cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Search results for , issue "Edisi Khusus" : 119 Documents clear
Pengaruh Pelatihan Efikasi Diri terhadap Tingkat Kecemasan Berkomunikasi pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Denpasar Fitriyanti, Kadek; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.474 KB)

Abstract

Salah satu keterampilan yang ditetapkan oleh perusahaan dalam merekrut karyawan adalah memiliki kemampuan berkomunikasi efektif dalam tim kerja. Sejalan dengan hal tersebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah menyusun kurikulum yang sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan siswa di dunia kerja. Data di lapangan dan hasil penelitian awal yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masih banyak siswa SMK mengalami kecemasan berkomunikasi. Dampak yang ditimbulkan adalah siswa menjadi pasif dan menghindari situasi berkomunikasi. Semakin banyak kasus kecemasan berkomunikasi yang terjadi, maka semakin dibutuhkan program intervensi yang dapat mengurangi tingkat kecemasan berkomunikasi yang dirasakan. Tujuan dari penelitian eksperimen ini adalah menguji pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap tingkat kecemasan berkomunikasi pada siswa SMK di Denpasar. Desain penelitian yakni kuasi-eksperimen non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yakni menggunakan two-stages cluster sampling. Sebanyak 12 orang subjek yang dipilih memiliki skor kecemasan berkomunikasi sedang hingga tinggi. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen sebanyak enam orang dan kelompok kontrol sebanyak enam orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kecemasan berkomunikasi untuk mengetahui kategori kecemasan berkomunikasi yang dirasakan oleh siswa. Perlakuan yang diberikan adalah pelatihan efikasi diri yang disusun berdasarkan sumber-sumber efikasi diri dari Bandura (1997). Hipotesis penelitian diuji dengan statistik non-parametrik Mann Whitney test. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap tingkat kecemasan berkomunikasi pada siswa SMK di Denpasar. Kata kunci: pelatihan efikasi diri, kecemasan berkomunikasi, siswa SMK
PENGARUH PENERIMAAN DIRI PADA KONDISI PENSIUN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BADUNG Wulandari, Putu Diana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.454 KB)

Abstract

Kecemasan menghadapi masa pensiun adalah suatu keadaan khawatir yang dialami oleh individu yang akan memasuki masa pensiun. Individu yang memiliki penerimaan diri yang baik dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa pensiun. Dukungan sosial yang berasal dari keluarga, pasangan, dan teman juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan menghadapi masa pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Subjek dalam penelitian ini adalah PNS eselon IIb, eselon IIIa, eselon IIIb dan eselon IVa di Kabupaten Badung yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020, yang dipilih dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 88 orang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi masa pensiun dengan reliabilitas 0,888, skala penerimaan diri pada kondisi pensiun dengan reliabilitas 0,904, dan skala dukungan sosial dengan reliabilitas 0,935. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan R=0,430 dan adjusted R square sebesar 0,165. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial memiliki hubungan terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dan memberikan pengaruh sebesar 16,5% terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun. Kata kunci: kecemasan menghadapi masa pensiun, penerimaan diri pada kondisi pensiun, dukungan sosial
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS QUALITY TIME IBU DAN ANAK DENGAN ASERTIVITAS REMAJA DI KECAMATAN PUPUAN, KABUPATEN TABANAN Aryaningrat, Putu Sintha Dewi; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.623 KB)

Abstract

Adolescence is part in life where human change from childhood into adult (Olds, 2009). In their daily life, adolescents spend their more time with their peers (Papalia et al, 2008). An adolescent with working parent, especially adolescents in Pupuan that majorly have parents who work as a farmer, exactly have a lower intensity of time with their parent. The lower time that adolescents spend with their mother, will make a negative effects to adolescent’s cognitive development (Boca, 2012). Mother who work, will influence there adolescent. So, the researcher would like to know are there any significant relationship between the intensity of quality time among the mother and child with the adolescence assertiveness? This research used quantitative method with simple linear regression for data analysis. Researcher collected data by 2 questionnaires (intensity of quality time scale and assertiveness scale) with the reliability of 0,897 and 0,900 from 240 adolescents that take by stratified random sampling with the criterions such as adolescents with age range between 13-15 years old, live in Pupuan, and have a mother who works as farmer. This research found that there is a relationship between the intensity of quality time among the mother and child with the adolescence assertiveness with the correlation’s coefisien 0,395. There are 15,6% assertiveness is influence by the intensity of quality time among mother and child and 84,4% is influence by the other factors. For the deepen explanation, I used adolescence’s socioemotional theories from Papalia (2008). Key words: Quality time intensity, Assertiveness, Adolescence
Konflik Kerja Keluarga Dengan Kepuasan Kerja Yang Dimoderasi Komitmen Organisasi Pada Karyawan Bali Anjani, Ni Made Adelia Surya; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.194 KB)

Abstract

Many demands of role that already undertaken by Balinese people who work as employees, makes the employees work under pressure and confuse facing the responsibility on each role. This situation can lead them to work family conflict. A form of interrole conflict in which the role pressures from the work and family domains are mutually incompatible in some respect (Greenhaus & Beutell, 1985). The conflict will push the work conflict, which has the potential to reduce the level of job satisfaction. However, the relationship between work family conflict with job satisfaction can be stronger when it involves the organizational commitment in both cases. Therefore, this study aims to see the relationship between work family conflict with job satisfaction, and examine the relationship between work family conflict on job satisfaction and organizational commitment as moderator. This is a correlation quantitative method. Respondents involves this study are 150 Balinese employees who have family, minimum at high school degree, have been working for 1 year in their company, minimum age 20 years, and has status as a permanent employee. Reliability scores for work family conflict scale is 0,876, reliability scores for job satisfaction scale is 0,864, and reliability scores for organizational commitment is 0,924. Data distribution has shown normal and linear distribution. The result of moderator variable regression analysis by sub-group method shows that organizational commitment doesn’t moderate the effects of work family conflict to job satisfaction on Balinese employees (F count value (1,066) < F table value (3,10)). Keywords: Work Family Conflict, Job Satisfaction, Organizational Commitment, Balinese Employees
HUBUNGAN POLA ASUH AUTHORITATIVE DENGAN KECENDERUNGAN HOMOGAMY DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA BALI DEWASA AWAL WANGSA BRAHMANA DI DENPASAR Alit, Ida Ayu; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.785 KB)

Abstract

In Bali, partner selection remains an important issue since it is still influenced by a cultural factor that is the existence of the catur wangsa (four-caste) system. Wangsa has means descendant. Catur wangsa (four castes) are divided into four, namely Brahmin, Kshatriya, Vaishya and Shudra. Balinese women who occupy the top caste that is Brahmin would be more selective in choosing a partner for fear of their family’s attitude towards them if they are nyerod, meaning having a marriage where the wangsa (caste) of the woman is higher than that of her partner. The parenting styles applied by parents have a role in decision making when individuals choose their partners. Authoritative parenting style is an effective parenting style because it applies stability properly between acceptance/responsiveness and demandingness/control. This study aims to determine the relationship between authoritative parenting style and the tendency of homogamy in partner selection by young adult women from the Brahmin caste. The subjects used in this study were women from the Brahmin caste, aged 20 to 30 years old, unmarried, and residing in Denpasar. The number of subjects used was as 60 people. The authoritative-parenting-scale reliability was 0.939 and the tendency-of-homogamy-in-partner-selection-scale reliability was 0.948 . The result of the normality test on the authoritative parenting was 0.899 and the result of the normality test on the tendency of homogamy in partner selection was 0.199. The linearity test result on the authoritative parenting towards the tendency of homogamy in partner selection was 0.000. The analytical methods used was the product moment correlation analysis. The correlation result in this study was 0.575 (p=0.000). Based on these results, it was found out that there is a relationship between authoritative parenting and the tendency of homogamy in partner selection by young adult women from the Brahmin caste in Denpasar. Keywords: Autoritative Parenting, Homogamy, Partner Selection, Balinese Women, Brahmin Wangsa (Caste)
PERBEDAAN MOTIVASI KERJA ANTARA ORANG BALI YANG BEKERJA DI BALI DENGAN ORANG BALI YANG MERANTAU DI SULAWESI TENGAH Putra, A.A Ngr. Agung Adi Pratama Wicaksana; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.216 KB)

Abstract

This research aims to find out wheter there is a difference between the work motivation of Balinese whose are working in Bali with Balinese whose migrated in Central Sulawesi. The research method used was quantitative research approach using comparative study. Primary data obtained from questionnaire drawn up based on work motivation theory of McClelland. Independent variables in this study are the Balinese whose work in Bali and The Balinese whose migrated to Central Sulawesi. The dependent variable is the work motivation. The sampling method used was cluster random sampling. The subject of this research is 90 Balinese whose working in Bali that domiciled in Banjar Benet, Mengwi and 90 Balinese who migrated to Central Sulawesi, who domiciled in South Palu. The criteria of the sample are at least 30 years old, at least have worked for 5 years, and for the Balinese that migrated to Central Sulawesi at least already migrated for 5 years. Research analysis using comparison test with independent sample t-test in SPSS 17. Result of the data analysis showed that the value P from comparison test is 0.009 so P<0.05, which mean there is difference between the work motivation of Balinese whose working in Bali and Balinese who migrated in Central Sulawesi. Other than that obtained from t value, revealed that the work motivation of Balinese who migrated to Central Sulawesi is higher than the Balinese whose work in Bali. Keywords: Work Motivation, Balinese, Migrant, MClelland, Comparative studies
Pengaruh problematic internet use dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Aditiantoro, Muhammad; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.432 KB)

Abstract

Permasalahan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam menempuh studinya adalah disiplin waktu yang kurang baik. Disiplin waktu yang kurang baik tercermin dalam penundaan atau dalam istilah psikologi adalah prokrastinasi. Pada era digital ini, penggunaan internet menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu faktor yang kuat memengaruhi perilaku penundaan. Problematic internet use (PIU) dapat menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal individu yaitu regulasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PIU dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Problematic Internet Use Scale 2yang dibuat oleh Caplan (2010) dan telah di translasi ke Bahasa Indonesia, Skala Regulasi Diri, dan Skala Prokrastinasi Akademik(Verdiwati, 2012) yang telah dimodifikasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).Hasil ini menunjukkan bahwa PIU dan regulasi diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa.Koefisien beta terstandarisasi variabel PIU sebesar 0,267dan signifikansi 0,002 (p<0,05) menunjukan PIU berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi variabelregulasi diri sebesar -0,420 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan regulasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: mahasiswa, problematic internet use, prokrastinasi akademik, regulasi diri
Peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar Dharmasatya, Adjie; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan karier merupakan keselarasan antara perilaku dan sikap karier nyata dengan perilaku dan sikap karier yang diharapkan pada rentang usia tertentu di tiap fase perkembangan. Bentuk kematangan karier pada fase remaja khususnya remaja siswa kelas XII adalah kemampuan menentukan jurusan studi lanjut. Kematangan karier dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu determinasi diri dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier. Subjek dalam penelitian ini adalah 173 remaja siswa kelas XII di Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier, skala determinasi diri, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,561, nilai koefisien determinasi sebesar 0,315 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel determinasi diri 0,179 dan dukungan sosial sebesar 0,464. Hasil ini menunjukkan determinasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan meningkatkan kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar.
Peran kekuatan karakter harapan, spiritualitas dan kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman kumuh di Denpasar Barat Sari, Made Ayu Dyah Indriana; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa salah satu faktor psikologis yang dimiliki oleh penduduk di pemukiman kumuh Denpasar Barat untuk bertahan hidup adalah resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk mengatasi dan meningkatkan ketahanan diri terhadap situasi yang menekan dan traumatis dalam kehidupannya. Karakteristik personal yang membentuk resiliensi adalah kekuatan karakter. Kekuatan karakter adalah proses dan mekanisme yang mendasari dan menggambarkan nilai kebajikan dalam diri manusia yang memungkinkan individu berkembang dan memiliki kehidupan yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada peran Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas dan Kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman di Denpasar Barat. Subjek penelitian adalah 110 penduduk pemukiman kumuh yang berusia 25-60 tahun. Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan diukur dengan skala VIA-Character Strength milik Peterson dan Seligman. Metode regresi berganda digunakan untuk menganalisa data penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi . Artinya secara bersama-sama ketiga variabel memberikan pengaruh sebesar 56%. Kekuatan karakter Harapan dan Spiritualitas masing-masing berperan terhadap resiliensi secara signifikan (p<0.05) namun tidak demikian halnya dengan Kekuatan karakter Kebaikan (p>0.05). Temuan ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan resiliensi penduduk dalam berbagai komunitas.
Penyesuaian diri orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Putri, Ida Ayu Devi; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan yang diketahui sebelum usia 4 tahun, ditandai dengan ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian dan berada pada tingkat maladatif dengan aktivitas yang berlebihan dan impulsif. Penyesuaian diri orangtua yang memiliki anak ADHD diperlukan agar anak dapat betumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran penyesuaian diri orangtua terhadap anak yang mengalami gangguan ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah dua pasang orangtua yang belum mempunyai pengalaman dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dengan gangguan ADHD dan dipilih dengan teknik snowball sampling. Proses pengambilan data terhadap kedua pasang responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD telah mampu melakukan penyesuaian diri. Proses penyesuaian diri yang dilakukan adalah penyesuaian diri pribadi seperti menerima kondisi dengan apa adanya melalui tingkah laku yang ditunjukkan anak dan memutuskan untuk tidak menarik diri dari lingkungan sosial serta penyesuaian diri sosial seperti tidak peduli dengan perkataan orang lain mengenai kondisi anak.

Page 11 of 12 | Total Record : 119