effectiveness, local content learning materials, folklores, character education
ANGELA MURRAY’S EXPERIENCE OF PASSING UP AS WHITE IN JESSIE REDMON FAUSET’S PLUM BUN Ratna Asmarani
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.13207

Abstract

The aim of this paper is to analyze the experience of Angela Murray, the female mulatto protagonist, when she finally decides to pass as a white person in Plum Bun, a novel written by Jessie Redmon Fauset. Considering that the focus of analysis is a female, the feminist literary criticism is used as the main framework. The contextual method of analysis is supported by some concepts concerning skin color and passing. The result shows that Angela goes through three periods of her existence. At first she plays with her skin color by passing temporarily as white with her mulatto mother. Then she decides to pass permanently as white and moves to a different state in which she is involved in an intimate relationship with a wealthy racist white man and humiliatingly hurts her younger black sister, her black female acquaintance, and the man she actually loves. Finally she confesses her true racial heritage and makes amends to the people she has hurt and finds the happiness she has sought so far.Keywords: skin color, passing as white, racist, racial heritage PENGALAMAN ANGELA MURRAY MENJADI KULIT PUTIH DALAM PLUM BUN KARYA JESSIE REDMON FAUSET AbstrakTujuan dari makalah ini adalah untuk mengkaji pengalaman Angela Murray, protagonis mulato perempuan, ketika ia akhirnya memutuskan untuk ‘passing’ atau menjadi kulit putih dalam novel berjudul Plum Bun karya Jessie Redmon Fauset. Mengingat bahwa fokus analisis adalah seorang perempuan, kritik sastra feminis digunakan sebagai kerangka utama. Metode analisis kontekstual didukung dengan konsep tentang warna kulit dan ‘passing’. Hasil kajian menunjukkan bahwa Angela melewati tiga periode keberadaan. Awalnya ia bermain-main dengan warna kulitnya dengan ‘passing’ sementara sebagai orang kulit putih bersama ibunya yang mulato. Kemudian ia memutuskan untuk ‘passing’ sebagai orang kulit putih secara permanen dan pindah ke negara bagian lain di mana ia terlibat dalam hubungan intim dengan laki-laki kulit putih kaya yang rasis dan melukai hati adik perempuannya yang berkulit hitam, kenalan perempuan yang berkulit hitam, dan laki-laki yang sebenarnya dicintainya. Akhirnya ia mengakui warisan rasialnya dan menebus kesalahan pada orang-orang yang telah disakitinya dan menemukan kebahagiaan yang selama ini dicarinya.Kata kunci: warna kulit, ‘passing’ sebagai kulit putih, rasis, warisan rasial
KARAKTERISTIK SOAL LITERASI MEMBACA PADA PROGRAM PISA Titik Harsiati
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.19048

Abstract

Studi Programme for International Student Assessment (PISA) bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pendidikan dalam perspektif internasional dengan berfokus pada hasil asesmen Sains, Matematika, dan Literasi Membaca. Penelitian ini bertujuan menelaah karakteristik soal membaca PISA pada empat kali pelaksanaan, yaitu soal membaca sebagai bahan uji mayor 2000-2009 dan sebagai bahan uji minor 2003-2006. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang digunakan adalah hasil PISA tahun 2000-2009. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal literasi membaca PISA didominasi keterampilan berpikir tingkat tinggi berupa kemampuan interpretasi, refleksi, dan evaluasi. Kemampuan membaca yang diujikan adalah mengungkapkan kembali informasi, mengembangkan interpretasi dan mengintegrasikan, dan merefleksikan dan mengevaluasi teks. Soal cenderung menggunakan wacana panjang (135-630 kata) dan kalimat pertanyaan cenderung kompleks. Ragam tes yang digunakan meliputi pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, jawaban singkat, esai tertutup, dan esai terbuka. Karakteristik konteks diklasifikasikan empat kategori, yaitu pendidikan, pekerjaan, personal, dan masyarakat. Isi kutipan bertema keselamatan keamanan diri, bermasyarakat, cara menyelesaikan pendidikan dan IPTEK, cerita personal berisi nilai moral untuk meningkatkan kualitas hidup.Kata kunci: literasi, kemampuan membaca, sistem pendidikan, karakteristik soal  THE CHARACTERISTICS OF LITERACY TEST ITEMS IN PISAAbstractA study of the Program for International Student Assessment (PISA) aimed to investigate the effectiveness of the education system in an international perspective by focusing on the results of the science, mathematics, and literacy assessments. This study aimed to examine the characteristics of PISA reading test items from four administrations, namely reading as a major test in 2000-2009 and as a minor test in 2003-2006. This was a qualitative study using content analysis. The data were the results of PISA in 2000-2009. The results of the analysis showed that the PISA literacy test items were dominated by those measuring high-order thinking skills in the form of the ability in interpretation, reflection, and evaluation. The reading ability tested was revealing information, developing and integrating interpretation, and reflecting and evaluating texts. The test items tended to be based on long discourses (135-630 words) and the questions tended to be complex. In terms of variety, the item tests included multiple choice, complex multiple choice, short answer, closed essay, and open essay items. The characteristics of the contexts were classified into four categories, namely education, employment, personal matters, and community. The contents of the citations comprised self-safety, community, ways of completing education, and science and technology. Personal stories contained moral values to improve the quality of life.Keywords: literacy, reading ability, educational system, characteristics of test items
NILAI KESETARAAN GENDER PADA CERPEN DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMA Ade Husnul Mawadah
LITERA Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i1.18132

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kesetaraan gender dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA. Penelitian ini menggunakan desain analisis isi untuk menganalisis sikap, pandangan, dan citra tokoh laki-laki dan perempuan dalam cerpen-cerpen yang dimuat di buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tokoh laki-laki dalam cerpen pada umumnya memandang perempuan sebagai seseorang yang berhak mendapatkan kesempatan berkarier di luar rumah, teman dalam rumah tangga, teman berdiskusi, dan penentu keputusan. Kedua, peran perempuan yang paling menonjol adalah peran domestik. Sebagai pribadi, perempuan mempunyai keinginan mengaktual­ isasikan dirinya untuk mengembangkan potensi dirinya. Ketiga, aspek kesetaraan gender tampak pada sikap dan perilaku yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu saling memahami, saling menghargai, dan saling berbagi. Ketiga sikap dan perilaku tersebut merupakan wujud sinergitas dan kata kunci kesetaraan gender dalam hubungan bermasyarakat. Kesetaraan berarti bersinergi dalam berbagai bidang kehidupan.Kata kunci: buku teks, kesetaraan gender, peran domestik, tokoh GENDER EQUITY IN SHORT STORIES IN INDONESIAN LANGUAGE TEXTBOOKS FOR SHSAbstractThis study aims to describe gender equity in Indonesian language textbooks for the senior high school (SHS). It used the content analysis design to analyze the attitudes, views, and images of male and female characters in the short stories in the textbooks. The findings are as follows. First, the male characters in the short stories generally see women as ones who deserve a career opportunity outside the home, friends in the household, friends in discussion, and decision makers. Second, women’s most prominent role is the domestic role. As individuals, women have desire to actualize themselves to develop their potential. Third, the aspect of gender equity appears in three types of attitudes and behaviors, namely mutual understanding, mutual respect, and sharing. These are the manifestations of synergy and keywords in gender equity in social relations. Equity means synergy in various areas of life.Keywords: textbooks, gender equity, domestic role, characters

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2025) Vol. 24 No. 2: LITERA (JULY 2025) Vol. 24 No. 1: LITERA (MARCH 2025) Vol. 23 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2024) Vol. 23 No. 2: LITERA (JULY 2024) Vol. 23 No. 1: LITERA (MARCH 2024) Vol. 22 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2023) Vol. 22 No. 2: LITERA (JULY 2023) Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) -- IN PRESS Vol 22, No 1: LITERA (MARCH 2023) Vol 21, No 3: LITERA (NOVEMBER 2022) Vol 21, No 2: LITERA (JULY 2022) Vol 21, No 1: LITERA (MARCH 2022) Vol. 20 No. 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 3: LITERA NOVEMBER 2021 Vol 20, No 2: LITERA JULI 2021 Vol 20, No 1: LITERA MARET 2021 Vol 19, No 3: LITERA NOVEMBER 2020 Vol 19, No 2: LITERA JULI 2020 Vol 19, No 1: LITERA MARET 2020 Vol 18, No 3: LITERA NOVEMBER 2019 Vol 18, No 2: LITERA JULI 2019 Vol 18, No 1: LITERA MARET 2019 Vol 17, No 3: LITERA NOVEMBER 2018 Vol 17, No 2: LITERA JULI 2018 Vol 17, No 1: LITERA MARET 2018 Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017 Vol 16, No 1: LITERA APRIL 2017 Vol 15, No 2: LITERA OKTOBER 2016 Vol 15, No 1: LITERA APRIL 2016 Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015 Vol 14, No 1: LITERA APRIL 2015 Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014 Vol 13, No 1: LITERA APRIL 2014 Vol 12, No 2: LITERA OKTOBER 2013 Vol 12, No 1: LITERA APRIL 2013 Vol 11, No 2: LITERA OKTOBER 2012 Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012 Vol 10, No 2: LITERA OKTOBER 2011 Vol 10, No 1: LITERA APRIL 2011 Vol 9, No 2: LITERA OKTOBER 2010 Vol 9, No 1: LITERA APRIL 2010 Vol 8, No 2: LITERA OKTOBER 2009 Vol 8, No 1: LITERA APRIL 2009 Vol 7, No 1: LITERA APRIL 2008 Vol 6, No 1: LITERA JANUARI 2007 Vol 5, No 1: LITERA JANUARI 2006 Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005 Vol 4, No 1: LITERA JANUARI 2005 Vol 3, No 2: LITERA JULI 2004 Vol 3, No 1: LITERA JANUARI 2004 Vol 2, No 1: LITERA JANUARI 2003 More Issue