cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 337 Documents clear
WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACKS USED BY ENGLISH TEACHERS OF THE STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN EFL WRITING CLASSES: A STUDY ON TEACHERS AND STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE MOST EFFECTIVE FEEDBACKS ., I Komang Sesara Rakayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis umpan balik korektif tertulis digunakan oleh guru-guru di tiga SMA Negeri di Singaraja di kelas menulis, (2) mencari tahu apa yang guru pikir sebagai umpan balik yang paling efektif di antara jenis umpan balik korektif tertulis, dan (3) mencari tahu apa yang siswa pikir sebagai umpan balik korektif tertulis yang paling menguntungkan untuk peningkatan tulisan mereka. Penelitian ini melibatkan enam guru bahasa Inggris dan tiga belas anak kelas sebelas dari tiga SMA Negeri di Singaraja. Data penelitian ini berupa data pengamatan dan data wawancara. Data pengamatan dikumpulkan melalui pengamatan kelas dan tulisan-tulisan mahasiswa yang telah diperbaiki namun belum dikembalikan oleh guru, sedangkan data wawancara dikumpulkan melalui wawancara guru dan siswa. Semua data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umpan balik terintegrasi tampak mendominasi penggunaan. Para guru dan siswa memiliki persepsi yang beraneka mengenai masukan yang paling efektif dan menguntungkan, yang mencerminkan beberapa korespondensi dan perbedaan. Umpan balik secara lisan yang ditemukan dalam penggunaannya adalah jenis umpan balik formatif. Saran-saran diberikan terutama untuk guru bahasa Inggris dan Lembaga Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Guru.Kata Kunci : Umpan balik korektif, tulisan EFL, umpan balik efektif This study aimed at (1) identifying the types of written corrective feedback employed by the teachers in three state senior high schools in Singaraja in writing classes, (2) finding out what the teachers think as the most effective feedback among the types of written corrective feedback, and (3) finding out what the students think as the most beneficial written corrective feedback for their writing improvement. The study involved six English teachers and thirteen eleven graders from three state senior high schools in Singaraja. The data were in the forms of observation data and interview data. The observation data were collected through classroom observations and student writings which had been corrected but not returned yet by the teachers, while the interview data were collected through teacher and student interviews. The data were all analyzed descriptively. The results indicated that the integrated feedbacks seemed dominated the uses of written corrective feedback. The teachers and the students had varied perceptions on the most effective and beneficial feedbacks, which reflect some correspondences and discrepancies. Oral feedback found in use was the formative feedback. Suggestions were mainly provided for English teachers and the Curriculum of Teacher Training and Education Institution.keyword : Corrective feedback, EFL writing, effective feedback
A SOCIOLINGUISTIC STUDY OF SPEECH USED BY SOME PEOPLE IN TRADITIONAL MARKET KEBON ROEK AMPENAN MATARAM ., Mas Arya Suwardana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan dari kata kasar sekitaran masyarakat yang bekerja di pasar tradisional Kebon Roek di Mataram. Kata-kata kasar adalah bahasa yang biasa di Mataram dan selalu digunakan setiap hari oleh warga Lombok yang kelas rendah dalam percakapan mereka. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan merekam, observasi dan wawancara beberapa orang yang bekerja di pasar tradisional di Kebon Roek Ampenan di Mataram. Temuan ditunjukan bahwa penggunaan kata-kata kasar dari warga ini memiliki beberapa tipe dalam pembicaraan mereka. Tipe dari kata-kata kasar yang digunakan berhubungan terhadap beberapa latar belakang, yaitu: kata yang berhubungan dengan religi (setan, selaq, iblis), kata yang berhubungan dengan kelamin (tain tele, pepek, ancot), kata yang berhubungan dengan kotoran (tai, busuk, bais), kata yang berhubungan dengan nama spesies binatang (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), kata yang berhubungan dengan latar belakang pribadi(sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), kata yang berhubungan dengan penyakit mental (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), dan kata yang berhubungan dengan hubungan sex (betian, btelen, bekarong). Mereka mengguankan kata-kata kasar tersebut dalam percakapan merekea ketika mereka merasa buruk. Kata Kunci : Kata kunci: Sosiolinguisrik, kata-kata kasar, bahasa sasak, pasar tradisional This study aimed at analyze swearwords used in the speesch of the people who work in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The swearwords are always used by people of the lower class in everyday conversation. This study was qualitative descriptive research. This study was conducted by observing and interviewing a number of people who works in Traditional Market at Kebon Roek Ampenan Mataram. The findings showed that those people used swearwords of various types in their speech. The types of swearwords used are related to certain background namely; word related to religion (setan, selaq, iblis), word related to sex (tain tele, pepek, ancot), word related to excrement (tai, busuk, bais), word from name of animal (acong, bawi, ulah, godeg, kaok, brong, berelong, boteq), word related to personal background (sundal, banci, kancut, anak selaq medol, anak kone, ubeq), word from mental illness (cine bute, binjat, lejah bikas, isin gawah), and word related to sex activities (betian, btelen, bekarong). They used those swearwords in their conversations when they had bad. keyword : Sociolinguistics, swearwords, sasak language, traditional market
AN ANALYSIS OF INDONESIAN ENGLISH CODE MIXING USED BY THE CHARACTERS IN THE NOVEL TRILOGY OF JENDELA-JENDELA, PINTU AND ATAP BY FIRA BASUKI ., Fitria Ningtyas; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe campur kode yang digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi tipe campur kode yang sering digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Desain penelitian ini adalah desain analisis konten yang mengacu pada segala prosedur sistematis dan objektif dalam pengambilan kesimpulan dengan cara menemukan pesan dari buku-buku atau dokumen-dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan dua kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Ho (2007) dan Kannaovakun (2003). Kerangka klasifikasi oleh Ho (2007) terdiri atas huruf abjad (letters of alphabet), bentuk singkat (short forms), kata benda (proper nouns), kata-kata leksikon (lexical words), frase (phrase), kalimat tidak sempurna (incomplete sentence) dan kalimat sempurna (single full sentence). Sementara itu, kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Kannaovakun (2003) terdiri dari bentuk singkat (truncation) , hibridisasi (hybridization), konversi (conversion), pergeseran makna (semantic shift), reduplikasi (reduplication) and pergeseran susunan kata (word order shift). Berdasarkan klasifikasi oleh Ho (2007), ditemukan bahwa kata-kata leksikon (lexical words) merupakan tipe campur kode yang memiliki frekuensi terbesar (34%), diikuti oleh kalimat tidak komplit (incomplete sentence) 29 %, frase (16%), kalimat komplit (12%), kata benda (5.8%), dan bentuk singkat (1.7%). Sementara itu, tipe campur kode huruf abjad (letters of alphabet)memiliki frekuensi terendah yaitu sebesar 0.6 %. Di sisi lain, berdasarkan klasifikasi oleh Kannaovakun (2003) ditemukan bahwa tipe pergeseran susunan kata (word order shift)merupakan tipe campur kode yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 46 %, kemudian diikuti oleh hibridisasi (33%), konversi (10%), dan bentuk singkat (7.7 %). Sementara itu tipe campur kode pengulangan (reduplication) memiliki persentase terendah yaitu sebesar 2.6 %. Kata Kunci : campur kode, Fira Basuki, novel, trilogi The study aimed to analyze the types of code mixing which are used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The study also aimed to investigate the types of code mixing which frequently used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The design of this research was content analysis design which refers to any procedure for drawing conclusion by finding given message from the books or documents systematically and objectively. The analysis of the data was done based on two classification frameworks applied by Ho (2007) and Kannaovakun (2003). Ho’s (2007) classification framework consist of letters of alphabet, short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentence and single full sentence. Meanwhile, Kannaovakun’s (2003) classification framework comprised truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication and word order shift. According to Ho’s (2007) classification framework, it was found that lexical words as the most frequently used code mixing (34%), followed by incomplete sentences (29%), phrases (16%), single full sentences (12%), proper nouns (5.8%), and short forms (1.7%) respectively. Meanwhile, code mixing type letters of alphabet was used at the lowest frequency (0.6%). On the other hand, based on Kannaovakun’s (2003) classification framework, the word order shift was found as the most frequently used (46 %), followed by hybridization (33 %), conversion (10 %), and truncation (7.7 %) respectively. Meanwhile, the nativized feature reduplication was found as the least occurrence at 2.6 %. keyword : code mixing, Fira Basuki, novel, trilogy
AMORPHOLOGICAL STUDY ON THE USE OF REVERSED WORDS IN BALINESE LANGUAGE USED BY THE PEOPLE IN TIANYAR TIMUR ., Ni Made Astiti Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3961

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bentuk kata terbalik digunakan oleh orang-orang di Tianyar Timur dalam proses morfologi dan untuk menggambarkan fungsi kata terbalik dalam percakapan sehari-hari. Obyek penelitian terbalik kata-kata sebuah studi morfologi dilakukan dalam bahasa Bali yang digunakan dalam Tianyar Timur. Mereka adalah tiga jenis pembentukan kata yang ditemukan dalam kata-kata terbalik yang digunakan dalam Tianyar Timur: 1) tipe pertama pembentukan kata dibentuk dengan mengucapkan suku kata dari kata dari suku kata kembali ke suku kata depan, 2) jenis kedua kata formasi dibentuk dengan mengucapkan huruf dari kata dari huruf terakhir dengan huruf depan, 3) jenis ketiga adalah suara vokal: A, I, U, E, O, e yang konstanta, dan suara konsonan harus diubah menjadi: BJ, CD, F, P, V NY, GW, HR, Q, KN, LT, Y NG, MS, Z. Kata akan berubah karena; kata ini memiliki suara yang sama dan suara dari kata yang penting. Kata Kunci : Kata Terbalik, studi morfologi, Pidato Community. ABSTRACT This study attempted to describe the forms of the reversed word used by people in Tianyar timur in morphological process and to describe the function of the reversed word in daily conversation. The objects of study were reversed words a morphological study conducted in the Balinese language used in Tianyar Timur. They were three types of word formation found in the reversed words used in Tianyar Timur: 1) the first type of word formation was formed by uttering the syllable of the word from the back syllable to the front syllable, 2) the second type of word formation was formed by uttering the letter of the word from the last letter to the front letter, 3) the third type is the vocal sound: A,I,U,E,O,e are constants, and the consonant sound must be changed to become: B J, C D, F,P,V NY, G W, H R, Q,K N, L T, Y NG, M S,Z. The word changes because; this word has a same sound and the sound of the word which is important. Key Words: Reversed word , Morphological study, Speech Community. keyword : Key Words: Reversed words , Morphological study, Speech Community
A STUDY ON CODE SWTCHING USED BY EIGHTH GRADES ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Gusti Ayu Santika Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3962

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan campur kode terutama oleh guru bahasa inggris di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini berfokus pada jenis-jenis campur kode, alas an dibalik penggunaan campur kode, dan sikap dari guru yang menggunakan campur kode. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris di SMP Negeri 3 Singaraja. Dari 4 guru yang mengajar kelas VIII, ada 3 guru yang dipilih. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah perekaman data, wawancara, dan observasi. Hasil dari analisis data yang dilakukan terdapat 272 ungkapan yang mengandung campur kode dari 876 ungkapan. Dari hasil analisi tersebut terdapat tiga jenis campur kode yang muncul yaitu intra-sentential, inter-sentential dan inter-personal. Dari ketiga jenis campur kode tersebut yang paling banyak muncul adalah intra-sentential code switching sebesar 82.36% (224 ungkapan), 10.29% (28 ungkapan) untuk inter-sentential dan 07.35% untuk inter-personal. Ada beberapa alasan dalam penggunaan campur kode yaitu untuk menunjukan hal-hal penting dalam pelajaran, membantu siswa untuk lebih mudah memahami pelajaran dan untuk mengalihkan topic pembelajaran. Dari semua alasan yang diberikan tersebut para guru menyatakan bahwa mereka memiliki sikap yang positive terhadap penggunaan campur kode selama itu digunakan dengan alasan yang jelas dan pasti.Kata Kunci : campur kode,jenis-jenis campur kode, alasan penggunaan campur kode, sikap dalam penggunaan campur kode. This qualitative research was aimed at finding out the use of code switching, particularly by the teachers in SMP Negeri 3 Singaraja. It was concerned with the types of code switching, the reason underlying the use of code switching, and the attitude of the switcher toward code switching. The subject of this study was the teacher in SMP Negeri 3 Singaraja. From 4 teachers, three of them: teacher 1, teacher 3 and teacher 4, were selected purposively on the basis of their working experience as a teacher. The method used in collecting the data were: recording the data, interviewing the subject and observation. As a means of collecting data, the researcher used tape recorder and interview sheet. From the recorded data, 876 utterances were produced by the teacher, and the result of the analysis showed that there were three types of code switching occurred in the data: intra-sentential code switching, inter-sentential code switching, and inter-personal code switching. Among those type of code switching, intra-sentential code switching was the most dominant type of code switching occurred in the data: it was about 25.6% (224 utterances). Inter-sentential code switching was found about 3.2% (28 utterances) from the entire recorded utterances. Inter-personal code switching occurred about 2.3% (20 utterances). Behind the production of code switching, the broadcaster claimed that it was done to show off the important point of the lesson, to help students easier to catch the lesson, to switch the topic of the lesson. From those reasons they strongly gave positive attitude toward code switching especially when it was done accurately and under positive reasons.keyword : code switching, type of code switching, reason of code switching, attitude toward code switching
IMPROVING THE EIGHTH GRADE STUDENTS WRITING ACHIEVEMENT BY USING THE COMBINATION OF T.A.D. AND P.L.E.A.S.E. STRATEGY AT SMP NEGERI 1 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 ., Putu Rony Putrawan; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis recount siswa di SMP Negeri 1 Banjar melalui kombinasi TAD dan HARAP Strategi. Subyek penelitian adalah kelas 8F siswa SMP Negeri 1 Banjar, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan berbasis kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus melibatkan empat langkah, seperti: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh melalui empat jenis instrumen, yaitu: wawancara, peneliti buku harian, angket dan tes. Sebuah pre-test diberikan sebelum melakukan tindakan untuk mendapatkan data awal dari para siswa. Post-tes diberikan setelah melakukan tindakan. Kemudian, data yang diperoleh secara deskriptif dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kompetensi menulis siswa meningkat. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa. Rata-rata siswa adalah 42,53 di pre-test. Setelah pengobatan dilakukan, meningkat menjadi 70,06. Akhirnya, skor rata-rata siswa bisa mencapai 76,28 setelah melakukan siklus 2 Selain itu, lebih dari 90,63% dari semua siswa bisa lulus tingkat yang baik dari penguasaan belajar. Selain itu, kombinasi ini juga membawa efek positif dalam mendorong motivasi dan minat belajar bahasa Inggris siswa. Kata Kunci : Key Terms: kompetensi menulis, TAD strategy, Please strategi, teks recount The study was aimed to improve the students’ recount writing competency at SMP Negeri 1 Banjar through the combination of T.A.D and P.L.E.A.S.E. Strategy. The subjects of the study were class 8F students of SMP Negeri 1 Banjar, which consisted of 14 males and 18 females. This study was classroom based action research that was conducted in two cycles. Each cycle involved four steps, such as: planning, action, observation and reflection. The data were obtained through four kinds of instruments, namely: interview, researcher’s diary, questionnaire and test. A pre-test was given before conducting the action to obtain preliminary data of the students. Post-tests were given after doing action. Then, the data obtained was descriptively analyzed. The findings of the study showed that the students’ writing competency improved. It was shown by the improvement of students’ mean score. Students’ mean score was 42.53 in pre-test. After the treatment was conducted, it increased into 70.06. Finally, the students’ mean score could reach 76.28 after conducting cycle 2. Besides, more than 90.63% from all of the students could pass the good level of learning mastery. In addition, this combination also brought positive effect in fostering students’ motivation and interest in learning English. keyword : Key Terms: writing competency, TAD strategy, PLEASE strategy, recount text
CODE-SWITCHING: AN ANALYSIS OF BROADCASTER'S SPEECH IN PHOENIX RADIO BALI ., Luh Made Astiti Partama; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3966

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mencari tahu pergantian pola bahasa yang dihasilkan oleh ungkapan penyiar radio di Phoenix Radio. Penilitian lebih mencari persentasi perubahan pola, jenis perubahan pola dan alasan penyiar melakukannya. Data dijelaskan dengan menggunakan cara penjelasan qualitative. Penelitian menggunakan rekaman, wawancara dan observasi untuk memecahkan masalah yang ada. Penelitian di analisis dengan menyalin data, mengkodekan,mengkelompokan dan menghitung data yang di dapat dan di masukan ke dalam table. Peneliti menemukan 0.42% (1) adalah pola pergantian menambahkan diposisi terendah. Yang paling banyak adalah pola pergantian kata 81.78% (193) dan pola perubahan kalimat 17.80% (42) dari 236 pola perubahan dari 946 kalimat. Ada beberapa alasan yang telah di hasilkan sesuai dengan Holmes seperti ciri-ciri istimewa dan topic. Ciri-ciri istimewa dibagi menjadi spesifikasi lawan bicara, tanda pengenal, sopan santun dan status sosial. Pola pergantian bahasa bisa membantu orang untuk belajar bahasa lain melalui memahaminya dalam bentuk konteks kata lalu kalimat.Kata Kunci : Pola pergantian bahasa, ciri-ciri keistimewaan, topik The study aimed to find out switching that produced broadcaster’s speech in Phoenix Radio. The study was focus to find out the percentage of the switching, the types of code switching produced and the reasons underlying the switching. The data explained in the descriptive qualitative research. This study used recording, interviewing and observing to solve the problem. The study was analyzed by transcribing the data, codifying, classifying and calculating the data and inserting to the table. The research was found that the broadcasters were produced 0.42% (1) was tag switching as the less dominant switching. The most dominant was from the intrasentential switching that was 81.78% (193) and intersentential switching was 17.80% (42) from the 236 switching in 946 utterances. There are some reasons that underlying the switching was produced accordance to Holmes such as participant’s features and topic. The participant features involved addressee specification, ethnic identity marker, express solidarity and assert social status. Code switching can help people to learn others language through mastering in the form of word context and then utterance.keyword : Code switching, participants features, topic
ENGLISH FOR SALES AND MARKETING: A NEED ANALYSIS TOWARDS ESP INSTRUCTION ., Ratu Gistri Oqania; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan yang berhubungan dengan bahasa inggris yang digunakan untuk bisnis dalam penjualan dan pemasaran di PT HM Sampoerna Tbk Singaraja dan juga dalam merancang silabus yang berhubungan dengan kebutuhan. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif. Untuk mendapatkan infromasi, observasi, kuisioner, wawancara dan dokumnetasi dilakukan. Observasi dilaksanakan di PT HM Sampoerna Tbk. Kuisioner diberikan kepada 14 responden yang sekaligus sebagai subyek dari penelitian ini. Di sesi wawancara, penyelia sebagai pemilik otoritas dalam divisi ini dipilih sebagai subyek dalam penbelitian. Lalu informasi digabungkan dan di analisis secara desriptif. Beberapa temuan ditemukan dalam penelitian ini. Semua subjek dalam penelitian ini adalah pembelajar dewasa dimana motivasinya adalah peningkatan karir. Komunikasi verbal dan tertulis juga dirasa penting untuk dipelajari dalam pembelajaran bahasa ini. Menulis laporan dan juga presentasi dipilih sebagai materi autentik. Disini ditemukan adanya keharusan untuk menjembatani perbedaan aktifitas yang dipilih oleh pekerja dan juga penyelia. Penggunaan permainan dirasa penting oleh pekerja untuk merasakan suasana kelas yang menyenangkan, sedangkan untuk penyelia hal itu dirasa hanya sebagai tambahan. Karena isi dari pembelajaran haruslah berdasarkan dari tugas, tugas dengan pendekatan yang bermanfaat untuk merancang silabus nantinya. Kata Kunci : analisis kebutuhan, bahasa inggris untuk penjualan dan pemasaran The current study was aimed at analyzing the needs with regards to to English for business for sales and marketing at PT.HM Sampoerna Tbk Singaraja as well as designing the syllabus related to the needs. This study was designed on a descriptive research approach. In order to gain the related information, observation, questionnaire, interview, and documentation were conducted. The observations were conducted at the PT. HM. Sampoerna, Tbk. The questionnaires were delivered to the students of English for Business course as one of the subjects in this study. There were 14 respondents participated in the study. In the interview sessions, the Supervisor as the authority in this division was chosen as the subject. The gathered information was then analyzed descriptively. There were some findings revealed in the study. All of the students were adult learners in which their main motivation was career improvement. Oral and written forms of communications were considered important to be practiced in the course by the students and the stakeholder. The content of the course should be based on real tasks. The use of written report and presentation as authentic materials were choosen. There was a need to facilitate the differences in the activities, since each party stated different preferences. The use of games was considered important for the employees to make the classrom enjoyable, while for the stakeholder it should be only an additional. Since the content was based on the task, a Task-Based Approach was beneficial in designing the syllabus. keyword : needs analysis, english for sales and marketing
THE PROFILE OF TEACHERS’ TECHNIQUES, MEDIA AND MATERIAL OF TEACHING ENGLISH VOCABULARY TO YOUNG LEARNERS APPLIED AT AURA SUKMA INSANI KINDERGARTEN (A CASE STUDY) ., Putu Wiwin Ekatrini Mahadewi; ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan (1) tehnik, media dan materi guru dalam mengajarkan kosa kata bahasa Inggris pada siswa taman kanak-kanak di TK Aura Sukma Insani dan (2) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam mengaplikasikan tehnik, media dan materi untuk mengajar kosa kata. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dipaparkan melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru-guru bahasa Inggris di TK Aura Sukma Insani. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peneliti, teks wawancara, alat perekam video, lembar observasi dan buku catatan. Analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu pengumpulan data (data collection), pemilahan data (data reduction), pemaparan data (data display) dan penyimpulan data (conclusion drawing). Hasil analisis menunjukkan bahwa guru-guru mengaplikasikan beragam tehnik dan media untuk mengajar kosa kata. Berbagai tehnik dan dan media yang digunakan memungkinkan siswa untuk belajar kosa kata secara maksimal. Selain itu, masalah yang sering dihadapi para guru dalam mengajarkan kosa kata meliputi manajemen sikap siswa, perhatian siswa dan ketergantungan siswa terhadap guru.Kata Kunci : tehnik, media, materi, kosa kata, taman kanak-kanak This research aimed to describe (1) the teachers’ techniques, media and material in teaching English vocabulary to young learners at Aura Sukma Insani Kindergarten and (2) the problems faced by the teachers in applying the techniques, media and material in teaching vocabulary. This research was a case study under the form of qualitative design. The subjects of the study were the English teachers in Aura Sukma Insani Kindergarten. The instruments used in collecting the data were the researcher herself, interview guide, video recorder, observation checklist and field note. The data analysis was conducted through four stages namely data collection, data reduction, data display and conclusion drawing. The result of analysis showed that the teachers applied various teaching strategies with the support of various teaching media to teach vocabulary. The variation enabled the students to have much exposure to the vocabularies. Moreover, the problems faced by the teachers in teaching vocabulary were about the students’ behavioral management, attention management and dependence toward their teachers.keyword : technique, media, material, vocabulary, young learners
THE USE OF PIDGIN ENGLISH BY THE BEACH VENDORS AT LOVINA TOURISM CENTER ., Ni Nyoman Manik Puspita; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4333

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisa bahasa Inggris pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk, arti dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berkomunikasi dengan turis penutur bahasa Inggris. Penelitian ini diadakan di Pusat Pariwisata Lovina, Bali. Tiga pedagang acung pantai dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dimana pengumpulan data dianalisis secara kualitatif. Peneliti bertindak sebagai peninjau bukan peserta dimana data dikumpulkan dengan merekam percakapan yang diselesaikan oleh subyek-subyek sebanyak 12 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung di pantai adalah beberapa kemunculan dari penyederhanaan dalam bentuk tata bahasa dan bentuk fonologi. Sedangkan, hasil dari analisis dari arti bahasa Inggris pasaran menunjukkan bahwa pencampuran ekspresi diantara bahasa Inggris, Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia yang digunakan oleh mereka bisa dimengerti. Fungsi bahasa yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berinteraksi dengan turis penutur bahasa Inggris adalah salam, menawarkan barang dan jasa, memperkenalkan dan memberikan informasi, menanyakan informasi, menanyakan dan memberikan pilihan, menegaskan, menolak dan menerima tawaran, menanyakan jumlah barang, meminta, berterimakasih dan berpisah. Fungsi-fungsi bahasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan dari pedagang acung pantai untuk menyampaikan tujuan kepada turis penutur bahasa Inggris.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pasaran, Pedagang Acung Pantai, Bentuk, Arti, Fungsi Bahasa This study focused on the analysis of pidgin English. The objectives of this study were to find out the forms, meaning and the language function of pidgin English used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina Tourism Center, Bali. Three beach vendors were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 12 times. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the beach vendors were some emergences of simplification in grammatical form and phonological form. Meanwhile, the result of the meaning of pidgin English showed that the mixing expressions among English, Balinese, and Bahasa Indonesia which were used by them were understandable. The language functions used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists were greeting, offering goods and services, introducing and giving information, asking information, asking and stating choice, asserting, refusing and accepting the bargained, asking the amount of items, requesting, thanking and leave taking. Those language functions could fulfill the needs of the beach vendors to submit their purposes to the English-speaking tourists.keyword : Pidgin English, Beach Vendors, Form, Meaning, Language Function