cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
berkala.saintek@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BERKALA SAINSTEK
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Berkala SAINSTEK (BST) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian di bidang sains dan teknologi. Secara khusus BST diperuntukan bagi penulis internal mahasiswa Universitas Jember bidang fisika, matematika, biologi, kimia, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro dan sistem informasi. Namun BST juga menerima artikel dari penulis eksternal sepanjang memenuhi kriteria dan dalam lingkup bidang sains dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
SKRINING BAKTERI SELULOLITIK ASAL VERMICOMPOSTING TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Azizah, Siti Nur; Muzakhar, Kahar; Arimurti, Sattya
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dihasilkan dalam jumlah melimpah selama pemanenan, sehingga harus didekomposisi dalam waktu singkat. Melalui vermicomposting, TKKS dikonversi menjadi kompos yang berlangsung selama 2-3 bulan, sehingga untuk mempercepat proses dekomposisi, penelitian ini perlu dilakukan. Lima puluh satu isolat bakteri selulolitik berhasil diisolasi dari vermicomposting limbah TKKS. Hasil uji pada media CMC (Carboxymethyl Cellulose) plate, empat isolat memiliki aktivitas selulolitik tertinggi, yaitu isolat 20, 40a, 40b dan 49 dengan indeks aktivitas sebesar 11,90; 10,97; 11,29, dan 11,24. Selama hidrolisis menggunakan substrat CMC dan TKKS, isolat 20 mampu memproduksi gula reduksi tertinggi yaitu sebesar 12,27 μg/mL dan 49,31 μg/mL, sedangkan isolat 40a, 40b, dan 49 sebesar 3,48 μg/mL, 6,28 μg/mL dan 3,10 μg/mL di substrat CMC dan sebesar 24,83 μg/mL, 11,21 μg/mL dan 8,25 μg/mL di substrat TKKS. Keempat isolat bakteri termasuk bakteri Gram negatif dengan bentuk sel batang. Kata Kunci: bakteri selulolitik, gula reduksi, vermicomposting TKKS.
STRUKTUR ANATOMI DAUN LENGKENG (DIMOCARPUS LONGAN LOUR.) KULTIVAR LOKAL, ITOH, PINGPONG DAN DIAMOND RIVER Aini, Nurul; Setyati, Dwi; Umiyah, Umiyah
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkeng (Dimocarpus longan Lour.) merupakan salah satu tanaman asli dari Asia Tenggara yang termasuk dalam famili Sapindaceae. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur anatomi daun lengkeng dan perbedaan antar ke empat kultivar tersebut. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode parafin (Suntoro, 1983) untuk preparat anatomi di Fakultas Biologi, UGM dan metode Johansen (1940) dilakukan untuk pembuatan preparat paradermal stomata di jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Jember. Hasil menunjukkan bahwa struktur anatomi daun lengkeng terdapat perbedaan dalam hal ketebalannya. Nilai ketebalan daun tertinggi pada kultivar Pingpong dengan mesofil paling tebal diantara ketiga kultivar tersebut yaitu 174,04 μm, dan jaringan palisade yaitu 71,69 μm, epidermis atas yaitu 12,52 μm, kutikula yaitu 5,53 μm, serta mempunyai lengan trikoma paling panjang dengan nilai rata-rata 17,82 μm, Kultivar pingpong juga mempunyai nilai densitas stomata tertinggi di antara ketiga kultivar lainnya yaitu 20,38 mm2, tetapi mempunyai panjang stomata terendah yaitu 21,42 μm. Kata Kunci: Anatomi lengkeng, Dimocarpus longan,, densitas stomata.
KARAKTERISASI PARSIAL FAKTOR IMUNOMODULATOR KELENJAR SALIVA Aedes aegypti (DIPTERA: CULICIDAE) SEBAGAI KANDIDAT Transmission Blocking Vaccine (TBV) DEMAM BERDARAH DENGUE Wathon, Syubbanul; Senjarini, Kartika; Widajati, Sri Mumpuni Wahyu; Oktarianti, Rike
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang dibawa Aedes aegypti (Ae. aegypti) sebagai vektor primernya. Pengendalian vektor pada penyakit DBD masih belum maksimal. Selain itu vaksin yang belisensi untuk penyakit DBD masih belum dilaporkan. Melalui pengembangan TBV salah satunya dengan memanfaatkan komponen saliva vektor. aliva vektor memiliki potensi dalam meningkatkan transmisi patogen ke tubuh inang, maka perlu adanya karakterisasi molekul dalam saliva nyamuk termasuk faktor imunomodulator. Karakterisasi faktor imunomodulator saliva Ae. aegypti dilakukan melalui uji reaksi silang antara protein kelenjar saliva Ae. aegypti dengan beberapa plasma darah manusia. Hasil penelitian menunjukkan adanya protein spesifik yang dikenali antibodi dalam plasma darah orang endemik dengan berat molekul ~ 37 kDa. Hal ini megindikasikan bahwa di dalam tubuh penduduk endemik telah mengembangkan antibodi anti-saliva Ae. aegypti yang diduga berperan penting dalam resistensi terhadap infeksi virus dengue. Kata Kunci: Ae. aegypti, DBD, faktor imunomodulator, kelenjar saliva, TBV
IDENTIFIKASI KUALITATIF BAHAN ANALGESIK PADA JAMU MENGGUNAKAN PROTOTYPE TES STRIP Dirgantara, Vici Saka; Zulfikar, Zulfikar; Andarini, Novita
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan analgesik pada jamu merupakan salah satu pelanggaran prosedur pembuatan jamu sehingga diperlukan metode analisis untuk mengetahui keberadaan bahan analgesik secara dini. Peneliti sebelumnya telah membuat tes strip untuk pengujian parasetamol, aspirin, dan asam mefenamat menggunakan reagen mandelin, asam nitrat pekat, ferri klorida, dan metil merah yang diimmobilisasi ke dalam membran selulosa bakterial-Al2O3. Studi lebih lanjut dilakukan pemanfaatan prototype untuk identifikasi bahan analgesik pada jamu setelah dilakukan uji interferensi analit, daya beda, waktu respon, dan uji real sampel pada jamu anti nyeri. Hasil menunjukkan bahwa prototype memiliki limit deteksi yang cukup baik pada kisaran 0,125 – 5 mg/ml untuk parasetamol dalam air dengan waktu respon yang cepat pada kisaran 56 – 266 detik, 0,125 – 1 mg/ml untuk aspirin dalam air dengan waktu respon yang cepat pada kisaran 26 – 36 detik, dan 0,125 – 0,25 mg/ml untuk asam mefenamat dalam kloroform dengan waktu respon sedang pada kisaran 90 – 435 detik. Prototype mampu membedakan keberadaan analit secara spesifik melalui warna pada tiap series strip. Uji real sampel menunjukkan keberadaan parasetamol pada jamu J1 dan asam mefenamat pada jamu J2. Kata Kunci: Analgesik, Jamu, Prototype, Tes strip
PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN ANIONIK SODIUM DODESIL SULFAT TERHADAP KARAKTERISTIK MEMBRAN SELULOSA ASETAT Buana, Eka Surya; Indarti, Dwi; Asnawati, Asnawati
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan tentang pengaruh penambahan surfaktan anionik sodium dodesil sulfat terhadap: sifat fisik membran selulosa asetat (densitas, derajat swelling), sifat kimia membran selulosa asetat (IR, sudut kontak), kinerja membran selulosa asetat (koefisien permeabilitas dan koefisien rejeksi dekstran). Selulosa asetat (CA) dimodifikasi dengan menambahkan SDS (sodium dodecl sulphate) yang befungsi sebagai agen pembentuk pori dan meningkatkan sifat hidrofilisitas membran. Preparasi membran selulosa asetat dilakukan dengan metode inversi fasa. Modifikasi membran selulosa asetat dilakukan melalui dua tahap, meliputi: Preparasi membran selulosa asetat dengan menambahkan SDS ke dalam larutan polimer membran dan karakterisasi membran selulosa asetat. Hasil penelitian ini menunjukkan membran hasil modifikasi dengan komposisi 2% SDS, 16% CA mempunyai pori yang lebih rapat. Hasil pengukuran kerapatan, derajat swelling, Uji FTIR, sudut kontak fluks dan rejeksinya berturut-turut sebagai berikut: 0,3916 gr/cm3, 4, 96 %, hasil uji IR menunjukkan adanya interaksi ikatan van der waals antara CH3-CH3 dan ikatan hidrogen antara OH-SO4,, 62o(sedikit hidrofilik), 7,6191 (L/m2.jam) dan 65,02 %. Kata Kunci: Selulosa Asetat, SDS, Sudut Kontak, Inversi Fasa
PENGARUH EKSTRAK KASAR TANIN DARI DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) PADA PENGOLAHAN AIR Kristianto, Aries; Winata, I Nyoman Adi; Haryati, Tanti
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh ekstrak kasar tanin dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada pengolahan air telah dilakukan. Ekstrak kasar tanin diperoleh dengan cara maserasi dengan metanol 50% terhadap serbuk kering daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.). Selanjutnya ekstrak kasar tanin dikombinasikan dengan koagulan FeCl3 dan FeSO4. Pada pengolahan air parameter yang diamati adalah pH, kekeruhan, padatan terlarut dan daya hantar listrik. Penambahan ekstrak kasar tanin dengan FeCl3 pada kondisi optimum (125 mg/L tanin dan 50 mg/L FeCl3) dapat menurunkan kekeruhan, pH, padatan terlarut dan daya hantar listrik berturut-turut sebesar 72,43%, 47,24%, 86,13% dan 5,44%. Penambahan ekstrak kasar tanin dengan FeSO4 pada kondisi optimum (150 mg/L tanin dan 60 mg/L FeSO4) dapat menurunkan kekeruhan, pH berturut-turut sebesar 6,98%, 25,20%, padatan terlarut tidak dapat didefinisikan dan daya hantar listrik mengalami kenaikan sebesar 5,81%. Pada penambahan tanin tanpa kombinasi koagulan pada kondisi optimum (125 mg/L) dapat menurunkan kekeruhan sebesar 19,14%, pH mengalami kenaikan sebesar 19,33%, dan menurunkan padatan terlarut dan konduktivitas berturut-turut sebesar 69,33% dan 2,70%. Kata kunci: Averrhoa bilimbi L., koagolan, tanin.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI DAN pH ASAM LARUTAN SODIUM DODESIL SULFAT TERHADAP PROSES PEMISAHANNYA PADA MEMBRAN SELULOSA ASETAT Farida, Elis Nur; Indarti, Dwi; Oktavianawati, Ika
BERKALA SAINSTEK Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : My Home

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi dan pH larutan asam surfaktan anionik natrium lauril sulfat terhadap pemisahanya pada membran ultrafiltrasi terhadap: kinerja membran selulosa asetat (fluks NaLS dan rejeksi NaLS). Preparasi membran selulosa asetat dilakukan dengan metode inversi fasa. Konsentrasi NaLS yang digunakan di bawah KKM (0,001-0,003M) dan pH asam(3-6). Hasil pengukuran KKM pada pH 3, 4, 5, 6 adalah sebagai berikut: 0,00398 M; 0,00469 M; 0,00571 M; 0,00669 M. Hasil uji kinerja membran tertinggi fluks, koefisien rejeksi dan massa teradsorb berturut-turut adalah sebagai berikut: NaLS 0,001 M pH 3 0,855 (L/m2jam); 0,003 M pH 6 99,646 %: 0,0408 g. Kata kunci: natrium lauril sulfat, konsentrasi kritis misel, selulosa asetat
Distribusi Lamun di Zona Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran Menggunakan Metode GIS (Geographic Information System) Hidayatullah, Alhabsy; Sudarmadji, S.; Ulum, Fuad Bahrul; Sulistiyowati, Hari; Setiawan, Rendy
BERKALA SAINSTEK Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v6i1.7557

Abstract

Zona intertidal merupakan wilayah perairan laut yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di zona intertidal adalah lamun. Salah satu tanjung yang memiliki padang lamun adalah Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi lamun di Zona Intertidal Tanjung Bilik Taman Nasional Baluran dengan menggunakan metode GIS (Geographic Information System). Metode pengambilan data yang digunakan yaitu metode jelajah. Data koordinat habitat lamun dipetakan menggunakan program arcGIS 10. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan empat jenis lamun dengan urutan dari distribusi terluas, yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila minor, dan Halodule pinifolia. Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides memiliki pola distribusi acak. Halophila minor dan Halodule pinifolia memiliki pola distribusi mengelompok. Kata Kunci: Distribusi, Lamun, Zona Intertidal, Tanjung Bilik
Komposisi Jenis Alga Makrobentik Divisi Phaeophyta di Zona Intertidal Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo Kumalasari, Deris Erlita; Sulistiyowati, Hari; Setyati, Dwi
BERKALA SAINSTEK Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v6i1.7558

Abstract

Phaeophyta merupakan salah satu kelompok makroalga yang tersebar melimpah di zona intertidal. Alga makrobentik ini memiliki struktur talus yang terdiri atas bagian holdfast, stipe, dan blade. Kelompok tersebut memiliki kandungan warna yang disebut pigmen fukosantin. Metode yang digunakan adalah road sampling dengan melakukan penyusuran seluruh area sampling menggunakan GPS (Global Positioning System). Jenis-jenis alga yang ditemukan diidentifikasi dan dideskripsikan secara morfologi. Analisis komposisi jenis dilakukan secara deskripsi kualitatif . Hasil yang diperoleh yaitu terdapat empat jenis Phaeophyta yang terdiri atas Sargassum sp., Padina australis, Spatoglossum sp., dan Turbinaria ornata. Jenis-jenis yang ditemukan umumnya memiliki karakteristik morfologi holdfastnya bentuk cakram dan lempeng, stipe pendek, serta blade berupa lembaran dan silindris.Kata Kunci: Pantai Pancur, Phaeophyta, Struktur Morfologi, Zona intertidal
Sintesis Silika Gel Berbasis Fly Ash Batu Bara PLTU Paiton Sebagai Adsorben Zat Warna Rhodamin B Aisah, Siti; Zulfikar, Z.; Sulistiyo, Yudi Aris
BERKALA SAINSTEK Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v6i1.7761

Abstract

Abu terbang batu bara dengan prosentase kandungan SiO 2 telah berhasil digunakan sebagai bahan baku pembuatan Silika Gel. Karakteristik silika gel diketahui dengan munculnya gugus fungsi silanol dan siloksan dengan FTIR, struktur kristal tak beraturan (amorf) dengan XRD, bentuk partikel bola (spherical) dan analisis unsur dengan EDX. Silika gel yang dihasilkan masih mengandung sedikit pengotor oksida alumina dan oksida natrium. Pengujian kapasitas adsorpsi Rhodamin-B silika gel lebih besar dibandingkan abu terbang dengan model adsorsi keduanya mengikuti model isotermal Langmuir dengan konsentrasi optimum pada 200 ppm. Kinetika adsorpsi mengikuti model Pseudo Second Order dimana laju adsorpsi silika gel sedikit lebih tinggi dibanding abu terban, tepai perbedaaanya tidak signifikan.Kata Kunci: zat warna Rhodamin B, silika gel, abu terbang batubara, Isotermal adsorpsi, kinetika adsorpsi

Page 2 of 26 | Total Record : 254