cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
REPRESENTATION OF A STRONG WOMAN IN THE LYRIC OF ROLLING IN THE DEEP BY ADELE ., Putu Yasamahadewi; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8547

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menemukan representasi dari sosok seorang wanita tangguh yang dideskripsikan di dalam syair lagu yang berjudul Rolling in the Deep oleh Adele. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga representasi dari sesosok wanita tangguh yang digambarkan di dalam syair lagu Rolling in the Deep by Adele, yaitu, keberanian, kekayaan, dan harga diri. Keberanian dari sosok wanita tangguh di dalam syair tersebut digambarkan sebagai seseorang yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Representasi wanita tangguh selanjutnya digambarkan dalam sesosok wanita tangguh yang memiliki kekayaan. Dalam hal ini sosok wanita yang berada didalam lirik tersebut digambarkan memiliki kekayaan lebih banyak dibandingkan mantan kekasihnya. Sementara representasi yang terakhir, yaitu seorang wanita tangguh yang memiliki harga diri. Wanita ini digambarkan sebagai seseorang yang mencintai dirinya lebih dari siapapun yang membuat dia berjuang untuk membela dirinya sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain.Kata Kunci : representasi wanita tangguh, feminisme, syair lagu This research aimed to find the representation of a strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele. This study was a qualitative study in which the data was described descriptively. The results of this study showed that there were three representations of strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele, namely, courage, wealth, and self-worth. The courage representation of a strong woman in the lyric was represented as someone who had the courage to express her feelings. The next representation was represented as someone who had wealth. In this case, the speaker of the poem was represented as someone who had better financial income than her ex lover. Meanwhile, the last representation of a strong woman was the one who had self-worth. The speaker of the poem was described as someone who loved herself more than anyone that made her stood up for herself to prevent the other people to harm her.keyword : representation woman, feminism, lyric
DEVELOPING FLASHCARDS AND THE MANUAL BOOK FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS IN SINGARAJA ., Gusti Ayu Putu Taharyanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8555

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi tentang penelitian dan pengembangan, dimana bertujuan untuk mengembangkan flashcards dan buku manual sebagai media pengajaran kosakata Bahasa Inggirs untuk anak usia dini di Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah 5 guru Bahasa Inggris, terutamanya dari Sekolah Dasar Negeri. Sekolah - sekolah itu ialah SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan desain model yang diajukan oleh Hannafin dan Peck. Instrument yang digunakan ialah panduan interview, kuesioner untuk guru dan siswa, dan lembar penilaian. Data dalam studi ini dianalisis secara qualitatif dan quantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ternyata guru tidak memiliki flashcards yang mempuni. Flashcards yang dikembangkan memiliki 11 kategori dari kata benda dan dilengkapi deng buku manual. kualitas flashcards dan buku manual mendapatkan skor hampir 5 (skor tertinggi) dari ahli, dimana hal itu berarti sangat baik. Berdasarkan apa yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya guru disekolah tidak memiliki flashcards yang mempuni, sehingga flashcards yang mengandung 11 kategori kosakata benda ini dikembangka, dimana flashcards ini dilengkapi dengan buku manual dengan penilaian keduanya yang sangat baik.Kata Kunci : Pengembangan flashcards, flashcards untuk anak usia dini The present study was a Research and Development study which intended to develop flashcards and the manual book as teaching media for teaching English vocabulary for young learner in Singaraja. The subject of this study was five English teachers in Singaraja, especially the state Elementary school. They were SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. This study used design model proposed by Hannafin and Peck. The instruments used in this study were interview guide, questionnaires for teachers and students, and the evaluation sheet. The data was analyzed qualitatively and quantitatively. The result shows that teachers actually did not have any representative flashcards. The flashcards developed in this study covered 11 categories of noun and they were provided by manual book to support the implementation of the develop flashcards. The quality of the flashcards and the manual book got score almost 5 (highest score) from experts, which belonged to the excellent category. From the aforementioned result, it can be concluded that the teachers did not have any representative flashcards, therefore the development of flashcards which contained 11 categories of noun was conducted, and was supported by manual book in which their qualities were excellent. keyword : The development of flashcards, flashcards for young learner
AN ANALYSIS OF THE PRONUNCIATION ERRORS BY THE 11th GRADE STUDENTS OF SMKN 1 SUKASADA IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Siti Juliani Putri Sulandari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8594

Abstract

Tujuan penilitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan-kesalahan pengucapan pada kata-kata bahasa Inggris dan penyebab-penyebab terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh oleh siswa kelas sebelas SMK Negeri 1 Sukasada. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 30 orang siswa. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan perekam suara dalam membaca nyaring dan wawancara. Kemudian, data dianalisis melalui prosedur analisis kesalahan yang terdiri dari mentranskrip seluruh data yang direkam, menganalisis kesalahan siswa, mengklasifikasikan kesalahan, menghitung kesalahan, menjelaskan kesalahan berdasarkan sumber. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa telah diklasifikasikan ke dalam konsonan, vokal, dan vokal rangkap. Peneliti menemukan 564 total kesalahan, yang terdiri dari 167 atau 29.60% kesalahan pada konsonan, 262 atau 46.50% kesalahan pada vokal, dan 135 atau 23.90% kesalahan pada vokal rangkap. Kesalahan pada vokal adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan intralingual dimana kesalahan disebabkan oleh telusuran didalam target bahasa (inggris), interlingual dimana kesalahan disebabkan oleh efek dari bahasa ibu dan kesalahan latihan dimana kesalahan adalah hasil dari kesalahan mengajar. Kata Kunci : kesalahan pengucapan, analisis kesalahan, sumber kesalahan. The aim of this research is to analyze the pronunciation errors in English words and the sources of errors made by the students at the eleventh grade of SMK Negeri 1 Sukasada. The research design used in this study was descriptive qualitative research. The subjects of this research were the students at eleventh grade Akomodasi Perhotelan of SMK Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016 that consisted of 30 students. In collecting the data, the researcher used recorder in reading aloud and interview. Then, the data were analyzed through error analysis procedure which consists of transcribing all data recorded, analyzing students’ errors, classifying the errors, evaluating the errors, explaining the errors based on the sources. The result of the data analysis shows that the errors made by the students were classified into consonant, vowel, and diphthongs. The researcher found 564 total errors, consisting of 167 or 29.60% errors in consonant, 262 or 46.50% errors in vowel, and 135 or 23.90% errors in diphthongs. Error in vowel is the most frequent errors made by the students. The sources of the errors made by the students are intralingual errors which were caused by the traced back to the target language (English), interlingual errors which were caused by the effect of the first language, and training errors which were the error that the result of wrong teaching techniques. keyword : error pronunciation, error analysis, source of error.
ANALYSIS OF STUDENTS PERCEPTION TOWARDS THE INSERTION OF CHARACTER EDUCATION IN EFL TEXT BOOK FOR SMP NEGERI STUDENTS IN KECAMATAN BULELENG IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Pande Made Hari Sugiharta; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL untuk siswa SMP Negeri se-Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2016. Subyek dari penelitian ini adalah 210 siswa SMP se-Kecamatan Buleleng. Obyek penelitian ini adalah persepsi siswa. Data penelitian ini diperoleh menggunakan angket penelitian dan lembar pertanyaan wawancara tertulis tak terstuktur. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan cara menyebarkan angket ke siswa. Data yang telah didapatkan, dianalisis dengan metode deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan, nilai rata-rata dari semua siswa adalah 128.3 dan nilai standar deviasi dari semua siswa adalah 10.58.Hasil persentase dari perhitungan nilai rata-rata siswa adalah 86%. Oleh karena itu, dari data analisis, dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai persepsi positif dengan kecendrungan yang tinggi terhadap penyisipan pendidikan karakter pada buku EFL.Kata Kunci : buku EFL, pendidikan karakter, persepsi siswa This research aimed to describe the students’ perception towards the insertion of character education in EFL Text book for SMP Negeri Students in Kecamatan Buleleng academic year 2016/2017. The subject of this research was 210 SMP students in Kecamatan Buleleng. The object of this research was students’ perception. The data of this research were obtained by using questionnaire and non-organized written interview question sheet. This research was survey research by distributing the questionnaire to the students. The collected data were analyzed by using descriptive statistic method. The research result shows that the average score of the students is 128.3 and the standard deviation score from the students is 10.58. The result of the calculation of the average score is 86%.Therefore, from the data analysis, it can be concluded that the students have high tendency on their positive perception toward the insertion of character education in their EFL text book.keyword : Character education, EFL text book, students’ perception
Developing Practical Bilingual Conversation Material for the Local Guides in Gitgit Waterfall Tourism Object ., Ni Md Pande Candra Sapitri; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8629

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkansebuah materi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk pemandu wisata lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan wisatawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model Penelitian dan Pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2011). Enam langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, adalah 1) analisis potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) mendesain produk, 4) validasi desain, 5) melaksanakan uji coba produk, dan 6) merevisi produk. Jumlah nilai dari kualitas produk dari kedua ahli adalah 184 dan jumlah nilai tengah adalah 4.6. Berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Nurkancana (1992), kualitas dari Materi percakapan dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata air terjun Gitgit dikategorikan menjadi sangat baik. Sementara itu, hasil dari uji coba produk untuk pemandu wisata lokal menunjukkan bahwa nilai tengah yang diperoleh adalah 4.93 yang mana ini juga dikategorikan menjadi sangat baik. Maka dari itu materi ini telah siap untuk digunakan oleh pemandu wisata lokal. Kata Kunci : materi dwi bahasa, pemandu wisata lokal, percakapan yang praktis The purpose of this study was to develop a material which can be used as learning source for the local guides in order to enhance their capability in using English in communicating and interacting with the tourist. This study was conducted by using Research and Development (R&D) model that was proposed by Sugiyono (2011). The six steps conducted in this study were 1) analyzing potency and problem, 2) collecting data, 3) designing product, 4) validating design, 5) administering product usability test, and 6) revising product. The total score of the quality of the product from the two experts was 184 and the mean score was 4.6. Based on the criteria proposed by Nurkancana (1992), the quality of the Practical Bilingual Conversation Material for the local guides in gitgit Waterfall tourism object was categorized into excellent. Meanwhile the result of the product testing to the local guides showed that the mean score was 4.93 in which it also categorized into excellent. Therefore this material was ready to be used by the local guides.keyword : bilingual material, local guides, practical conversation
A STUDY ON THE PHONOLOGICAL SYSTEMS OF KECICANG ISLAM DIALECT ., Made Arna Jyoti Sistadi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8630

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan 1) untuk mengetahui jumlah fonem, termasuk jumlah vokal, diftong, dan konsonan, 2) untuk menyelidiki proses fonologi dalam bahasa tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, dan instrument lain yang digunakan adalah alat rekam, daftar kata, dan daftar kalimat. Pada penelitian ini ditemukan 28 fonem termasuk 6 vokal, 3 diftong dan 19 konsonan. Sebagai tambahan, peneliti juga menemukan 2 gugus konsonan dalam dialek yang digunakan di Kecicang Islam. Dari empat tipe proses fonologis berdasarkan teori Schane (1973), ditemukan 2 tipe proses fonologis dalam dilak Kecicang Islam, yaitu penambahan konsonan dan penambahan vokal. Sedangkan berdasarkan Jendra (1976), ditemukan 3 proses fonologis dalam dialek Kecicang Islam, yakni asimilasi regresif, struktur kata, dan variasi bebas.Kata Kunci : dialek, kecicang islam, sistem fonologis This study was a descriptive study which aimed 1) To find out the number of phonemes, including the vowels, diphthong, and consonant in Balinese language used in Kecicang Islam village, 2) To explore the phonological process within the language exists in Balinese language used in Kecicang Islam village. The main instrument was the researcher, and the researcher also used the other instruments namely, recorder, sentence list and word list. The researcher found that there are 28 phonemes, consist of 6 vowels, 3 diphthongs and 19 consonants. The researcher also found 2 consonant clusters in KID. Among the four types of phonological process according to Schane’s theory (1973) there are two types of phonological process found by the researcher in KID, that are consonant insertion and vowel insertion. Meanwhile, according to Jendra, there are three phonological processes found in KID, that are regressive assimilation, syllable structure, and free variation.keyword : dialect, kecicang islam, phonological system
Developing Practical Bilingual Vocabulary Building Material for the Local Guides in Sambangan Village Tourism Object ., I Gst Ayu Lisna Listiari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8631

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi fungsi bahasa yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan (2) menjelaskan bentuk yang digunakan dalam mengembangkan materi kosa kata dwi bahasa yang praktis untuk pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan, (3) mengukur kualitas dari materi yang dikembangkan. Penelitian ini terdiri dari enam fase: (a) mengidentifikasi potensi dan masalah, (b) mengumpulkan data, (c) mendesain produk, (d) validasi desain, (e) uji coba produk, dan (f) revisi produk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah checklist, penilaian ahli, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah materi kosa kata dwi bahasa yang praktis. Isi materi dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari pemandu wisata lokal di objek wisata desa Sambangan. Materi kosa kata dwi bahasa yang praktis didesain dalam bentuk buku yang dianalisis dengan menggunakan penilaian ahli dan angket. Hasil keseluruhan nilai tengah dari penilaian ahli adalah 4.67. Hasil keseluruhan nilai tengah dari angket adalah 4.95. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan angket, kualitas produk ini dapat dikategorikan sangat bagus.Kata Kunci : dwi bahasa, pembentuk kosa kata yang praktis, pemandu wisata lokal This research and development study aimed at (1) identifying the language functions which are needed in developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan village tourism object, (2) describing the prototype of developing practical bilingual vocabulary building material for the local guides in Sambangan Village tourism object, and (3) measuring the quality of the developed material. This research consisted of six phases: a) identifying potency and problem, b) collecting data, c) designing the product, d) validating design, e) administering product validity test, and f) revising product. The instruments of this research were checklist, expert judgment form, and questionnaire. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of this research was a practical bilingual vocabulary building material. The content of the material was developed based on the need analysis of the local guides in Sambangan village tourism object. The practical bilingual vocabulary building material was designed in form of a book which was analyzed by using the expert judgment form and questionnaire. The total mean score of expert judgment form was 4.67. The total mean score of questionnaire was 4.95. Based on the result of expert judgment form and questionnaire, the quality of the product was excellent. keyword : bilingual material, local guides, practical vocabulary building
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP AYODHYA PURA SELAT IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Komang Sri Wahyuni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan secara tata bahasa yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat dalan menulis teks deskriptif (2) menemukan dan mendeskripsikan alas an kenapa siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat membuat kesalahan dalam menulis teks deskrptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori error analysis dari Selinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total kesalahan yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat adalah 196 kesalahan. Kesalahan yang ditemukan pada penelitian ini adalah misformation dengan 122 kesalahan (62.2%), omission dengan 46 kesalahan (23.4%), addition dengan 16 kesalahan (8.1%) dan misordering dengan 12 kesalahan (6.1%). Misformation adalah jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. (2) Sumber kesalahan mereka adalah carelessness, first language interference dan translation.Kata Kunci : kesalahan tata bahasa, teks deskriptif, menulis This research aimed at (1) describing the types of grammatical errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat in writing descriptive texts and (2) finding out and describing the reasons why the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat made errors in writing descriptive texts. This research used descriptive qualitative study. The tool of collecting data was written tasks. The data obtained were analyzed qualitatively by using Selinker’s theory of error analysis. The result of this study showed that: (1) the total of errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat was 196 errors. The errors found in this study were misformation with 122 errors (62.2 %), omission with 46 errors (23.4 %), addition with 16 errors (8.1 %) and misordering with 12 errors (6.1 %). Misformation was the most frequent error in this study. (2) The sources of their errors were carelessness of the students, first language interference and translation.keyword : grammatical errors, descriptive texts, writing
DEVELOPING LANGUAGE LEARNING SONGS AS A STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH TO THE SECOND SEMESTER OF EIGHTH GRADE STUDENTS IN SINGARAJA ., Putu Indah Darmayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8652

Abstract

Penelitian ini adalah dalam bentuk penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk (1) mengembangkan lagu-lagu pembelajaran bahasa yang tepat yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa inggris dengan topic yang berbeda untuk semester kedua dari siswa kelas delapan dan (2) mengukur kualitas lagu-lagu pembelajaran bahasa sebagai strategy untuk mengajar bahasa inggris untuk semester kedua dari siswa kelas delapan. Desain model Peffers digunakan pada penelitian ini. Subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswa kelas delapan di kelas VIII A3 di SMP Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrument penelitian, seperti lembar observasi, panduan wawancara, analisis dokumen, and rubric penilaian ahli. Data yang didapat dianalisis secara kuantitaif dan kualitatif dengan mendeskripsikannya secara rinci dan data dari kualitas produk dianalisis dengan menemukan rata-rata dan kategori skor. Berdasarkan perolehannya, telah dikembangkan delapan lagu pembelajaran bahasa yang disajikan kedalam buku pedoman dan cd dan hasil dari validasi ahli menunjukkan bahwa lagu-lagu pembelajaran bahasa yang dirancang dikategorikan sebagai produk unggulan.Kata Kunci : Lagu-lagu pembelajaran bahasa, Buku Pedoman, Strategy mengajar This research was in form of Research and Development (R&D) which aimed (1) developing the suitable language learning song that can be used for teaching English with different topic for the second semester of the eight grade students and (2) measuring the quality of language learning songs as a strategy for teaching English to the second semester of 8th grade students. Peffers design model was used in this present study. The subjects of this study were the eighth grade students in VIII A3 class in SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected by using several research instruments, such as observation sheet, interview guide, document analysis, and rubric of expert judgment. The data obtained were analysed qualitatively by describing them in detail and the data of product’s quality were analysed quantitatively by finding means and score categories. From the result, eight language learning songs which presented into a manual book and cd were developed and the result of experts’ validation showed that the language learning songs designed were categorised as excellent prototype. keyword : Language Learning Songs, Manual Book, Teaching Strategy
AN EVALUATION STUDY IN THE USE OF SCIENTIFIC APPROACH ON JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS AT SMP NEGERI 4 SINGARAJA AS THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Agus Septiyana; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8653

Abstract

Penelitian evaluasi ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan Kurikulum 2013 (K-13) di SMP Negeri 4 Singaraja, dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan oleh guru dalam melaksanakan K-13. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan model Discrepancy. Model Discrepancy di mana perhatian utama ditekankan pada perbedaan yang ada dalam kaitannya dengan konteks. Ada dua guru bahasa Inggris yang diambil sebagai subyek penelitian. Dalam pengumpulan data, terdapat dua jenis instrumen yang digunakan, yaitu lembar observasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif-kualitatif analisis Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di SMP Negeri 4 Singaraja memperoleh rerata skor 3 pada pelaksanaan dari maksimum skor 48, Oleh karena itu, mereka dikategorikan kurang dalam aspek menanya dan aspek mengkomunikasikan dalam hal pelaksanaan . Namun, dalam hal mengamati, mengumpulkan informasi, dan menghubungkan mereka dianggap baik. Berdasarkan temuan di wawancara, dapat diidentifikasi bahwa dukungan dari kepala sekolah, staf, dan orang tua serta siswa-siswa dengan respon positif merupakan faktor pendukung dalam melaksanakan K-13. Di sisi lain, kurangnya fasilitas sekolah, perubahan paradigma mengajar, banyaknya jumlah siswa di setiap kelas, dan masalah keuangan merupakan faktor penghambat. Kata Kunci : studi evaluasi, Kurikulum 2013, pendekatan ilmiah, dan discrepancy model This evaluation study aimed at investigating the implementation of Curriculum 2013 (K-13) in SMP Negeri 4 Singaraja, and the supporting and impeding factors found by the teachers in implementing K-13. This study was a case study that used Discrepancy model. Discrepancy model in which the main concern was emphasized on the differences in relation with the context. There were two English teachers taken as the subjects of the study. In collecting the data, two kinds of instruments were used, observation sheets, and interview guide. The data were analyzed by using descriptive-qualitative analysis The results of the data analysis show that the English teachers of SMP Negeri 4 Singaraja gained average score 3 on the implementation out of the maximum score 48. Therefore, they were considered poor in terms of the questioning and communicating aspect in terms of the implementation. However, in terms of the observing, collecting information, and associating they were considered good. Based on the findings on the interview, it can be identified that the supports from the headmaster other staff, and students' parents as well as the students' positive response were the supporting factors in implementing K-13. On the other hand, the lack of the school facilities, the change of teaching paradigm, the big number of the students in each class, and the financial problem constituted the impeding factors. keyword : evaluation study, Curriculum 2013, scientific approach, and discrepancy model

Page 1 of 10 | Total Record : 95