cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017): " : 22 Documents clear
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR TENTH GRADE STUDENTS IN BANGLI AND BULELENG REGENCY IN 2014/2015 ACADEMIC YEAR BASED ON CURRICULUM 2013 ., Ni Luh Devi Wimayanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang didasari oleh model penelitian dan pengembangan yang digagas oleh Borg dan Gall (2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah tes akhir prestasi belajar siswa kelas 10 dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam pemahaman membaca, yang standar berdasarkan kurikulum 2013. Subyek dari penelitian ini ialah para siswa di kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 2 Singaraja di Kabupaten Buleleng dan para siswa di kelas XI MIA 2 di SMA Negeri 1 Bangli di Kabupaten Bangli. Obyek dari penelitian ini adalah 100 soal yang berbentuk soal pilihan ganda yang diteskan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Adapun langkah-langkah yang diterapkan dalam pengembangan tes ini yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal sebelum diteskan kepada siswa, (5) perbaikan dari produk awal, (6) uji coba dengan melibatkan siswa, (7) perbaikan dari produk awal menjadi produk akhir. Soal-soal diteskan di dua kelas tersebut dan hasil dari tes dianalisa dengan mempergunakan program Anates versi 4.0 mengenai validitas soal, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, homogenitas, dan daya pengecoh dari pilihan jawaban soal. Hasil dari penelitian ini berupa buku bank soal yang mana dari 100 soal terdapat 64 soal yang dikategorikan sebagai soal yang valid dan standar di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan (R&D), pemahaman membaca, tes standar, validasi This research is a research and development (R&D) following the R&D model proposed by Borg and Gall (2003). This research aimed at developing a Standard English Language final achievement test, specifically about the reading comprehension, for tenth grade students based on curriculum 2013. The subject of this study were the students of Class XI MIA 1 in SMA Negeri 2 Singaraja in Buleleng Regency and the students in Class XI MIA 2 in SMA Negeri 1 Bangli in Bangli Regency. The object of the study were 100 test items in form of multiple-choice test that were tested to the students in the two schools. The steps taken to develop the test were (1) research and information collection, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) Preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, and (7) operational product revision. The test items were tried-out in the two classes and the results were analyzed by using Anates 4.0 version application in term of validity, reliability, index of discrimination, index of faculty, homogeneity and the quality of distractor. The result of the study was the final product of test in form of bank question book where from 100 items, there were 64 items considered as valid and standard in both Bangli and Buleleng Regencies. keyword : R&D, reading comprehension, standard test, validation
THE EFFECT OF EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TOWARD STUDENTS WRITING COMPETENCE AT THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018. ., Ida Ayu Md Friska Setiawati; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh signifikan terhadap kompetensi menulis siswa antara siswa yang diajar dengan menerapkan pembelajaran pengalaman dan mereka yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan kelompok posttest hanya sebagai metode penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Singaraja pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk mengetahui sampel. Ada 27 siswa XI MIA 5 yang ditugaskan sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan pengalaman belajar dan 26 siswa XI MIA 6 diobati sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Data turunan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen mencapai hasil yang lebih baik sehingga siswa dalam kelompok kontrol. Temuan tersebut diyakinkan oleh hasil kelompok eksperimen yaitu 87,52, sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 81,23. Selanjutnya, hasil analisis statistik inferensial juga membuktikan pernyataan di atas, yang merupakan hasil tob adalah 4,107 dan nilai tcv adalah 1,6579. Ini menunjukkan bahwa nilai tob lebih tinggi daripada tcv. Karena tob lebih tinggi daripada tcv, hipotesisnya diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa kelas XI SMA N 1 Singaraja yang diajar dengan menggunakan pengalaman belajar. Kata Kunci : kompetensi menulis, pengalaman belajar This study aims to investigate whether or not there is a significant effect of students’ writing competence between students who were taught by implementing experiential learning and those who were taught by using conventional learning. This was an experimental research with posttest only group design as the research method. The populations of this study were the eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja in academic year 2017/2018. This research administered cluster random sampling to determine the sample. There were 27 students of XI MIA 5 assigned as the experimental group who were taught by using experiential learning and 26 students of XI MIA 6 were treated as the control group who were taught by using conventional learning. The derived data were analyzed by using descriptive as well as inferential statistics analysis. The result of the data analysis showed that students in experimental group achieved better result that students in control group. The findings were convinced by the result of descriptive statistics analysis which showed the mean score of experimental group was 87.52, meanwhile the mean score of control group was 81.23. Furthermore, the result of the inferential statistics analysis also proven statement above, which the result of tob was 4.107 and the value of tcv was 1.6579. It showed that the value of tob was higher than the tcv. Since the tob was higher than the tcv, the hypothesis is accepted. It can be concluded that there was significant effect of students’ writing competence of the eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja who were taught by using experiential learning. keyword : experiential leaning, writing competence.
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY ENGLISH TEACHERS IN CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 2 BANJAR ., Ida Ayu Novia Ari Swandewi; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.823 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menyelidiki jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar. 2) Mengidentifikasi sebagian besar tindakan wicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 Banjar 3) menemukan fungsi pedagogis dari tindakan berbicara yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Ada dua guru sebagai subyek penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan instrumen seperti observasi penelitian, panduan wawancara, kamera video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Ada empat jenis tindak tutur yang ditemukan selama proses belajar mengajar. 2) Tindakan berbicara yang paling sering digunakan oleh guru adalah tindakan ucapan direktif yang terjadi saat para guru mencoba memberikan pertanyaan, meminta sesuatu, memberi perintah, menyela, mengundang, melarang, memberi saran dan mengingatkan. Jenis tindak tutur ini menyumbangkan sekitar 130 ujaran dengan presentase sekitar 62%. 3) Fungsi pedagogis yang disajikan oleh tindak tutur dibagi menjadi empat mode. Itu adalah arahan sebagai fungsi kontrol, commissives sebagai fungsi organisasi dan representatif dan ekspresif sebagai fungsi evaluatif dan fungsi motivasional. Kata Kunci : Kata Kunci: Tindak Tutur, ucapan guru This study aimed at 1) investigating kind of speech acts used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar. 2) Identifying the most speech act used by English teachers in teaching and learning process at SMA Negeri 2 Banjar 3) discovering the pedagogical functions of the speech act used by English teachers. This research was a descriptive study by using qualitative approach. There were two teachers as subjects for this research. The data were collected based on the instruments such as research observation sheet, interview guide, video camera. The results of the study show that, 1) there are four kinds of speech act which are found during the teaching and learning process. 2) The most frequent speech act used by the teachers is directive speech act that occurred when the teachers tried to give questions, request something, give command, interrupt, invite, prohibit, motivate give suggestion and remind. This kind of speech act presented utterances about 133 utterances with the percentage about 62%. 3) the pedagogical function served by speech act divided into four modes. Those are directives as a control function, commissives as organizational function and representative and expressive as evaluative function and motivational function. keyword : Key Words: Speech act, teachers’ utterances.
A COMPARATIVE STUDY OF KWL AND TWA TECHNIQUES UPON STUDENTS READING COMPETENCY AT SMAN 1 SINGARAJA ., Ni Wayan Ekayani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.88 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknik mana antara teknik KWL dan TWA yang lebih baik digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca mereka untuk meraih nilai di atas KKM pada kelas 10 di SMAN 1 Singaraja. Desain penelitian ini menggunakan Post-test Only Two Non-Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 317 siswa kelas 10 yang terbagi menjadi 11 kelas dimana dalam menentukan sample, 2 kelas dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelas yang berjumlah 28 siswa membaca teks dengan teknik KWL dan satu kelas lagi dengan jumlah 30 siswa membaca teks dengan teknik TWA. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain try out test, RPP dan final test. Data dikumpulkan melalui tes membaca (final test) yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial statistik dimana one-way ANOVA digunakan dalam pengujian hipotesis. Hasil dari analisis menunjukan F=1.863 dengan nilai signifikan 0.140 dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikan alpha (0.05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pada kemampuan membaca siswa ketika mereka membaca teks menggunakan teknik KWL dan TWA. Karena tidak terdapat perbedaan pada kemampuan membaca siswa ketika membaca teks dengan kedua teknik tersebut, Turkey analisis tidak perlu dilakukan. Kata Kunci : teknik KWL, kemampuan membaca siswa, teknik TWA This research aimed at testing which technique between KWL and TWA techniques is better to be used in order to help students in promoting their reading competency to achieve the performance indicator which is set to the tenth-grade students at SMAN 1 Singaraja. The design of the study was Post-test Only Two Non-Control Group Design. The population was 11 classes with 317 tenth-grade students at SMAN 1 Singaraja in which 2 classes were selected as the sample of the research which was determined by using cluster random sampling. One class with 28 students read texts using KWL and the other class with 30 students read texts using TWA technique. The instruments which were used such as lesson plans, try out test and final test. The data were collected through reading test (final test) that were analyzed descriptively and inferentially which used one-way ANOVA in inferential statistics analysis. The result shows that, F=1.863 with the significance value was 0. 140 which was higher than the significance value of alpha, 0.05. Thus, there is no significant difference on the students’ reading competency when they read texts using KWL and TWA technique. Because there is no different on the students’ reading competency between the two groups when they read texts using KWL and TWA techniques, Turkey analysis did not need to be administrated. keyword : KWL technique, reading competency, TWA technique
An Analysis of Questioning Skills Used by the English Teachers in the Seventh Grade at SMP Negeri 5 Singaraja ., I Gusti Ngurah Putra Aryana; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris dalam memberikan pertanyaan selama proses belajar mengajar dan menjelaskan tujuan dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru bahasa inggris pada kelas VII di SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan dua orang guru bahasa inggris sebagai subjek penelitian. Pada proses pengumpulan data, ada empat jenis instrument yang di gunakan, seperti, peneliti, perekam video, lembar observasi, dan panduan wawancara. Lembar observasi di gunakan untuk mendapatkan data dalam bentuk kemampuan bertanya yang di gunakan oleh guru bahasa inggris. Selain itu panduan wawancara di gunakan untuk menjelaskan maksud dari pertanyaan yang di sampaikan oleh guru. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kedua guru bahasa inggris menggunakan empat jenis kemampuan bertanya dalam menyampaikan pertanyaan ketika proses belajar mengajar. Ini di tunjukkan dengan persentase dari masing-masing kemampuan bertanya yang di gunakan dua orang guru bahasa inggris, sebagai berikut, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (5.64%) pada nominating after the question, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (1.69%) pada nominating non-volunteers, Guru1 (13.09%) dan Guru2 (3.38%) pada increasing wait time, dan Guru1 (60.71%) dan Guru2 (89.26%) pada directing attention to all. Di temukan juga tujuan dari pertanyaan yang di berikan guru kebanyakan untuk memeriksa pengetahuan siswa. Oleh karena itu dapat di simpulkan kedua orang guru tersebut menggunakan empat dari lima kemampuan bertanya. Probing tidak di gunakan dalam menyampaikan pertanyaan karena tidak sesuai dengan kemampuan berbahasa siswa. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kemampuan dalam memberikan kesesuaian pertanyaan pada siswa, untuk peningkatan kemampuan berpikir siswaKata Kunci : Pertanyaan, kemampuan bertanya, dan Proses belajar mengajar This study aims to analyze questioning skills used by English teachers in conveying the questions during the teaching-learning process and describe the purpose of questions that uttered by the English teachers in the seventh grade at SMP Negeri 5 Singaraja. The study was a descriptive-qualitative study with two English teachers as the subject of this study. In collecting data, four kinds of instrument were used, namely, the researcher, video recorder, observation sheet, and interview guide. The observation sheet was used to get the data in form of questioning skill used by the English teachers. Furthermore, the interview guide was used to describe the purpose of the questions uttered by the teachers. The result of this study revealed that the two English teachers used four kinds of questioning skills in conveying questions in teaching-learning process. It can be seen in the percentage of each questioning skill used by two English teachers, namely, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (5.64%) in nominating after the question, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (1.69%) in nominating non-volunteers, Teacher1 (13.09%) and Teacher2 (3.38%) in increasing wait time, and Teacher1 (60.71%) and Teacher2 (89.26%) in directing attention to all. It was also found that the purpose of the question was dominantly to check students’ knowledge. It is concluded that the two English teachers used four from five kinds of questioning skills. Probing in conveying the question was not used because this kind of question was not considered appropriate with students’ language ability. Therefore the teachers should improve the ability in giving appropriate level of the questions, in order to improve students’ level thinking.keyword : Questions, Questioning skill, and Teaching-learning process
The Lingusitic Evidences that Unite Perean and Taro Dialect: A Comparative Study ., Desak Made Mira Diahningsih; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Perean dan dialek Taro. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan karakteristik sinkronis. Data yang telah diperoleh dalam bentuk kata diidentifikasi dengan menggunakan daftar kata Swadesh, daftar kata Nothofer, dan daftar kata Holle. Data didapatkan dengan menggunakan teknik observasi, rekaman, dan catatan. Dalam mengumpulkan data, dipilih tiga narasumber pada setiap dialek. Hasil dari penelitin ini menunjukan bahwa ada 46 fonem yang telah dibuktikan sama di antara kedua dialek. Mereka adalah: 1) enam vokal /ʌ/,/i/,/u/,/ɛ/,/ɒ/, and /ə/; 2) delapan diftong /ʌɪ/, /ʌu/, /ʌɛ/, /ʌɒ/, /ɪʌ/, /ɪu/, /uʌ/, and /ʊʌ/; 3) lima geminates /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/; 4) sembilan belas konsonan /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, / ñ /, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; and 5) delapan konsonan kluster /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /mp/, /mb/, dan /ŋkKata Kunci : diftong, fonologi, geminate, kata, konsonan, konsonan kluster, Perean Dialek, Taro Dialek, vokal. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Perean Dialect and Taro Dialect. This research was designed in the form of descriptive qualitative study which has synchronic characteristics. The obtained data was in the forms of lexicon identified by using Swadesh’s, Nothofer’s, and Holle’s Wordlist. The data were collected through observation, recording, and note taking techniques. The sources of data were three informants from each dialect were selected by using a set of criteria. The results of this research show that there are 46 phonemes have been proven the same from both dialects. They are: 1) six vowels /ʌ/,/i/,/u/,/ɛ/,/ɒ/, and /ə/; 2) eight diphthongs /ʌɪ/, /ʌu/, /ʌɛ/, /ʌɒ/, /ɪʌ/, /ɪu/, /uʌ/, and /ʊʌ/; 3) five geminates /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/; 4) nineteen consonants /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, / ñ /, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; and 5) eight consonant clusters /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /mp/, /mb/, and /ŋk/. From the three wordlists, this research found that there are 1297 words which were exactly the same and 181 words which were similar from both Perean Dialect and Taro Dialect.keyword : consonants, consonant clusters, diphthong, geminate, lexicon, Perean Dialect, phonology, Taro Dialect, vowels.
THE EFFECT OF CONTEXTUAL PICTURE SERIES TECHNIQUE TOWARDS STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF ELEVENTH GRADE STUDENTS AT SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEARS 2016/2017 ., Ni Luh Gede Tangkas Rahmayanti; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti adanya pengaruh Contextual picture series technique terhadap kompetensi menulis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI dan sampel dari penelitian ini adalag 34 siswa dari kelas XI di SMK TI BALI GLOBAL Singaraja dipilih sebagai sampel melalui teknik cluster random sampling. Desain dari penelitian ini yaitu menggunakan posttest only control group design.. Perlakuan diberikan selama 9 kali pertemuan. Instumen dari peneitian ini adalah analitikal skoring rubric. posttest diberikan kepada siswa di akhir pertemuan untuk mengumpulkan data. Hasil posttest dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan kompetensi menulis yang lebih baik dari pada control grup. Jadi, dapat disimpulkan bahwa contextual picture series technique memiliki efek yang positif pada kompetensi menulis siswa. Kata Kunci : Contextual Picture Series, Kompetensi Menulis This study aimed at investigating the effect of contextual picture series technique towards students’ writing competency. The population of this study was the students of class XI and the sample was 34 students’ of eleventh grade of students at SMK TI BALI GLOBAL Singaraja were selected as the sample trough cluster random sampling technique. The research design was posttest only control group design. Treatment was given for 9 times of meeting. The instrument of this study was analytical scoring rubric. A posttest was given to the students at the end of experiment to collect the data of students writing competency. The result of posttest was analyzed descriptively and inferentially by using t-test. The result of this study showed that experimental group performed better in writing rather that control group. So, it can be concluded that contextual picture series technique has an effect on students writing competency. keyword : Contextual Picture Series, Writing Competency
DEVELOPING BIG BOOK AS MEDIA FOR TEACHING ENGLISH AT THE THIRD GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL IN SD LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., Ketut Andi Wiraprasta; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.639 KB)

Abstract

Wiraprasta, K. A1, Nitiasih, P. K2, Mahayanti, N. W. S3 123English Education Department Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia andiwiraprasta94@gmail.com, titiekjegeg@gmail.com, mahayantisurya@yahoo.co.id Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengembangkan big book sebagai media pemeblajaran untuk kelas tiga sekolah dasar di SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja, (2) mengetahui kulitas big bookyang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 35 siswa kelas tiga sekolah dasar di SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Data dari penelitin ini didapat menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklist, rubric, catatan, dan test. Research ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan Sugiyono sebagai model, ada beberapa prosedur dalam Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, mendisain produk, revisi produk, iji coba produk, dan revisi produk. Ada empat big book yang dikembangkan sebagai media untuk mengjar bahasa Inggris dengan tema makanan & Minuman, buah & sayuran, Keluarga, dan anggota tubuh. Masing-masing big book terdiri dari 13 sampai 15 halaman dan mengandung karakter pendidikan di masing-masing buku. Dan kualitas produk, ditemukan bahwa big book dikategorikan sebagai media yang sangat bagus dari dua ahli, dan dikategorikan sebagai media yang baik dari kuesioner guru. Sehinggga big book cocok digunkan untuk mengajar bahasa inggris untuk kelas tiga sekolah dasar. Kata Kunci : big book, pendidikan karakter, anak-anak Abstract The aim of this research was to (1) developed big book as media for teaching English at the third grade students in SD Laboratorium UNDIKSHA Sinagaraja, and (2) find out the quality of big book developed. The subject of this research was thirty-five students at third grade students of elementary school at SD Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, notes and test. The research was Research and Development research which was used Sugiyono as model of the research, there are several procedure on Sugiyono model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, revising product, validating product, trying-out product, and revising product. There were four big book developed as media for teaching English with the theme food & drink, fruit & vegetables, my family, and body part. Each book consisted of thirteen up to fifteen pages and was inserted character education in each big book. And the quality of the product, it was found that the big book was categorized as excellent media from the two expert judgements and was categorized as good media from the teacher questionnaire. It means, big book was proper to be used as media for teaching English at the third grade students of elementary school. keyword : big book, character education, young learners
Morphological Process in Kei Dialect ., Servasius. Tawurutubun; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.66 KB)

Abstract

MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis proses morfologis, awalan dan akhiran, serta bagaimana imbuhan dalam membangun kata-kata dan apa jenis makna afiksasi yang terjadi dalam Dialek Kei. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dua sampel informan dari Dialek Kei dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi,mendengarkan, mencatat dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga belas kata awalan, dan sepuluh akhiran yang ada di Kei Dialect. Awalannya adalah {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} {a-} dan Sufiks adalah {-n}, {-an}, {- ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he} , {-ir}, {-ab}. Ada enam jenis reduplikasi seperti reduplikasi dasar, reduplikasi variatif dan reduplikasi awalan, reduplikasi sufiks, reduplikasi parsial, dan reduplikasi kuasi dan semuanya ada dalam dialek Kei. Kata Kunci : Kata Kunci: Affiksasi,Morfologi,Kata kata rduplicative,Kei Dialects MORPHOLOGICAL PROCESS IN KEI DIALECT A DESCRITIVE STUDY BY SERVASIUS TAWURUTUBUN 1212021132 ABSTRACT This study aimed at describing kinds of morphological process, prefixes and suffixes ,and how affixes construct the words and what kinds of affixation meaning occur in Kei Dialect. This research was a descriptive qualitative research. Two informant samples of Kei Dialect were chosen based on set criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation,{listening, noting} and interview technique. The results of the study show that there are tweleve prefixes, and ten suffixes which existed in Kei Dialect. The prefixes are {naf-}, {nef-}, {nar-}, {ner}, {ha-}, {nga-} {kaf}, {ma-}, {mar-}, {var-}, {nam-} {nat-} and The suffixes are {-n}, {-an},{-ang}, {-am}, {im-} {-um], {-ar}, {-he}, {-ir}, {-ab}. There were six kinds of reduplication such as base reduplication, variative reduplication and prefix reduplication, suffix reduplication, partial reduplication and quasi reduplication and all of them existed in Kei dialect. . keyword : Keyword: Affixation, Morpholology, reduplicative words,Kei Dialects
POSITIVE AND NEGATIVE REINFORCEMENT USED BY ENGLISH TEACHERS TOWARDS STUDENTS WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) ., Kadek Anggun Pradnya Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan yang digunakan guru terhadap siswa dengan Attention Deficiti Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Fokus dari penelitian ini adalah jenis reinforcement yang digunakan, respon dari siswa ADHD serta pengaruhnya terhadap perilaku dan hasil belajar dari siswa ADHD. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan deskpripsi kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melibatan guru dan siswa ADHD. Objek penelitian ini adalah penguatan yang digunakan oleh guru terhadap siswa ADHD selama proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi, merekam vidio, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa guru di kedua kelas menggunakan penguatan positif dalam bentuk lisan maupun tindakan, seperti memanggil nama setelah meberikan pujian, memberikan tanggung jawab, memilih siswa ADHD terlebih dahulu, memberikan senyuman, menunjukan jempol, duduk dekat siswa ADHD, melakukan tos dan memberikan stempel. Selain itu, penggunaan penguatan negatif, seperti memberikan peringatan, pilihan, menunjukan gerak/isyarat dan mengambil beberapa barang yang hasilnya didukung oleh persepsi dari guru yang menyatakan bahwa penguatan memberikan pengaruh terhadap perkembangan sikap yang baik serta kemampuan siswa ADHD selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Hasil belajar, penguatan, perilaku, siswa ADHD This study aimed to analyze the reinforcement used by teachers towards student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The focus of this study was the types of reinforcements, the ADHD students’ responses, and its impact towards the ADHD students’ behavior and learning outcomes. This study used descriptive qualitative in the form of case study by involving the teachers and ADHD students. The objects of this study were the reinforcements used by the teachers towards the ADHD students during teaching and learning process. The data were collected by conducting observation with observation sheets, video recording, questionnaire, and interview. Based on the result of data analysis, it was found that the teachers used positive reinforcement both verbal and non-verbal, such as calling name after praising, giving responsibility, choosing ADHD student firstly, giving smile, showing thumb up, sit near ADHD students, high-five and giving stamp. Moreover, the negative reinforcements were giving warning, giving choice, showing gestures and taking things in which supported with the teachers’ perception which stated that reinforcement could give impact towards the improvement of the good behavior of ADHD students, included with their ability in learning during teaching and learning process.keyword : ADHD students, behavior, learning outcomes, reinforcement

Page 2 of 3 | Total Record : 22