cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
PADA GELAHANG: SUATU PERKAWINAN ALTERNATIF DALAM MENDOBRAK KEKUATAN BUDAYA PATRIARKI DI BALI I Nyoman Pursika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis persepsi masyarakat terhadapperkawinan pada gelahang sebagai perkawinan alternatif di Provinsi Bali, (2) menganalisissistem pewarisan dalam perkawinan pada gelahang bagi laki-laki dan perempuan, (3)menganalisis pola pengasuhan anak dalam perkawinan pada gelahang, (4) menganalisisproses pelaksanaan perkawinan pada gelahang, (5) menganalisis persamaan danperbedaan pelaksanaan perkawinan pada gelahang dengan perkawinan nyentana.Penelitian ini menggunakan pendekatan Etnography Research dalam paradigma penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali. Persepsi masyarakat Bali terhadapperkawinan pada gelahang termasuk positif, karena dipandang sebagai realitas yang sudah ada di masyarakat, dan tidak pernah dipersoalkan. Sistem pewarisan dalam keluarga yangmelaksanakan perkawinan pada gelahang di Bali pada dasarnya menganut asas parental, yaitu sistem pewarisan yang mewarisi pihak keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.Pola pengasuhan anak dalam keluarga yang terbentuk melalui perkawinan pada gelahang pada umumnya memilih pola asuhan demokratis yang dicirikan dengan adanya hak dankewajiban orang tua dan anak adalah sama, dalam arti mereka saling melengkapi. Prosespelaksanaan perkawinan pada gelahang tidak berbeda dengan proses perkawinan biasa, dan pada umumnya dilaksanakan dengan proses meminang, yang sebelumnya diawalidengan masa pacaran. Dalam perkawinan pada gelahang ada dua kali upacara yang relatifsama, yaitu di rumah kediaman mempelai laki-laki dan di rumah kediaman mempelaiperempuan. Persamaan perkawinan pada gelahang dengan perawinan nyentana yaitu: sama-sama merupakan perkawinan alternatif, didasarkan cinta sama cinta, ada saksiagama (banten upacara) dan saksi sosial (masyarakat) dan sama-sama ingin mendapatkanketurunan. Sedangkan perbedaannya adalah bahwa perkawinan pada gelahang status laki-laki dan perempuan tidak ada perubahan status, sehingga sering disebut parental.Kedudukan anak-anak yang dilahirkan dimiliki secara bersama-sama, kecuali ada perjanjianlain. Aspek penting dalam perkawinan pada gelahang yang jarang ditemui adalah adakesepakatan antara suami dan istri yang disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak,perjanjian tersebut bisa tertulis dan bisa lisan.   
KONFLIK DAN INTEGRASI: MANAJEMEN KONFLIK PADA SUBAK MULTIKULTUR (Studi Kasus Subak Tegallinggah Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng) Ratna Artha Windari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangiterjadinya integrasi sosial antarpetani Hindu dan Islam di Subak Tegallingah. 2). Untukmengetahui bentuk dan sumber konflik antarpetani Hindu dan Islam di Subak Tegallinggah.3). Untuk mengetahui penanganan konflik yang terjadi terkait dengan superstruktur ideologi,struktur sosial, infrastruktur material di Subak Tegallinggah. Penelitian ini secarametodologis menggunakan pendekatan kualitatif, instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinyaintegrasi sosial antarpetani Hindu dan Islam di Subak Tegallinggah adalah: a). Adanya nilainilaifundamental agama yang bersumber dari ajaran Tri Hita Karana yang menyangkut hubungan antara petani dengan Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan), b). Al Qur’an yangberintikan tentang pentingnya hidup bertoleransi. 2) Bentuk dan sumber konflik antarpetaniHindu dan Islam di Subak Tegallinggah adalah didominasi masalah pembagian air irigasi.Konflik yang bersifat laten dapat terungkap dari perbedaan pandangan petani Hindu danpetani Islam dalam hal pembangunan tempat suci Pura Subak, bersembahyang atau ritualsetiap tahapan (siklus tanaman padi), sesajen atau suguhan. 3) Cara mengatasi konflik ditingkat persubakan adalah dengan pembuatan (a). awig-awig, yang di dalamnya mengaturhak dan kewajiban yang anatara petani Hindu dan Islam tanpa memandang perbedaan, (b).Konflik-konflik yang timbul sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah(sangkepan), (c) namun campur tangan pemerintah dalam hal ini pembinaan dari DinasPertanian, Sedahan Agung guna terwujudnya toleransi di subak Tegalllingah. (d). Dan yangtidak kalah pentingnya adalah mengembangkan kearifan lokal berupa menjaga danmengembangkan kebahasaan Nyama Selam dan Nyama Hindu (Bali) dan modal sosialberupa toleransi, kerja sama, saling percaya.
CERITA ASING YANG DIGEMARI ANAK SD: SEBUAH KAJIAN UNSUR INTRINSIK Ida Bagus Sutresna
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4499

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji cerita asing yang digemari anak SD dari sudutunsur intrinsik. Lokasi penelitian ini ialah  SD 1 dan 3 Banjar Jawa sebagai SD kota; SD 1Sangsit dan  SD 1 Temukus sebagai SD pinggiran;  dan SD 2 Jinengdalem dan  SD 2Banjar sebagai SD desa. Subjek  diambil dengan teknik stratified random sampling denganjumlah sampel 180 orang (30 orang tiap SD). Data dikumpulkan dengan kuesioner untukdata kegemaran dan tes untuk data pemahaman unsur intriksik. Data  dianalisis secarakualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur intrinsik cerita merupakan unsurpenting yang mempengaruhi kegemaran anak terhadap cerita. Sebab itu, pengarang ceritaanak, perlu mengemas cerita anak dengan bangunan struktur intrinsik yang kokoh dan apik.
PEMASARAN MODAL TUBUH DAN MODAL SIMBOLIK MELALUI IKLAN JODOH PADA MEDIA MASSA CETAK DI BALI (Sebuah Studi Berbasis Gender pada Masyarakat Multikultur) I Wayan Mudana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4500

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mengungkapkan tentang karakteristik sosiokultural perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh, bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkandalam iklan jodoh, bentuk-bentuk modal simbolik yang dipasarkan dalam iklan jodoh,kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihan perempuan dalam iklan jodoh,makna apa yang ada di balik  kecendrungan-kecendrungan  yang ditampilkan dalam teksiklan jodoh dalam kaitannya dengan masyarakat multikultur, dan  persepsi anggotamasyarkat Bali yang multikultur terhadap iklan jodoh.Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini terutama menggunakanmetoda studi dokumen, analisis wacana kritis.  Di samping itu untuk menggali informasiyang terkait dengan persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodoh, informan penelitian iniditunjuk secara purposive snow-ball. Analisis data dilakukan dengan triangulasi data.Penyajian data dilakukan secara deskreptif kualitatif. Berdasarkan atas hal itu terungkapbahwa karakteristik pengguna iklan jodoh dapat dinyatakan sebagian besar perempuan.Perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh dilihat dari usia sebagian besar berusia di atas30 tahun. Pengguna iklan jodoh sebagaian besar beagama Islam, berasal dari Jawa,umumnya  menetap di kota-kota besar. Bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkan dalamiklan jodoh, meliputi tinggi dan berat badan, warna kulit, kesehatan diri. Modal-modalsimbolik yang dipasarkan meliputi, tingkat pendidikan, agama, pakaian, etnis, sikap/perilaku,status perkawinan, dan pekerjaan.Kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihanperempuan melalui iklan jodoh adalah laki-laki yang seiman, berpendidikan, memilikipekerjaan tetap, sehat jasmani dan rohani, serta siap nikah. Makna di balik kecendrunganadanya perkawinan dengan calon pasangan yang seiman, dan berasal dari berbagai etnisakan berkontribusi bagi dinamika masyarakat multikultur, dengan agama sebagai perekathubungan dalam kehidupan keluarga. Persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodohsebagai suatu ruang publik untuk menemukan jodoh. Terbatasnya masyarakat Balimenggunakan iklan jodoh terkait dengan masih luasnya ruang publik yang dapat digunakanuntuk mendapatkan joodoh. Di samping itu juga disebabkan karena dalam prosesperkawinan keluarga, kerabat, masyarakat memiliki peranan penting, dan adanya gengsidari individu dan keluarga.
KOLABORASI MASYARAKAT SIPIL, POLITIK, DAN EKONOMI DALAM PEMANFAATAN MODAL SOSIAL (Studi Kasus Daerah Perlindungan Laut di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng) Ketut Sedana Arta
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4501

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan maknawi/motif yangmemberikan dorongan bagi Desa Bondalem membentuk Daerah Perlindungan Laut; (2)Untuk mengetahui unsur-unsur pokok modal sosial apa saja yang dikenal pada komunitasdesa Bondalem yang bisa dikolaborasikan dalam kaitannya dengan modal-modal lainya; (3)Untuk mengetahui implikasi penyertaan modal sosial terhadap kehidupan komunitas desaBondalem sebagai Daerah Perlindungan Laut. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif. HasilPenelitian ini menunjukkan Alasan maknawi Bondalem yang terkait dengan superstrukturideologi, struktur sosial, dan infrastruktur material yang memberikan dorongan bagi desamembentuk Daerah Perlindungan laut adalah 1) adanya ideologi Tri Hita Karana yangmenginspirasi setiap langkah dan tindakan untuk menyelamatkan terumbu karang. Struktursosial yang berperan terhadap pembentukan DPL di Bondalem adalah pihak pemerintahdalam hal ini diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, LSM (Reef Check Indonesia),pihak pelaku pariwisata (pemilik hotel), unsur masyarakat Bondalem sendiri seperti desadinas, desa pakraman, dan Pecalang Segara. Unsur-unsur modal sosial yang dikenal diDesa Bondalem adalah 1)Ideologi Tri Hita Karana, yang sudah diterapkan bukan lagi dalamtataran teks serta dapat dijadikan resep sosial dalam pembentukan DPL-BM di Desa Bondalem, 2) Trust yang tampak adalah berwujud keinginan dan atau tindakan untukmengambil resiko dalam hubungan-hubungan sosial, 3) Nilai-nilai dan norma dituangkandalam aturan awig-awig yang mengatur aspek parhyangan, pawongan dan palemahan. 4)Resiprositas, dalam konteks ini menyangkut resiprositas desa pakraman, desa dinas, pecalang segara serta resiprositas antarlembaga seperti pemerintah pemilik hotel. 5)Tindakan proaktif, berupa keinginan yang kuat dari anggota kelompok tidak saja untukberpartisipasi, namun juga mencari jalan yang lebih baik secara proaktif. 6) Kepercayaanterhadap kekuatan adikodrati yakni dewa-dewa dan roh leluhur yang ditaati karena dapatmelakukan pengawasan dan mengenakan sanksi kepada siapapun tanpa terikat oleh waktudan ruang. Implikasi penyertaan modal sosial terhadap kehidupan komunitas DesaBondalem sebagai Daerah perlindungan laut adalah 1) lestarinya terumbu karang,2)meningkatnya hasil tangkapan ikan, 3)Meningkatnya kunjungan wisatawan untukmelakukan diving dan snokling yang berimbas kenaikan pada tingkat hunian hotel.
KEBIJAKAN FORMULATIF SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) DI KABUPATEN TABANAN (Studi Kasus Penertiban Gepeng dan Pedagang Kaki Lima dalam Perwujudan Tata Kota) Ratna Artha Windari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji model formulatif kebijakan SATPOL PP Tabanan terhadap penertiban Gepeng dan Pedagang Kaki Lima dalam perwujudan tata kota sebagai research modle bagi SATPOL PP di daerah Kabupaten/Kota lain di Provinsi Bali, dan 2) menganalisis dan memformulasikan implikasi keberhasilan teknis rancangan tata kota yang dapat diadopsi melalui model formulatif kebijakan SATPOL PP Tabanan dalam penataan ruang wilayah perkotaan ditinjau dari Perda RTRWP Bali No.16 Tahun 2009. Jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan field research (penelitian lapangan), sampel/responden secara proporsional yang difokuskan pada organisasi perangkat daerah, teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) model kebijakan formulatif keberhasilan SATPOL PP Tabanan di dalam penertiban Gepeng dan Pedagang kaki lima adalah melalui tahap pengumpulan opini, tahap pendekatan dan komunikasi, tahap public hearing, sosialisasi dan negosiasi, tahap kesepakatan, tahap eksekusi terhadap pelanggaran, yang diikuti dengan pembinaan melalui lembaga sosial seperti balai latihan kerja (BLK). 2) implikasi keberhasilan model kebijakan formulatif terhadap penertiban gepeng dan pedagang kaki lima melalui Satpol PP Tabanan berupa tata kota yang bersih dan teratur, hasil jual, penyediaan tempat permanen berupa los-los resmi, penyediaan jasa pelayanan parkir, termasuk pengembangan jenis usaha kreatif hasil kerajinan tangan warga binaan.
MODEL KONSEPTUAL KINERJA INDIVIDUAL PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN YANG BERBASIS KOMPETENSI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA I Wayan Bagia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4919

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh temuan (1) faktor-faktor atau dimensi yang membentuk konstruk kinerja, kompetensi, komitmen organisasi, dan motivasi kerja;dan  (2) model koseptual kinerja individu pegawai yang berbasis kompetensi, komitmen organisasi, dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi pustaka dan survei. Penelitian survei dilakukan pada delapan kabupaten, yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng dengan menggunakan teknik penarikan sampel stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan SEM (Structural Equition Modelling) untuk melakukan pengujian secra empirik. Temuan hasil analisis deskriptif dan SEM menunjukkan bahwa (1) konstruk variabel kinerja pegawai dibentuk oleh dimensi kuantitas kerja, kualitas kerja, pengetahuan kerja, kreativitas, kerja sama, inisiatif, dan kualitas personal; konstruk variabel kompetensi pegawai dibentuk oleh dimensi kompetensi intelektual, sosial, emosional dan spiritual; kontruk variabel komitmen organisasi dibentuk oleh dimensi komitmen organisasi afektif, kontinyu, dan normatif; serta motivasi kerja dibentuk oleh dimensi gaji, pekerjaan itu sendiri, promosi, rekan sekerja, dan kondisi kerja; dan (2) model konseptual kinerja individu pegawai dipengaruhi oleh kompetensi dan komitmen organisasi dengan motivasi kerja pegawai sebagai intervening.
ANALISIS DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BULELENG I Made Gunamantha
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4921

Abstract

Pendekatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan PNPM-MPD merupakan pengembangan lebih lanjut dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1998. Salah satu agenda penting di tingkat masyarakat terkait pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan adalah kegiatan pengembangan kapasitas indvidu masyarakat, pada tataran pelaksanaan di masyarakat kegiatan pengembangan kapasitas tersebut meliputi proses sosialisasi, pelatihan dan pelaksanaan siklus pemberdayaan. Alat analisis yang digunakan dalam mengevaluasi proses pemberdayaan adalah  menggunakan model pendekatan evaluasi Fujikake. Model Fujikake merupakan salah satu model evaluasi yang menurut penulis cukup implementatif, dimana indikator-indikator yang digunakan cukup lengkap dan bisa diukur dengan jelas. Penjabaran mengenai model analisis ini telah dijelaskan secara detail dalam kajian literatur. Hasil dari analisis model Fujikake ini selanjutnya digunakan sebagai masukan atau akan dibahas lebih dalam pada metode analisis berikutnya yaitu analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan maka didapatkan temuan bahwa rangkaian kegiatan pengembangan kapasitas yang dilaksanakan dalam program pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng telah menunjukkan perkembangan kapasitas masyarakat yang cukup baik, hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pemberdayaan menekankan pentingnya suatu proses edukatif atau pembelajaran dalam melengkapi masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan mereka, sehingga masyarakat memiliki gagasan-gagasan, pemahaman, kosakata, dan keterampilan bekerja menuju perubahan yang efektif dan berkelanjutan (Ife dan Tesoriero, 2008: 148 dan 350).
PENGARUH SERTIFIKASI DOSEN TERHADAP KINERJA PENGAJARAN DOSEN UNDIKSHA Kadek Sonia Piscayanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4922

Abstract

Sertifikasi dosen adalah suatu sistem penghargaan berupa sertifikat pendidik kepada dosen yang didapatkan melalui serangkaian penilaian. Sertifikasi dosen adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme dosen di bidang tri dharma perguruan tinggi. Bagi dosen yang telah lulus sertifikasi, diberikan tunjangan sertifikasi yang diharapkan meningkatkan kinerjanya di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi dosen terhadap kinerja pengajaran dosen Universitas Pendidikan Ganesha. Subjek penelitian ini adalah dosen Undiksha berjumlah 35 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling dari 7 fakultas yang ada di Undiksha. Mereka merupakan para dosen yang telah tersertifikasi pada tahun 2012 dan memiliki jabatan fungsional maksimal Lektor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey dimana pengambilan datanya menggunakan kuesioner. Analisis uji beda yang digunakan adalah uji statistik non parametrik dengan Wilcoxon Match Pairs test dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja pengajar dosen Undiksha sebelum dan setelah sertifikasi dosen.
STUDI ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DISFUNGSIONAL AUDITOR DAN UPAYA PENANGGULANGAN DISFUNSIONAL AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI PROVINSI BALI (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik “X” di Wilayah Denpasar, Bali) Nyoman Ari Surya Dharmawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4923

Abstract

Penelian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi disfungsional auditor dan bagaimana cara penanggulangannya. Perilaku audit disfungsional merupakan  tindakan auditor dalam pelaksanaan program audit yang dapat mereduksi kualitas audit secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tren tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Dalam rangka menemukan pemahaman mengenai fenomena dalam penelitian ini digunakan paradigma interpretif dengan berusaha untuk menggali dunia apa adanya, dengan pendekatanpengalaman subyektif sendiri. Paradigma ini memasukkan pemikiran filosofis dan sosiologis yang berusaha memahami dan menjelaskan dunia sosial dari titikpandang para aktor yang secara langsung terlibat di dalam proses sosial, sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti aktif bersama tidak dapat dipisahkan, bersifat ideografik dan terikat dengan nilai-nilai. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perilaku disfungsional auditor (1) disebabkan karena adanya konflik kepentingan antar pihak yang terkait dalam penugasan audit. (2) tekanan anggaran waktu dalam penyelesaian laporan keuangan,kopensasi finansial yang diberikan kepada auditor dan (3) keinginan perpindahan auditor sangat mempengaruhi prilaku disfungsional auditor. Utuk bentuk penanggulangannya sangat diperlukan peranan pemerintah dalam hal ini IAI yang menentukan regulasi dan sangat ampuh dalam menekan prilaku disfungsional auditor.