cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 83 Documents clear
An Analysis of Strategies Used in Translating the Metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie ., Ni Made Pastiyari; ., Drs.Gede Batan,MA; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metafora yang terdapat dalam filem Harry Potter and the Goblet of Firei. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data tersebut dijelaskan secara deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner dan analisis dokumen. Dalam menganalisis strategi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan ekspresi metaforis, peneliti menggunakan teori Larson (1984). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat strategi yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan metafora. Mereka Metafora diterjemahkan kedalam metaphora, (10 data), metafora diterjemahkan kedalam Simile (1 data). Metafora diterjemahkan kedalam term yang sama dengan bahasa target (1 data) and metafora diterjemahkan kedalam non-kiasan(7 data). Kata Kunci : metafora, penerjemahan, strategi penerjemahan. The aim of this study is to find the strategies used by the translator in translating the metaphorical expressions in Harry Potter and Goblet of Fire movie. This study is qualitative study in which the data were analyzed descriptively. In collecting the data, the researcher used questionnaire and document analysis. In analyzing the strategies used by the translator in translating the metaphorical expression, the researcher used Larson’s theory (1984). The result shows that there are four strategies applied by the translator in translating the metaphorical expressions. They are The Metaphor is maintained (10 data), Translating the Metaphor as Simile (1 data) 3). Substitute the Metaphor with Similar Term in Target Language (1 data), Translating the Metaphor without Keeping the Metaphorical Imagery (7 data). keyword : metaphor, translation strategies, translation.
A STUDY ON THE PHONOLOGICAL SYSTEMS OF KECICANG ISLAM DIALECT ., Made Arna Jyoti Sistadi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8630

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan 1) untuk mengetahui jumlah fonem, termasuk jumlah vokal, diftong, dan konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrument lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan 28 fonem termasuk 6 vokal, 3 diftong dan 19 konsonan. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan 2 gugus konsonan dalam dialek yang digunakan di Kecicang Islam. Dari empat tipe proses fonologis berdasarkan teori Schane (1973), ditemukan 2 tipe proses fonologis dalam dilak Kecicang Islam, yaitu penambahan konsonan dan penambahan vokal. Sedangkan berdasarkan Jendra (1976), ditemukan 3 proses fonologis dalam dialek Kecicang Islam, yakni asimilasi regresif, struktur kata, dan variasi bebas.Kata Kunci : dialek, kecicang islam, sistem fonologis This study was a descriptive study which aimed 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, and consonant in Balinese language used in Kecicang Islam village, 2) To explore the phonological process within the language exists in Balinese language used in Kecicang Islam village. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder, sentence list and word list. The researcher found that there are 28 phonemes, consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. The researcher also found 2 consonant clusters in KID. Among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are two types of phonological process found by the researcher in KID, that are consonant insertion and vowel insertion. Meanwhile, according to Jendra, there are three phonological processes found in KID, that are regressive assimilation, syllable structure, and free variation.keyword : dialect, kecicang islam, phonological system
THE USE OF THINK TALK WRITE AND MIND MAPPING TECHNIQUE OF TEACHING DESCRIPTIVE WRITING (A COMPARATIVE STUDY) ., Putu Adelina Kartika Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping dalam menulis paragraf deskriptif untuk kelas delapan di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan. Penelitian ini menggunakan sampling acak sebagai tehnik menentukan sampel. Kelompok 1 diajarkan dengan menggunakan tehnik Think Talk Write dan Kelompok 2 diajarkan menggunakan tehnik Mind Mapping. Data dari penelitian ini didapat dari melakukan tes tulis. Nilai rata-rata kelompok 1 = 86.0, sedangkan kelompok 2 = 75.6. Kemudian data terseut di analisis menggunakan formula uji t. Hasil test menunjukkan bahwa nilai Sig. = 0.605, lebih tinggi dari 0.05. Sig. (2-tailed) = 0.000 (tobs = 7.375). Ini menunjukkan Sig. (2-tailed) kurang dari tingkat alpha standar yaitu 0.05. Jadi, hipotesa alternatif diterima. Ada perbedaan yang signifikan pada penggunaan tehnik Think Talk Write dan Mind Mapping tehnik dalam menulis paragraf deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.Kata Kunci : mind mapping, pembelajaran kolaboratif, think talk write This study aimed to investigate the use of Think Talk Write and Mind Mapping technique of teaching writing descriptive text to the eighth-grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. The study was a comparative study. This study uses cluster random sampling as the sampling technique. The group 1 was taught by using Think Talk Write technique and the group 2 was taught by using Mind Mapping technique. The data of the test were collected by administering a written test. The mean score of group 1 = 86.0, while the group 2 = 75.6. The data were analyzed by using t-test formula. The result of the analysis shows that Sig. value is 0.605, it was higher than 0.05. The sig. (2-tailed) was 0.000 (tobs = 7.375). It indicated that the observed level of significance (sig. (2-tailed)) was less than standard alpha level (p
THE EFFECT OF TEAM PAIR SOLO (TPS) TECHNIQUE ON THE DESCRIPTIVE WRITING ACHIEVEMENT OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Sapto Prio Utomo; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis teks deskriptif siswa pada kelas tujuh SMP Negeri 4 Singaraja. Desain penelitian yang diganakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja. Cluster Random Sampling diguanakan untuk memilih sampel penelitian. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan teknik Team Pair Solo dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 82,66 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 79,75. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 3,214 sedangkan nilai tcv adalah 1,6697. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis teks deskriptif siswa yang diajar dengan menggunakan teknik Team Pair Solo dan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : teknik Team Pair Solo, teknik mengajar konvensional, kemampuan menulis teks deskriptif. This study aimed to investigate whether there was a significant effect on students’ writing descriptive text achievement of the seventh grade of SMP Negeri 4 SIngaraja. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the seventh grade students of SMP Negeri 4 Singaraja. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. The experimental group was taught by using Team Pair Solo Technique and the control group was taught by using conventional teaching technique. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 82.66 while the mean score of the control group was 79.75. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 3.214 while the value of the tcv was 1.6697. It means that there was a significant difference on students’ writing descriptive text achievement who were taught by using Team Pair Solo Technique and those who were taught by using conventional teaching technique. Therefore the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.keyword : Team Pair Solo Technique, conventional teaching technique, writing descriptive text achievement.
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF FOLKTALE FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Eka Maryani Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk cerita rakyat pelajar muda. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan (R&D) yang menerapkan pola pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2014). Karakteristik dari pelajar muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik menjadi pertimbangan dalam mengembangkan produk. Data yang digunakan dikumpulkan melalui proses pengamatan, wawancara, dan tinjauan pustaka sebelum merancang produk. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) buku cerita bergambar yang berjudul Cupak dan Gerantang dan (2) kualitas dari produk penelitian ini dinilai sangat baik dengan nilai 4.63 (Sr ≥ 4.5 = sangat baik; skor total adalah lebih tinggi atau setara dengan 4.5) dan memiliki validasi isi yang sangat tinggi dengan nilai (cv=1.00). Dengan demikian, produk yang dikembangkan sesuai untuk pengajaran Bahasa Inggris sebagai materi tambahan dalam pengajaran Bahasa Inggris untuk pelajar muda.Kata Kunci : Budaya, Buku Cerita Bergambar, Cerita Rakyat Bali The purpose of this research was to develop a local culture-based picture storybook in the form of folktale for young learners. This research was a Research and Development (R&D) applying the model proposed by Sugiyono (2014). Both characteristics of young learners and criteria of good picture storybook were considered in designing the product. The data were collected by observation, interview, and literature review before designing the product. The results of research are: (1) picture storybook entitled Cupak and Gerantang and (2) the quality of the product which is judged excellent with the score 4.63 (Sr ≥ 4.5 = excellent; total score is more or equal as 4.5) and has very high content validity with the score (cv=1.00). Thus, this product developed is appropriate in teaching English as supplementary reading for pleasure material for teaching English for young learners (TEYL).keyword : Culture, Picture Storybook, Balinese Folktale
The Use of Social Networks Sites as Teaching Media in Facilitating English Writing Lesson in Senior High Schools and Vocational High Schools in Buleleng ., Yeyen Andiani; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.10238

Abstract

Social networks sites adalah online platform yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar di era global ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan social networks sites sebagai media pembelajaran dalam memfasilitasi pelajaran menulis bahasa Inggris di SMA dan SMK di Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, melakukan wawancara dan observasi. Responden dalam penelitian ini adalah 13 guru bahasa Inggris dari 11 sekolah dan juga 110 siswa dari seluruh sebelas sekolah. Data menunjukkan bahwa penggunaan social networks sites sangat bermanfaat bagi guru dan siswa. Hal itu ditunjukkan dari persepsi guru dan persepsi siswa terhadap pelaksanaan social networks sites dikategorikan dalam tinggi. Dapat disimpulkan bahwa guru dan siswa menggunakan berbagai macam social networks sites dalam pembelajaran menulis dan juga mempunyai persepsi yang tinggi terhadap penggunaan social networks sites.Kata Kunci : Social networks sites, Media Pembelajaran, Menulis Bahasa Inggris. Social networks sites are an online platforms that can be used to support teaching and learning process in this global era. This study aims at describing the use of social networks sites as teaching media in facilitating English writing lesson in senior high schools and vocational high schools in Buleleng. This study uses mix-methods approach. The data were collected by giving questionnaires, doing an interview and observation. The respondents in this study were 13 English teachers from 11 high schools also 110 students from the entire eleven schools. The data shows that the use of social networks sites is very beneficial for the teacher and students. Meanwhile, teacher and students’ perception toward the implementation of social networks sites is categorized in high category. It can be concluded that teachers and students use various social networks sites in writing lesson as well as they have high perception towards the implementation social networks sites.keyword : Social Networks Sites, Teaching Media, English Writing.
THE EFFECT OF “PLEASE” STRATEGY ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY AT TENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Amelia Wardani; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menivestigasi apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Populasi terdiri dari siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada pada tahun ajaran 2016/2017 dengan 44 siswa sebagai sample yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan writing competency test. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test yang dibantu dengan SPSS 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional (tobs = 12.506, p < 0.05) dimana pencapaian siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” lebih baik dalam kemampuan menulis dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konventional. Kata Kunci : kemampuan menulis, strategi “PLEASE”, strategi menulis konvensional. This research was aimed at investigating whether there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy. This research was an experimental research with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2016/2017 with the sample of 44 students who were selected through random sampling technique. The data were collected by using writing competency test. The obtained data were analyzed by using t-test assisted with SPSS 19.0. The result of the research showed that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy (tobs = 12.506, p < 0.05) in which the students who were taught by using “PLEASE” strategy achieved better in writing competency than those who were taught by conventional writing strategy.keyword : conventional writing strategy, “PLEASE” strategy, writing competency
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY THE ENGLISH TEACHERS IN THE CLASSROOM TEACHING AND LEARNING PROCESS AT SMA NEGERI 1 SERIRIT ., Ni Made Dwi Darmetri; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis tindak tutur yang diucapkan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar, bagaimana tindak tutur diwujudkan dalam komunikasi pengajaran, dan fungsi pedagogik dari tindak tutur. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru SMA Negeri 1 Seririt. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Miles and Huberman analisis data interaktif. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru hanya menggunakan empat tindak tutur berupa directives, commisives, representatives, dan expressives dalam proses belajar mengajar. Dari 134 ucapan, guru mengucapkan 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. Ada tiga fungsi pedagogik dari tindak tutur guru, yaitu kontrol, organisasi, dan motivasi. Tindak tutur directives, declaratives, dan commisives berfungsi sebagai kontrol dan organisasi, tindak tutur representatives berfungsi sebagai kontrol dan evaluatif, tindak tutur expressives berfungsi untuk memotivasi. Kata Kunci : Fungsi pedagogik, proses belajar mengajar, tindak tutur This study was intended to describe and explain kinds of speech acts produced by the English teachers during teaching and learning process, how speech acts were realized in instructional communication, and pedagogical functions of speech acts. The subjects of the study were two English teachers in SMA Negeri 1 Seririt. This study was a qualitative study. The data were collected through observation and interview. The data were analyzed by using Miles and Huberman interactive data analysis. The findings show that there were only four types of speech acts performed by the teachers, namely representatives, directives, expressives, and commissives. From 134 utterances, the teachers produced 65% directives, 5.2% commisives, 18.6% representatives, and 11.2% expressives. There were three pedagogical functions of the teachers’ speech acts, namely control, organization, and motivation. Directives and commisives speech acts were functioned as control and organizational function, representatives speech acts were functioned as control and evaluative functions, expressives speech acts was functioned as motivational function.keyword : Pedagogical functions, speech acts, teaching and learning process
The Effect of Project-Based Learning on the Eleventh Grade Students' Writing Achievement at SMA Negeri 3 Singaraja in the Academic Year 2016/2017 ., Ni Wayan Widya Agustini; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari project-based learning terhadap kemampuan menulis siswa kelas sebelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Singaraja dalam bentuk penelitian eksperimen dengan Post-Test only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah 329 siswa kelas sebelas yang dibagi menjadi 10 kelas. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling, terdapat dua kelas yang terdiri dari 30 siswa dan 31 siswa yang diputuskan sebagai sampel dari penelitian ini. Kedua sampel tersebut kemudian dipilih secara acak untuk menjadi kelompok eksperimen (memperoleh perlakuan dengan project-based learning) dan kelompok kontrol (memperoleh perlakuan dengan metode konvensional). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan menulis. Data yang terkumpul kemudian dianalisa secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan t-test dibantu dengan SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari project-based learning terhadap kemampuan menulis siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Singaraja dimana siswa yang diajar menggunakan project-based learning menunjukkan kemampuan menulis yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional.Kata Kunci : project-based learning, kemampuan menulis This study was aimed at investigating whether there was a significant effect of project-based learning on the eleventh grade students’ writing achievement. This study was conducted in SMA Negeri 3 Singaraja in form of an experimental research with Post-Test only Control Group Design. The population of this study was 329 students of the eleventh grade students who were divided into 10 classes. By using cluster random sampling technique, there were two classes consisting of 30 students and 31 students determined as the samples of the study. The samples then were randomly selected as the experimental group (taught by project-based learning) and as the control group (taught by conventional method). The data were collected by using writing competency test. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially by using t-test assisted with SPSS 22.0. The result of the study shows that there is a significant effect of project-based learning on the eleventh grade students’ writing achievement at SMA Negeri 3 Singaraja in which the students taught by project-based learning achieved better writing achievement rather than students taught by using conventional method.keyword : project-based learning, writing achievement
THE CONTRIBUTION OF ADVERSITY QUOTIENT AND ANXIETY TOWARD STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA KARYA WISATA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Gede Putu Waisya Dharma; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi: (1) kontribusi dari ketahanmalangan terhadap prestasi menulis siswa. (2) kecemasan terhadap prestasi menulis siswa (3) kontribusi secara bersamaan dari ketahanmalangan dan kecemasan terhadap prestasi menulis siswa kelas sebelas di SMA Karya Wisata tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan ex-post-facto desain. Populasi dari penelitian ini adalah kelas sebelas di SMA Karya Wisata tahun ajaran 2015/2016. 115 siswa terpilih sebagai sampel di penelitian ini yang menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data dari ketahanmalangan dan kecemasan, sedangkan data untuk prestasi menulis di dapat dari hasil laporan siswa. Data yang sudah di dapat di analisis menggunakan simple dan multiple regressions. Hasil dari analisis menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh kontribusi yang signifikan dari ketahanmalangan terhadap prestasi menulis siswa sebesar 11.1%. (2) terdapat pengaruh kontribusi yang signifikan dari kecemasa terhadap prestasi menulis siswa sebesar 6.1%. (3) secara bersamaan terdapat pengaruh kontribusi yang signifikan dari ketahanmalangan dan kecemasan terhadap prestasi menulis siswa sebesar 20.9%. Secara rinci, efektif kontribusi dari ketahanmalangan sebesar 13.5% dan kecemasan sebesar 7.4% terhadap prestasi menulis siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketahanmalangan dan kecemasan tidak sepenuhnya berkontribusi terhadap pestasi menulis siswa, 79.1% di pengaruhi oleh variabel – variabel lain. Kata Kunci : Kata Kunci: Ketahanmalangan, Kecemasan, Pretasi Menulis. This research aimed to investigate the independent variables as well as simultaneous contribution of adversity quotient and anxiety towards students’ writing achievement of the eleventh grade students of SMA Karya Wisata. This research used ex-post-facto research design. The population of this research was the eleventh grade students of SMA Karya Wisata in academic year 2015/2016. 115 students were selected as the sample of this research by using simple random sampling technique. The data were collected by questionnaires and document study. The collected data were analyzed by using simple and multiple regressions. The result of analysis showed that: (1) there is a significant contribution of adversity quotient towards students’ writing achievement at 11.1%. (2) there is a significant contribution of anxiety towards students’ writing achievement at 6.1%. (3) simultaneously there is a significant contribution of adversity quotient and anxiety toward students’ writing achievement at 20.9%. In detail, the effective contribution of adversity quotient is 13.5% and the contribution of anxiety is 7.4% toward students’ writing achievement.keyword : Keywords: Adversity Quotient, Anxiety, Writing Achievement.