cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
STUDI KEMITRAAN DESA ADAT DENGAN PELAKU USAHA WISATA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BIOROCK DI DESA PEMUTERAN Wahyuni, Made Arie
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.314 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9025

Abstract

This research was conducted in the village of Pemuteran with goal 1) identify potential tourism partnership for the development of ecotourism Biorock in Pemuteran, 2) describe the form of partnerships undertaken indigenous villages in the development of ecotourism Biorock in Pemuteran Beach, and 3) to analyze the contribution of partnership in development Biorock ecotourism in Pemuteran Bay. The method used is a survey method to gather information that is qualitative, and is supported by direct observation in the field, and in-depth interviews (indepht interview). The sample is determined by using purposive. The data analysis was done by using qualitative descriptive analysis of the tourism potential partnership, forms partnerships with entrepreneurs indigenous villages travel. As for the contribution of a partnership for the development of ecotourism in Attractions Biorock in the village of Pemuteran using quantitative descriptive analysis. The results showed: (1) The potential of tourism covers four aspects that must be managed. The management will be easier if partnership with other parties. The partnership aspect that attractions such as coral reef cultivation, travel accommodations, such as hotels and restaurants, such as access roads and signs rambunya and institutional form of the governing body; (2) There are two Forms Partnership Contract Governance is a form of partnership where private sector partners were given the responsibility for managing the infrastructure / facilities owned by the government or the indigenous villages. Aspects of the contracted is an office within an organization / management course, and Contract Concessions occur because businesses Travellers own the land, it can open a business in accordance with their ability; (3) Form partnerships contribute positively to the development of ecotourism Biorock. Both forms of partnerships that contribute to the development of ecotourism is a form of partnership governance, and concessions. Keywords: Partnership, Village People, Business Executors Tourism, Ecotourism
IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH DESA SANGSIT SEBAGAI LABORATORIUM LAPANGAN GEOGRAFI UNTUK MENUNJANG MATA KULIAH KERJA LAPANGAN Citra, I Putu Ananda; Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.224 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v17i2.9030

Abstract

Identifikasi potensi wilayah merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam rangka mengetahui lebih dalam keadaan wilayah bersangkutan. Ketika potensi wilayah telah teridentifikasi, maka berbagai bidang studi bisa masuk kedalamnya untuk menerapkan segala teori, istilah, dalil, dan semacamnya yang telah diperoleh dalam buku-buku pelajaran. Salah satu ilmu yang berbasis pada potensi wilayah adalah geografi. Penerapan ilmu geografi di lapangan yang merupakan laboratorium sebenarnya dari ilmu ini akan lebih mudah dilakukan ketika potensi wilayah tersebut sudah diketahui. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji terlebih dahulu potensi wilayah khususnya aspek fisik dan sosial Desa Sangsit, yang selanjutnya akan dianalisis mengenai kelayakan Desa tersebut sebagai laboratorium lapangan geografi guna kepentingan kuliah kerja lapangan (KKL) di masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lokasi, dan wawancara terhadap Kepala Desa, dan Kelihan Banjar di Desa Sangsit. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa Potensi fisik wilayah Desa Sangsit batas dan luas wilayah, kondisi iklim, kondisi tanah, kondisi geologi, mineral dan bahan galian, sumberdaya air, dan sumberdaya pesisir.Potensi sosial wilayah Desa Sangsit meliputi keadaan penduduk, potensi pariwisata, dan tradisi masyarakat. Kelayakan Desa Sangsit sebagai laboratorium lapangan geografi dalam menunjang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berdasarkan perhitungan tingkat kelayakan secara umum kategori sedang atau cukup layak. Hal ini karena potensi fisik yang kategori rendah dan potensi sosial yang tinggi. Kata kunci: Potensi Wilayah, Laboratorium Lapangan, Geografi, KKL
LOKIKA SANGGRAHA : PENGARUHNYA TERHADAP ABORSI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PEREMPUAN BALI Sarmita, I Made
Media Komunikasi Geografi Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.112 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10171

Abstract

Salah satu bentuk pergeseran perilaku yang ditimbulkan oleh berkembangnya pariwisata di Bali adalah munculnya perilaku lokika sanggraha. Istilah ini sangat kental dalam Agama Hindu yang menggambarkan perilaku seorang laki-laki ketika menghendaki layanan pemuas nafsu birahi seorang perempuan bebas, baik muda maupun janda hingga ia hamil, kemudian tidak mengawininya. Penulisan artikel ini meletakkan permasalahan tersebut pada efek bagi si wanita yang kehamilannya tidak diakui oleh si laki-laki yang menghamilinya. Perilaku lokika sanggraha akan membawa efek lanjutan utamanya bagi si wanita, salah satunya adalah tekanan psikologis yang tinggi, yang jika sudah tidak dapat ditoleransi lagi ia akan mengambil jalan pintas yaitu menggugurkan kandungannya (aborsi). Perilaku wanita seperti ini selain bertentangan dengan ajaran agama, juga sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksinya apalagi tidak ditangani secara medis. Terlalu kompleks risiko yang akan dihadapi si wanita yang melakukan aborsi, secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan reproduksinya hingga mengalami kematian.
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN UNTUK ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN PADA LERENG TIMUR LAUT GUNUNG AGUNG KABUPATEN KARANGASEM-BALI Budiarta, I Gede
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.389 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11420

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lereng sebelah timur laut Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Daerah penelitian merupakan lahan kering dengan pola penggunaan lahan yang belum menunjukkan kesesuaian dengan potensi lahan yang ada. Di sisi lain, kemajuan teknologi dalam bidang pertanian telah berkembang pesat, salah satunya dengan melakukan analisis kemampuan lahan untuk mengetahui potensi sumberdaya lahan dan meminimalisir resiko kegagalan petani. Hasil analisis kemampuan lahan diharapkan dapat menjadi pedoman penggunaan lahan secara lebih optimal sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi lahan dan merekomendasikan arahan penggunaan lahan berdasarkan kondisi kemampuan lahan eksisting pada daerah penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan deskriptif, dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang kemampuan dan kesesuaian penggunaan lahan daerah penelitian. Pedoman analisis kemampuan lahan dalam penelitian ini mengacu kepada Arsyad (2006) dan Peraturan Mentari Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kelas kemampuan lahan pada daerah penelitian berkisar antara kelas III hingga kelas VI. Kemampuan lahan kelas III tersebar pada unit lahan 1, unit lahan 2, unit lahan 3, dan unit lahan 8. Kemampuan lahan kelas IV terdapat pada unit lahan 4, unit lahan 7, unit lahan 9, unit lahan 10, dan unit lahan 12, dan kemampuan lahan kelas VI terdapat pada unit lahan 5, unit lahan 6, dan unit lahan 11;  2) Nilai kesesuaian penggunaan lahan yang diperoleh adalah 92,85 %. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah penelitian (92,85 %) sudah sesuai antara kemampuan lahan dan penggunaannya. Selebihnya (7,15 %) tergolong tidak sesuai. Kesesuaian penggunaan lahandaerah penelitian masuk ke dalam kriteria tinggi; 3) Arahan penggunaan lahan disesuaikan dengan kondisi eksisting unit lahan. Pada lahan kelas III-IV yang belum sesuai penggunaannya atau belum dimanfaatkan secara optimal, pilihan penggunaan lahan yang dapat dilakukan yaitu: 1) tanaman semusim ; 2) tanaman perkebunan 3);  Sementara pada lahan kelas VI yang belum sesuai penggunaannya atau belum dimanfaatkan secara optimal, pilihan penggunaan lahan yang dapat dilakukan yaitu hutan produksi dan penggunaan lahan nonpertanian.
PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA PEMUTERAN Dwiyasa, Ida Bagus Putra; Citra, I Putu Ananda
Media Komunikasi Geografi Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.452 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v15i2.11427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis karakteristik masyarakat lokal  di Desa Pemuteran; 2) Menganalisis bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata  di Desa Pemuteran; 3) Menganalisis tingkat partisipasi masyarakat  dalam pengembangan Ekowisata  di Desa Pemuteran.  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini analisis adalah menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel 96KK.  Pengambilan sampel ini mengggunakan teknik proporsional random sampling, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuisioner, kepustakaan, pencatatan dokumen.  Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Karakteristik masyarakat lokal di Desa Pemuteran dapat dilihat dalam dua hal yaitu dalam bidang pendidikan dominan lulusan Sekolah Dasar dan bidang pekerjaannya dominan sebagai petani. (2)Bentuk partisipasi masyarakat lokal adalah bentuk partisipasi vertikal yang melibatkan masyarakat dalam suatu program pelatihan/penyuluhan yang diberikan oleh dinas terkait, dan partisipasi horizontal yang digagaskan langsung oleh masyarakat seperti pecalang dan kerja bakti. (3) Tingkat partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata di Desa  Pemuteran tergolong tinggi,yaitu sebesar 77,67%.
STUDI KEMITRAAN DESA ADAT DENGAN PELAKU USAHA WISATA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA LOVINA DI KABUPATEN BULELENG Wahyuni, Made Arie
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.271 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10551

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kawasan Lovina Kabupaten Buleleng dengan tujuan: (1) Mengidentifikasi potensi wisata yang dimitrakan untuk pengembangan ekowisata Lovina, (2) Mendeskripsikan bentuk kemitraan yang dilakukan desa adat dalam pengembangan ekowisata Lovina (3) Menganalisis kontribusi dari bentuk kemitraan dalam pengembangan ekowisata Lovina. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive area sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan dokumen. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Potensi wisata mencakup 4 aspek yang wajib dikelola. Pengelolaan tersebut akan lebih mudah jika dimitrakan dengan pihak lain. Adapun aspek yang dimitrakan yaitu atraksi wisata berupa atraksi lumba-lumba dan kegiatan budaya, akomodasi wisata berupa hotel dan restauran, akses berupa jalan dan kelembagaan; (2) Terdapat empat bentuk kemitraan yaitu Kontrak Kelola dengan aspek yang dikontrakkan adalah jabatan dalam suatu organisasi/ manajemen saja, Kontrak Sewa terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata milik pemerintah daerah, maka pelaku usaha wisata menyewa lahan dan minta izin usaha kepada pihak manajemen operasional DTW Lovina, Hak Guna Bangunan (HGB) terjadi karena lahan yang ditempati oleh pelaku usaha wisata adalah milik desa adat, bangunan kios/ toko dibangun oleh pemerintah, dan pelaku usaha wisata membeli/ menyewa kios/ toko saja, Kontrak Konsesi terjadi karena pelaku usaha wisata memiliki lahan sendiri, maka dapat membuka usaha sesuai dengan kemampuannya; (3) Bentuk kemitraan berkontribusi positif dalam pengembangan ekowisata Lovina. Terdapat tiga bentuk kemitraan yang berkontribusi tinggi terhadap pengembangan ekowisata yaitu bentuk kemitraan kelola, HGB, dan konsesi. Bentuk kemitraan kontrak sewa kontribusinya sedang terhadap pengembangan ekowisata. Faktor lokasi dan kepemilikan lahan sangat mempengaruhi interaksi dengan seluruh aspek kepariwisataan. Khusunya tentang penerimaan pendapatan yang rendah dibandingkan dengan pelaku usaha yang berlokasi di dekat situs obyek wisata. 
PERJUANGAN MASYARAKAT PASEBAN DALAM MENJAGA KELESTARIAN PESISIR UJUNG BARAT KABUPATEN JEMBER Akbar, Fikri Haikal
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.495 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i1.10619

Abstract

Artikel ini membahas perjuangan masyarakat Paseban untuk melakukan konservasi terhadap lingkungan. Permasalahan yang dikaji pada artikel ini adalah faktor penyebab masyarakat melakukan perjuangan untuk menolak pertambangan serta upaya yang dilakukan masyarakat untuk menolak tambang. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dan pendekatan antropologi. Metode yang digunakan adalah observasi non partisipasi dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Paseban merupakan wilayah dipesisir pantai selatan jawa yang memiliki kandungan pasir besi dan direncanakan sebagai daerah penambangan. Dampak rencana penambangan yakni dalam bidang ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Masyarakat menggunakan kearifan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan di Paseban. Upaya yang dilakukan antara lain dengan cara sosial budaya yakni selametan perempatan, larung sesaji, dan tanggap wayangan. Selain itu dilakukan pula upaya penanaman tanaman mangrove, pemanfaatan sebagai tempat wisata, lahan perkebunan dan penggunaan alat tradisional sebagai kearifan lokal masyarakat. Artikel ini menunjukkan bahwa ada upaya dari masyarakat untuk menjaga agar wilayah pesisir tetap lestari.
The Calculation Of Ngancar Batuwarna Reservoir, Wonogiri, Central Java Ulfa, Azura; Suprayogi, Slamet; Khoirullah, Evi Mivtahul
Media Komunikasi Geografi Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.528 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v18i2.12620

Abstract

Evaluation of reservoir capacity is needed to find out how big the effective volume change of Ngancar Reservoir from the beginning of measurement until 2016. The purpose of this research is measuring volume of Ngancar Reservoir using bathymetry method with echosounder and calculating the remaining relative age of Ngancar Reservoir. Measurement topography of Ngancar Reservoir is done by bathymetry method of aquatic systematic random sampling method through certain path using echosounder. Analysis of reservoir capacity is done by calculating the volumes of Ngancar Reservoir and calculating the residual life of the reservoir relative. Fluctuation analysis of volume change was done by calculating the effective volume of reservoirs 1946-2016 and graphs. The calculation of the volume of the Ngancar Reservoir from the topographic map produces an effective volume value of 2016 is 1269905 m3 and the effective puddle area is 1393416 m2. An increase in sedimentation volume from 2011-2016 amounted to 296119.75 m3 with sedimentation rate was 59223.95 / year. With the assumption that the same landuse and sedimentation rate tend to be stable then the remaining age of Ngancar Reservoir is 21 years and 95 years old.
THE MAPPING OF RARE PLANT SPECIES DISTRIBUTION IN MONKEY FOREST, UBUD, GIANYAR, BALI Wijana, I Nyoman; Wesnawa, Gede Astra
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.959 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13749

Abstract

The purpose of this research was to know the species of rare plants existing in forest tourism Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali and their mapping distributions in the original nature. This is an explorative research. The populations of this research were all species of plants in Monkey Forest. This research samples were the plant species covered by the squares. The sampling method used was quadratic method with systematic sampling technique. The mapping of rare plant species distribution used simple mapping method which was simple polygon compass and GPS. Identification of rare plant species was conducted through interviews, questionnaires, observations, and document studies. The results showed that the distribution of rare plant species in Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali was in groups. The total number of rare plant species their nature were 33 species with the details that there were as many as six species of plants belonging to the National Rare category, 18 species of Bali Rare category, eight species of Regency Rare category, and one species of Rare Sub-District category.
Atlas Sosial Ekonomi Daerah Rawan Bencana Gunungapi Merapi Permatasari, Afrinia Lisditya
Media Komunikasi Geografi Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.266 KB) | DOI: 10.23887/mkg.v19i1.13906

Abstract

AbstrakAtlas sosial ekonomi di daerah rawan merapi, sangat diperlukan untuk menyajikan data dan pembaruan data secara spasial. Erupsi Gunungapi Merapi pada tahun 2010 telah merubah berbagai macam struktur sosial ekonomi masyarakat di daerah rawan bencana Merapi, khususnya di daerah Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Turi dan Kecamatan Pakem (daerah penelitian). Penelitian ini dapat menjadi salah satu masukan dan rujukan untuk membuat kebijakan bagi pemerintah. Merode analisis yang digunakan yaitu analisis diskriptif dan analisis secara spasial. Hasil yang diperoleh yaitu berupa pembaruan data mengenai peta kawasan rawan bencana, peta upaya mitigasi di Kecamatan Cangkringan, peta kepadatan penduduk, peta kelompok usia rentan, peta rasio jenis kelamin, peta tingkat pendidikan dan distribusi tingkat sekolah di daerah rawan bencana Gunungapi Merapi, peta penggunaan lahan, peta potensi wisata, analisis PDRB sebelum dan sesudah erupsi Gunungapi Merapi. Atlas sosial ekonomi juga dapat memberikan masukan kepada pemerintah sebagai policy maker, lembaga swadaya dan masyarakat tentang pentingnya manajemen risiko bencana.Kata kunci : atlas, sosial ekonomi, kawasan rawan bencana, Merapi 

Page 5 of 35 | Total Record : 341