cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013): May" : 337 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF INSTRUCTIONAL STRATEGIES AND TEACHER’S ROLES IN CLASSROOM MANAGEMNET AT SECOND GRADE (A CLASS) OF ELEMENTARY STUDENTS IN CIS SCHOOL BALI IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Muriani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6092

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategy mengajar dan peran guru dalam proses belajar mengajar yang digunakan di Sekolah CIS Bali. Subyek dari penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas 2A sekolah dasar di sekolah CIS Bali tahun ajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Terdapat empat alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya lembaran observasi, pedoman wawancara, catatan kecil dan handy cam. Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai dasar dalam menganalisis data diantaranya teori strategi mengajar menurut Petrina (2007) dan teori tentang peran guru menurut Harmer (2007). Hasil dari penelitian ini adalah berbagai strategi mengajar dalam bentuk metode yg bervariasi telah diterapkan di sekolah CIS Bali kecuali strategi mengajar “indrirect instruction”. Diantara peran-peran guru yang digunakan, hanya satu peran guru yang tidak diterapkan di sekolah CIS Bali yaitu peran guru sebagai seorang “Tutor”. Strategi yang paling sering digunakan adalah strategi “direct instruction” dalam bentuk metode “didactic question” (64,45% dan diaplikasikan sebanyak 29 kali) dan strategi yang paling sedikit digunakan adalah strategi “independent study” (100 % dan diaplikasikan sebanyak 1 kali. Terkait dengan peran guru, peran yang paling sering digunakan adalah peran guru sebagai “organizer” (52,85% dan diaplikasikan sebanyak 158 kali) dan peran guru yang paling sedikit digunakan adalah peran guru sebagai “assessort” (5,35% dan diaplikasikan sebanyak 16 kali). Dengan mengkombinasikan strategi mengajar dan peran guru dalam proses belajar mengajar, guru di kelas 2A sekolah dasar di sekolah CIS Bali mampu mengelola kelas dengan baik, hal itu terlihat dari keefektifan dari proses belajar mengajar yg dilakukan oleh guru di dalam kelas. Kata Kunci : Manajemen Kelas, Strategi Mengajar, Peran Guru ABSTRACT The purpose of this study were to describe instructional strategies and teacher’s roles in teaching and learning process which were frequently used in CIS School Bali. The subject of the study were the teacher and the students at second grade (A class) elementary of CIS School Bali in the academic year 2015/2016. The data was collected through observations, documentation, and interview and then analyzed descriptively. There were four instruments which used in this study such as, observation sheets, interview guide, field notes, and handy cam in which triangulation was used for the trustworthiness of this research. There were two theories used in this study as the basis of analyzing the data, instructional Strategies proposed by Petrina (2007) and teacher’s roles stated by Harmer (2007). The results of the study were various instructional strategies were implemented in CIS School Bali in the form of various instructional methods except one instructional strategy namely: indirect instruction strategy. Among various teacher’s roles which were used only teacher’s role as a tutor which was not implemented in CIS School Bali. The most used instructional strategy was direct instruction in the form of didactic question method (64,45% and applied 29 times) and the least frequently used was independent study (100% and applied 1 time). Related to the teacher’s roles, the most role was implemented was teacher’s role as an organizer (52,85% and applied 158 times) and the least implemented was teacher’s role as assessor (5,35% and applied 16 times). Finally, by combining instructional strategies and teacher’s roles in teaching and learning process, the teacher at second grade (A class) of elementary students in CIS School Bali was able to manage the class well which could be seen from the effectiveness of the teaching and learning process which done by the teacher in the classroom. keyword : Key words: Classroom Management, Instructional Strategies, Teacher’s Roles
A Study of Code Switching Used by English Teachers as a Strategy for Teaching EFL Students at SMP N 3 Mendoyo ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6093

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategi untuk mengajar bahasa Inggris untuk bahasa asing siswa kelas VIII di SMP N 3 Mendoyo tahun akademik 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas delapan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrument utama, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis alih kode yang digunakan oleh guru yaitu,alih kode Inter-personal (35,1%) alih kode inter-sentential (33,8%) dan, alih kode intra-sentential (31,2%). Ada lima fungsi alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris yaitu, fungsi emphasis ( 36,4%), fungsi clarification (24,4%), fungsi instruction (16,2%), fungsi sosiolinguistics play (13,0%), dan fungsi attention (10,1%). Alasan untuk menggunakan alih kode adalah membantu siswa untuk memahami pelajaran dengan mudah, strategi komunikasi dan pemahaman, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, membantu guru untuk memberikan instruksi yang jelas, dan membantu guru untuk membuat sebuah lelucon.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran, bahasa Inggris sebagai bahasa asing This descriptive qualitative study aimed at analyzing code switching used by the English teachers as a strategy for teaching English for foreign language at eighth grade students at SMP N 3 Mendoyo in the academic year 2015/2016. The subjects of this study were English teachers who taught eighth grade students. This study was descriptive qualitative research. The instruments used in this study were the researcher as main instrument and an interview guide. The result of this study showed that there were three types of code switching used by the teachers. They were inter-personal code switching (35.1%) inter-sentential code switching (33.8%) and, intra-sentential code switching (31.2%,. There were five functions of code switching used by the English teachers. They were emphasis function (36.4%), clarification function (24.4%), instruction function (16.2%),sociolinguistics play function (13.0%), and attention function (10.1%). The reasons for using code switching were helping the students to understand the lesson easily, communication strategy, helping the teacher to attract the students’ attention, helping the teacher to give clear instruction, and helping the teacher to make a joke.keyword : code switching, teaching strategy, English as foreign language
THE EFFECT OF CLUSTERING TECHNIQUE COMBINED WITH PEER ASSESSMENT UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS ON SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Putu Eka Novitri; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti antara siswa yang diajarkan dengn menggunakan Teknik Clustering dikombinasikan dengan Peer Assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakana teknik menulis yang konvensional. Rancangan penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini berjumlah 68 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarakan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis konvensional (tobs = -7.322, Sig. 0.001) diaman siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment memiliki kemampuan menulis yang lebih baik.Kata Kunci : Kemampuan menulis, Teknik Clustering dan Peer Assessment This study was aimed at investigating whether there was a significant difference in writing competency of students who were taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those who were taught by using Conventional Writing Technique. The research design of this study was Posttest Only Control Group Design. The population of this study was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja. The sample of this study was 68 students which were selected by using random sampling technique. Result of analysis show that there is a difference in writing competency between students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those taught by using conventional writing technique, (tobs = -7.322, Sig. 0.001) in which the students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment achieve better in writing achievement.keyword : Writing Competency, Clustering Technique, and Peer Assessment
THE EFFECT OF PICTURE WORD INDUCTIVE MODEL (PWIM) UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Wayan Rusmala Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis yang konvensional. Rancangan dari penelitian ini yaitu Post-test Only Control Group Design. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas delapan di SMP Negeri 6 Singaraja. 72 siswa dipilih sebagai subjek penelitian dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil dari analisis memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis yang konvensional (tobs = -7.022, Sig. 0.001) dimana siswa yang diajarkan dengan menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) memiliki kemampuan menulis yang lebih baik.Kata Kunci : picture word inductive model, kemampuan menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant difference in writing competency between the students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) and those taught by using conventional writing technique. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the eighth grade students of SMP Negeri 6 Singaraja. 72 students were selected as sample of the study by using random sampling technique. The results of analysis show that there is a difference in writing competency between students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) and those taught by using conventional writing technique (tobs = -7.022, Sig. 0.001) in which the students taught by using Picture Word Inductive Model (PWIM) achieve better in writing competency. keyword : picture word inductive model, writing competency
THE IMPLEMENTATION OF VOCABULARY STUDY TECHNIQUE ON STUDENTS’ READING COMPETENCY IN CLASS VIIIE AT SMPN 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Fajar Librayanti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah siswa yang dikategorikan bermasalah dalam kompetensi membaca dengan menerapkan Teknik Pelajaran Kosa Kata pada kelas VIIIE SMPN 3 Singaraja Tahun ajaran 2015/2016. Ada beberapa langkah yang digunakan pada teknik Pelajaran Kosa Kata. Diantaranya 1) bunyi dan makna 2) pengulangan 3)penulisan isi 4)kalimat pembantu. Untuk mencapai tujuan, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa dari kelas VIIIE SMPN 3 Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa instrumen untuk pengumpulan data. 1) test 2) catatan peneliti 3) kuisioner. Data diperoleh dari hasil analisis mengguakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pelajaran kosa kata telah mengurangi jumlah siswa yang dikategorikan bermasalah dalam kemampuan membaca dari kelas VIIIE SMPN 3 Singaraja pada tahun ajaran 2015/2016. Pertama, berdasarkan kemampuan membaca siswa secara umum; kedua, kemampuan membaca siswa berdasarkan jenis teks; dan yang ketiga, kemampuan membaca siswa berdasakan indikator. Jumlah siswa yang bermasalah dalam kompetensi membaca berdasarkan kemampuan siswa secara umum, ada 30(88%) siswa dari 34 siswa pada test observasi awal; pada siklus I mengalami penurunan menjadi 10(33.33%) siswa; dan pada siklus terakhir ada 3(8.79%) siswa yang mengalami masalah dalam kompetensi membaca. 3 orang siswa yang pada siklus terakhir tidak mampu mencapai ketuntasan minimal (75) karena kurangnya motivasi dan terbatas dalam kosa kata.Berdasarkan catatan peneliti, penerapan pelajaran kosa kata mampu memotivasi siswa dalam mengikuti kelas membaca. Dalam kuisioner siswa juga memberi respon positif kepada pelaksanaan pelajaran kosa kata tersebut. Kata Kunci : Kompeteni membaca, Teknik Pelajaran Kosa Kata This research was aimed at finding out the decreasing number of students had problem in reading competency by implementing Vocabulary Study Technique of class VIIIE at SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016. There were some steps that can be used in Vocabulary Study Technique. There are 1) sound and meaning, 2) repetition, 3) written form, and 4) illustrative sentence. To achieve the goal, the researcher used action based research. The subjects of this research were the students of class VIIIE at SMPN 3 Singaraja. In this research, the researcher used some instruments to collect the data. 1) test 2) researcher diary 3) questionnaire. The data obtained from the test were analyzed by using descriptive and quantitative method. The data obtained from the researcher diary and the questionnaires were analyzed by using qualitative method. The result of this research showed that the implementation of Vocabulary Study Technique could decrease number of students had problem in reading competency of class VIIIE at SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016.First, based on general reading competency; second, based on the students’ reading competency based on the text type; and the last, based on the students’ reading competency based on its indicators. The total number of students had problem in reading competency based on general reading competency, there were 30(88%) students from 34 students in preliminary observation test; while in cycle I was decreased become 10(33.33%) students; then in the last cycle there were 3(8.79%) students still had problem in reading competency. The 3 students in cycle II, they couldn’t pass the performance indicators (75) because they lack of motivation in reading and lack of vocabulary. Based on researcher’s diary, the implementation of Vocabulary Study Technique could motivate them to follow the reading class. On the questionnaire the students also gave the positive response to the implementation of Vocabulary Study Technique. keyword : reading competency, vocabulary study technique
THE EFFECT OF CLUSTERING TECHNIQUE COMBINED WITH PEER ASSESSMENT UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS ON SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Putu Eka Novitri; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang berarti antara siswa yang diajarkan dengn menggunakan Teknik Clustering dikombinasikan dengan Peer Assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakana teknik menulis yang konvensional. Rancangan penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini berjumlah 68 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang berarti dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajarakan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik menulis konvensional (tobs = -7.322, Sig. 0.001) diaman siswa yang diajarkan dengan menggunakan teknik clustering dikombinasikan dengan peer assessment memiliki kemampuan menulis yang lebih baik.Kata Kunci : Kemampuan menulis, Teknik Clustering dan Peer Assessment This study was aimed at investigating whether there was a significant difference in writing competency of students who were taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those who were taught by using Conventional Writing Technique. The research design of this study was Posttest Only Control Group Design. The population of this study was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja. The sample of this study was 68 students which were selected by using random sampling technique. Result of analysis show that there is a difference in writing competency between students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment and those taught by using conventional writing technique, (tobs = -7.322, Sig. 0.001) in which the students taught by using Clustering Technique combined with Peer Assessment achieve better in writing achievement.keyword : Writing Competency, Clustering Technique, and Peer Assessment
AN ANALYSIS OF THE ENGLISH TEACHERS’ LESSON PLANS BASED ON KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) ., Ida Ayu Putu Rina Windyani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kesesuaian antara rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, antara lain analisis RPP, mendeskripsikan rincian dan wawancara. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif guru kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja kualitatif dalam bentuk studi evaluatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan Alat Penilaian Kemampuan Calon Guru (APKCG) sebagai instrumen dan melibatkan dua evaluator. Penelitian ini diharapkan dapat memberi guru dan juga sekolah informasi tambahan mengenai pentingnya rencana pelaksanaan pembelajaran dan memberikan refleksi berdasarkan hasil analisis dari rencana pelaksanaan pembelajaran agar mereka mengetahui apa yang harus ditingkatkan. Penemuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran dari guru kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja dikategorikan Cukup sesuai dengan nilai yang didapat dari aspek dalam APKCG. Disamping itu, peneliti juga menggunakan tabel rincian untuk mendapatkan deskripsi dan rincian dari analisis kedua evaluator. Dari hal tersebut, diklarifikasikan bahwa guru kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja masih memiliki beberapa masalah dalam hal kelengkapan materi pembelajaran dan instrumen penilaian, dan juga dalam pemilihan sumber belajar tambahan disamping buku pegangan. Kata Kunci : guru, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, rencana pelaksanaan pembelajaran This research aimed to describe the quality of the Eight Grade’s teachers’ lesson plans of SMP Negeri 6 Singaraja involving its appropriateness to the principle of To achieve the aim, researcher used some techniques of data collection, such as lesson plan analysis, describing details, and interview. This research was kind of descriptive qualitative research in form of evaluative study. The analysis was conducted using Alat Penilaian Kemampuan Calon Guru (APKCG) as the instrument by contributing two evaluators. This research was expected to give teachers as well as schools additional information about the importance of lesson plan and give reflections based on the result of lesson plan analysis to make them know what should be improved. The research findings indicate that Eight Grade’s teachers’ lesson plans of SMP Negeri 6 Singaraja are categorized as average based on the scores obtained from the aspects in APKCG. Besides, researcher used detail tables to gain more descriptions and details of the analysis from both evaluators. From that, it is clarified the Eight Grade’s teachers’ lesson plans at SMP Negeri 6 Singaraja still have some problems especially in the completeness of learning material and evaluation instrument, and also in the selection of additional learning sources besides manual books. keyword : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, lesson plans, teachers
IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCE BY USING ROLE PLAY (A CLASSROOM ACTION RESEARCH ON THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN THE A CLASS AT SMP NEGERI 1 BANJAR) ., I Made Ery Indrawan; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6099

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknik role play. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan kelas A di SMP Negeri 1 Banjar, tahun akademik 2015/2016. Jumlah subjek penelitian ini adalah 37 siswa. Penelitian ini di desain menggunakan penelitian tindakan kelas dimana dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus berisi empat langkah seperti: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pre-test diberikan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan dasar pada kosa kata yang telah mereka pelajari. Data diperoleh dengan menggunakan dua jenis instrument: test dan questionnaire yang di analisis secara deskirptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa role play dapat efektif meningkatkan kemampuan siswa di berbicara. Peningkatan siswa di lihat dari skor rata-rata yang diperoleh siswa. Skor rata-rata pre-test adalah 51,13 dan ini dalam tingkat kurang. Peningkatan Skor menjadi 66,32 di posttest 1 yang mana berada di tingkat baik. Peningkatan skor menjadi 70,05 berada di tingkat baik. Hasil dari questionnaire dan informal interview mengindikasikan bahwa 85,83% siswa menyukai pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan teknik role play dengan motivasi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa role play adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris Kata Kunci : Berbicara, teknik role play This study was aimed at improving speaking competence of the students by using role play technique. The subjects of this research were the eighth grade students of class A at SMP Negeri 1 Banjar in the academic year 2015/2016. The total number of subjects was 37 students. This study was designed with a classroom action research which was conducted in two cycles that consisted of four meetings, three meetings were used to apply the role play technique and one meeting was used for the test and questionnaire. Each cycle involved four steps namely: planning, action, observation, and reflection. Pre-test was given to students in order to know the initial knowledge on vocabulary they had learnt. The data were obtained using two kinds of instruments: tests and questionnaires that would be analyzed descriptively. The result of this study showed that role play could effectively improve the students’ competence in speaking. The improvement of the students was noted from the mean score obtained by the students. The mean score of the pre test was 51.13 and this was in poor level. The score increased up to 66.32 in post test 1 in which was good level. The score increased up to 70.05 and was a good level. The result of questionnaire indicated that 85.83% and 98.91% students liked learning English by using role play technique with high motivation. It can be concluded that role play was effective technique to improve students’ competence in speaking Englishkeyword : speaking, role play technique
THE EFFECT OF MUTED DUBBING VIDEO ON STUDENT’S WRITING ACHIEVEMENT IN WRITING A RECOUNT TEXT IN EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP LABORATORIUM UNDIKSHA IN THE ACADEMIC YEAR OF 2015/2016 ., Ida Bagus Made Widyatmika; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan pada pernyuaraan video yang diredam terhadap pencapaian penulisan siswa kelas VIII SMP Laboratorium UNDIKSHA tahun akademik 2015/2016. Posttest-only control group adalah desain penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha terdiri dari 140 siswa didistribusikan ke dalam empat kelas. Teknik sampling acak digunakan untuk menentukan yang kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol dan kelas yang terpilih sebagai kelompok eksperimen. Siswa di kelas VIII 2 dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan metode pernyuaraan video yang diredam dan VIII 1 kelas yang dipilih secara acak sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. VIII 2 kelas terdiri dari 35 siswa dan VIII 1 kelas terdiri dari 35 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh pernyuaraan video yang diredam lebih baik daripada mereka yang diajarkan dengan metode pengajaran konvensional. Hasil analisis statistik deskriptif rata-rata nilai pencapaian menulis siswa kelompok kontrol adalah 74,85, sedangkan kelompok eksperimen adalah 80,45. Hasil analisis uji-t dari tobs adalah 2,177. Itu lebih tinggi dari nilai tcv di 1.995469 (α = 0,05). Nilai (sig.) Adalah 0,033 lebih rendah dari nilai signifikansi α = 0,05. Oleh karena itu, hipotesis ditolak. Kesimpulannya, pernyuaraan video yang diredam memiliki efek positif dan signifikan terhadap pencapaian menulis siswa.Kata Kunci : Penyuaraan video yang diredam, Pencapaian menulis This experimental study was aimed at finding out the significant effect of muted dubbing video on the writing achievement of the eighth grade students of SMP Laboratorium Undiksha in academic year of 2015/2016. Post-test only control group was the design of this study. The population of this study was all eighth grade students of SMP Laboratorium Undiksha consisted of 140 students and distributed into four classes. Random sampling technique was used in order to define which class selected as control group and which class selected as experiment group. Students at VIII 2 class selected randomly as experiment group which was taught by Muted Dubbing Video method and VIII 1 class selected randomly as control group which was taught by conventional teaching method. VIII 2 class consisted of 35 students and VIII 1 class consisted of 35 students. The result of data analysis show that the students who taught by Muted Dubbing Video performed better than those who were taught by conventional teaching method. The descriptive statistic analysis result of students’ writing achievement mean score of control group was 74.85, while the experiment group was 80.45. The result of t-test analysis of the tobs was 2.177. It was higher than the value of the tcv at 1.995469 (α = 0.05). The value (sig.) was 0.033 lower than significance value of α = 0.05. Therefore, the hypothesis was rejected. In conclusion, Muted Dubbing Video has a positive and significant effect on students’ writing achievement.keyword : Muted Dubbing Video, Writing Achievement
Improving Speaking Competency of the Eleventh Grade AP1 (Hotel Accommodation Program 1) Students at SMK Negeri 4 Bangli by Using Project-Based Learning ., Luh Putu Ayu Novita Dewi; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI AP1 di SMK Negeri 4 Bangli dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah kelas XI AP1 dengan jumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan diselesaikan dengan dua siklus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebagai pendekatan pembelajaran dapat meningkatakan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris siswa XI AP1 SMK Negeri 4 Bangli. Hasil Post-Test 2 menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh siswa XI AP1 berjumlah 80. Sedangkan pada test awal (pre-test) nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI AP1 69. Presentase jumlah murid yang lulus juga meningkat dari 28% menjadi 68%. Hasil dari presentase kelulusan yang diperoleh dari post-test 2 dengan jumlah 100% sudah melebihi dari target yang ditetapkan dengan jumlah 75%. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa siswa memberikan kesan positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek sebgai pendekatan pembelajaran. Pembelajaran bahasa Inggis dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Kata Kunci : Kata kunci: Pembelajaran berbasis proyek, kemampuan berbicara This study aimed at improving speaking competency of the eleventh grade AP1 students at SMK Negeri 4 Bangli by using project-based learning as learning approach. The subjects of this study were the eleventh grade AP1 students of SMK Negeri 4 Bangli which consisted 25 students. The study was conducted by following the action research procedures and it was completed in two cycles. The result of the study showed that speaking competency of the eleventh grade AP1 could be improved by using project-based learning. The result of post-test 2 proved that the students’ mean score was 80 which significantly improved from the pre-test result that was 69. The class percentage of the students passing the test was 100% which was beyond the expected target which was 75%. Based on the questionnaire result, the students also had positive response towards the implementation of project-based learning approach. The result showed that learning English using project-based learning could improve their speaking competency in terms of fluency, pronunciation, grammar, and vocabulary. keyword : Keywords: Project-based learning, speaking competency