cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
ISSN : 08539987     EISSN : 23383445     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Media Health Research and Development ( Media of Health Research and Development ) is one of the journals published by the Agency for Health Research and Development ( National Institute of Health Research and Development ) , Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This journal article is a form of research results , research reports and assessments / reviews related to the efforts of health in Indonesia . Media Research and Development of Health published 4 times a year and has been accredited Indonesian Institute of Sciences ( LIPI ) by Decree No. 396/AU2/P2MI/04/2012 . This journal was first published in March 1991.
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
ASPEK PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT KAITANNYA DENGAN PENYAKIT TB PARU Manalu, Helper Sahat P; Sukana, Bambang
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 21, No 1 Mar (2011)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v21i1 Mar.114.

Abstract

Tuberculosis in Indonesia still ranted third largest in the world after India and China with approx 539,000 new cases and the number of deaths around 101.000/year. Knowledge factors of pulmonary is a very important factor in the transmission of Tuberculosis. To know the aspects of knowledge, attitude and behavior of people in connection with pulmonary TB disease has been studied in Tangerang Regency. The purpose of this study is to solve the problem of knowledge/community behavior related to transmission of pulmonary TB. This study uses cross sectional design which aims to determine the knowledge attitude and behavior of the public about tuberculosis, and the factors that influence the implementation of the tuberculosis program. Sampling was done by purposive against the family. Results in-depth interviews and focus group discussions stated that their knowledge and their behavior is not good enough, people's attitudes towards people with already good. Extension of pulmonary TB has not performed optimally. Low level of public knowledge about tuberculosis, health workers are expected to continue to do more intensive counseling.
PENGOBATAN TENAGA DALAM: SUATU TELAAH Sudomo, M.; Radiono, Sunardi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 4 Des (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i4 Des.673.

Abstract

Istilah tenaga dalam telah banyak digunakan pada dasawarsa terakhir ini dengan pengertian yang berbeda-beda dari satu orang ke orang lain, maupun dari satu perguruan ke perguruan yang lain. Banyak pendapat yang dikemukakan mengenai pengertian dari tenaga dalam tersebut, yang secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut. Tenaga dalam adalah energi (cenderung bersifat fisik) yang dimiliki seseorang yang tidak dapat ditimbulkan dalam kehidupan keseharian, tetapi dapat dikembangkan dengan suatu metode latihan tertentu dengan selalu mengingat ke Maha Esaan Tuhan atau tidak.Tenaga dalam adalah energi bioelektrik yang muncul atau dimunculkan karena suatu latihan fisik yang benarTenaga dalam adalah kekuatan yang dimiliki seseorang karena bantuan jin, malaikat atau makhluk halus lain.
TEMPUYUNG SEBAGAI ALTERNATIF PENGHANCUR BATU GINJAL Budiharto, Martuti; Ngatidjan, Ngatidjan; Donatus, Imono A.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 4 Des (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i4 Des.674.

Abstract

Sonchus arvensis L, atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan tempuyung, adalah salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk penghancur batu ginjal baik dalam bentuk rebusan maupun bentuk preparat farmasi seperti kapsul ataupun serbuk biasa.Dalam makalah ini dikemukakan tentang review hasil uji toksisitas akut dan uji aktivitas farmakodinamik efek anti kalkuli tanaman Sonchus arvensiss L dari beberapa penelitian
PENGKAJIAN KEAMANAN DAN MANFAAT TERAPAN APITERAPI PADA KLINIK APITERAPI DI SULAWESI SELATAN Dachlan, Djunaidi M.; Tobo, Fachruddin; Thaha, Abdul Razak
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 4 Des (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i4 Des.675.

Abstract

Kajian literatur menginformasikan bahwa pengobatan tradisional mengunakan venom lebah melalui sengatannya (Apiterapi) telah lama dipraktekkan di negara Cina, Rusia, Jepang serta beberapa negara Eropa.Sentra SP3T Sulsel telah melaksanakan pengkajian keamanan dan manfaat terapan apiterapi dengan tujuan melakukan pengkajian terhadap keamanan dan manfaat terapan apiterapi pada klinik apiterapi, meliputi: (1) mengkaji ketersediaan Standard Operational Procedure (SOP) dari pengobatan apiterapi; (2) mengamati konsistensi pelaksanaan SOP pengobatan apiterapi dan (3) melakukan analisis manfaat klinis pengobatan apiterapi. 
REVIEW PENELITIAN PENGOBATAN TRADISIONAL PATAH TULANG Notosiswoyo, Mulyono; Suprapto, Agus; Umboh, J. M.; Thaha, Abdul Razak
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 4 Des (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i4 Des.676.

Abstract

Di Indonesia terdapat bermacam-macam sistem pengobatan tradisional antara lain sistem pengobatan tradisional Cina, sistem pengobatan Ayurveda dan sistem pengobatan Islam. Jumlah pengobatan tradisional di Indonesia diperkirakan tidak kurang dari 100.000 orang dan pada umumnya melakukan praktek di pedesaan. Menurut perhitungan kasar setiap ahli pengobatan tradisional melayani 1.500 penduduk. Salah satu bentuk pengobatan tradisional yang sampai sekarang masih banyak diminati oleh masyarakat adalah pengobatan tradisional patah tulang atau " bone setter" atau sangkal putung yaitu pengobatan tradisional yang mengupayakan pengembalian fungsi anggota gerak yang tidak normal akibat patah tulang atau sejenisnya.
REVIEW TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN OLEH PENGOBAT TRADISIONAL DI SUMATERA UTARA, SUMATERA SELATAN, BALI DAN SULAWESI SELATAN Muktiningsih, S. R.; Muhammad, H. Syahrul; Harsana, I. W.; Budhi, M.; Panjaitan, Pandopotan
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 4 Des (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i4 Des.677.

Abstract

Obat tradisional dikenal dan digunakan dalam sistem pengobatan dengan menggunakan obat alami, Bersifat pre scientific dan magicomistic, serta memiliki beragam konsep pengembangan sesuai dengan budaya setempat. Pada umumnya digunakan untuk pengobatan penyakit ringan berdasarkan kepercayaan dan pengalaman. Kepercayaan  dan pengalaman tersebut ada yang dapat ditelusuri pada berbagai kepustakaan seperti masyarakat di Bali bersumber pada "lontar", di Jawa bersumber pada "Centini".
KEBIASAAN MEMBERIKAN MAKANAN KEPADA BAYI BARU LAHIR DI PROPINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT (NEW BORN INFANT FEEDING HABIT IN CENTRAL JAVA AND WEST JAVA) Widodo, Yekti
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 3 Sept (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i3 Sept.678.

Abstract

Initiation of breast milk should be given to the baby as soon as possible, not more than half hour after the baby was bora If initiate of breast milk is not early, it will be difficult to avoid introduced other food than breast milk to new bom be infant. The objective of research is to know how the community habit, especially in Central Java and West Java in order with infant feeding for new born infant The result of the research showed 77,0% respondent introduced other food to new born infant and 23% respondents initiated breast milk soon after the baby bora Two reason for mother introduced other food before they give breast milk First, as "baby food' for the new born infant (knowing as prelacteal food). Kind of this food are honey (64,2%), water-honey (11,73%), boiled water (13,5%), and milk formula (10,6%). They gave this food for prelacteal food, because breast milk not flows yet (64,8%), for the baby not hungry (14,8%), suggested by traditional birth attendance (dukun bayi), suggested by grandmother (4,7%) and mother not ready yet to give breast milk (3,6%). Second, Not as 'baby food', but because the culture. Usually they give other food just once time, in the first minutes of the baby life. After that, they give breast milk. The kinds of this food are solution water coffee (19,4%), pepper (29,6%), "kurma" (3,7%), onion (21,3%), lime juice (5,6%) and salt solution (18,8%), also white egg (1,9%). The reason to give that food are: to bring out dirty things from baby stomach (82,4%) as the not cramp (13,9%), and religion (3,7%). Actually, the first reason suggested by traditional birth attendance as a "helping delivery package" . This always doing by the traditional birth attendance
KEMUNGKINAN MALARIA PRIMATA SEBAGAI MASALAH ZOONOSIS Shinta, Shinta
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 3 Sept (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i3 Sept.679.

Abstract

Until today, four species of Plasmodium are pedicular to inan {Plasmodium falciparum, P. vivax, P. malariae, and P. ovale) and at least five species are common in simian: Plasmodium inue, P. cynomolgy, P. knowlesi, P. brasilianum and P. simium. There is little doubts that simian Plasmodium can infect man, it is known as zoonosis. Number of cases of zoonosis infection of simian Plasmodium have been reported from several countries; P. knowlesi (1965), in America, P. simium (1966) in Brazilia, P. inui (1971) in Pahang Malaysia, P. cynomolgi (1973) in America and P. Brazilianum in Sao Paulo (1966, 1995). While pro and contra about zoonotic malaria still not clearly discussed, the new cases have occurred. This give an indication that this zoor >tic malaria will probably be in Indonesia where human, primate, Plasmodium (agents) and vector live in the same ecosystem. This paper will discuss the simian Plasmodium and its possibility to be a zoonotic malaria.
UJI TOKSISITAS AKUT (LD50) DAN ANTIPIRETIK INFUS RIMPANG ZINGIBER purpureum ROXB (BENGLE) PADA HEWAN PERCOBAAN Pudjiastuti, Pudjiastuti; Sa'roni, Sa'roni; Nuratmi, Budi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 3 Sept (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i3 Sept.680.

Abstract

Bengle (Zingiber purpureum ROXB) teramasuk famili Zingiberaceae. Ini merupakan tanaman yang banyak dikenal oleh masyarakat dan biasa digunakan untuk menanggulangi penyakit, salah saru diantaranya adalah sebagai penurun panas. Untuk mengetahui keamanan khasiat penggunaannya, perlu didukung data ilmiah maka dilakukan uji toksisitas akut (LD50) dan antipiretik rimpang bengle pada hewan coba. Uji toksisitas akut menggunakan cara Weil C.S. dengan mencit sebagai hewan percobaannya. Dan, uji antipiretik menggunakan cara B.Wahjoedi yang dimodifikasi dengan tikus sebagai hewan percobaan. Hasil percobaan LD50 infus rimpang bengle adalah 31,56 (24,96 - 39,87)mg/10g bb, menurut penggolongan Gleason termasuk dalam bahan Practically Non Toxic. Hasil uji antipiretik infus rimpang bengle dosis 220mg/100 g bb tidak berbeda dengan asetosal dosis 0,52mg/100g bb.
UJI DAYA ANTIBAKTERI INFUS DAN EKSTRAK KULIT BATANG PULOSARI (ALYXIA REINWARDTII BL.) SECARA IN-VITRO DAN UJI TOKSISITAS (LD50) EKSTRAK Sundari, Dian; Nuratmi, Budi; Soekarso, Triyani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 11, No 3 Sept (2001)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v11i3 Sept.681.

Abstract

Pulosari (Alyxia reinwardtii BI) dari famili Apocynaceae sering digunakan untuk mengobati beberapa keluhan penyakit baik bahan tunggal maupun campuran dalam b antuk ramuan jamu. Secara empirik pulosari digunakan antara lain untuk obat disentri dan diare (mencret). Untuk mengetahui efek antibakteri dari kulit batang pulosari, telah dilakukan uji daya antibakteri dari infus dan ekstrak etanol 70% terhadap bakteri penyebab disentri dan diare seperti Salmonella typhi, Escherichia coli, Shigella dysentria dan Vibrio cholera. Selain itu juga dilakukan uji toksisitas akut (LD50 dari ekstraknya.Pengujian antibakteri dilakukan secara in-vitro memakai metoda difusi agar dengan cakram kertas. Bahan uji yang dicoba adalah infus dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% dan ekstrak konsentrasi 45%, 55% dan 65%. Sebagai pembanding digunakan antibiotik Kloramfenikol dan Tetrasiklin, sedangkan akuades sebagai kontrol. Untuk uji LD50 memakai metoda Weil, C. S. menggunakan hewan percobaan mencit.Hasil penelitian menunjuk an bahwa infus kulit batang pulosari sampai konsentrasi 80% tidak memperlihatkan efek antibakteri untuk semua bakteri uji, sedangkan ekstraknya terlihat adanya efek anubakteri terhadap bakteri Vibrio cholerae pada semua konsentrasi yang dicoba. Dari hasil uji toksisitas akut (LD50) nya, emstrak puloari termasuk golongan Moderately Toxic.