Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (1999): Refleksi"
:
12 Documents
clear
Seni Membaca Al-Qur'an (Qira'at): Sejarah dan Perkembangan
Hamdani Anwar
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25750
Pembahasan tentang qiraat merupakan salah satu kajian yang sangat fundamental dalam ulum al-Qur'an. Sebab hal ini berkaitan erat dengan bermacam hal yang dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah. Cara membaca ini dinilai juga merupakan salah satu bukti keautentikan al-Qur'an. Kenyataan membuktikan bahwa melalui riwayat yang sahih dan bahkan mutawatir para Imam qiraat mengajarkannya dengan teliti dan secara bertemu langsung (musyafahah). Selain itu dalam implikasinya, perbedaan cara membaca mungkin dapat menyebabkan ketidaksamaan dalam menetapkan hukum yang terkandung dalam suatu ayat. Bias yang demikian dapat pula terjadi pada sisi lain dari ajaran Islam, seperti akidah, akhlak dan lainnya.
Membingkai Pesan Moral Al-Qur'an tentang Ahli Kitab
Ismatu Ropi
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25755
Pembicaraan tentang siapa dan bagaimana Ahli Kitab sebenarnya bukanlah persoalan yang baru dalam khazanah pemikiran para Islamisis dan sarjana Muslimin. Charis Waddy, sebagai misal, pernah mengekspresikan suatu harapan akan munculnya suatu studi tentang hubungan agama-agama dengan titik awalnya adalah konsep Ahli Kitab. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Edith S. Engel, John Barton dan Heilmen yang menelusuri sejarah tiga agama monotheistik (Yahudi, Kristen dan Islam) dengan semangat pencarian kedamaian yang lapang.
Al-Zamakhsari and the Miraculous Nature of Al-Qur'an
M. Amin Nurdin
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25751
When al-Qur'an was sent down to the Arab people, the bigger part of them did believe in it, while some did not believe that it is the revelation from God. Among those who disbelieved they actually did kwon the i'jaz aspect of al-Qur'an. This was proved when they tried to match the eloquence of al-Qur'an, which then occurred to be a failure.
Tafsir sebagai Hermeneutika Islam: Kajian dan Terapan
Fariz Pari
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25752
Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad untuk menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan ini. Al-Qur'an berisi ayat-ayat yang arti etimologisnya "tanda-tanda", dalam bentuk bahasa Arab. Di samping al-Qur'an, ayat atau tanda yang diberikan Allah kepada makhluknya adalah dalam bentuk alam raya dan dalam diri manusia itu sendiri.
"Muslim Christology": The Islamization of the Gospels in the Muslim Biblical Scholarship
Dadi Darmadi
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25753
This paper tries to discuss the biblical texts and their interpretation in the Islamic tradition. It will essentially explore the specific relations between the Qur’an, and the Bible, and how some Muslim scholars interpret the biblical text in accordance with the Islamic doctrines. Even though the term “Islamization” of the Gospels has not been widely refereed to this as one of the major features of the Qur’anic discussion on Jesus and Christian tradition.
Tahrif in the Scripture: A Study of Ahmad Khan's Tabyin al-Kalam
Yusuf Rahman
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25749
Muslim belief in the tahrif ("corruption") of Christian and Jewish scriptures has, from the beginning, been a major factor in Muslim polemics with Chistians and Jews. However, just as Muslims have tried to prove tahrif, the latter have tried to refute this and to assert that Muslims themselves have altered the Qur'an.
Fenomena "Seribu Wajah" Gus Dur
Zainul Milal Bizawie
Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25754
Sebagai fenomena, pembicaraan tentang Gus Dur, panggilan akrabnya KH. Abdurrahman Wahid, sering terjebak pada tudingan kontroversial yang dialamatkan pada berbagai pernyataan dan pemikirannya. Tak ayal bahwa sebagai intelektual yang sekaligus sebagai pemimpin organisasi keagamaan NU, Gus Dur oleh sebagian orang memang sulit dipahami dengan baik. Bahkan terkesan aneh dan kontroversial. Perilaku tokoh yang pernah memimpin DKJ ini pun tak jarang menjadi komoditi media massa komersial.
Membingkai Pesan Moral Al-Qur'an tentang Ahli Kitab
Ismatu Ropi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25755
Dalam tradisi kesarjanaan Islam, sayangnya, khazanah yang sangat luas dari konsep Ahli Kitab tidak mendapat perhatian yang cukup serius sebagai pijakan kaum Muslimin untuk membangun hubungan antar agama yang inklusif. Sebagaimana istilah-istilah lain dalam tradisi Islam, seperti al-dīn, ummah dan lainnya, istilah Ahli Kitab biasanya dipahami dan difungsikan sebagai kriteria penilai bagi hubungan agama-agama itu. Fungsi ini secara apologetis bisa bermuara pada dua sikap yang saling melengkapi. Pertama, istilah Ahli Kitab digunakan untuk menjustifikasi bahwa dalam Islam hubungan agama-agama telah diintrodusir walau dengan catatan-catatan yang carut-marut. Kedua, dengan istilah itu pula karena gambaran-gambaran kritis yang disajikan al-Qur’an tentang Ahli Kitab menjadi pembenar dan pengesah bagi kaum Muslimin untuk mengambil jarak teologis kepada mereka. Penitikberatan istilah Ahli Kitab sebagaimana di atas merupakan cermin dari keberagamaan yang bersikap normatif-idealistik yang mengukur tingkat keberagamaan dari aspek-aspek formal ajaran agama saja, sehingga semangat dari istilah itu kurang mendapat perhatian serius. Buku yang ditulis oleh Muhammad Ghalib M ini mungkin bisa dimasukkan dalam kategori itu.
Al-Zamakhsari and the Miraculous Nature of Al-Qur'an
M. Amin Nurdin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25751
Al-Zamakhsari’s description of the Qur’anic exegesis is not only revealing the meaning contained in Al-Qur’an, but also, he disclosed the secrets of the i’jaz of al-Qur’an. The method used by al-Zamakhsari in explaining this by practicing theories given by the earlier ulemas which condensed in the method of nazm. With nazm, word, meaning and axioms of the grammatical rules orderly organized which then manifest themselves in ultimate non-imitative beauty of eloquence, highest composition, perfect style and depth of meanings.
"Muslim Christology": The Islamization of the Gospels in the Muslim Biblical Scholarship
Dadi Darmadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 1, No 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/ref.v1i2.25753
This paper tries to discuss the biblical texts and their interpretation in the Islamic tradition. It will essentially explore the specific relations be-tween the Qur’an, and the Bible, and how some Muslim scholars interpret the biblical texts in accordance with the Islamic doctrines. Even though the term “Islamization” of the Gospels has not been widely used in the Muslim scholarship, many Western scholars of Islam have referred to this as one of the major features of the Qur’anic discussion on Jesus and Christian tradition.