cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2011)" : 21 Documents clear
KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA PENDERES KARET DI KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG (Suatu Studi di Desa Bandar Baru Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang) Raihani -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study entitled "Socio-Economic Conditions in the Village Family Penderes Rubber New Bandar Aceh District Tamiang Hulu Tamiang" aims to Know The Rubber Penderes Socioeconomic Conditions in the village of Bandar Baru. Types of research used in this research is descriptive method with qualitative approach. The population in this study is all the rubber in the village of Bandar penderes New 275 heads of households and sample as many as 27 heads of families taken by random sampling. Data collection techniques used library research and field research with the techniques of data collection by way of observation, documentation and questionnaires. Furthermore, the techniques of data analysis using the percentage formula P = x100%.The results showed that the socio-economic conditions in the village of rubber penderes New Bandar Aceh District Tamiang Tamiang Hulu is still modest compared with other communities in general. while the large rubber penderes income earned each month by an average of Rp 2,444,444.00 and they have been insufficient to meet their needs every day. Furthermore the problems faced in conducting its activities penderes rubber is the rainy season which affects the production of rubber latex per day. Thus, it was indicated that the rubber penderes family or the village of New Airport District Tamiang Hulu regency of Aceh Tamiang have socio-economic conditions are considered. This is consistent with the theory put forward by Suyitno (2005:19): "Indications of a society that has a low socio-economic conditions over more revenue in terms of society itself". Key words: the condition, social and economic
PETA KOMPETENSI SISWA PADA UN MATA PELAJARAN EKONOMI-SMA DI KABUPATEN BIREUEN Ruaida -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the basic competencies of what is problematic in the National Examination for Economic Subjects at secondary schools in Bireuen district. Another objective of this study is to determine the response of principal's, economics teacher, and supervisor (stakeholders) about the causes of low student competence in each of the national examination result, as well as the recommended model for problem solving. The samples of this research are SMAN 1 Bireuen, SMAN 1 Jangka, and SMAN 1 Ganda Pura that are taken purposively. The data collection techniques used are documentation techniques, and focus group discussions (FGD) with stakeholders in each school. Data processing techniques used in this study is descriptive analysis. The results showed that there are 15 basic competitions that the accomplishments still have problems or60 on the national exam of economic subjects in secondary school in the Bireuen district. This is due to the professional competence and teachers pedagogic for instance mastery of the material, how to motivate students, the use of methods, and instructional media, IT mastery,remainsproblematic. Another factor is the low awareness of parents in children's learning process and school environments that have not been well ordered. In line with these factors, then the problem-solving model is the provision of the teachers professionalism training, such as stabilization of hard materials, stabilization of the pedagogic and IT mastery, and the provision of learning CD, it will be better if learning economics is hold in teams and involving at least two teachers in the study. In addition, it is needed for teacher to have assistance program in designing and implementing learning, and maximize the function of the school committee as a forum for parents to take care and contributeto the education of theirchildren. Key words: student competence, national exam in Economics Lesson 
IS IT IMPORTANT TO TEACH THE CULTURE OF ENGLISH WHEN WE TEACH ENGLISH? Lina Farsia
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar bahasa yang baik dapat ditempuh dengan mempelajari budaya dari bahasa tersebut. Pembelajaran sebuah bahasa tidak akan sempurna tanpa menguasai budayanya.  Namun, hal ini berbeda dengan  pengajaran bahasa Inggris. Bahasa Inggris  merupakan bahasa lingua franca dunia,  yaitu bahasa yang dipakai  oleh orang–orang berbeda bahasa ibunya untuk saling berkomunikasi dengan berbagai tujuan. Hal ini menyebabkan timbulnya variasi bahasa Inggris yang digunakan oleh orang dari berbagai macam negara dan akhirnya terbentukalah berbagai macam jenis bahasa Inggris yang baru atau “New Englishes” dan aksen yang berbeda-beda. Akan membingungkan buat guru yang mengejarkan bahasa Inggris di sekolah dan menimbulkan pertanyaan seperti “Apakah penting mengajarkan budaya dari bahasa Inggris kepada murid dan budaya dari negara mana yang harus diajarkan kepada murid ketika seorang guru mengajarkan bahasa Inggris karena bahasa Inggris tidak  hanya milik negara Amerika dan Inggris saja, tetapi juga negara-negara lain juga memiliki hak yang sama terhadap bahasa Inggris. Tulisan ini mencoba untuk memberikan satu sudut pandang terhadap pengajaran budaya dari bahasa Inggris dan mencoba memberikan alternatif terhadap pembelajaran budaya bahasa Inggris.  Kata kunci: belajar bahasa Inggris, budaya, lingua franca dunia
KINERJA GURU PASCASERTIFIKASI (Kebijakan Sertifikasi Guru dan Dampaknya Terhadap Kinerja Guru: Studi Kasus pada Madrasah di Kecamatan Darussalam dan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar) Rahmat Saleh
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Government through a Ministry of Culture and Education as well as a Ministry of Religions released a Teacher Certification Program in 2007. One side, the program has responded well to improve the quality of teachers’ prosperity by providing them additional allowance as much as their monthly salary. However, on the other side, several isssues have been arisen in the field which questioning wether the program has met goals well or not. Those issues such as bad practice in preparing portfolios, financial matter and technical aspect in withdrawing a stipend, impact toward teachers’ teaching competency, and including lack of capacity development program after teachers were declared as certified teachers.  This is a qualitative research with approach of public policy analysis. The research focuses on a case study in two sub-disctricts in Aceh Besar by conductiong in-depth interviews with purposed key informants representing the schools and policy makers. The result of this research does not have intention to generalize condition throughout Aceh province but could be a critical findings responding on Teacher Certification Program. Key words: certification program, to improve the quality
KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET Razali -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan motorik merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan jasmani dan olahraga, khususnya dalam bermain bola basket.  Keterampilan motorik merupakan perwujudan dari kebenaran mekanika tubuh yang berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan tenaga. Keterampilan motorik juga dapat dipahami sebagai indikator dari tingkat kemahiran atau penguasaan sesuatu yang memerlukan gerak tubuh. Dengan kata lain, semakin baik keterampilan yang ditampilkan oleh seorang individu, maka individu tersebut semakin terampil. Salah satu foktor penting yang harus dimiliki oleh setiap pemain bola basket adalah penguasaan keteterampilan motorik bermain bola basket. Tanpa memiliki keterampilan yang memadai, seseorang tidak dapat bermain bola basket dengan baik. Keterampilan  permainan bola basket  yang dimaksud terdiri atas (1) mengoper bola (passing), (2) pivot (pivoting) (3) menangkap bola (catching), (4) menggiring bola (dribbling), dan (5) menembak bola (shooting) merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh pemain bola basket. Kata kunci: keterampilan bermain, bola basket
PETA KOMPETENSI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN ACEH TENGAH Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah peta kompetensi siswa SMA di Kabupaten Aceh Tengah pada mata pelajaran yang di-UN-kan? (2) apakah faktor penyebab siswa belum menguasai kompetensi tertentu? (3) bagaimanakah model penyelesaian yang tepat terhadap permasalahan yang ada sebagai langkah konkret intervensi yang harus dilakukan? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Pendekatan yang ditempuh adalah Grounded Research, yakni mengamati kondisi responden dan sumber data lainnya secara langsung dengan menggunakan instrument-instrumen seperti pedoman wawancara, angket atau kuesioner, dokumentasi, check list, dan FGD. Sesuai dengan tujuan dan luaran penelitian yang diharapkan, maka subjek penelitian sebagai sumber data dalam penelitian ini meliputi; i) dokumentasi hasil UN tiga tahun terakhir (Tahun 2007/2008 sampai dengan Tahun 2009/2010). Adapun jumlah SMA yang dipilih sebagai sampel tiga SMA; ii) siswa SMA Kelas XI. Jumlah siswa sebagai sampel 90 orang; iii) guru mata pelajaran yang di-UN-kan yang berjumlah 9 orang; iv ) Kepala sekolah 3 orang; v) wakil kepala sekolah, vi) Kepala Tata Usaha, dan vii) unsur dinas pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah 1 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53 KD mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bermasalah pada SMA di Kabupaten Aceh Tengah, dengan rician 20 KD berada di Kelas X, 15 KD terdapat di kelas XI, dan  18 KD berada di Kelas XII. Hasil penelitian ini sangat menarik karena KD yang mudah, baik menurut data UN, siswa, dan guru hanya sebagian kecil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum KD mata pelajaran Bahasa Indonesia berada pada tataran sulit pada siswa di kabupaten Aceh Tengah.  Kata kunci: peta kompetensi, mata pelajaran Bahasa Indonesia    
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII SMP 1 KUTA BARO ACEH BESAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL TPS DENGAN PENDEKATAN CTL Khairiah -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa aspek berbicara diupayakan melalui pengimplementasian salah satu model pembelajaran aktif dan pendekatan kontekstual. Berdasarkan kriteria tersebut, rumusan masalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah “Bagaimanakah implementasi model TPS (Think Pair and Share) dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII SMP? PTK ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar pada tahun 2010, dengan jumlah siswa 20 orang. PTK yang dilaksanakan selama dua siklus ini telah behasil meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dengan hasil  yang diperoleh sebagai berikut: (1) Jumlah siswa yang aktif berbicara meningkat dari 60% pada siklus pertama menjadi 90% pada siklus kedua, (2) Banyaknya siswa yang berpersepsi positif terhadap kegiatan pembelajaran berbicara pada akhir siklus pertama tercatat 61,67% dan pada akhir siklus kedua meningkat menjadi 72,78%, (3) Skor rata-rata keterampilan berbicara pada pertemuan pertama siklus pertama adalah 56,5 dengan jumlah siswa yang tuntas 35%, pada pertemuan kedua, skor rata-rata mereka meningkat menjadi 66,4 dengan jumlah siswa yang tuntas 55%, dan pada akhir siklus kedua skor rata-rata kelas menjadi 68,5 dengan jumlah siswa yang tuntas 70%. Sungguhpun keterampilan berbicara siswa meningkat, namun jumlah siswa yang tuntas belum mencapai 85% sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Kata kunci: aspek berbicara, model TPS, pendekatan CTL,                      penelitian tindakan kelas.
KONTRIBUSI KELENTURAN TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT TINGGI GAYA FLOP PADA MAHASISWA PENJASKESREK UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2011 Bustamam -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lompat tinggi merupakan suatu gerakan melompat melewati mistar dengan lompatan setinggi-tingginya dengan menggunakan matras sebagai  tumpuan. Sasaran dan tumpuan lompat tinggi ádalah untuk mencapai jarak lompatan setinggi mungkin ke sebuah letak pendaratan atau matras. Jarak lompatan diukur dari tiang penyangga sampai batas tertinggi dari mistar. Dalam lompat tinggi terdapat beberapa macam gaya yang umum dipergunakan oleh para pelompat yaitu gaya flop. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional (Corelation research). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa penjaskesrek Universitas Syiah Kuala angkatan 2011 yang berjumlah 202 mahasiswa, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu diambil sebesar 15% dengan jumlah 30 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran lapangan dengan proses pengambilan data diambil dari tes kayang dengan tes kemampuan lompat tinggi gaya flop. Pelaksanaan pengukuran kelentukan dilakukan dengan menggunakan tes kayang. Data yang diperoleh dianalisis dengan rumus korelasi product moment, serta uji statistik (uji t) pada taraf signifikansi 95%. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi nilai r x = 0,42 r tabel = 0,36 artinya terdapat hubungan. Sedangkan nilai t hitung = 2,45 nilai t tabel = 2.048 artinya hipotesis yang diajukan terdapat hubungan antara kelentukan dengan kemampuan lompat tinggi gaya flop pada mahasiswa penjaskesrek Universitas Syiah Kuala angkatan 2011. Dengan demikian, terdapat kontribusi yang signifikan antara kelenturan dengan kemampuan lompat tinggi gaya flop pada taraf kepercayaan 95%. Kata kunci :    kelenturan, lompat tinggi gaya flop 
PENGARUH LATIHAN DOUBLE MULTIPLE JUMP TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN JARAK-JAUH PADA KLUB JAGO DARUSSALAM, BANDA ACEH TAHUN 2011 Maimun Nusufi
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu latihan yang dapat meningkatkan kemampuan menendang dalam permainan sepakbola adalah latihan double multiple jump. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh double multiple jump terhadap tendangan jarak jauh menggunakan kura-kura bagian dalam pada Klub Jago Darussalam Banda Aceh Tahun 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain klub Jago Darussalam tahun 2011, yang semua yang berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data melalui tes awal dan tes akhir. Hasil rata-rata yang diperoleh sebelum latihan double multiple jump sebesar 40,49 dan setelah latihan diperoleh rata-rata sebesar 45,02 serta selisih rata-rata adalah 4,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan menendang sebelum dengan sesudah melakukan latihan double multiple jump pada klub sepakbola Jago Darussalam. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (31,72)   Kata kunci:   latihan double multiple jump, tendangan jarak-jauh, kura-kura bagian dalam
KONSEP SUBJEK DIDIK MENURUT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DAN TEORI-TEORI BARAT (TELAAH TERHADAP PERKEMBANGAN INTELEKTUAL MANUSIA) Yusri M Daud
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam tampil melalui tujuan dengan konsepsi ketuhanan. Suatu konsep yang berhubungan dengan ketuhanan memiliki berbagai keutamaan yaitu bersumber pada kesempurnaan illahi sehingga sifat pendidikannya pun sempurna. kesempurnaan itu memiliki selurh aspek kehidupan. maka pendidikan Islam akan lebih sempurna  kerena  keberadaan referansi atau sumber pendidikan Islam  merupakan sumber utama yaitu Al-Quran dan Al-Sunah. Kehadiran tiori-tiori Barat dalam dunia pendidikan  lebih mengedepankan pemikiran dan percaya pada rasionalitas, metode ilmiah adalah satu-satunya metode untuk mengetahui realitas mementingkan objektivitas artinya tidak ada bias hanya tergantung pada bukti-bukti yang ada, tidak ada pertimbangan subjektivitas ini semua bermuara kepada modern. Sedangkan perkembanagan intelektual manusia dalam perjalanan hidupnya mengalami perkembangan yaitu proses perubahan yang berlangsung terus menerus sejak terjadi pembuahan hingga meninggal dunia. Adapun perubahan-perubahan yang terjadi daalam perkembangan individu tersebut dapat terjadi karena dua hal yaitu kematangan dan belajar. Setiap anak menjadi dewasa melalui proses pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap mengenai keadaan fisik, social, intelektual, moral, dan mentalnya. mereka berkembang, dan mempunyai cara-cara memahami, bereaksi, dan mempersepsi yang sesuai dengan usianya. Pada setiap perkembangan terdapat seperangkat tugas perkembangan yaitu tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh individu yang terdapat pada suatu tahap perkembangan.   Kata kunci: subjek didik, pendidikan Islam, teori-teori barat,           intelektual

Page 2 of 3 | Total Record : 21