cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
تحفة الطالب المبتدي ومنحة السالك المهتدي (دراسة فيلولوجية) رحمان فؤادي
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.759 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3833

Abstract

تجريداتخذّ الباحث ذلك الموضوع مادة دراسته العلمية في هذا البحث نظرا تأسيسا على أن تراث هو ما تملكه أمة من تاريخ عريق، وآثارها ومتقيناتها الثقافية قد تكون في صورة كتاب أو تمثال منحوت أو نقش على جدار أو مخطوطة، وهذه تحكي في صمت تاريخ وحياة أجيال هذه الأمة وتحتوي على أخبار ثمينة وتدلّ على الثقافة والحضارة. وتعتبر كل نسخة من المخطوطات القديم شاهدا على وجود الحضارة القديمة وهي تحكي حكاياتها وتسرّ أسرارها. وبالمعلوم أن الإسلام دين كريم يغيّر حضارة الشعوب على سلوكها وأخلاقها وعقيدتها، وكان انتشاره ناجحا بفضل التصوف لأنه يقف موقف التسامح للحضارة المحلّية. وفي مستهلّ القرن السابع عشر، كان تطوّر التصوّف في اندونيسيا يتّجه باتجاه فلسفي وجودي يتأثر بفلسفة ابن عربي الصوفية. وهذه التعاليم لها تأثيرات قوية حول المجتمع ولا ينقرض تطوّرها إلى اليوم. ومن هنا كان لهذا التراث أهمة كبرى وفوائد جمة في حياة الشعوب الطموحة التي تسعى إلى معرفة الحياة بحقائقها.فحدّد الباحث دراسته على النسخة المختارة التي تكون أساسا للتحقيق لأن وجد الباحث ثلاث نسخ لمخطوطة تحفة الطالب المبتدي ومنحة السالك المهتدي التي تحتوي على موضوع التصوّف الفلسفي، وهناك اختلافات بين تلك النسخ. ومن وجود هذه الاختلافات، كان تحديد النسخة التي ستكون أساسا للتحقيق يحتاج إلى مقارنة بين النسخ. ومن التعاليم في هذه النسخة يحتاج إلى كشف محتوياتها. فينهج الباحث في دراسته منهجا أساسيا وديبلوماتيكيا باستخراج المادات المناسبة بها من المراجع.والخلاصة من البحث من هذه الدراسة وجود النسخة المحقق من حيث الكتابة وتقديم محتويات النسخة الواضحة المنظّمة من القفرات لتسهيل فهم النسخة والتعاليم فيها.
Slavery in Narrative of the Life of Frederick Douglas by Himself Suparman Suparman
Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5193.729 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i1.4219

Abstract

Pendekatan obyektif dalam tulisan ini dipakai untuk mengungkap elemen praktik slavery dalam Narative of the Life of Frederick Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen slavery dapat diketahui melalui apa yang dijalani. Tema besar karya ini adalah perbudakan kulit putih terhadap kulit hitam (negro) di Amerika Serikat. Slave benar-benar diperlakukan seperti binatang. Mulai dari cara memberi makan yang kurang dan disatukan dengan binatang, tidak diberi pakaian yang cukup; tidur sekandang dengan babi, kuda, atau hewan lain; tidak diberi kesempatan untuk istirahat/ tidur cukup; dilarang untuk belajar; dipaksa kerja keras tanpa berhenti; dipaksa mengembalikan upah hasil jerih payahny; kaum perempuan dicambuk dan disika setengah mati, bahkan tidak hanya itu, anak-anakpun disiksa hinggameninggal. Semua itu adalah contoh kebiadaban para slaveholder.
Busana, Tubuh, dan Maskulinitas Hegemonik dalam Novel No Knives in the Kitchens of This City Muhammad Habib Akbar
Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.917 KB) | DOI: 10.15408/bat.v26i1.13986

Abstract

This article discusses how the author describes Sawsan's body and clothing and whether Sawsan is controlled by a system of hegemonic masculinity and male gaze. This study uses descriptive-analytical method to get a detailed description or description of the main character in Khaled Khalifa’s novel No Knives in the Kitchens of this City as the object of the study. The data in this study are all corpuses related to the main character collected by marking, rewriting, and grouping according to the research questions raised. All data collected ware analyzed qualitatively with relevant concepts and approaches. The study indicates that the main character, Sawsan, was a woman who opposes and even destroys the rules and customs of her family and is dubbed as irrepressible. In addition, this study also shows that Sawsan looked an independent and uncontrolled woman; though her body and clothing remain under control of a system that occupied her perception of herself as a woman. Based on the data analysis it can be concluded that Sawsan is dominated by male perceptions including hegemonic masculinity and man's gaze towards her body that influenced her psychological conditions such as being proud, confident, and insulted. Artikel ini membahas bagaimana pengarang mendeskripsikan tubuh dan busana Sawsan dan apakah Sawsan terkontrol dengan suatu sistem yang disebut maskulinitas hegemonik dan male gaze.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mendapatkan deskripsi atau uraian detail mengenai tokoh utama di dalam novel No Knives in the Kitchens of this City karya Khaled Khalifa sebagai objek kajiannya. Data dalam penelitian ini adalah seluruh korpus yang berhubungan dengan tokoh utama yang dikumpulkan dengan cara menandai, menuliskan kembali, dan mengelompokkan sesuai dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Seluruh data terkumpul dianalisis secra kualitatif dengan konsep dan pendekatan yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Sawsan merupakan seorang perempuan yang menentang bahkan merusak tata aturan dan adat istiadat keluarganya sehingga dijuluki sang pemberontak. Selain itu, hasil penelitian ini juga memperlihatkan meskipun Sawsan terlihat sebagai seorang wanita yang mandiri, bebas, dan tidak bisa diatur; tubuh dan busananya tetap terkontrol oleh suatu sistem yang menguasai persepsi akan dirinya sendiri sebagai seorang wanita. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa Sawsan dikuasai oleh persepsi laki-laki termasuk maskulinitas hegemonik dan male gaze terhadap tubuhnya dan mempengaruhi keadaan jiwanya seperti membuat bangga, percaya diri, dan terhina. يكشف هذا المقال عن شخصية سوسان في رواية خالد خليفة بعنوان " لا سكاكين في مطابيخ هذه المدينة"، وهي امرأة متمردة تعارض قواعد عائلتها وتُلقب بـ "المتمردين". على الرغم من أن سوسن تبدو مستقلة ولا يمكن التحكم فيها، إلا أن جسمه وملابسه يسيطر عليهما نظام يتحكم في تصوره لنفسه. و تتناول هذه الدراسة كيف يصف المؤلف جسد سوسن وملابسه وما إذا كان سوسان يسيطر عليه نظام يسمى الذكورة المهيمنة ونظرة الذكور أو نظرة الذكور. و تستخدم هذه الدراسة طربقة وصفية تحليلية للحصول على بيانات وصفية من الوصف والتفاصيل في الرواية. بناءً على تحليل البيانات، استنتج الباحث أن سوسن تهيمن عليه تصورات الرجال بما في ذلك الذكورة المهيمنة ونظرة الذكور نحو جسمه وتؤثر على حالته العقلية مثل جعله فخورًا، واثقًا، ومهينًا.
Penghulu dan Kyai di Karesidenan Cirebon Semangat Keberagamaan dan Berpolitik pada Awal Abad ke-20 Imas Emalia
Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.984 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i2.4228

Abstract

History of the Indonesian Islamic devlopment in the dutch colonial era is very interisting to be researched. one of them is about the role of the Muslim Scholars (kyai and penghulu). Penghulu when becames colonial bureaucrat is critized by kyai because he defends a colonial interest while kyai fights them
“Deiksis” dalam Kumpulan Cerpen Al-Kabuus Tinjauan Sosiopragmatik Darsita Suparno
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.297 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i2.3846

Abstract

AbstrakPenelitian ini berupaya untuk menggambarkan pemakaian deiksis dalam teks terjemahan berbahasa Indonesia dari bahasa sumbernya, bahasa Arab. Deiksis dipahami sebagai bagian dari studi pragmatik, dengan begitu deiksis merupakan salah satu objek bidang kajian dari pragmatik. Masalah dalam penelitian ini: 1) bagaimanakah jenis-jenis deiksis; 2) bagaimanakan maksud dibalik penggunaan deiksis sosial pada kumpulan cerpen Al-Kabuus. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan aneka jenis deiksis, 2) mendeskripsikan maksud penggunaan deiksis sosial pada kumpulan cerpen Al-Kabuus.Objek penelitian yang dikaji adalah jenis, maksud serta hubungan deiksis sosial dengan  yang terdapat pada cerpen Al-Kabuus. Subjek penelitiannya adalah cerpen karya Najib Kailani yang diterjemahkan oleh Zuriyati. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, klausa, kalimat yang di dalamnya terdapat jenis dan maksud penggunaan deiksis sosial dalam cerpen Al-Kabuus. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 20 cerpen dari Al-Kabuus diperoleh 60 deiksis sosial, terdapat 5 deiksis sosial jenis gelar, 4 deiksis sosial jenis jabatan, 12 deiksis sosial jenis profesi, dan terdapat 36 deiksis sosial jenis julukan.---AbstractThis study attempted to describe the use of deixis in Indonesian language translation text from the source language, Arabic. Deixis understood as part of a pragmatic study, so deixis is one of the object field of study of pragmatics. The problem in this research: 1) how the types of deixis; 2) how is the intention behind the use of social deixis on a collection of short stories Al-Kabuus. Goals to be achieved in this research are: 1) to describe the various types of deixis, 2) describe the intended use of social deixis on a collection of short stories Al-Kabuus.The object of research by reviewing the type, purpose and relationship with the social deixis contained in Al-Kabuus short stories. Subject of research is the short story by Najib Kailani translated by Zuriyati. The data in this study are words, phrases, clauses, sentences in which there are different types and the intended use of social deixis in short stories Al-Kabuus. Sources of data in this study consisted of primary data sources and secondary data sources.Data collection techniques in this study using documentation. The results of this study indicate that as many as 20 short stories from Al-Kabuus obtained 60 social deixis, social deixis there are 5 types of titles, positions four types of social deixis, social deixis 12 kinds of professions, and social deixis there are 36 kinds of nicknames.
Kajian Filologi: Penelitian Naskah-naskah Arab Mengejar Ketinggalan Oman Fathurahman
Buletin Al-Turas Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.731 KB) | DOI: 10.15408/bat.v5i8.4355

Abstract

Dalam bentuk scan
Reorientasi Dan Strategi Pembelajaran Keterampilan Mengarang Muhbib Abdul Wahab
Buletin Al-Turas Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v6i10.6881

Abstract

Insya' (mengarang, menulis karangan) mrupakan salah satu keterampilan berbahasa aktif yang perlu mndapat perhatian tersendiri, baik oleh tenaga pengajaran maupun oleh mahasiswa yang mempelajarinya. Keterampilan menulis ini dapat diorientasikan pada ekspresi fungsional (al-ta'bir al-wazhify) dan ekspresi kreatif (al- ta'bir al-ibada'iy). Yang pertama dimaksudkan sebagai ekspresi dan komunikasi dengan sesama dalam rangka mengorganisasikan dan memenuhi  kebutuhan hidup (seprti menulis surat, mengisi formulir, menulis laporan, makalah, dan sebagainya); sedangkan yang kedua dimaksudkan sebagai ekspresi perasaan, kegalauan jiwa, suasana batin, dan sebagainya yang dibahasakan dengan ungkapan-ungapan sastra yang indah.
Integrasi Interpretasi Makna Kata Khalifah: Respon terhadap Gerakan Hizbuttahrir di Indonesia Muhammad Shodiq; Mauidlotun Nisa
Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2920.071 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i2.13089

Abstract

Tulisan ini berupaya mengintegrasikan interpretasi tekstual dan kontekstual kata Khalifah QS. Al-Baqarah ayat 30 dalam merespon gerakan Hizbuttahrir di Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep Ali Reza'i Isfahani dalam bukunya The Logic of the Exegesis of the Quran) tentang tahapan berfikir kontekstual integratif mulai dari konteks literal, kronologi, hukum, hingga konteks kontemporer. Setelah itu, disimpulkan dengan tahapan mulai dari memahami tujuan ayat, melepaskan subjektifitas (lokalitas) tempat, masa, dan pelaku, mengambil kaidah universal Ayat, dan menerapkan pada objek baru. Data penelitian ini adalah interpretasi kata khalifah dengan metode jami’ (komprehensif) yang menalar logika interpretasinya berdasarkan prinsip-prinsip metodologi integratif seperti Thaba'thaba'i, Makarim Shirazi, Javadi Amuli, Reza'i Isfahani, Fakhruddin Al-Razi, dan M. Quraish Shihab. Interpretasi kontekstual integratif kata Khalifah pada QS. Al-Baqarah [2]: 30 adalah bahwa manusia pilihan sebagai khalifatullah bukan manusia secara umum tapi adalah manusia terpilih yang suci yang senantiasa ada dalam setiap generasi umat manusia, dan dalam hal ini di ayat yang dimaksud terimplemantasi dalam wujud Nabi Adam As. Dengan demikian interpretasi kata khalifah tidak relevan dengan konsep khilafah Hizbuttahrir di Indonesia. This paper seeks to integrate textual and contextual interpretations of the word Khalifah QS. Al-Baqarah verse 30 in response to the Hizbuttahrir movement in Indonesia. This research uses the concept of Ali Reza Esfaha in his book The Logic of the Exegesis of the Quran), that is mentioned about the stages of integrative contextual thinking starting from the literal context, chronology, law, to the contemporary context. After that, it is concluded with the stages starting from understanding the purpose of the verse, releasing the subjectivity (locality) of the place, time, and actor, taking the universal rules of the verse, and applying it to the new object. Therefore, this research data is the interpretation of the word caliph with jami '(comprehensive) method which makes sense of the logic of interpretation based on the principles of integrative methodology such as Thaba'thaba'i, Makarim  Shirazi, Javadi  Amuli, Reza'i Isfahani, Fakhruddin Al-Razi, and M. Quraish Shihab. The integrative contextual interpretation of the Khalifah words in QS. Al-Baqarah [2]: 30 is that the chosen human being as khalifatullah is not a human being in general but is a chosen holy person who is always present in every generation of humanity, and in this case the verse in question is implemented in the form of the Prophet Adam. Thus the interpretation of the word caliph is not relevant to the Khilafah concept of the Hizbuttahrir in Indonesia.
Film Indonesia “Do’a untuk Ayah” Tinjauan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Darsita Suparno
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.931 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3824

Abstract

AbstrakTulisan ini menyajikan hasil analisis unsur intrinsik, ekstrinsik dan tinjauan sosial budaya tokoh dalam film “Doa untuk Ayah”. Ada tujuh unsur intrinsik yang ditelaah, yaitu: 1) tema; 2) latar; 3) penokohan; 4) alur; 5) proses kejiwaan; 6) gaya bahasa; 7) sudut pandang.  Untuk memahami unsur ekstrinsik digunakan pendekatan sosiologi melalui dua aspek yaitu: 1) tindakan sosial dan 2) interaksi sosial. Selanjutnya, tinjauan sosial budaya diperlukan untuk mengetahui latar belakang sosial budaya para tokoh dalam film.Kajian ini berargumentasi bahwa karya film merupakan karya yang faktanya diangkat dari kehidupan sehari-hari yang telah dibubuhi imajinasi sutradara pembuat film.Atas dasar itu karya film diidentikan dengan karya sastra. Untuk memahami unsur intrinsik sastra digunakan teori Wellek and Austin (1956), sedangkan cara melihat unsur ekstrinsik digunakan cara yang disarankan oleh Mahayana (2007), demikian pula untuk meninjau latar sosial budaya digunakan Murdiyatmoko (2014). Data menunjukkan bahwa dalam berbagai episode film terdapat ujaran-ujaran berbahasa Indonesia yang menggunakan gaya bahasa personifikasi, ironi dan paradox. Dengan mempertimbangan tiga aspek intrinsik, ekstrinsik dan tinjauan sosiologi setiap karya film dapat diberi makna yang bersifat multitafsir, tergantung dari sudut pandang masing-masing penonton melihat suatu film.---AbstractThis paper presents the analysis of Indonesian film which contains several aspects of education character. The question of this study is how the instrinsic elements, extrinsic and social culture shownin this film? The goal of this research is to find out the element of intrinsic, extrinsic and socio-cultural aspects in the film "A Pray for My Father". The paradigm of this research uses linguistics aspects, especially syntax, to analyze lingual units in this film. The research method is an observation method refers to the technical note (Sudaryanto, 1998). The researcher found seven intrinsic elements, such as 1) the theme; 2) background; 3) characterization; 4) plot; 5) mental process; 6) style; 7) and point of view. To understand the extrinsic elements, the researcher uses sociological approach through two aspects: 1) social action and 2) social interaction. This study argues that the film is in fact out of the real life life. Based on the literature study, this film is identified as literary. To understand the intrinsic elements of the theory of literature, the researcher uses Wellek and Austin (1956) and Mahayana (2007) for the extrinsic elements. To review the socio-cultural background, the writer uses Murdiyatmoko (2014). The data show that some episodes, the language utterances used in this film embody personification style, irony and paradox. It considers three aspects of the intrinsic, extrinsic and review sociological aspects. This film can pose multiple interpretations, depending on the audiences’.
Persepsi Orang Rimba Terhadap Hutan dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Sosial Takiddin Takiddin
Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2339.561 KB) | DOI: 10.15408/bat.v18i2.4296

Abstract

Forest people perceive forests asliving quarter stomaintaint their existence is the face of the earth. They saw the forest as their homes. They do not have a permanent home, as usual modern humanism general. They made the house just enough to protect them from rain and heat. Their house isshapedlike a very simple ordinary tents they calls udung. Their perception of space also affect show these tribes make ends meet. Traditionally basically staple food needs and another needs can be metby the forest. Their traditional way of life consists of hunting and gathering.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue