cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 12 (2016)" : 20 Documents clear
PENGARUH DAYA IRADIASI GELOMBANG MIKRO TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIKA KARBON AKTIF KAYU EUCALYPTUS Widarti '; Awitdrus '; Rakhmawati Farma; Iwantono '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.79 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.773-780

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya iradiasi gelombang mikro terhadap sifat-sifat fisika karbon aktif kayu Eucalyptus. Karbon aktif dengan bahan pemula kayu Eucalyptus dikarbonisasi secara konvensional selama 1,5 jam dan aktivasi kimia dengan perbandingan massa karbon dan agen pengaktif KOH sebesar 2:1 dan diiradiasi dengan menggunakan gelombang mikro selama 20 menit dengan variasi daya antara 540; 630 dan 720 Watt. Aktivasi kimia dan iradiasi gelombang mikro berpengaruh terhadap sifat-sifat karbon aktif. Hasil karbon aktif setelah diiradiasimenggunakan gelombang mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi daya iradiasi maka semakin kecil karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif yang diiradiasi menggunakan daya 630 Watt menghasilkan persentase degradasi paling tinggi sebesar 96,859%, nilai ini didukung oleh nilai Lcyang tertinggi sebesar 48.4733Å.
PENGOLAHAN ISYARAT METODE DIFERENSIAL UNTUK LINIERISASI SENSOR KOIL DATAR Kisna Pertiwi; Usman Malik; Defrianto '; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.932 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.807-813

Abstract

Sensor induktif koil datar mengevaluasi perubahan induktansi bersama dari objek ukur pada kumparan. Koil geometri lingkaran bekerja dengan mendeteksi tanpa kontak fisik dengan objek tersebut yang dibuat pada FR4 Printed Circuit Board (PCB). Osilator LC digunakan untuk mengevaluasi perubahan induktansi dari dua sensor identik dalam struktur diferensial dengan massa penganggu, yaitu tembaga berilium (Cube) bergerak maju mundur antara sensor. Batas pengukuran dengan jarak minimum diperoleh frekuensi sebesar 3,45MHz untuk sensor koil datar 1 dan 2,41MHz untuk sensor koil datar 2. Linierisasi menunjukkan sensitifitas suatu sensor dengan nilai dua kali dari sensitifitas satu sensor.
PERUBAHAN KUAT MEDAN MAGNET SEBAGAI FUNGSI JUMLAH LILITAN PADA KUMPARAN HELMHOLTZ Salomo '; Erwin '; Ginisa Ardiyani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.327 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.814-819

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun dan analisis kumparan Helmholtz yang dibuat dengan diameter 13 cm dan jumlah lilitan yang bervariasi yaitu dari : 50, 100, 150, 200 dan 250 lilitan. Medan magnetik yang ditimbulkan oleh kumparan ini diukur menggunakan probe magnetik pasco PS-2162 sebagai fungsi arus, jarak dan jumlah lilitan. Nilai maksimum medan magnetik yang dihasilkan pada pusat kumparan Helmholtz standar dengan arus sebesar 2 A adalah sebesar 7.156 x 10-5 T sedangkan untuk kumparan Helmholtz yang dibuat adalah 5.907 x 10-5T. Kenaikan jumlah lilitan dan kuat arus mengakibatkan medan magnetik juga semakin besar, untuk kumparan dengan jumlah lilitan 50 dan 250 yang dialiri arus sebesar 1.0 A menghasilkan medan magnetik masing-masing sebesar 5.241 x 10-5T dan 6.208 x 10-5T. Pertambahan ini sesuai dengan yang diharapkan dimana medan magnetik nilainya berbanding lurus dengan arus (I) dan jumlah lilitan (N). Nilai medan magnetik menurun ketika jarak semakin jauh dari pusat kumparan dalam arah horizontal dan vertikal.
MODEL VOLUME RESAPAN AIR HUJAN PADA SUMUR RESAPAN DI KECAMATAN RUMBAI KOTA PEKANBARU Juandi M '; Kusnadi Gultom; Muhammad Edisar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.306 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.787-792

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Volume Resapan Air Hujan pada Sumur Resapan di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Perhitungan volume resapan diperoleh menggunakan data geolistrik dua dimensi. Konfigurasi elektroda Schlumberger dengan bentangan sebesar 164 meter. Hasil pengolahan data geolistrik menggunakan software Res2dinv diperoleh nilai tahanan jenis litologi penyusun lapisan-lapisan tanah di daerah pengukuran. Berdasarkan nilai tahanan jenis litologi yang diperoleh, maka diketahui nilai permeabilitas lapisan tanah di daerah penelitian sebesar 75,41 m/hari. Menggunakan data curah hujan rata-rata Kota Pekanbaru dari BMKG sebesar 0,27 mm3 /jam maka diperoleh hasil penelitian volume resapan air hujan untuk sumur resapan dimensi satu dengan tipe rumah 36 sebesar 15,23 m3 ; volume resapan dimensi dua dengan tipe rumah 38; tipe 45; dan tipe 48 diperoleh sebesar 19,58 m3 . Sedangkan untuk sumur resapan dimensi IV dengan tipe rumah 54 diperoleh volume resapan air hujan sebesar 40,82 m3 . Pemanfaatan air tanah oleh penduduk setempat adalah 8674,02 m3 /hari, dan pemanfaatan oleh industri sebesar 0,4 m3 /hari.
POLA ALIRAN AIR BAWAH TANAH DI PERUMNAS GRIYA BINA WIDYA UNRI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI ELEKTRODA SCHLUMBERGER Muhammad Edisar; Listia Damayana; Juandi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.643 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.820-822

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentag pola aliran air bawah tanah di Perumnas Griya Bina Widya UNRI Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru. Pola aliran air bawah tanah dibuat menggunakan data pengukuran geolistrik satu dimensi dengan konfigurasi elektroda Schlumberger. Berdasarkan formasi litologi bawah tanah yang diperoleh dari data geolistrik, maka diperoleh hasil penelitian untuk tujuh blok dari blok A sampai dengan blok G di daerah penelitian terdapat empat lapisan formasi. Hasil pemetaan pola aliran air bawah tanah menunjukkan bahwa pada formasi lapisan pertama arah aliran air bawah tanah dari arah timur laut ke selatan lalu barat daya dengan ketebalan lapisan mulai dari 10 sampai 39,1 meter. Pola aliran air bawah tanah pada lapisan kedua adalah dari arah timur laut ke utara lalu selatan, ketebalan lapisan kedua ini mulai dari 8 sampai 52,8 meter. Pola aliran air bawah tanah pada formasi lapisan ketiga adalah dari arah timur laut ke selatan, dengan ketebalan lapisan ketiga ini sebesar 2,5 sampai 75,8 meter. Sementara untuk formasi lapisan keempat dengan ketebalan mulai 2,5 sampai 79,1 meter, pola aliran air bawah tanah mengalir dari arah utara ke tenggara.
SIMULASI 3 DIMENSI DISTRIBUSI PANAS PLAT KNALPOT MOBIL UNTUK ELEMEN TERMOELEKTRIK Wildan Adli; Walfred Tambunan; Defrianto '; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.713 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.793-800

Abstract

Penelitian ini mensimulasikan distribusi panas pada plat penghantar modul pembangkit energi mikro berbasis Thermoelectric Generator (TEG) tipe 40-40-10/100 untuk optimalisasi serapan panas dari panas terbuang knalpot kendaraan. Modul memiliki ketahanan panas maksimum 423K. Pemodelan menggunakan MATLAB memakai persamaan difusi yang dimodifikasi dengan penerapan syarat batas suhu 900K pada permukaan alas plat yang bersentuhan dengan sumber panas. Bentuk plat yang dimodelkan berbahan aluminium bervariasi yaitu pejal, hollow, hollow gitter, hollow heatsink, dengan dimensi panjang 110mm, lebar 60mm, tebal alas 30mm dan tebal tonjolan 30mm. Penurunan suhu paling baik diperoleh sebesar ∆T=178,67K (19,85%) dihasilkan oleh bentuk plat hollow heatsink. Suhu yang dihasilkan pada pemodelan ini kemudian diturunkan kembali dengan memvariasikan jenis material berupa bahan aluminium, tembaga, besi, dan stainless steel, serta dengan memvariasikan jumlah larik TEG yaitu 1-array sampai dengan 4-array masing-masing terdiri dari 2 modul. Penurunan suhu yang paling mendekati suhu maksimal TEG adalah suhu akhir mencapai 402K, diperoleh dari plat stainless steel hollow heatsink berketebalan 50mm yang disusun 4-array TEG.
PENENTUAN LAJU PENURUNAN KADAR AIR OPAK SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN RUANG PENGERING BERENERGI BIOMASSA LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Usman Malik; Weldo Sihotang; Juandi M. '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.155 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.823-829

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan laju penurunan kadar air opak singkong dengan menggunakan energi biomassa pelepah kelapa sawit. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan ruang pengering dengan ukuran panjang 130 cm, lebar 90 cm dan tinggi 120 cm. Ruang pengering dibentuk sedemikian rupa yang dilengkapi dengan cerobong, 2 tingkat rak pengering dan 2 buah drum sebagai sumber energi panas. Sumber panas pengeringan berasal dari pembakaran biomassa pelepah kelapa sawit di dalam drum. Dinding ruangan terbuat dari triplek dengan ketebalan 8 mm dan dilapisi plat seng dengan ketebalan 1 mm yang dicat warna hitam. Sampel yang dikeringkan adalah opak singkong dan diproduksi di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Massa awal masing - masing opak singkong di rak 1 sebesar 44,13 gram, 41,99 gram, dan 46,27 sedangkan di rak 2 sebesar 47,66 gram, 45,02 gram dan 45,98 gram. Pengeringan dilakukan selama 100 menit dengan interval waktu 10 menit dimana suhu ruangan diatur sekitar 50 C sampai 65 C. Penurunan kadar air rata rata pada kedua rak setiap 10 menit selama pengamatan 100 menit adalah 15,30%, 10,62%, 8,84%, 7,17%, 6,40%, 5,78%, 4,71%, 3,74%, 2,75%, 2,52%. Kata kunci: Pengeringan, Kadar Air
IDENTIFIKASI KUALITAS AIR BERDASARKAN SIFAT FISIK AIR SUNGAI SIAK PEKANBARU Riad Syech; Tengku Emrinaldi; Lundu F Simbolon
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.293 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.801-806

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kualitas air sungai dan air sumur sekitar sungai siak dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur sifat listrik air pada suhu 200C. Jenis air yang digunakan adalah air sungai, air sumur galian dan air sumur bor yang di dapatkan dari 7 titik yang berbeda. Pengukuran sifat listrik air dilakukan dengan menggunakan multitester yang dihubungkan dengan power suppy, selanjudnya sambungkan multitester dengan plat tembaga(Cu) dan seng(Zn) sebagai penghantar arus, dan gelas beaker sebagai wadah tempat sampel, pengukuran akan mendapatkan nilai tegangan dan arus sampel. Berdasarkan nilai tegangan dan arus dapat dihitung nilai sifat listrik untuk masing-masing sampel. Hasil penelitian untuk sifat listrik air sungai memiliki nilai resistansi sebesar 2255,46 Ω, resistivitas sebesar 213,14 Ωm, konduktivitas sebesar 0,00530 (Ωm)-1 , dan daya sebesar 3,81 x 10-5 W. sedangkan sifat listrik paling baik untuk sumur galian adalah air sumur 6 dengan nilai resistansi sebesar 3136,46 Ω, resistivitas sebesar 296,39 Ωm, konduktivitas sebesar 0,00345 (Ωm)-1 , dan daya sebesar 7,85 x 10-5 W. Berdasarkan hasil penelitian nilai sifat listrik air terbaik adalah sifat listrik rata-rata air sumur 3 (sumur bor) dengan nilai resistansi sebesar 3538,61 Ω, nilai resistivitas listrik sebesar 334,39 Ωm, nilai konduktivitas listrik sebesar 0,00341(Ωm)-1 , dan daya listrik sebesar 4,76x10-5W.Air yang layak untuk dikonsumsi memiliki resistivitas 3x103Ω, dan konduktivitas listrik(300sampai dengan500) x10-6 (Ωm)-1 .Berdasarkan standar resistivitas dan konduktivitas listrik, sampel air sungai dan sumur tidak layak untuk dikonsumsi manusia karena masih jauh dari batas yang diperbolehkan.
SIMULASI FIBER COUPLER KOMBINASI SERAT MODA TUNGGAL DAN SERAT KISI BRAGG UNTUK KOMPONEN SENSOR OPTIK Ros Meri; Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.259 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.835-841

Abstract

Fiber coupler telah berhasil dikembangkan dengan mengkombinasikan serat moda tunggal dan serat kisi Bragg. Karakterisasi fiber coupler dianalisa berdasarkan hasil simulasi menggunakan softwareOptiGrating dengan memvariasikan panjang kisi 1 × 10^4 um sampai 6 × 10^4 um menggunakan metode transfer matrik berdasarkan persamaan moda tergandeng. Puncak gelombang, transmitivitas, dan dispersi merupakan parameter yang dianalisa untuk mengetahui kinerja fiber coupler. Spektrum transmisi menunjukkan kenaikan puncak gelombang untuk setiap kenaikan panjang kisi pada saluran 1 dan saluran 2, transmitivitas pada saluran 1 dan saluran 2 mengalami penurunan dari rentang panjang gelombang 1,45 um – 1,55 um dan naik kembali pada rentang 1,55 um – 1,65 um untuk setiap kenaikan panjang kisi. Dispersi menunjukkan nilai dispersi nol pada panjang gelombang tertentu untuk setiap kenaikan panjang kisi.
KARAKTERISASI DAN SIMULASI DIODA PN MEMPERGUNAKAN ALAT UJI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8A Dian Putri Oktavia; Yanuar Hamzah; Rahmondia N.S '; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.693 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.781-786

Abstract

Program uji otomatis untuk mengkarakterisasi kurva I-U pada dioda berbasis modul Arduino dengan mikrokontroler Atmega8A telah dilakukan. Empat jenis dioda yang digunakan adalah 1N4007, 1N5401, 1N5392, dan 1N4148 yang dikarakterisasi pada suhu 303K dengan masing-masing tegangan uji (dU) 1mV, 5mV, 10mV, 20mV, 50mV, 100mV, dan 500mV. Pengamatan pengaruh suhu pada dioda menggunakan ruang adiabatis untuk pengukuran tiga suhu yang berbeda yaitu 313K, 323K dan 333K yang kemudian menghasilkan kurva I-U. Hasil pengukuran memperlihatkan kenaikan pada kurva I-U dioda secara eksponensial pada kuadran I (wilayah panjar maju). Untuk parameter dioda, kurva I-U dimodelkan dan disimulasikan yang merujuk pada persamaan dioda dan persen error maksimum sebesar 10,57% berbanding dengan pengukuran dalam full scale.

Page 2 of 2 | Total Record : 20