cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 390 Documents
PENENTUAN LAJU PENURUNAN KADAR AIR OPAK SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN RUANG PENGERING BERENERGI BIOMASSA LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Usman Malik; Weldo Sihotang; Juandi M. '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.155 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.823-829

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan laju penurunan kadar air opak singkong dengan menggunakan energi biomassa pelepah kelapa sawit. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan ruang pengering dengan ukuran panjang 130 cm, lebar 90 cm dan tinggi 120 cm. Ruang pengering dibentuk sedemikian rupa yang dilengkapi dengan cerobong, 2 tingkat rak pengering dan 2 buah drum sebagai sumber energi panas. Sumber panas pengeringan berasal dari pembakaran biomassa pelepah kelapa sawit di dalam drum. Dinding ruangan terbuat dari triplek dengan ketebalan 8 mm dan dilapisi plat seng dengan ketebalan 1 mm yang dicat warna hitam. Sampel yang dikeringkan adalah opak singkong dan diproduksi di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Massa awal masing - masing opak singkong di rak 1 sebesar 44,13 gram, 41,99 gram, dan 46,27 sedangkan di rak 2 sebesar 47,66 gram, 45,02 gram dan 45,98 gram. Pengeringan dilakukan selama 100 menit dengan interval waktu 10 menit dimana suhu ruangan diatur sekitar 50 C sampai 65 C. Penurunan kadar air rata rata pada kedua rak setiap 10 menit selama pengamatan 100 menit adalah 15,30%, 10,62%, 8,84%, 7,17%, 6,40%, 5,78%, 4,71%, 3,74%, 2,75%, 2,52%. Kata kunci: Pengeringan, Kadar Air
ANALISIS PENGARUH PARTIKULAT MATTER PM10 TERHADAP SUHU, KELEMBABAN UDARA DAN KECEPATAN ANGIN DI DAERAH KULIM KOTA PEKANBARU Riad Syech; Usman Malik; Riska Fitriani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.743 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1032-1036

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pengaruh konsentrasi partikulat metter PM10 terhadap faktor suhu, kelembaban udara dan kecepatan angin telah dilakukan pada bulan agustus 2015 sampai dengan november 2015. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode imterprestasi data. Data-data yang diperoleh dari labor udara stasiun kulim Pekanbaru. Hasil yang diperoleh pada bulan agustus 2015 sampai bulan november 2015 yaitu konsentrasi partikulat metter rata-rata yaitu 172,4 ug/m3 dengan konsentrasi partikulat metter maksimum terletak antara bulan september dan bulan oktober dengan harga 271,13 ug/m3 pada suhu 33,54 ℃ .Konsentarasi Partikulat metter PM10 minimum yaitu 119,91 ug/m3 pada suhu 23,58℃ .Kelembaban udara maksimum adalah 99,98 %, Kelembaban udara minimum adalah pada 56,88 %,Kecepatan angin maksimum 3,26 m/s berada pada konsentrasi partikulat metter PM10 maksimum 271,13 ug/m3 ,Sedangkan kecepatan minimum 1,17 m/s berada pada konsentrasi partikulat metter minimum 119,91 ug/m3 . Rata-rata nilai konsentrasi PM10 masih dibawah batas indeks standar pencemaran yaitu 70 µg/m3.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI SERABUT TANDAN KELAPA SAWIT SEBAGAI ADSORBEN DENGAN VARIASI AKTIVATOR KOH BERBANTUAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO Rakhmawati Farma; Fitri Wahyuni; Awitdrus Awitdrus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.436 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.976-980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase KOH terhadap karbon aktif yang dihasilkan sebagai penyerap metilen biru. Karbon aktif disediakan dari serabut tandan kosong kelapa sawit yang di pra-karbonisasi pada suhu 280℃ selama 4 jam. Aktivasi kimia dilakukan selama 25 jam dengan variasi KOH masing-masing dengan 25%, 50%, dan 75% dari massa karbon dan diiradiasi gelombang mikro selama 15 menit dengan daya 720 Watt. Daya serap metilen biru terbaik dihasilkan oleh karbon aktif dengan persentase KOH 75% sebesar 87,731 mg/g. Daya serap metilen biru tertinggi didukung oleh nilai Lc terbaik sebesar 2,897 nm.
PEMANFAATAN AMPAS SAGU SEBAGAI ELEKTRODA KARBON SUPERKAPASITOR Andika Afrianda; Erman Taer; Rika Taslim
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.212 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1119-1124

Abstract

Penelitian pembuatan karbon aktif berbasis sagu sebagai elektroda superkapasitor telah berhasil dilakukan. Tahap pertama produksi karbon aktif dimulai dengan mengeringkan limbah ampas sagu dibawah sinar matahari dan dilanjutkan dengan pengeringan oven, prakarbonisasi, penggilingan, pengayakan, aktivasi kimia dengan larutan KOH konsentrasi 0,2 M, pencetakan pelet, karbonisasi pada 600 °C diikuti aktivasi fisika pada suhu 850 °C dan pemolesan pelet. Sampel yang dikeringkan dalam oven dilakukan pada suhu 110 °C dan prakarbonisasi dilakukan pada suhu 100 °C sampai 250 °C selama 2 jam. Sampel digiling dengan menggunakan penggilingan mortar dan ball milling. Aktivator 0,2 M KOH digunakan untuk meningkatkan luas permukaan elektroda. Aktivasi fisika menggunakan H2O selama 1,5 jam. Karakterisasi sifat fisis dilakukan dengan pengukuran densitas, stabilitas termal (TGA) dan SEM dan sifat elektrokimia dilakukan dengan metode voltametri siklik dengan variasi scan rate 1, 2 dan 5 mV/s. Hasil kapasitansi spesifik optimum karbon aktif berbasis sagu untuk superkapasitor ditemukan pada scan rate 1 mV/s sebesar 74,85 F/g.
PENENTUAN NILAI REGANGAN JEMBATAN SIAK I OLEH KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN FIBER BRAGG GRATING Tengku Emrinaldi; Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.333 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.919-926

Abstract

Peregangan karena getaran dan frekuensi alami Jembatan Siak I diinvestigasi dalam penelitian ini. Regangan dihitung dari laser yang diukur dengan powermeter. Frekuensi alami dihitung secara kalkulasi manual dengan analisa single-girder. Penelitian dilakukan di lima titik pada Jembatan Siak I. Kelima titik pengukuran adalah 10 m, 87,5 m, 175 m, 265 m, dan 287,5 m dari ujung jembatan di Kecamatan Senapelan. Kendaraan yang digunakan untuk menghasilkan getaran adalah Xenia dan pengukuran dilakukan pada dini hari. Peralatan yang digunakan adalah Laser dioda, Fiber Bragg Grating (λB = 1550 nm) dan powermeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima titik pengukuran hampir mengalami regangan dibawah 20 με.
IDENTIFIKASI KUALITAS AIR BERDASARKAN SIFAT FISIK AIR SUNGAI SIAK PEKANBARU Riad Syech; Tengku Emrinaldi; Lundu F Simbolon
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.293 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.801-806

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kualitas air sungai dan air sumur sekitar sungai siak dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur sifat listrik air pada suhu 200C. Jenis air yang digunakan adalah air sungai, air sumur galian dan air sumur bor yang di dapatkan dari 7 titik yang berbeda. Pengukuran sifat listrik air dilakukan dengan menggunakan multitester yang dihubungkan dengan power suppy, selanjudnya sambungkan multitester dengan plat tembaga(Cu) dan seng(Zn) sebagai penghantar arus, dan gelas beaker sebagai wadah tempat sampel, pengukuran akan mendapatkan nilai tegangan dan arus sampel. Berdasarkan nilai tegangan dan arus dapat dihitung nilai sifat listrik untuk masing-masing sampel. Hasil penelitian untuk sifat listrik air sungai memiliki nilai resistansi sebesar 2255,46 Ω, resistivitas sebesar 213,14 Ωm, konduktivitas sebesar 0,00530 (Ωm)-1 , dan daya sebesar 3,81 x 10-5 W. sedangkan sifat listrik paling baik untuk sumur galian adalah air sumur 6 dengan nilai resistansi sebesar 3136,46 Ω, resistivitas sebesar 296,39 Ωm, konduktivitas sebesar 0,00345 (Ωm)-1 , dan daya sebesar 7,85 x 10-5 W. Berdasarkan hasil penelitian nilai sifat listrik air terbaik adalah sifat listrik rata-rata air sumur 3 (sumur bor) dengan nilai resistansi sebesar 3538,61 Ω, nilai resistivitas listrik sebesar 334,39 Ωm, nilai konduktivitas listrik sebesar 0,00341(Ωm)-1 , dan daya listrik sebesar 4,76x10-5W.Air yang layak untuk dikonsumsi memiliki resistivitas 3x103Ω, dan konduktivitas listrik(300sampai dengan500) x10-6 (Ωm)-1 .Berdasarkan standar resistivitas dan konduktivitas listrik, sampel air sungai dan sumur tidak layak untuk dikonsumsi manusia karena masih jauh dari batas yang diperbolehkan.
SIMULASI FIBER COUPLER KOMBINASI SERAT MODA TUNGGAL DAN SERAT KISI BRAGG UNTUK KOMPONEN SENSOR OPTIK Ros Meri; Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.259 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.835-841

Abstract

Fiber coupler telah berhasil dikembangkan dengan mengkombinasikan serat moda tunggal dan serat kisi Bragg. Karakterisasi fiber coupler dianalisa berdasarkan hasil simulasi menggunakan softwareOptiGrating dengan memvariasikan panjang kisi 1 × 10^4 um sampai 6 × 10^4 um menggunakan metode transfer matrik berdasarkan persamaan moda tergandeng. Puncak gelombang, transmitivitas, dan dispersi merupakan parameter yang dianalisa untuk mengetahui kinerja fiber coupler. Spektrum transmisi menunjukkan kenaikan puncak gelombang untuk setiap kenaikan panjang kisi pada saluran 1 dan saluran 2, transmitivitas pada saluran 1 dan saluran 2 mengalami penurunan dari rentang panjang gelombang 1,45 um – 1,55 um dan naik kembali pada rentang 1,55 um – 1,65 um untuk setiap kenaikan panjang kisi. Dispersi menunjukkan nilai dispersi nol pada panjang gelombang tertentu untuk setiap kenaikan panjang kisi.
PENGARUH LIMBAH INDUSTRI Pb DAN Cu TERHADAP KESETIMBANGAN SUHU DAN SALINITAS DI PERAIRAN LAUT KOTA DUMAI Riad Syech; Nia Audina; Usman Malik
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.573 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.981-985

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Pengaruh Limbah Industri Pb dan Cu Terhadap Kesetimbangan Suhu dan Salinitas di Perairan Laut Kota Dumai” dengan metode survei.Pengukuran suhu dan salinitas ditentukan pada tiga stasiun, yaitu Stasiun I Pelabuhan PT.KLK Dumai, Stasiun II Muara Sungai Mesjid dan Stasiun III Pelabuhan TPI Purnama Dumai selama 3 hari pengambilan sampel dan dilakukan pada pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB secara serentak di tiga stasiun. Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui suhu, salinitas dan kadar logam Pb dan Cu. Kadar logam Pb dan Cu diketahui dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer atau AAS. Hasil penelitian untuk suhu, salinitas dan kadar logam berat Pb dan Cu tertinggi berturut-turut, yaitu 32°C, 37‰, 1,43 ppm dan 0,028 ppm. Kadar logam berat dan kondisi pasang surut mempengaruhi suhu dan salinitas sampel air laut.
FENOMENA ARUS EDDY PADA PLAT ALUMUNIUMMENGGUNAKAN SOLENOID BERBENTUK BALOK Zulkarnain '; Erwin '; Indah Cahyani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.4 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.901-906

Abstract

Penelitian untuk mengamati fenomena arus eddy pada plat alumunium dan koil berbentuk solenoid balok telah dilakukan. Fenomena arus Eddy diamati pada plat alumunium dengan ukuran 6 x 10 cm dan memiliki tangkai dengan panjang 20 cm. Sumber medan magnet dihasilkan oleh solenoid yang dihubungkan secara seri dan paralel. Solenoid dirancang berbentuk balok dengan ukuran 4x4x10 cm. Solenoid diberi inti dari bahan ferromagnetik yaitu besi (Fe). Plat alumunium yang digunakan dirancang dengan empat model yaitu satu celah, tiga celah, empat celah dan tanpa celah.. Kuat medan magnet diukur dengan menggunakan Probe Magnetic Pasco PS-2162 secara horizontal dan vertikal terhadap solenoid dengan memvariasikan jarak dan besarnya arus. Hasil penelitian menunjukkan medan magnet terbesar dihasilkan oleh kumparan menggunakan inti yang dihubungkan secara seri yaitu sebesar 40.1535 mT pada arus 7A. Arus Eddy yang timbul pada plat dipengaruhi oleh besarnya kuat medan magnet dan jumlah celah pada plat. Semakin besar kuat medan magnet yang digunakan maka jumlah ayunan dari plat semakin menurun. Selain itu, jumlah ayunan menurun dengan bertambahnya jumlah celah pada plat. Penurunan ini disebabkan oleh adanya pemutusan dari arus Eddy yang terbentuk pada plat oleh celah-celah yang terdapat pada plat tersebut, sebagai perbandingan pengaruh kuat medan magnet terhadap jumlah ayunan digunakan magnet Neodymium Iron Boron sebagai sumber medan magnet dan hasilnya menunjukkan bahwa jumlah ayunan pada plat menurun secara drastis.
PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL PLASMONIK PERAK (Ag) TERHADAP SIFAT FISIS NANOROD ZnODENGAN METODE SEED-MEDIATED HYDROTHERMAL Fera Anggelina; Iwantono Iwantono; Lazuardi Umar; Awitdrus Awitdrus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.622 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1041-1047

Abstract

Penumbuhan nanorod ZnO dengan tambahan material plasmonik Ag telah berhasil dilakukan dengan menggunakan metode seed-mediated hydrothermal melalui 2 proses: pembenihan dan penumbuhan. Penambahan Ag dilakukan setelah penumbuhan nanorod ZnO yang berlangsung pada suhu 90°C selama 8 jam. Pengaruh penambahan Ag terhadap sifat fisis nanorod ZnO dievaluasi dengan menggunakan teknik karakterisasi XRD, FESEM-EDX dan spektroskopi UV-Vis. Spektrum XRD yang dihasilkan sampel tidak memperlihatkan puncak khusus untuk Ag, namun foto FESEM cukup menampakkan bahwa Ag berhasil masuk ke dalam kisi nanorod ZnO. Hal ini diperlihatkan dengan rusaknya penampang permukaan dari nanorod ZnO, ukuran diameter yang tidak seragam, serta orientasi nanorod yang tidak tegak lurus terhadap substrat. Keberadaan Ag sangat jelas diperlihatkan pada uji EDX dengan persentase berat sebesar 0.2%. Penambahan Ag pada nanorod ZnO berdampak positif, terutama pada sifat optik ZnO. Adanya tambahan Ag menambah rentang daya serap sampel dari UV hingga cahaya tampak. Dengan adanya sifat SPR pada sampel, maka penggunaan material aktif ini pada DSSC sangat dimungkinkan mampu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.