cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Islam dan Kebangsaan: Pergumulan dalam BPUPKI, PPKI, dan Piagam Jakarta Ilyas Ilyas
Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.976 KB) | DOI: 10.15408/bat.v26i1.13921

Abstract

The state constitution is the guideline governing the life of the nation and state. Pancasila and the 1945 Constitution as the basis of the Indonesian state are not something given. Its formulation needed long stages, tough debates, and grueling trial process. This article aims to explore the historical evidences on the Muslim-Nationalists contribution to formulation of the Constitution of the Republic of Indonesia. The research uses historical methods, through literature review and interview record of historical actors; KH Masjkur (a member of BPUPKI), taken from the National Archives of the Republic of Indonesia. The research reveals that there were two main groups that contribute to the formulation of Pancasila and Constitution: Secular-Nationalist and Muslim-Nationalist. The struggle and sacrifice of these two groups finally reached an agreement for the unity of the country in which its pioneering stage had been done after the Proclamation of Independence on August 17, 1945. The analysis of the recorded oral history produces another findings that nationalist-Islamic figures such as; KH. Masjkur, KH. Abdul Wahid Hasyim, and KH Abdul Kahar Muzakkir contributed to the signment of the Jakarta Charter Pancasila. It can be concluded Pancasila is the joint work of the founding fathers of the Indonesian nation - especially Islamic nationalist figures- who had been marginalized in Indonesian historical narratives. Dasar negara adalah pedoman yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia, tidak terberi begitu saja. Perumusannya melalui tahapan panjang, perdebatan mewarnai selama proses persidangan yang melelahkan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bukti sejarah tentang kontribusi Islam terhadap bangsa dan negara, terutama dalam membentuk dasar negara Republik Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan mengunakan sumber kajian pustaka dan rekaman hasil wawancara dengan pelaku sejarah, KH Masjkur (Anggota BPUPKI), yang diambil dari Arsip Nasional Republik Indonesia. Hasil penelitan menunjukkan terdapat dua kelompok utama yang memberikan kontribusi pemikirannya dalam perumusan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, yakni; kelompok Nasionalis-Sekuler dan Nasionalis-Islam. Perjuangan dan pengorbanan kedua kelompok ini akhirnya tercapai kesepakatan demi persatuan yaitu Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Selain itu, bukti rekaman sejarah lisan tersebut memperlihatkan besarnya peran tokoh nasionalis-Islam seperti; KH. Masjkur, KH. Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdul Kahar Muzakkir, turut memberikan sumbangan pemikirannya mengenai dasar negara Pancasila. Dapat disimpulkan bahwa dasar negara Pancasila merupakan karya bersama para tokoh pendiri bangsa Indonesia – terutama tokoh nasionalis Islam, yang selama ini terpinggirkan dari narasi sejarah Indonesia. أساس الدأساسان للدولة الإندونيسية ليستا شيئًين مُعطىين. و احتاجت صيغته إلى مراحل طويلة و مناقشات صعبة وعملية تجريبية مرهقة. و يهدف هذا البحث إلى وصف الأدلة التاريخية حول مساهمة الإسلام في الأمة والدولة، لا سيما في تشكيل أساس جمهورية إندونيسيا. و تستخدم هذه الورقة طريقة البحث التاريخي، من خلال استخدام مراجعة الأدبيات وتسجيل نتائج المقابلات مع الفاعل التاريخي، الحج مشكور (عضو BPUPKI) مأخوذة من الأرشيف الوطني لجمهورية إندوولة هو المبدأ التوجيهي الذي يحكم حياة الأمة و الدولة. البانشاسيلا و دستور 1945 نيسيا. و استنتج الباحث أن هناك مجموعتين رئيسيتين ساهما في تأسيس بانشاسيلا و دستور 1945: الجماعة القومية العلمانية و والجماعة القومية الإسلامية. الكفاح والتضحية يحقق إلى الاتفاق على الوحدة وهو إعلان الاستقلال في 17 أغسطس 1945. بالإضافة إلى ذلك، فإن الأدلة على السجل التاريخي الشفوي توضح الدور الكبير للشخصيات القومية الإسلامية مثل الشيخ الحج مشكور و الشيخ الحج عبد الواحد هاشم، والشيخ الحج عبد القهار مذكر الذين ساهموا في تأسيس بانشاسيلا. و استنتج ي الباحث أن أساس ولاية بانشاسيلا هو العمل المشترك للشخصيات المؤسسة للأمة الإندونيسية – و خاصة الشخصية القومية الإسلامية غير المكتوبة في التاريخ الإندونيسي.
Simbol-Simbol Relijius Dalam Seni Bangunan Masjid Kuno di Jawa Hikmah, Ummul
Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v1i1.6769

Abstract

Agama dan Seni Dalam sistem Budaya Islam di Indonesia. Agama dan senimempunyai hubungan yang mesra, meskipun sulit teru merumuskan bagaimanakahunsur an estetis berintegrasi dalam sistem keagamaan dan unsur agamamenyusup dalam kesenian.
Nisbat Gelar Daulah di Masa Pemerintahan Bani Buwaih (334-447 H/ 945-1055 M) Nurhasan Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v7i12.6906

Abstract

Dinasti Abbasiyah adalah pengganti dinasti Bani Umayyah. Dalam perjalanan sejarahnya selama 500 tahun lebih (132- 656 H 750-1258 M), dinasti ini mengalami pasang surut dalam pemerintahannya. Keadaan pasang surut ini sebagaimana dikatakan Harun Nasution dikarenakan khalifah Abbasiyah tidak secara terus-menerus dan berkesinambungan memegang tampuk pemerintahan. Meskipun Bani Abbas tetap berstatus sebagai kepala negara (khalifah), namun jabatan kepala pemerintahan (Wazir/ sulan) kerap kali berpindah tangan dari satu dinasti (keluarga) kepada dinasti lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan Abbasiyah. Salah satu dinasti yang pernah memerintah di dalam kekuasaan Abbasiyah adalah Bani Buwaih dariPersia (Iran) antara 334-447 H/ 945-1055 M.
Jalinan Institusi Pendidikan Tinggi Islam di Malaysia dan Indonesia Rahimin Affandi Abdul Rahim, Abdul Halim Mat Diah Moh. Faisol Abdul Hamid
Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2578.377 KB) | DOI: 10.15408/bat.v15i1.4314

Abstract

Abstract: In academic world there is an axiom which declares that every science discovered by human being through scientific research should be based on solid theoretical framework which will be used as a way of thinking paradigm or solving problem philosophy. This paradigm should be in dynamic condition and used to solve problematic issues. revewing process to clarify the truth of the theory is applicable to all knowledge, such as religion, pure and social science. In order to develop link between Indonesia and Malaysia educational institution, an altemative paradigm framewrok is needed to be put into action. This alternative paradigm is a necessity to discuss the history of the development of Islam in Malay region which is suited with lslamic worldview as well as the unique and specific nature of Malay.
Masa Awal Kedatangan Islam di Daerah Pesisir di Indonesia dan Kondisi Masyarakatnya Misbah, Muhammad Ma'ruf
Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2580.945 KB) | DOI: 10.15408/bat.v9i2.4113

Abstract

Dalam kajian sejarah, dapat diketahui bahwa pada abad ke-7 M, terdapat hubungan perda- gangan antara para pedagangdari mancanega- ra dengan bangsa Indonesia. Adanya hubungan perdagangan tersebut, merupakan suatu fakta sejarah yang "menggambarkan adanya hubung an internasional bagi bangsa Indonesia Selan- jutnya, dapat diketahui pula bahwadi antara pedagang-pedagang mancanegara tersebut. ter- dapat para pedagang Muslim dari Arab dan kawasan lainnya.
Politeness Strategies of The Panders in Women Trafficking Ike Revita; R. Trioclarise; Nilla Anggreiny
Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.2 KB) | DOI: 10.15408/bat.v23i1.4810

Abstract

AbstractWomen trafficking is a kind of activity in which women are exploited. In women trafficking activity , there is no consideration of women’s right. The target is those women can be used to get money as much as possible. The women can become the victim of women trafficking is due to the ability of the panders in doing persuasion. Through various strategies, these panders are successful in pushing these women to fall into this inhuman activity. One of the strategy is by politely ensuring them. This writing is aimed at describing the politeness strategy used by panders in persuading women to be the victim of women trafficking. The research is conducted in West Java (Bekasi, Cirebon, and Indramayu). The data are any utterances of the panders in persuading the women to be the victim of women trafficking. Observational method with note-taking, recording, and interviewing is used to collect data. The analysis is done by pragmatic and referential identity method related to the concept of politeness proposed Brown and Levinson (1987), Oktavianus and Revita (2013), Leech (2014), and Mira (2010). The result of analysis is descriptively presented. Having analyzed data, it is found that there are four politeness strategies used by the panders in woman trafficking activities. They are ( (a) bald on record; (b) positive politeness; (c) negative politeness; and (d) off record.---AbstrakPerdagangan perempuan merupakan bentuk kegiatan ekploitasi perempuan. Di sini, perempuan dijadikan sebagai ajang komoditas. Tujuannya adalah utk menjadikan perempuan sebagai alat pencari uang sebanyak2nya.  Perempuan sdh banyak yg jadi korban praktik perdagangan perempuan paracalo nakal. Mereka (Paracalo) ini berhasil menjerat para perempuan dg menggunakan berbagai strategi. Salah satu strateginya adalah dg cara meyakinkan/membujuk sikorban. Tulisan ini bertujuan utk memaparkan strategi paracalo dlm menjerat korbannya.  Penelitian ini dilakukan di wilayah Jawa Barat (Bekasi, Cirebon, and Indramayu). Data penelitian ini diambil dari keterangan paracalo perdagangan perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dg mencatat, merekam, dan melakukan wawancara. Teknik analisi yg digunakan adlh analisis pragmatik dan metode identitas referensi yg relevan dg konsep “kesopanan” yg diusung olh Brown and Levinson (1987), Oktavianus and Revita (2013), Leech (2014), and Mira (2010). Data yg sdh terkumpul dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan ada empat macam strategi kesopanan yg digunakan olh paracalo dlm mendekati mangsanya: (a) bald on record; (b) positive politeness; (c) negative politeness; and (d) off record. Kata kunci: strategi kesopanan, perdagangan perempuan, korban, calo, perempuan.DOI: 10.15408/al-turas.v23i1.4810
Khasas al-Manhaj al-Lughawi 'Inda Jalaludin 'Abdurrahman al-Suyuti Ahmad Akrom Malibary
Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v11i2.6782

Abstract

Imam al-Suyuthi sebagai linguis banyak menghasilkan karya-karya bermutu di bidang kebahasaan Arab. Penulisan karya-karyanya itu secara umum mengesankan keterkaitan antara bahasa Arab dengan ilmu-ilmu Islam, mengingat adanya saling pengaruh antara ilmu-ilmu Islam tersebut Antara Ulum al-Qur'an/ Tafsir, Hadis, Ushul Fiqh, Ilmu Kalam, ilmu-ilmu bahasa Arab, dan ilmu-ilmu lain, satu dengan yang lain terjalin dan terikat oleh kesamaan sumber, yakni al-Qur'an, yang dari padanya ilmu-ilmu tersebut digali dan dikembangkan. dari sini mudah dipahami bahwa metode kajian kebahasaan al-Suyuthi ternyata memiliki karakteristik tertentu yaitu; keterpengaruhan al-Suyuthi oleh al-Qur'an metode ulama-ulama Hadis, metode ahli-ahli ushul Fiqh, dan metode para Fuqaha.
Probematika Agama dan Negara: Perspektif Sejarah Zakiya Darajat
Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.261 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i1.8682

Abstract

Discourse on the relationship between religion and state seems to be a discourse that never ends to be discussed. The emergence of a statement of President Jokowi on March 24, 2017 which discourse the separation between religion and politics immediately launched a public reaction. Some agreed, but many also criticized. For those who agree with the statement Jokowi reasoned that religion is often used as a politician tool that has the potential to divide the nation. But for those who reject Jokowi's statements argue that the separation of religion from the state is the same as denying the basis and philosophy of the state which has historically been extracted from the values of the religiosity of the Indonesian nation itself. Using historical, sociological and political approaches, this article intends to analyze how discourses on the relation between religion and state taking place in Indonesia in the historical perspective, as well as the problems it causes. This paper proves that although experiencing ups and downs, judging from the historical geneologi, the life of the nation and the state of Indonesia can not be separated from the values of religiosity. Both are always symbiotic mutualism. Putting the Godhead of the One Supreme God as the first principle in Pancasila, is in fact an acknowledgment of the importance of religious values in the life of the nation and the state.---Diskursus tentang relasi antara agama dan negara seolah menjadi wacana yang tak pernah usai untuk dibahas. Munculnya statemen Presiden Jokowi pada 24 Maret 2017 yang mewacanakan pemisahan antara agama dan politik segera menyeruakkan reaksi publik. Ada yang mengiyakan, tapi banyak juga yang mengecam. Bagi yang setuju dengan statemen Jokowi beralasan bahwa agama sering kali dijadikan sebagai alat politisasi yang berpotensi memecah belah bangsa. Namun bagi mereka yang menolak statemen Jokowi berargumentasi bahwa upaya pemisahan agama dari negara sama halnya dengan mengingkari dasar dan falsafah negara yang secara historis justru digali dari nilai-nilai religiusitas bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan menggunakan pendekatan sejarah, sosiologis dan politik, artikel ini bermaksud menganalisis bagaimana diskursus tentang relasi antara agama dan negara yang terjadi di Indonesia dalam perspektif sejarah, serta problematika yang ditimbulkannya. Tulisan ini membuktikan bahwa meskipun mengalami pasang surut, dilihat dari geneologi kesejarahan, kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai religiusitas. Keduanya senantiasa bersimbiosis mutualisme. Diletakkannya Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam Pancasila, sejatinya merupakan  sebuah pengakuan akan pentingnya nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengenal Tradisi Arabistika di Rusia Jamaludin Z, Wan
Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.064 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i3.4226

Abstract

ABSTRAK: Russian interested to the great tradition of science and civilization such as Byzantium and Arab as reffererencein building their scientifical tradition in any diciplines and fields of studies like astronomy, astrology, and medical.This assimilation process between Russian and Arab has persisted since 9th-17th, which constructed in three main resourcessuch as linguistics, literature, and history of Islamic culture or orientalism.
The Discovery of Oil And The Urgency of The Dutch Indies Mining Act 1899 Setiawan, Agus
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v21i2.3844

Abstract

AbstractThis article describes the historical background of the passing of the Dutch Indies Mining Act of or the Indische Mijnwet, the factors that led to the passing of the Act, and the obstacles and the responses of some parties to the act. Various factors that influenced the passing of the act were not separated from the changes within the political situation in The Netherlands and in the archipelago itself regarding the relationship between the Dutch and other powers, such as the British and local authorities, as well as the expansion of markets and production that were carried out by American oil companies in Asia. The American oil companies’ efforts to set foot in the Dutch Indies were a threat to the dominance of the oil companies in the Dutch Indies, and the Dutch Indies Mining Act was one legal obstacle for the existence and expansion of American oil companies that sought to dominate oil exploration in the Dutch Indies.---AbstraksiArtikel ini menjelaskan tentang latarbelakang sejarah pemberlakuan Undang-Undang Pertambangan Hindia Belanda Indische Mijnwet, yaitu faktor-faktor penyebab, dan hambatan-hambatan serta respon dari beberapa kelompok terhadap adanya Undang-Undang tersebut. Banyaknya faktor yang mempengaruhi pemberlakuan Undang-Undang tersebut tidak terlepas dari perubahan situasi politik di Belanda dan Indonesia  yang masih memiliki keterkaitan hubungan antara Belanda dan para penguasa lainnya, seperti pemerintah Inggris dan pemerintahan setempat serta adanya eskpansi pasar dan produksi yang dibawa oleh perusahaan minyak Amerika di Asia. Adanya usaha-usaha perusahaan minyak Amerika untuk melebarkan sayap  ke Hindia Belanda menjadi sebuah ancaman terhadap dominasi perusahaan minyak bagi Hindia Belanda sendiri. Dan Undang-Undang Pertambangan Hindia Belanda merupakan salah satu masalah hukum terhadap keberadaan dan ekpansi perusahaan minyak Amerika yang akan mengeksplorasi minyak di Hindia Belanda.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue