cover
Contact Name
I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom
Contact Email
resika@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 23033142     EISSN : 25488570     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sains dan Teknologi(JST) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Mathematic, Biology, Physic, Chemistry, Informatic, Electronic and Machine as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JST is managed to be issued twice in every volume.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2022)" : 24 Documents clear
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK ASAL DESA FATUNISUAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Sila, Vinsensia Ulia Rita; Masing, Feliksitas Angel; Santiari, Made
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.935 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.44995

Abstract

Berdasarkan hasil riset, di Kecamatan Miomaffo Barat secara menyeluruh terdapat jenis tanaman  jeruk keprok dan umbi-umbian. Riset khusus untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi jenis tumbuhan endemik dan bemanfaat di Desa Fatunisuan belum pernah dilakukan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan endemik dan bermanfaat dari kelompok tumbuhan  tingkat tinggi (phanerogamae) dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder  yang terkandung dalam ekstrak daun tumbuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan mix method antara eksplorasi dan eksperimen. Metode eksplorasi untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, dan metode eksperimen dengan uji skrining fitokimia untuk karakterisasi jenis senyawa metabolit sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di desa Fatunisuan terdapat tujuh jenis tumbuhan yang endemik dan bermanfaat bagi masyarakat desa setempat yakni Santalum album var. largifolium Rudjiman et Adrie, Santalum album L. var. album ziphus mauritiana, Pinus merkusii, Piper majusculum Blume, Coffea arabica, Arenga pinnata, dan Aleurites moluccana.  Hasil karakterisasi jenis senyawa metabolit dari ke tujuh ekstrak daun tumbuhan tersebut dapat diketahui bahwa ekstrak daun Santalum album var. largifolium Rudjiman et Adrie maupun Santalum album L. var. album ziphus mauritiana dan ekstrak daun Coffea arabica memiliki kandungan lima jenis senyawa metabolit sekunder yaitu Alkaloid, Fenolik, Saponin, Flavanoid, dan Triterpenoid. Ekstrak pelepah daun Arenga pinnata maupun daun Aleurites moluccana memiliki kandungan lima jenis senyawa metabolit sekunder yaitu Alkaloid, Fenolik, Steroid, Saponin, dan Flavanoid. Sementara itu ekstrak daun Pinus merkusii memiliki kandungan enam jenis senyawa metabolit sekunder yang terdiri dari Alkaloid, Fenolik, Saponin, Flavanoid, Triterpenoid, dan Tanin. Sedangkan ekstrak daun Piper majusculum Blume memiliki kandungan lima jenis senyawa metabolit sekunder yaitu Alkaloid, Fenolik, Steroid, Saponin, dan Tanin.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Siput Laut Opisthobranch di Bangsring Underwater dan Pulau Tabuhan, Banyuwangi Rosyid, Abdur; Krisanti, Majariana; Yulianto, Gatot
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.997 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.45048

Abstract

Siput laut memiliki manfaat ekologi, ekonomi, dan menjadi objek penting dalam penelitian di berbagai disiplin ilmu. Sebagai bagian dari gastropod yang berasosiasi dengan organisme sesil, siput laut menjadi indikator yang baik untuk kesehatan habitat di perairan. Belum ada penelitian mengenai siput laut di Bangsring Underwater dan Pulau Tabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman spesies siput laut (Opisthobranchia) di lokasi tersebut. Pengambilan data dilakukan di 9 lokasi penyelaman. Data siput laut diambil menggunakan belt transect dan fotografi bawah air di kedalaman 0 sampai 10 m (dikateogikan sebagai dangkal) dan >10 sampai 18 m (dikategorikan sebagai dalam). Identifikasi dilakukan melalui foto bawah air dengan melihat morfologi, warna, bentuk rhinophores, notum (punggung), kaki, dan insang. Waktu pengambilan data dimulai pada bulan November sampai dengan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 85 spesies dalam 19 famili dan 3 ordo (Nudibranchia, Sacoglossa, dan Cephalaspidea). Famili paling beragam adalah Chromodorididae (29% dari total spesies) dan Phyllidiidae (19%) dari ordo Nudibranchia. Frekwensi temuan spesies terbanyak adalah spesies P. pustulosa dan P. briareum. Keanekaragaman tertinggi terdapat di Rumah Apung dangkal dengan nilai H’= 4,2  sedangkan keanekaragaman terendah terdapat di Tabuhan Selatan dengan nilai H’= 1,0. Kelimpahan tertinggi terdapat di Zona inti dangkal dengan nilai 23 ind/200 m2, sedangkan kelimpahan terendah terdapat di Tabuhan Selatan, Tabuhan Timur, dan Tabuhan Barat dengan nilai yang sama yaitu 1 ind/200 m2.
Kandungan Formalin Pada Beberapa Ikan Segar di Pasar Tradisional Parluasan Kota Pematangsiantar Simanjuntak, Hendra; Silalahi, Mastiur Verawaty
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.587 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.45285

Abstract

Ikan dianggap sebagai nutrisi utama diet seimbang untuk populasi yang berkembang di sekitar dunia. Ikan juga unggul karena merupakan sumber alami asam lemak omega 3 tertinggi. Produk perikanan tersebut rentan mengalami penurunan kualitas; oleh sebab itu, banyak yang menggunakan formalin sebagai pengawet ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kadar formalin pada beberapa ikan segar.  Metode yang dilakukan adalah uji kuantitatif kadar formalin dengan test kit formalin. Sampel penelitian menggunakan 5 jenis ikan segar dari 10 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelima sampel ikan segar terdapat kandungan formalin dikarenakan kelima ikan tersebut termasuk ikan “one the fishing”. Pelayan lebih memilih cara yang cepat tanpa memikirkan dampak terhadap kesehatan konsumen. Penggunaan formalin merupakan cara yang kebanyakan nelayan gunakan untuk mengawetkan tangkapan ikan agar terlihat tetap segar meskipun berhari-hari. Kandungan formalin yang paling banyak terdapat pada ikan kakap, yaitu sebesar 3.42 mg/L.  Kadar formalin pada ikan tongkol sebanyak 1.73 mg/L, ikan tuna sebanyak 1.40 mg/L, ikan bawal 0.528 mg/L, dan ikan kerapu sebanyak  2.47 mg/L.
KAJIAN PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI MENGGUNAKAN METODE FITOREMEDIASI DENGAN TANAMAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Safrizal, Mohammad Rizki; Puspitasari, Amelia Ika; Pradana, Hendra Andiananta
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.659 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.45298

Abstract

Air limbah pengolahan kopi berpotensi mencemari lingkungan. Eceng gondok merupakan biofilter yang dapat mereduksi polutan pada air limbah. Tujuan penelitian adalah menganalisis variasi panjang eceng gondok terhadap kemampuan reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi menggunakan metode fitoremediasi dengan penambahan aerasi. Terdapat 4 perlakuan fitoremediasi pada pengolahan air limbah menggunakan tanaman eceng gondok yaitu panjang akar 30 cm tanpa aerasi dan panjang akar (10, 20, dan 30 cm) dengan aerasi. Evaluasi reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi diidentifikasi menggunakan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi menggunakan eceng gondok dengan aerasi (panjang akar 30 cm) memiliki nilai efisiensi lebih tinggi dari pada tanpa aerasi pada pengolahan air limbah pengolahan kopi. Persentase nilai efisiensi penurunan polutan air limbah pengolahan kopi pada perlakukan panjang akar eceng gondok 30 cm dengan penambahan aerasi yang diindikasikan oleh parameter kekeruhan, BOD, COD, NH3-N, dan PO4-P yaitu sebesar 89,19%; 75,80%; 75,69%; 76,73%; dan 64,99%.

Page 3 of 3 | Total Record : 24