cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
PERPUSTAKAAN GEDONG KERTYA DI KOTA SINGARAJA (PENGELOLAAN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGANNYA SEBAGAI LEMBAGA PRESERVASI KEBUDAYAAN BALI) Luh Putu Sri Ariyani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memahami sistem pengelolaan perpustakaan Gedong Kertya dalam wujud praktik-praktik sosial; (2) Memahami kebijakan Pemerintah Kabupaten Buleleng  dalam rangka menumbuhkembangkan perpustakaan Gedong Kertya sebagai asset daerah yang menyimpan kekayaan intelektual masyarakat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memahami fenomena sosial dari perspektif partisipan atau menurut perspektif emik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perpustakaan Gedong Kertya sangat khas karena layanan yang diberikan di tempat itu tidak ditemukan pada perpustakaan lainnya. Kebijakan yang mengatur tentang sumber daya manusia maupun sumber daya finansial di Gedong Kertya hingga saat ini belum ada sehingga kebutuhan yang diperlukan belum bisa tercapai dengan optimal. Anggaran yang sangat minim telah menyebabkan Gedong Kertya terpaksa menghentikan kegiatan yang dianggap penting bagi kelangsungan kebudayaan Bali.
MODEL PENGASUHAN ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT) UNTUK MENANGGULANGI PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL DI KALANGAN REMAJA KABUPATEN BULELENG (Studi pada Sekolah SMP/SMA yang Memiliki Siswa Terindikasi) Gede Sedanayasa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4925

Abstract

Penelitian tahun pertama ini, bertujuan untuk mengidentifikasi harapan orang tua terhadap remaja dan harapan remaja terhadap orang tua.  Harapan dua pihak ini dijadikan bahan analisis transaksi pengasuhan orang tua dalam keluarga. Subjek penelitian adalah siswa-siswa SMP/SMA dan orang tua yang anak-anaknya terindikasi melakukan perilaku seksual menyimpang pada lima sekolah di Kabupaten Buleleng. Data  dikumpulkan dengan pencatatan dokumen, kuesioner, dan wawancara. Data  dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa,   remaja dan orang tua sama-sama memiliki harapan yang baik untuk keberlangsungan perkembangan keluarga hanya,  kedua pihak  tidak saling  memahami harapan masing-masing. Pihak remaja misalnya, mengharapkan agar orang tua dapat memenuhi kebutuhan sekolah secara layak dan ikhlas, dapat membimbing perkembangannya termasuk membantu memecahkan masalah belajar, sedangkan orang tua berharap agar remaja berperilaku hormat, tidak melecehkan orang tua, tidak membantah, patuh aturan keluarga dan sekolah, dan  meminta maaf jika keliru. Disarankan kepada ke dua pihak  (remaja dan orang tua) untuk saling memahami keadaan masing-masing. Dari pihak remaja, dalam mengharapkan sesuatu tidak memaksakan kehendak, dan sebaliknya orang tua tetap memandang remaja sebagai individu yang berkembang, butuh perhatian dan penghargaan, sehingga memperlakukannya secara manusiawi.
MIMIKRI DAN STEREOTIPE KOLONIAL TERHADAP BUDAK DALAM NOVEL-NOVEL BALAI PUSTAKA I Gde Artawan I Gde Artawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i1.4926

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap 1) mimikri yang dilakukan oleh pribumi dalam upaya untuk mempertahankan eksistensi diri di tengah gempuran kolonial Belanda. 2) Stereotipe kolonial terhadap terhadap pribumi. Subjek penelitian adalah novel-novel Balai Pustaka seperti Siti Nurbaya (Marah Rusli), Salah Asuhan dan Pertemuan Jodoh (Abdoel Moeis). Obeknya asdalah mimikri dan stereotife kolonial terhadap budak. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka dalam mengumpulkan data. Analisis data mengunakan metode analisis deskriptif dengan teori postkolonial. Teori postkolonial merupakan sebuah istilah bagi sekumpulan strategi teoretis dan kritis yang digunakan untuk meneliti kebudayaan (kesusastraan, politik, sejarah, dan seterusnya) dari koloni-koloni negara-negara Eropa dan hubungan mereka dengan negara-negara lainnya di dunia.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL AGAMA HINDU UNTUK MEMBANGUN GENERASI MUDA BERBUDI PEKERTI LUHUR Ni Wayan S. Binawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v2i2.6358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengkaji 1) realitas pembelajaran kontekstual agama Hindu dan 2) faktor-faktor yang menjadi kendala pembelajaran kontekstual agama Hindu. Lokasi penelitian ini ialah SMA Lab. Undiksha dengan jumlah sampel 90 orang. Sampel ditarik dengan teknik purposive quota sampling. Data realitas pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan data faktor kendala pembelajaran kontekstual dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) realitas pembelajaran kontekstual agama Hindu berjalan dengan baik sesuai perolehan skor 82 (baik) dan faktor-faktor yang menjadi kendala pembelajaran kontekstual agama Hindu adalah: 1) kurangnya langkah-langkah yang membantu anak untuk berpikir kritis, kreatif, dan 2) kurangnya upaya belajar melalui kerjasama. Melalui kerjasama mereka menyemai toleransi dan perasaan mengasihi. Sehungan dengan hal ini, disarankan agar guru memberikan kesempatan anak untuk berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi dan membangun hubungan suasana belajar bekerjasama dalam rangka  persemaian toleransi dan perasaan mengasihi.
PENGEMBANGAN MODEL WISATA EDUKASI-EKONOMI BERBASIS INDUSTRI KREATIF BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT Anak Agung Gede Agung
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6380

Abstract

Eksistensi industri kreatif sampai saat ini belum banyak melakukan kiat untuk mengedukasi para konsumen agar kelak mereka mampu menjadi kreator-kreator baru pembuka lapangan kerja di masa depan. Jika harapan itu terwujud, maka persentase angka pengangguran dapat ditekan dan angka pekerja produktif semakin meningkat. Oleh karena itu penelitian ini bertjuan untuk mengembangkan Model Wisata Edukasi-Ekonomi Berbasis Industri Kreatif Berwawasan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat. Populasi penelitian ini merupakan kelompok usaha kecil bidang industri kreatif yang tersebar di seluruh kabupaten di provinsi Bali. Sampel penelitian  diambil secara purposif, didasarkan pada tingkat perkembangan indutri kreatif di daerah Bali yaitu maju, sedang berkembang dan baru tumbuh. Data penelitian dikumpulkan melalui studi lapangan, studi dokumen, observasi, angket, dan wawancara, dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha industri kreatif di Bali pada umumnya: (1) sangat tergantung pada kemampuan bekerjasama (sinergisitas) dengan pihak terkait, kemampuan merangkaikan ide-ide kreatif, kemampuan mengkaitkan dengan kebutuhan pasar (konteks) dan menciptakan nilai tambah, melakukan penyesuaian terhadap lingkungan dan teknologi baru, memperhatikan kelestarian lingkungan alam dan budaya, bercirikan kearifan budaya lokal dan alam Bali, memiliki potensi daya tarik wisata untuk di kunjungi, untuk dibeli dan sekaligus dipelajari, (2)  mengalami masalah terkait dengan sumber daya insani, (3) ikllim dan dukungan dari pihak terkait terhadap usaha industri kreatif cukup baik, (4) mendapat sambutan positif dari masyarakat, namun kurang dalam hal keberlanjutan program, publikasi dan promosi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH TUJUAN WISATA DESA PEMUTERAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN I Wayan Mudana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan tentang bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Desa Pemuteran.  Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan triangulasi. Melalaui hal itu dapat dikemukakan bahwa bentuk pemberdayaan yang dikembangkan adalah  bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Strategi pemberdayaannya dilakukan secara terpadu baik yang  bersifat mikro, mezzo, maupun makro. Kebijakan pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran meliputi pengembangan SDM, pengembangan ekonomi, pengembangan kelembagaan, pengembangan prasara/sarana, dan pengembangan informasi. Pemberdayaan masyarakat Desa Pemuteran seperti itu dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN ERGO-ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN SERTA MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KULINER LOKAL DI DESA PELIATAN, UBUD, GIANYAR Pande Wayan Suarsa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6382

Abstract

Tujuan penelitian adalah memberdayakan masyarakat melalui pelatihan ergo-entrepreneurship untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kewirausahaan pedagang kuliner di Desa Peliatan. Metode yang digunakan adalah melalui quasi eksperimen yang dipadukan dengan pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatore (SHIP). Rancangan penelitian menggunakan posttest only group design (treatment by subject design). Kegiatan yang dilakukan diawali dengan identifikasi masalah, kemudian dibuat prioritas masalah dan selanjutnya dibuat rencana tindak (action plan). Rencana tindak ini digunakan sebagai intervensi penelitian berupa pelatihan kewirausahaan berbasis ergonomi yang disebut dengan istilah ergo-entrepreneurship. Variabel bebas adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ergo-entrepreneurship. Variabel tergantung adalah (a) pengetahuan di bidang kewirausahaan dan (b) sikap kewirausahaan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mencari persentase perubahan dan dilanjutkan dengan uji beda t paired test dengan taraf signifikansi 5% untuk menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap pedagang kuliner antara sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pedagang kuliner berbeda bermakna antara sebelum dan sesudah pelatihan ergo-entrepreneurship (p < 0,05). Dalam hal ini terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 21,18% dan sikap kewirausahaan meningkat sebesar 9,57%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ergo-entrepreneurship dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap kewirausahaan pedagang kuliner. 
KESELAMATAN OLAHRAGA MELALUI BUKU PEDOMAN KESELAMATAN DALAM OLAHRAGA Made Agus Dharmadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk penyempurnaan dan mensosialisasikan buku pedoman yang telah dikembangkan sebelumnya, melalu uji pakar dan uji praktisi, yang terdiri dari pakar olahraga, pakar kesehatan dan pakar buku pedoman. Sedangkan uji praktisi dilakukan oleh guru-guru di jenjang SD, SMP dan SMA dengan minimal memiliki kualifikasi Master. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan menurut Gall and Gall (2003:570), teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik kuesioner kepada para pakar dan praktisi melalui form penilaian, sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan buku pedoman keselamatan olahraga sebagai panduan ataupun petujuk praktis terhadap upaya pencegahan terhadap resiko kecelakaan dalam pembelajaran penjasorkes sangat penting bagi guru/pelatih dan siswa. Buku pedoman diharapkan dapat dikembangkan segera dan dicetak dalam bentuk buku ataupun booklet yang mudah digunakan,  sehingga diharapkan nantinya dapat menunjang penampilan siswa/atlet dalam proses belajar/berlatihnya, disamping itu pula, pengembangan buku pedoman keselamatan olahraga memiliki asas manfaat yang baik berdasarkan hasil sosialisasi kepada siswa-siswa yang akan menggunakan buku pedoman tersebut. Dari kesimpulan ini, dapat disarankan agar buku yang telah di uji pakar maupun praktisi ini dapat dicetak dan sebarkan kepada guru/dosen, pelatih, siswa/mahasiswa dan juga masayarakat umum untuk dimanfaatkan sebagai buku utama dalam pencegahan aktifitas berolahraga.  
SIKAP BAHASA MASYARAKAT TUTUR BAHASA BALI KOTA SINGARAJA D.P. Ramendra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sikap bahasa masyarakat tutur bahasa Bali Kota Singaraja. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menerapkan desain survei dan sebagaimana desain itu pada umumnya, menggunakan angket dan pedoman wawancara sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan 285 orang sebagai sample/responden yang dipilih secara disproportionate stratified purposive sampling ‘sampel nonacak berlapis-takproporsional’. Responden itu juga diklasifikasikan menjadi 24 kelompok menurut variabel wangsa, status pekerjaan, umur, dan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa responden cenderung untuk berbeda menurut wangsa, tetapi tidak menurut status pekerjaan, umur, dan gender. Sikap terhadap kode kasar dan kode biasa pada penutur triwangsa dan jaba cenderung untuk tidak menunjukkan perbedaan, yakni netral/sedang dan positif secara berurutan. Akan tetapi, sikap terhadap kode alus berbeda: pada triwangsa sikap terhadap kode itu berkategori sangat positif, sedangkan pada jaba sikap yang ditunjukkan tergolong positif.  Di samping itu, sikap itu juga menunjukkan penurunan secara konsisten dari komponen kognitif ke konatif terutama pada triwangsa. Dari penurunan konsisten ini dapat diramalkan bahwa penggunaan bahasa Bali secara nyata akan cenderung rendah.
PENTINGNYA PENILAIAN POTENSI DIRI WIRAUSAHA SEBAGAI PONDASI UNTUK MENSUKSESKAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) Kadek Rai Suwena
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v4i2.6385

Abstract

Sebagai usaha dalam menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja dikembangkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Hanya saja, jarang ditemukan seorang sarjana yang ingin mengawali kehidupannya setelah lulus dari perguruan tinggi dengan berwirausaha. Kegagalan dari usaha tersebut diduga dikarenakan sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha dan mengenali potensi diri yang ada dalam diri mahasiswa. Mengenali potensi diri wirausaha mahasiswa dapat dinilai dari enam aspek, yaitu: kepribadian, disiplin diri, kreativitas, dorongan/keinginan, keberanian menghadapi risiko, dan kepercayaan diri. Sedikit tidaknya dengan mengenali potensi diri yang ada dalam diri mahasiswa dapat memberikan gambaran tentang seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu memperbaiki diri dan belajar agar lebih baik lagi. Mengenal diri sendiri berarti memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat, yaitu menyadari kelebihan/keunggulan yang dimiliki maupun kekurangan/ kelemahan yang ada pada diri sendiri yang nantinya menjadi sumber kesuksesan dalam berwirausaha.