cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 293 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): November" : 293 Documents clear
POSITIVE AND NEGATIVE REINFORCEMENT USED BY ENGLISH TEACHERS TOWARDS STUDENTS WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) ., Kadek Anggun Pradnya Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan yang digunakan guru terhadap siswa dengan Attention Deficiti Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Fokus dari penelitian ini adalah jenis reinforcement yang digunakan, respon dari siswa ADHD serta pengaruhnya terhadap perilaku dan hasil belajar dari siswa ADHD. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan deskpripsi kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melibatan guru dan siswa ADHD. Objek penelitian ini adalah penguatan yang digunakan oleh guru terhadap siswa ADHD selama proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi, merekam vidio, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa guru di kedua kelas menggunakan penguatan positif dalam bentuk lisan maupun tindakan, seperti memanggil nama setelah meberikan pujian, memberikan tanggung jawab, memilih siswa ADHD terlebih dahulu, memberikan senyuman, menunjukan jempol, duduk dekat siswa ADHD, melakukan tos dan memberikan stempel. Selain itu, penggunaan penguatan negatif, seperti memberikan peringatan, pilihan, menunjukan gerak/isyarat dan mengambil beberapa barang yang hasilnya didukung oleh persepsi dari guru yang menyatakan bahwa penguatan memberikan pengaruh terhadap perkembangan sikap yang baik serta kemampuan siswa ADHD selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Hasil belajar, penguatan, perilaku, siswa ADHD This study aimed to analyze the reinforcement used by teachers towards student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The focus of this study was the types of reinforcements, the ADHD students’ responses, and its impact towards the ADHD students’ behavior and learning outcomes. This study used descriptive qualitative in the form of case study by involving the teachers and ADHD students. The objects of this study were the reinforcements used by the teachers towards the ADHD students during teaching and learning process. The data were collected by conducting observation with observation sheets, video recording, questionnaire, and interview. Based on the result of data analysis, it was found that the teachers used positive reinforcement both verbal and non-verbal, such as calling name after praising, giving responsibility, choosing ADHD student firstly, giving smile, showing thumb up, sit near ADHD students, high-five and giving stamp. Moreover, the negative reinforcements were giving warning, giving choice, showing gestures and taking things in which supported with the teachers’ perception which stated that reinforcement could give impact towards the improvement of the good behavior of ADHD students, included with their ability in learning during teaching and learning process.keyword : ADHD students, behavior, learning outcomes, reinforcement
POSITIVE AND NEGATIVE REINFORCEMENT USED BY ENGLISH TEACHERS TOWARDS STUDENTS WITH ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) ., Kadek Anggun Pradnya Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Ni Luh Putu Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan yang digunakan guru terhadap siswa dengan Attention Deficiti Hyperactivity Disorder (ADHD) di Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. Fokus dari penelitian ini adalah jenis reinforcement yang digunakan, respon dari siswa ADHD serta pengaruhnya terhadap perilaku dan hasil belajar dari siswa ADHD. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan deskpripsi kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan melibatan guru dan siswa ADHD. Objek penelitian ini adalah penguatan yang digunakan oleh guru terhadap siswa ADHD selama proses pembelajaran. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi, merekam vidio, kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa guru di kedua kelas menggunakan penguatan positif dalam bentuk lisan maupun tindakan, seperti memanggil nama setelah meberikan pujian, memberikan tanggung jawab, memilih siswa ADHD terlebih dahulu, memberikan senyuman, menunjukan jempol, duduk dekat siswa ADHD, melakukan tos dan memberikan stempel. Selain itu, penggunaan penguatan negatif, seperti memberikan peringatan, pilihan, menunjukan gerak/isyarat dan mengambil beberapa barang yang hasilnya didukung oleh persepsi dari guru yang menyatakan bahwa penguatan memberikan pengaruh terhadap perkembangan sikap yang baik serta kemampuan siswa ADHD selama proses pembelajaran.Kata Kunci : Hasil belajar, penguatan, perilaku, siswa ADHD This study aimed to analyze the reinforcement used by teachers towards student with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Aura Sukma Insani Bilingual Kindergarten. The focus of this study was the types of reinforcements, the ADHD students’ responses, and its impact towards the ADHD students’ behavior and learning outcomes. This study used descriptive qualitative in the form of case study by involving the teachers and ADHD students. The objects of this study were the reinforcements used by the teachers towards the ADHD students during teaching and learning process. The data were collected by conducting observation with observation sheets, video recording, questionnaire, and interview. Based on the result of data analysis, it was found that the teachers used positive reinforcement both verbal and non-verbal, such as calling name after praising, giving responsibility, choosing ADHD student firstly, giving smile, showing thumb up, sit near ADHD students, high-five and giving stamp. Moreover, the negative reinforcements were giving warning, giving choice, showing gestures and taking things in which supported with the teachers’ perception which stated that reinforcement could give impact towards the improvement of the good behavior of ADHD students, included with their ability in learning during teaching and learning process.keyword : ADHD students, behavior, learning outcomes, reinforcement
HIGHER EDUCATION STUDENTS PERCEPTION ON PERCEIVED OF EASE OF USE OF MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) ., Rangga Krisna Saputra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18693

Abstract

Perkembangan teknologi di abad 21 telah membawa banyak perubahan untuk pendidikan. Salah satu perubahannya adalah penggunaan perangkat mobile sebagai sarana yang efektif dan penting dalam pengajaran bahasa inggris. Banyak penelitian tentang mobile assisted language learning (MALL) pada konteks yang berbeda telah dilakukan yang menunjukkan banyak manfaat dari penggunaan MALL untuk pengajaran bahasa inggris. Tetapi, hanya sedikit penelitian terhadap MALL dilakukan di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan MALL di perguruan tinggi. Metode campuran sekuensial eksplanatif digunakan untuk menganalisis data. Kuisioner survei yang diadaptasi dari Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk mengumpulkan data secara kuantitatif dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data secara kualitatif. 163 mahasiswa dari program studi pendidikan bahasa inggris dipilih secara acak sebagai sampel untuk penelitian ini. Sesi wawancara melibatkan 10 mahasiswa yang dipilih secara acak dari seluruh sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan MALL di dalam pengajaran bahasa inggris. Mereka percaya bahwa MALL sangat mudah digunakan yang membawa banyak manfaat bagi mereka. Hasil-hasil tersebut memiliki implikasi kepada perancang kurikulum dan dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang interaktif dan otonomi di luar konteks ruang kelas.Kata Kunci : MALL, Perangkat seluler, Persepsi, TAM. The development of technology in 21st century has brought many changes to education. One of the changes is the use of mobile devices as effective and significant aids to English language learning. Many studies about mobile assisted language learning (MALL) in different contexts have been conducted that indicate the advantages of MALL for English Language Learning. However, there are still few studies on MALL conducted in higher education in Indonesia, especially in Bali. Therefore, this research was aimed to investigate students’ perception on the perceived of ease of use of MALL in higher education. Explanatory sequential mixed method was used to analyze the data. Survey questionnaire adapted from Technology Acceptance Model (TAM) was used to collect data quantitatively and interview guide were used to collect the data qualitatively. 163 English Language Education students were chosen randomly as the sample for this study. The interview involved 10 students who were selected randomly from the sample. The results show that the participants had positive perceptions toward the ease of use of MALL in English language learning. They believed that MALL is very easy to use that brings many advantages form them. These results have implication for the curriculum designers and lecturers to develop an interactive and autonomous learning beyond the classroom context.keyword : MALL, Mobile devices, Perceived of Ease of Use, Perception, TAM.
Reading Comprehension Difficulties of Eighth Grade Students of SMP N 2 Singaraja in the 2018-2019 Academic Year ., Ria Cristina; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, (2) penyebab kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, dan (3) strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP N 2 Singaraja untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan mereka dalam pemahaman membaca. Desain metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini terdiri dari 338 siswa kelas delapan dan 7 guru bahasa Inggris yang mengajar kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 124 kelas delapan dan 2 guru bahasa Inggris. Tes pemahaman membaca, panduan wawancara, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas delapan menghadapi kesulitan dalam menentukan ide utama, mengidentifikasi informasi spesifik, mengidentifikasi referensi, dan mengidentifikasi makna kata-kata. Penyebab utama kesulitan pemahaman bacaan siswa adalah item kosakata yang tidak dikenal / tidak dikenal, sementara bagian yang panjang, waktu yang terbatas, dan kurangnya latihan membaca dan belajar bahasa Inggris dianggap sebagai yang lain. Selanjutnya, strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan dalam pemahaman membaca, termasuk: strategi pengulangan, strategi prediksi atau tebakan, strategi mengisyaratkan, strategi pemindaian, dan strategi membaca sekilas.Kata Kunci : EFL, kemampuan membaca, kesulitan, sekolah menengah pertama This research was aimed at investigating: (1) the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, (2) the causes of the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, and (3) the strategies used by the English teachers in SMP N 2 Singaraja to help the eighth grade students solve their difficulties in reading comprehension. A mixed methods design was used in this research. The population of the research consisted of 338 students of the eighth grade and 7 English teachers teaching the eighth grade at SMP N 2 Singaraja. The samples of the research comprised of 124 eighth grades and 2 English teachers. Reading comprehension test, interview guide, and observation sheets were the instruments used to collect the data. The results show that the eighth grade students faced the difficulties in determining the main idea, identifying the specific information, identifying reference, and identifying the meaning of the words. The main cause for the students’ reading comprehension difficulty is unknown/unfamiliar vocabulary items, while lengthy passages, limited time, and lack of reading practice and studying English are considered as the other. Furthermore, the strategies used by the English teachers to help the eighth grade students solve the difficulties in reading comprehension, included: repetition strategy, predicting or guessing strategy, hinting strategy, scanning strategy, and skimming strategy.keyword : EFL, reading comprehension, difficulty, junior high school
The Effect of Reciprocal Teaching on Students’ Reading Comprhension in SMA N 1 Singaraja ., Kadek Yeyen Meyasa; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan pada pemahaman membaca siswa kelas X di SMA N 1 Singaraja yang diajar melalui strategi mengajar timbal balik dan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah eksperimental semu dengan menggunakan desain kelompok kontrol post-test. Populasinya adalah siswa kelas X SMA N 1 Singaraja. Pengambilan sampel acak kluster digunakan untuk memilih sampel. Sampel penelitian ini adalah siswa X MIA3 dan X MIA2. Setiap kelas terdiri dari 32 siswa. Kelompok eksperimen diajarkan melalui strategi pengajaran timbal balik sementara kelompok kontrol diajarkan melalui strategi konvensional. Post-test dilakukan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan IMB SPSS Statistics 25. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Nilai rata-rata untuk kelompok eksperimen adalah 70,84 sementara kelompok kontrol memperoleh 65,93. Statistik inferensial dilakukan dengan melakukan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa to > tcv (12.029 > 1.99897). Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan Strategi Pengajaran Reciprocal pada pemahaman membaca siswa kelas sepuluh di SMA N 1 Singaraja diterima. Ukuran efek dari penelitian ini adalah 0,50725. Itu diklasifikasikan ke dalam efek sedang.Kata Kunci : Eksperimen, Pemahaman Membaca, Strategi Mengajar Timbal-Balik This study aimed at determining whether or not there was a significant difference on tenth grade students’ reading comprehension in SMA N 1 Singaraja who were taught by using reciprocal teaching strategy and conventional strategy. The design of this study was quasi-experimental design utilizing post-test only control group design. The population was tenth grade students of SMA N 1 Singaraja. Cluster random sampling was used to select the sample. The samples of this study were X MIA3 and X MIA2 students. Each class consisted of 32 students. The experimental group was taught by using reciprocal teaching strategy meanwhile control group was taught by using conventional strategy. Post-test was conducted to collect the data. The data was analyzed descriptively and inferentially by using IMB SPSS Statistics 25. The result showed that experimental group obtained better score than control group. The mean score for experimental group was 70.84 while control group obtained 65.93. Inferential statistics was done by conducting t-test. The result showed that to > tcv (2.029 > 1.99897). It indicated that stated there is a significant different of the implementation of Reciprocal Teaching Strategy on tenth grade students’ reading comprehension in SMA N 1 Singaraja was accepted. The effect size of this study was 0.50725. It was classified into medium effect.keyword : Experiment, Reading Comprehension, Reciprocal Teaching Strategy
DEVELOPING ICT-BASED LEARNING MEDIA USING CAMTASIA FOR FOURTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL IN SD 3 BANJAR JAWA ., Ni Luh Tresnia Widyantari; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18771

Abstract

The use of ICT-based learning media were rarely used to present learning material especially in the form of video made by using Camtasia Studio. The purpose of this study is to develop learning media in form of video made by using Camtasia Studio and to identify the quality of Camtasia video as learning media for fourth grade student. Thirty students of fourth grade students in SD 3 Banjar Jawa involved in implementation. Questionnaire was used to get response from the students and their English teacher. The result is significance and gets positive respond from the students and the teacher. The quality of the media assessed by three experts is excellent, good, and average. It suggested for the teachers to involve this media in learning process. It also suggested to the next researcher to conduct the related study in depth.Kata Kunci : Camtasia Studio, media for learning, young learner Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT jarang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya media dalam bentuk video yang dibuat menggunakan aplikasi Camtasia Studio. Penelitian ini bertijuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video yang dibuat menggunakan Camtasia Studio dan untuk mengidentifikasi kualitas dari video tersebut sebagai media pembelajaran.untuk siswa kelas empat. Tiga puluh siswa dari kelas empat di SD 3 Banajr Jawa terlibat dalam proses implementasi. kuisioner digunakan untuk mendapatkan tanggapan dari siswa dan guru bahasa Inggris, Hasil dari penelitian ini signifikan dan mendapat tanggapan positif dari para siswa dan guru. Kualitas dari media tersbut yang dinilai oleh tiga ahli dinilai semua sangat baik, baik, dan rata-rata. Disarankan kepada para guru untuk melibatkan media daam proses belajar. Hal ini pula disarankan pula untuk peneliti lainnya untuk melakukan penelitian sejenis lebih dalam lagi.keyword : Camtasia Studio, media pembelajaran, pelajar muda
Affixation of Balinese Language Sembiran Dialect A descriptive Study ., NI LUH MIA ADNYANI; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Wayan Swandana, S.S., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis afiks dan proses morfologi yang ditemukan dalam dialek Sembiran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga contoh informan dipilih berdasarkan kriteria. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara. Beberapa instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu alat perekam, peneliti itu sendiri, panduan wawancara dan observasi. Ada empat proses dalam menganalisis data, diantaranya koleksi data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3 jenis afiks yang memiliki aturan penting dalam mengkonstruksi kata dalam dialek Sembiran. Ada empat jenis awalan yaitu {ke}, {n-}, {ma-}, dan {pati-}. Akhiran {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ} dan {-nya}. Confix {ma-an} dan {ma-ang}. Tidak ada infix ditemukan dalam dialek Sembiran. Imbuhan yang termasuk dalam proses turunan yaitu awalan {ma-} dan {n-}, { akhiran {-an}, {-ang}, {-in} dan confix {ma-an} yang termasuk dalam proses derivasi. Sementara itu, ada empat awalan, enam sufiks dan dua konfiks yang merupakan bagian dari proses infleksional dalam dialek Sembiran. Awalannya adalah {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, sufiksnya adalah {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, dan konfigurasinya adalah {ma-an} dan {ma-ang}.Kata Kunci : Dialek Sembiran, Derivasi Morfologis, Infeksi Morfologis, Jenis-jenis afiks. The study aimed at describing the kinds of affixation and the morphological process are found in Sembiran dialect. This research is a descriptive qualitative research. There are three informant samples chosen based on a set of criteria. The obtained data are collected based on three techniques, namely: observation, recording, and interview techniques. The instruments used to collect the data are tape recorder, the researcher, interview guide and observation. There are four steps of analyzing the data, those are: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verifying. The results of this study show that there are three kinds of affixes which have important rules in constructing the word in Sembiran dialect. Such as four kinds of prefix include {ke}, {n-}, {ma-}, and {pati-}. Suffix {-a}, {-an}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, and {-nya}. Confix {ma-}+{-an} and {ma-}+{-ang}. There is no infix found in Sembiran dialect. However the affixes which are belonged to derivational process such as prefix {ma-}, and {n-}, suffix {-an}, {-ang}, {-in} and confix {ma-an} which belong to a derivational process. Meanwhile, there are four prefixes, six suffixes and two confixes that belonged to an inflectional process in Sembiran dialect. The prefixes were {ke}, {ma-}, {n-} dan {pati-}, the suffixes were {-a}, {-ang}, {-ȇ}, {-in}, {-nȇ}, {-nya}, and the confixes were {ma-an} and {ma-ang}.keyword : The kinds of affixation, Sembiran dialect, Morphological derivational, Morphological Inflectional
The Implementation of Mobile Assisted Language Learning (MALL) Strategy through Quizizz Application in Grammar Class of English Language Education UNDIKSHA ., Nyoman Ayu Purnama Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18782

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengimplementasian strategi MALL (Mobile Assisted Language Learning) melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) dan mengetahui bagaimana respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar). Penilitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk memberikan deskripsi detail tentang proses pembelajaran di kelas tentang pengimplementasian strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas bedasarkan data yang didapatkan melalui kelas observasi dan juga digunakan untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz di kelas yang didapatkan melalui jurnal refleksi siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas grammar (mata kuliah Complex English Grammar) di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Hasil dari penitian yakni; siswa-siswa mengikuti aktivitas pembelajaran dan pengajaran yang konsisten yang mana proses pembelajaran bedasarkan prosedur pembelajaran dan pengajaran, namun terdapat sedikit perbedaan pada pengadaan kuis menggunakan aplikasi Quizizz yaitu waktu yang ditentukan untuk mengerjakan kuis, topik dan sesi aktivitasnya. Sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan strategi MALL melalui aplikasi Quizizz yaitu mereka merasa senang, tidak bosan, terhibur dan lain lain. Mereka juga mengaggap bahwa aplikasi Quizizz adalah aplikasi tambahan yang penting digunakan pada pembelajaran grammar. Namun, koneksi, kuota internet dan juga waktu yang terbatas dalam pengerjaan kuis menjadi hambatan dan kelemahan pada aplikasi Quizizz bagi sebagian besar siswa. Kata Kunci : Aplikasi Quizizz, Complex English Grammar, Mobile Assisted Language Learning, Strategi MALL This study aimed at describing the implementation of MALL (Mobile Assisted Language Learning) strategy through Quizizz application in grammar class and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in grammar class (Complex English Grammar course). A descriptive qualitative analysis was used in this study to give detailed description about the implementation of MALL strategy through Quizizz application in the classroom based on the data collected from classroom observation and the students responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application in teaching and learning process based on the data collected from students reflective journal. This study was conducted in a grammar class (Complex English Grammar course) of English Language Education UNDIKSHA. The results showed that; in implementing MALL strategy through Quizizz application in grammar class, the students followed consistent activity in which the teaching and learning process based on the teaching and learning procedure, but how the Quizizz application implemented were slightly different in terms of time allocated, topic and the session of activity to conduct Quizizz application. Most of students gave positive responses toward the use of MALL strategy through Quizizz application such as felt excited, happy, fun, not boring, entertaining, etc and also considered Quizizz as an important supplementary tool in learning grammar. However, internet connection, quota and time limitation given in answering questions became the weaknesses and limitations of Quizizz application for them. keyword : Complex English Grammar, MALL strategy, Mobile Assisted Language Learning, , Quizizz Application
EFL LEARNING ACTIVITIES BASED ON THE 2013 CURRICULUM AT THE SENIOR VOCATIONAL SCHOOL ., Ni Nyoman Pradnyani Prawira; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18783

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengevaluasi perencanaan kegiatan belajar oleh guru, 2) untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan belajar oleh guru, dan 3) kendala dalam perencanaan dan implementasi pembelajaran di SMK Negeri 1 Sawan. Digunakan tiga instrument untuk mengumpulkan data, yaitu 1) rencana pelajaran yang disiapkan oleh guru, 2) daftar observasi yang digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam melaksanakan kekegiatan pembelajaran 3). wawancara mendalam untuk mengidentifikasi kendala dalam perencanaan serta pelaksanaanya didalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa guru mampu merancang dan melaksanakan rencana berdasarkan rencana kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013. Namun terdapat kendala yang dihadapi oleh guru. Kendala perencanaan ditemukan pada 1) menyatakan kompetensi dasar, 2) menyatakan tujuan pembelajaran dan 3) menyesuaikan kegiatan pemebelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kesulitan yang ditemukan dalam melaksanakan rencana pelajaran tersebut, terutama dalam 1) melaksanakan kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan konteks pembelajaran, perbedaan siswa, tujuan belajar, dan pengetahuan siswa sebelumnya, dan 2) melaksakan apersepsi pembelajaran dan menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa 3) ketidakmampuan menggunakan media untuk membuat pesan informatif 4) ketidakmampuan untuk menjaga antusiasme siswa. Guru EFL disarankan untuk mempelajari pedoman Kurikulum 2013 dan bekerja kolaboratif dengan guru EFL lainnya.Kata Kunci : perencanaan, pengimplementasian, kendala The research aimed at 1) evaluating the teachers’ learning activities planning, 2) evaluating the teachers’ learning activities implementation, and 3) identifying and understanding the teachers’ constraints in EFL learning activity planning and implementation at the Senior Vocational School 1 Sawan. The three instruments administered to collect the data were namely 1) lesson plans prepared by the EFL teachers, 2) an observation checklist used to analyze the teachers’ ability in implementing such lesson plans, and 3) an in-depth interview for identifying constraints in planning as well implementation in the classrooms. The obtained data were analyzed descriptively for instructional meanings. The result shows the EFL teachers were able to design and implement such lesson plans based on the 2013 Curriculum. However, they were confronted with constraints. The planning constraints were found in 1) stating the basic competence, 2) stating the learning objectives and 3) designing learning adjusted to students’ characteristics. The difficulties were found in implementing such lesson plans, especially in 1) implementing learning activities adjusted to learning contexts, students’ differences, learning goals, and students’ prior knowledge, and 2) implementing the learning apperception and explaining the learning objectives to students’ 3) inability to use the media to create informative message 4) inability to maintain students enthusiasm. The EFL teachers are suggested to study the 2013 Curriculum guidelines and work collaborative with other EFL teachers.keyword : planning, implementing, constraint
The Effect of Audio Visual Media on The Tenth Grade Students' Speaking Ability at SMA N 1 Sawan ., MADE DYAN WIDHIADNYANI KUNDE; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18784

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari media audio visual pada kemampuan berbicara siswa di SMA N 1 Sawan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 248 siswa dan sampel penelitian ini adalah kelas X IPA 1 dan kelas X IPB 1, di mana 36 siswa kelas X IPA 1 berada dalam kelompok eksperimen dan kelas X IPB 1 yang terdiri dari 36 siswa berada dalam kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berbicara, rencana pelajaran dan rubrik berbicara untuk menilai siswa berbicara. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 78,61 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 73,88. Ini berarti bahwa skor rata-rata pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada skor rata-rata pada kelompok kontrol. Hasil uji t menunjukkan 0,039 (Sig.2-tailed). Ini menunjukkan ada pengaruh signifikan media audio visual pada kemampuan berbicara siswa di SMA N 1 Sawan. Disarankan bahwa guru bahasa Inggris yang memiliki masalah serupa harus mencoba menggunakan media audio visual untuk mengajar berbicara. Kata Kunci : berbicara, mengajar berbicara, media audio visual ABSTRACT This study aimed to investigate whether there was a significant effect of audio visual media on the students’ speaking ability at SMA N 1 Sawan. The present study was an experimental research that used post-test only control group design. The population of this study were 248 students and the sample of this study was class X IPA 1 and class X IPB 1, where 36 students of class X IPA 1 was in experimental group and class X IPB 1 that consisted of 36 students was in control group. The instruments used for collecting the data were speaking test, lesson plan, teaching scenario for the treatment and speaking rubric for assessing speaking. The data were analyzed descriptively and inferentially by using SPSS 24 program. The result of the study showed that the mean of experimental group was 78.61 while the mean of control group was 73.88. It means that mean score in the experimental group is higher than mean score in control group. The result of t test showed .039 (Sig.2-tailed). This indicated there is a significant effect of audio visual media on the students’ speaking ability at SMA N 1 Sawan. It is suggested that English teachers who have similar problems should try using audio visual media for teaching speaking. keyword : speaking, teaching speaking, audio visual media