cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Public Policy and Management Review
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Administrasi Publik diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012" : 28 Documents clear
The quality of relationships and the ability of Civil Service of Call Center Customer Satisfaction in PT 123. PLN (Persero) Central Java Distribution & D.I. Yogyakarta Restuari Hildawati
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.177 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1316

Abstract

As a company that organizes services, PT. PLN (Persero) Central Java Distribution & D.I. Yogyakarta is still not optimal in organizing the 123 Call Center services. In this study the authors observed 123 Call Center customer satisfaction is submitting the complaint to determine whether there is a relationship between the factors of service quality and the ability to work to the satisfaction of service in PT 123 Call Center. PLN (Persero) Central Java Distribution & D.I. Yogyakarta.Type of study is a research type ekspalanatori. This study used a sample of 50 respondents to the selection of accidental sampling technique. Analysis of data using quantitative methods. Testing the hypothesis using Rank Correlation Coefficient formula and formula Kendal Kendall Coefficient of Concordance.According to the results showed a significant relationship between the variable quality of service (X1) with customer satisfaction (Y) where the value Zcalc > Ztable 5% (6.72 > 1.96), a significant relationship between employee capability variable (X2) with customer satisfaction (Y) where the value Zcalc > Ztable 5% (5.38 > 1.96), and a significant relationship between quality of service (X1) and the ability of employees (X2) to customer satisfaction (Y) where the value calculated ƒÓ 2 > ƒÓ 2 tables on a significant level of 5%, which is 33.644 > 5.991. Based on the results showed that the quality of service and the ability of employees to have a relationship with customer satisfaction on PT. PLN (Persero) Central Java Distribution & D.I. Yogyakarta.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN PASPOR PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I SEMARANG Grahadyastiti, Rahayu; Warsono, Hardi; Yuniningsih, Tri
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.022 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1313

Abstract

Rendahnya kualitas pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang menjadikan ketidakpuasan masyarakat terhadap Kinerja yang diberikan oleh Instansi Pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat untuk menganalisis dan menilai kualitas pelayanan yang diberikan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang termasuk faktor pendukung dan penghambat serta solusi yang telah dan akan dilakukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif dengan Teknik Pengumpulan Data melalui wawancara (interview) dan Observasi. Informan yang diambil adalah beberapa Pegawai Kantor Imigrasi, Birojasa serta Masyarakat pengguna layanan. Hasil data dan wawancara dianalisis menggunakan literatur yang ada dan sumber pustaka lain sebagai penunjang.Dengan menggunakan Konsep penilaian berdasarkan lima dimensi yaitu Tangibles masih menunjukan kualitas yang kurang baik terutama pada performa SDM dan optimalisasi sarana, Responsibility sudah menunjukan kualitas yang baik karena pengembangan SDM yang ada sudah dilakukan secara optimal, Responsiveness sudah menunjukan kualitas yang baik karena petugas yang da dapat merespon masalah secara cepat, Assurance Belum menunjukan kualitas yang baik karena masih terjadi kesenjangan waktu dan biaya antara masyarakat dan penyedia layanan, dan Empathy sudah menunjukkan kualitas baik karena sikap petugas yang ramah dan sopan.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan pembuatan paspor pada Kantor Imigrasi Kelas I Semarang masih belum menunjukkan kualitas yang baik karena masih terjadi kesenjangan antara harapan masyarakat dengan kualitas yang diberikan dalam pembuatan paspor sehingga kepuasan pelanggan belum dapat tercapai. Oleh karena itu diharapkan dapat dilakukan perbaikan dalam beberapa aspek yang belum optimal terutama dalam penambahan loket dan SDM serta pemberantasan Calo.
EVALUASI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI KECAMATAN TEMBALANG Christ Sagala; Margaretha Suryaningsih; Fathurrohman Fathurrohman
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.201 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1303

Abstract

PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan sanitasi Berbasis Masyarakat)merupakan salah satu program Pemerintah yang bertujuan menciptakanmasyarakat hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan akses air minum dansanitasi yang berkelanjutan serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui;sosialisasi program, pembangunan sarana air bersih berupa sumur sedalam 100m,pelaksanaan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pembentukan badanpengelola, pemeliharaan dan pengelolaan sarana, dan kesinambungan program.Dalam mengevaluasi program PAMSIMAS, peneliti menggunakan desainmetode campuran sejajar/bersamaan, dimana data kualitatif dan kuantitatifdikumpulkan dalam waktu yang sama untuk saling melengkapi. Melaluipenerapan Teknik Two Stage Cluster Sampling, ditemukan sampel empatkelurahan di Kecamatan Tembalang dengan jumlah partisipan 108 KK. KeempatKelurahan tersebut belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM, danhanya mengandalkan air sungai serta sumur dangkal sebagai sumber air bersihsehingga pada musim kemarau warga mengalami kekurangan air karena sumberair mulai mengering selain itu air sumur dangkal juga tidak layak konsumsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan olehprogram PAMSIMAS bagi masyarakat dengan analisis data menggunakankategorisasi dan proses prioritas (modus) dalam tabel distribusi frekuensikualitatif tanpa menghilangkan hasil wawancara yang penting. Diketahui bahwasetelah penerapan PAMSIMAS, masyarakat mendapatkan dampak seperti;kemudahan dalam mengakses air dengan harga Rp 1000/m3, terpenuhinyakebutuhan air bersih dimana debit air tidak dipengaruhi oleh cuaca, stop BABsembarangan sebagai bentuk pelaksanaan PHBS, serta terbangunnya partisipasimasyarakat sebagai bentuk rasa kepemilikan atas sarana yang terbangun.Melalui evaluasi yang dilakukan pada masing-masing fenomena dapatdisimpulkan bahwa program PAMSIMAS memberikan dampak positif bagimasyarakat Kecamatan Tembalang.
ANALISIS KINERJA BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG Frisca Gesta Noorfianto
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.458 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1293

Abstract

Dinas Pendidikan Kota Semarang yang menjadi obyek penelitian kali inimerupakan salah satu instansi yang berperan dalam pengembangan potensigenerasi bangsa. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis kinerjamenggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif denganresponden 5 orang pegawai dari instansi tersebut dengan dasar fenomenapenelitian Balance Scorecard melalui empat perspektif meliputi perspektifpelanggan, keuangan, proses internal, pertumbuhan dan pembelajaran.Setelah dilakukan analisis kinerja menggunakan Balanced Scorecard,ditemukan bahwa kinerja Dinas Pendidikan Kota Semarang masih terkendala olehketidakselarasan antara kuantitas dan kualitas pegawai, masalah birokrasi yangmenghambat tercapainya One day Service secara sempurna, sulitnya menciptakandisiplin penganggaran, kurangnya kesadaran pegawai dan kesalahan mindsetpegawai dalam rangka peningkatan kompetensi pegawai.Dalam konsep BSC selanjutnya visi dan misi organisasi diterjemahkandalam sejumlah sasaran strategis. Setelah membangun BSC langkah selanjutnyaadalah mengimplementasikan apa yang telah dibangun dan disusun. Selanjutnyamenentukan teknologi informasi yang akan digunakan untuk memudahkan prosesmengkomunikasikan BSC. Dilanjutkan dengan membangun scorecard secaramenyeluruh kemudian menggunakan data scorecard untuk evaluasi danpeningkatan kinerja yang pada akhirnya semua informasi dikumpulkan padatingkat organisasi.
STUDI KUALITAS PELAYANAN KERETA API TAWANG JAYA KELAS EKONOMI DAOP IV SEMARANG Hesti Agustini; Zaenal Hidayat; Retna Hanani
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.478 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1309

Abstract

Adanya suatu perbaikan kualitas pelayanan pada PT.KAI DAOP IV Semarangdikarenakan adanya perubahan pada struktur dan budaya perusahaan dan mendorongperubahan kualitas pelayanan kereta api, maka yang menjadi latar belakang penelitianini lebih condong kemana arah kualitas pelayanan Kereta Api Tawang Jaya KelasEkonomi ini. Kultur organisasi dibuat sebagai nilai-nilai yang dijadikan pedoman ataupandangan pegawai ataupun petugas pelayanan dalam melayani penumpang. Kulturorganisasi harusnya dapat didalami dan dipahami oleh para petugas kereta apisehingga petugas dapat memberikan pelayanan yang prima untuk penumpang keretaapi Tawang jaya kelas ekonomi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel kemampuanpegawai dan kultur organisasi terhadap kualitas pelayanan kereta api tawang jayakelas ekonomi. Teori yang digunakan adalah model manajemen pelayanan, teorisegitiga keseimbangan kualitas pelayanan Morgan dan Morgantroyd, dan teorimomen kritis pelayanan Albert dan Bradford. Penelitian ini menggunakan tipepenelitian eksplanotori dengan sampel sebanyak 89 responden. Pengujian hipotesismenggunakan rumus Korelasi Rank Kendall dan Konkordensi Kendall.Hasil penelitian ini menunjukan adanya korelasi atau hubungan dan signifikanantara kemampuan pegawai dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dariperhitungan Z hitung > Z tabel atau 8,13 > 1,645 untuk tarif signifikansi 5% sehinggaHa diterima dan Ho ditolak. Terdapat korelasi atau hubungan signifikan antara kulturorganisasi dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dari perhitungan Z hitung > Ztabel atau 7,31 > 1,645untuk tarif signifikansi 5% sehingga Ha diterima dan Hoditolak. Adanya korelasi atau hubungan positif dan signifikan antara kemampuanpegawai dan kultur organisasi dengan kualitas pelayanan yang diperoleh dari hasilX2o >X2t atau 155,456 > 122,942 untuk taraf signifikansi 5%. Berdasarkan penelitiandapat diketahui bahwa kemampuan pegawai dan kultur organisasi mempunyaihubungan dengan kualitas pelayanan Kereta Api tawang Jaya Kelas Ekonomi PT.KAIDAOP IV Semarang. Diketahui pula dari hasil penelitian bahwa kualitas pelayanankereta api Tawang jaya kelas Ekonomi masuk dalam kategori baik.
ANALISIS PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT DI KABUPATEN PATI Sri Purwandani; Maesaroh Maesaroh; Rihandoyo Rihandoyo
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.643 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1298

Abstract

secara maksimal telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian denganjudul “Analisis Penerapan Electronic Government di Kabupaten Pati”.Permasalahan utama di dalam penelitian ini ialah : Bagaimana penerapanelectronic government di Kabupaten Pati? Apakah faktor-faktor yang mendorongdan menghambat pengembangan electronic government di Kabupaten Pati?Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan electronicgovernment di Kabupaten Pati dan untuk mengetahui faktor-faktor yangmendorong dan menghambat penerapan tersebut. Upaya menjawab permasalahandan tujuan penelitian dilakukan dengan menggunakan elemen suksespengembangan e-Government menurut Harvard JFK School of Governmentantara lain support, capacity, dan value. Selain itu, juga menggunakan elemensukses pengembangan e-Government menurut Moon dalam Sistem InformasiManajemen yang terdiri dari willingness dan local culture. Data di dalampenelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dandokumentasi yang berkaitan dengan penerapan electronic government diKabupaten Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Government diKabupaten Pati belum dapat berjalan secara maksimal karena terdapat faktorfaktorpenghambat yang mempengaruhi perkembangannya. Belum ada support didalam penerapan e-Government dengan tidak adanya political will daripemerintah. Capacity yang sangat terbatas dengan sumber daya finansial,infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia yang kurangmemadai. Tidak adanya willingness masyarakat Kabupaten Pati di dalammemanfaatkan fasilitas e-Gov serta adanya local culture dari masyarakat yanglebih menyukai cara manual daripada menggunakan media elektronik di dalammelakukan berbagai pekerjaan. Saran yang dapat diberikan guna meningkatankualitas pengembangan e-Government di Kabupaten Pati antara lain denganmengadaan sosialisasi pemanfaatan IT di lingkungan pemerintahan secara berkala,mengadakan kerjasama yang lebih luas dengan sektor swasta, peningkatan jumlahsarana prasarana infrastruktur, peningkatan SDM pegawai melalui pelatihan, serta sosialisasi secara kontinyu kepada masyarakat tentang keberadaan e-Governmentdan pemanfaatannya.
Hubungan Kompetensi Dan Sistim Prosedur Kerja Dengan Kinerja Pegawai Di Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Semarang Puspitasari, Ade Rizky
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.989 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1289

Abstract

Pegawai Negeri merupakan subyek dan obyek karena mereka adalahperencana dan pelaksana pembangunan. Pegawai sebagai aparatur Negara harusmemiliki sikap dan perilaku yang berintikan pengabdian, tanggung jawab,berwibawa serta mempunyai disiplin kerja yang tinggi sehingga dapatmemberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. Pegawai Negeri Sipildiharapkan mampu menciptakan kualitas pelayanan dan mempunyai kinerja yangtinggi sehingga akan menjadi instansi yang profesional.Variabel yangt diambil dalam penelitian ini adalah kinerja, kompetensi dansistim prosedur kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 97 orangyang semuanya adalah Pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi KotaSemarang, sampel yang digunakan adalah random sampling dengan sampelpenelitian sebanyak 49 orang.Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisis Korelasi Rank Kendallterdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi (X1) dan kinerja (Y),dengan rumus koefisien korelasi Rank Kendall menunjukan angka 0,301 dengannilai signifikansi 0,005 lebih kecil dari 0,05. Ada hubungan positif dan signifikanantara sistem prosedur kerja (X2) dengan kinerja (Y) diuji dengan menggunakanrumus koefisien korelasi Rank Kendall menunjukan angka 0,345 dengan nilaisignifikansi sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05. Ada hubungan yang signifikanantara kompetensi (X1) dan sistim prosedur kerja (X2) terhadap kinerja pegawai(Y) diuji dengan menggunakan rumus Rank Kendall menunjukan angka 0,109dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05.Kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Semarangtinggi, hal ini dapat dilihat dari (75,5%) responden mengatakan kinerja tinggi.Pada tingkat Kompetensi (85,7%) responden mengatakan tinggi dan pada tingkatsistim prosedur kerja (69,4%) mengatakan tinggi.
EVALUASI KEBIJAKAN ALOKASI APBD DALAM PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2006-2010 Yulia Frissari Sinaga; Ari Subowo; Maesaroh Maesaroh
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.329 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1319

Abstract

Reformasi sektor publik yang disertai adanya tuntutan demokratisasi menjadi suatu fenomena global termasuk di Indonesia. Salah satu output dari reformasi sektor publik khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan daerah adalah alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah. Dengan adanya reformasi ini daerah diberi kebebasan untuk mengelola kekayaan daerahnya seoptimal mungkin untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga muncullah kebijakan otonomi daerah. Salah satu tujuan otonomi daerah adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Masalah yang muncul adalah terjadi ketimpangan yang cukup signifikan dalam pengalokasian anggaran pendapatan daerah terhadap anggaran belanja pegawai dan anggaran belanja pembangunan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji seberapa besar alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah terkait dengan ekonomi makro dalam hal ini pertumbuhan ekonomi dan terkait dengan pembangunan daerah. Upaya menjawab permasalahan ini dengan menggunakan teori evaluasi oleh Dunn yang digunakan untuk menarik kesimpulan. Dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang positif antara alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan ekonomi makro, khususnya pertumbuhan ekonomi. Dimana pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan daerah, dalam hal ini pembangunan manusianya yang dapat dilihat dari kemampuan daya beli masyarakat yang dapat diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Laju Inflasi. Disarankan perlu adanya keseimbangan dalam penyusunan proporsi alokasi anggaran untuk belanja pegawai dan belanja pembangunan.
Analisis Kinerja Penanganan Anak Jalanan di Dinas Sosial, Pemuda, dan Olahraga Kota Semarang” Dinar Ayu Nastiti; Margaretha Suryaningsih
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.174 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1304

Abstract

Permasalahan sosial yang terjadi di sebagian besar daerah perkotaan, salah satu di antaranya yaitu masalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab anak-anak beresiko turun di jalan. Keberadaan anak jalanan di kota-kota besar, termasuk kota Semarang menjadi persoalan yang cukup serius untuk ditangani oleh pemerintah kota Semarang.Angka keberadaan anak jalanan di Kota Semarang yang cukup tinggi menjadi salah satu permasalahan sosial di dalam masyarakat. Pemerintah Kota Semarang bukannya tanpa usaha dalam mengentaskan anak jalanan di kota Semarang. Salah satu upaya pemerintah kota Semarang yaitu pemberian modal usaha. Sampai saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Daerah (Perda) di kota Semarang yang mengatur pengentasan anak jalanan.Kedudukan Dinas Sosial, Pemuda, dan Olahraga di Kota Semarang adalah sebagai instansi atau organisasi publik yang melaksanakan tugas urusan pemerintah daerah di bidang sosial, pemuda, dan olahraga berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) merupakan bidang yang menangani masalah anak jalanan di kota Semarang.Kinerja Dinsospora khususnya bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dideskripsikan melalui indikator produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Kurangnya SDM di Bidang PMKS menyebabkan belum maksimalnya penanganan anak jalanan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK BPHTB DI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DANASET DAERAH KOTA SEMARANG Ayu, Gita; Setyaningsih, Endang Larasati; Hidayat, Zaenal
Journal of Public Policy and Management Review Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.463 KB) | DOI: 10.14710/jppmr.v1i2.1294

Abstract

Pengakuan tentang perlunya mengevaluasi kualitas pelayanan publik mulai berkembang secara akademik sejak dikembangkannya field baru dalam ilmu manajemen yang dikenal dengan manajemen pelayanan publik atau public service management. Kenyataannya kondisi pelayanan masyarakat dewasa ini masih dirasakan banyak kelemahan, banyak dikeluhkan dan masih kurang memuaskan keinginan masyarakat, misalnya mengenai prosedur yang berbelit-belit, tidak adanya kepastian waktu dan tarif pelayanan, kurang transparan, sikap petugas yang kurang responsif dan lainnya.Adanya berbagai permasalahan dari kegiatan pelayanan tersebut, maka muncul berbagai persepsi dari masyarakat. Berbagai persepsi masyarakat mengenai kegiatan pelayanan tersebut menjadi bukti masih lemahnya pelayanan di DPKAD Kota Semarang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai persepsi masyarakat terhadap pelayanan pembayaran pajak BPHTB yang ada di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang.Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa masih ada beberapa kekurangan dari kegiatan pelayanan pembayaran pajak BPHTB di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang. Kekurangan itu meliputi, kesederhanaan dari pelayanan itu, kepastian waktu yang diberikan, kelengkapan sarana dan prasarana serta kenyamanan dari proses kegiatan pelayanan tersebut.Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kesiapan yang lebih matang dari pihak yang memberikan pelayanan serta harus lebih meningkatkan aspek pelayanan seperti kesederhanaan, kepastian waktu, kelengkapan sarana dan prasarana serta kenyamanan.

Page 2 of 3 | Total Record : 28


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1: Januari 2025 Vol 13, No 4: Oktober 2024 Vol 13, No 4: Oktober, AP Rembang 2024 Vol 13, No 3: Juli 2024 Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024 Vol 13, No 2: April 2024 Vol 13, No 1: Januari 2024 Vol 12, No 4: Oktober 2023 Vol 12, No 3: Juli 2023 Vol 12, No 2: April 2023 Vol 12, No 1: Januari 2023 Vol 11, No 4: Oktober 2022 Vol 11, No 3: Juli 2022 Vol 11, No 2: April 2022 Vol 10, No 4: Oktober 2021 Vol 10, No 3: Juli 2021 Vol 10, No 2: April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari Volume 9 Nomer 4 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 3 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 2 Tahun 2020 Volume 9 Nomer 1 Tahun 2020 Volume 8 Nomer 4 Tahun 2019 Volume 8, Nomer 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 2, Tahun 2019 Volume 8, Nomer 1, Tahun 2019 Volume 7, Nomer 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomer 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomer 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomer 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomer 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomor 1, tahun 2012 Vol 11, No 1: Januari More Issue