cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 11 (2015)" : 11 Documents clear
SENSOR KOIL DATAR UNTUK ENGSEL ELEKTRONIK DENGAN ALGORITMA KOREKSI SUHU LINGKUNGAN Usman Malik; Lazuardi Umar; Widya Nora Nasution
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.073 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.701-706

Abstract

Telah dilakukan penelitian meggunakan sensor koil datar sebagai elemen pengindra terhadap pengembangan engsel elektronik untuk aplikasi rumah pintar. Dalam pengukuran ini jarak minimum yang diukur ialah 5 mm dan jarak maksimum 20 mm. penelitian ini dilakukan dengan suhu bervariasi yaitu 30C, 40C, 50C dan 60C. Nilai tegangan keluaran untuk suhu 30C hingga 60C berkisar antara 1,468 mV sampai dengan 2,863 mV. Hasil yang diperoleh ialah grafik dengan kurva berlapis. Dari hasil grafik dilakukan pemodelan menggunakan persamaan matematis. Dan hasil yang didapat ialah berupa persamaan umum yaitu ܷUo(d,0)=yo(0)+a(0)e^[-(b(0))d].
ANALISA SIFAT NUTRISI TANAH PERKEBUNAN YANG DIBERI PUPUK UREA (CO(NH2)2) MENGGUNAKAN SENSOR NUTRISI TANAH Yanuar Hamzah; Lazuardi Umar; Susi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.722 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.707-713

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisa sifat nutrisi tanah perkebunan kelapa sawit yang diberi pupuk urea CO(NH2)2 menggunakan sensor nutrisi tanah modifikasi Wenner. Konsentrasi nutrisi tanah disimulasikan dengan memvariasikan jumlah massa pupuk, dimana massa pupuk yang digunakan adalah 5, 10, dan 15 gram. Kemudian dilakukan pengukuran untuk melihat pergeseran frekuensi dan amplitudo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi pergeseran frekuensi ¨I kHz dari masing – masing massa pupuk 5 gram ,10 gram dan 15 gram. Perbedaan frekuensi tidak cukup signifikan jika dibanding dengan perubahan amplitudo pada kurva (U0) untuk masingmasing massa pupuk urea. Dengan menggunakan persamaan model matematis dapat ditentukan puncak dari grafik tersebut. Daerah puncak untuk massa urea 5 gram yaitu 5.5 MHz, massa urea 10 dan 15 gram pada 5.45 MHz.
PENENTUAN LAJU PENURUNAN KADAR AIR RENGGINANG UBI DENGAN MENGGUNAKAN KOLEKTOR PLAT DATAR BERENERGI BIOMASSA LIMBAH KAYU AKASIA Juandi M '; Febryadi Tulus M; Mbantun Ginting
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.714-719

Abstract

Telah dilakukan penelitian menentukan laju pengeringan kadar air rengginang ubi berenergi biomassa kayu akasia. Sistem pengeringan menggunakan sebuah ruangan kolektor berukuran 150 cm x 100 cm x 112 cm, dilengkapi cerobong, rak rotan dan drum sumber energi panas. Dinding ruangan dari plat seng dicat hitam dan dilapisi papan. Biomassa divariasikan sebesar 3 kg, 6 kg dan 9 kg. Sampel rengginang yang digunakan antara 20 gram sampai 28 gram. Suhu ruangan diatur berkisar 45ºC sampai 65ºC. Pengeringan dilakukan 100 menit dengan interval waktu pengamatan 10 menit. Penelitian dilakukan dengan membandingkan massa sebelum dan setelah pengeringan selama 10 menit. Hasil pengeringan diperoleh penurunan massa dengan biomassa 3 kg pada kedua rak adalah 7,43 gram dan 8,12 gram. Biomassa 6 kg pada kedua rak adalah 9,32 gram dan 10,55 gram. Biomassa 9 kg pada kedua rak adalah 9,95 gram dan 10,49 gram. Penurunan kadar air pada kedua rak adalah 33,14% dan 36,71% untuk biomassa 3 kg. Biomassa 6 kg pada kedua rak adalah 35,47% dan 39,02%. Biomassa 9 kg pada kedua rak adalah 35,24% dan 39,66%. Pengaruh massa biomassa terlihat terhadap penurunan kadar air antara massa 3 kg dibandingkan massa 6 kg dan 9 kg. Pengeringan dengan biomassa kayu akasia berhasil meningkatkan penurunan kadar air pada rengginang ubi.
PENGEMBANGAN DAN OPTIMALISASI ELEMEN PELTIER SEBAGAI GENERATOR TERMAL MEMANFAATKAN ENERGI PANAS TERBUANG Walfred Tambunan; Lazuardi Umar; Dara Fuji
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.657 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.720-726

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya listrik dari elemen Peltier. Energi listrik merupakan kebutuhan primer bagi manusia, namun penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan kelangkaan energi listrik, sehingga diperlukan upaya untuk mencari energi alternatif yang terbarukan. Salah satunya dengan memanfaatkan panas buangan menggunakan elemen Peltier yang akan dirubah menjadi energi listrik dan diaplikasikan menjadi pembangkit daya termoelektrik. Pembangkit daya termoelektrik TEG (Thermoelectric Generator) dapat menghasilkan energi listrik ketika ada perbedaan suhu yang terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda prinsip ini dikenal dengan nama “efek Seebeck” yang merupakan kebalikan dari efek Peltier TEC (Termoelectric Cooling), dimana variasi tegangan travo toroid pada pemanas sebagai simulasi dari panas terbuang pada kendaraan yakni sebesar 10 volt mulai dari 30 volt hingga 80 volt selama 40 menit. Hasil pengujian menunjukan tegangan bergantung pada perbedaan suhu antara sisi panas dan dingin. Dimana tegangan yang dihasilkan berbanding lurus dengan perbedaan suhu elements peltier, begitu juga dengan arus dan daya yang dihasilkan. Penelitian tentang TEG ini memiliki prospek yang cerah untuk masa depan sebagai sumber energi listrik.
ANALISA AKIUFER BEBAS KOTA PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA Juandi. M '; Rofeah '; Defrianto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.043 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.727-731

Abstract

Penelitian tentang analisa akuifer bebas kota Pekanbaru telah dilakukan dengan menggunakan metode beda hingga. Data kedalaman akuifer bebas dan koordinat lokasi diambil disetiap kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru masing-masing berjumlah 4 sampel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi akuifer bebas tahun 2016 sampai dengan 2019 disetiap kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru dengan menggunakan program Komputer aplikasi MATLAB versi 7.0. hasil penelitian dapat di informasikan bahwa kondisi akuifer bebas di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut: Kondisi akuifer bebas dalam keadaan baik berada di Kecamatan Marpoyan Damai dengan kedalaman rata-rata akuifer bebasnya dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 berturut-turut adalah - 8,15 meter sampai dengan -1.12 meter. Kondisi akuifer bebas yang paling rusak berada di kecamatan Rumbai dengan kedalaman akuifer bebas rata-ratanya dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 berturut-turut adalah 54,52 meter sampai dengan 54.24 meter.
PENGUKURAN SPEKTRUM SUARA MANUSIA LANSIA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN SUKU MENGGUNAKAN SOFTWARE PRAAT Salomo '; Natalia '; Erwin '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.02 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.732-738

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran spektrum suara manusia lansia berdasarkan jenis kelamin dan suku menggunakan software Praat. Suku yang dijadikan sampel penelitian yaitu suku Batak, Jawa, Melayu, Minang, Sakai dan Sunda. Proses perekaman suara manusia menggunakan mikrofon dan laptop (komputer) yang dilengkapi dengan software praat. Pengambilan sampel dilakukan dengan merekam suara lansia (60-70 thn) yang terdiri dua lakilaki dan dua perempuan setiap suku. Setiap sampel membaca sebuah kalimat yaitu “Joko Widodo adalah Presiden Indonesia yang Ketujuh” yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian Spektrum suara yang dihasilkan antara sampel laki-laki dan perempuan pada setiap suku berbeda-beda. Frekuensi dasar rata-rata tertinggi untuk laki-laki adalah suku Batak yaitu 158 Hz dan terendah adalah suku Minang yaitu 98 Hz. Frekuensi dasar rata-rata tertinggi untuk perempuan adalah suku Jawa yaitu 221 Hz dan terendah adalah suku Sunda yaitu 160 Hz. Frekuensi dasar untuk laki-laki dan perempuan secara umum berkurang seiring dengan pertambahan usia, bentuk organ penghasil suara dan kondisi sampel. Bertambahnya usia mempengaruhi nilai formant. Semakin tua usia seseorang maka nilai formantnya semakin menurun. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan hal yang sama, namun ada beberapa sampel yang nilai formantnya mengalami kenaikan, kenaikan ini disebabkan adanya perubahan jarak antara mulut sampel terhadap mikrofon.
PENGARUH MATERIAL PENYUSUN BUMI DAERAH RAWAN LONGSOR DI SIBIRU-BIRU KABUPATEN DELI SERDANG MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS 2D KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER Riad Syech; Retno Agung; Angelia Rajagukguk
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.504 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.739-744

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui tentang pengaruh material penyusun bumi daerah rawan longsor di daerah Sibiru-biru Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode geolistrik konfigurasi elektroda Wenner dan konfigurasi elektroda Schlumberger dua dimensi. Pengukuran di lapangan dilakukan menggunakan peralatan Resistivitimeter merek Naniura NRD 22 S, pengolahan data menggunakan software Resistivity 2 Dimension Inversion (Res2Dinv) untuk data geolistrik konfigurasi elektroda Wenner dan Schlumberger. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software tersebut diperoleh beberapa lapisan batuan dilokasi penelitian. Hasil pengolahan data metode geolistrik menggunakan konfigurasi elektroda Wenner lapisan patahan rawan longsor berada di kedalaman 0,775 meter - 1,35 meter dengan nilai resitivitas 211 Ohmmeter - 329 Ohmmeter sedangkan dengan konfigurasi elektroda Schlumberger berada di kedalaman 0,775 meter hingga kedalaman 1,45 meter dengan nilai resitivitas 165 Ohmmeter - 328 Ohmmeter. Hasil kedua metode menunjukkan perbedaan nilai resistivitasnya yang tidak signifikan. Hal ini berarti bahwa kedua metode dapat digunakan untuk mengetahui daerah rawan longsor dengan lapisan-lapisan batuan.
STUDI GEJALA ARUS EDDY PADA PLAT ALUMUNIUM MENGGUNAKAN SOLENOID SILINDER Zulkarnain '; Erwin '; Rika Sawitri
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.798 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.745-751

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk merancang dan mengamati pengaruh arus Eddy terhadap ayunan bandul yang ditimbulkan oleh sumber magnet. Sumber medan magnet berasal dari dua solenoida silinder dengan 400 lilitan, diameter 3,8cm dan tinggi 10cm serta magnet Neodymium Iron Boron (NdFeB). Untuk medapatkan nilai medan magnet yang lebih besar pada solenoid maka perlu penambahan inti menggunakan bahan ferromagnetic yaitu besi. Besarnya nilai medan magnet diukur menggunakan sensor Probe Magnetic Pasco PS-2162. Arus Eddy terjadi akibat perubahan fluks pada sumber magnet ketika plat bergerak bolak balik diantara sumber magnet. Nilai medan magnet divariasi berdasarkan arus listrik, jarak serta solenoid yang dihubungkan secara seri dan parallel. Dimensi dari plat alumunium memiliki panjang 10cm, lebar 6cm dan panjang tangkai 20cm. Plat dirancang dengan geometri lurus yaitu tanpa celah, satu celah, tiga celah, dan empat celah. Solenoida dengan inti ferromagnetik dihubungkan secara seri dengan jarak 1,5 cm dengan arus tertinggi yaitu 7A dapat menghasilkan medan magnet sebesar 37,8851 mT, besarnya medan magnet berbanding terbalik dengan jarak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah ayunan plat dipengaruhi oleh kuat medan magnet dan jumlah celah pada bandul. Semakin banyak jumlah celah maka jumlah ayunan semakin banyak dan waktu semakin lama diakibatkan oleh pemutusan arus Eddy yang terjadi pada celah-celah plat.Fenomena inidisebabkan olehpemotongan(strip) pada plat disirkuit terbukasehingga mengurangi arusEddy. Untukosilasidengan menggunakanNdFeB, jumlahosilasimengalamipenurunanyang signifikan.
EFEK PENAMBAHAN PARTIKEL MAGNETIK Fe3O4 TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN KARBON AKTIF SERBUK GERGAJI KAYU PADA LOGAM BERAT BESI (Fe) Erman Taer; Sugianto '; Rika '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.464 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.752-758

Abstract

Telah dilakukan study tentang aplikasi karbon aktif magnetik dari serbuk gergaji kayu karet (SGKK) sebagai penyerap logam berat Fe. SGKK diaktivasi menggunakan larutan KOH sebagai aktivator kimia, kemudian SGKK dicampur dengan FeCl3 sebagai prekursor nanopartikel magnetik dan dikarbonisasi pada suhu 850 0 C dalam lingkungan gas Nitrogen (N2). Karakterisasi SEM, EDX, dan XRD bertujuan untuk melihat morfologi permukaan, komposisi kimia, serta strukstur sampel. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa composite carbon dan nano-Fe3O4 telihat dengan kebera nano-Fe3O4 merata pada permukaan karbon. Pengujian EDX memastikan bahwa partikel yang terdapat pada permukaan karbon adalah unsur Fe3O4. Hasil Uji XRD menunjukkan bahwa logam Fe muncul dengan kehadiran puncak pada ș 360 . Sementara itu, uji kemampuan serapan karbon aktif dilakukan menggunakan SSA. Hasil uji SSA menunjukkan bahwa persentase serapan maksimum pada sampel air sumur bor, air sumur galian dan air sumur bor setelah dilakukan penyaringan berturut-turut adalah sebesar 97,94 %, 83,58 %, dan 56,18%.
PENGEMBANGAN SENSOR MAGNETIK MAGNETORESISTIF (MR) UNTUK APLIKASI KOMPAS ELEKTRONIK Lazuardi Umar; Rahmondia Nanda Setiadi; Siska Maulana
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 12, No 11 (2015)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.412 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.12.11.759-763

Abstract

Dewasa ini sangat dibutuhkan peralatan-peralatan elektronik yang dapat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas. Pembuatan kompas ini menggunakan sensor medan magnet yaitu sensor HMC5883L. Alat telah diuji dan dikalibrasi menggunakan kalibrator standar medan magnet yaitu Teslameter FH51. Dalam penentuan arah sensor HMC5883L dihubungkan dengan Arduino Uno yang dihubungkan ke PC dengan menjalankan aplikasi perangkat lunak berbasis Visual C++. Sensor HMC5883L mengandalkan efek magnetoresistif dengan sensitivitas linearitas untuk mengukur medan magnet bumi yang lemah. HMC5883L merupakan elemen sensor medan yang yang dilengkapi dengan set/reset dan kompensasi kumparan terintegrasi. Selain elemen sensor, unit pengkondisian sinyal dan unit penentuan arah juga diperlukan untuk membangun sebuah kompas elektronik. Fungsi utama dari unit pengkondisian sinyal adalah amplifikasi sensor sinyal dan kompensasi offset. Kedua teknik kompensasi dapat diimplementasikan hanya dengan mengendalikan set terpadu/ ulang dan kumparan kompensasi HMC5883L tersebut. Teknik kalibrasi juga berhubungan dengan gangguan, deklinasi dan kemiringan yang ditunjukkan. Akhirnya akan menghasilkan sistem kompas yang lengkap.

Page 1 of 2 | Total Record : 11