cover
Contact Name
Alvin Noor Sahab
Contact Email
alvinriezal@yahoo.com
Phone
+628999722227
Journal Mail Official
indoislamika@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Graduate School State Islamic University Kertamukti No. 5, Pisangan Barat, Ciputat Timur, Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419 Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Indo-Islamika
ISSN : 20889445     EISSN : 27231135     DOI : https://doi.org/10.15408/idi.v9i1.14826
Jurnal Indo-Islamika adalah jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2011 melalui SK Direktur Pascasarjana Fokus Fokus Jurnal Indo-Islamika adalah menyediakan pemahaman yang baik tentang Islam khas Indonesia melalui telaah pemikiran dan penelitian lapangan mutakhir dalam bentuk artikel dan telaah buku Cakupan Cakupan Indo-Islamika adalah wacana dan penelitian Islam Indonesia dan menyebarkannya kepada akademisi di tingkatan regional dan internasional. Menjadi semacam studi kawasan, Jurnal Indo Islamika mengundang para pemikir dan peneliti untuk menyumbang tulisan dari berbagai pendekatan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Upaya Kepemimpinan Spiritual dalam Mengembangkan Budaya Mutu di SMA Plus Muthahhari Bandung Erba Rozalina Yuliyanti; Didin Saepuddin; Yunasril Ali
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11750

Abstract

This paper aims to obtain information about the spiritual leadership efforts in developing a culture quality and its reality developed.  The method in this study is a qualitative descriptive method. This research is a single case study focusing on the private Islamic schools, Senior High School Plus under Motahhari foundation, Bandung. The main data were obtained from primary sources namely the headmaster, teachers, staff, students and parents. Then, the secondary sources are qualitative documents such as dissertations, journals, documents and other sources supporting data. The data were collecting indepth interviews, non-participant observation and documentation. The technique of data analysis use integrative analysis. Then the data were analyzed using three methods namely data organization, data reduction and data presentation. For checking the validity of the data, researcheruse: 1) the credibility of the data with triangulation techniques, dependability and confirmability. The findings of study showed: 1) an articulation and dissemination of the vision and mission of the school was implemented fairly intense, 2) Motahhari as a symbol of Ulul Albab development, 3) the rewards and sanctions formes are an extrinsic and an intrinsic, 4) the relationships that occur in school is a social, an emotional and a spiritual relationships. The reality of the quality culture developed are: 1), cultural empathy, 2) critical culture, 3) an innovative culture, and 4) an inclusive - pluralist culture
Pola Migrasi, Enterpreneurship dan Ekspresi Keagamaan Orang Jawa di Jakarta (Studi Kasus Masyarakat Lamongan) Muhammad Ainun Nasikh
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11751

Abstract

Artikel ini menyimpulkan entrepreneuship orang Lamongan di Jakarta terkonstruksi dalam sebuah dialektika bukan karena faktor lingkungan sosial budaya yang bersifat ekslusi sosial. Melainkan motivasi dalam konfigurasi mobilitas sosial climbing sebagai opsi mentransformasi status sosial (achieved status) di masyarakat secara vertikal. Konklusi ini sesuai dengan deskripsi informan yang berwirausaha dalam sektor kuliner. Temuan ini menunjukan lingkungan sosial budaya hanya memberi implikasi terhadap tipologi kesadaran diskursif pada pola migrasi masyarakat Lamongan ke Jakarta.Perilaku kewirausahaan orang Lamongan di Jakarta ditentukan oleh motivasi berprestasi (need of achievement) yang memberikan stimulus terhadap perkembangan masyarakat. Adanya interaksi masyarakat Jawa dengan pasar disertai dengan intensitas kepemilikan lahan. Memberikan implikasi pada aktivitas ekonomi berskala makro yang menyebabkan heterogenitas profesi masyarakat Jawa. Lebih lanjut, kebudayaan Jawa tidak kontras dengan sistem perdagangan dan kewirausahaan.Sementara itu, penulis tidak sependapat dengan konklusi yang mengidentifikasi pandangan mengenai korelasi antara nilai-nilai budaya dan perilaku kewirausahaan. Penjelasan mengenai konstruksi entrepreneurship didasarkan atas asumsi masyarakat yang menanamkan nilai-nilai kewirausahaan akan banyak orang yang menjadi wirausaha. Seperti adanya warisan culture priayi yang menyebabkan masyarakat Jawa berorientasi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kota-kota administratif.Kata Kunci : Migrasi, entrepreneurship, mobilitas sosial, budaya.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Keterampilan Vokasi di Madrasah Aliyah (Studi pada Madrasah Aliyah di Provinsi DKI Jakarta) Suprihatiningsih Suprihatiningsih
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11746

Abstract

Temuan penelitian ini menurut Thi Tuyet Tran,”Limitation on Development of Skills in Higher Education in  Vietnam (2013)” menyimpulkan bahwa, keterbatasan lembaga pendidikan menengah dalam pengembangan keterampilan sumber daya manusia merupakan suatu hambatan sumber daya manusia dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini mengkritisi pandangan neo-liberalisme dalam pendidikan yang melihat lembaga pendidikan sebagai pabrik yang memproduksi tenaga-tenaga terampil siap pakai untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi belaka. Komersialisasi pendidikan hanya melihat lembaga sekolah sebagai penghasil tenaga kerja  siap pakai saja, atau hanya berjalan melalui cara-cara menghapal atau rote-learning. Penelitian ini mendukung pendapat Anna Craft, dalam “The Limits to Creativity in Education: Dilemmas for Educator”, (2003) yang menyimpulkan bahwa, perkembangan kemajuan sain dan teknologi membuat perkembangan pembelajaran keterampilan menjadi perkembangan positif  dalam perubahan tingkat sosial masyarakat. Sumber daya manusia yang memiliki keterampilan yang profesional, memiliki kemampuan ketepatan dan kecepatan dalam persaingan dunia usaha. Penelitian ini juga mendukung pendapat Intan Irawati dan Kun Sri Wardhani (2012), bahwa Program Keterampilan adalah penting bagi kehidupan sosial peserta didik. Penempatan Program Keterampilan pada Madrasah Aliyah memiliki tujuan untuk menjadikan peserta didik terampil. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data-data empiris respon 151 siswa dalam pembelajaran keterampilan dan aktualisasi implentasinya  di tiga Madrasah Aliyah di Jakarta yang memiliki program keterampilan, yaitu MAN 8, MAN 13 dan MAN 15. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dengan kuesioner bagi siswa berbentuk skala likert dengan 4 opsi SS, S, TS, STS. Adapun  reliabilitas instrumen 0.879 dan validitas instrument 0,526 yang menunjukkan bahwa instrument valid dan reliabel. Panduan wawancara dan kuesioner telah divalidasi secara konstruk oleh ekspert. Untuk memeriksa keabsahan data digunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data dengan menggunakan interpretasi data secara kualitatif, analisis instrumen dengan program SPSS 20.0 dan statistic deskriptif. Teknik Analisis deskripsi (Deskriptif Analisys), yaitu mendeskripsikan informasi dari responden dalam data kualitatif, dilakukan dengan cara menyusun dan mengelompokkan data yang ada, sehingga memberikan gambaran nyata terhadap responden
Pengupahan Berkeadi lan Menurut Hukum Islam, Kajian terhadap UMP Jakarta Eva Zulfa N
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11752

Abstract

The disertation is to prove that there was a wrong government policy of establishing the Provincial Minimum Wage reffering to the living cost for single. Because of such reason, the wage paid to labour is always insufficient to meet the living cost for labour and his family. The minimum wage should cover the operational cost of labour, so they can work fully during one month. The data of the minimum wage applied in in Pulau Gadung Estate, Jakarta (JIEP) showed that the wage paid to workers were only able to survive. If the policy is continued to be kept, the labour can not improve their living quality, and event the labour will be poor forever.This disertation is an alternative solution to overcome low wage happened in Indonesia. The system found will result the optimalization of labour income as their right must be gained from the company, and further effect to the company, the company will gain more profit, and event the company will develop its business optimally. Wage labour system will combine shirkah-inanwaal-ijarah so it will have a form of sharing any profit among labour, management power and stake holder. Besides, the labour will get wage proper basic wages including basic salary and benefit.The disertation refuses the views:  firstly, employers and the Indonesia government bureaucracy have created the labour as a part of production, effientcy and attractor for investation with low wages. Secondly, Jack Stiber says that workers are human resource belong to companies like other resources such as machine, material, money and method. As a result, workers must be ready for ending their works anytime. For management, the workers can be conside, as things like other sources. This ways resulted outsourcing method of employing labour. Thirdly, a view of Abdurahman al-Maliki, said that the policy of wage is based on estimation of experts in manpower market stock exchange.This dissertation has supported related to the Naqvi’s opinion about the distribution of income should be separated from the concentration of the economic power dominated by certain people, but the economic power must orientate to maximize the total welfare. The dissertation also improve the opinion of Joseph Qardawi starting that wages of labour is given on basis of value of his  work and it is not just enough to eat and drink as a replacement  for the lost power, but the wage must also consider the workers’ participation as a profit generator. Mustajir must pay full wages ajir event though the workers are willing to accept under proper wage. According to the opinion of Banisadr, Islam  rejects all concepts related to the application where the human beings or some of the people receive and get a bigger wage than the others who out of their responsibility. Abdul Jalil combine the wage system between the principal wage with the incentive (gainsharing) with the term combination called as shirkah inanwa al-ijarah which is still normative. Thus, the three opinions above cannot be applied in the waging system in increasingly complex companies.This dissertation is a case study observing labour wage system in Jakarta Industrial Estate Pulogadung in view of business  men, labour  and goverment. The primary data was randomly gained through quesionares  and deep interview comparing with constitution nomor 13, 2003 and Islamic wage concept. The Interpretation of Islamic wage concept uses fenomenology method which is a research method that mixed a subjective interpretation in observation object. The involvement of researcher in the field observing the object becomes standard pattern.
Fikih Toleransi di Pesantren dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam Abdul Ghoni
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11748

Abstract

This study is conducted in order to analyze the fiqh of tolerance in traditional and modern pesantren. This study is a kind of Islamic sociology of law which analyzes empirically how the response of community toward the value of tolerance. This study uses quantitative method in order to know the level of tolerance of five pesantren in Java. Those pesantren are Darunnajah Pesantren in Jakarta (1961), Rafah Pesantren in Bogor (1997), Ibnu Abbas Pesantren in Klaten (2007) which represent modern pesantren and Babussalam Pesantren in Bandung (1981), Al-Ishlah Pesantren in Kediri (1954) which represent traditional pesantren. The result of this study indicates that the traditional pesantren is better than the modern pesantren on the level of external tolerance, while the modern pesantren is better than the traditional pesantren on the level of internal tolerance.  
Shari’a Politics: Islamic Law and Society in the Modern World JM. Muslimin JM. Muslimin
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11753

Abstract

Khilafah Perspektif Ahmadiyah: Studi Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Gondrong, Tangerang, Banten Ahmad Suhendra
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL INDO-ISLAMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/idi.v5i2.11749

Abstract

Khilafah Islamiyah merupakan konsep pemerintahan yang pada akhirakhir ini kembali mengemuka dan menjadi tuntutan sebagian umat Islam. Pasca reformasi, tepatnya tahun 2000-an, Hizbut Tahrir di Indonesia mengadakan seminar khilafah pertama kali. Setelah itu, mereka sangat gencar menggaungkan khilafah sebagai sistem negara ideal. Mereka sering melakukan kritik terhadap sistem demokrasi yang dianggapnya sebagai produk Barat. Isu khilafah kembali mencuat setelah gerakan yang menamakan dirinya Islamic State of Iraq and Syam(ISIS) yang mendeklarasikan Umar AlBaghdadi sebagai khalifah.Model yang disebutkan terakhir ini bahkan melayangkan aksi-aksi kekerasan. Jauh sebelum keduanya menggelorakan khilafah di tengah negara modern, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sudah menerapkannya. JAI menerapkan khilafah jauh sebelum Ikhwanul Muslimun mewacanakan sistem pemerintahan Islam tersebut.Sebab itu konsep dan sisten khilafah yang diterapkan Ahmadiyah menjadi menarik untuk diteliti. Masalah yang akan dijawab dalam artikel ini adalah bagaimana JAI di Kampung Gondrong menafsirkan dan mengimplementasikan Khilafah ala Minhaji anNubuwwah dalam konteks keindonesiaan? Dan mengapa khilafah ala Ahmadiyah dapat berjalan beriringan dengan sistem politik negara-negara, khususnya dengan sistem negara di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan itu maka dilakukan observasi partisipatif dan wawancara 

Page 1 of 1 | Total Record : 7