cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2012)" : 24 Documents clear
PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MATERI JURNAL KHUSUS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW Amrusi, Amrusi
Jurnal Mentari Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Rata-rata prestasi belajar Akuntansi Keuangan materi jurnal khusus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mahasiswa Pendidikan Ekomomi FKIP Unsyiah. 2) Suasana kelas saat berlangsungnya proses pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi kelas akuntansi angkatan 2010/2011 yang berjumlah 25 orang. Semua populasi dijadikan sampel. Untuk mengumpulkan data terlebih dahulu mahasiswa diajarkan materi tentang jurnal  khusus,  dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Kemudian, diberikan tes dalam bentuk essay untuk melihat hasil belajar. Di samping itu, dilakukan observasi kelas, guna memantau suasana kelas saat berlangsung proses belajar. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan rata-rata atau (mean) dan persentase untuk mengukur daya serap yang dicapai manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar mata kuliah Akuntansi Keuangan pada pokok bahasan jurnal khusus dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah 71. Ini menunjukkan pula bahawa sebesar 71% materi kuliah akuntansi keuangan dapat diserap oleh mahasiswa. Berarti rata-rata prestasi belajar mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang dicapai oleh mahasiswa sudah baik dan memuaskan. Adapun suasana kelas saat berlangsungnya proses belajar mengajar adalah suasana kelas cukup menyenangkan, santai, dan mahasiswa cukup aktif dan kreatif dalam menyelesaikan materi yang ditugaskan. Penelitian ini menyarankan: 1) hendaknya para staf pengajar khususnya mata kuliah akuntansi keuangan agar dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. 2) Kepada peneliti lain agar dapat melakukan penelitian yang berkenaan dengan model pembelajaran ini. Kata kunci: prestasi belajar, akuntansi keuangan, materi jurnal khusus, Jigsaw   DAFTAR PUSTAKA As’ari, Abdur Rahman, (2003), Jigsaw Pembelajaran Struktur Aljabar I dengan    Cooperatif Learning Model, Yogyakarta, UGM. Depdiknas, (2004), Model-Model Pembelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat JendralPendidkan Tinggi. Djamarah, Syaiful Bahri, (2002), Psikologi Belajar. Jakarta: Cipta. Hamalik, Omar, (2010), Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Pajriana, Elisa, (2006), “Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Akuntansi Pada SMA Negeri 8 Banda Aceh.” Skripsi, FKIP Unsyiah, Banda Aceh. Ratumanan, Gerson, Tanwey, (2004), Belajar Dan Pembelajaran. Unesa University Press. Slamento, (2003), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Reneka Cipta. Syah, Muhibdin, (2006), Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Tim Urge, (1997), Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif. Program Pasca Sarjana, Surabaya: IKIP. Tu’u, Tulus, (2004), Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Belajar. Jakarta: Gramedia Indon
UPAYA MENEMUKAN BUKU PELAJARAN YANG BERKUALITAS MELALUI STUDI KETERBACAAN (Studi Kasus pada Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP di Kota Banda Aceh) Armia, Armia
Jurnal Mentari Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rajab Bahry dan Armia FKIP Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Penelitian ”Upaya Menemukan Buku Pelajaran Yang Berkualitas Melalui Studi Keterbacaan” ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia yang dipakai siswa SMP di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Penelitian ini dilakukan terutama untuk mengetahui apakah buku-buku yang digunakan di sekolah sekarang ini layak digunakan sesuai dengan konsep keterbacaan. Penelitian ini menggunakan tes klose dan IRI sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 judul buku yang dikaji taraf keterbacaannya didapati bahwa 20 (67%) buku berada pada level intruksional, yaitu buku yang cocok digunakan untuk siswa SMP di Kota Banda Aceh. Sementara itu, 7 (23%) buku berada pada level mandiri (independen level) dan 3 (10%) buku berada pada level frustrasi (frustration level).   Kata Kunci: keterbacaan, buku pelajaran     DAFTAR PUSTAKA Bear, Roger. 1987. Developping Reading 3 – 13. London: Hodder and Stoughton. Depdikbud. 1985. Panduan Penggunaan Kata, Kalimat, dan Wacana. Dupuis, Marry M. & Eunice N. Askov. 1982. Content Area Reading: An Individualized Approach. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Gilliland, John. 1976. Readability. London: Hodder and Stoughton. Harjasujana, Ahmadslamet; Yetty Mulyati; dan Titin N. 1988. Materi Pokok Membaca. (Universitas Terbuka). Jakarta: Karunika. McNeil, John D. at all. 1980. How to Teach Reading Successfully. Boston: Little Brown and Company. Robinson, H. Alen. 1979. Teaching Reading and Study Strategies: The Content Area. Boston. Allyn and Bacon, Inc. Rusyana, Yus. 1984. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung: Diponegoro. Siahaan, Bistok A. 1987. Pengembangan Materi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Depdikbud. Sumardi dkk. 1985. Pedoman Pengajaran Apresiasi Puisi. Jakarta: Depdikbud, P3B. Tallei. 1988. Keterpaduan, Keruntunan, dan Keterbacaan Wacana Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar: Suatu Kajian dengan Pendekatan Analisis Wacana. (Disertasi). Bandung: FPS IKIP Bandung. Tierney, Robert J., John E. Readence, and Ernest K. Disher. 1980. Reading Strategies and Practices: A Compodium. (Third Edition). London: Allyn and Bacon Wildan. 1995. “Pengestimasian Tingkat Keterbacaan Naskah Laporan Hasil Penelitian  Staf Pengajar di Lingkungan Unsyiah”. Hasil Penelitian.
PENGELOLAAN LABORATORIUM KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Khairuddin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan laboratorium komputer sebagai media pembelajaran sangat berperan penting terhadap proses keberhasilan pembelajaran di sekolah sehingga guru dan siswa diharapkan dapat menguasai teknologi dan informasi yang sangat penting di era globalisasi sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rekrutmen staf, penggunaan, dan pengembangan laboratorium komputer di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Pengelola Laboratorium, Tenaga Laboran dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perekrutan tenaga laboran berasal dari guru bidang studi sehingga kemampuannya kurang maksimal karena bukan ahli dibidangnya. 2) Penggunaan laboratorium komputer untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar pengelola dan guru terlebih dahulu membuat suatu rancangan kegiatan dan jadwal pemakaian laboratorium untuk kegiatan pembelajaran, juga disertai dengan peraturan penggunaan laboratorium, dalam  pembelajaran masing-masing siswa mendapat satu komputer ketika proses belajar di laboratorium, sistem pembelajaran dilakukan secara langsung yaitu siswa melihat langsung kepada monitor sehingga langsung dapat dipraktekkan. 3). Pengembangan laboratorium komputer dilakukan melalui peningkatan kemampuan staf laboran dengan mengikuti pelatihan sehingga kemampuan guru meningkat, melaksanakan program e-learning sehingga guru dan siswa dapat mengembangkan program e-learning sebagai media pembelajaran, pengembangan bengkel komputer sehingga siswa mengetahui tentang perangkat keras (Hardware), dan meminta pengadaan komputer baru kepada Dinas pendidikan Kota Banda Aceh.  Kata Kunci : pengelolaan, media pembelajaran
UPAYA MENEMUKAN BUKU PELAJARAN YANG BERKUALITAS MELALUI STUDI KETERBACAAN (Studi Kasus pada Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP di Kota Banda Aceh) Rajab Bahri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ”Upaya Menemukan Buku Pelajaran Yang Berkualitas Melalui Studi Keterbacaan” ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbacaan buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia yang dipakai siswa SMP di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Penelitian ini dilakukan terutama untuk mengetahui apakah buku-buku yang digunakan di sekolah sekarang ini layak digunakan sesuai dengan konsep keterbacaan. Penelitian ini menggunakan tes klose dan IRI sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 judul buku yang dikaji taraf keterbacaannya didapati bahwa 20 (67%) buku berada pada level intruksional, yaitu buku yang cocok digunakan untuk siswa SMP di Kota Banda Aceh. Sementara itu, 7 (23%) buku berada pada level mandiri (independen level) dan 3 (10%) buku berada pada level frustrasi (frustration level). Kata Kunci: keterbacaan, buku pelajaran
INDONESIAN CLASSROOM MANAGEMENT BY TWO NONNETIVE SPEAKER TEACHERS TO SECOND LANGUAGE LEANERS Elfia -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan ini mengkaji metode-metode pengelolaan kelas oleh dua guru yang bukan berbahasa Indonesia  saat mengajar bahasa tersebut. Dalam studi ini keduanya menunjukkan kecakapan mereka dalam mengajar pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah.Tujuan dari laporan ini untuk memberikan sebuah pengetahuan kepada guru bahasa asing lainnya dalam hal pengajaran bahasa di  dalam kelas bahasa kedua mareka, yaitu bahasa Indonesia. Data yang dikumpulkan untuk studi initer masuk catatan observasi, rekaman audio, dan wawancara. Analisa tersebut menyatakan bahwa peningkatan kemampuan berbaha saamat dipengaruhi oleh peran yang dimainkan guru. Untuk mewujudkan sebuah praktik berbahasa yang nyata, guru harus lebih sering menggunakan bahasa kedua dalam aktivitas kelas untuk merangsang ketertarikan siswa terhadap bahasa daripada sebaliknya yang mungkin telah mareka lakukan.
URGENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIK DI SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI Ema Sulastri
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan TIK adalah hal yang wajib dilaksanakan di Dalam Era Teknologi dan Informasi Ini. Para guru dan siswa amat penting dalam memahami TIK sehingga tidak kalah dalam persaingan global. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu dalam keefektifan proses pembelajaran di sekolah. Para guru akan lebih mudah mengajar materi, sedangkan siswa lebih mudah memahami sebuah pembahasan. Penggunaan internet di sekolah akan sangat membantu siswa. Siswa dapat melakukan program e-learning, yaitu dapat melakukan pembelajaran jarak-jauh dengan guru. Program e-learning juga memudahkan siswa dalam melakukan hubungan dengan siswa lain yang jauh tempat tinggalnya walaupun berbeda negara domisili. Secara umum media pembelajaran TIK mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut: a) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka); b) mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera; c) dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik; d) dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Dengan adanya penggunaan media pembelajaran disekolah, peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana dengan baik.  Kata kunci : media pembelajaran dan TIK
PERBANDINGAN KESEGARAN JASMANI ANTARA SISWA SMP NEGERI 1 DENGAN SISWA SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Bustamam -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di sekolah bertujuan untuk memacu pada pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial, selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai, sikap dan membiasakan hidup sehat. Kesegaran Jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugas sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah yang berlebihan, dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan mendadak. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui perbandingan tingkat kesegaran jasmani antara siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dengan siswa SMP Negeri 2 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dengan jumlah siswa seluruhnya 670 siswa dan SMP Negeri 2 Banda Aceh dengan jumlah siswa seluruhnya 620 siswa, sedangkan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan area probability sample (sampel wilayah), dengan jumlah 60 siswa, terdiri dari 30 siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dan 30 siswa SMP Negeri 2 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik penelitian diskriptif dengan teknik pengukuran. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk anak usia 10–12 tahun. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis data diperoleh thitung lebih kecil dari ttabel atau 0,916 2,048, maka ditolaknya hipotesis penelitian (Ha) dan diterimanya hipotesis statistik (Ho) artinya tidak terdapat tingkat perbedaan kesegaran jasmani pada siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dengan siswa SMP Negeri 2 Banda Aceh. Kata Kunci :   kesegaran jasmani 
EVALUASI BUKU PEULAJARAN BASA ACEH (Keu Murit Sikula Dasa Glah 4) Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku “Peulajaran Basa Aceh (Keu Murid Sikula Dasa)”, yang selanjutnya disingkat dengan PBA, merupakan buku pelajaran bahasa Aceh yang telah lama digunakan. Oleh karena itu, isi buku terkesan tidak menarik lagi. Terlepas dari kelemahan yang ada, sampai saat ini, buku tersebut masih tetap digunakan di sekolah-sekolah. Berkaitan dengan fenomena ini, tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan (mengevaluasi) isi buku, baik berhubungan dengan pengembangan isi buku maupun tampilannya. Buku PBA ini terdiri atas enam jilid, yaitu jilid 1 s.d. 6.  Sebagai sampel, dievalusi buku PBA jilid 4. Buku ini terdiri atas 18 pelajaran dengan tema yang bervariasi. Karena pelajarannya banyak, evaluasi hanya dibatasi pada lima pelajaran, yaitu 1) “Tujoh Blah Agustus” (Memperingati Tujuh Belas Agustus), 2) “Syeedara Baro” (Saudara Baru),  3) “Seudati” (Tarian Seudari), 4) Rambu Jalan (Rambu-Rambu Jalan), dan 5) “Peu-Ek Glayang” (Bermain Layang-layang). Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa buku PBA jilid 4 ditulis/dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar (buku) yang benar. Kelebihan buku terletak pada tema/topik/materi yang bervariasi, tugas dan konsep beragam, tidak bertentangan dengan keamanan nasional, dan bahasanya jelas. Namun, kekurangan buku, antara lain, terletak pada  kurangnya keterlibatan siswa, mengutamakan satu keterampilan berbahasa saja, informasi sudah ditinggal zaman, keotentikan teks kurang, dan warna/ilustrasi juga kurang. Di samping itu, buku PBA ini belum pernah direvisi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar segera direvisi dengan meyesuaikan isi buku dengan perkembangan masyarakat saat ini. Tema/topik materi tentang kearifan lokal perlu dimasukkan untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada murid dalam menghadapi pengaruh budaya global yang sangat gencar akhir-akhir ini.   Kata kunci: evaluasi buku, “peulajaran basa Aceh”  
URGENSITAS KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK BAHASA INGGRIS DALAM KONTEKS PERSAINGAN GLOBAL Yuniarti -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Seperti kita ketahui, pendidikan adalah proses membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik.  Suatu negara yang tidak melihat pendidikan akan mengalami ketertinggalan dari negara lain dan masyarakatnya sendiri tidak mampu bersaing dengan dunia luar.  Menilik dari pengalaman Negara lain, Jepang dan Korea menjadi negara maju dan mereka dihargai di dunia karena kekreatifitasan, keinofatifan dan kemajuan di bidang pengetahuan.  Kedua negara tersebut ternyata berkomitmen terhadap penguasaan ilmu dan bahasa Inggris sebagai suatu keharusan. Hingga saat ini, kedua negara tersebut dapat bersaing di berbagai sektor. Penguasaan ilmu dan bahasa Inggris adalah kunci utama.   Mengapa bahasa Inggris? Berbicara tentang bahasa Inggris, sejarah telah membuktikan bahasa Inggris lebih dominan sebagai bahasa yang didalamnya terdapat banyak ilmu dan peradaban.  Dominasi bahasa Inggris terjadi ketika kolonialisme barat berhasil melakukan perluasaan politik, ekonomi, ilmu teknologi, dan budaya. Itulah sebabnya mengapa bahasa Inggris diakui dan digunakan sebagai alat dalam mengembangkan pengetahuan, bernegosiasi bisnis, dan berkomunikasi dengan dunia luar.  Seperti yang diungkapkan oleh Naisbitt berikut ini: “There are, in the world today, more than one billion English speakers-people who speak English as a mother tongue, as a second language, or as a foreign language.  60 per cent of the radio broadcasts are in English. 70 per cent of the world’s mail is addressed in English.  80 per cent of all international telephone conversations are in English. 80 per cent of all data in the several 100 million computers in the world is in English”.[1]Saat ini, di dunia ada lebih dari satu milyar orang yang berbicara dalam bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, sebagai bahasa kedua atau sebagai bahasa asing.  60% penyiaran radio menggunakan Bahasa Inggris. 70% surat-menyurat di dunia menggunakan Bahasa Inggris.  80% percakapan telepon internasional menggunakan Bahasa Inggris.  80% semua data dalam 100 juta computer di dunia menggunakan Bahasa Inggris.                Hal serupa diungkapkan Ferguson berdasarkan penelitian ilmiah bahwa sumber ilmu pengetahuan dan korporasi multinasional, terkenal dan ikonik menggunakan bahasa Inggris[2].             Singkatnya, tingkat penguasaan bahasa Inggris begitu penting karena era globalisasi tidak dapat dihindari dan dunia mengalami perubahan cepat dalam dimensi hubungan internasional tanpa sekat melalui web, internet, perjanjian, transaksi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan kesempatan.Menurut Indrawati, sebuah penelitian indeks pengembangan  sumber daya manusia (HDI) yang dilakukan UNDP telah mengeluarkan hasil bahwa dari 174 negara yang disurvei, sumberdaya manusia Indonesia berada di level 102.  Sumber daya manusia Indonesia tertinggal 50 tahun dari Singapore dan Malaysia. Kita masih tertinggal jauh khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.[3]Hasballah mengungkapkan hanya beberapa orang Aceh yang memiliki posisi strategis dalam pekerjaan pada saat sesudah tsunami di Rehabilitasi-Rekonsialiasi Aceh-BRR dan internationals organizations (NGOs).  Itupun lebih dikarenakan faktor politik dan sosial-ekonomi bukan karena keahliannya atau kompeten dalam bekerja.  Posisi yang strategis tersebut banyak diduduki orang luar yang lebih kompeten dalam pengetahuan dan penguasaan bahasa Inggris.[4]               Berdasarkan fakta tersebut yang diungkap Hasballah, maka perlu kiranya para lulusan pada masa mendatang dipersiapkan untuk dapat bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang ‘oriented-overseas job’ seperti di Timur Tengah, di negara-negara asia yang maju seperti Malaysia, Singapore, Japan, Korea atau Australia. Kesempatan kerja harus lebih mengarah pada pekerjaan yang bersifat keahlian atau ‘expert’ seperti ahli telekomunikasi, pedagang berbasis teknologi, dan di badan-badan internasional.[5]Lemahnya sumber daya Indonesia sangat bergantung dari para pendidik yang berkompeten dalam menghasilkan lulusan yang unggul.Yang ingin penulis diskusikan di sini adalah sejauh mana kompetensi pendidik bahasa Inggris secara profesi dan akademik?            Tujuan artikel ini adalah untuk mengupas indikator ketidakunggulan kompetensi pendidik Bahasa Inggris dan mencari solusi meningkatkan kompetensi para pendidik Bahasa Inggris.            Dalam kamus Webster New Collegiate (1981), profesi (profession) adalah panggilan dalam memperoleh spesialisasi pengetahuan melalui persiapan panjang dan intensif pada institusi.  Ketika seseorang sudah memiliki spesialisasi pengetahuan dan bekerja dengan ilmu tersebut maka seseorang tersebut di sebut ‘profesional’.[6]         [1] Naisbitt, John.  Global Paradox (NY: Avon Books, 1995).[2]. Alwasilah, Chaedar. Perspektif Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia dalam Konteks Persaingan Global (Bandung: Andira, 2004).[3]. Indrawati, Meningkatkan daya saing SDM Indonesia di era Pasar bebas (Bandung:           Andira, 2003). [4]. Saad, Hasballah. Kebijakan Meningkatkan Mutu Penddidikan di Aceh: sebuah Gagasan Alternatif. Makalah Seminar Peningkatan mutu Pendidikan (Banda Aceh: Dinas Pendidikan Provinsi Banda Aceh, 2009), pp.5  [5]. Saad, Hasballah. Kebijakan Meningkatkan Mutu Penddidikan di Aceh: sebuah Gagasan Alternatif. Makalah Seminar Peningkatan mutu Pendidikan (Banda Aceh: Dinas Pendidikan Provinsi Banda Aceh, 2009), pp.8.  [6]. Websters’ New Collegiate, Dictionary.  Definition of Profession at Http://www.webstercollegiate.org (1981). 
METODE TAQRIB DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA Nurul Jeumpa
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui metode taqrib dalam pembelajaran agama Islam. Metode penulisan menggunakan metode library research. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa semua metode dalam pendidikan Islam tepat digunakan dalam pembelajaran agama Islam. Oleh karena itu, penggunaan metode dalam pendidikan tidak harus terfokus pada satu bentuk metode, akan tetapi dapat memilih atau mengkombinasikan diantara metode yang lain. Metode taqrib sangat cocok digunakan dalam proses belajar mengajar, karena dengan metode ini murid termotivasi dalam melewati hari belajarnya karenamurid akan tumbuh sikap percaya diri yang seutuhnya.

Page 2 of 3 | Total Record : 24