cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jap.anestesi@gmail.com
Editorial Address
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Jalan Pasteur No. 38 Bandung 40161, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Anestesi Perioperatif
ISSN : 23377909     EISSN : 23388463     DOI : 10.15851/jap
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Anestesi Perioperatif (JAP)/Perioperative Anesthesia Journal is to publish peer-reviewed original articles in clinical research relevant to anesthesia, critical care, case report, and others. This journal is published every 4 months with 9 articles (April, August, and December) by Department of Anesthesiology and Intensive Care Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran/Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 8 Documents clear
Korelasi Kadar Limfosit dengan Nilai P/F Rasio Pada Pasien Covid-19 Derajat Berat Yazid Bustomi; Reza Widianto Sudjud; Ardi Zulfariansyah
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2793

Abstract

Virus SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit pernapasan akut yang disebut COVID-19 dan menyebabkan pandemi global. Limfopenia adalah salah satu kelainan laboratorium utama pada pasien COVID-19 derajat berat yang mengalami ARDS dengan penurunan P/F rasio. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi kadar limfosit dengan P/F rasio pada pasien COVID-19 derajat berat. Penelitian dilakukan di ICU COVID-19 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menelusuri rekam medik pada periode Januari hingga Juli 2021. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif menggunakan model pendekatan waktu secara longitudinal atau time period approach. Penilaian dilakukan pada saat subjek dirawat pada hari ke-1, 3, dan ke-7 di ICU COVID-19 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Uji normalitas data numerik menggunakan uji Shapiro Wilk didapatkan hasil data berdistribusi tidak normal. Selanjutnya, pada penelitian ini dilakukan uji korelasi Spearman. Tidak terdapat korelasi antara kadar limfosit dan P/F rasio pada pasien COVID-19 derajat berat (p=0,125; R=0,126). Didapatkan sebagian besar pasien COVID-19 derajat berat memiliki kadar limfosit <1.000 uL dan P/F rasio <150 mmHg (p<0,05). Simpulan, tidak terdapat korelasi antara kadar limfosit dan P/F rasio pada COVID-19 derajat berat, walaupun pada sebagian besar kasus COVID-19 derajat berat didapatkan penurunan limfosit dan P/F rasio. 
Perbandingan Terapi Albumin dari Ekstrak Channa Micropeltes Dan Channa Striata Terhadap Peningkatan Kadar Albumin pada Pasien Hipoalbuminemia Purwoko Purwoko; Bambang Novianto Putro; Prima Artya Kurniawan
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2469

Abstract

Suplemen albumin yang selama ini sering digunakan adalah ekstrak ikan gabus (Channa striata). Ikan toman (channa micropeltes) diduga memiliki protein yang lebih tinggi dari pada ikan gabus. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan peningkatan kadar albumin dari ekstrak ikan toman dan ikan gabus dengan peningkatan kadar albumin darah pada pasien hipoalbuminemia. Penelitian ini dilakukan di ICU RSUD Dr. Muwardi Surakarta pada bulan November 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan uji klinis acak tersamar tunggal pada 30 pasien yang menjalani perawatan intensif dengan hipoalbuminemia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk eksklusi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dengan pemberian albumin ekstrak ikan toman (A) dan kelompok pemberian albumin ekstrak ikan gabus (B). Kedua kelompok diberikan albumin dengan dosis 5 gram tiap 12 jam selama tiga hari berturut-turut. Dilakukan pencatatan kadar albumin darah sebelum perlakuan dan tiga hari berturut-turut sejak pemberian ekstrak albumin. Penelitian menunjukan hasil bahwa selisih perubahan kadar albumin hari ke 1-baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,17+0,12, sedangkan kelompok B 0,11+0,08 (p=0,163). Pada hari ke-2 baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,41+0,15, sedangkan kelompok B 0,39+0,21 (p=0,785); pada hari ke-3 baseline kelompok A mengalami peningkatan rerata 0,74+0,35, sedangkan kelompok B 0,55+0,23 (p=0,785). Simpulan, ekstrak ikan toman memberikan peningkatan albumin yang lebih baik dibanding dengan ikan gabus, meskipun tidak berbeda secara statistik. 
Perbandingan Mula Kerja Ropivacaine 0,75% dengan Levobupivacaine 0,5% untuk Blokade Peribulbar pada Pasien yang Menjalani Operasi Vitrektomi Odih Fahruzi; Dedi Fitri Yadi; M. Andy Prihartono
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.3116

Abstract

Blokade peribulbar merupakan salah satu teknik anestesi regional yang dapat digunakan untuk operasi vitrektomi. Ropivakain dan levobupivakain merupakan anestetik lokal yang memiliki keunggulan durasi kerja yang lama dan tingkat komplikasi lebih rendah dibanding dengan bupivakain. Penelitian ini bertujuan membandingkan mula kerja antara ropivakain dan levobupivakain pada blokade peribulbar. Jenis penelitian ini berupa eksperimental prospektif yang menggunakan desain double blind randomized controlled trial dengan analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney. Subjek terdiri dari 34 orang yang menjalani operasi vitrektomi dengan blokade peribulbar. Penelitian dilakukan bulan Maret–April 2022 di di Netra Klinik Spesialis Mata Bandung. Enam belas subjek dilakukan blokade peribulbar dengan ropivakain 0,75% dan 18 subjek mendapatkan levobupivakain 0,5%. Mula kerja rerata pada grup ropivakain 0,75% didapatkan 11,3 menit, sedangkan grup levobupivakain 0,5% rerata 7,78 menit dengan perbedaan bermakna (p<0,05). Volume rerata grup ropivakain 0,75% adalah 8,06±1,44 mL, sedangkan grup levobupivakain 0,5% mendapatkan volume rerata 7,00±1,79 mL. Mula kerja levobupivakain 0,5% lebih cepat dibanding dengan ropivakain 0,75%, hal tersebut kemungkinan berhubungan dengan perbedaan lipid solubilitas, ropivakain 10 kali lebih rendah lipid solubilitasnya dibanding dengan levobupivakain. Simpulan penelitian ini adalah mula kerja levobupivakain 0,5% pada blokade peribulbar lebih cepat dibanding dengan ropivakain 0,75%.  
Pola Bakteri dari Jam Tangan dan Kacamata yang Dibawa ke Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Ardana Tri Arianto; Bambang Novianto Putro; Geovaldy Siregar
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2490

Abstract

Ruang bedah berperan sebagai penyebab infeksi nosokomial terutama akibat luka bedah. Transmisi patogen oleh tenaga kesehatan berperan penting dalam rute infeksi silang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola bakteri jam tangan dan kacamata tenaga kesehatan yang dibawa ke kamar operasi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian menggnakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif laboratorik di Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada Juni–Juli 2018. Sampel adalah seluruh hardware yang dibawa masuk ke ruang bedah umum dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian terhadap 40 hardware, yaitu 19 jam tangan dan 21 kacamata yang dipakai dan dibawa ke kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Hardware yang dibawa dan mengandung bakteri patogen sebanyak 33 hardware (83%). Hardware yang terkontaminasi patogen paling banyak adalah kacamata. Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus hominis sebanyak 16 hardware (40%). Staphylococcus haemolyticus ditemukan pada 7 hardware (17%). Staphylococcus epidermidis ditemukan pada 4 hardware (10%). Simpulan penelitian ini adalah hardware yang diteliti mayoritas terdapat patogen (83%).Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan adalah staphylococcus hominis pada 40% hardware.
TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA COMBINED WITH SUB-TENON BLOCK IN VITRECTOMY OPERATION WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE ON REGULAR HEMODIALYSIS Andriamuri Primaputra Lubis; Alegra Rifani Masharto
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2855

Abstract

Vitrektomi adalah operasi mata untuk mengangkat bagian vitreous body. Hingga saat ini berbagai teknik anestesi tengah dikembangkan untuk mencapai kondisi teknik anestesi ideal. Teknik anestesi kombinasi general anesthesia dengan blok subtenon pada operasi vitrektomi memiliki potensi yang bagus untuk mengurangi nyeri pascaoperasi, mengurangi insiden refleks okulokardiak dan mengurangi jumlah penggunaan analgesia. Pada laporan ini, dilaporkan pasien laki-laki berusia 40 tahun dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus tipe II, dan memiliki riwayat penggunaan heparin. Pasien didiagnosis non-closing vitreous hemorrhage. Pasien direncanakan dilakukan vitrektomi dengan general anesthesia yang dikombinasikan dengan blok subtenon. Selama operasi tidak terjadi perubahan hemodinamik yang bermakna. Keberhasilan teknik anestesi kombinasi ini ditunjukkan oleh hemodinamik yang stabil selama operasi. Teknik anestesi kombinasi pada pasien dengan komorbid yang menjalani vitrektomi seperti pada kasus ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan pada pengelolaan kasus sejenis di masa yang akan datang.  
Penggunaan Delta C-Reactive Protein dan SOFA Score Sebagai Prediktor Kematian Pasien Sepsis Nova Maryani; Akhmad Yun Jufan; Yusmein Uyun; Calcarina Fitriani Retno Wisudarti; Untung Widodo
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2955

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan skor DELTA CRP dan SOFA dalam memprediksi prognosis pada pasien ICU. Penelitian observasional kohort digunakan sebagai desain. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Sardjito periode Februari–Juli 2019. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Para peneliti mengumpulkan 32 responden dengan sepsis dan syok sepsis yang dirawat di ICU berdasarkan kondisi ini. Skor area under curve (AUC) delta CRP menunjukkan >0,7 (0,780;CI 95%: 0,58–0,97) dengan cut-off 3 (sensitivitas=53,8%, spesifisitas=91%), menyiratkan bahwa CRP delta dapat menunjukkan keadaan pasien sepsis dan syok septik yang memburuk, tetapi kurang sensitif untuk memprediksi kematian. Sementara itu, skor AUC of SOFA >0,7 (0,787; 95% CI: 0,58–0,98) pada hari ke-0 dengan cut-off 8,5 (sensitivitas=76,9%, spesifisitas=81,8%), dan 0,836 (CI 95%: 0,67–0,99) pada hari ke-2 dengan cut-off 6 (sensitivitas=84,6%, spesifisitas=72,7%). Hal ini menunjukkan bahwa skor SOFA dapat memprediksi tingkat kematian prognostik pada pasien yang didiagnosis sepsis dan syok septik di ICU. Baik skor delta CRP dan SOFA memiliki nilai AUC lebih besar dari 0,7, tetapi hanya delta CRP yang memiliki sensitivitas rendah sebagai prognostik kematian.
Intubasi Fiber Optic pada Pasien Anak dengan Syngnathia dan Pseudoankylosis Sendi Temporomandibular : Laporan Kasus Hafizh Budhiman Mahmud; Gezy Weita Giwangkancana; Ayu Puji Lestari
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.3140

Abstract

Manajemen jalan napas pada pasien anak dengan malformasi kraniofasial merupakan tantangan karena sulit dilakukan. Laporan kasus ini bertujuan menjelaskan manajemen anestesi pada pasien anak dengan syngnathia anterior dan pseudoankilosis temporomandibular. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dengan diagnosis syngnathia segmen anterior dan pseudoankilosis temporomandibular dijadwalkan untuk operasi elektif. Intubasi fiber optic dilakukan pada pernapasan spontan (spontaneous breathing) melalui insuflasi menggunakan perangkat jalan napas nasofaring yang dimodifikasi. Dilakukan teknik “spray-as-you-go” dengan lidokain yang diencerkan dan intubasi nasal menggunakan fiber optic dari saluran hidung kontralateral menggunakan tabung endotrakeal uncuffed ukuran 4,5. Metode intubasi fiber optic dapat berhasil digunakan pada anak dengan malformasi kraniofasial.
Profil Morbiditas dan Mortalitas Layanan Anestesi dan Pembedahan Pasien Geriatri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Februari sampai April Tahun 2021 Stefi Berlian Soefviana; Ezra Oktaliansah; Radian Ahmad Halimi
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n1.2792

Abstract

Pasien geriatri dapat meningkatkan angka kejadian morbiditas dan mortalitas saat mendapat tindakan anestesi dan pembedahan. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil morbiditas dan mortalitas layanan anestesi dan pembedahan pasien geriatri di RSUP Dr. Hasan Sadikin periode Februari–April tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional secara retrospektif terhadap rekam medis pasien yang mendapat tindakan anestesi di kamar operasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan Februari–April tahun 2021. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien dengan rerata usia 66 tahun, jenis kelamin laki-laki 51,0 %, IMT normal sebanyak 51,7%, status non covid 100%, komorbiditas hipertensi 30,2%, operasi elektif sebanyak 86,5%. Jenis tindakan operasi terbanyak dari bagian bedah digestif sebanyak 28,9%, status ASA 2 sebanyak 79,2%, dan tindakan anestesi umum sebanyak 69,8%. Simpulan, angka kejadian morbiditas dan mortalitas layanan anestesi dan pembedahan pasien geriatri di RSUP Dr. Hasan Sadikin bulan Februari sampai April 2021 didapatkan morbiditas sebanyak 105 pasien (70,4%) dan mortalitas sebanyak 10 pasien (6,7%). Morbiditas dan mortalitas terbanyak ditemukan pada wanita, 18,5–24,9 kg/m2 komorbid hipertensi, operasi emergensi, ASA ≥3, dan anestesi umum. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8