cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
THE DIFFERENCES OF TIGAWASA DIALECT AND DENCARIK DIALECT VIEWED FROM PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATION ., I Ketut Satria Adiguna; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12115

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan fonologis dan variasi leksikal pada dialek di desa Tigawasa dan dialek di desa Dencarik. Penelitiaan ini di disain secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan 3 informan di tiap-tiap desa. Dimana diantaranya, 3 informan di desa Tigawasa dan 3 informan di desa Dencarik. Semua informan dipilih sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Penelitian ini menggunakan 3 instrumen di dalam mengumpulkan data. 1. Peneliti, 2. Lis kata atau daftar kata dari Swadesh dan Nothofer, dan 3 .Perekam suara. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan 4 teknik dalam mengumpulkan. 1. Observasi, 2. Merekam, 3. Mencatat, dan 4. Interview. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 6 indikasi variasi fonologis, yaitu syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge, dan haplology. Hasil selanjutnya adalah adanya 4 indikasi variasi leksikal, yaitu semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. Kata Kunci : dialek, variasi fonologi, variasi leksikal Abstract This study aimed at exploring the differences of Tigawasa and Dencarik dialect viewed from phonological and lexical variation. This research was a descriptive qualitative research. In this research, there were 3 informant samples from Tigawasa village and 3 informant samples from Dencarik village. All of the informants were chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on three instruments, namely: researcher, word lists (swadesh and nothofer) and recorder. This study also used four techniques namely: observation, recording, note-taking, and interview. The results of the study show that, 1) there were 6 indications of phonological variarion, such as; syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge and haplology, 2) there were 4 indications of lexical variation, such as; semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. keyword : dialect, phonological variation, lexical variation.
AFFIXATION OF PELIATAN DIALECT: A Descriptive Study ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.424 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di Dialek Peliatan dan jenisnya dari Infleksi dan Derivasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua sampel informan dari Dialek Peliatan dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam jenis prefiks dan tiga jenis sufiks di Dialek Peliatan. Prefiks tersebut yakni prefiks {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {sa-} dan {pə-}. Sufiks tersebut yakni sufiks {-Λŋ}, {-Ιn} dan, {-ɔ}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong derivasi adalah prefiks{mə-} dan {pə-} dan sufiks {-Λŋ} dan {-in}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong infleksi adalah prefiks {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-} dan {sa-}dan sufiks {-ang}, {an} dan {-in}. Kata Kunci : Kata kunci: prefiks dan sufiks derivasi, prefiks dan sufiks infleksi, dan Dialek Peliatan This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Peliatan Dialect and its types of inflectional and derivational. This study is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Peliatan Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were five prefixes and five suffixes existing in Peliatan Dialect. The prefixes were {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {sa-} and {pə-}. The suffixes were {-Λŋ}, {-Ιn} and {-ɔ}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {mə-} and {pə-} and suffix {-Λŋ} and {-Ιn}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefixes {N-}, {ma-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {an} dan {-in}.keyword : Key Words: derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Peliatan Dialect
AN ANALYSIS OF SCHOOL PROGRAM INVOLVING PARENTS AND ITS IMPACT TOWARD THE STUDENTS’ ENGLISH EARLY LITERACY ACHIEVEMENT AT AURA SUKMA INSANI BILINGUAL KINDERGARTEN SINGARAJA ., Ni Luh Putu Sri Natalia; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program sekolah yang melibatkan orang tua dalam pelaksanaanya dan dampaknya terhadap prestasi literasi bahasa inggris siswa di taman kanak kanak dwi bahasa Aura Sukma Insani Singaraja. Program sekolah yang melibatkan orang tua di analisis menggunakan kerangka keterlibatan orangtua oleh Epstein et al.(2002), sedangkan dampaknya terhadap prestasi literasi dini bahasa inggris akan dilihat melalui penilaan oleh guru di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisis program sekolah dan dampaknya pada prestasi literasi dini bahasa inggris siswa kelas B1 di Aura Sukma Insani TK dwibahasa Singaraja. Hasil dari temuan, menyatakan bahwa (1) ada 12 program sekolah yang melibatkan orang tua di Aura Sukma Insani Bilingual kindergarten, yaitu academic counseling, parents conferences, parents meeting, and parents interview, memo book, teller book, students’ portfolio, report book, observation day for parents, book week, introductory to library, weekly assignment, individual learning plan, and school outing, dan (2) dampaknya terhadap prestasi literasi bahasa inggris siswa yaitu dapat membuat prestasi literasi dini bahasa Inggris menjadi sangat baik, dikarenakan orang tua menjadi sadar terhadap kemampuan yang dimiliki setiap anak.Kata Kunci : program sekolah, keterlibatan orang tua, prestasi literasi dini bahasa inggris This study aimed at analyzing the school programs involving parents in Aura Sukma Insani bilingual kindergarten Singaraja, and analyzing its impact toward the students’ English early literacy achievement. The school programs involving parents in this study were analyzed by using framework of Epstein et al. (2002) of six types of parental involvement. The present study used descriptive qualitative research design to analyze the school program and the English early achievement of the B1 class students. The data were collected by interviewing the school head, and teacher’s assessment on literacy worksheet analysis. By the end of data collection, it was found that (1) there are 12 school programs involving parents in Aura Sukma Insani; academic counseling, parents conferences, parents meeting, and parents interview, memo book, teller book, students’ portfolio, report book, observation day for parents, book week, introductory to library, weekly assignment, individual learning plan, and school outing. (2) The impact of school program toward the students’ English early literacy of the students in Aura Sukma Insani bilingual kindergarten is the increasing awareness of the parents about their children ability in learning which can eventually support the students English Early literacy achievement.keyword : Schook program Involving Parents, English Early Literacy Achievement
Verbal and Nonverbal Communication Used by Teachers in Providing Positive Reinforcement in EFL Classes at SMP N 1 Mengwi ., I Nengah Pasek Budiartika; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.554 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis bentuk komunikasi verbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi, (2) mendeskripsikan dan menganalisis komunikasi nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi, (3) mengetahui persepsi siswa terhadap komunikasi verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif pada kelas kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di SMP N 1 Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua guru bahasa Inggris dan 140 siswa di kelas 8A, 8B, 7K, dan 7L kelas di SMP N 1 Mengwi. Data penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan beberapa instrumen, yaitu peneliti, lembar observasi, perekam video, dan angket. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa (1) bentuk komunikasi verbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah bentuk tuturan deklaratif, interogatif, dan imperatif; (2) bentuk komunikasi nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah kinesik, haptik, dan proksemik; dan (3) persepsi siswa terhadap komunikasi verbal dan nonverbal guru ketika memberikan penguatan positif adalah siswa merasa termotivasi, percaya diri, nyaman, dan semangat. Selain itu, siswa senang dan suka ketika guru menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal dalam memberikan penguatan positif. Kata Kunci : bahasa Inggris sebagai bahasa asing, penguatan positif, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal This study aimed at (1) describing and analyzing the forms of verbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi, (2) describing and analyzing the forms of nonverbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi, (3) identifying the students’ perception toward verbal and nonverbal communication used by teachers in providing positive reinforcement in EFL classes at SMP N 1 Mengwi. This study was a descriptive qualitative research design. The subjects of this study were two English teachers and 140 students at 8A, 8B, 7K, and 7L class at SMP N 1 Mengwi. The data of this study were collected by using several instruments, namely the researcher, observation sheet, video recorder, and questionnaire. The result of this study showed that (1) the forms of verbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were declarative, interrogative, and imperative; (2) the forms of nonverbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were kinesics, haptic, and proxemics; (3) the students’ perception toward verbal and nonverbal communication used by the teachers in providing positive reinforcement were they felt motivated, confident, comfortable, and enthusiastic. Besides that, they were pleased and they liked when the teachers used verbal and nonverbal communication in providing positive reinforcement.keyword : English as a Foreign Language (EFL), nonverbal communication, positive reinforcement, and verbal communication
MODELS OF TEACHING READING COMPREHENSION APPLIED BY ENGLISH TEACHER OF J-2 SCHOOL IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Wy Oktavia Usadi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model yang diterapkan oleh guru bahasa Inggris di J-2 SCHOOl. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa J-2 pada tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview. Hasil penelitian ini adalah model bottom-up dan top dalam pengajaran pemahaman bacaan berdasarkan teori Grabe. Frekuensi direktif pada pertemuan pertama dan kedua guru diajarkan dengan model bottom-up. Guru menggunakan model bottom-up untuk mengajar siswa dengan kata-kata yang berarti dan bagian partikel kecil dalam pemahaman membaca. Pertemuan ketiga dan kelima adalah model top-down. Guru akan mengajarkan siswa dengan aspek tertentu, seperti mengajarkan aspek tertentu tentang tes deskriptif. Hal itu bisa membuat siswa lebih kritis terhadap teks. Alasan yang mendasari guru bahasa Inggris menerapkan model dalam mengajarkan pemahaman bacaan adalah dengan membuat proses pengajaran bahasa Inggris dapat berjalan sesuai dengan tingkat siswa dan siswa dapat mengikuti proses secara efisien. Model bottom-up dan top down bisa membuat siswa aktif di kelas.Kata Kunci : guru bahasa Inggris, model pengajaran, pemahaman bacaan This research aimed to analyze the models that applied by the English teacher on J-2 SCHOOl. The subject was the English teachers and the students of J-2 in academic year of 2016/2017. This research was designed as descriptive research design. The researcher instruments are observation and interviewThe result of this study is the used of bottom-up and top models in teaching reading comprehension based on Grabe theory. The frequency of directive in first and second meeting the teacher taught with bottom-up model. The teacher used bottom-up model to teach the students with word meaning and the small particle part in reading comprehension. The third until five meeting was top-down model. The teacher would teach the students with a specific aspect, like teach the students about the specific of descriptive text. It could make students more critical about the text. The underlying reasons of English teacher apply models in teaching reading comprehension are to make the process of teaching English can run appropriately with the students level and the students can join the learning process efficiently. Bottom-up and top down model could make the students active and comfortable in the classroom.keyword : English teacher, teaching models, reading comprehension
AN ANALYSIS OF STUDENT’S WRITING DEFICIENCIES ACROSS TEXT TYPES AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR ., Pande Nyoman Purwaningsih; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kelemahan yang dibuat oleh siswa-siswi kelas sebelas pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition dan (2) untuk mencari tahu kendala-kendala kelemahan siswa pada penulisan teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Subjek penelitian ini adalah 34 siswa siswi kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 2 Banjar. Model penelitian yang digunakan adalah descriptive qualitative. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan memberikan siswa tugas untuk menulis teks report, teks narrative, dan teks analytical exposition. Sedangkan kendala-kendala yang dialami siswa diperoleh melalui kuesioner. Kelemahan yang dianalisis meliputi tujuh indikator dalam menulis, yakni judul, kalimat utama, pengembangan kalimat, hubungan antar kalimat, gaya penulisan, tata bahasa dan tanda baca. Sedangkan kendala-kendala kelemahan siswa dalam menulis dibedakan menjadi tiga berdasarkan theory Zinsser (2013), kelemahan tersebut meliputi, pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kesalahan-kesalahan siswa muncul pada tiga teks yang berbeda. Hasil kuesioner menunjukkan kendala-kendala siswa dalam menulis yakni pengetahuan yang kurang, latihan yang kurang, dan faktor ingatan.Kata Kunci : kelemahan-kelemahan dalam menulis, kendala-kendala kelamahan dalam menulis, menulis This study aimed at (1) describing students writing deficiency at the eleventh grade students in report text, narrative text, and analytical exposition text and (2) discovering the constraints of writing deficiency in report text, narrative text, and analytical exposition text. The research design was descriptive qualitatively. The subjects were 34 students of XI IPA1 class in SMA Negeri 2 Banjar. The data was collected through writing task in form of report text, narrative text, and analytical exposition text. Meanwhile the constraints of writing deficiency were collected through questionnaire. The writing deficiency analyzed including title, topic sentence, developing sentence, coherence, diction, grammar, and mechanics. The constraints of writing deficiency were differentiated based on Zinsser theory (2013), the constraints was including absence of knowledge, less practice, and forgetting. The result of the research found that all of the deficiencies occurred in three different kinds of text. The result of the questionnaire showed that the constraints of student’s writing deficiency were absence of knowledge, less practice, and forgetting.keyword : constraints of writing deficiency, writing, writing deficiency
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES ON BALINESE DIALECT SPOKEN BY GOBLEG VILLAGERS ., Ketut Asri Primayani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.01 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari Desa Gobleg. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, rekaman, dan wawancara. melalui tiga bagian yaitu, keluarga, pertemanan, dan tetangga dan dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap data analisis dari Miles dan Huberman (1984). Objek dari penelitian ialah tentang proses morfologi dialek Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk Desa Gobleg. Hasil dari penelitian ini yaitu proses afiksasi (prefik dan sufik). Terdapat dua jenis awalan dari proses derivasi yaitu awalan {me-} dan {N-}, dan dua akhiran proses derivasi yaitu: akhiran {-in} dan {-ang}. Terdapat juga tiga awalan proses infleksi yaitu; awalan {ka-}, {N-} alomorf |ng|, dan {N-} alomorf |m| dan empat akhiran proses infleksi yaitu: akhiran {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. Proses morfologi lain yang didapatkan yaitu singkatan dan pengulangan kata. Singkatan yang didapatkan berupa SD, SMP, SMA, WC, dan HP, sementara pengulangan kata berupa salon-salon, girang-girang, amah-amahan, dan jelik-jelike.Kata Kunci : dialek Bahasa Bali, penduduk Desa Gobleg, proses morfologi. This study aimed at analyzing the morphological processes of Balinese dialect spoken by Gobleg villagers in Banjar District, Buleleng Regency. This research was a qualitative research. The subjects of this study were native speakers of the Gobleg villagers. The data were collected by conducting observation, and interviewing technique in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain and were analyzed by using procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman (1984). The object of this study was morphological processes of Balinese Dialect of Gobleg villagers. The results of this study show the process of affixation (prefix and suffix). There were two derivational prefixes: prefix {me-} and {N-} and two derivational suffixes: suffix {-in} and {-ang}. Meanwhile, there were three inflectional prefixes: prefix {ka-}, {N-} allomorph |ng|, and {N-} allomorph |m| and four inflectional suffixes: suffix {-e}, {-ang}, {-in}, and {-ne}. There were also five items of abbreviation processes that existed in Gobleg dialect: SD, SMP, SMA, WC, and HP. The words that belong to reduplication process: salon-salon, girang-girang, amah-amahan, and jelik-jelike.keyword : Balinese dialect, Gobleg villagers, morphological processes
READING HABITS AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL IN SINGARAJA ., Made Lady Agustina; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable. Penelitian ini dirancang dalam metode kuantitatif korelasil. Populasi penelitian siswa kelas VII di SMPN 5 Singaraja yang berjumlah 352 siswa sedangkan sample penelitian ini yaitu siswa kelas VII F dan VII K yang berjumlah 64 siswa. Sample penelitian ini menggunakan purposive random sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrument yaitu angket kebiasaan membaca dan tes kompetensi membaca. Angket kebiasaan membaca digunakan untuk memperoleh data kebiasaan membaca siswa dan tes kompetensi membaca digunakan untuk memperoleh data kompetensi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah- langkah deskriptif dan koefisien korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kebiasaan membaca siswa dan komptensi membaca. Kata Kunci : Kebiasaan Membaca, Kompetensi Membaca, Koefisien Korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading habits and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables. This research was designed in a correlation quantitative methodology. The population was seventh grade students of SMPN 5 Singaraja consist of 352 while the sample was VII F and VII K class which consisted of 64 students. The samples were selected by purposive random sampling. The two instruments consisted of reading habits questionnaire and reading competency test. Questionnaire was used to obtain the data of students’ reading habits and reading test to obtain the data of reading competency. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings showed that there is a significant positive correlation between students’ reading habits and their reading competency. keyword : Reading Habits, Reading Competency, Correlation Coefficient.
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
A Descriptive Study on the Implementation of the Whole Word Approach to Improve Students' Vocabulary at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten ., Ni Komang Ayu Tri Purwanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11613

Abstract

Bahasa Inggris sangatlah penting karena Bahasa Inggris adalah Bahasa yang paling umum diucapkan dimana saja. Bahasa Inggris digunakan dalam berkomunikasi di seluruh dunia. Bahasa Inggris juga diucapkan sebagai bahasa internasional dan Bahasa Inggris telah menjadi bahasa terpenting di seluruh bagian dunia, seperti di Bali. Untuk menguasai beberapa dasar pemahaman Bahasa Inggris lebih baik belajar Bahasa Inggris sejak usia dini. Namun, terdapat masalah dalam pengembangan kosa kata siswa di sekolah. Penguasaan kosa kata masih tetap rendah. Itu berarti bahwa kemampuan siswa dalam penguasaan kosa kata tidaklah optimal. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengimplementasian the whole word approach untuk meningkatkan pencapaian kosata kata siswa di TK Bilingual Aura Sukma Insani. The whole word approach dapat diimplementasikan dengan banyak aktivitas yang menyenangkan dan menggembirakan. Aktivitas-aktivitas tersebut telah meningkatkan pencapaian kosa kata siswa secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mana dilaksanakan terhadap siswa kelas B (5-6 tahun) di TK Bilingual Aura Sukma Insani. Subjek dari penelitian ini adalah siswa TK, guru-guru, and kepala sekolah TK Bilingual Aura Sukma Insani. Penelitian dikumpulkan dengan dua metode, diantaranya metode observasi dan metode interview.Kata Kunci : Whole word approach, Pencapaian kosa kata English is very important since English is the most common language spoken everywhere. It is widely used in communicating around the world, also it is spoken as an international language and it has become the most important language to many parts of the world, such as in Bali. In order to acquire some basics understanding it is better to study English from early age. However, there is problems in developing the student's vocabulary in the school. The mastery of vocabulary is still low. It means that, the student's ability is not optimal in mastering the vocabulary. This study is therefore, intended to describe about the implementation of the whole word approach for teaching students’ vocabulary achievement at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The whole word approach could be implemented with so many fun and enjoyable activities. Those activities effectively improved students’ vocabulary achievement. This was a qualitative descriptive study which was conducted toward the B Class (age 5-6) in Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The subjects of this study were the kindergarten students, the teachers and principal of Aura Sukma Insani Kindergarten. This study was collected by two methods, such as observation method and interview method.keyword : whole word approach, vocabulary achievement