cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 19784538     EISSN : 2527421X     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2025)" : 6 Documents clear
Menumbuhkan Karakter Bernalar Kritis Siswa Sekolah Dasar Melalui Praktik Numeracy in Daily Life Ambarwati, Sarah Mei; Jupri, Al; Riyadi, Arie Rakhmat
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.70398

Abstract

Kondisi siswa di Indonesia apabila ditinjau dari hasil PISA tahun 2022 skor kemampuan matematikanya mengalami penurunan hingga 13 poin. Fakta tersebut tentunya berkaitan dengan karakter bernalar kritis siswa karena berisi tentang kemampuan kehidupan sehari-hari. Karakter bernalar kritis diduga dapat ditumbuhkan untuk mampu menganalisis dengan logis, kritis, serta terstruktur dalam memecahkan berbagai persoalan matematis di melalui berbagai kegiatan diantaranya praktik numeracy in daily life yang dilakukan dengan cara mengaitkan konten-konten numerasi dalam kegiatan pemberian ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektikan numeracy in daily life terhadap karakter bernalar kritis siswa sekolah dasar. Kemampuan tersebut akan diukur melalui pemberian soal berbasis High Order Thinking skills (HOTs) kepada siswa kelas 5 yang berjumlah 28 orang sebagai subjek penelitian. Metode penelitian dilakukan secara mixed method. Pengumpulan data didapatkan melalui teknik tes dan pengamatan.Berdasarkan hasil penelitian kemampuan bernalar kritis siswa dapat ditumbuhkan melalui praktik numeracy in daily life yang dibuktikan dari presentase hasil tes yang meningkat sebesar 32% pada kategori mahir dan cakap. Selain itu, peningkatan karakter bernalar kritis dapat dilihat dari perubahan perilaku siswa yang signifikan menjadi lebih aktif dan solutif karena iklim belajar menjadi menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik numeracy in daily life terbukti efektif untuk dapat menumbuhkan karakter bernalar kritis siswa.
Pengoptimalan Kecepatan Kompresi Citra Fraktal dengan Menggunakan Jarak Variansi Kuadrat Sultoni, Akhmad
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.79254

Abstract

Kompresi citra fraktal terdiri dari dua tahap utama, yaitu encoding dan decoding. Proses encoding umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama karena melibatkan pencocokan antara blok domain dan blok range, sedangkan decoding berlangsung lebih cepat. Untuk meningkatkan efisiensi encoding, metode dengan jarak variansi kuadrat atau root variance distance (SVD) dikembangkan sebagai pendekatan seleksi blok domain yang lebih optimal. Metode ini menghitung perbedaan variansi antara blok domain dan blok range, sehingga hanya blok domain dengan karakteristik variansi tertentu yang dipertimbangkan dalam proses pencocokan. Dengan cara ini, jumlah perbandingan blok dapat dikurangi secara signifikan, sehingga mempercepat proses kompresi. Pengujian menggunakan citra grayscale berukuran 256í—256 piksel menunjukkan bahwa metode ini mampu mempercepat waktu encoding hingga 34 kali lebih cepat dibandingkan metode tanpa variansi, dengan kualitas citra hasil kompresi yang tetap terjaga pada Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) sebesar 23.0 pada ukuran blok range 8í—8.
Adding self-explanation when learning goal free problems could be beneficial Hidayah, Sendy; Retnowati, Endah; Thoe, Ng Khar
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.79774

Abstract

Goal free problem is a strategy to present a geometrical problem by removing the final goal in order to direct students not to use a means ends analysis. The purpose of this research was to examine whether adding self-explanation instruction could improve its effectiveness with regard to students' problem-solving abilities and cognitive load. Using Geometry (the relationship among angles) as part of the national curriculum, a quasi-experimental research was employed. The post-test only group experimental design, comparing studying with self-explanation and without self-explanation, involved sixty four seven-graders from four parallel authentic classrooms in a junior high school in Central Java, Indonesia while the previous math test score was used as covariate. The covariate did not have ssignificant linierity meaning that both experimental groups were randomly assigned and had indifferent level of prior knowledge before the experiment was executed. The overall evidence indicated that with or without self-explanation, both groups of students who were given goal free problems did not have significant difference in terms of  problem-solving abilities. However, there was a significant difference on level of cognitive load. Learning goal free problems with self-explanation could be more effective because this strategy causes a lower cognitive load than those without self-explanation. This study suggests that the instruction of self-explanation might lower extraneous cognitive load and improve learning.
Relationship between Mathematical Communication Ability and Adversity Quotient of Junior High School Students Candraningsih, Yosy; Nurlaelah, Elah; Dahlan, Jarnawi Afgani
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i2.81461

Abstract

Students' perceptions of the difficulty of mathematics often influence their mathematical abilities. Students who possess a strong Adversity Quotient (AQ) are likelier to demonstrate improved mathematical abilities, particularly in mathematical communication abilities. This study examines the relationship between mathematical communication ability and students' Adversity Quotient (AQ). The research employed a correlational method, with a sample of 31 ninth-grade students from a junior high school in Bandung City during the 2024/2025 academic year. Data were collected through mathematical communication ability tests and an Adversity Quotient (AQ) questionnaire. The collected data were analyzed in two stages: an Exploratory Data Analysis (EDA), which included normality and linearity tests, followed by Confirmatory Data Analysis (CDA), which used the Pearson correlation test. The results revealed a correlation coefficient of 0.672, indicating a medium-level relationship between students' mathematical communication ability and their Adversity Quotient (AQ).
Pelabelan Sisi Prima Ganjil pada Beberapa Kelas Graf Komarullah, Hafif
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.82642

Abstract

Pelabelan graf merupakan salah satu topik graf yang didefinisikan sebagai pemetaaan anggota graf ke bilangan bulat dengan aturan-aturan tertentu. Entringer mengenalkan pelabelan prima pada tahun 1980 dan dipopulerkan oleh Tout dkk pada tahun 1982. Konsep pelabelan prima terus dikembangkan oleh peneliti lain. Prajapati dan Shah mengenalkan konsep pelabelan prima ganjil pada tahun 2018. Janani dan Ramachandran mengenalkan pelabelan sisi relatif prima pada tahun 2022. Terinspirasi dari penelitian sebelumnya, maka peneliti mengenalkan konsep pelabelan sisi prima ganjil. Misalkan diberikan sebarang graf G, pelabelan sisi prima ganjil pada graf G adalah fungsi bijektif f:E(G)→ {1,3,...,2|E(G)|-1} sedemikian sehingga setiap sisi yang bersisian dengan titik v∈V(G) memiliki label relatif prima. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, deskriptif aksiomatik, dan pendeteksian pola. Peneliti membuktikan bahwa graf lintasan, graf siklus, graf centipede, graf sisir, graf pohon Y, dan graf ulat teratur adalah graf sisi prima ganjil. Penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur terutama pada konsep pelabelan graf.
Potensi Guru Matematika SMP Mengembangkan LKS Terintegrasi Evaluasi Digitalnya untuk Meningkatkan Kreativitas Matematis Siswa Pujiastuti, Emi; Sugiman; Sugiharti, Endang; Sungkowo, Nanang
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v20i1.90280

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan mendorong perlunya inovasi dalam pembelajaran matematika, salah satunya melalui digitalisasi Lembar Kerja Siswa (LKS) yang terintegrasi dengan evaluasinya untuk mendukung Kompetensi Kreativitas Matematis. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran kemampuan guru matematika SMP di wilayah eks-Karesidenan Semarang dalam melakukan digitalisasi LKS tersebut, sekaligus menilai kompetensi kreativitas matematis siswa selama implementasinya. Penelitian menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel terdiri atas 20 guru matematika, enam di antaranya diwawancarai untuk pendalaman kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan uji-t berbantuan SPSS, sedangkan analisis kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan rata-rata kemampuan guru sebesar 87,98 dan penerimaan positif terhadap digitalisasi LKS sebagai inovasi pembelajaran. Kompetensi kreativitas matematis siswa dari dua SMP menunjukkan nilai rata-rata 85,44 dan 83,00 setelah implementasi. Kendala utama mencakup keterbatasan jaringan Wi-Fi dan kebutuhan kuota internet. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi LKS efektif mendukung kreativitas matematis siswa serta layak diterapkan lebih luas, dengan dukungan pelatihan guru dan penguatan infrastruktur teknologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6