cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
The Effect of SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) combined with Numbered Head Together on Students' ReadingComprehension at Eight Grade Students of SMP Saraswati Seririt in the Academic year 2014/2015 ., Ni Komang Fina Sasmita Sari; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemahaman membaca antara siswa yang diajar dengan menggunakan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together Strategi dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan Teknik Konvensional. Desain Post-Test untuk Kontrol Grup yang acak digunakan dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Saraswati Seririt. Mereka adalah kelas VIIIB sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together dan kelas VIIIA sebagai kelompok kontrol yang diajarkan dengan Teknik Konvensional. Instrumen yang digunakan adalah scenario pengajaran dan tes pemahaman membaca. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis baik secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together lebih baik daripada mereka yang diajar dengan Teknik Konvensional. Ini dibuktikan dari nilai rata-rata dari kelompok eksperimen yaitu 82,23, sedangkan kelompok kontrol adalah 75,61. Kata Kunci : Pemahaman Membaca, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Heads Together This study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in reading comprehension between the students who were taught by using SQ3R combined with Numbered Head Together and those who were taught by using conventional strategy. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eighth grade students of SMP SaraswatiSeririt. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study.Class VIII.B was assigned as the experimental group which was taught by using SQ3R combined with Numbered Head Together and class VIII.A as the control group which was taught by using conventional strategy.The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better reading than students in control group. It was proven by the result of descriptive statistics that showed the mean score the experimental group was 82.23, while the mean score of control group was 75.61. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than thetcv. keyword : Reading Comprehension, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite and Review combined with Numbered Heads Together
An Analysis of Politeness Strategies Used by Female and Male Students in XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja to Talk to Their Teachers Inside and Outside the Classroom ., Ni Wayan Sugitariani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis strategi kesantunan yang digunakan siswa perempuan dan laki-laki di kelas XI IIS SMA Bhaktiyasa Singaraja untuk berbicara dengan para guru mereka saat di dalam kelas dan diluar kelas dan alasan mereka menggunakan strategi kesantunan tersebut. Subjek penelitian ini ialah para siswa di kelas XI IIS SMA Bhaktiyasa Singaraja yang berbicara dengan guru-guru mereka. Peneliti merupakan instrument utama pada penelitian ini yang mengumpulkan data dengan merekam suara percakapan siswa dengan guru, mencatat fenomena yang terjadi, dan mewawancarai subjek penelitian. Strategi kesantunan yang digunakan oleh siswa dianalisis berdasarkan teori kesantunan Brown & Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan ialah bald on record politeness positive politeness, dan off record. Bald on record impolite language merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh siswa baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Sebagian besar, siswa mengunakan bahasa tidak santun yang dapat disebut sebagai kesalahan pragmatik karena siswa memiliki motif untuk menadi lebih dekat dengan guru-guru mereka. Hal ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa positive politeness strategy yang banyak dipilih saat berbicara dalam situasi formal. Penelitian ini menunjukkan siswa menggunakan impolite language bahkan pada saat mereka berbicara dengan guru di dalam kelas. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa siswa jarang menggunakan strategi kesantunan dalam berbicara dengan guru, bahkan dalam situasi formal. Alasan para siswa menggunakan bahasa tidak santun karena mereka merasa mereka dekat dengan para guru. Kata Kunci : Kesalahan Pragmatik, Strategi Kesantunan, Strategi Komunikasi This study aimed to explain the types of politeness strategies used by female and male students of XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja to talk to their teachers inside and outside the classroom and the reason of using those strategies. The researcher was the key instrument in this study that collected the data by audio-recording the conversation between students and teachers, taking note of the phenomena and interviewing the subject of the study. The subjects of the study were the students in XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja who talked to their teachers. The politeness strategies used by students were analyzed based on Brown & Levinson’s theory of politeness. The result of this study showed that the strategies used by female and male students were bald on record politeness, positive politeness, and off record. Mostly, the students used impolite language which can be stated as pragmatic errors because the students’ motive was to get closer to the teachers so they used impolite language. It was different from the previous studies that indicated positive politeness strategy most used by speaker in formal situation. The result of this study indicated that the students used politeness strategies rarely even when they talked to their teachers in the classroom activities. The students’ reasons of using the impolite language most frequently than politeness strategies because they felt they were close with the teachers so that they used impolite language to show their friendliness.keyword : Communication Strategies, Politeness Strategies, Pragmatic Error
THE IMPLEMENTATION OF GUIDED WRITING STRATEGIES FOR WRITING RECOUNT TEXT AT VIII GRADE STUDENTS IN SMP N 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Kadek Era Kusuma Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis recount text dengan menggunakan Guided Writing in the form of Chained Story. Tujuan utama dalam penilitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis terutama dalam isi, organisasi, kosa kata, tata bahasa, dan mekanik. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siswa dari SMPN 1 Busungbiu dan sasaran dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VIIIB4. Penelitian ini meliputi 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Hasil dari pre-test dan post-test akan dianalisis dan dibandingkan diakhir siklus. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam menulis recoun text bisa ditingkatkan melalui penggunaan Guided Writing in the form of Chained Story. Mereka mendapat 54.4% (rendah) di pre-test, setelah itu mereka mendapat 66.4% (sedang) in siklus I, dan terkahir, pencapain mereka 77.9% (baik) di siklus II. Kata Kunci : Menulis, Teks Recount, Panduan Menulis, Cerita Berantai This study aimed at improving the students’ ability in writing a recount text by using Guided Writing in the form of Chained Story. It particularly aimed at improving the students’ ability in writing especially in the content, organization, vocabulary, grammar, and mechanic. This study was designed in the form of a classroom action-based research with the second year students of SMP N 1 Busungbiu at class VIIIB4 as the subject of this study. Two cycles were covered in this study in which each cycle comprised four sessions. The result of the pre-test and post-test which was conducted at the end of each cycle were analyzed and compared. The result of the study revealed that the students’ ability in writing a recount text could be improved through the use Guided Writing in the form of Chained Story. It could be seen from the increase of the students’ mean score. They got 54.4% (poor) in the pre-test, then they gained 66.4% (moderate) in cycle I, and at last, they achieved 77.9% (good) in cycle II. keyword : Writing, recount text, guided writing, chained story
AFFIXATION IN LEMUKIH DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., I Made Liantana Riasa; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis prefik dan sufik di dialek Bali Lemukih dan termasuk dalam jenis infleksi dan derivasi mereka terlibat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua informan pembicara dialek Lemukih dipilih sesuai dengan criteria. Data dikumpulkan sesuai dengan empat teknik, bernama: teknik eliciting, perekaman, dan pencatata. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada empat prefik dan lima sufiks di dialek Bali Lemukih. Prefik dan sufiks ini akan digolongkan lebih lanjut kedalam derivasi dan infleksi prefik dan sufik. Prefik derivasi adalah {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-}. Sedangkan sufik derivasi adalah {-an} dan {ang}. Prefik infleksi adalah {ma-}, {N-}, dan {ka-}. Sedangkan sufik infleksi adalah {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, dan {-e}. Terlebihnya, masing-masing prefik dan sufik memiliki fungsi yang berbeda seperti pembuat kata kerja (kalimat suruh), pembuat kata benda (definite article), pembuat kata sifat (perbandingan), pembuat kata pasif, dan pembuat kata aktif.Kata Kunci : derivasi prefik dan sufik, infleksi prefik dan sufik, dan dialek Bali Lemukih This study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes in Lemukih dialect of Balinese and the types of inflectional and derivational processes in which they are involved. This study is a descriptive qualitative research. Two informants Lemukih dialect speakers were chosen based on set criteria. The data were collected based on four techniques, namely: eliciting, recording, and note taking technique. The results of the study showed that there are four prefixes and five suffixes in Lemukih dialect of Balinese. These prefixes and suffixes can be further categorized into derivational and inflectional prefixes and suffixes. The derivational prefixes are {ma-}, {N-}, {ka-}, and {pa-}. Meanwhile, the derivational suffixes are {-an} and {ang}. The inflectional prefixes are {ma-}, {N-}, and {ka-}. Meanwhile, the inflectional suffixes are {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, and {-e}. Moreover, each prefixes and suffixes has different functions such as verbalizer (imperative), nominalizer (definite article), adjectivizer (comparative), passivizer, and activizer.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Lemukih dialect of Balines
AFFIXATION IN LEMUKIH DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., I Made Liantana Riasa; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis prefik dan sufik di dialek Bali Lemukih dan termasuk dalam jenis infleksi dan derivasi mereka terlibat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua informan pembicara dialek Lemukih dipilih sesuai dengan criteria. Data dikumpulkan sesuai dengan empat teknik, bernama: teknik eliciting, perekaman, dan pencatata. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada empat prefik dan lima sufiks di dialek Bali Lemukih. Prefik dan sufiks ini akan digolongkan lebih lanjut kedalam derivasi dan infleksi prefik dan sufik. Prefik derivasi adalah {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-}. Sedangkan sufik derivasi adalah {-an} dan {ang}. Prefik infleksi adalah {ma-}, {N-}, dan {ka-}. Sedangkan sufik infleksi adalah {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, dan {-e}. Terlebihnya, masing-masing prefik dan sufik memiliki fungsi yang berbeda seperti pembuat kata kerja (kalimat suruh), pembuat kata benda (definite article), pembuat kata sifat (perbandingan), pembuat kata pasif, dan pembuat kata aktif.Kata Kunci : derivasi prefik dan sufik, infleksi prefik dan sufik, dan dialek Bali Lemukih This study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes in Lemukih dialect of Balinese and the types of inflectional and derivational processes in which they are involved. This study is a descriptive qualitative research. Two informants Lemukih dialect speakers were chosen based on set criteria. The data were collected based on four techniques, namely: eliciting, recording, and note taking technique. The results of the study showed that there are four prefixes and five suffixes in Lemukih dialect of Balinese. These prefixes and suffixes can be further categorized into derivational and inflectional prefixes and suffixes. The derivational prefixes are {ma-}, {N-}, {ka-}, and {pa-}. Meanwhile, the derivational suffixes are {-an} and {ang}. The inflectional prefixes are {ma-}, {N-}, and {ka-}. Meanwhile, the inflectional suffixes are {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, and {-e}. Moreover, each prefixes and suffixes has different functions such as verbalizer (imperative), nominalizer (definite article), adjectivizer (comparative), passivizer, and activizer.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Lemukih dialect of Balines
The use of communication strategies by the teacher as a technique of teaching to help students learn to communicate in English on elementary level in Bali children foundation ., Ni Wayan Suarini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6031

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe strategi komunikasi yang digunakan guru sebagai teknik mengajar untuk membantu siswa belajar berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, alasan guru dalam menggunakan tipe strategi komunikasi tersebut dan pendapat siswa terhadap strategi komunikasi yang digunakan oleh guru. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan angket. Selain perekam, lembaran, pedoman wawancara juga digunakan untuk memperoleh data. penelitian ini adalah qualitative research, tipe ini adalah deskriptif yang mana data diambil dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: ada delapan strategi komunikasi yang di aplikasikan oleh guru dalam membantu siswa belajar berkomunikasi mengunakan bahasa inggris,strategi tersebut adalah literal translation, repetition, language switching, appeal for assistance, topic avoidance, paralanguage, comprehension check dan clarification request.(2) ada lima alasan utama yang menyebabkan guru mengaplikasikan strategi komunikasi tersebut seperti membantu siswa untuk memahami arti dari pengucapan bahasa inggris, untuk membantu siswa mengingat kata dalam bahasa inggris, untuk menghindari sebuah kesalahan, dan untuk membantu siswa memahami pelajaran. (3) dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terapkan guru di dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. karena guru menggunakan strategi komunikasi yang tepat dalam membantu siswa belajar menggunakan bahasa inggris. Kata Kunci : strategi komunikasi, teknik mengajar, kemampuan berbicara The purposes of this study were to investigate the types of communication strategies used by the teacher as a technique of teaching to help the students learn to communicate in English, the teacher’s reasons in applying certain types of communication strategies and the students’ perception toward communication strategies used by the teacher. The data was collected through direct observation, interview, and questionnaire. Besides, mobile recorder, observation sheet and interview guide also used in gaining the data. This study was qualitative research, this type of research was descriptive in which the data taken were automatically analyze descriptively. The result of this study were: there were eigh types of communication strategies applied by the teacher to help students learn to communicate in English, namely : literal translation, repetition, language switching, appeal for assistance, topic avoidance, para language, comprehension check and clarification request. (2) There were five main reasons that caused the teacher applied those communication strategies such as to help students to understand the meaning of English utterances, to help students memorized the word in English, to help the students in mastering a topic, to improve students’ motivation in speaking and to help students comprehend the lesson. (3) It can be concluded that communication strategies applied by the teacher in the teaching and learning process can increase the students’ ability in speaking, because the teacher used appropriate communication strategies to help students in learning English. keyword : communication strategies, technique of teaching, speaking ability
THE TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS A MODEL OF FEEDBACK AND STUDENTS’ MOTIVATION ON SECOND GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016THE TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS A MODEL OF FEEDBACK AND STUDENTS’ MOTIVATION ON SECOND GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Nadia Santa; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap sebuah model dari umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas. Selain itu, tingkat motivasi siswa yang dipengaruhi oleh pemberian umpan balik pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas dalam pandangan guru dan siswa juga dianalis. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada masalah yang didapat pada saat melakukan observasi di SMK Negeri 3 Singaraja. Permasalahannya adalah terkadang guru kurang memperhatikan kebutuhan, karakter dan tingkat pemahaman siswa dalam memberikan umpan balik, serta keefektifan umpan balik belum diketahui. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dan panduan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas. Disamping itu, hasil tingkat motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris yang dipengaruhi oleh umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas dalam pandangan guru dan siswa adalah mayoritas siswa memiliki tingkat motivasi yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa, baik guru maupun siswa memiliki persepsi positif terhadap umpan balik yang diberikan dan mayoritas siswa memiliki tingkat motivasi yang di tinggi yang dipengaruhi oleh umpan balik yang diberikan. Kata Kunci : persepsi guru, persepsi siswa, tingkat motivasi siswa, model umpan balik. This research was aimed at analyzing teachers’ and students’ perceptions towards a model of feedback given by teachers in task and process level. Besides, students’ level of motivation affected by feedback given in students’ task and during task accomplishment viewed by teachers and students were also analyzed. This research was conducted based on the problem gained while researcher doing observation in SMK Negeri 3 Singaraja. The problems are sometimes teachers did not notice students’ needs, character and level of understanding in giving feedback, also the effectiveness of feedback not yet known. Method used in obtained the data are questionnaire and interview guide. The data analyzed by using descriptive quantitative design. The result of this study is most of teachers and students have positive perceptions on feedback given by teachers in students’ task and process accomplishing task. Besides that, the result of students’ level of motivation affected by feedback given by teachers in students’ task and process accomplishing task in the view of teachers and students is most of students have high level of motivation. It can be concluded that both teachers and students have positive perceptions on feedback given and most of students have high level of motivation affected by feedback given.keyword : teachers’ perceptions, students’ perceptions, students’ level of motivation, a model of feedback.
THE IMPLEMENTATION OF PICTURE SERIES TO IMPROVE STUDENTS WRITING COMPETENCY IN GRADE XI LANGUAGE AND CULTURE 1 OF SMAN 1 BUSUNGBIU IN ACADEMIC YEARS 2015/2016 ., Kadek Nano; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis siswa melalui Picture Series Technique. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Bahasa dan Budaya 1 di SMAN 1 Busungbiu pada tahun ajaran 2015/2016, yang terdiri dari 40 siswa. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas. Data diperoleh dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil dari tes dan kualitatif teknik digunakan untuk menganalisis hasil dari kuisioner. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa kompetensi menulis siswa dapat ditingkatkan dengan penerapan Picture Series Technique. Ini bisa ditunjukkan pada hasil kuantitatif yang memenuhi kriteria kesuksesan, yakni nilai rata-rata dari post-test adalah 88,55, nilai tersebut melebihi standar ketuntasan di SMAN 1 Busungbiu yaitu 78. Data kualitatif dari penelitian ini juga mendukung data kuantitatif yaitu siswa merasa lebih mudah menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk tulisan, selain itu data kualitatif juga menunjukkan dengan diterapkannya Picture Series Technique, siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pelajaran bahasa inggris, khususnya pelajaran menulis.Kata Kunci : Picture Series Technique, Meningkatkan, Kompetensi Menulis Siswa This present study aimed at improving student’s writing competency through Picture Series Technique. Subject of this study was student’s grade XI Language and Culture 1 of SMAN 1 Busungbiu in academic year 2015/2016, which consisted of 40 students. This study was designed in the form of classroom action research. The obtained data were analyzed by quantitative and qualitative analysis techniques. Quantitative technique was used to analyze the result of test, and quantitative data was used to analyze the result of questioner. The result of this study showed that student’s writing competency was improved by the implementation of picture series technique. It could be showed at the result of quantitative data that fulfill the success criteria. The result of post-test was 88,55, that score passed the passing grade in SMAN 1 Busungbiu (78). The qualitative data of this result supported the quantitative data the students were easier to express their idea into written form beside that qualitative data showed the implementation of picture series technique could increase the student’s motivation in following English lesson, especially writing lesson.keyword : Picture Series Technique, Improving, Student’s Writing Competency
ANALYZING ENGLISH VOWEL SOUNDS PRODUCED BY SECOND GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2014 / 2015 ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suara vocal bahasa inggris yang di ucapkan oleh siswa-siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukasada. peneliti menunjuk enam belas siswa yang terbaik dalam pelajaran bahasa inggris dari empat kelas. Siswa – siswa mengucapkan dua belas suara vocal dalam bahasa inggris ialah [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. Peneliti menganalisis menggunakan software speech analyzer dan software Cambridge Learner Dictionary untuk menentukan suara yang benar. Hasil dari penelitian ini adalah dari dua belas vocal dalam bahasa inggris, siswa – siswa hanya dapat mengucapkan dua suara vocal dalam bahasa inggris diantaranya bahasa inggris vocal [ e ], [ ə ] dan [ u: ], karena mereka terpengaruh oleh bahasa ibunya (first language). This research aimed at to analyze english vowel sounds produced by Second Grade Students of SMA Negeri 1 Sukasada. The researcher chooses sixteen best students in English from four classes. The students produces twelve english vowel sounds such as [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. The researcher analyzes the students’ vowel sounds and identifies how the students produced those english vowel sounds are. In this study, the researcher use speech analyzer software to analyze the data and Cambridge advance learner dictionary software to determine the correct sounds. The result of this research showed from twelve english vowel sounds, the students were able to pronounced three English vowel sound correctly, there are English vowel [ e ], [ ə ] and [ u: ], because they still influenced by their mother tongue.keyword : English Sound, English Vowel Sounds
CLASSROOM MOTIVATIONAL STRATEGIES BETWEEN THE EXPERIENCED ENGLISH TEACHER AND THE NOVICE ENGLISH TEACHERS IN TEACHING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan strategi-strategi yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris yang berpengalaman dan guru baru untuk memotivasi siswa dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di dalam kelas, dan (2) mendeskripsikan perbedaan strategi-strategi yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris yang berpengalaman dan guru baru untuk memotivasi siswa dalam mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di dalam kelas. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru Bahasa Inggris yang berusia 47 tahun dan memiliki pengalaman mengajar selama 18 tahun dan seorang guru Bahasa Inggris yang berusia 31 tahun dan memiliki pengalaman mengajar selama 6 tahun di SMA Negeri 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan metode qualitatif dalam bentuk case study. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, note taking, interview dan focus group discussion. Setelah data terkumpulkan, data tersebut ditranskrip, dipilah dengan cara menghilangkan yang tidak dibutuhkan dan kemudian hasilnya dijabarkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hanya 15 strategi memotivasi yang digunakan oleh guru yang berpengalaman dan 16 strategi memotivasi yang digunakan oleh guru baru dari 21 strategi yang dikombinasikan dari Dornyei and Csizer (1989) and Maya Sugita (2010). Dari strategi yang memotivasi tersebut, guru berpengalaman dan guru yang belum berpengalaman hanya berbeda dalam penggunaan 5 strategi yang memotivasi dalam pengajaran Bahasa Inggris. Kata Kunci : Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, Guru Berpengalaman dan Guru belum Berpengalaman, Strategi memotivasi This research aimed to: (1) describe the strategies that are used by the experienced and novice English teachers to motivate the students in teaching English as Foreign Language in the classroom, and (2) describe the differences in the strategies used by the experienced and novice English teachers to motivate the students in teaching English as a Foreign Language in the classroom. The subjects of this study were an experienced English teacher who was 47 years old and had 19 years of teaching experiences and a novice English teacher who was 31 years old and had 6 years of teaching experiences at SMA Negeri 1 Kubu. This research used qualitative research design in the form of case study. This study employed observation, note taking, interview and focus group discussion for collecting the data. After the data were collected, the data were transcribed, reduced by eliminating those were not appropriate and then the results were described. The results of this study show only 15 motivational strategies which were used by the experienced teacher and 16 motivational strategies which were used by the novice teacher in teaching English as a Foreign Language out of the 21 motivational strategies identified from Dornyei and Csizer (1989) and Sugita and Takeuchi (2010). Among those motivational strategies, the experienced and the novice English teachers only differed in the use of 5 motivational strategies in their teaching of English as a Foreign Language. keyword : English as Foreign Language, Experienced and Novice Teacher, Motivationa Strategies