cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 337 Documents clear
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
The Effect of SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) combined with Numbered Head Together on Students' ReadingComprehension at Eight Grade Students of SMP Saraswati Seririt in the Academic year 2014/2015 ., Ni Komang Fina Sasmita Sari; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemahaman membaca antara siswa yang diajar dengan menggunakan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together Strategi dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan Teknik Konvensional. Desain Post-Test untuk Kontrol Grup yang acak digunakan dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Saraswati Seririt. Mereka adalah kelas VIIIB sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite dan Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together dan kelas VIIIA sebagai kelompok kontrol yang diajarkan dengan Teknik Konvensional. Instrumen yang digunakan adalah scenario pengajaran dan tes pemahaman membaca. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis baik secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Head Together lebih baik daripada mereka yang diajar dengan Teknik Konvensional. Ini dibuktikan dari nilai rata-rata dari kelompok eksperimen yaitu 82,23, sedangkan kelompok kontrol adalah 75,61. Kata Kunci : Pemahaman Membaca, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, and Review) dikombinasikan dengan Numbered Heads Together This study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in reading comprehension between the students who were taught by using SQ3R combined with Numbered Head Together and those who were taught by using conventional strategy. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eighth grade students of SMP SaraswatiSeririt. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study.Class VIII.B was assigned as the experimental group which was taught by using SQ3R combined with Numbered Head Together and class VIII.A as the control group which was taught by using conventional strategy.The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better reading than students in control group. It was proven by the result of descriptive statistics that showed the mean score the experimental group was 82.23, while the mean score of control group was 75.61. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than thetcv. keyword : Reading Comprehension, SQ3R (Survey, Question, Read, Recite and Review combined with Numbered Heads Together
An Analysis of Code Switching Used by Lecturer of English Education Department at Ganesha University of Education ., Danu Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dari alih kode bahasa, fungsi alih kode bahasa, dan alasan penggunaan alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris sebagai strategi komunikasi untuk mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing di semester II Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dosen laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perekam MP3, catatan lapangan, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris. Mereka adalah intra-sentential alih kode bahasa (52%) dan inter sentensial alih kode bahasa (48%). Ada tujuh fungsi alih kode bahasa yang digunakan oleh dosen bahasa Inggris; fungsi klarifikasi (36%), fungsi penekanan (29%), fungsi perhatian (12%), fungsi instruksi (9%), fungsi kebutuhan bahasa (8%), fungsi regulasi (3%) dan fungsi hiburan (3% ) . Alasan penggunaan alih kode bahasa adalah untuk membicarakan topik tertentu, menegaskan sesuatu, pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi, maksud untuk menjelaskan isi pembicaraan pada pendengar, meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris, membantu siswa untuk menangkap informasi yang diberikan oleh pengajar, menciptakan suasana yang menyenangkan belajar, dan memberikan perintah atau instruksiKata Kunci : Alih Kode Bahasa, dosen Bahasa Inggris, Strategi Komunikasi, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing This study is aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by English lecturer as a Communication Strategy to teach English as a Foreign Language in second semester of English Education Department at Ganesha University of Education.This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is a male lecturer. The instruments used in this study are MP3 recorder, a field note, and an interview guide. The results of this study show that there are two types of code switching used by the English teacher. They are intra-sentential code switching (52%) and inter sentential code switching (48%). There are seven functions of code switching used by the English lecturer that are; clarification functions (36%), emphasis function (29%), attention function (12%), instruction function (9%), lexicalization function (8%), regulatory function (3%) and sociolinguistic play function (3%).The reasons of using code switching are talking about particular topic, being emphatic about something, repetition used for clarification, intention of the speech content for the interlocutor, increasing motivation in learning English, helping students to catch the information given by the lecturer, creating a fun learning atmosphere, and giving command or instructionkeyword : Code Switching, English Lecturer, Communication Strategy, English as a Foreign Language
An Analysis of Politeness Strategies Used by Female and Male Students in XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja to Talk to Their Teachers Inside and Outside the Classroom ., Ni Wayan Sugitariani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jenis-jenis strategi kesantunan yang digunakan siswa perempuan dan laki-laki di kelas XI IIS SMA Bhaktiyasa Singaraja untuk berbicara dengan para guru mereka saat di dalam kelas dan diluar kelas dan alasan mereka menggunakan strategi kesantunan tersebut. Subjek penelitian ini ialah para siswa di kelas XI IIS SMA Bhaktiyasa Singaraja yang berbicara dengan guru-guru mereka. Peneliti merupakan instrument utama pada penelitian ini yang mengumpulkan data dengan merekam suara percakapan siswa dengan guru, mencatat fenomena yang terjadi, dan mewawancarai subjek penelitian. Strategi kesantunan yang digunakan oleh siswa dianalisis berdasarkan teori kesantunan Brown & Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan ialah bald on record politeness positive politeness, dan off record. Bald on record impolite language merupakan strategi yang paling sering digunakan oleh siswa baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Sebagian besar, siswa mengunakan bahasa tidak santun yang dapat disebut sebagai kesalahan pragmatik karena siswa memiliki motif untuk menadi lebih dekat dengan guru-guru mereka. Hal ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa positive politeness strategy yang banyak dipilih saat berbicara dalam situasi formal. Penelitian ini menunjukkan siswa menggunakan impolite language bahkan pada saat mereka berbicara dengan guru di dalam kelas. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa siswa jarang menggunakan strategi kesantunan dalam berbicara dengan guru, bahkan dalam situasi formal. Alasan para siswa menggunakan bahasa tidak santun karena mereka merasa mereka dekat dengan para guru. Kata Kunci : Kesalahan Pragmatik, Strategi Kesantunan, Strategi Komunikasi This study aimed to explain the types of politeness strategies used by female and male students of XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja to talk to their teachers inside and outside the classroom and the reason of using those strategies. The researcher was the key instrument in this study that collected the data by audio-recording the conversation between students and teachers, taking note of the phenomena and interviewing the subject of the study. The subjects of the study were the students in XI IIS of SMA Bhaktiyasa Singaraja who talked to their teachers. The politeness strategies used by students were analyzed based on Brown & Levinson’s theory of politeness. The result of this study showed that the strategies used by female and male students were bald on record politeness, positive politeness, and off record. Mostly, the students used impolite language which can be stated as pragmatic errors because the students’ motive was to get closer to the teachers so they used impolite language. It was different from the previous studies that indicated positive politeness strategy most used by speaker in formal situation. The result of this study indicated that the students used politeness strategies rarely even when they talked to their teachers in the classroom activities. The students’ reasons of using the impolite language most frequently than politeness strategies because they felt they were close with the teachers so that they used impolite language to show their friendliness.keyword : Communication Strategies, Politeness Strategies, Pragmatic Error
THE IMPLEMENTATION OF GUIDED WRITING STRATEGIES FOR WRITING RECOUNT TEXT AT VIII GRADE STUDENTS IN SMP N 1 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Kadek Era Kusuma Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis recount text dengan menggunakan Guided Writing in the form of Chained Story. Tujuan utama dalam penilitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis terutama dalam isi, organisasi, kosa kata, tata bahasa, dan mekanik. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siswa dari SMPN 1 Busungbiu dan sasaran dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VIIIB4. Penelitian ini meliputi 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Hasil dari pre-test dan post-test akan dianalisis dan dibandingkan diakhir siklus. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam menulis recoun text bisa ditingkatkan melalui penggunaan Guided Writing in the form of Chained Story. Mereka mendapat 54.4% (rendah) di pre-test, setelah itu mereka mendapat 66.4% (sedang) in siklus I, dan terkahir, pencapain mereka 77.9% (baik) di siklus II. Kata Kunci : Menulis, Teks Recount, Panduan Menulis, Cerita Berantai This study aimed at improving the students’ ability in writing a recount text by using Guided Writing in the form of Chained Story. It particularly aimed at improving the students’ ability in writing especially in the content, organization, vocabulary, grammar, and mechanic. This study was designed in the form of a classroom action-based research with the second year students of SMP N 1 Busungbiu at class VIIIB4 as the subject of this study. Two cycles were covered in this study in which each cycle comprised four sessions. The result of the pre-test and post-test which was conducted at the end of each cycle were analyzed and compared. The result of the study revealed that the students’ ability in writing a recount text could be improved through the use Guided Writing in the form of Chained Story. It could be seen from the increase of the students’ mean score. They got 54.4% (poor) in the pre-test, then they gained 66.4% (moderate) in cycle I, and at last, they achieved 77.9% (good) in cycle II. keyword : Writing, recount text, guided writing, chained story
AFFIXATION IN LEMUKIH DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., I Made Liantana Riasa; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis prefik dan sufik di dialek Bali Lemukih dan termasuk dalam jenis infleksi dan derivasi mereka terlibat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua informan pembicara dialek Lemukih dipilih sesuai dengan criteria. Data dikumpulkan sesuai dengan empat teknik, bernama: teknik eliciting, perekaman, dan pencatata. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada empat prefik dan lima sufiks di dialek Bali Lemukih. Prefik dan sufiks ini akan digolongkan lebih lanjut kedalam derivasi dan infleksi prefik dan sufik. Prefik derivasi adalah {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-}. Sedangkan sufik derivasi adalah {-an} dan {ang}. Prefik infleksi adalah {ma-}, {N-}, dan {ka-}. Sedangkan sufik infleksi adalah {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, dan {-e}. Terlebihnya, masing-masing prefik dan sufik memiliki fungsi yang berbeda seperti pembuat kata kerja (kalimat suruh), pembuat kata benda (definite article), pembuat kata sifat (perbandingan), pembuat kata pasif, dan pembuat kata aktif.Kata Kunci : derivasi prefik dan sufik, infleksi prefik dan sufik, dan dialek Bali Lemukih This study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes in Lemukih dialect of Balinese and the types of inflectional and derivational processes in which they are involved. This study is a descriptive qualitative research. Two informants Lemukih dialect speakers were chosen based on set criteria. The data were collected based on four techniques, namely: eliciting, recording, and note taking technique. The results of the study showed that there are four prefixes and five suffixes in Lemukih dialect of Balinese. These prefixes and suffixes can be further categorized into derivational and inflectional prefixes and suffixes. The derivational prefixes are {ma-}, {N-}, {ka-}, and {pa-}. Meanwhile, the derivational suffixes are {-an} and {ang}. The inflectional prefixes are {ma-}, {N-}, and {ka-}. Meanwhile, the inflectional suffixes are {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, and {-e}. Moreover, each prefixes and suffixes has different functions such as verbalizer (imperative), nominalizer (definite article), adjectivizer (comparative), passivizer, and activizer.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Lemukih dialect of Balines
AFFIXATION IN LEMUKIH DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., I Made Liantana Riasa; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis prefik dan sufik di dialek Bali Lemukih dan termasuk dalam jenis infleksi dan derivasi mereka terlibat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua informan pembicara dialek Lemukih dipilih sesuai dengan criteria. Data dikumpulkan sesuai dengan empat teknik, bernama: teknik eliciting, perekaman, dan pencatata. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada empat prefik dan lima sufiks di dialek Bali Lemukih. Prefik dan sufiks ini akan digolongkan lebih lanjut kedalam derivasi dan infleksi prefik dan sufik. Prefik derivasi adalah {ma-}, {N-}, {ka-}, dan {pa-}. Sedangkan sufik derivasi adalah {-an} dan {ang}. Prefik infleksi adalah {ma-}, {N-}, dan {ka-}. Sedangkan sufik infleksi adalah {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, dan {-e}. Terlebihnya, masing-masing prefik dan sufik memiliki fungsi yang berbeda seperti pembuat kata kerja (kalimat suruh), pembuat kata benda (definite article), pembuat kata sifat (perbandingan), pembuat kata pasif, dan pembuat kata aktif.Kata Kunci : derivasi prefik dan sufik, infleksi prefik dan sufik, dan dialek Bali Lemukih This study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes in Lemukih dialect of Balinese and the types of inflectional and derivational processes in which they are involved. This study is a descriptive qualitative research. Two informants Lemukih dialect speakers were chosen based on set criteria. The data were collected based on four techniques, namely: eliciting, recording, and note taking technique. The results of the study showed that there are four prefixes and five suffixes in Lemukih dialect of Balinese. These prefixes and suffixes can be further categorized into derivational and inflectional prefixes and suffixes. The derivational prefixes are {ma-}, {N-}, {ka-}, and {pa-}. Meanwhile, the derivational suffixes are {-an} and {ang}. The inflectional prefixes are {ma-}, {N-}, and {ka-}. Meanwhile, the inflectional suffixes are {-in}, {-ne}, {-an}, {-ang}, and {-e}. Moreover, each prefixes and suffixes has different functions such as verbalizer (imperative), nominalizer (definite article), adjectivizer (comparative), passivizer, and activizer.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Lemukih dialect of Balines
Improving the Achievement of the Fifth Grade Students of SDN 1 Sebatu in English Vocabulary by Using Puppets as Teaching Media ., Pande Made Ari Saguna; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi kosa kata bahasa inggris murid kelas 5 SDN 1 Sebatu dengan menggunakan wayang sebagai media.Subjek dari penelitian ini adalah kelas 5 SDN 1Sebatu dengan jumlah 41 murid. Penelitian ini menggunakan prosedur Classroom Action Research (PTK) dan Diselesaikan dalam dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan wayang sebagai media dapat meningkatkan prestasi kosa kata murid kelas 5 SDN 1 Sebatu. Hasil post-test II menunjukan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh dari murid kelas 5 berjumlah 82.31.Sedangkan hasil test awal (pre-test) nilai rata-rata yang diperoleh berjumah 51.00. Persentase jumlah murid yang lulus tes juga meningkat dari 39.03% menjadi 58.54%. Hasil dari pecentase kelulusan yang diperoleh dari post-test II dengan jumlah 97.56% sudah melebihi dari target yang ditetapkan dengan jumlah 85.00%. Hasil kuesioner juga menunjukan bahwa murid memberikan kesan yang positif terhadap pembelajaran bahasa inggris dengan menggunkan wayang sebagai media. Pembelajaran bahasa inggris menggunakan wayang sebagai media dapat meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar.Kata Kunci : wayang, prestasi kosa kata This study aimed at improving the achievement of the fifth grade students of SDN 1 Sebatu in English vocabulary by using puppets as teaching media. The subjects of this study were the fifth grade students of SDN 1 Sebatu which consisted of 41 students. The study was conducted by following the action research procedures and it was completed in two cycles. The result of the study showed that achievement of the fifth grade students in English vocabulary could be improved by using puppets. The result of post-test II showed that the students’ mean score was 82.31 which significantly improved from the pre-test result that was 51.00. The class percentage of the students passing the test also improved from 39.02% to 58.54%. The total class percentage of the students passing the test was 97.56 % which was beyond the expected target which was 85.00%. Based on the questionnaire result, the students also had positive response towards the implementation of the puppets. The result showed that learning English using puppets could improve their motivation, interest, attention, and concentration.keyword : puppets, vocabulary achievement
The use of communication strategies by the teacher as a technique of teaching to help students learn to communicate in English on elementary level in Bali children foundation ., Ni Wayan Suarini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6031

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe strategi komunikasi yang digunakan guru sebagai teknik mengajar untuk membantu siswa belajar berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, alasan guru dalam menggunakan tipe strategi komunikasi tersebut dan pendapat siswa terhadap strategi komunikasi yang digunakan oleh guru. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan angket. Selain perekam, lembaran, pedoman wawancara juga digunakan untuk memperoleh data. penelitian ini adalah qualitative research, tipe ini adalah deskriptif yang mana data diambil dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: ada delapan strategi komunikasi yang di aplikasikan oleh guru dalam membantu siswa belajar berkomunikasi mengunakan bahasa inggris,strategi tersebut adalah literal translation, repetition, language switching, appeal for assistance, topic avoidance, paralanguage, comprehension check dan clarification request.(2) ada lima alasan utama yang menyebabkan guru mengaplikasikan strategi komunikasi tersebut seperti membantu siswa untuk memahami arti dari pengucapan bahasa inggris, untuk membantu siswa mengingat kata dalam bahasa inggris, untuk menghindari sebuah kesalahan, dan untuk membantu siswa memahami pelajaran. (3) dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi yang terapkan guru di dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. karena guru menggunakan strategi komunikasi yang tepat dalam membantu siswa belajar menggunakan bahasa inggris. Kata Kunci : strategi komunikasi, teknik mengajar, kemampuan berbicara The purposes of this study were to investigate the types of communication strategies used by the teacher as a technique of teaching to help the students learn to communicate in English, the teacher’s reasons in applying certain types of communication strategies and the students’ perception toward communication strategies used by the teacher. The data was collected through direct observation, interview, and questionnaire. Besides, mobile recorder, observation sheet and interview guide also used in gaining the data. This study was qualitative research, this type of research was descriptive in which the data taken were automatically analyze descriptively. The result of this study were: there were eigh types of communication strategies applied by the teacher to help students learn to communicate in English, namely : literal translation, repetition, language switching, appeal for assistance, topic avoidance, para language, comprehension check and clarification request. (2) There were five main reasons that caused the teacher applied those communication strategies such as to help students to understand the meaning of English utterances, to help students memorized the word in English, to help the students in mastering a topic, to improve students’ motivation in speaking and to help students comprehend the lesson. (3) It can be concluded that communication strategies applied by the teacher in the teaching and learning process can increase the students’ ability in speaking, because the teacher used appropriate communication strategies to help students in learning English. keyword : communication strategies, technique of teaching, speaking ability
THE TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS A MODEL OF FEEDBACK AND STUDENTS’ MOTIVATION ON SECOND GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016THE TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTIONS TOWARDS A MODEL OF FEEDBACK AND STUDENTS’ MOTIVATION ON SECOND GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Nadia Santa; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap sebuah model dari umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas. Selain itu, tingkat motivasi siswa yang dipengaruhi oleh pemberian umpan balik pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas dalam pandangan guru dan siswa juga dianalis. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada masalah yang didapat pada saat melakukan observasi di SMK Negeri 3 Singaraja. Permasalahannya adalah terkadang guru kurang memperhatikan kebutuhan, karakter dan tingkat pemahaman siswa dalam memberikan umpan balik, serta keefektifan umpan balik belum diketahui. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dan panduan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas guru dan siswa memiliki persepsi positif terhadap umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas. Disamping itu, hasil tingkat motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris yang dipengaruhi oleh umpan balik yang diberikan oleh guru pada hasil kerja siswa dan dalam proses pengerjaan tugas dalam pandangan guru dan siswa adalah mayoritas siswa memiliki tingkat motivasi yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa, baik guru maupun siswa memiliki persepsi positif terhadap umpan balik yang diberikan dan mayoritas siswa memiliki tingkat motivasi yang di tinggi yang dipengaruhi oleh umpan balik yang diberikan. Kata Kunci : persepsi guru, persepsi siswa, tingkat motivasi siswa, model umpan balik. This research was aimed at analyzing teachers’ and students’ perceptions towards a model of feedback given by teachers in task and process level. Besides, students’ level of motivation affected by feedback given in students’ task and during task accomplishment viewed by teachers and students were also analyzed. This research was conducted based on the problem gained while researcher doing observation in SMK Negeri 3 Singaraja. The problems are sometimes teachers did not notice students’ needs, character and level of understanding in giving feedback, also the effectiveness of feedback not yet known. Method used in obtained the data are questionnaire and interview guide. The data analyzed by using descriptive quantitative design. The result of this study is most of teachers and students have positive perceptions on feedback given by teachers in students’ task and process accomplishing task. Besides that, the result of students’ level of motivation affected by feedback given by teachers in students’ task and process accomplishing task in the view of teachers and students is most of students have high level of motivation. It can be concluded that both teachers and students have positive perceptions on feedback given and most of students have high level of motivation affected by feedback given.keyword : teachers’ perceptions, students’ perceptions, students’ level of motivation, a model of feedback.