cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
PERANCANGAN PETA ONLINE MENGGUNAKAN MAPSERVER UNTUK MEREALISASIKAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL (IDS) SERTA SIMULASI PEMANFAATANNYA DALAM UPAYA MEMFASILITASI TUKAR GUNA DATA SPASIAL (Studi Kasus Analisis Wilayah Terdampak Banjir di Kota Singaraja) Eka Putra, I Wayan Krisna
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2194

Abstract

This research aim to simulate the use of local SDI to geospatial data sharing about a case studyanalysis of flood area in Singaraja City. Design of SDI in this research using MapServer software, while theanalysis of flood area using ArcGIS software. The main data that used are map of the road, distribution of theschool, landuse, river and contour. The results of this research define a SDI that facilitates to user to accessgeospatial data that distributed in each of agency. The results of flood area are ( + 1.192.399 m2), rice field(+ 170.371 m2), moor (+ 40844 m2), garden ( + 326.404 m2), school (8 school), dan some of the roadnetwork.Keyword : SDI, geospatial data sharing, flood.
Eksistensi Sistem Subak Di Era Modern Suratha, I Ketut
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2195

Abstract

Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur system pengairansawah yangdigunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Sebagai suatu organisasi, subakmempunyai pengaruh dengan awig-awig (aturan-aturan keorganisasian), baik tertulis maupuntidak tertulis. Subak memiliki sumber air bersama. Sumber air bersama ini dapat berupaempelan (bendungan) di sungai, mata air, air tanah, ataupun saluran utama suatu systemirigasi yang melengkapi beberapa subak.Secara eksternal, subak mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting salampembangunan pertanian dan pedesaan di Bali yaitu pelaksanaan berbagai pembangunanpertanian lahan basah serta dalam hal menunjang pembangunan KUD.Secara internal, subak mempunyai peranan, fungsi dan tugas yang sangat penting danmutlak bagi kehidupan anggota-anggotanya dalam hubungan dengan pertanian. Untukmenjaga subak supaya tetap eksis, perlu adanya transformasi pada organisasi tersebut tanpamengubah nilai-nilai budayanya. Seperti mendorong dan memfasilitasi pembentukan wadahkordinasi antar subak dalam lingkungan suatu tujuan-tujuannya yaitu mencegah timbulnyakonflik dalam pemanfaatan air antar subak dengan pada bendungan yang sama,mengkoordinasikan pengalokasian air secara lebih adil, pengaturan pola tanam dan jadwaltanam antar subak yang terkait.Kata kunci: eksistensi subak, era modern
PENGARUH KESESUAIAN LAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS LAHAN KERING UNTUK TANAMAN KEDELAI DI KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG Udaya Maitri, Nyoman alita
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2196

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Kesesuaian lahan kering untuk tanaman kedelai di Kecamatan Dawan, (2)Produktivitas lahan kering untuk tanaman kedelai di Kecamatan Dawan, dan (3)Pengaruh kesesuaian lahan terhadap produktivitas lahan kering untuk tanamankedelai di Kecamatan Dawan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalahmetode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumusstatistik tri serial. Berkenaan dengan itu, dilakukan penelitian denganmenggunakan data yang bersumber dari keadaan fisik tanah, kimia tanah, fisiklahan, biaya-biaya masukan teknologi dalam pengolahan lahan, dan pendapatankotor petani. Hasil penelitian menunjukkan (1) Seluruh unit lahan yang ditelitidari Bentuklahan Asal Marin dan Volkanis (kecuali yang terkena aliran lahar)sesuai untuk tanaman kedelai dengan kelas kesesuaian S2-S3, sedangkan untukBentuklahan Asal Denudasional seluruhnya tidak sesuai. (2) Produktivitas lahanrata-rata di Kecamatan Dawan adalah Rp 1.761.032,- dengan produktivitastertinggi terdapat pada unit lahan 1 dengan kelas kesesuaian lahan S2 sebesar Rp3.423.000,-, produktivitas sedang terdapat pada unit lahan 10, 13, 15, dan 16dengan kelas kesesuaian lahan S3 rata-rata sebesar Rp 2.205.647,-, produktivitasrendah terdapat pada unit lahan 7, 18, dan 21 dengan kelas kesesuaian lahan N1rata-rata sebesar Rp 1.313.155,-, dan produktivitas sangat rendah terdapat padaunit lahan 24 dan 26 dengan kelas kesesuaian lahan N2 sebesar Rp 712.636,-. (3)Setelah diuji berdasarkan hasil rhitung yang besarnya 0,98135 lebih besardibandingkan dengan r product moment yaitu 0,148 dengan jumlah sampel (N) =171 dan taraf signifikansi 95%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antarakesesuaian lahan dengan produktivitas lahan kering untuk tanaman kedelai diKecamatan Dawan terdapat korelasi positif yang signifikan.Kata Kunci : Pengaruh, Kesesuaian Lahan, Produktivitas Lahan, TanamanKedelai
PERENCANAAN KOTA SEBAGAI PENGENDALI PEMBANGUNAN KOTA Sutarjo, Sutarjo
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2197

Abstract

Produk rancangan kota mengacu pada bentuk dan struktur tata lingkunganyang berorientasi dalam konteks tiga dimensi. Panduan rancangan kota yangtelah disepakati diwujudkan dalam bentuk peraturan daerah (perda) yangdisosialisasikan kepada aktor pembangunan kota yaitu pengelola kota,pemerintah kota, swasta/investor dan masyarakat luas. Sebagai produk yangformal panduan rancangan pembangunan kota, dalam pelaksanaannya harusdikawal dan dimonitoring sehingga dapat berjalan sesuai rencana danberkelanjutan.Kata kunci : Perencanaan, Pengendali, Kota
Kesesuaian Lahan Kuantitatif untuk Tanaman Mangga di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng (Tinjauan Geografi Pertanian) Putra Adnyana, I Gede Ade
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2198

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng yangbertujuan untuk mengetahui: (1) Ketepatan masukan teknologi terhadappembatas-pembatas kesesuaian lahan pada masing-masing unit lahan untuktanaman mangga, (2) Produktivitas lahan kering pada masing-masing unit lahanuntuk tanaman mangga, (3) Hubungan ketepatan masukan teknologi pada masingmasingunit lahan terhadap produktivitas lahan kering untuk tanaman mangga.Objek penelitian ini adalah ketepatan masukan teknologi dan produktivitas lahankering untuk tanaman mangga. Subjek dalam penelitian ini adalah petani tanamanmangga pada unit lahan yang ditanamai tanaman mangga. Sampel dalampenelitian ini adalah titik-titik tertentu dari 7 unit lahan kering untuk tanamanmangga dan petani mangga berjumlah 99 orang. Metode pengumpulan data yangdigunakan adalah metode observasi, metode pencatatan dokumen dan metodekuisioner. Analisis data ketepatan masukan teknologi menggunakan analisisdeskriptif kualitatif berdasarkan ecological approach dengan tema human activityand environment analysis. Sedangkan mencari hubungan ketepatan masukanteknologi dan produktivitas lahan kering menggunakan anlisis deskriptifkuantitatif dengan analisis Product Moment. Berdasarkan data yang diperoleh,hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata ketepatan masukan teknologimencapai tahap pelaksanaan 42,32% termasuk dalam katagori sedang. Unit lahan2 menunjukkan nilai tertinggi mencapai tahap pelaksanaan 50,77% termasukdalam katagori sedang, sedangkan unit lahan 7 menunjukkan nilai terendahmencapai tahap pelaksanaan 37,78% termasuk dalam katagori kurang baik, (2)Rata-rata Produktivitas lahan kering mencapai Rp. 1.503.280,26. Produktivitaslahan kering tertinggi ditunjukkan oleh unit lahan 2 mencapai Rp. 2.150.000,00,sedangkan produktivitas lahan kering terendah ditunjukkan oleh unit lahan 5mencapai Rp. 1.202.000,00, (3) Berdasarkan tingkat kesesuaian lahan makaketepatan masukan teknologi untuk mengatasi pembatas-pembatas kesesuaianlahan pada tingkat sub kelas berpengaruh positif terhadap produktivitas lahankering untuk tanaman mangga pada masing-masing unit lahan di KecamatanTejakula.Kata kunci: ketepatan masukan teknologi, produktivitas lahan kering untuktanaman mangga
SEKTOR INFORMAL SEBAGAI KATUP PENGAMAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TIDAK TERAMPIL (UNSKILLED WORKERS) (KASUS PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA YOGYAKARTA) Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2199

Abstract

This study focuses on angkringan trader profile relationship as a safety valveunskilled workers in the city of Yogyakarta. This study is a fundamental anddescriptive survey of 45 angkringan trader in Yogyakarta. The data were collectedthrough structured interviews and observation is further analyzed using adescriptive. The results showed that the majority of angkringan trader is a middleagedin labor force and dominated by men. The Highest level of education theyare able to accomplish is a elementary school, senior high school and junior highschools. Angkringan trader mostly local workers from Yogyakarta, some aremigrant workers who come from Klaten, and Gunung Kidul. Income that could beobtained ranged between Rp 600,000 - Rp 1,500,000 per month. A small part ofangkringan trader have side jobs as laborers and becak with additional incomebetween Rp 300,000-Rp 500,000 per month. The main reason they chose theseefforts are not require special skills. Angkringan is a safety valve in the absorptionof unskilled workers. This fact supported by the responses of respondents said anangkringan trader because required of skill is not too special. The positive impactof angkringan trader visible presence in the social and economic consequences offavorable economic growth and reduce the unemployment rate in the city ofYogyakarta. This Small businesses have proven to be invisible hand for economicdevelopment in the city of Yogyakarta.Keywords: Angkringan Trader, Safety Valve, Unskilled Workers
POLA PERSEBARAN MANGROVE DI INDONESIA (Analisis Potensi dan Ancaman terhadap Populasinya) Ananda Citra, I Putu
Media Komunikasi Geografi Vol 14, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v14i2.2201

Abstract

Mongrove merupakan ekosistem hutan di pesisir yang memiliki fungsi ekologisyang sangat penting. Indonesia adalah Negara yang berbentuk kepulauan yang secaralangsung memiliki pantai terpanjang di dunia. Sebagai Negara yang berklim tropis,hampir di setiap pantai di Indonesia terdapat kawasan hutan mangrove khususnyapantai yang memiliki syarat tumbuh spesies ini. Potensi yang sangat besar darimangrove harus dilestarikan karena banyak manfaat yang diperoleh dari keberadaanmangrove. Pesatnya pembangunan di Indonesia khususnya di wilayah pesisirmerupakan ancaman bagi eksistensi populasi mangrove. Artikel ini akanmendeskripsikan potensi mangrove dan pola persebarannya di Indosesia serta ancamaneksistensi mangrove dalam pesatnya pembangunan di Indonesia. Berbagai fungsi danmanfaat baik terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi, mewajibkan untuk adanyakonservasi dan menjaga dan mengembangkan kelestarian hutan mangrove.Kata kunci: mangrove, potensi, ancaman
BENTANG BUDAYA PEDAGANG DITINJAU DARI KONSEPTRI WARA DI PASAR TRADISIONAL DESA MENANGA Christiawan, Putu Indra; Lestari, Ni Wayan Selfi
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.967 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10169

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Menanga, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi aktivitas pedagang berdasarkan Tri Wara di pasar tradisionalDesa Menanga dan (2) mengkaji hubungan tempat tinggal dengan aktivitas berdagang pedagang dipasar tradisionalDesa Menanga.Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pedagangmenerapkanTri Wara sejak berdirinya pasar tradisional di Desa Menanga.Aktivitas hari Kajeng dimulai saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) sedangkan aktivitas hari Beteng dimulai saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Penerapan Tri Wara dilakukan atas kesepakatan pedagang dan tidak ada aturan secara tertulis. Perbedaan tempat tinggal menunjukkan adanya variasi budaya terhadap aktivitas, yaitu pedagang yang bertempat tinggal di dalam Desa Menanga memulai aktivitas saat Tengah Lemeng (01.00-02.00 wita) dan yang bertempat tinggal di luar Kabupaten Karangasem saat Das Ngelemahang (02.00-03.00 wita). Dengan kata lain, semakin dekat jarak tempat tinggal dengan lokasi pasar, maka semakin awal pedagang memulai aktivitas perdagangan di pasar tradisional Desa Menanga.
POTENSI KONFLIK DI DAERAH TUJUAN TRANSMIGRASI (KASUS SAMPIT DAN MESUJI) Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.869 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11422

Abstract

Program transmigrasi yang digalakkan oleh pemerintah sebagai salah satu program kebijakan kependudukan tidak selamanya membawa berkah bagi kaum transmigran. Dibalik potensi kehidupan yang lebih terjamin, dalam program ini juga menyimpan potensi konflik yang setiap saat bisa meletus. Artikel ini menguraikan potensi konflik di daerah tujuan transmigrasi disertai dengan beberapa kasus yang telah terjadi. Potensi terjadinya konflik di daerah transmigrasi sangat besar, terjadi karena tidak adanya kesesuaian budaya pendatang dengan budaya lokal, fanatisme kedaerahan, kecemburuan terhadap keberhasilan penduduk pendatang, dan perilaku penduduk pendatang yang menyinggung kebiasaan atau adat-istiadat penduduk lokal. Konflik juga terjadi disebabkan oleh faktor lingkungan utamanya berkaitan dengan teori ketamakan serta teori kemerosotan dan kelangkaan sumberdaya alam. Hasil studi empiris yang dipaparkan memperkuat teori yang sudah ada. Berbenturnya sifat-sifat negatif yang dimiliki masing-masing etnis menjadi akar konflik etnis Madura dengan etnis Sampit. Pada sisi lainnya teori ketamakan menjadi basis timbulnya konflik di Mesuji Lampung.
Pelestarian Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal (Local Wisdom) di Desa Tenganan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Adnyana, I Gede Ade Putra; Maitri, Nyoman Alita Udaya
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1896.652 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i2.11425

Abstract

Alam semesta diyakini sebagai satu kesatuan yang utuh oleh masyarakat Bali. Berdasar pada keyakinan tersebut dipahami bahwa manusia merupakan bagian dari lingkungan. Manusia berlandaskan norma-norma tidak tertulis yang diwariskan dalam mengatur perilakunya untuk mengelola lingkungan hidup. Norma yang dimaksud yakni kearifan lokal suatu wilayah. Desa Tenganan merupakan salah satu wilayah yang memiliki kearifan lokal yang kental dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Masyarakat Tenganan memiliki paham Jaga Satru dan Sekta Indra untuk mencegah kerusakan lingkungan, sedangkan upaya mengatasi permasalahan lingkungan hidup masyarakat di tenganan mengenal 5 tahapan terhadap pelaku perusak lingkungan, yakni: (1) Dosen, (2) Sikang, (3) Penging, (4) Sapa Sumaba, dan (5) Kesah. Lima tahapan terhadap pelaku perusakan lingkungan hidup bukan saja merupakan sistematika berupa hukuman, tetapi meliputi upaya perbaikan diri pada setiap tahapannya. Masyarakat diberikan tahapan memperbaiki diri sampai tahap keempat (Sapa Sumaba). Apabila masyarakat masih melakukan pelanggaran terhadap lingkungan hidup, maka orang tersebut dilepas statusnya dari keanggotaan masyarakat.

Page 2 of 35 | Total Record : 341