cover
Contact Name
Abdul Hakim Wahid
Contact Email
hakim.wahid@uinjkt.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrefleksi@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat
ISSN : 02156253     EISSN : 27146103     DOI : -
Core Subject : Social,
Refleksi (ISSN 0215 6253) is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta. The Journal specializes in Qur'an and Hadith studies, Islamic Philosophy, and Religious studies, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2000): Refleksi" : 10 Documents clear
Kiri Islam: Studi atas Gagasan Pembaharuan Pemikiran Islam Hasan Hanafi Din Wahid
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7029.896 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14309

Abstract

Salah satu pemikir Muslim yang menyokong gerakan revolusi kultural adalah Hasan Hanafi, seorang pemikir dan filosofi Muslim kontemporer di Mesir.
Religious Plurality and Deversity in Australia and Its Common Issues M. Amin Nurdin
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7264.131 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14327

Abstract

All non-Aboriginal religious groups have found their way to Australia by migration either by being carried by migrating peoples or by migrating as systems of belief and practice transmitted by means of of teachers, publications or missionaries.
Ortodoksi dan Hetredoksi di Kalangan Muslim India Masykur Hakim
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5996.707 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14328

Abstract

Kedatangan umat Islam India, terutama abad ke tiga belas seiring dengan konsolidasi kekuatan politik mereka, pada gilirannya, menyebabkan penduduk asli India masuk Islam dalam jumlah yang relatif besar.
Imperialism and the Rhetoric of the Threat: Islamic Fundamentalism in Western Scholarship Ali Munhanif
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9387.388 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14307

Abstract

The way in which Western scholars understand the nature of religion and the relationship of religion to politics and society greatly determine their expectations and judgements.
Menelusuri Kemunculan, Perkembangan dan Kehancuran "Tradisi Yahudi Islam" Kusmana Kusmana
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2951.213 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14329

Abstract

The Jews of Islam semula merupakan materi kuliah yang disampaikan di Hebrew Union College, Cincinnati, Ohio, November 1981, dalam rangkaian The Gustave A and Mamie W. Effroymson Memorial Lectures.
Memahami Sufisme: Suatu Tanggapan terhadap Beberapa Tuduhan Kautsar Azhari Noer
Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9889.167 KB) | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14308

Abstract

Ada pendapat bahwa sufisme bukan asli Islam, karena tidak pernah diajarkan dan dipraktikkan oleh Nabi saw. Tulisan ini berusaha menghilangkan kesalapahaman tentang sufisme dengan menapik tuduhan-tuduhan itu. Tulisan ini tidak akan memaparkan, sebagaimana biasanya dilakukan oleh para sarjana, seluruh aspek sufisme yang meliputi definisi, asal-usul, perkembangan, ajaran-ajaran, doktrin-doktrin, praktik-praktik, dan aspek-aspeknya yang lain. Tetapi cukup menanggapi tuduhan-tuduhan itu.
Memahami Sufisme: Suatu Tanggapan terhadap Beberapa Tuduhan Kautsar Azhari Noer
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14308

Abstract

This paper seeks to dispel misunderstandings about Sufism by refuting such accusations. It will not, as scholars often do, present all aspects of Sufism, including its definition, origins, development, teachings, doctrines, practices, and other aspects. Instead, it will focus on responding to these accusations. Through this approach, the paper aims to provide a correct understanding of Sufism.
Religious Plurality and Diversity in Australia and Its Common Issues M. Amin Nurdin
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14327

Abstract

Tulisan ini membahas evolusi profil agama di Australia yang terutama dipengaruhi oleh sejarah migrasi. Sebagian besar kelompok agama non-Aborigin hadir di Australia melalui migrasi, baik melalui orang yang bermigrasi maupun melalui sistem kepercayaan yang disebarkan oleh guru, publikasi, atau misionaris. Beragam bentuk agama seperti Kristen, Islam, Buddha, dan Hindu ada di Australia karena umat dari tradisi ini bermigrasi dan mendirikan organisasi keagamaan. Beberapa kelompok agama, seperti Salvation Army, Zen Buddhism, Mormon, dan Pentakosta, menemukan pengikut melalui konversi di Australia. Seiring dengan migrasi, keragaman agama di Australia telah meningkat, terutama setelah kebijakan White Australia mulai ditinggalkan. Kebijakan ini sebelumnya mempertahankan dominasi agama Kristen. Namun, sejak tahun 1947, imigrasi dari berbagai belahan dunia membawa pengaruh besar pada keragaman agama di Australia. Kini, Australia menjadi negara dengan pluralitas agama yang meliputi berbagai tradisi agama, baik Kristen maupun non-Kristen. Selain itu, pluralitas juga muncul dalam kelompok Kristen itu sendiri, mencerminkan kedatangan beragam cara beragama dari luar negeri. Pergeseran ini terlihat dalam perubahan arsitektur kota, dengan berdirinya masjid, kuil Buddha, dan tempat ibadah Hindu, serta transformasi gereja tradisional menjadi tempat ibadah bagi kelompok agama lain.
Ortodoksi dan Heterodoksi di Kalangan Muslim India Masykur Hakim
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14328

Abstract

Artikel ini membahas dinamika ortodoksi dan heterodoksi di kalangan Muslim India, yang mencerminkan kompleksitas keagamaan dalam komunitas Muslim di subkontinen tersebut. Ortodoksi dalam Islam di India sering dikaitkan dengan aliran Sunni tradisional yang memegang teguh ajaran-ajaran yang dianggap murni dan sesuai dengan syariat. Namun, realitas sosial dan sejarah India yang kaya dan beragam telah memunculkan berbagai bentuk heterodoksi di kalangan Muslim, termasuk praktik-praktik keagamaan yang bercampur dengan tradisi lokal, budaya sufi, dan pengaruh Hindu. Heterodoksi ini sering kali berwujud dalam bentuk gerakan-gerakan sufi, yang menekankan mistisisme dan hubungan langsung dengan Tuhan, serta praktik-praktik ritual yang mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran ortodoks Islam. Contohnya, ziarah ke makam sufi, penggunaan musik dalam ibadah, dan kepercayaan pada kekuatan spiritual wali-wali sufi. Di sisi lain, pengaruh kolonialisme, modernisasi, dan kebangkitan gerakan reformis juga turut membentuk perdebatan mengenai ortodoksi dan heterodoksi di kalangan Muslim India. Gerakan seperti Deobandi dan Ahl-i Hadith menekankan pentingnya kembali kepada ajaran Islam yang murni dan menolak praktik-praktik yang dianggap bid'ah atau menyimpang. Konflik antara ortodoksi dan heterodoksi ini tidak hanya mempengaruhi praktik keagamaan, tetapi juga identitas sosial dan politik Muslim di India. Meskipun terdapat ketegangan, keduanya terus hidup berdampingan, mencerminkan keragaman dan dinamika Islam di India yang terus berkembang.
Menelusuri Kemunculan, Perkembangan dan Kehancuran "Tradisi Yahudi Islam" Kusmana Kusmana
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 2, No 2 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i2.14329

Abstract

Tulisan ini membahas kemunculan, perkembangan, dan kehancuran “Tradisi Yahudi Islam” seperti yang dikaji dalam karya Bernard Lewis, The Jews of Islam. Buku ini mengeksplorasi hubungan historis dan budaya antara komunitas Yahudi dan Muslim sejak era awal Islam. Kemunculan tradisi ini dapat dilihat sebagai hasil dari interaksi intens antara kedua komunitas di dunia Islam, di mana Yahudi sering kali memainkan peran penting dalam bidang intelektual, ekonomi, dan administrasi. Perkembangan tradisi ini ditandai dengan kontribusi signifikan Yahudi dalam ilmu pengetahuan, filsafat, dan sastra dalam konteks peradaban Islam. Para cendekiawan Yahudi sering kali terlibat dalam terjemahan teks-teks klasik Yunani dan karya-karya ilmiah lainnya yang memperkaya pengetahuan dunia Islam. Hubungan ini menunjukkan adanya sinergi antara komunitas Yahudi dan Muslim, yang menghasilkan pertukaran budaya dan intelektual yang produktif. Namun, tradisi ini juga mengalami kehancuran akibat berbagai faktor, termasuk perubahan politik, sosial, dan ekonomi dalam dunia Islam. Ketegangan sosial dan pergeseran kekuasaan, serta pergeseran kebijakan pemerintah terhadap minoritas, turut menyumbang pada penurunan peran dan pengaruh komunitas Yahudi dalam masyarakat Islam. Buku ini menyoroti bagaimana dinamika hubungan ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam sejarah dunia Islam dan memberikan wawasan mengenai interaksi lintas budaya dalam konteks sejarah. Bernard Lewis dengan cermat menganalisis perjalanan tradisi Yahudi-Islam dari kemunculannya hingga kehancurannya, menyajikan gambaran mendalam tentang interaksi yang membentuk sejarah sosial dan budaya di kawasan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 1 (2025): Refleksi Vol. 23 No. 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 2 (2024): Refleksi Vol 23, No 1 (2024): Refleksi Vol. 23 No. 1 (2024): Refleksi Vol. 22 No. 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 2 (2023): Refleksi Vol 22, No 1 (2023): Refleksi Vol. 22 No. 1 (2023): Refleksi Vol. 21 No. 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 2 (2022): Refleksi Vol 21, No 1 (2022): Refleksi Vol. 21 No. 1 (2022): Refleksi Vol 7, No 2 (2005): Refleksi Vol 20, No 2 (2021): Refleksi Vol 20, No 2 (2021) Vol. 20 No. 2 (2021): Refleksi Vol. 20 No. 1 (2021): Refleksi Vol 20, No 1 (2021): Refleksi Vol 19, No 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 2 (2020): Refleksi Vol. 19 No. 1 (2020): Refleksi Vol 19, No 1 (2020): Refleksi Vol 18, No 2 (2019): Refleksi Vol 18, No 1 (2019): Refleksi Vol 17, No 2 (2018): Refleksi Vol 17, No 1 (2018): Refleksi Vol 16, No 2 (2017): Refleksi Vol. 16 No. 1 (2017): Refleksi Vol 16, No 1 (2017): Refleksi Vol 15, No 2 (2016): Refleksi Vol 15, No 1 (2016): Refleksi Vol 14, No 2 (2015): Refleksi Vol 14, No 1 (2015): Refleksi Vol. 13 No. 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 6 (2014): Refleksi Vol 13, No 5 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 5 (2013): Refleksi Vol 13, No 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 4 (2013): Refleksi Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 3 (2012): Refleksi Vol 13, No 2 (2012): Refleksi Vol. 13 No. 2 (2012): Refleksi Vol 13, No 1 (2011): Refleksi Vol. 13 No. 1 (2011): Refleksi Vol 11, No 2 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 2 (2009): Refleksi Vol 11, No 1 (2009): Refleksi Vol. 11 No. 1 (2009): Refleksi Vol. 10 No. 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 3 (2008): Refleksi Vol 10, No 2 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 2 (2008): Refleksi Vol 10, No 1 (2008): Refleksi Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi Vol. 9 No. 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 3 (2007): Refleksi Vol 9, No 2 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 2 (2007): Refleksi Vol 9, No 1 (2007): Refleksi Vol. 9 No. 1 (2007): Refleksi Vol. 8 No. 3 (2006): Refleksi Vol 8, No 3 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 2 (2006): Refleksi Vol 8, No 1 (2006): Refleksi Vol. 8 No. 1 (2006): Refleksi Vol. 7 No. 3 (2005): Refleksi Vol 7, No 3 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 2 (2005): Refleksi Vol. 7 No. 1 (2005): Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi Vol 6, No 3 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 3 (2004): Refleksi Vol 6, No 2 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 2 (2004): Refleksi Vol 6, No 1 (2004): Refleksi Vol. 6 No. 1 (2004): Refleksi Vol 5, No 3 (2003): Refleksi Vol 5, No 1 (2003): Refleksi Vol. 5 No. 1 (2003): Refleksi Vol 4, No 3 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 3 (2002): Refleksi Vol 4, No 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 2 (2002): Refleksi Vol. 4 No. 1 (2002): Refleksi Vol 4, No 1 (2002): Refleksi Vol 3, No 3 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 3 (2001): Refleksi Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi Vol 3, No 2 (2001): Refleksi Vol. 2 No. 3 (2000): Refleksi Vol 2, No 3 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 2 (2000): Refleksi Vol 2, No 1 (2000): Refleksi Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi Vol 1, No 3 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi Vol 1, No 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi Vol 1, No 1 (1998): Refleksi More Issue