cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_imaji@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : 16930479     EISSN : 25800175     DOI : -
IMAJI is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts and arts education, including fine arts and performing arts (dance, music, puppetry, and karawitan). IMAJI is published twice a year in April and October by the Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with AP2SENI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik se-Indonesia/Association of Drama, Dance, and Music Education Study Programs in Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL" : 10 Documents clear
PEMBELAJARAN PADUAN SUARA SECARA ACAPELLA MENGGUNAKAN MODEL DIRECT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 50 PALEMBANG Sri Rahayu Murni; Liza Murniviyanti; A. Heryanto
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38018

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pembelajaran Paduan Suara Secara Acapella Menggunakan Model Direct Instruction Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang”?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran secara Acapella pada kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang, yang secara spesifik untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran seni secara acapella menggunakan model Direct Instruction kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran paduan suara secara acapella dalam menyanyikan lagu Cup Mak Ilang kepada siswa kelas VIII di SMP Negeri 50 Palembang sudah berjalan dengan baik dan komunikasi  antara  guru dan siswa terjalan dengan baik yang menyebabkan siswa dapat menyerap materi pembelajaran paduan suara secara acapella dalam menyanyikan Cup Mak Ilang.
PENGEMBANGAN BUKU TEKNIK DASAR DRUMBAND DIVISI BRASSLINE DAN BATTERY UNTUK KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Muhammad Haiz Faidil Azizi
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.35937

Abstract

Drumband sebagai kegiatan ekstrakurikuler terbagi atas beberapa lintasan kreativitas bagi siswa, yaitu memainkan musik, baris berbaris dan gerakan tari. Sangat memungkinkan jika kemudian di Surabaya drumband menjadi kegiatan ekstrakulikuler yang banyak digemari. Persoalannya adalah tidak semua sekolah di Surabaya memiliki metode pembelajaran drumband yang signifikan dan maksimal, disebabkan minimnya literatur pembelajaran drumband bagi siswa. Karenanya memungkinkan untuk mengembangkan buku ajar drumband guna menunjang kemajuan belajar siswa. Pengembangan buku ajar drumband mengacu pada teori konstruktivisme, sebagai penyesuaian kondisi objektif yang perlu dikembangkan di lapangan, dan bertujuan dalam mengembangakan kemandirian berpikir kritis dan memotifasi siswa. Prosedur pengembangan buku menggunakan Four D yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pangembangan), dan dissemination (penyebaran). Penyusunan buku ajar memperoleh rincian proses dan kualitas pengembangan teknik dasar drumband: (l) proses pengembangan buku teknik dasar drumband divisi Brassline dan Battery untuk kegiatan ekstrakurikuler, (2) kualitas produk pengembangan buku teknik dasar drumband divisi Brassline dan Battery untuk kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan proses dan kualitas pengembangan buku teknik dasar drumband tersebut, dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam, terstruktur dan menyeluruh mengenai berbagai faktor permasalahan yang terkait, serta turut memberi sumbangsih terhadap fenomena yang terjadi. Adapun buku teknik dasar drumband divisi Brassline dan Battery dinilai sangat penting untuk membantu para siswa memahami dan mempelajari teknik dasar dalam proses latihan ekstrakurikuler drumband.Kata Kunci: drumband, ekstrakulikuler, buku ajar, Brassline dan Battery. DRUMBAND BASIC ENGINEERING BOOK DEVELOPMENT OF BRASSLINE AND BATTERY DIVISION FOR EXTRACURRICULAR ACTIVITIES Abstract       Drumband as an extracurricular activity is divided into several trajectories of creativity for students, namely playing music, marching and dance movements. It is very possible if then in Surabaya, drumband becomes a much-loved extracurricular activity. The problem is that not all schools in Surabaya have a significant and maximum drumband learning method, due to the lack of literature on drumband learning for students. Therefore it supports developing drumband textbooks to support student learning progress. Drumband textbook development refers to constructivism theory, as objective conditions that need to be developed in the field, and aims to develop independent critical thinking and motivate students. The book development procedure uses the Four D, namely define, design, develop, and disseminate. The compilation of the textbook obtains details of the process and quality of the basic drumband technical development: (l) the process of developing the basic engineering book of the Brassline and Battery division drumband for extracurricular activities, (2) the quality of the product quality of the drumband basic engineering book development of the Brassline and Battery divisions for extracurricular activities. Based on the process and quality of the development of the basic dramband technique book, it is intended to gain a deeper, structured and comprehensive understanding of the various factors related to problems, as well as to contribute to the phenomena that occur. The basic drumband technique book for the Brassline and Battery division is considered very important to help students understand and learn the basic techniques in the drumband extracurricular training process.Keywords: drumband, extracurricular, textbooks, Brassline and Battery
TEMBANG DOLANAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER Sukisno Sukisno
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37638

Abstract

The social phenomenon in children's tembang dolanan education is one of the educational activities that is rarely implemented and taught in public schools. Mulok (local content) does not receive enough attention from managers and educational policy makers. After policy makers and education managers know that the art of tembang has characteristics in which there are noble values, national personality values, and is beneficial to life, then the art of tembang dolanan children is included in the learning curriculum in public schools. The policy towards children's play songs as learning material in schools has been started since the birth of educational reform. Education Reform contained in the regional autonomy law. This opportunity is given to provinces and districts or cities to manage education in a decentralized manner or the handover of government power by the central government to autonomous regions based on the principle of autonomy. This definition is in accordance with Law number 23 of 2014. With the existence of decentralization, autonomy for a regional government emerged. According to Tilaar (2002: 20), decentralization of education is related to three things, namely: 1) the development of a democratic society, 2) the development of social capital and 3) an increase in competitiveness. These three things can be used as signs, references and reasons for implementing children's tembang dolanan education that are within the scope of decentralization in districts or cities. Why, in fact, cannot be implemented properly.AbstrakFenomena sosial dalam Pendidikan tembang dolanan anak merupakan salah satu aktivitas pendidikan yang semakin jarang dilaksanakan dan diajarkan di sekolah-sekolah umum. Mulok (muatan lokal) kurang mendapat perhatian dari para pengelola dan penentu kebijakan pendidikan. Setelah para penentu kebijakan dan para pengelola Pendidikan mengetahui bahwa seni tembang memiliki karakteristik yang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur, nila-nilai kepbribadian bangsa, dan bermanfaat bagi kehidupan, kemudian seni tembang dolanan anak dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah umum.Kebijakan terhadap tembang dolanan anak  sebagai materi pembelajaran di sekolah sudah diawali sejak lahirnya reformasi Pendidikan. Reformasi Pendidikan yang tertuang dalam undang-undang otonomi daerah. Peluang ini diberikan kepada wilayah daerah propinsi dan kabupaten atau kota untuk mengelola pendidikan secara desentralisasi atau penyerahan Kekuasaan Pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah otonom berdasarkan Asas Otonomi. Pengertian ini sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014. Dengan adanya desentralisasi maka muncul otonomi bagi suatu pemerintahan daerah. Menurut Tilaar (2002:20) desentralisasi pendidikan berhubungan dengan tiga hal, yaitu:1) pengembangan masyarakat demokratis, 2) pengembangan sosial kapital dan 3) peningkatan daya saing. Ketiga hal tersebut dapat digunakan sebagai rambu-rambu, acuan dan alasan pelaksanaan pendidikan tembang dolanan anak yang berada dalam lingkup desentraslisasi di kabupaten atau kota. Mengapa pada kenyataannya belum bisa dilaksanakan dengan baik.Kata Kunci : Media Pendidikan karakter melalui Tembang
EKSISTENSI LENGGER LANANG LANGGENG SARI BANYUMAS Resita Aprilia
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37547

Abstract

Lengger lanang merupakan tarian yang melibatkan fenomena lintas gender. Lintas gender adalah peran atau sifat yang menyimpang dari kepribadian seseorang. Kesenian ini kembali muncul yang bertempatan di Desa Pandak Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana bentuk pertunjukan Lengger yang ditarikan oleh penari laki-laki di Paguyuban Rumah Lengger Langgeng Sari dan bagaimana peran penari laki-laki dalam pertunjukan lengger di Paguyuban Rumah Lengger Langgeng Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan keseimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisa data, hasil temuan dari penelitian ini meliputi fenomena bentuk pertunjukan, gerak, properti, tata rias, tata busana, musik iringan, dan tempat pertunjukan.Kata kunci: lintas gender, tari, pertunjukkanEXISTENCY OF LENGGER LANANG LANGGENG SARI BANYUMASAbstractLengger lanang is a dance that involves the phenomenon of cross gender. Cross gender is a role or trait that deviates from a person's personality. This art has re-emerged which is located in Pandak Village, Baturaden District, Banyumas Regency. This study aims to determine how the Lengger performance is performed by male dancers at the Lengger Langgeng Sari House Association and the role of male dancers in Lengger performances at Paguyuban Rumah Lengger Langgeng Sari. The research method used is qualitative research methods. Collecting data in this study using the method of observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique used source triangulation. Based on the results of data analysis, the findings of this study include the phenomena of performance forms, motion, property, make-up, fashion, accompaniment music, and performance venues.Keywords: cross gender, dance, performance
ESTETIKA PERTUNJUKAN TARI DENOK KARYA BINTANG HANGGORO PUTRA Viki Novitasari; Indriyanto Indriyanto
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37646

Abstract

Tari Denok merupakan jenis tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Bintang Hanggoro Putra, seorang dosen Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Semarang. Penciptaan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengembangkan tari gaya semarangan di Kota Semarang. Tujuan penelitian in adalah mengetahui dan memahami estetika tari Denok yang dikaji melalui kajian bentuk pertunjkan dan nilai keindahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan estetis koreografis dan etik emik. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan metode trianggulasi. Teknik analisis data dengan metode deskripsi dan interpretasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai estetika bentuk pertunjukan Tari Denok tergambar jelas pada elemen-elemen pertunjukannya yaitu gerak, tata rias dan busana, iringan, teknik tata pentas, dan pelaku. Dinilai secara keseluruhan, Tari Denok menciptakan kesan yang lincah, gesit , lembut serta dinamis. Kesan lincah dan gesit tergambar pada ragam gerak ngeyek yang tempo gerakannya cepat, sehingga penari terkesan lincah dan gesit. Kesan meriah terdapat pada rias dan busana yang menggunakan warna cerah dan asesoris yang gemerlap. Simpulannya adalah nilai keindahanTari Denok terletak pada elemen pertunjukan. Tata hubungan antar elemen pertunjukan tari Denok menghasilkan kesan lincah, gesit dan dinamis.Kata Kunci: estetika, bentuk, pertunjukan, Tari DenokAESTHETICS OF A DENOK DANCE PERFORMANCE BY BINTANG HANGGORO PUTRA IN THE CITY OF SEMARANGAbstract Denok dance ia a kind of new creation dance that created by Bintang Hanggoro Putra, a lecturer of Dance Art Education of University Negeri Semarang. This creation was Made by Necessarily to develop the style of Semarangan. The purpose of this research is to know and understanding the aesthetic of Denok Dance that studied by the type of the show and the aesthetic value. This research is using qualitatif method with approach choreograohic aesthetic and emic etic. The technic of collecting data are observation, interview, and documentation. The data validity technique ia triangle method. The data analysis technique is description and interpretation. The research result that done show that the aesthetic value of Denok Dance show showed clearly in the element of the show, are: movements, make up and clothes, music, stage technique, and artist. Overall, Denok Dance create impression that agile. Rousing impression are on the make up and clothes that wearing bright colour and sparkling accesories. The conclusion ia Denok Dance aesthetic value ia on the show elements. The relation between Denok Dance aesthetic value produce agile impression and dynamic.Keywords: aesthetics, form, performance, Denok Dance
PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI MUSIK BERORIENTASI HUMANISTIK Anarbuka Kukuh Prabawa; A. M. Susilo Pradoko; Cipto Budy Handoyo
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37093

Abstract

Kajian ini merupakan hasil analisis kritis terhadap konsep pendidikan seni musik dengan berpusat pada orientasi humanistik. Orientasi humanistik berarti siswa dianggap sebagai subjek yang mandiri bukan sebagai objek didik.Peran pendidik disini memberikan pengalaman kepada siswa bagaimana cara untuk berekspresi, mengapresiasi, berkreasi, serta juga membentuk sebuah rangkaian harmonisasi yang melahirkan keindahan dalam rangka menumbuhkan kesadaran, kemandirian, dan tanggung jawab yang tinggi sebagai hakikat manusia yang seutuhnya. Sementara paradigm objektivasi murid dengan memberikan materi, pengetahuan hafalan dan ujian pilihan ganda menjadi model pembelajaran dominan. Penerapan pendidikan seni musik dengan berorientasi humanistik dilaksanakan penerapannya secara menyeluruh agar siswa mengerti dan mampu memahami makna inti dari belajar musik mencakup pengetahuan, keterampilan berkreativitas music dan sikap mandiri dalam penempilan musik.Kata Kunci : pendidikan musik, humanistik, subjek mandiri ABSTRACT   This study is the result of a critical analysis of the concept of music education with a humanistic orientation centered on it. Humanistic orientation means that students are considered as independent subjects, not as objects of learning. The role of educators here is to provide students with experience on how to express, appreciate, be creative, and also form a series of harmonization that gives birth to beauty to foster awareness, independence, and responsibility that high as a complete human nature. Meanwhile, the objectivation paradigm of students by providing material, rote knowledge, and multiple-choice exams is the dominant learning model. The application of music education with a humanistic orientation is carried out as a whole so that students understand and can understand the core meaning of learning music including knowledge, musical creativity skills, and independent attitudes in musical performance. Keywords: Music Education, Humanistic, Independent. Subject
DEKONSTRUKSI RUANG PENDIDIKAN SENI MELALUI RESILIENSI MASYARAKAT URBAN Kadek Hariana
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38054

Abstract

       Derasnya arus globalisasi, pada saat budaya kaum kapitalis telah mengambil alih pada setiap aspek kehidupan sosial budaya masyarakat kota di Yogyakarta dengan gempuran media massa cetak yang selalu menjadi bagian dari sampah visual dan media elektronik yang cenderung mengambil alih semua opini publik yang muncul dan diperburuk dengan datangnya bencana Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia yang tidak mengenal batas geografis dan status sosial masyarakatnya, bukan hanya menyerang dalam ranah kesehatan tubuh fisik manusia tetapi juga telah berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, sosial budaya dan ekonomi. Pada situasi seperti ini sikap adaptasi dan resiliensi masyarakat desa dan kota terhadap bencana yang terjadi menjadi faktor yang perlu dilihat dalam proses kehidupan di masa depan. Ranah seni rupa ruang publik menjadi sebuah pilihan alternatif yang dirasa paling demokrasi diantara berbagai seni yang ada. Seni Urban di Yogyakarta berkembang dengan cepat karena didukung oleh keadaan wilayah ruang publik dan interaksi budaya kota ke desa dan desa ke kota yang hampir tidak memiliki jarak, sehingga mampu menjadi poros utama, yang membentuk identitas budaya masyarakat lokal urban yogyakarta serta melahirkan sebuah ruang alternatif pendidikan seni yang demokrasi untuk kebertahanan dan keberlanjutan eksistensinya sebagai manusia yang diakui keberadaanya di tengah masyarakat. Kata kunci: dekonstruksi, resiliensi, pendidikan seni, masyarakat urban  ART EDUCATION DECONSTRUCTION THROUGH URBAN COMMUNITY RESILIENCEAbstract        The rapid flow of globalization, at a time when the capitalist culture has taken over every aspect of the socio-cultural life of the city community in Yogyakarta with the onslaught of the printed mass media which has always been a part of visual waste and electronic media tends to take over all emerging public opinion exacerbated by the arrival of the disaster The Covid-19 pandemic that has hit the entire world that knows no geographical boundaries and social status of its people, which not only attacks the health realm of the human body but has also affected all aspects of community life such as education, socio-culture and economy. In a situation like this, the attitude of adaptation and community resilience to disasters that occur is a factor that needs to be seen in the process of life in the future. The realm of art in public space is an alternative option which is considered the most democratic among the various existing arts. Urban art in Yogyakarta is growing rapidly because it is supported by the state of the area of public space and the interaction of city-to-village and village-to-city culture which has almost no distance, so that it can become the main axis, which forms the cultural identity of the local Yogyakarta urban community and gives birth to an art education space a democracy for the sustainability and continuity of its existence as a human being. Keywords: deconstruction, resilience, art education, urban society
SENI PERTUNJUKAN SINTREN DI DESA CANGKUANG KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON DI ERA COVID-19 Robi Pamungkas
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37532

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan seni pertunjukan Sintren di Babakan Cirebon terkait dengan penyebarannya dan perubahan fungsinya dalam perspektif historis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintren berkembang di pesisir utara Jawa serta Jawa Tengah sebelah barat dan Jawa Barat sebelah timur, termasuk di dalamnya Babakan. Fungsi sintren dari masa ke masa terus berubah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu faktor agama (budaya), politik, dan ekonomi. Pada awalnya Sintren merupakan sarana ritual yang sakral. Ketika Islam dating, Sintren berubah menjadi sarana hiburan yang mengandung pesan moral sebagai media dakwah. Pada masa kolonial Sintren tetap sebagai sarana hiburan, tetapi berfungsi sebagai media politik perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Hingga saat ini Sintren masih tetap sebagai hiburan, namun sudah dipengaruhi oleh faktor ekonomi demi Sintren tetap disukai masyarakat. Maka, pertunjukan Sintren dimodifikasi dengan lagu-lagu modern, seperti dangdut dan Melayu.Kata Kunci: sintren, babakan, penyebaran, fungsi, historis AbstractThis paper aims to describe the performing arts of Sintren in Babakan Cirebon related to its distribution and changes in its function from a historical perspective. The method used is the historical method. The results showed that Sintren developed on the north coast of Java and Central Java in the west and West Java in the east, including Babakan. Sintren function from time to time continues to change. This is influenced by several factors, namely religious (cultural), political, and economic factors. At first, Sintren was a sacred ritual tool. When Islam came, Sintren turned into a means of entertainment that contained a moral message as a medium of da'wah. During the colonial period, Sintren remained as a means of entertainment, but functioned as a political medium of resistance to the colonial government. Until now, Sintren still remains as entertainment, but has been influenced by economic factors so that Sintren is still liked by the community. So, the Sintren performance was modified with modern songs, such as dangdut and Malay. Keywords: sintren, babakan, spread, function, historical
PEMBELAJARAN VOKAL SECARA UNISONO PADA SISWA KELAS VII SMP BINA TAMA PALEMBANG Satiawan, Gindo; Ermarita, Nelly; Hidayatullah, Fadhilah
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38015

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran vokal secara unisono pada kelas VII SMP Bina Tama Palembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII dan Bapak Joni Ponco, S.Pd. sebagai guru seni budaya di SMP Bina Tama Palembang. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode tanya jawab dan demonstrasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran vokal secara unisono pada kelas VIII SMP Bina Tama Palembang sudah berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaanya guru seni budaya telah menerapkan metode yang tepat, hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang memperoleh nilai rata-rata 80.Kata Kunci : Pembelajaran Vokal Unisono, Perencanaan, Pelaksanaan Dan Evaluasi.UNISONO VOCAL LEARNING IN STUDENTS KELAS VII JUNIOR HIGH SCHOOL BINA TAMA PALEMBANGAbstractThe purpose of this study was to determine how the planning, implementation and evaluation of vocal learning by unisono in class VII junior high school Bina Tama Palembang. The method used is a qualitative descriptive method. The data sources used in this study were class VII and Mr. Joni Ponco, S.Pd. as a cultural arts teacher at junior high school Bina Tama Palembang. The learning method used in this study is the question and answer method and demonstration. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Based on the analysis carried out, the conclusion is that unisono vocal learning in class VIII junior high school Bina Tama Palembang has been going well. In its implementation, the cultural arts teacher has applied the right method, this can be seen from the learning outcomes of students who get an average score of 80.Keywords: abstract, bold, italic, maximum five words/phrases, template
PERAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA EKSISTENSI KESENIAN EBEG WAHYU KRIDA KENCANA PADA MASA PANDEMIK COVID-19 DI DESA TAMBAKNEGARA KABUPATEN BANYUMAS Melinia Rizki; Wahyu Lestari
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37528

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran masyarakat terhadap eksistensi Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada masa Pandemik Covid-19. Objek penelitian ini adalah Grup Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian ini adalah ketua, penari, pemusik dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dalam jaringan dan studi dokumentasi sekunder. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan alat bantu panduan wawancara dalam jaringan dan panduan studi dokumentasi sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah (1) Grup Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di ketuai oleh bapak Daryoso. (2) Masyarakat berperan dalam menjaga eksistensi kesenian ebeg di masa pandemic. (3) Bentuk penyajiannya meliputi gerak, iringan, rias dan kostum, property dan tempat pementasan.Kata kunci: peran, eksistensi, masyarakat, ebeg, pandemic covid-19THE ROLE OF THE COMMUNITY IN MAINTAINING THE EXISTENCY OF THE EGYPTIAN ART OF REVELATION OF THE PEOPLE IN THE PANDEMIC OF COVID-19 IN THE VILLAGE OF TAMBAKNEGARA, BANYUMAS DISTRICTAbstractThis study aims to determine the role of society in the existence of the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art during the Covid-19 Pandemic in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The object of this research is the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art Group in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The subjects of this research are the chairman, dancers, musicians and the community. The data collection technique was carried out by means of online interviews and secondary documentation studies. The research instrument is the researcher himself, with the tools of online interview guides and secondary documentation study guides. Data analysis was carried out in a descriptive qualitative manner, namely data reduction, data exposure, and conclusions. The validity of the data was obtained using triangulation of sources. The results of this study are (1) the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art Group chaired by Mr. Daryoso. (2) The community plays a role in maintaining the existence of ebeg art during a pandemic. (3) The form of presentation includes movement, accompaniment, make-up and costume, property and performance place.Keywords: role, existence, art, ebeg, covid-19 pandemic

Page 1 of 1 | Total Record : 10