cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Tinjauan Amtsal dalam Al-Qur'an Muchtar Gozali
Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i1.6892

Abstract

Amtsal adalah bentuk jama' dan mistl. Secara istilah amtsal berarti perkataan orang yang bercerita, bertujuan menyamakan keadaan yang menjadi sasarannya. Seperti ungkapan; mungkin ada panah tanpa pemanah, maksudnya bisa saja terjadi musibah kna sasaran panah sendiri yang keliru. Secara mutlak misal dipakai untuk menybut keadaan, sifat dan kisah.
Akar Kesenian Dalam Al-Quran Uus Qusthalani Asep Saefulllah
Buletin Al-Turas Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5000.392 KB) | DOI: 10.15408/bat.v2i3.6955

Abstract

Islam lahir sebagai sistem agama dan budaya sekaligus sebagai sistem budaya. Kelahirannnya berhasil membangun sebuah agama dan bangsa yang menjadi satu. Sistem ini tidak saja melahirkan masyarakat beragama dari kesatuan bangsa danagama Islam tetapi juga melahirkan satu kebudayaan.kebudayaan yang lahir dari masyarakat beragama pada mulanya, mungkinjauh dai nilai-nilai agama itu karena masih kuatnya pengaruh tradisi/agama yang mendahuluinya.
Lukisan Kaca Cirebon "Konfigurasi Estetis Multidimensi (Napak Tilas Lukisan Kaca Khas Cirebon Generasi Pertama)) Imam Fathurrohman
Buletin Al-Turas Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5854.552 KB) | DOI: 10.15408/bat.v7i1.4091

Abstract

Konsep kebudayaan secara fundamental-komperhensif telah dikenalkan oleh para ahli antropologi pada pertengahan abad 19 terutama Edward Burnet Taylor (1871), Bapak Antropologi Dunia yang menyatakan pemikirannya mengenai terminologi kebudayaan secara definitif; That complex whole which imcludes knowledge, belief, art, morals, law, custom, and play other capabilities and habits acquiered by man as a member of society.
Description of vowel in the first grammatical work of Tamil and Arabic: A contrastive analysis D. Sundararaj
Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.387 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i1.4808

Abstract

Abstract Tolkāppiyam and Al-Kitāb, these two grammatical texts are belonging to two different languages Tamil and Arabic. Tamil is a Dravidian family and Arabic is a Semitic family with different writing systems (Tamil-left to right; Arabic-right to left).  These two grammatical texts are written in different historical period, Tolkāppiyam written in BC 300 and Al-Kitāb written in AD 800. Both are describes the vowels of respective language through different phonetic features. The main aim of this paper is to evaluate and analyze the articulatory treatment of vowels in the perspective of first grammatical work of respective languages. The first section of the paper is evaluating the articulatory treatment, theory, classification and phonetic frameworks of vowels in respective grammars, and the second section analyzing in contrastive and describes the commonness and differences between these two texts. This section finds out the commonness in the following features: articulatory treatment, descriptive and use of technical terms etc. The differences are found in the following features: order of the description of speech sounds, method of classification of vowels etc. ---AbstrakTolkāppiyam dan Al-Kitab adalah dua teks gramatikal yang menggunakan dua bahasa yang berbeda, yakni Tamil dan Arab. Ditinjau dari aspek rumpun bahasa, Tamil merupakan keluarga bahasa Dravida, sedangkan Arab adalah keluarga bahasa Semit. Sistem penulisan kedua bahasa itu berbeda bahasa Tamil memiliki sistem penulisan dari arah kiri ke kanan; sedankgan bahasa Arab memakai sistem penulisan dari arah kanan ke kiri. Kedua teks tata bahasa itu ditulis dalam periode sejarah yang berbeda, Tolkāppiyam ditulis dalam SM 300 dan Al-Kitab yang ditulis dalam AD 800. Keduanya menunjukkan vokal bahasa masing-masing, melalui fitur fonetik yang berbeda. Tujuan utama dari artikel ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis cara artikulasi vokal dalam perspektif  tata bahasa, bahasa itu. Bagian pertama dari tulisan ini mengevaluasi cara  artikulasi, teori, klasifikasi dan kerangka fonetik yang menunjukkan bunyi-bunyi vokal dalam tata bahasa masing-masing, dan bagian analisis kedua dilakukan tinjauan aspek kontrastif dan menggambarkan secara umum persamaan dan perbedaan antara dua teks tersebut. Pada kesempatan ini dipaparkan secara umum beberapa fitur antara lain: cara artikulasi, deskripsi dan penggunaan istilah teknis. Bertumpu kepeda beberapa fitur itu terdapat perbedaan yang ditemukan dalam fitur itu, yaknit: urutan deskripsi suara pidato, metode klasifikasi vokal dan beberapa fitur lainnya.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.4808
Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Kiprahnya dalam Pembangunan Nasional Ambary, Hasan Muarif
Buletin Al-Turas Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4889.52 KB) | DOI: 10.15408/bat.v2i3.6950

Abstract

Kegiatan arekologi di Indonesia telah dilakukan sejak abad XVIII, yaitu sejak kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia,meskipun pada awalnya kegiatan itu masih bersifat individu. Mulaiabad XIX hingga pertengahan abad XX kegiatan arkeologi di Indonesiaberkmbang pesat dengan dilakukannya serangkaian penelitian, pendokumentasian, pengamanan, maupun pemugaran terhadap terhadap tinggalanarkeologi.
Dinamika Kultural Tabot Bengkulu Rizqi Handayani
Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.93 KB) | DOI: 10.15408/bat.v19i2.3718

Abstract

AbstrakTabut Bengkulu adalah sebuah upacara keagamaan yang diadaptasi menjadi festival etnis kultural. Upacara in berasal dari tradisi sekte syiah yang berupaya mengenang kematian Husen di Padang Karbala, pada tahun 680. Upacara Tabot ini kemudian diklaim oleh orang Bengkulu sebagai warisan budaya. Dalam kasus ini, unsur keagamaan dalam upacara tersebut telah berkurang, sementara unsur etnis budayanya menjadi semakin kuat. Tradisi Tabot ini dibawah dari Irak ke selatan Asis oleh orang India pada tahun 136-1405. Kemudian, tradisi ini dibawa dari India ke Bengkulu oleh para muslim India yang bekerja di perusahaan Inggris India Selatan yang sedang mengerjakan proyek Fort Malborough pada tahun 1336. Jadi, para pekerja itu ada orang pertama yang menggelar festival Tabor tersebut di Bengkulu. Sejalan dengan perjalan waktu, bukang hanya orang Syiah India saja yang merayakan festival tersebut, tetapi juga orang Bengkulu sendiri. Saat para pekerja merayakan festival tersebut sebagai upacaa keagamaan, orang Bengkulu merayakannya sebagai upacara etnis kultural.---AbstractBengkulu’s Tabot is a religious-based ceremony, being adapted into an ethno-cultural festival.  Coming from Shi’i tradition of memorizing the moment of the Husain’s death in Karbala in 680. Tabot has changed to people festival which claimed by Bengkulu people as their cultural heritage. In this case, the religious element of Tabot has been reduced, while that ethno-cultural element exaggerated.  This tradition of Tabot was brought from Iraq to South Asia by Indian people in 1336-1405. Then, this tradition was brought from India to Bengkulu by Indian Muslims who were the workers of the English East India Company in building Fort Malborough in 1336. So, the workers were the first people who performed Tabot festival in Bengkulu. As time goes on, not only those Indian Shi’i-Muslim workers celebrated the ceremony of Tabot, but also other people of Bengkulu. While those workers and their early descendants celebrated that ceremony of Tabot because of their religious orientations, the other carried out that ceremony because of ethno-cultural orientation.
Asal Usul dan Perkembangan Bani Uwaih Azhar Saleh
Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.199 KB) | DOI: 10.15408/bat.v16i1.4274

Abstract

This article explains about BUwaihid Dynasty. First, it will explain about the root of the dynasty wich came from Dailam ethnic of Syirdil Awandan tribe lived in Jilan mountains, Iran. The founding of this dynasty were 3 brother, Ali, HAsan, and Ahmad (the second of Buwaih). Second, it will focus on the political achievements of the Buwaihid Dynasty wich are divided into jthree periods. Thhe first period(945-1012) was the time of power consolidation.  THe second period (977-1012) was the time of ruling wich was started with Adhud al-Daulah's success in conquering Baghdad and continued with the ruling of his descendents. The third period (1012-1055) was the time of ruling wich was started with Adhud al-Daulah's success in conquering Baghdad and continued with the ruling of his descendents. The third period (1012-1055) was the time of the declining of the ruling started in 1012 until 1055 with al-Malik al-rahim as the last ruler. During Buwaihid Dynasty there was a changing of the ruler from chaliph palace (Dar al-Khilafah) to the kingdom palace (Dr al-Mamlakah) wich was built by the Buwaih dynasty in Baghdad.
Fajar Islam Terbit Kembali di Spanyol Didin Saefuddin
Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.698 KB) | DOI: 10.15408/bat.v10i2.4136

Abstract

The building of The Great Masque of Granada Spain indicates the appearing of islamic movement There, the centre of islamic culture and maslem intellectuals will be developed as well as those of centuries ago 
Hubungan Keagamaan Di Antara Umat Islam Dan Umat Nasrani Sepanjang Sejarah Muchtar Aziz
Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i4.6871

Abstract

Dalam keyakinan kaum Muslimin, semua agama yang berasal dari Allah dinamkan agama Islam. Termasuk yangditurunkan kepada Nabi MUsa a.s. dan Isa a.s. (Yahudi dan Nasrani). Sementara itu, Al-Qur'an dengan jelas menuding umat Yahudi dan Nasrani telah memalsukan kitab suci Taurat dan Injil yang ada di tangan mereka. Dan menaruh rasa dendam ada ketidak senangan yang amat mendalam terhadap kaum MUslimin . Al-Qur'an juga menyebutkan diantara kedua pemeluk agama tersebut, umat Nasranilah yang terdekat hubungannya dengan umaat Islam. Dan yang paling keras terhadap ISlam adalahYahudi. Gamabran Al-Qur'an tersebut bukanlah untuk menyuburkan benih kebencian, akan tetapi lebih bersifat memberi ingat, agar kaum MUslimin berhati-hati dalam menjaga hubungan baik dengan mereka. Misalnya melarang umat ISlam mengangkat mereka menjadi pemimpin dan menggambarkan sifat mereka yang suka merendahkan Islam, dan bereprilaku buruk serta menyatakan bahwa kitab suci Taurat dan Injil, yang semula berasal dari Allah telah diganti dan dirobah oleh tangan manusia.
دور سلاطين المما ليك في تنمية الر كت العلمية اماني بر هان الد ين عمر لو بيس
Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.643 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i2.4238

Abstract

Dalam file scan

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue