cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 42 Documents clear
Developing Supplementary English Material for Above Average Students of the Eighth Grade at SMP N 7 Denpasar to Support the Implementation of 2013 Curriculum ., Wayan Septiana Lusiantari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8070

Abstract

Penelitian dan Pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dalam mengembangkan dan mengetahui kualitas dari materi tambahan bahasa Inggris untuk siswa berkemampuan di atas rata-rata kelas delapan di SMP N 7 Denpasar untuk mendukung implementasi Kurikulum 2013. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa berkemampuan di atas rata-rata kelas VIII di SMP N 7 Denpasar. Model penelitian yang digunakan adalah desain Penelitian dan Pengembangan diadaptasi dari Sugiyono (2008) yang diterapkan hanya sampai tahap ketujuh. Dengan itu ditemukan bahwa ada tujuh unit yang perlu dikembangkan pada materi tambahan yang mengikuti silabus Kurikulum 2013, kriteria materi pembelajaran yang baik dari Tomlinson (1998), dan differentiated instruction. Materi yang dikembangkan menyisipkan nilai karakter dan budaya lokal. Konten di materi tambahan lebih bervariasi dalam hal latihan soal. Validasi dilaksanakan melalui uji ahli dengan hasil validitas konten 1.00 yang mengindikasikan bahwa produk memiliki validitas sangat tinggi. Uji coba produk diadakan untuk mengetahui kualitas produk melalui angket guru yang menunjukkan bahwa materi memenuhi kriteria yang sangat baik (229≥225). Serta, hasil angket siswa menunjukkan bahwa siswa memberi balikan positive terhadap produk.Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan, siswa berkemampuan di atas rata-rata This Research and Development aimed at describing the process of developing and measuring the quality of supplementary English material for above average students of the eighth grade at SMP N 7 Denpasar to support the implementation of 2013 Curriculum. The subjects of this study were the English teacher and above average students of the eighth grade at SMP N 7 Denpasar, and the object of this study was supplementary English material. The research designed employed in this study was model of Research and Development adapted from Sugiyono (2008) which conducted until the seventh step. It was found that there were seven units that needed to be developed in supplementary material following syllabus of 2013 Curriculum, criteria of good learning material (Tomlinson,1998), and differentiated instruction. The material developed inserted character values and local content. The content in supplementary material should be more challenging and varied in term of exercises. The validation was done through expert judgment with Content Validity was 1.00 which indicated it has very high validity. Product try-out was conducted to know the quality of the product through teacher questionnaire which showed excellent material (229≥225). And, the result of student questionnaire showed that the students gave positive feedback toward the product.keyword : above average students, differentiated instruction, supplementary material
Affixation of Balinese Language in Julah Dialect: A Descriptive Study ., Ni Luh Putu Wida a; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Julah di desa Julah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Tiga contoh informan dari Dialek Julah dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan di Dialek Julah yang termasuk derivasi, awalan {mә-}, dan {ŋ-}. Ada sembilan jenis awalan di Dialek Julah yang termasuk infleksi, awalan {mә-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Λ-}, {kΛ}, {pΛ-}, {pә}. Ada tiga jenis akhiran di Dialek Julah yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ}, {-In}, {Λ-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Julah yang termasuk infleksi, akhiran {-ē}, dan {- nē}. Awalan dan akhiran di Dialek Julah yang termasuk derivasi adalah awalan {mә-} dan{m-}dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Julah yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, {-kΛ}, {m-}, {pΛ-} dan {pә-}dan akhiran {ē-}, dan{-nē}. Fungsi dari morfem di pembentukan kata dari awalan dan akhiran yang termasuk derivasi memiliki fungsi untuk mengubah kelas kata dan mengubah makna kata dari kata benda menjadi kata kerja dan dapat memiliki arti melakukan kegiatan. Awalan dan akhiran yang merupakan infleksi memiliki fungsi untuk mengubah kalimat dari pasif menjadi aktif, karena tidak mengubah makna dan kelas kata. Kata Kunci : awalan dan akhiran derivasi, awalan dan akhiran infleksi, dialek Julah The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Julah Dialect in Julah village. This research is a descriptive qualitative research. Three informants sample of Julah Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are 2 derivational prefixes; prefix {mә-} and {ŋ-}. There are 8 inflectional prefixes; prefix: {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, {Λ-}, {kΛ}, {pΛ-}, {pә-}. There are 3 derivational suffixes; suffix {-Λŋ}, {-In}, {Λ-}. There are 2 kinds of inflectional suffixes; suffix {-ē}, and {- nē}. Prefixes and suffixes which belong to derivation morphemes: prefix {mә-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-},{-ñ}, {m-}{-Λ}, {-kΛ}, {m-}, {pΛ-} and {pә-} and suffix {ē-}, and {-nē}. The function of these morphemes serve in word forming are the prefixes and suffixes that belongs to derivational morphemes has a function to changes the class and the meaning of a word from noun to become verb and also have a meaning to do an activity. Meanwhile the prefixes and suffixes that belong to inflectional morphemes has a function to change the passive phrase into active phrase, because it does not change the meaning and class of the word.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Julah dialect
AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES IN THE SIDATAPA DIALECT OF BALINESE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Putu Rika Adi Putra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran di Dialek Bahasa Bali Sidetapa yang mengalami derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat tiga informan utama dan tiga informan sekunder dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan empat teknik: teknik observasi, elisitasi, rekaman dan pencatatan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data: daftar kata, alat perekam digital, kamera dan daftar pertanyaan. Ada tiga proses dalam menganalisa data: reduksi data, penggambaran data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada tiga jenis awalan: {me-}, {N-}, dan {pe-}, dan dua jenis akhiran: {-ng} dan {-e}, yang mengalami proses derivasi pada Dialek Bahasa Bali Sidetapa. Terdapat tiga jenis awalan: {me-}, {N-} dan {a-} dan lima jenis akhiran: {-ng}, {-ne}, {-e}, {-in} dan {-an}, yang mengalami infleksi dalam Dialek Bahasa Bali Sidetapa. Terdapat beberapa fungsi grammar awalan dan akhiran seperti: imbuhan untuk membentuk kata kerja (imperatif), untuk membentuk kata nominal (artikel definitif), untuk membentuk kata bilangan, pembentuk kata kerja aktif, pembentuk kata kerja pasif, dan imbuhan untuk membentuk kata sifat (komparatif).Kata Kunci : proses derivasional, proses infleksional, Dialek Bahasa Bali Sidetapa The study aimed at describing the kinds of prefixes and suffixes in Sidetapa dialect of Balinese that undergo derivation and inflection process. This research was a descriptive qualitative research. There were three main informants and three secondary informants in this research. The data were collected based on four techniques, namely: observation, elicitation, recording, and note taking technique. The data were collected by using some instruments: words list, digital recorder, camera, and questions list. There were three processes in analyzing the data: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that there are three kinds of prefix: {me-}, {pe-} and {N-}, and two kinds of suffix: {-e} and {-ng}, which undergo derivational process in Sidetapa dialect of Balinese. There are three kinds of prefix: {me-}, {N-} and {a-} , and five kinds of suffix: {-ng}, {-ne}, {-e}, {-in} dan {-an}, which undergo inflectional process in the dialect. There are several grammatical functions of prefixes and suffixes in the dialect such as: affix forming verbal (imperative), affix forming nominal (definite article), affix forming numeral, activizer, passivizer, and affix forming adjective (comparative).keyword : derivational process, inflectional process, Sidetapa Dialect of Balinese
THE EFFECT OF SNAKE AND LADDER BOARD GAME ON THE ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL IN SUKASADA, BULELENG REGENCY IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Dewa Putu Nara Kusuma; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8178

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meneliti apakah ada efek yang signifikan dari pengguanaan snake and ladder board game terhadap prestasi belajar bahasa Inggris pebelajar anak-anak, terutama siswa-siswi sekolah dasar. Penelitian ini adalah sebuah penelitian eksperimen dengan menggunakan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas empat di sekolah dasar Sukasada, kabupaten Buleleng tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling untuk memilih sampel. Ada dua kelas yang terpilih sebagai sampel, SD Negeri 2 Sukasada sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Sukasada sebagai kelompok eksperimen. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil-hasil memperlihatkan bahwa rata-rata dari kelompok kontrol yang diajar mengguanakan teknik konvensional adalah 79.6 dan rata-rata dari kelompok eksperimen yang diajar menggunakan snake and ladder board game adalah 84.1. Hasil dari penghitungan sampel independen t-test menunjukan nilai dari tobs (t observation) adalah 4.791 dimana tcv (t critical value) dalam signifikansi alfa 0.05 (5%) dan tingkat kebebasan 62 adalah 1.998. Dapat disimpulkan bahwa snake and ladder board game memberikan efek yang signifikan terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar di Sukasada, Kabupaten Buleleng tahun ajar 2015/2016.Kata Kunci : Prestasi belajar bahasa Inggris, snake and ladder board game, pebelajar anak-anak The main purpose of this research is to investigate whether there is any significant effect of snake and ladder board game on young learners’ English learning achievement, especially the fourth grade students of elementary school. This research was an experimental research using post-test only control group design. The population of this study was 103 fourth grade students of elementary school in Sukasada, Buleleng regency in academic year 2015/2016. This research used cluster random sampling technique to choose the samples. There were two classes as the samples, SD Negeri 2 Sukasada as the control group and SD Negeri 3 Sukasada as the experimental group. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistic analysis. The results showed that the mean score of control group that was taught by conventional technique was 79.6 and the mean score of experimental group that was taught by snake and ladder board game was 84.1. The result of the independent sample t-test calculation showed the value of tobs (t observed) was 4.791 where the tcv (t critical value) in alpha significance 0.05 (5%) and the degree of freedom 62 was 1.998. It could be inferred that the tobs (t observed) was higher than the tcv (t critical value). It can be concluded that snake and ladder board game gives the significant effect on students’ English learning achievement of the fourth grade students of elementary school in Sukasada, Buleleng regency in 2015/2016 academic year.keyword : English learning achievement, snake and ladder board game, young learners
The Effect of Adapted Monopoly Board Game on the English Learning Achievement of the Sixth Grade Students of Primary School in Banjar Sub-District, Buleleng Regency in 2015/2016 Academic Year ., Kadek Yoga Pramartha; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi signifikansi efek penggunaan permainan papan monopoli teradaptasi pada hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas 6 sekolah dasar di Kecamatan Banjar pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain post-test only control group. Populasi dari penelitian ini terdiri dari 179 siswa kelas 6 di Kecamatan Banjar. Teknik cluster random sampling digunakan dalam penelitian ini dalam pengambilan sampel. Kelompok siswa kelas 6 SD N 1 Banjar terpilih sebagai kelompok kontrol, sedangkan kelompok siswa kelas 6 SD N 9 Banjar terpilih sebagai kelompok eksperimental dengan jumlah sampel total sebanyak 62 siswa. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan analisa statistikal deskriptif dan inferensial. Hasil analisa menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimental (89,01) lebih besar daripada skor rata-rata kelompok kontrol (82,78). Hasil uji hipotesis dengan menggunakan independent t-test menunjukkan bahwa tobserved (2,725) lebih besar daripada tcritical value (2,000) pada tingkat signifikansi 0.05 (α=0.05). Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan papan monopoli teradaptasi memberikan efek yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas 6 di Kecamatan Banjar.Kata Kunci : permainan papan monopoli teradaptasi, hasil belajar Bahasa Inggris, sekolah dasar The goal of this research was to investigate the significance of the effect of adapted monopoly board game on the English learning achievement of the sixth grade students of primary school in Banjar Sub-District in 2015/2016 academic year. This research was an experimental research utilizing post-test only control group design. The population of this research consisted of 179 sixth grade students in Banjar Sub-District. Cluster random sampling technique was used in selecting the samples of this research. The sixth grade class of SD N 1 Banjar was selected as the control group meanwhile the sixth grade class of SD N 9 Banjar was selected as the experimental group with the total number of samples as many as 62 students. The obtained data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis. The results of the analysis showed that the mean score of the experimental group (89.01) was higher than the mean score of the control group (82.78). The result of the hypothesis testing using independent t-test showed that tobserved (2.725) was higher than the tcritical value (2.000) at the level of significance 0.05 (α=0.05). It indicated that there was significant difference between the score of the experimental group and the control group. Thus, it can be concluded that the implementation of adapted monopoly board game gave significant effect on the English learning achievement of the sixth grade students in Banjar Sub-District.keyword : adapted monopoly board game, English learning achievement, primary school
THE EFFECT OF ADAPTED MONOPOLY BOARD GAME TOWARDS ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE STUDENTS OF PRIMARY SCHOOL IN BANJAR, BULELENG REGENCY, ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Putu Gede Hendra Raharja; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perbedaan prestasi belajar siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Adapted Monopoly Board Game dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan media pembelajaran konvensional di Banjar, Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang menggunakan desain penelitian posttest only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di Banjar, Buleleng yang berjumlah 182 siswa. Cluster random sampling digunakan sebagai teknik untuk menentukan sampel. Ada 2 kelompok sampel, SD N 1 Banjar ditetapkan sebagai kelompok kontrol dan SD N 9 Banjar ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 58 siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa posttests. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan diantara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Adapted Monopoly Board Game dan siswa yang dibelajarkan menggunakan media pembelajaran konvensional. Rerata kelompok eksperimen (80.41) lebih tinggi daripada kelompok control (67.48). Hasil dari independent sample t-test menunjukan bahwa nilai t observed lebih tinggi daripada nilai t critical value (tobv = 6.544 > tcv = 2.003) pada taraf signifikansi 0.05 (α=0.05). Secara ringkas, Adapted Monopoly Board Game sebagai media pembelajaran memberikan efek yang signifikan terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa.Kata Kunci : Adapted Monopoly Board Game, Permainan Bahasa, Prestasi belajar Bahasa Inggris Siswa This study was aimed to investigate the significant difference in students’ English learning achievement between the students who were taught by using Adapted Monopoly Board Game and the students who were taught by using conventional teaching media in Banjar, Buleleng. This study was a quasi-experimental research using posttest only control group design. The population of this study was the fourth grade students in Banjar, Buleleng consisted of 182 students. To determine the sample, cluster random sampling technique was employed as a technique. There were 2 groups of sample, SD N 1 Banjar was assigned as control group, while SD N 9 Banjar was assigned as experimental group consisted of 58 students altogether. The required data for this study were collected by means of administering the research instrument in the form of posttests. The data was analysed descriptively and inferentially. The result of data analysis showed that that there was a significant difference between the students who were taught by using Adapted Monopoly Board Game and the students who were taught by using conventional teaching media. The mean of experimental group (80.41) was higher than control group (67.48). The result of independent sample t-test revealed that the value of t observed was higher than the t critical value (tobv = 6.544 > tcv = 2.003) at level significance 0.05 (α=0.05). In short, Adapted Monopoly Board Game as a teaching media gives significant effect to students’ English learning achievement at Banjar, Buleleng.keyword : Adapted Monopoly Board Game, English Learning Achievement, Language Game
THE EFFECT OF USING JIGSAW PUZZLE BOARD GAME TOWARDS THE ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT OF FOURTH GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL IN KAMPUNG BARU, BULELENG SUB-DISTRICT IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Putu Mursita Tenia Sari; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8240

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh signifikan penggunaan media jigsaw puzzle board game terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar di Kampung Baru pada tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain post-test only, non equivalent control group. Jumlah populasi penelitian ini adalah 163 siswa dari enam sekolah dasar di Kampung Baru. Dari jumlah populasi tersebut, penelitian ini menggunakan sampel 58 siswa dari SD Negeri 3 Kampung Baru sebagai kelas kontrol dan SD Negeri 5 Kampung Baru sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Selanjutnya, data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol (80,50>72,93). Selain itu, hasil tes hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa tobs = 2,810>tcv= 2,003 (α=0,05) dengan ukuran efek 0,75 (kategori sedang sampai kuat). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari penggunaan jigsaw puzzle board game terhadap prestasi belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jigsaw puzzle board game efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa karena media ini memudahkan siswa untuk memahami materi pelajaran, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kecemasan, meningkatkan motivasi dan partisipasi, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi satu sama lain. Kata Kunci : prestasi belajar Bahasa Inggris, jigsaw puzzle board game, pebelajar anak-anak This study was conducted to find out the significant effect of using jigsaw puzzle board game media towards the English learning achievement of fourth grade students in Kampung Baru in academic year 2015/2016. It was a quasi-experimental research which used post-test only, non equivalent control group design. The population of this study was 163 students from six elementary schools in Kampung Baru. From that population, this research used 58 students as sample consisted of SD Negeri 3 Kampung Baru as control group and SD Negeri 5 Kampung Baru as experimental group which were administered by cluster random sampling technique. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. It was found that the mean score of experimental group was higher than the control group (80.50>72.93). Besides, the result of hypothesis testing (independent t-test) showed the tobs = 2.810>tcv= 2.003 (α=0.05) with the effect size 0.75 (categorized as moderate to strong). It means that there is a significant effect of jigsaw puzzle board game towards the students’ English achievement. As a conclusion, jigsaw puzzle board game is effective to be used as teaching media towards the students’ English learning achievement because it eases the students to comprehend the material, creates joyful learning atmosphere, decreases anxiety, increases students’ motivation and participation, as well as allows students to interact with others.keyword : English learning achievement, jigsaw puzzle board game, young learners
Language Use : An Analysis of Expressive Acts Used by The Eleventh Grade Students of SMA Negeri 1 Sawan ., Ester Adi Wiryani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7916

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan : 1 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tindakan ekspresif digunakan oleh siswa kelas XI SMA N 1. 2 ) untuk mengidentifikasi gaya tindakan siswa dalam mengekspresikan permintaan maaf , mengucapkan selamat , menyatakan protes , terima kasih , dan selamat datang. 3 ) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan dalam mengekspresikan ide-ide dalam hal tata bahasa dan diksi. 4 ) untuk menganalisis sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tindakan locutionary mereka . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN1 Sawan . Data dikumpulkan dengan menggunakan satu instrumen , yaitu : penilaian kinerja . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 ) jenis tindakan ekspresif digunakan antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan meminta maaf ( 193 ucapan ) , ucapan selamat ( 138 ucapan ) , memprotes ( 267 ucapan ) , berterima kasih kepada ( 197 ucapan) dan menyambut ( 107 ucapan) . 2 ) Gaya ucapan yang digunakan berdasarkan formalitas antara siswa kelas XI SMA N 1 Sawan yakni 751 ucapan informal dan 149 ucapan resmi dari seluruh 900 ucapan yang dibuat oleh siswa 3 ) Kesalahan yang dilakukan di ucapan-ucapan dalam hal tata bahasa dan diksi dari SMA N 1 Sawan yang 190 kesalahan tata bahasa dan 96 kesalahan diksi dari seluruh 211 kesalahan yang dilakukan oleh siswa . 4 ) Sumber kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Sawan berasal dari 199 ucapan dari kesalahan mereka, kesalahan yang paling banyak disebabkan generalisasi yang berlebihan dan hipotesis palsu dengan 4 kesalahan saja. Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam bahasa target . Dengan kata lain, siswa diasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kesalahan ini terjadi ketika gangguan dari bahasa pertama siswa terjadi dalam target bahasa . Dengan kata lain, siswa mengasumsikan bahwa organisasi kata itu benar . Kata Kunci : tindak tutur , tindakan ekspresif , gaya bahasa , kesalahan , sumber kesalahan. ABSTRACT This study was a qualitative research. This study is intended : 1) to identify and classify the types of expressive acts used by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressive. 2) to identify the style of the students locutionary acts to express thank, apology, condole, congratulation, welcome and deplore. 3) to identify and classify the types of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan in expressing their ideas in terms of grammar and diction 4) to analyze the sources of errors committed by the students in their locutionary acts. The subjects of this study were the eleventh grade students of SMAN 1 Sawan. The data were collected by using one instrument, namely: performance assesment. The results of the study showed that 1) The types of expressive acts used among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were apologizing (250 speeches), thanking (180 speeches), congratulating (200 speeches), welcoming (120 speeches) and protesting (150). 2) The speech style used in terms of formality among the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were 598 informal speeches and 175 formal speeches from the whole 773 speeches made by the students. 3) The errors committed in their utterances in terms of grammar and diction of SMA N 1 Sawan were 255 errors of grammar and 217 errors of diction from the whole 472 errors made by the students. 4) The sources of errors committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Sawan were from 200 speeches which have their errors, the most errors are caused by incomplete application of rules with 92 errors while the less one is caused by over generalization with 5 errors only. These errors happened when the interference of students’ first language occurred in the target language. In other words, the students assumed that the organization of word was correct. keyword : Key Words: Speech act, expressive acts, language style, errors, source of errors
Developing Supplementary English Material for Average Learners of the Eighth Grade at SMP N 1 Mengwi to Support the Implementation of Kurikulum 2013 ., Kadek Intan Nirmala Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8071

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris dan mengetahui kualitas dari produk yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas delapan dan siswa berkemampuan sedang kelas delapan di SMP N 1 Mengwi. Sedangkan, objek yang digunakan adalah materi tambahan tersebut. Desain dari penelitian ini mengikuti tujuh langkah yang diadaptasi dari Sugiyono (2008). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen dan wawancara dengan menggunakan beberapa instrumen, seperti catatan, perekam suara dan angket wawancara. Temuan awal menunjukkan bahwa pengembangan materi tambahan untuk pelajaran bahasa Inggris sangat dibutuhkan karena tidak semua aktivitas pada buku pelajaran bahasa Inggris yang digunakan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Sedangkan, temuan kedua menunjukkan bahwa ada tujuh topik dan delapan nilai pendidikan karakter yang harus diperkenalkan di kelas delapan semester dua. Berdasarkan hasil dari lembar uji ahli, konten validitas produk menunjukkan nilai 1.00 yang mengindikasikan bahwa produk memiliki validitas yang sangat tinggi. Produk ini juga memenuhi kriteria materi yang sangat baik yang ditunjukkan dengan nilai ≥ 225. Selain itu, siswa menunjukkan perilaku positif selama uji coba produk terbatas. Mereka setuju bahwa produk yang dikembangkan memiliki bacaan yang mengandung budaya lokal, gambar yang menarik serta ragam aktivitas yang terdapat di setiap bab. Kata Kunci : differentiated instruction, materi tambahan, siswa berkemampuan sedang This research and development (R&D) study aimed at describing the development of supplementary English material and measuring the quality of the product. The subject used in this study were the English teacher who teaches the eighth graders and average learners of the eighth grade at SMP N 1 Mengwi. Meanwhile, the object was the supplementary English material itself. When developing the product, the research design used in this study following the seven steps adapted from Sugiyono (2008). To collect the data, an interview and document study were conducted by using some instruments like field note, voice recorder and interview guide. The first finding showed that there was a need to develop supplementary English material for average learners of the eighth grade since not all activities in the English textbook were suitable for their level. The second finding showed that there were seven topics and eight educational character values which should be developed in the second semester. Additionally, the result from expert judgment sheet revealed that the content validity of the product was 1.00, which indicated that it had a very high validity. It was also categorized as excellent material in which the score was ≥ 225. Moreover, students showed their positive attitudes during the limited field trial of the product. They agreed that the product had covered local culture based-reading materials, provided with colorful pictures and various activities in each chapter.keyword : average learner, differentiated instruction, supplementary material
Derivational and Inflectional Morphemes in Wongaya Gede Dialect ., Pande Nyoman Ita Wulandari; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8081

Abstract

Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Bahasa Bali khususnya dialek Wongaya Gede yang termasuk morfem derivasi dan infleksi. Terdapat tiga informan dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Tiga cara digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu melalui observasi, rekaman, dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan lima jenis awalan pada dialek Wongaya Gede, yaitu awalan {mÓ™-}, {kÓ™-}, {N-}, {si-}, dan {Ó™-} dan enam jenis akhiran: {-Ó™ng}, {-an}, {-in}, {-ne}, {-Ó™ }, dan {-n}. Ada empat jenis awalan: {mÓ™}, {kÓ™-}, {N-}, dan {si-}, dan satu jenis akhiran: {-Ó™ng} yang termasuk morfem derivasi. Tiga jenis awalan: {N-}, {Ó™-}, dan {mÓ™-} dan lima jenis akhiran: {-an}, {in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n} termasuk morfem infleksi. Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, awalan, akhiran This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the prefixes and suffixes in Wongaya Gede dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Three were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and noting). The results of the study indicare that there are five kinds of prefixes found in Wongaya Gede dialect, namely {mÓ™-}, {kÓ™-}, {N-}, {si-}, and {Ó™-} and six kinds of suffixes: {-Ó™ng}, {-an}, {-in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n}. There are four kinds of prefixes: {mÓ™}, {kÓ™-}, {N-}, and {si-}, and one kind of suffixes: {-Ó™ng} which belong to derivational morphemes. In addition, three kinds of prefixes: {N-}, {Ó™-}, and {mÓ™-} and five kinds of suffixes: {-an}, {in}, {-ne}, {-Ó™}, and {-n} belong to inflectional morphemes. keyword : derivational morphemes, inflectional morphemes, prefixes, suffixes