cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2016): November" : 95 Documents clear
THE AFFIXATION OF BALINESE BATURINGGIT DIALECT ., I Gede Bages Rare Prabadesa; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah awalan dan akhiran, jenis item derivasi dan infleksi, dan morfologi menyerupai awalan dan akhiran di Bali Baturinggit Dialek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga informan sampel dari Dialek Bahasa Bali Baturinggit dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat awalan dan lima akhiran yang ada di Dialek Bahasa Bali Baturinggit. Awalan {ma-}, {n}, {pa-}, dan {ka-}. Akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, {-an}. Awalan dan akhiran bersifat infleksi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {-pa} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran bersifat derivasi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {ka-} dan akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, dan {-an}. Item morfologi menyerupai awalan dan akhiran adalah: proklitika (Ja-) dan (kelo-), dan enklitika (-nane).Kata Kunci : Kata kunci: Dialect Bahasa Bali Baturinggit, awalan dan akhiran derivatif, awalan dan akhiran inflektif, proklitika, dan enklitika. This study aimed to describe the number of prefixes and suffixes, the types of prefixes and suffixes, and the affixes-like morpheme found in Balinese Baturinggit Dialect. This research is a descriptive qualitative study. Three informants’ sample of Balinese Baturinggit Dialect were chosen based on a set criteria. The data were collected based on three technique, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are four prefixes and five suffixes existing in Balinese Baturinggit Dialect. The prefixes are {ma-}, {n-}, {pa-}, and {ka-} and the suffixes are {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, {-an}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {n-}, and {pa-} and suffix {-ang} and {-in}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefix {ma-}, {n-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, and {-an}. The morphological items resemble prefixes and suffixes are: proclitic (ja-) and (kelo-), an enclitic (-nane).keyword : Key Words: Balinese Baturinggit Dialect, derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, proclitic, and enclitic.
RELATIONSHIP BETWEEN THE CHOICE OF LEARNING STYLE AND THE SPEAKING ABILITY OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 2 SAWAN ., Dewa Gde Panji Prasetya; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Dr.Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi (1) gaya belajar yang paling sering di pilih oleh siswa dan (2) hubungan antara pilihan gaya belajar dengan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Yang dimana data itu dipersentasikan secara deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrument yaitu kuisioner, pedoman wawancara, dan nilai berbicara. Sample yang digunakan adalah 30 siswa yang diacak memilih di setiap kelas delapan di SMP Negeri 2 Sawan. Kuisioner gaya belajar di ambil dari seorang ahli Reid (1984) yang digunakan untuk mengumpulkan data gaya belajar siswa. Hasil menunjukan bahwa siswa lebih suka menggunakan gaya belajar visual dari pada gaya belajar yang lainnya karena mereka piker dengan menggunkan gambar dalam pemikiran mereka dan lebih mengerti beleajr dengan menggunakan visual display seperti, diagram buku, dan video. Hubungan antara pilihan gaya belajar dan kemampuan berbicara siswa menunjukan bahwa ada hubungan antara satu sama lain. Itu dapat dilihat dari hasil gaya belajar dan nilai berbicara siswa adalah ‘baik’ dan ‘sangat baik’.Kata Kunci : gaya belajar, kemampuan berbicara siswa This study aimed to investigate and (1) the most preference learning style which used by the students in eighth grade and (2) relationship between the choice of students’ learning style and students’ speaking ability. The design of this study was descriptive study. In which the data are presented descriptively. The data were collected by using three instruments, namely questionnaire, interview guide, and speaking score. Sample was 30 students randomly selected from the eighth grade students of SMP Negeri 2 Sawan. The Learning style questionnaire adapted from Reid (1984) was used to collect the data of the students’ learning style. The result showed that students preferred to used visual learning style rather than the other learning style because they think by using pictures in their brains and learn faster by using visual displays, such as diagrams, books, and videos. Relationship between the choice of learning style and students speaking score showed that there was relationship between each other. It can be seen from the score of students’ learning style and the students’ speaking score were ‘good’ and ‘very good’.keyword : Learning Style, Students’ Speaking Ability
DEVELOPING A LOCAL CULTURE BASED PICTURE BOOK AS A MEDIA TO TEACH ENGLISH FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 PAKET AGUNG ., Gde Arys Bayu Rewa; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan picture book berbasis budaya lokal sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung, dan (2) mengetahui kualitas dari picture book berbasis budaya lokal yang dikembangkan. Subjek dari penelitian ini adalah 40 siswa kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi, panduan wawancara, kuesioner, ceklis, rubrik, dan catatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti prosedur pengembangan berdasarkan model pengembangan Sugiyono yaitu identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Sehingga, pada akhir penelitian dihasilkan sebuah prototipe dari picture book berbasis budaya lokal. Picture book terdiri dari 15 halaman dan berdasar pada budaya lokal di dalam ceritanya. Berdasarkan kualitas media, media dikategorikan sebagai media yang bagus. Sehingga, media picture book berbasis budaya lokal ini cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas IV di SD Negeri 2 Paket Agung. Kata Kunci : budaya lokal, picture book, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This research aimed at (1) developing a local culture based picture book as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung, and (2) finding out the quality of local culture based picture book developed. The subject of this research was forty students of fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. The data of this research were obtained by using observation sheets, interview guide, questionnaire, checklist, rubric, and notes. This research was R & D (research and development) which followed several procedures based on Sugiyono’s model namely identifying potency and problem, collecting data, designing product, validating design product, revising design product, trying-out product, and revising product. Thus, there was a prototype product of a local culture based picture book at the end of this research. The picture book consisted of fifteen pages and is based on local culture in its story. For the quality, the media was as good media. Thus, it was proper to be used as a media to teach English for the fourth grade students of SD Negeri 2 Paket Agung. keyword : Local culture, picture book, teaching English for young learners
THE MORPHOLOGICAL PROCESSES OF BALINESE DIALECT SPOKEN BY BATUMULAPAN VILLAGERS: A DESCRIPTIVE STUDY ., Ni Made Arisani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi yang termasuk derivasi dan infleksi dari dialek Batumulapan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah penduduk asli dari dialek tersebut. Subjek dari penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melaksanakan observasi dan teknik perekaman. Data yang diperolah dikumpulkan dari tiga domain yang berbeda yaitu: domain keluarga, pertemanan dan persahabatan dan dianalisis dengan menggunakan prosedur dari data analisis yang diusulkan oleh Miles dan Huberman, (1984). Objek dari penelitian ini adalah afiksasi dari dialek Batumulapan yang termasuk derivasi dan infleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam jenis awalan di BDBM yaitu: awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-}. Ada satu jenis sisipan {-h-}., dan ada lima jenis akhiran di BDBM yaitu: akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}. Awalan dan akhiran yang termasuk derivasi di BDBM adalah awalan {me-} dan akhiran {-te}, {-an}, dan {-e}. Awalan dan akhiran yang termasuk infleksi di BDBM adalah awalan {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}, dan {h-}, sisipan {-h-) dan akhiran {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.Kata Kunci : Kata-kata kunci: afiksasi, dialek Batumulapan, proses derivasi dan infleksi This study aimed at describing the affixation which belongs to derivation and inflection of Balinese dialect spoken by Batumulapan villagers (BDBM) in Nusa Penida, Klungkung regency, Bali province. This research was a qualitative descriptive study. The subject of this study was the native speakers of the dialect. The subject was taken through purposive sampling technique. The data were collected by conducting observation and recording technique. The obtained data were collected in three different domains: family, friendship, and neighborhood domain, then analyzed by using the procedure of data analysis suggested by Miles and Huberman, (1984). The object of this study is affixation of BDBM that belongs to derivational and inflectional morpheme. The results of this research show that there are six kinds of prefixes: {me-}, {nge-}, {ng-}, {a-}, {ny-}, and {h-} in BDBM. There is one kind of infix {-h-}., and there are five suffixes: {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne} in BDBM. The prefixes and suffixes which belong to derivation in BDBM include: prefix {me-} and suffix {-te}, {-an}, and {-e}. Prefixes and suffixes in BDBM which belong to inflection include: Prefix {me-}, {nge-}, {ng-}, {ny-}, {a-}.and {h-}, infix {-h-) and suffix {-te}, {-an}, {-in}, {-e} and {-ne}.keyword : Key Words: affixation, Batumulapan dialect, derivational and inflectional processes
AN ANALYSIS OF TEACHER AND STUDENT TALK RELATED TO THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Md Gd Dwi Susantha s; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tuturan guru dan siswa selama interaksi kelas bahasa Inggris dan menjelaskan pelaksanaan strategi pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dalam hal jenis tuturan guru dan siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Singaraja dimana subyek penelitian adalah semua guru bahasa Inggris dan siswa kelas XI di kelas XI MIA 2, XI MIA 3, XI MIA 4, XI IBB, XI IIS 1. Desain ini studi adalah analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara konseptual mencoba untuk membuat identifikasi, mengatur, dan menganalisis dokumen untuk memahami makna. Sebagai prosedur ini penelitian, persiapan, observasi, wawancara, dan analisis yang digunakan untuk melakukan penelitian. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, instrumen manusia, kamera video, dan checklist. Data yang diperoleh dianalisis dengan menyalin dan mengkodekan data melalui Flanders Analisis Interaksi Kategori (FIAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua kategori interaksi kelas berdasarkan kategori FIAC terjadi di semua proses belajar mengajar; Deals with Feelings, Praises or Encouragement, Use Students’ Ideas, Asking Questions, Lecturing, Giving Directions, Criticizes of Authority, Students’ Response, Students’ Initiation, and Silence or Confusion (2) mengajar dan kegiatan belajar sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis siswa, semua guru menggunakan kategori FIAC untuk memfasilitasi mahasiswa dan untuk menerapkan pendekatan ilmiah. selebihnya, itu bisa meningkatkan pelaksanaan pembelajaran berbasis siswa dan membuat siswa terlibat secara aktif dibuktikan dengan frekuensi yang signifikan dan konsisten tuturan siswa yang terdiri dari response dan intiation.Kata Kunci : interaksi kelas, tuturan guru, tuturan siswa, pembelajaran berbasis siswa, kurikulum 2013, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC) This study aimed at analyzing types of teacher and students talk during English classroom interaction and explaining the implementation of learning strategies in Curriculum 2013 in terms of the types of teacher’s and student’s talk. The study was conducted in SMA Negeri 4 Singaraja in which the subjects of the study were all the English teachers and eleventh grade students in class XI MIA 2, XI MIA 3, XI MIA 4, XI IBB, XI IIS 1. The design of this study was discourse analysis with qualitative approach. The method used in this study conceptually tries to make an identification, organize, and analyze documents in order to understand the meaning. As the present research procedures, preparation, observation, interview, and analysis were used to conduct the study. The data were collected using observation sheet, human instrument, video camera, and checklist. The data obtained were analyzed by transcribing and coding procedure of Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). The result of the study showed that: (1) all categories of classroom interaction using FIAC occurred in all of the teaching and learning process; Deals with Feelings, Praises or Encouragement, Use Students’ Ideas, Asking Questions, Lecturing, Giving Directions, Criticizes of Authority, Students’ Response, Students’ Initiation, and Silence or Confusion (2) the teaching and learning activities are appropriate with the principles of students centered learning, all the teachers used the categories of FIAC to facilitate the students and to apply scientific approach. Moreover, it could also arise the students centered learning and make the students engaged actively proven by the significant and consistent frequency of students talk as students’ response and students’ initiation. keyword : classroom interaction, teacher talk, students talk, student centered learning, curriculum 2013, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC)
THE EFFECT OF RECIPROCAL TEACHING STRATEGY ON THE READING COMPREHENSION OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Gusti Komang Sukerti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan Reciprocal Teaching Strategy terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Posttest Only Control Group Design. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SMP kelas 8 sebanyak 60 siswa yang dikelompokan secara acak menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik yang digunakan untuk mengelompokan adalah teknik undian. Kelas VIII B5 terpilih menjadi kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy sedangkan kelas VIII B6 sebagai kelas kontrol diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar konvensionalPair work). Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik dan inferensial menggunakan SPSS versi 16.0. Hasilnya menunjukan bahwa kemampuan pemahaman membaca siswa yang diberi perlakuan menggunakan Reciprocal Teaching Strategy lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar Pair work. Ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata dari group eksperimen yaitu 83,90 sementara nilai rata-rata group kontrol yaitu 76,87. Disamping itu, hasil dari analisis t-test menunjukan bahwa nilai dari t-observe (tobv) yaitu 4.484. Nilai ini lebih tinggi dari nilai t-critical value (tvc) yaitu 2.003 pada level signifikan 0,05. Disamping itu, hasil dari perhitungan effect size yaitu 0,8, yang berarti bahwa Reciprocal Teaching Strategy mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Hasil ini menunjukan bahwa null hypothesis ditolak dalam penelitian ini. Kesimpulannya, Reciprocal Teaching Strategy memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa SMP kelas 8.Kata Kunci : Kata Kunci : Kemampuan Pemahaman Membaca, Reciprocal Teaching Strategy. This study aimed at determining the effectiveness of the use of Reciprocal Teaching Strategy on eighth grade students’ reading comprehension skill at junior high school. This study was an experimental study, which adopted Post-test Only Control Group Design. The samples of this study were the 8th grade of junior high school students, as many as 60 students were grouped randomly into control and experimental group by using lottery. Class VIII B5 was selected as experimental group which was treated using Reciprocal Teaching Strategy, while class VIII B6 as control group was treated by using conventional teaching strategy. The results of the obtained data were analyzed both statically and inferentially by using SPSS 16.0. The result showed that reading comprehension at the students who were taught by Reciprocal Teaching Strategy was significantly higher than the students who were taught by conventional teaching strategies (pair work). It was proven by mean score of experimental group was 83.90 while the mean score of control group was 76.87. Moreover, the result of t-test analysis showed that the t-observed (tobv) was 4.484. It was higher than the t-critical value (tvc) that was 2.003 at the level significant 0.05. Furthermore, the result of the effect size calculation was 0.8, which means that reciprocal teaching strategy has high influence on students’ reading comprehension. These results indicate that the null hypothesis was rejected. In conclusion, the used of Reciprocal Teaching Strategy gave a significant effect on students ‘reading comprehension skill of junior high school. keyword : Students ‘reading Comprehension Skill, Reciprocal Teaching Strategy
AN ANALYSIS OF PREFIXES AND SUFFIXES IN BUNUTAN DIALECT OF BALINESE: A Descriptive Study ., I Gusti Ayu Ngurah Shanti Ningrum; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9644

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal usul kata dan perubahan kata awalan dan akhiran dialek bahasa Bali Bunutan. Teknik yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, terdapat tiga narasumber yang dipilih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis awalan yang ditemukan di dialek Bunutan, yaitu {ma-}, {me-}, and {N-}, dan terdapat tiga akhiran: {-ang}, {-in}, and, {-nye} yang ditemukan di dialek bahasa Bali Bunutan. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk awalan asal usul kata {ma-}, {me-}, and {N-}, dan akhiran suffixes {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran di dialek bahasa Bali Bunutan yang termasuk perubahan kata awalan {N-} and akhiran {-ang}, {-in}, and, {-nye}. Kata Kunci : Kata-kata kunci: awalan, akhiran, asal usul kata, perubahan kata ABSTRACT This study was designed in the form of descriptive qualitative study. This study aimed at describing the derivational and inflectional prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese. The techniques used to collect the data were observation and interview. In this study, there were three informants chosen. The results of this study showed that there are three kinds of prefixes found in Bunutan Dialect, namely {ma-}, {me-}, and {n-} and there were three kinds of suffixes: {-ang}, {-in}, and, {-nye} which is found in Bunutan Dialect of Balinese. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {n-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {n-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}.Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to derivational were prefix {ma-}, {me-}, and {N-} and suffixes {-ang} and {-in}. Prefixes and suffixes in Bunutan Dialect of Balinese which belonged to inflection were prefix {N-} and suffix {-ang}, {-in}, and, {-nye}. keyword : Keywords: prefixes, suffixes, derivational, inflectional
DEVELOPING CHARACTER BASED STORYBOOKS FOR TEACHING ENGLISH FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS AT SDN 4 BANYUASRI IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Desi Nursari Andayani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9679

Abstract

The objectives of this study were (1) to develop character based storybooks to supplement the character education in English classes for the fifth grade students at SDN 4 Banyuasri and (2) to analyze the quality of the developed character based storybooks for teaching the fifth grade students at SDN 4 Banyuasri. The type of this study was developmental research which use Hannafin and Peck (1988) instructional design model. There were three phases in this study including need analysis, design, and development/implementation. In testing stages, the products were validated through a review by the experts. The instruments used to collect the data in this study were observation, interview guide, and questionnaire. The results of the study were (1) the developed storybooks were a simple cause and effect story which contained moral value messages which taught hard working and discipline character. (2) The mean score of the expert judgments for the developed storybooks was in range 4.73 – 4.95. According to quantitative data conversion which proposed by Suharto (2006), the quality of the product of the research could be categorized as very good. This means that the storybooks are ready for implementation in the classes.Kata Kunci : character education, media development, storybook Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan buku cerita berbasis karakter untuk melengkapi pendidikan karakter dalam pelajaran bahasa Inggris untuk kelas 5 di SDN 4 Banyuasri dan (2) mengevaluasi kualitas dari buku cerita yang dikembangkan untuk mengajar bahasa Inggris untuk kelas 5 di SDN 4 Banyuasri. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang model pengembangan dari Hannafin dan Peck (1988). Ada tiga fase dalam penelitian ini yaitu, need analysis, design, dan development/implemetation. Dalam tahap evaluasi, produk yang dikembangan divalidasi oleh para ahli. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini adalah (1) Buku cerita yang dikembangkan adalah cerita sebab dan akibat yang simple yang memiliki pesan tentang nilai moral yang dapat digunakan untuk mengajarkan karakter disiplin dan kerja keras. (2) nilai rata-rata dari penilaian para ahli untuk buku cerita yang dikembangkan berada di kisaran 4.20 – 5.00. Berdasarkan quantitative data conversion dari Suharto (2006), kualitas dari hasil dari penelitian ini bisa dikategorikan sebagai very good media. Ini berarti buku cerita yang dikembangkan bisa dimplementasikan di kelas.keyword : pendidikan karakter, pengembangan media, buku cerita
A STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING MODEL IN TEACHING ENGLISH FOR SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Nelly Elitta; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan penerapan discovery learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Singaraja, 2) untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh guru dalam penerapan discovery learning, 3) untuk menemukan solusi yang yang diberikan oleh guru dalam penerapan discovery learning selama proses belajar mengajar siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah peneliti, kamera video, lembar observasi, pedoman wawancara. Data dikumpulkan dengan merekam penerapan discovery learning model selama proses belajar mengajar dan mentranskip data yang sudah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses belajar mengajar, guru belum sepenuhnya menerapkan discovery learning model. Ini sejalan dengan persepsi guru. Guru belum sepenuhnya paham tentang discovery learning, oleh sebab itu guru mengalami kesulitan dalam menerapkan discovery learning. Selain itu, discovery learning sulit diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Guru juga mempunyai masalah dalam menentukan materi apa yang sesuai dengan discovery learning, terbatasnya waktu dan fasilitas yang mendukung proses belajar. Untuk mengatasi masalah dalam menentukan materi yang sesuai dengan discovery learning, guru akan mendiskusikan materi itu dengan guru yang lain. Sedangkan, untuk menimimalkan keterbatasan waktu, guru tidak menerapkan semua step dari discovery learning sebagai solusinya. Fasilitas kadang kurang mendukung proses belajar mengajar, oleh sebab itu guru biasanya membawa fasilitas yang diperlukan untuk mengantisipasi situasi jika fasilitas di sekolah tidak mendukungKata Kunci : Kurikulum 2013, discovery learning model, pembelajaran Bahasa Inggris ABSTRACT The purposes of this study were to 1) describe the implementation of discovery learning model in teaching English for seventh grade students of SMP Negeri 1 Singaraja, 2) to find out the problems faced by the teacher in implementing discovery learning model during the teaching-learning process in seventh grade at SMP Negeri 1 Singaraja and 3) to find out the solutions given by the teacher in implementing discovery learning model during the teaching-learning process for seventh grade students of SMP Negeri 1 Singaraja. This study was designed in that form of a qualitative research. The instruments which were used in gathering data were a researcher, a video camera, an observation sheet, and interview guides. The data were collected by recording the implementation of discovery learning during teaching-learning process and transcribing them. The result shows that in his teaching and learning process, the teacher was not fully implement discovery learning model. It was in line too with the teacher perception. The teacher did not have clear understanding about discovery learning, which causes him not to fully implement discovery learning. In addition, discovery learning was difficult to implement in language teaching. The teacher also had problems in determining the learning materials which were suitable to the discovery learning model, lack of time and the facilities to support the learning process. To solve the problem in determining the learning materials, the teacher discuss it with another teacher. While, to maximize the limited time, the teacher did not apply all stages in discovery learning completely as the solution. The facilities sometimes did not support teaching and learning process, so the teacher usually brought the facilities which were needed to anticipate the situation in which facilities in school did not support keyword : Curriculum 2013, discovery learning model, teaching English
THE CODE-MIXING ANALYSIS OF NUSA PENIDA DIALECT SPOKEN BY NUSA SARI VILLAGERS ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dan juga cara peduduk desa Nusa Sari untuk menggunakan pencampuran bahasa tersebut dalam berkomunikasi dengan orang lain di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah dua keluarga yang terdiri dari lima anggota keluarga. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumen Teknik. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen, yaitu: pedoman dalam wawancara, perangkat perekam, catatan dan pena. Dalam menganalisa data, menggunakan tiga domain: Persahabatan, Pertetanggaan, dan Keluarga. Ada tiga proses dalam menganalisis data: data reduksi, penggambaran data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga dialek yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari dalam komunikasi sehari-hari, seperti dialek Nusa Penida, dialek Jembrana, dan Bahasa Indonesia. Tapi dialek utama yang digunakan adalah dialek Nusa Penida dan dialek Jembrana karena Bahasa Indonesia memiliki frekuensi rendah untuk digunakan di masyarakat desa Nusa Sari. Ada dua jenis pencampuran bahasa yang digunakan oleh penduduk desa Nusa Sari, seperti Insertion dan Alternation. Sementara itu tidak ditemukan adanya penggunaan dari Congruent Lexicalization di dalam penelitian ini.Kata Kunci : jenis-jenis pencampuran bahasa, dialek Nusa Penida This study aimed to discover the types of code mixing used by Nusa Sari villagers and also the way Nusa Sari villagers used the code mixing to communicate with other people in the community. This study was a qualitative research. The informants were two families consisted of five family members. The data were collected based on three techniques, which were Observation, Interviewing, and Document Technique. The data were collected by using some instruments, namely: interview guideline, recording device, note and pen. The data were analyzed through the use of three domains: Friendship, Neighborhood, and Family. There were three processes in analyzing the data: data reduction, data display, conclusion drawing and verification. The results of the study showed that there were three codes spoken by Nusa Sari villagers in their daily communication, such as Nusa Penida dialect, Jembrana dialect, and Bahasa. But the major codes used were Nusa Penida dialect and Jembrana dialect since Bahasa had a low frequency in the community of Nusa Sari village. There were two types of code mixing used by Nusa Sari villagers, such as Insertion and Alternation. Meanwhile there was no used of Congruent Lexicalization found in this study.keyword : types of code mixing, Nusa Penida dialect

Page 8 of 10 | Total Record : 95