cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
Complaint Acts Expressed by The Tenth Grade Students at Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada ., Putu Ayu Masita Maheswari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.243 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15094

Abstract

Keluhan dan tanggapan siswa masih kurang bervariasi. Sebenarnya ada beberapa jenis dan strategi dinyatakan dan dipilih untuk membuat keluhan dan tanggapan keluhan. Penelitian ini berfokus pada tindak lisan dan tanggapan lisan mengenai keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan mengerti jenis dan strategi pada tindak lisan dan tanggapan lisan yang digunakan siswa sekolah kejuruan dalam membuat keluhan dan menanggapi keluhan. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik elisitasi melalui simulasi percakapan. Siswa diminta untuk mengeluh dan menanggapi keluhan berdasarkan lima situasi berbeda. Data dikategorikan dan dianalisis berdasarkan teori mengenai jenis dan strategi tentang keluhan dan tanggapannya yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan siswa kebanyakan menyatakan jenis keluhan langsung yang bentuknya tertuju pada seseorang yang ada dalam situasi. Lalu, siswa kebanyakan menyatakan jenis penerimaan untuk menanggapi keluhan yang berarti mereka mengkonfirmasi keluhan tersebut. Di sisi lain, siswa kebanyakan memilih penuduhan langsung sebagai strategi tindak lisan dalam keluhan yang berarti mereka secara langsung menyatakan keluhan tersebut. Sementara itu, mereka memilih penjelasan sebagai tanggapan lisan yang digunakan untuk menjelaskan alasan kenapa keluhan tersebut dapat terjadi.Kata Kunci : tindakan keluhan, tindakan ujaran, tindakan respon, kategori, strategi This study intends to examine the locutionary and perlocutionary act categorizations of complaint and to investigate the locutionary and perlocutionary act strategies of complaint. There were 34 students as the subjects and they were asked to complain to their peers by given five different situations. The data were collected by using elicitation technique. The results of this study showed that the students used two categorizations for locutionary acts of complaint; Direct Complaint (187 complaints) and Indirect Complaint (142 complaints). For the perlocutionary act, they used four categorizations namely Acceptance (175 responses), Partial Acceptance (80 responses), Rejection (63 responses), and Disregarding (16 responses). In locutionary act strategies of complaint, the students used eight strategies; Hints (13 complaints), Annoyance (51 complaints), Ill Consequence (6 complaints), Direct Accusation (133 complaints), Indirect Accusation (39 complaints), Modified Blame (26 complaints), Explicit Blame in Person (34 complaints), and Explicit Blame in Condition (31 complaints). They also used nine strategies in responding the complaints. It included IFIDs (73 responses), Explanation or Account (95 responses), Acceptance of Responsibility (45 responses), Expression of Appeal (10 responses), Refusing Responsibility (43 responses), Concern to the Hearer (0 responses), Promise to Forbearance (11 responses), Offer of Repair (38 responses), and Emotional Exclamation (21 responses).keyword : complaint act, locutionary act, perlocutionary act, categorizations, strategies
THE EFFECT OF AUDIOBOOKS ON STUDENTS' SPEAKING COMPETENCE OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Agung Indra Sembiring; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media pembelajaran dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan media yang biasa digunakan dalam pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Banjar dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII E terpilih sebagai kelas ekperimen dimana media audiobooks digunakan untuk mengajar speaking dan kelas VIII G terpilih sebagai kelas control dimana teknik menggunakan media biasa dalam pembelajaran bahasa Inggris digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas eksperimen medapatkan hasil yang lebih baik dari pada siswa di kelas kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79.84 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok control adalah 76.06. Selain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob itu 2.187 sedangkan nilai tcv adalah 1.245 (α = 0,05). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran yang biasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa media audiobooks dapat meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara.Kata Kunci : audiobiooks, media pembelajaran biasa, kompetensi dalam berbicara. This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in speaking competence between students who were taught by using audiobooks as the teaching media and those who were taught by conventional teaching media. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eigth grade students of SMP Negeri 1 Banjar and the samples of the study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII E was assigned as the experimental group that was taught by using audiobooks and class VIII G as the control group that was taught by using conventional teaching media. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.84 while the mean score of the control group was 76.06. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 2.187, while the value of the tcv was 1.245 (α = 0.05). It means that there was a significant effect of students’ speaking competence who were taught using audiobooks and those who were taught by using conventional teaching media. It was concluded that audiobooks as the media in teaching and learning English can improve students’ speaking competence.keyword : audiobooks, conventional teaching media, speaking competence.
DEVELOPING TASK-BASED LANGUAGE TEACHING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Ida Ketut Krisna Putra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.362 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas yang dilengkapi dengan buku panduannya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan D & D Research Design yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua orang dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah video instruksional Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua penilaian ahli adalah 4,5; Oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Peningkatan produk yang disarankan dari hasil keputusan ahli mencakup prbaikan di beberapa bagian video seperti kualitas audio dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk yang di kembangkan sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pengajaran Bahasa Berbasis Tugas, Instruksi yang berpusat pada siswa (SCI). This present research was aimed at developing a Task-based Language Teaching instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this research and describing the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research utilized a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this research were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Task-based language teaching instructional video. This research used observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric as the instrument to collect the data. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.5; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Task-based Language Teaching, Students-centered Instruction (SCI)
An Analysis of Teaching Strategies Used by English Teacher to handle student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in A2 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten ., Ni Luh Ratih Cris Andini; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12246

Abstract

This study aimed to describe teaching strategies to handle ADHD student in A2 class at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten, SINGARAJA and the reasons of English teacher used some strategies to handle ADHD student in the learning process .This study also told about the teacher’s problems in handling ADHD student and the achievement that got from ADHD student in the learning process. This study used descriptive research design by involving ADHD student in A2 class. The objects of this study were the teaching strategies that used by English teacher to handle ADHD student in the learning process. The data were collected by conducting interviews, took some picture and document analysis. Based on the result of the data analysis, the researcher found that the English teacher used some kinds of teaching strategies in the learning process such us: Total Physical Response and modeling, Repetition drill, Verbal and Non verbal, Co-operative learning (group discussion) and games. The teacher told some reasons in used of those kinds of teaching strategy in the learning process, to make ADHD student always focus and enthusiasm in the learning process. In implemented those kinds of teaching strategies the teacher found some problems in handling student with ADHD in the class and, the teacher also saw ADHD student got some achievements in following the learning process. keyword : Teaching Strategies and ADHD student
OFFERING ACTS AMONG EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Komang Ary Aprilyani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.555 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15161

Abstract

Masalah penelitian ini berfokus pada jenis kalimat dan strategi dari tindak lokusi dan perlokusi dari tindak penawaran (offering acts. Subjek dari penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas. Process pengambilan data menggunakan metode observasi dengan mengobservasi kegiatan percakapan yang dilakukan siswa pda lima situasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan penyampaian kesimpulan. Ditemukan bahwa dalam membuat tawaran sebagian besar siswa menggunakan kalimat tanya. Sementara dalam menanggapi tawaran, kalimat deklaratif yang paling sering digunakan oleh siswa. Strategi terpopuler yang digunakan oleh siswa dalam membuat penawaran adalah suggestory formula dan diikuti oleh question desire. Dalam menerima penawaran, strategi menyetujui adalah strategi yang paling banyak digunakan. Sementara itu, dalam menolak tawaran dianalisis dengan membagi respon menjadi segmen yang lebih kecil dan menemukan bahwa strategi non-permformative, strategi menyatakan alasan/penjelasan, dan strategi mengungkapkan syukur / apresiasi adalah strategi umum yang paling sering digunakan oleh siswa dalam penelitian ini.Kata Kunci : tindak lokusi, tindak perlokusi, bentuk, strategi, penawaran. The problems were focused on the locutionary and perlocutionary act of sentence types (forms) and strategies of offering acts among foreign language students. The research subjects were the senior high school students. The data collection method is observation method by observing the simulated speech encounter. Then, the data were analyzed descriptively through identifying, classifying, and drawing conclusion. From the collected data, it was found that most of the students used the interrogative sentence when they were making an offer. While in responding to offer, the students frequently constructed declarative sentences. The popular strategy that was chosen by students in making offer was suggestory formula and it was followed by question desire. In accepting an offer, the agreeing strategy was the most strategy implemented by students. Besides, refusing offer was analyzed by dividing the responses into smaller segments and the researcher discovered non-performative strategy, state excuse, reason, explanation strategy, and state gratitude/appreciation strategy were as the common collaboration strategies that were used by the students in this study.keyword : locutinary acts, perlocutionary acts, forms, strategy, offer.
An Analysis of Politeness Strategy Used by The Host of Kick Andy Talk Show ., Luh Gede Kirana Sukma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11491

Abstract

Studi ini membahas realisasi strategi kesopanan yang digunakan oleh pembawa acara dalam talk show Kick Andy. Penting untuk melakukan percakapan yang baik di talk show televisi karena disampaikan ke publik secara langsung. Strategi kesopanan adalah salah satu cara untuk menciptakan percakapan yang baik antara pembawa acara dan tamu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Strategi kesopanan yang digunakan oleh pembawa acara talk show Kick Andy, (2) Penerapan strategi kesopanan oleh pembawa acara talk show Kick Andy, (3) Motif pembawa acara Kick Andy dalam menggunakan jenis strategi kesantunan tertentu berdasarkan teori Brown dan Levinson (1987). Strategi kesantunan yang digunakan oleh tuan rumah itu botak, sopan santun, dan sopan santun negatif. Pada dasarnya, pembawa acara tidak menggunakan strategi beberapa kali saat ingin memaksimalkan efisiensi dalam percakapan. Kesantunan positif digunakan untuk menjalin hubungan baik dan menunjukkan keramahan. Kesopanan negatif digunakan saat tuan rumah memberi hormat kepada orang yang dialaminya, dan juga untuk melunakkan ungkapannya saat ditanya tentang topik sensitif. Kata Kunci : Strategi kesopanan, talk show This study deals with the realization of politeness strategies Kick Andy talk show. It is important to make a good conversation in television talk show because it is delivered to the public directly. Politeness strategy is one ways to create a good conversation between the host and the guest. This study aimed to describe (1) The strategy of politeness which are used by the host of Kick Andy talk show, (2) The implementation of politeness strategy by the host of Kick Andy talk show, (3) The motives of the host of Kick Andy talk show in using particular types of politeness strategy based on the theory of Brown and Levinson (1987). The politeness strategies used by the host were bald on record, positive politeness, and negative politeness. Basically, the host used bald on record when he wanted to make a maximum efficiency in conversation. Positive politeness was used to make rapport and show friendliness. Negative politeness was used when the host gave deference to his addressee, and also to soften his utterance when he asked about sensitive topics. keyword : Politeness Strategies, Talk Show
THE EFFICACY OF ICT-BASED INTERACTIVE GAMES IN FOSTERING LEARNING OUTCOME OF EFL YOUNG LEARNERS ., A.A. Istri Alit Winanda Prilia; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.705 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13463

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berupa permainan edukatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikembangkan melalui program powerpoint oleh Ratminingsih & Mahadewi (2016) efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa sekolah dasar (SD). Desain penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di sebuah sekolah negeri di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Indonesia yang terdiri dari 19 siswa. Dalam makalah ini, efektifitas penggunaan media permainan berbasis TIK ini disajikan secara deskriptif. Data diambil melalui pretes dan dua tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata hasil belajar 66,63 pada pretes menjadi 66,95 pada tes akhir I, dan 81,47 pada tes akhir II; dan bahwa rata-rata tes akhir II lebih besar daripada kriteria ketuntasan minimal (KKM) di kelas tersebut (rata-rata 70 dari skor maksimum 100)). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan permainan berbasis TIK tersebut mampu meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa SD, sekaligus mengkonfirmasi bahwa permainan edukatif berbasis TIK yang diuji dalam penelitian ini layak untuk dipergunakan dalam pengajaran bahasa Inggris bagi siswa SD.Kata Kunci : permainan edukatif berbasis TIK, powerpoint, pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, hasil belajar The current study aimed to investigate how far the information and communications technology (ICT)-based educational games developed through the powerpoint program by Ratminingsih and Mahadewi (2016) are effective in fostering elementary school students’ English learning outcome. The study employed a classroom action research design. The subjects comprised 19 fifth graders of a state elementary school in Sukasada District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. In this paper, the effectiveness of the ICT-based games was presented descriptively. Data were collected from a pre-test and two post-tests. The research results revealed that students’ learning outcome improves from a mean of 66.63 in the pre-test to 66.95 in post-test I, and to 81.47 in post-test II; and that the mean of the post-test II is evidently higher than the passing grade set for the class, which was 70 (out of maximum score 100). These results indicate that the use of the ICT-based interactive games could improve the elementary school students’ English learning outcome, and at the same time confirm that the ICT-based educational games tested in this study is proper to be used to teach English to elementary school students.keyword : ICT-based educational game, powerpoint, teaching English for young learners, learning outcome
THE EFFECT OF MIND MAPPING TECHNIQUE AS GUIDED WRITING ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY ON THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Ni Nengah Raniasih; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah atau tidak penggunaan Mind Mapping Technique memberikan perbedaan signifikan untuk kemampuan menulis siswa kelas VII ketika dibandingkan dengan strategi Konventional didalam menulis teks deskripsi di SMP Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini penelitian ekperimen dengan menggunakan posttest-only control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIB dan kelas VIIC. Dimana, kelas VIIC terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok experimen dan kelas VIIB terdiri dari 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah writing competency test, Writing scoring rubric, dan teaching scenario. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 78.1, sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 72,0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai dari thitung lebih besar dari nilai ttabel (3.689 > 1.998). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan Mind Mapping Technique denga siswa yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional di SMP Negeri 1 Seririt untuk kelas VII tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kompetensi menulis and Mind Mapping. The aim of this study was to investigate whether the use of Mind Mapping Technique gave significant difference on the 7th grade students’ writing competency when compared with conventional strategy in writing descriptive text at SMP Negeri 1 Seririt in academic year 2016/2017. The present study was an experimental research which used posttest-only control group design. The samples of this study were VIIB class and VIIC class, where VIIC class that consisted of 32 students as the experimental group and VIIB class that consisted of 32 students as the control group. The instrument used for collecting data in this study were writing competency test, writing scoring rubric, and teaching scenario. The data were analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis. The result of this study showed that the mean score of the experimental group was 78.1, while the mean score of the control group was 72.0. Then, the result of hypothesis testing showed that the value of tobserved was higher than the value of tcritical value (3.689 > 1.998). Based on the result, it could be concluded that there was a significant difference between students who were taught by using Mind Mapping Technique and students who were taught by using conventional strategy at SMP Negeri 1 Seririt of the 7th grade in academic year 2016/2017keyword : Writing Competency and Mind Mapping
The Research and Development of Bilingual Picture Storybook for Children ., I Putu Ambara Putra; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar. Dalam penelitian ini, buku cerita bergambar di kembangkan menggunakan metode R&D Lee dan Owen, yang menggunakan 5 langkah sebagai berikut; 1) analisi, 2) desain, 3) pengembangan, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Metode ini digunakan karena sangat udah dimengerti. Selama proses pengembangan, data di kumpulkan dari kuesioner dan wawancara dengan 20 murid dan seorang guru bahasa inggris yang berpartisipasi. Hasilnya, 16 dari 20 siswa menunjukan ketertarikan terhadap buku cerita dwi-bahasa dari pada buku cerita bergambar bahasa inggris. Sedangkan untuk hasil wawancara, guru setuju bahwa buku cerita bergambar memiliki potensi sebagai media belajar yang bisa meningkatkan minat membaca dan belajar bahasa inggris. Buku cerita bergambar lalu di desain secara digital menggunakan aplikasi mendesain dan menggambar PaintToolSAI, karena sangat mudah di operasikan. Lalu, buku yang selesai di evaluasi oleh dua penilai; dosen bahasa inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha dan guru bahasa inggris dari salah satu sekolah dasar di Singaraja. Mereka dipilih sebagai penilai karena kedua penilai adalah ahli dalam pengajaran bahasa inggris. Selama penilaian, lima kriteria diberikan; 1) sangat bagus (x̅ ≥ 4.05), 2) bagus (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) rata-rata (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) dibawah rata-rata (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) kurang (x̅ < 1.95). Karena skor rata-rata kedua penilai adalah 4.33, maka buku cerita bergambar yang di kembangkan adalah produk yang sangat bagus. Disamping penilaian tersebut, perbaikan masih dibutuhkan untuk menyempurnakan buku cerita yang telah dikembangkan.Kata Kunci : Buku cerita dwi-bahasa, Buku cerita bergambar This research aimed at developing picture storybook. In this research, picture storybook is developed using Lee and Owen’s R&D method, which uses 5 steps as follow; 1) analysis, 2) design) 3) development) 4) implementation, and 5) evaluation. This method is used since it is easier to understand. During the development process, data gathered from questionaires and interview with 20 students and 1 english teacher were participated. Result was, 16 students out of 20 showed interest on bilingual picture storybook than the English one. For the interview result, teacher aggreed that picture storybook had potential to be used as learning media which was able to increase the students’ interest in reading and learning English. The picture storybook then designed digitally using digital drawing and designing applications PaintToolSAI, since it is easier to operate. Then, the finished book evaluated by two assessors; an English lecturer of Ganesha University of Education and an English teacher of an elementary school in Singaraja. They were selected as the assessors for the picture storybook since both assessors are experts in English teaching. During the assessment, five criterias were given; 1) excellent (x̅ ≥ 4.05), 2) good (3.35 ≤ x̅ < 4.05), 3) average (2.67 ≤ x̅ < 3.35), 4) below average (1.95 ≤ x̅ < 2.67), and 5) poor (x̅ < 1.95). Since both assessors’s mean score was 4.33, the developed picture storybook is categorized as excellent product. Despite this scores, revisions are still needed to perfect the developed picture storybook.keyword : Bilingual storybook, Picture storybook
AN ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL PROCESSES BALINESE DIALECT USED BY PEMUTERAN VILLAGERS ., Kadek Herma Ardianto Giri; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.87 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13584

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif mengenai analisis morfologi dialek Bali yang digunakan oleh warga desa Pemuteran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks infleksi dan akhiran dan awalan dan akhiran derivatif dalam dialek Pemuteran. Ada tiga domain yang dipilih. Yang pertama adalah keluarga, kedua adalah pertemanan dan yang ketiga adalah lingkungan sekitar. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu teknik observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (listening and noting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 jenis awalan {ma-} dan {jenis} dan akhiran akhir {-ang} yang termasuk morfem derivatif. Selain itu, ada 2 macam awalan dalam dialek Pemuteran yaitu awalan {n-}, {dan} dan {a-} dan ada 4 macam sufiks {-ne}, {-in}, {- an}, dan { -e} yang termasuk morfem infleksi. Apalagi ada 4 item proses singkatan yang ditemukan dalam dialek Pemuteran.Kata Kunci : Proses morfologi, Dialek Bali, Pemuteran This is a qualitative research concerning the morphological analysis of Balinese dialect used by Pemuteran villagers. The study aimed at describing inflectional prefix and suffix and derivational prefix and suffix in Pemuteran dialect. There were three domains chosen. The first was family, second was friendship and third was neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were 2 kinds of prefix {ma-} and {pe-} and 1 kind of suffix {-ang} which belong to derivational morpheme. Besides, there were 2 kinds prefix in Pemuteran dialect namely prefix {n-}, {me-} and {a-} and there were 4 kinds of suffix {-ne}, {-in},{-an}, and {-e} which belong to inflectional morpheme. Moreover, there were 4 item of abbreviation processes found in Pemuteran dialect.keyword : Morphological process, Balinese Dialect, Pemuteran Villagers.

Page 5 of 28 | Total Record : 271