cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
THE EFFICACY OF ICT-BASED INTERACTIVE GAMES IN FOSTERING LEARNING OUTCOME OF EFL YOUNG LEARNERS ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.705 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13463

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berupa permainan edukatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan melalui program powerpoint oleh Ratminingsih & Mahadewi (2016) efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa sekolah dasar (SD). Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia yang terdiri dari 19 siswa. Dalam makalah ini, efektifitas penggunaan media permainan berbasis TIK ini disajikan secara deskriptif. Data diambil melalui pretes dan dua tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata hasil belajar 66,63 pada pretes menjadi 66,95 pada tes akhir I, dan 81,47 pada tes akhir II; dan bahwa rata-rata tes akhir II lebih besar daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas tersebut (rata-rata 70 dari skor maksimum 100)). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan berbasis TIK tersebut mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa SD, sekaligus mengkonfirmasi bahwa permainan edukatif berbasis TIK yang diuji dalam penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD.Kata Kunci : permainan edukatif berbasis TIK, powerpoint, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, hasil belajar The current study aimed to investigate how far the information and communications technology (ICT)-based educational games developed through the powerpoint program by Ratminingsih and Mahadewi (2016) are effective in fostering elementary school students’ English learning outcome. The study employed a classroom action research design. The subjects comprised 19 fifth graders of a state elementary school in Sukasada District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. In this paper, the effectiveness of the ICT-based games was presented descriptively. Data were collected from a pre-test and two post-tests. The research results revealed that students’ learning outcome improves from a mean of 66.63 in the pre-test to 66.95 in post-test I, and to 81.47 in post-test II; and that the mean of the post-test II is evidently higher than the passing grade set for the class, which was 70 (out of maximum score 100). These results indicate that the use of the ICT-based interactive games could improve the elementary school students’ English learning outcome, and at the same time confirm that the ICT-based educational games tested in this study is proper to be used to teach English to elementary school students.keyword : ICT-based educational game, powerpoint, teaching English for young learners, learning outcome
THE EFFECT OF MIND MAPPING TECHNIQUE AS GUIDED WRITING ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY ON THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Nengah Raniasih; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah atau tidak penggunaan Mind Mapping Technique memberikan perbedaan signifikan untuk kemampuan menulis siswa kelas VII ketika dibandingkan dengan strategi Konventional didalam menulis teks deskripsi di SMP Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini penelitian ekperimen dengan menggunakan posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIB dan kelas VIIC. Dimana, kelas VIIC terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok experimen dan kelas VIIB terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah writing competency test, Writing scoring rubric, dan teaching scenario. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 78.1, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 72,0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (3.689 > 1.998). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan Mind Mapping Technique denga siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional di SMP Negeri 1 Seririt untuk kelas VII tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kompetensi menulis and Mind Mapping. The aim of this study was to investigate whether the use of Mind Mapping Technique gave significant difference on the 7th grade students’ writing competency when compared with conventional strategy in writing descriptive text at SMP Negeri 1 Seririt in academic year 2016/2017. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were VIIB class and VIIC class, where VIIC class that consisted of 32 students as the experimental group and VIIB class that consisted of 32 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study were writing competency test, writing scoring rubric, and teaching scenario. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of this study showed that the mean score of the experimental group was 78.1, while the mean score of the control group was 72.0. Then, the result of hypothesis testing showed that the value of tobserved was higher than the value of tcritical value (3.689 > 1.998). Based on the result, it could be concluded that there was a significant difference between students who were taught by using Mind Mapping Technique and students who were taught by using conventional strategy at SMP Negeri 1 Seririt of the 7th grade in academic year 2016/2017keyword : Writing Competency and Mind Mapping
The Research and Development of Bilingual Picture Storybook for Children ., I Putu Ambara Putra; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar. Dalam penelitian ini, buku cerita bergambar di kembangkan menggunakan metode R&D Lee dan Owen, yang menggunakan 5 langkah sebagai berikut; 1) analisi, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Metode ini digunakan karena sangat udah dimengerti. Selama proses pengembangan, data di kumpulkan dari kuesioner dan wawancara dengan 20 murid dan seorang guru bahasa inggris yang berpartisipasi. Hasilnya, 16 dari 20 siswa menunjukan ketertarikan terhadap buku cerita dwi-bahasa dari pada buku cerita bergambar bahasa inggris. Sedangkan untuk hasil wawancara, guru setuju bahwa buku cerita bergambar memiliki potensi sebagai media belajar yang bisa meningkatkan minat membaca dan belajar bahasa inggris. Buku cerita bergambar lalu di desain secara digital menggunakan aplikasi mendesain dan menggambar PaintToolSAI, karena sangat mudah di operasikan. Lalu, buku yang selesai di evaluasi oleh dua penilai; dosen bahasa inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha dan guru bahasa inggris dari salah satu sekolah dasar di Singaraja. Mereka dipilih sebagai penilai karena kedua penilai adalah ahli dalam pengajaran bahasa inggris. Selama penilaian, lima kriteria diberikan; 1) sangat bagus (x̅ ≥ 4.05), 2) bagus (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) rata-rata (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) dibawah rata-rata (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) kurang (x̅ < 1.95). Karena skor rata-rata kedua penilai adalah 4.33, maka buku cerita bergambar yang di kembangkan adalah produk yang sangat bagus. Disamping penilaian tersebut, perbaikan masih dibutuhkan untuk menyempurnakan buku cerita yang telah dikembangkan.Kata Kunci : Buku cerita dwi-bahasa, Buku cerita bergambar This research aimed at developing picture storybook. In this research, picture storybook is developed using Lee and Owen’s R&D method, which uses 5 steps as follow; 1) analysis, 2) design) 3) development) 4) implementation, and 5) evaluation. This method is used since it is easier to understand. During the development process, data gathered from questionaires and interview with 20 students and 1 english teacher were participated. Result was, 16 students out of 20 showed interest on bilingual picture storybook than the English one. For the interview result, teacher aggreed that picture storybook had potential to be used as learning media which was able to increase the students’ interest in reading and learning English. The picture storybook then designed digitally using digital drawing and designing applications PaintToolSAI, since it is easier to operate. Then, the finished book evaluated by two assessors; an English lecturer of Ganesha University of Education and an English teacher of an elementary school in Singaraja. They were selected as the assessors for the picture storybook since both assessors are experts in English teaching. During the assessment, five criterias were given; 1) excellent (x̅ ≥ 4.05), 2) good (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) average (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) below average (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) poor (x̅ < 1.95). Since both assessors’s mean score was 4.33, the developed picture storybook is categorized as excellent product. Despite this scores, revisions are still needed to perfect the developed picture storybook.keyword : Bilingual storybook, Picture storybook
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL PROCESSES BALINESE DIALECT USED BY PEMUTERAN VILLAGERS ., Kadek Herma Ardianto Giri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.87 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13584

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai analisis morfologi dialek Bali yang digunakan oleh warga desa Pemuteran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks infleksi dan akhiran dan awalan dan akhiran derivatif dalam dialek Pemuteran. Ada tiga domain yang dipilih. Yang pertama adalah keluarga, kedua adalah pertemanan dan yang ketiga adalah lingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (listening and noting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis awalan {ma-} dan {jenis} dan akhiran akhir {-ang} yang termasuk morfem derivatif. Selain itu, ada 2 macam awalan dalam dialek Pemuteran yaitu awalan {n-}, {dan} dan {a-} dan ada 4 macam sufiks {-ne}, {-in}, {- an}, dan { -e} yang termasuk morfem infleksi. Apalagi ada 4 item proses singkatan yang ditemukan dalam dialek Pemuteran.Kata Kunci : Proses morfologi, Dialek Bali, Pemuteran This is a qualitative research concerning the morphological analysis of Balinese dialect used by Pemuteran villagers. The study aimed at describing inflectional prefix and suffix and derivational prefix and suffix in Pemuteran dialect. There were three domains chosen. The first was family, second was friendship and third was neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were 2 kinds of prefix {ma-} and {pe-} and 1 kind of suffix {-ang} which belong to derivational morpheme. Besides, there were 2 kinds prefix in Pemuteran dialect namely prefix {n-}, {me-} and {a-} and there were 4 kinds of suffix {-ne}, {-in},{-an}, and {-e} which belong to inflectional morpheme. Moreover, there were 4 item of abbreviation processes found in Pemuteran dialect.keyword : Morphological process, Balinese Dialect, Pemuteran Villagers.
AN ANALYSIS OF TEACHERS STRATEGIES IN TEACHING SPEAKING AT THE TENTH GRADE OF VOCATIONAL SCHOOLS IN DENPASAR ., I G A. Bella Mastika Dewi Mandala; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengajar berbicara di kelas 10 sekolah menengah kejuruan di Denpasar. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana guru merencanakan strategi mengajar berbicara dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, bagaimana guru menerapkan strategi-strategi tersebut di dalam kelas, dan apa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi-strategi tersebut. Tempat penelitian ini dilaksanakan yaitu di tiga sekolah kejuruan di Denpasar pada jurusan pariwisata, yaitu: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, dan SMK Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang melibatkan tiga guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas 10 dari tiga sekolah kejuruan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori strategi mengajar berbicara dari Harmer, Kelen, dan Bow. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, daftar pengamatan, dan panduan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) strategi yang digunakan oleh guru dari tiga sekolah kejuruan berbeda adalah role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) juga ditemukan bahwa kebanyakan dari ketiga guru tersebut menerapkan strategi yang sama untuk mengajarkan keterampilan berbicara, yaitu role-play dan discussion, (3) Ada beberapa masalah yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi. Masalahnya adalah pengelolaan waktu, perilaku siswa, kurangnya motivasi belajar dari siswa, dan strategi yang monoton yang digunakan oleh guru. Kata Kunci : strategi guru, penggajaran beribacara, sekolah menengah kejuruan Abstract This research aimed at investigating the teachers’ strategies in teaching speaking at the tenth grade of vocational schools in Denpasar. It is concerned with how the teachers plan the strategies on lesson plan, how the teachers implement the strategies in the classroom, and what the problems encountered by teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three vocational schools in Denpasar under the tourism department, namely: SMK Negeri 3 Denpasar, SMK Negeri 4 Denpasar, and SMK Negeri 5 Denpasar. This research was a descriptive qualitative which involves three English teachers who taught tenth grade students from three different vocational schools. This research used the theory of speaking strategies from Harmer, Kelen, and Bow. The data were collected through document study, observational checklist, and interview guide. The result revealed that: (1) the strategies used by the teachers from three different vocational schools were role-play, discussion, games, reporting, picture describing, and presentation, (2) it was also found that mostly the three teachers implemented the same strategies to teach speaking, that were role-play and discussion, (3) there were some problems encountered by teachers in implementing the strategies. They were time management, students’ behavior, lack of motivation from the students, and the monotonous strategy used by the teacher. keyword : teachers’ strategies, teaching speaking, vocational schools
AFFIXATION OF MENYALI DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., Putu Eka Jaya Famugi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.261 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan imbuhan yang terdapat pada dialek Menyali, 2) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses derivation (imbuhan yang mengubah kelas kata), dan 3) mendeskripsikan imbuhan dalam Menyali dialek yang memiliki proses inflection (imbuhan yang tidak mengubah kelas kata). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga sampel informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. pengumpulan data didasarkan pada teknik observasi, perekaman, dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah peneliti, perekam digital, kamera, dan daftar pertanyaan. Terdapat tiga tahap dalam menganalis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat empat jenis awalan {N-, ma-, pa-, ka-}, tiga jenis akhiran {-in, -ang, -e}, dan dua jenis awalan-akhiran {N-ang; ma-an} dalam dialek Menyali. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses derivation yaitu awalan {N-, ma-, pa-, ka-}dan akhiran {-in, -ang, -e}. Awalan dan akhiran dalam dialek Menyali yang merupakan proses inflection yaitu awalan {N, ma-} dan akhiran {-in, -ang, -e}.Kata Kunci : awalan dan akhiran, bahasa Bali di Menyali, proses derivation, proses inflection This study aimed at: 1) finding the forms of affixes in Menyali dialect, 2) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to derivational process, and 3) describing the affixes in Menyali dialect that belongs to the inflectional process. This research employed a descriptive study by using qualitative approach. There were three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data were the researcher, digital recorder, camera, and question list. There were three steps of analyzing the data, those were: data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there were four kinds of prefixes {N-, ma-, pa-, ka-}, three kinds of suffixes {-in, -ang, -e}, and two circumfixes {N-ang; ma-an} found in Menyali dialect. Prefixes and suffixes in Menyali dialect that have derivational process were prefix {N-, ma-, pa-, ka-} and suffix {-in, -ang, -e}. Prefixes and Suffixes in Menyali dialect that have inflectional process were prefix {N, ma-} and suffix {-in, -ang, -e}.keyword : prefixes and suffixes, Balinese language in Menyali, morphological derivational, morphological inflectional
DEVELOPING SUPPLEMENTARY WRITING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Made Sarika Rosiki Haera; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11565

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi menulis untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi menulis yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi menulis diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi menulis yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dimana metode yang digunakan mengadopsi model ADDIE (1975). Terdapat lima tahap yang digunakan pada model ADDIE. Diantaranya adalah tahap analisa, tahan desain, tahap pengembangan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelah mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Kemudian produk yang telah dibuat dievaluasi oleh juri ahli untuk mengetahui kualitas dari buku tersebut. Hasil dari juri ahli adalah “sangat baik”. Ini berarti buku yang dikembangkan sesuai untuk diberikan kepada siswa untuk mempelajari materi berbicara di mata pelajaran “front office” kelas X di SMK Nusa Dua Sawan Kata Kunci : front office, buku, materi berbicara, silabus, kebutuhan siswa This study was done to develop the writing materials for front office subject that was used in Tenth Grade Students at SMK Nusa Dua Sawan. The textbook which was developed had the writing materials that based on the syllabus. Besides that some materials was also taken from the real situation in the hotel, in order to prepare the writing materials that reflect the students into real life. This study was RnD research where the method that was used adapted ADDIE model (1975). According to ADDIE model there are 5 stages in developing the product there are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Those stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development, and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to make the product. Then the product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. The results of the textbook that was given by the experts were excellent. It means that the textbook had been appropriate to be given for tenth the students in learning the writing materials for front office subject in SMK Nusa Dua Sawan. keyword : front office, textbook, writing materials, syllabus, students’ needs
Developing E-learning English for Housekeeping for the Hotel Accomodation Students of Grade Eleven at SMKN 2 Singaraja ., Ni Putu Novita Sukasari Kurniadi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.176 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13595

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan materi E-learning Bahasa Inggris untuk tata graha untuk siswa kelas sebelas di SMKN 2 Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah penelitian dan pengembangan oleh Lee dan Owens (2004). Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan expert judge yang kemudian dianalisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; (1) jenis materi yang cocok untuk mengajarkan Bahasa Inggris untuk tata graha meliputi topik: escorting guest to the room, entering guest room, taking and delivering laundry, giving direction about surrounding, handling complaint, and preparing for a job interview; (2) dalam mengembangkan materi ini, analisa kebutuhan siswa terlebih dahulu dilakukan melalui wawancara serta observasi praktisi dan guru untuk mendapatkan jenis-jenis materi yang sesuai dengan tugas para siswa saat sudah bekerja di industri pariwisata. Setelah itu, jenis materi yang sesuai kemudian dituangkan dalam bentuk desain yang menggambarkan tiap unit dalam e-learning. Desain tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk e-learning dengan runtutan yang logis dan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific apporach) yang dibarengi dengan expert judgement. Setelah tersusun dengan lengkap, e-learning kemudian diimplementasikan terhadap siswa kelas sebelas jurusan akomodasi perhotelan dan guru di SMKN 2 Singaraja. Setelah diimplementasi, e-learning kemudian dievaluasi melalui kuesioner yang kemudian diisi oleh siswa dan guru. Dari evaluasi tersebut, peneliti kemudian memperbaiki e-learning tersebut.Kata Kunci : Bahasa Inggris untuk Tata Graha, E-learning, Penelitian dan Pengembangan This research and development aimed at developing E-learning English for housekeeping material for the students of eleven grade at SMKN 2 Singaraja. This study followed the steps of Research and Development design which are proposed by Lee and Owens (2004). There were five steps conducted in this study, namely; Analysis, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The data of this study were collected through observation, interview, expert judge, and questionnaire. The data were anlyzed both quantitatively and qualitatively. The result of the study show that: (1) the appropriate materials for teaching English for housekeeping subject should contains these following topics; Escorting guest to the room, entering guest room, taking and delivering laundry, giving directions about surrouding, handling complaint, and preparing for an interview; (2) in order to develop the materials, a design which describes each units of the material should be developed into an e-learning in a good sequences. In completing this e-learning, the next step is to implement it to the students of grade eleven and teachers at SMKN 2 Singaraja. After the implementation, the product was evaluated through questionnaire and expert judge. keyword : Research and Development, English for Housekeeping, E-learning
AN ANALYSIS OF THE TYPES OF READING COMPREHENSION QUESTIONS USED BY TEACHERS IN SENIOR HIGH SCHOOL A IN SINGARAJA BASED ON COGNITIVE DOMAIN OF REVISED BLOOM’S TAXONOMY ., Destri Anu Arisandi; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pertanyaan pemahaman bacaan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMA A di Singaraja. Analisis didasarkan pada domain kognitif dari Taksonomi Bloom Revisi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks siswa, lembar kerja siswa, dan pertanyaan yang diajukan oleh dua guru secara lisan di kelas selama 4 pertemuan. Setelah menganalisis semua pertanyaan yang digunakan oleh guru, wawancara dilakukan untuk mendapatkan alasan guru dalam menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertanyaan lisan dan tulis yang digunakan oleh guru sebagian besar mengacu pada remembering factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 57,95% pada lembar kerja siswa dan 45,61% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh guru selama kegiatan mengajar. Level pertanyaan kedua yang paling dominan digunakan dalam pertanyaan lisan dan tulis adalah understanding factual knowledge dengan persentase 35,21% pada buku teks siswa, 23,67% pada lembar kerja siswa dan 36,84% pada pertanyaan lisan yang digunakan oleh para guru di kelas. Dengan demikian, pertanyaan yang digunakan oleh guru lebih menekankan pada pertanyaan Lower Order Thinking (LOT).Kata Kunci : pemahaman membaca, pertanyaan, higher order thinking, lower order thinking This study was aimed at analyzing the types of reading comprehension questions used by English teachers in Senior High School A in Singaraja. The analysis was based on the cognitive domains of revised Bloom’s Taxonomy. The design used in this study was qualitative research design. The sources of this data were the students’ textbook, students’ worksheet, and the questions that were asked by the teachers orally in the class during 4 meetings. After analyzing all of the questions that were used by the teachers, interview was conducted in order to gain the teacher’s reasons of using those questions. The result of the analysis showed that the oral and written questions used by the teachers mostly refers to remembering factual knowledge with percentage 35.21% in the students textbook, 57.95% in the students’ worksheet and 45.61% in the oral questions that were used by teacher during the teaching activity. The second most dominantly used in the oral and written question was understanding factual knowledge level with percentage 35.21% in the students’ textbook, 23.67% in the students’ worksheet and 36.84% in the oral questions that were used by the teacher in the class. Thus, the questions that were used by teachers are more emphasized on Lower Order Thinking question (LOT)keyword : : reading comprehension, questions, higher order thinking, lower order thinking
An Error Analysis Applying Dulay, Burt & Krashen's Theory to the Seventh Grade Students' Writing of SMP N 2 Seririt ., Kadek Wiwik Wirayanthi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11675

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kesalahan apa yang dibuat oleh siswa kelas VII di SMP N 2 Seririt dalam tulisan mereka dan apa penyebab kesalahan dalam tulisan mereka. Ada 34 tulisan siswa yang dianalisis berdasarkan taksonomi strategi permukaan (surface strategy taxonomy) yang diajukan oleh Dulay et al. (1981). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori analisa kesalahan dari Gass & Selingker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 253 kesalahan yang dilakukan oleh subjek penelitian ini. Kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengurangan (omission) 183 (72,3%), kesalahan penambahan (addition) 25 (9,9%), kesalahan penempatan (misordering) 24 (9,5%), dan kesalahan bentuk (misformation) 21 (8,3%). Kesalahan pengurangan (omission) adalah kesalahan yang paling sering ditemukan dalam penelitian ini dan ada tiga jenis sumber kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu transfer intralingual (intralingual transfer) (86.7%), transfer interlingual (interlingual transfer) (10.3%), dan konteks pembelajaran (context of learning) (3,0%). Kata Kunci : tulisan, kesalahan, analisis kesalahan This study was carried out to find out what types of error made by students of seventh grade of SMP N 2 Seririt in their writing and what causes of the students error in their writing. There were 34 students’ writing which analyzed based on surface strategy taxonomy proposed by Dulay et al. (1981). This study was descriptive qualitative study. The data obtained were analyzed qualitatively by using Gass & Selingker’s theory of error analysis. The result of this study showed that, there were 253 errors committed by the subject of this study. The errors found in this study were 183 (72.3%) omission errors, 25 (9.9%) addition errors, 24 (9.5%) misordering errors, and 21(8.3%) misformation errors. Omission error was the most frequent errors found in this study and there were three types of sources of errors found in this study, those were intralingual transfer (86.7%), interlingual transfer (10.3%), and context of learning (3.0%).keyword : writing, error, error analysis

Page 4 of 18 | Total Record : 180