cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019" : 15 Documents clear
Hubungan bullying dengan ketidakberdayaan pada remaja Tantri Widyarti Utami; Alma Fadilah; Livana PH
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.678 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.161-166

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada remaja yang tidak hanya berampak terhadap harga diri saja tetapi juga terhadap pendidikan, kesejahteraan fisik dan mental.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan metode simple random sampling yang melibatkan 231 siswa SMA. Instrument yang digunakan adalah instrument Revised Olweus Bully/Victim Questionairre (OBVQ), dan Learned Helplessness Scale. Sample menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi remaja usia 15-17 tahun, berada  ditempat saat pengambilan data. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara bullying dan ketidakberdayaan pada remaja remaja (p value = 0,000). Kata kunci: Bullying , ketidakberdayaan, remaja. THE RELATIONSHIP BETWEEN BULLYING ANDHELPLESSNESS IN ADOLESCENT ABSTRACTBullying is one of the problems that occur in adolescents that is  not only affect to self-esteem but also on education, physical and mental health  well-being. The aim of te study was to determine the relationship between bullying andhelplessness in adolescent. This study used a cross sectional study design with a simple random sampling method involving 231 high school students. the instrument used is Revised Olweus Bully/Victim Questionairre(OBVQ), and Learned Helplessness Scale. Sample technique used simple random sampling with the inclusion criteria of adolescents aged 15-17 years, and is there when taking data.Data analyis used the chi square test . Results shown there was an relationship  between bullying and helplessness in adolescent (p value = 0.0001). Keywords: bullying, helplessness, adolescent 
Tingkat pengetahuan lansia berhubungan dengan resiliensi pada lansia yang di tinggal meninggal pasangan hidupnya Sri Puji Lestari; Sonhaji Sonhaji; Rosario Alfonsina Baru
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.193-198

Abstract

Resiliensi merupakan ranah bimbingan pribadi secara sosial kepada individu agar dapat mendaptasi lingkungan sosialya, sehingga mampu mengatasi permasalahan sulit dalam hidupnya dan tetap terbebas dari simtom psikopatologi. Dalam tahap perkembangan usia lanjut sangat diperlukan adanya resiliensi dalam rangka menyesuaikan diri dan bertahan dalam keadaan yang malang dan/atau tidak menyenangkan dalam hidupnya, terlebih untuk para usia lanjut yang ditinggalkan oleh  pasangan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tingkat Pengetahuan  Lansia dengan  resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di Puskesmas Rowosari Kota Semarang . Metodelogi Penelitian : Jenis penelitian yang kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang sudah ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupya di wilayah kerja puskesmas Rowosari Kota Semarang sebanyak 30 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang yanag mempunyai pengetahuan baik, sebanyak 6 responden (20,0%), pengetahuan cukup, sebanyak 13 responden (43,3%) dan mempunyai resiliensi baik, sebanyak  16 responden (53,3%) dan sebagian kecil mempunyai kejadian resiliensi kurang baik, sebanyak 14 responden (46,7%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan resiliensi pada lansia yang ditinggalkan karena kemeninggalan oleh pasangan hidupnya di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang dengan p value fisher exact 0,000 < 0,05 Kata kunci: pengetahuan,  lansia,  resiliensi. KNOWLEDGE LEVEL OF ELDERLY RELATED TO  THE RESELIENCE AMONG ELDERLY AFTER THE DEATH OF  A SPOUSE ABSTRACTResilience is the realm of personal social guidance to every individual who has difficultyor problems in his/her life and as well asto support he/she for free from psychopathology symptoms. In the stage of development of the elderly it is necessary to have resilience in order to adapt and survive in a situation that is unfortunate and / or unpleasant in life, especially for the elderly who have been left alone by their partner who had dead.  The purpose of the study: To determine the relationship between the level or degree of knowledge of the elderly with the resilience of the elderly who have been left by  their partner of spouses who dead in Rowosari Public Health Center,  Semarang city,  2017. Type of research, I used quantitative research method by the Cross Sectional design. The population in this study is the elderly who have been left alone by his/her partner who dead in the work area of Rowosari Public Health Center, in Semarang City as many as 30 respondents. The result of the study, Elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Rowosari Public Health Center, Semarang city,  has a good knowledge as much as 6 respondents (20.0%), knowledge enough 13 respondents (43.3%) and have good resilience as many as 16 respondents (53 , 3%) and a small number had an incidence of poor resilience as many as 14 respondents (46.7%). There is a relationship between knowledge with resilience in elderly who have been left by his/her partner of spouses who dead in Rowosari Public Health Center,  Semarang city, with p value fisher exact 0,000 <0,05 Keywords: knowledge, resilienc, elderly
Kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir Syifa Aulia; Ria Utami Panjaitan
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.731 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.127-134

Abstract

Mahasiswa dihadapkan pada berbagai macam hambatan dalam proses mengerjakan skripsi sehingga menyebabkan mahasiswa menjadi stress. Tingkat stres mahasiswa erat kaitannya dengan kondisi kesejahteraan psikologis yang dialaminya di kehidupan kampus.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kesejahteraan psikologis dan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 108 mahasiswa tingkat akhir FIK UI yang sedang mengerjakan skripsi dengan menggunakan metode pengampilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Ryff’s Scale of Psychological Well-being dan Student Nurse Stress Index (SNSI).Analisis uji statistik menggunakan uji korelasigamma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kesejahteraan psikologis dengan tingkat stres dengan korelasi negatif (r= -0,649; p= 0.000). Pendidikan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis perlu dilakukan sebagai cara untuk menurunkan tingkat stres yang dialami mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, stres, mahasiswa tingkat akhir PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND LEVEL OF STRESS AMONG THE LAST YEAR COLLEGE STUDENTS ABSTRACTCollege students are faced with various kinds of obstacles in the process of working on a thesis that causes students to become stressed.The level of student stress is closely related to the conditions of psychological well-being experienced in campus life.This study was conducted to correlation between psychological well-being and level of stress among the last year college students. Methodology used descriptive correlative with cross sectional study, used 108 the last year students in Faculty of Nursing Universitas Indonesia who is working on a thesis and used total sampling. The instrument in this study was Ryff’s Scale of Psychological Well-being and Student Nurse Stress Index (SNSI). Statistical analysis test using gamma correlation test. Result this study, there is strong correlation between psychological well-being and level of stress with the negative correlation (r = -0,649; p= 0.000). Health education and increasing psychological well-being need to be done as a way to decrease level of stress among the last year college students. Keywords: psychological well-being, stress, last year students
Efektifitas penerapan standar asuhan keperawatan jiwa generalis pada pasien skizofrenia dalam menurunkan gejala halusinasi Satria Fajrullah Said Aldam; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.205 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.167-174

Abstract

Halusinasi merupakan persepsi yang diterima oleh panca indera tanpa adanya stimulus eksternal. Klien dengan halusinasi sering merasakan keadaan/kondisi yang hanya dapat dirasakan olehnya namun tidak dapat dirasakan oleh orang lain. Tujuan laporan kasus ini yaitu untuk menganalisis mengenai tandar asuhan keperawatan generalis pada pasien skizofrenia dalam menurunkan gejala halusinasi. Karya ilmiah akhir ini merupakan analisis terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi dengan skizofrenia yang dilakukan di Ruang Srikandi Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Hasil analisis menunjukkan bahwa ntervensi keperawatan secara generalis sangat efektif diberikan pada pasien dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran. Hal ini ditandai dengan penurunan tanda gejala halusinasi pada klien setelah diberikannya tindakan keperawatan. Kata kunci: asuhan keperawatan jiwa generalis, halusinasi, skizofrenia EFFECTIVENESS OF THE IMPLEMENTATION OF STANDARDS FOR NURSING GENERALIS NURSING AT SKIZOFRENIA PATIENTS IN REDUCING HALUSINATION SYMPTOMS ABSTRACTHallucinations are perceptions received by the five senses in the absence of an external stimulus. Clients with hallucinations often feel the conditions / conditions that can only be felt by him but can not be felt by others. The purpose of this case report is to analyze the level of generalist nursing care in schizophrenic patients in reducing hallucinatory symptoms. This final scientific work is an analysis of the implementation of nursing care in hallucinatory patients with schizophrenia conducted in the Srikandi Room of Dr. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. The results of the analysis showed that general nursing intervention was very effective given to patients with sensory disorders of auditory hallucinations perception. This is marked by a decrease in hallucinatory symptoms to the client after nursing is given. Keywords: generalist mental nursing care, hallucinations, schizophrenia
Intervensi keperawatan terhadap self efficacy keluarga pasien skizofrenia Rokhyati, Rokhyati; Dwidiyanti, Meidiana; Sari, Sri Padma
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.375 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.199-204

Abstract

Keluarga merupakan orang-orang yang terkena dampak langsung dari anggota keluarga penderita skizofrenia. Keluarga juga pihak yang menderita seperti halnya penderita skizofrenia, bahkan skizofrenia merupakan gangguan yang dapat berlangsung seumur hidup, menjadi beban finansial dan emosional yang berat serta berkepanjangan bagi keluarga. Keluarga menanggung beban stigma yang cenderung melekat kepada keluarga yang mempunyai anggota keluarga penderita skizofrenia. Keluarga dalam merawat penderita skizofrenia membutuhkan self efficacy. Intervensi keperawatan diperlukan untuk meningkatkan self efficacy keluarga, memperkuat strategi koping, mencegah kekambuhan skizofrenia, meningkatkan fungsi keluarga dan menurunkan beban keluarga. Literatur review ini bertujuan mengetahui intervensi- intervensi yang digunakan terhadap self efficacy keluarga dengan skizofrenia. Metode yang digunakan menggunakan review artikel dan Jurnal keperawatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2018. Hasil berbagai intervensi yang dilakukan menunjukkan perubahan yang bermakna terhadap self efficacy.Simpulan perawat perlu mengetahui berbagai intervensi keperawatan terhadap self efficacy keluarga untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat dan penerimaan terhadap penderita dengan skizofrenia. Saran perlu dikembangkan intervensi keperawatan untuk lebih meningkatkan selft efficacy keluarga antara lain intervensi keperawatan Mindfulness Spiritual Islam. Kata Kunci : intervensi keperawatan, self effycacy, keluarga skizofrenia  NURSING INTERVENTION OF FAMILY SELF EFFICACY SKIZOFRENIA PATIENTS ABSTRACTThe family is an affected parent directly from a family member with schizophrenia. Families also suffer from schizophrenia, even schizophrenia is a disorder that can last a lifetime, a heavy and prolonged financial and emotional burden on the family.Families bear the burden of stigma that tends to cling to families that have family members with schizophrenia.Families in treating schizophrenia need self efficacy. Nursing interventions are needed to improve family self-efficacy, strengthen coping strategies, prevent schizophrenia recurrence, improve family function and reduce family burden. This literature review aims to find out which interventions are used against family self-efficacy with schizophrenia. The method used uses a review of articles and nursing journals from 2007 to 2018. The results of various interventions conducted showed significant changes to self efficacy. Conclusions nurses need to know a variety of nursing interventions to family self efficacy to improve the ability of families to care for and receive patients with schizophrenia. Suggestions need to be developed nursing interventions to further improve the family efficacy, including Islamic Spiritual Mindfulness nursing interventions. Keywords: nursing interventions, self effycacy, schizophrenia family
Pengaruh restrain terhadap penurunan skore panss EC pada pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan Hastuti, Retno Yuli; Agustina, Nurwulan; Widiyatmoko, Widiyatmoko
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.542 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.135-142

Abstract

Kasus perilaku kekerasan di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah  adalah sebanyak 158 orang yang di restrain sebanyak 72 orang dan nilai panss EC adalah gaduh gelisah. Penanganan yang dilakukan adalah dengan menenangkan pasien dan memberikan terapi restrant dengan tepat sesuai SOP selama 24 jam sehingga  menurunkan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia yang dinilai dengan skor Panns EC. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui Pengaruh Restrain terhadap Penurunan Skor Panss EC pada Pasien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan di Ruang Edelweis Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan rancangan One Group Pre Test-Post Test Design, Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien perilaku kekerasan di RSJD dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah sebanyak 158 orang. Teknik sampling yang digunakan concecutive sampling, analisa data paired t-test. Hasil. Karakteristik responden meliputi umur yaitu 26-45 tahun, jenis kelamin adalah laki-laki dan pekerjaan adalah tidak bekerja.  Skor Panss EC pada pasien skizofrenia sebelum dilakukan restrain di yaitu gaduh gelisah dengan mean 21,90. Skor Panss EC pada pasien skizofrenia setelah dilakukan restrain yaitu gelisah dengan mean 19,50 Kesimpulan. Ada Pengaruh Restrain terhadap Penurunan Skor Panss EC pada Pasien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan dengan nilai p = 0,000 (α<0,05) Kata Kunci : restrain, skizofrenia, skor panss EC, perilaku kekerasan  ABSTRACT Cases of violent behavior in RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Central Java province as many as 158 people in restrained as many as 72 people and the value of EC panss is noisy anxiety. The handling is to calm the patient and provide restrant therapy, restrain implementation is done by tying the hands of the patient to sleep for 24 hours to reduce the in schizophrenic patients with violent behavior with eczema score. Aim. To know the effect of Restrain on Impairment of EC Panss Scores in Schizophrenic Patients with Violent Behavior in Edelweis Room Mental Hospital Area Dr. Soedjarwadi Central Java Province. Method. The design of this study using Quasy Experimental with the design of One Group Pre-Test Post Test Design, Population in this study are all patients violent behavior in RSJD dr. RM. Soedjarwadi Central Java Province as many as 158 people. Sampling technique used concecutive sampling, paired t-test data analysis. Results. Characteristics of respondents include age ie 26-45 years, gender is male and job is not working. Panss EC score in schizophrenic patients before restrained in Edelweis Room Mental Hospital Area Dr. Soedjarwadi Central Java Province is anxious with a mean of 21.90. Panss EC score in schizophrenic patients after restrained is anxious with the mean of 19.50. Conclusion. There is a Restrain Effect on Decreasing Panss EC Scores in Schizophrenic Patients with Violent Behavior with p value = 0,000 (α <0,05) Keywords: restrain, schizophrenia, EC panss score, violent behavior
Hubungan pola asuh orang tua dengan interaksi teman sebaya pada remaja Parulian, Tina Shinta; Yulianti, Agnes Roma
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.575 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.175-180

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi perkembangan kanak-kanak menuju dewasa, melibatkan perubahan biologis, kognitif dan sosio-emosional. Interaksi teman sebaya adalah hubungan timbal balik antara dua individu atau lebih dengan tingkat umur yang berdekatan yang saling mempengaruhi. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan interaksi remaja kepada teman sebaya. Jumlah sampel 197 siswa kelas VII dan VIII SMPN 4 Pakuhaji Ngamprah. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pola asuh demokratik, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif dengan interaksi teman sebaya. Saran kepada pihak sekolah agar remaja diberi ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Kata kunci : pola asuh, remaja, interaksi, teman sebaya RELATIONSHIP OF PARENT PARENTS WITH PEER INTERACTION ADOLESCENT ABSTRACTAdolescence is a transition period of childhood development toward adulthood, involving biological, cognitive and socio-emotional changes. Peer interaction is a reciprocal relationship between two individuals or more. The study design used descriptive correlation with a cross sectional approach which aims to determine the relationship between parenting parents and adolescent interactions with peers. The number of samples was 197 students of class VII and VIII of SMP 4 Pakuhaji Ngamprah. The sampling technique used stratified random sampling. Data collection used a questionnaire. Bivariate analysis used chi-square test. The results shows that there is a relationship between democratic parenting, authoritarian parenting and permissive parenting with peer interaction. The suggestions for the school are given encouragement to adolescent to develop their potential. Key words: parenting, adolescents, peer interaction
Stres dan gejala dispepsia fungsional pada remaja Intan Sari Putri; Widyatuti Widyatuti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.08 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.205-216

Abstract

Remaja merupakan populasi yang berisiko mengalami berbagai permasalahan kesehatan, salah satunya gejala dispepsia fungsional. Stres menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan kesehatan pada remaja seiring perubahan dalam perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stres dan gejala dispepsia fungsional pada remaja SMA. Desain penelitian ini yaitu cross-sectional dengan 360 responden dipilih melalui metode purposive sampling dan stratified-cluster sampling dari SMA di kota Bekasi. Instrumen penelitian ini yaitu the shortened version of the adolescent stress questionnaire (ASQ-S) dan dyspepsia symptom severity index (DSSI). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja SMA lebih adaptif terhadap stres dan tidak merasakan gejala dispepsia. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-square didapatkan hubungan yang signifikan antara stres dan gejala dispepsia fungsional pada remaja dengan nilai p sebesar 0.001. Hasil uji Odd Ratio (OR) didapatkan pada remaja yang merasakan stres berpeluang merasakan gejala dispepsia sebanyak 5,43 kali dibandingkan yang adaptif terhadap stres. Pelaksanaan pendidikan keterampilan hidup sehat dan pelayanan kesehatan mental berbasis sekolah diperlukan sebagai upaya untuk mengurangi stres pada remaja. Selain itu, diperlukan upaya kesehatan sekolah terkait nutrisi pada remaja melalui konseling nutrisi dan pendidikan kesehatan tentang pola makan yang teratur untuk meminimalisasi gejala dispepsia fungsional. Kata kunci: gejala dispepsia fungsional,  pelayanan kesehatan mental berbasis sekolah, pendidikan keterampilan hidup sehat, remaja, stres  STRESS AND FUNCTIONAL DYSPEPSIA SYMPTOMS IN ADOLESCENTS ABSTRACTThe population of adolescents is at risk of experiencing various health problems, one of the problems is the functional dyspepsia symptom. One of the causes of this health problem is stress, which changes in their development. The research aims to identify the relationship between stress and functional dyspepsia symptoms in high school adolescents. The research design used is cross-sectional with 360 respondents selected through purposive sampling method and stratified-cluster sampling taken from A High School in Bekasi City. The research instruments used were the shortened version of the adolescent stress questionnaire (ASQ-S) and dyspepsia severity index symptoms (DSSI). The results showed the majority of high school adolescents were more adaptive to stress and didn't feel dyspepsia symptoms. The results of the study were analyzed using the Chi-square test showed that there was a significant relationship between stress and functional dyspepsia symptoms in adolescents with a p-value = 0.001.  The result of the Odd Ratio test (OR) that is adolescents who feel stress has a chance of 55.72 times feeling dyspeptic symptoms compared to adolescents who are more adaptive to stress. The implementation of healthy life skills education and school-based mental health services are needed as an effort to reduce stress in adolescents. Moreover, a school health program related to nutrition is needed in adolescents through nutrition counseling and health education about regular eating patterns to minimize symptoms of functional dyspepsia. Keywords: the functional dyspepsia symptom, school-based mental health services, healthy life skills education, adolescent; stress
Meditasi dengan suara alam dapat menurunkan stres pada mahasiswa keperawatan Wahyu Rochdiat Murdhiono; Santi Damayanti; Ni Luh Komang Sri Ayunia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.143-152

Abstract

Mahasiswa keperawatan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami stres dibandingkan  mahasiswa kesehatan lainnya. Belum pernah ada peneltian yang menggabungkan terapi meditasi dengan terapi musik suara alam untuk menurunkan stres pada mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Tujuan penelitian ntuk mengetahui pengaruh meditasi dengan suara alam pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre dan post-test nonequivalent control group. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan DASS-42. Median skor stres pada kelompok perlakuan sebesar 11,00 pada pre-test sedangkan post-test sebesar 7,00. Di kelompok kontrol, median skor stres pre-test sebesar 10,00 dan median skor stres post-test sebesar 9,50. Uji Wilcoxon untuk menganalisis perbedaan skor stres pre dan post-test menghasilkan nilai p 0,000 di kelompok perlakuan dan pada kelompok kontrol menunjukkan nilai p 0,137. Meditasi menggunakan musik suara alam dapat menurunkan stres dan dapat menjadi terapi komplementer alternatif yang dapat dilakukan perawat. Kata kunci: meditasi, musik suara alam, stres, mahasiswa keperawatan MEDITATION WITH SOUND OF NATURE CAN REDUCE STRESS IN NURSING STUDENTSABSTRACTNursing students have a higher risk to experience stress than other medical students. Previously, there has never been any research regarding meditation using the sound of nature to reduce stress in nursing students in Yogyakarta.Research objective to determine the influence of meditation with the sound of nature to reduce stress in nursing students. This is quasi-experiment research with a pre and post-test nonequivalent control group design. The samples were selected using consecutive sampling and divided into two groups, each was 30 respondents. The research instrument used was DASS 42. The pre-test median stress score in the intervention group was 11.00, and the post-test score was 7.00. In the control group, the pre-test median score was 10.00, and the post-test score of 9.50. Wilcoxon test used to analyze the difference of stress score in the intervention group (p-value = 0.000), and the difference in stress score in the control group (p-value = 0.137). Meditation using the sound of nature can reduce stress in nursing students and can be an alternative complementary therapy for nurses. Keywords: meditation, the sound of nature, stress, nursing students
Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat kecemasan remaja korban bullying Susanti Niman; Monika Saptiningsih; Clara Tania
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.239 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.2.2019.181-184

Abstract

Tindakan bullying menimbulkan kecemasan dan harga diri rendah  pada korban. Remaja SMA korban bullying yang menjadi takut, dan malas pergi sekolah. Tujuan penelitian untuk diketahuinya pengaruh terapi menulis ekspresif  terhadap tingkat kecemasan. Kecemasan merupakan respons emosional ditandai dengan rasa takut, tegang dan gelisah. Menulis ekspresif adalah metode menulis untuk mengungkapkan  pengalaman emosional. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Instrumen menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42) dengan mengambil subskala anxiety. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak 20 korban bullying yang menderita kecemasan.  Analisa dilakukan dengan uji paired t-test. Hasil : p- value = 0,000 (< 0,05). Ada pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat kecemasan.  Kata kunci: kecemasan, korban bullying, terapi menulis ekspresif EFFECT OF EXPRESSIVE WRITING THERAPYTOWARDS THE LEVEL OF ANXIETY ANALYSIS OF VICTIMS OF BULLYING ABSTRACTBullying causes anxiety and low self-esteem to the victim. Bullying teenagers who become scared, and are lazy to go to school. The purpose of this study was to determine the effect of expressive writing therapy on anxiety levels. Anxiety is an emotional response characterized by fear, tension and anxiety. Expressive writing is a method of writing to express emotional experiences. The research method uses quantitative with pre-experimental one group pretest-posttest design. The instrument uses the Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42) questionnaire by taking the anxiety subscale. The sampling technique uses a total sampling of 20 bullying victims who suffer from anxiety. Analysis is done by paired t-test. Results: p-value = 0,000 (<0.05). There is an effect of expressive writing therapy on anxiety levels. Keywords: anxiety, victims of bullying, expressive writing therapy

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue