cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
THE EFFECT OF TEAM PAIR SOLO (TPS) TECHNIQUE ON THE DESCRIPTIVE WRITING ACHIEVEMENT OF THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Sapto Prio Utomo; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis teks deskriptif siswa pada kelas tujuh SMP Negeri 4 Singaraja. Desain penelitian yang diganakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja. Cluster Random Sampling diguanakan untuk memilih sampel penelitian. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan teknik Team Pair Solo dan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 82,66 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 79,75. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai tobs lebih tinggi dari tcv. Nilai tobs adalah 3,214 sedangkan nilai tcv adalah 1,6697. Ini berarti ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis teks deskriptif siswa yang diajar dengan menggunakan teknik Team Pair Solo dan yang diajar dengan menggunakan teknik mengajar konvensional. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.Kata Kunci : teknik Team Pair Solo, teknik mengajar konvensional, kemampuan menulis teks deskriptif. This study aimed to investigate whether there was a significant effect on students’ writing descriptive text achievement of the seventh grade of SMP Negeri 4 SIngaraja. The research design of this study was Post-test Only Control Group Design. The population was the seventh grade students of SMP Negeri 4 Singaraja. Cluster Random Sampling was assigned to select the sample of the study. The experimental group was taught by using Team Pair Solo Technique and the control group was taught by using conventional teaching technique. The result of the data analysis showed that students in experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 82.66 while the mean score of the control group was 79.75. The result of the t-test also showed that the value of the tobs was higher than the tcv. The value of the tobs was 3.214 while the value of the tcv was 1.6697. It means that there was a significant difference on students’ writing descriptive text achievement who were taught by using Team Pair Solo Technique and those who were taught by using conventional teaching technique. Therefore the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.keyword : Team Pair Solo Technique, conventional teaching technique, writing descriptive text achievement.
ENGLISH USED BY STREET VENDORS IN BANJAR HOT SPRING, BALI ., I Gusti Ngurah Budaartha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor Bahasa inggris digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan para wisatawan. Penelitian ini dilakukan di Banjar Hot Spring, Bali. Empat pedagang jalanan dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Peneliti adalah instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini. Dua perangkat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yaitu perekam video dan notetaking. Peneliti mengamati data dengan merekam percakapan yang dilakukan oleh subyek selama dua kali. Data ditranskrip dan dianalisis untuk mengetahui bentuk, fungsi bahasa dan faktor bahasa inggris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk bahasa inggris yang digunakan antara pedagang jalanan adalah penyimpangan dari apa yang biasanya digunakan dalam hal tata bahasa, sintaksis, dan kosa kata dan juga ada beberapa komponen bahasa yaitu phonology, morphology, and syntax, Berdasarkan teori Spratt, Pulverness, dan Williams (2005: 17), ada tujuh fungsi bahasa yang digunakan antara pedagang jalanan ketika mereka berkomunikasi dengan wisatawan. Fungsi-fungsi Bahasa yang di maksud yaitu salam, menawarkan barang dan jasa, meminta pendapat, memberikan informasi, tidak setuju, berterima kasih, dan meninggalkan tempat yang digunakan antara pedagang jalanan, ada tujuh fungsi yang menjadi fokus penelitian ini.Kata Kunci : Bahasa Inggris, Pedagang jalanan, Bentuk, Fungsi Bahasa. This study was aimed at finding out the forms, language function and factor of English used by the Street Vendors when they communicated with the tourists. This study was conducted at Banjar Hot Spring, Bali. Four street vendors were chosen as the subjects of this study based on the criteria. This study was descriptive qualitative in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher is the main instrument employed in this study. Two devices were used by the researcher to collect the data, namely video recorder and notetaking. The researcher observed the data by recording the conversation done by the subjects for two times. The data were transcribed and analyzed to find out the form, language function and factors of English. The result of the data analysis showed that the form of English used by the street vendors was a deviation from what is normally used in terms of grammar, syntax, and vocabulary and also some component of language such as phonology, morphology, and syntax. Based on the theory Spratt, Pulverness, and Williams (2005: 17), there are seven function of language used by Street Vendors when they were communicating with the tourist. Those language functions were greeting, offering goods and service, asking opinion, giving information, disagreeing, thanking, and leave-taking That is used by street vendors, there were seventh function that become the focus of this study.keyword : English, Street Vendors, Form, Language Function.
AN ANALYSIS OF LEXICOGRAMMATICAL FEATURES USED IN FIVE STARS HOTEL WEBSITE ADVERTISEMENTS IN BALI ., Ni Luh Putu Linda Sumariyanthi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8715

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk (1) mengidentifikasi penggunaan ciri-ciri leksikogramatika yang ada pada iklan situs web hotel bintang lima di Bali, dan (2) menemukan persamaan serta perbedaan diantara iklan situs web hotel bintang lima di Bali terkait dengan ciri-ciri leksikogramatika. Data dalam penelitian ini berupa teks yang dikumpulkan dan diseleksi dari sepuluh iklan situs web hotel termasuk spa dan resor bintang lima di Bali. Data tersebut dianalisa secara deskriptif menggunakan kerangka Halliday dan Matthiessen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah sistem transitivitas, proses material mendominasi di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi, diikuti dengan proses relasional. Hasil dari analisis unsur sirkumstansial menunjukkan bahwa sirkumstansi lokasi merupakan unsur sirkumstansial yang paling sering muncul. Sedangkan, dalam ranah sistem mode, tipe mode deklarasi mendominasi kalimat-kalimat di setiap iklan situs web hotel bintang lima di Bali yang telah terseleksi. Lebih jauh lagi, ada pula tipe mode suruhan yang ditemukan pada sepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut. Secara mengkhusus, terdapat banyak modal verbal yang ditemukan iklan-iklan tersebut. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kesepuluh iklan situs web hotel bintang lima di Bali tersebut secara menciri bertujuan untuk menginformasikan, menuntun, mengingatkan dan juga membujuk para pembaca yang dalam hal ini adalah para tamu hotel.Kata Kunci : unsur-unsur leksikogramatika, situs web hotel, iklan This study aimed at (1) identifying the use of lexicogrammatical features in five stars hotel website advertisements in Bali, and (2) finding out the similarities and the differences among the five stars hotel website advertisements in Bali in terms of lexicogrammatical features. The study involved ten selected five stars hotel website advertisements in Bali. The data were in the forms of texts collected from the ten five stars hotels including resort and spa website advertisements in Bali. The data were analyzed descriptively through Hallidays and Matthiessens framework, specifically focusing on transitivity system and mood system. The result showed that, in terms of transitivity system, material processes seemed dominated in every selected website advertisement, followed by relational processes. The result of circumstantial elements analysis showed that circumstances of location was the most frequent circumstantial element. Meanwhile, in terms of mood system, declarative mood types dominated in every selected five stars hotel website advertisement in Bali. Moreover, there were imperatives found on the ten selected hotel website advertisement. Specifically, there were numerous modal verbs found in the advertisements. The result of this study indicated that the ten selected five stars hotel website advertisements were characteristically meant to inform, guide, remind, as well as persuade the readers who were the hotels guests.keyword : lexicogrammatical features, hotel website, advertisement
An Analysis of Learning Materials for the Seventh Grade Students at SMP Negeri 4 Singaraja in Implementing the 2013 Curriculum ., Nyoman Andika Juniarta; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8716

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis materi pembelajaran yang direncanakan dalam buku teks siswa yang berjudul "When English Rings a Bell", dan dalam rencana pembelajaran untuk siswa kelas tujuh, dan penerapan materi pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Bahan pembelajaran dianalisis dalam hal jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur. Subjek penelitian ini terdiri dari rencana pelajaran, buku siswa, dan seorang guru bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, bahan yang didasarkan pada 2013 Kurikulum seperti yang direncanakan dalam buku siswa yaitu: directive dengan sub tipe questioning dan ordering, assertive dengan sub tipe stating dan describing, commisisve dengan sub tipe offering, eexpressive dengan sub tipe greeting, thanking, apologizing, feeling, dan taking leave. Fungsi tindak tutur yaitu interactional, personal, heuristik, instrumental, informative, dan attention getting. Tempat tindak tutur yaitu formal, informal, dan non-formal. Jenis tindak tutur utama dan spesifik serta penggunaan tindak tutur dan tempat tindak tutur dalam buku sama seperti dalam rencana pembelajaran. Kedua, materi pembelajaran dilaksanakan sepenuhnya didasarkan pada rencana pelajaran. Hasil menyiratkan bahwa asertif, direktif, commisive dan ekspresif harus direncanakan dalam bahan dan guru belajar harus menumbuhkan kompetensi komunikatif siswa dan berusaha untuk memberikan mereka kesempatan lebih untuk berlatih menggunakan tindak tutur dalam Bahasa Inggris.Kata Kunci : Rencana Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Tindak Tutur The objectives of this study were to analyze the learning materials planned in the students’ textbook entitled “When English Rings a Bell”, and in the lesson plans for the seventh grade students, and the implementation of the learning materials in the teaching learning activity. The learning materials were analyzed in the terms of the main and specific speech act types as well as speech use and speech setting. Subjects studied consisted of lesson plan, students’ book, and the English teacher. The design of this study was descriptive qualitative. The data were collected from document, interview, and observation. The results show the following. First, learning materials based on the 2013 Curriculum as planned in the students’ book namely: directive with the sub type questioning and ordering, assertive with the sub type stating and describing, commisisve with the sub type offering, expressive with the sub type greeting, thanking, apologizing, feeling, and taking leave. The speech uses were interactional, personal, heuristic, instrumental, informative, and attention getting. The settings were formal, informal, and non-formal. These speech acts, specific speech acts, speech use, and speech setting were found are same as in lesson plans. Second, the learning material implemented wholly based on the lesson plans. The results imply that assertive, directive, commisive and expressive should planned in learning materials and teacher should cultivate the students’ communicative competence and attempt to give them opportunities to practice more English speech acts. keyword : Lesson Plans, Learning Materials, Speech Acts
COMPARING THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF MANIKLIYU DIALECT AND THAT OF SUTER DIALECT OF THE BALINESE LANGUAGE: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Dewa Made Yuda Mahendra; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan membandingkan sistem fonologis Manikliyu Dialek dan Suter Dialek bahasa Bali: penelitian deskriptif, yang meliputi jenis vokal yang digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali, jenis konsonan digunakan dalam Manikliyu Dialek dan Suter Dialek Bali dan perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu dialek dan Suter dialek dari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Ada tiga informan utama dan beberapa informan sekunder dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu observasi, wordlist, dan panduan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada 10 jenis vokal di Manikliyu Dialek, ada 8 jenis vokal di Suter Dialek, ada 19 jenis konsonan di Manikliyu dialek, ada 19 jenis konsonan di Suter Dialek dan ada 62 jenis kata memiliki pengucapan perbedaan dalam hal vokal dan konsonan mereka antara Manikliyu dan Suter Dialek.Kata Kunci : fonologi, vokal, konsonan, perbedaan dalam hal pengucapan kata antara Manikliyu Dialek dan Suter Dialek dari Bali. This study aimed at describing comparing the phonological system of Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese language: a descriptive study, which covered the types of vowels used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese, the types of consonants used in Manikliyu Dialect and Suter Dialect of Balinese and the differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese. This research is a descriptive qualitative research. There were three main informants and several secondary informants in this research. The obtained data were collected based on three techniques, namely observation, wordlist, and interview guide. The results of the data analysis show that there are 10 types of vowels in Manikliyu Dialect, there are 8 types of vowels in Suter Dialect, there are 19 types of consonants in Manikliyu dialect, there are 19 types of consonant in Suter Dialect and there are 62 kinds of words have a differences pronunciation in terms of their vowels and consonants between Manikliyu and Suter Dialects. keyword : phonology, vowel, consonant, differences in terms of word pronunciation between Manikliyu Dialect and Suter Dialects of Balinese.
AN ANALYSIS OF CODE USED BY BUGIS DASPORA IN SERANGAN ISLAND, DENPASAR ., Eva Patra Sari; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kode-kode yang digunakan oleh Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apa saja kode-kode (campur kode, alih kode, pemilihan kode dan aturan pemanggilan) yang digunakan masyarakat Bugis saat berkomunikasi, 2) Untuk mengetahui bagaimana Masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Bali menggunakan kode-kode untuk berkomuikasi dengan masyarakat Bugis lainnya dan masyarakat sekitaran Pulau Serangan. Instrumen pada penelitian ini adalah: peneliti, alat rekam dan cek list. Subyek dari peneltian ini adalah masyarakat Bugis di Pulau Serangan, Denpasar. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa Sesuai dengan ranah-ranah, kode campuran sering muncul di ranah pertemanan, sedangkan alih kode sering muncul di ranah agama. Sesuai dengan presentase domain pada pemeilihan kode, ranah keluarga lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Bugis untuk berkomunikasi, ranah ketetanggaan lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia, ranah pertemanan lebih memilih bahasa Bugis, ranah pendidikan lebih memilih untuk menggunakan Bahasa Indonesia dan ranah agama juga lebih memilih Bahasa Indonesia. Campur kode lebih banyak digunakan oleh masyarakat Bugis untuk berkomunikasi dari pada alih kode. Sesuai dengan ranah, code mixing lebih terjadi di ranah pertemanan dan alih kode lebih sering terjadi di ranah keagamaan.Kata Kunci : campur kode, alih kode, ranah dan tutur masyarakat This study aimed at describing how codes are used by Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. The purposes of this research were: 1)to know what are codes that Bugis people use when they communicate with other Bugis people and society around Serangan Island, Bali, 2) to know how Bugis people in Seragan Island, Bali use the codes to communicate with other society in Serangan Island (Balinese daspora and Javanese diaspora). The instruments in this study were: the researcher itself, recording tools and checklist. The subjects of this research were Bugis speech community in Serangan Island, Denpasar. Finding of this study found that as per domains percentage of code choice, in family domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language to communicate, neighborhood domain prefer to use Bahasa Indonesia, in friendship domain Bugis diaspora prefer to use Bugis language, in education domainBugus diaspora prefer to use Bahasa Indonesia and in religion domain Bugis diaspora also prefer to use Bahasa Indonesia. Code mixing is the code which is often used by Bugis speech community rather than code switching. As per domains, code mixing often occurred in friendship domain, meanwhile code switching often occurred in religion domain.keyword : code mixing, code switching, domain, speech community
DEVELOPING CHARACTER BASED BILINGUAL STORYBOOK AS A MEDIA FOR TEACHING ENGLISH TO 6TH GRADE STUDENTS IN SDN 3 BANJAR JAWA IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Kadek Ayu Ratih Indriani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8728

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui topik yang bisa dikembangkan menjadi buku cerita dwibahasa anak anak (2) mengetahui pendidikan karakter yang dapat dimasukkan ke dalam buku cerita dwibahasa anak anak (3) mengetahui kualitas dari buku cerita dwibahasa. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Alat yang digunakan untuk mengetahui topik adalah dari silabus yang digunakan di SD No.3 Banjar Jawa, sementara alat mengumpulkan data dan mengetahui kualitas buku cerita dwibahasa adalah kuesioner, kuesioner dan penguji ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 topik yang dapat dikembangkan yakni identitas diri (jati diri), kehidupan sekolah, kegiatan dirumah, keluarga, pakaian dan binatang. Sedangkan ada banyak pendidikan karakter yang dapat dimasukkan ke dalam buku cerita dwi bahasa seperti kreatif, peduli lingkungan, peduli social dan lain lain. Untuk kulialitas buku cerita, berdasarkan penilaian guru buku mendapat 194 dan dari penguji ahli 195, dengan ini dapat disimpulkan bahwa buku cerita dwibahasa ini dikategorikan sebagai buku yang sangat baik untuk kelas 6 SD. Kata Kunci : Kata kunci: Buku cerita dwibahasa, topic, pendidikas karakter, kualitas. This research aimed at (1) knowing the topics that are needed to develop a bilingual children storybook, (2) knowing the values are needed to develop the students’ character in the bilingual children storybook, (3) knowing the qualities of the developed bilingual children storybook. This research was RnD. The instrument used to know the topic was by analyzing syllabus which used in SDN 3 Banjar Jawa, while instruments in collecting the data and the quality of the book were questionnaire for students, teacher and expert judges. The result shows that there are six topics that should be developed namely identity, school life, house activity, family, cloth and animal. While there was many character education that could be inserted in the bilingual storybook such as storybook were tolerance , self confidence, friendly, humble, social care, honest, positive thinking, responsibility, hard working, discipline, friendly, religion, creative, positive thinking, and environmental care. For the quality of the book, based on assessment by the teacher, the book got score 194 and by the expert judge got 195, it can be concluded that bilingual children storybook could be categorized as an excellent book for sixth grade students. keyword : Key words: Bilingual Children Storybook, topic, character education, quality.
AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING USED IN ADVERTISEMENT AT GUNTUR RADIO SINGARAJA ., Iffatul Muslimah; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penggunaan alih kode pada pengiklanan yang terdapat di radio Guntur Singaraja dan (2) mengetahui fungsi yang mendasari terjadinya alih kode yang terdapat di radio Guntur Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah pemasang iklan yang ada di radio Guntur Singarja. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan perekam suara, lembar transkrip, dan lembar observasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang diikuti beberapa prosedur berdasarkan model dari Miles dan Huberman (1994), yaitu: penurunan data, menampilkan data, menggambarkan kesimpulan dan memverifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ungkapan dari pemasang iklan menghasilkan 9 (11.69%) intra-word switching sebagai alih kode yang paling sedikit digunakan. Yang paling banyak digunakan ditunjukkan dari intra-sentential switching yang menunjukkan 54 (70.13%) penggunaan alih kode dan inter-sentential switching sebanyak 14 (18.18%) dari 77 alih kode. Fungsi dari allih kode yang sering digunakan pada pengiklanan di radio Guntur Singraja adalah kutipan, panggilan spesifikasi, dan kata seru.Kata Kunci : Alih kode, Pengiklanan, Radio This research aimed to (1) know the used of code switching in advertisements which were announced in Guntur Radio Singaraja, and (2) know the functions underlying the occurrence of code switching which exist in Guntur radio in Singaraja. The subject of this study was the advertiser of Guntur Radio Singaraja. The data of this research were obtained by using observation sheet, tape recorder, and transcription sheet. This research was a descriptive qualitative study which followed several procedures based on Miles and Huberman (1994) model, namely: data reduction, data display, drawing conclusion and verification. The result of this research showed that the utterance of advertiser produced 9 (11.69 %) was intra-word switching as the less dominant switching. The most dominant was from intra-sentential switching that was 54(70.13%) and inter-sentential switching was 14 (18.18%) from 77 switching. The functions of code switching which were often used in the advertisement announced at Guntur Radio Singaraja were quotation, addressee specification, and interjection.keyword : Advertisement, Code Switching, Radio
THE FLOUTING OF GRICEAN MAXIMS IN CONVERSATION AMONG THE CHARACTERS IN HOTEL TRANSYLVANIA 2 MOVIE: A PRAGMATIC ANALYSIS ., Ni Putu Astri Pradnyandari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8731

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan pelanggaran maksim di film Hotel Transylvania 2. Tiga teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu teknik observasi, menyeleksi data, dan mencatat informasi penting. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur ditemukan di dalam percakapan, yaitu representative, direktif, komisif, dan ekspresif dan empat jenis pelanggaran maksim: pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relasi dan pelanggaran maksim cara. Terdapat enam alasan ditemukan dalam percakapan, yaitu untuk meyakinkan penerima, untuk menanyakan sesuatu, untuk menekankan sesuatu, untuk memberitahu sesuatu, untuk mengajak seseorang, untuk menolak sesuatu, dan untuk mengekspresikan perasaan. Kata Kunci : Kata Kunci: alasan, pelanggaran maksim, tindak tutur Abstract This study was designed in form of descriptive qualitative study with the aim of describing the flouting maxims in Hotel Transylvania 2 movie. Three techniques were used to collect the data, namely observation technique, selecting the data, and take a note the important information. The results of the study indicate that there are four kinds of speech acts found in the conversation, namely Representatives, Directives, Commisives, and Expressives and four kinds of flouting maxim: flouting maxim of quality, flouting maxim of quantity, flouting maxim of relevance, and flouting maxim of manner. There are six motives found in the conversation, namely to convince the addressee, to ask something, to stress something, to tell something, to invite someone, to reject something, and to express the feeling. keyword : Keywords: flouting maxims, motives, speech acts
An Analysis of Teaching Strategies of EFL Teachers in Tabanan Sub-District in Promoting Critical Thinking Skill in the 21st Century Education ., I Gusti Putu Hendranatha Wijaya; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa strategi mengajar dengan mengamati tantangan dan faktor keberhasilan yang dihadapi oleh guru dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis untuk siswa EFL. Penelitian ditulis dalam bentuk deskriptif kualitatif. Guru bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas di Kecamatan Tabanan merupakan subjek dari penelitian ini. Observasi dilaksanakan berdasarkan perekaman video, ceklist, dan metode interview. Kemudian, data yang dikumpulkan telah melalui observasi dan interview mendalam terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam satu semester serta pengamatan proses belajar mengajar dalam kelas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tipe strategi mengajar yang digunakan guru untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis dalam satu semester, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif (54%), penggunaan pertanyaan (25%), dan studi kasus (21%). Hasil interview terhadap guru menunjukkan bahwa ada dua tantangan yang dihadapi dalam mempromosikan kemampuan berpikir kritis, yaitu keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar. Guru diharapkan menggunakan empat strategi untuk mempromosikan kemampuan berpikir kritis yang lebih efektif kepada siswa, yaitu strategi kolaboratif atau kooperatif, penggunaan pertanyaan, studi kasus dan metode socratic. Pemberian instruksi yang beragam digunakan untuk menghadapi keragaman tingkat berpikir siswa dan kecenderungan siswa tidak terlibat untuk belajar.Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, strategi mengajar, tantangan, faktor keberhasilan This study aimed at analyzing teaching strategies while examining the enabling and challenging factors in promoting critical thinking skill for EFL students. This study is a descriptive qualitative research. The subject of this study is EFL teachers in a public school of Tabanan Sub-District. The instruments used in this study namely video recorder, observation sheets, and interview guides. The data of this study were collected based on in-depth observations and interviews based on document analysis and a direct observation. The observation results of this study show that there are three types of teaching strategies used by teachers in one semester. They are collaborative or cooperative strategy (54%), use of question strategy (25%), and case study strategy (21%). The interview results of this study show two enabling and challenging factors to promote critical thinking. They are heterogeneous students and disengaged students. Teachers are suggested to employ four teaching strategies to promote critical thinking skill effectively, namely collaborative or cooperative strategy, use of question strategy, case study strategy, and socratic questioning strategy. While, a differentiated instruction is suggested for teacher to cope with disengaged students.keyword : critical thinking, teaching strategy, enabling and challenging factors

Page 4 of 10 | Total Record : 95