cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 390 Documents
Karakteristik Pertumbuhan Pelepah Kelapa Sawit dengan Menggunakan Fiber Bragg Grating Moda Tunggal Didik Puji Sutriyono; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.511 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1026-1031

Abstract

Penentuan pertambahan panjang pelepah sawit dapat menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG)moda tunggal dengan sumber daya input 1mW pada panjang gelombang 1550. Perlakuan FBG dilakukan pada kelapa sawit yang berumur 6 bulan 2 sampel dan 1 tahun 2 sampel. Karakteristik yang dihasilkannya yaitu: adanya sampel yang sama dalam peningkatan pertumbuhan panjang pelepah sawit secara alami yaitu sampel A dan D, sedangkan sampel B dan C terjadi fluktuasi pembacaan pada alat ukurnya. Pertambahan panjang maksimal diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke5 yaitu 627173.274 nm sedangkan pertambahan panjang minimum diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke-2 yaitu 582455.966 nm. Perubahan panjang gelombang negatif dialami sampel B pada pengukuran hari ke-2, ke-5, ke-8 dan ke-14 yaitu –0,049927414 nm; –0,2033673 nm; – 0,194798635 nm; dan –0,18501825 nm. Sampel C juga mengalami perubahan panjang gelombang pada pengukuran hari ke-5, ke-33, ke-36 dan ke-42 yaitu –0,284538013 nm; – 0,019009783 nm; – 0,018772398 dan –0,031391469 nm. Pendekatan Persamaan garis y = ae-bx, dengan nilai a dan b merupakan sebuah konstanta yang dihasilkan oleh efek pertumbuhan pelepah sawit secara alami, sedangkan x merupakan waktu pertumbuhan pelepah kelapa sawit.
ANALISA LOGAM BERAT Fe, Cd, DAN Cu PADA LIMBAH INDUSTRI Sugianto Sugianto; Fretty Siska Rahayu M
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.101 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.968-975

Abstract

Sampel diambil menggunakan wadah dengan volume 0,6 liter. Jarak dari satu titik ke titik pengambilan sampel kurang lebih 30 m. Alat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas adalah Konduktivity Meter, dan alat yang digunakan untuk mengukur konsentrasi logam berat disetiap sampel adalah Spektrofotometer Serapan Atom. Nilai konduktivitas terbesar adalah 6,56 ???????????????? 10−4???????????????? yang terdapat pada sampel sumur cincin, nilai resistivitas tertinggi adalah 2,5 ???????????????? 104Ωm sampel air sungai. Konsentrasi logam berat besi (Fe) terbesar adalah 1,993 mg/L yang terdapat pada sampel air sungai, konsentrasi logam berat Cadmium (Cd) terbesar adalah 0,009 mg/L yang terdapat pada sampel sumur bor 5, konsentrasi logam berat Tembaga (Cu) terbesar adalah 0,012 mg/L yang terdapat pada sampel sumur cincin 2. Air yang layak dikonsumsi oleh masyarakat berdasarkan konduktivitas, reistivitas, maupun logam berat adalah air sumur cincin 1 dan sumur cincin 5.
KAJIAN SPEKTROSKOPI TERAHERTZ JARINGAN TUMOR DENGAN PENDEKATAN KOMPUTASI BIOFISIK Krisman Krisman; Antonius Surbakti; Mawarlina Mawarlina; Muhammad Hamdi
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.367 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1115-1118

Abstract

Telah dilakukan penelitian tetang spektroskopi penyerapan terahertz dalam pengkajian polapola gelombang dan spektrum penyerapan melalui jaringan biologi dengan pendekatan komputasi biofisik. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji dan menganalisa pola-pola gelombang serta spektrum penyerapan radiasi terahertz secara teoritis dengan metode komputasi. Parameter-parameter fisik spektroskopi penyerapan radiasi ditentukan menggunakan transformasi fourier dengan bantuan aplikasi matematika 9. Metodologi penelitian yang dilakukan yaitu pengkajian secara teoritis. Metode pengkajiannya yaitu dengan cara tahapan-tahapan yang disusun secara sistematis serta membandingkan hasil komputasi dan experimen dari literatur. Hasil komputasi atau model yang diperoleh spektrum penyerapan jaringan normal pada tumor 12.5 a.u dan normal 15 a.u menunjukkan perbedaan. Hasil ini dibandingkan dengan hasil penelitian periset sebelumnya sebagai validasi menghasilkan persentase kesalahan sebesar 0,8%.
DETEKTOR KELEMBABAN GABAH BERDASARKAN PENGUKURAN KAPASITANSI Syafitri Wahyuni; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.388 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.912-918

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuat prototipe alat untuk mengukur tingkat kelembaban gabah padi yang dapat mengubah masukan berupa tingkat kelembaban menjadi keluaran berupa tegangan. Varietas gabah yang diuji adalah Anak Daro, BB 42, dan Sokan. Pengukuran tingkat kelembaban gabah padi terhadap tegangan keluaran osilator LC untuk tingkat kelembaban yang berkisar dari 13% sampai 26% telah dilakukan. Nilai tegangan keluaran osilator paling besar dimiliki oleh varietas Sokan sebesar 1887,8 mV dengan tingkat kelembaban 12,36% dan tegangan paling kecil diperoleh dari varietas BB 42 sebesar 1383,4 mV pada tingkat kelembaban 18,10%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kelembaban berbanding terbalik dengan tegangan keluaran osilator LC.
MODEL RESISTIVITAS LAPISAN BAWAH TANAH DI PERUMNAS GRIYABINA WIDYA UNRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIKKONFIGURASI ELEKTRODA SCHLUMBERGER Juandi M '; M. Edisar '; Serefina '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.115 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.859-864

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan resistivitas lapisan bawah tanah di Perumnas Griya Bina Widya UNRI Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru menggunakan metode geolistrik konfigurasi elektroda Schlumberger. Data geolistrik diambil di tujuh blok A-G. Data geolistrik diolah menggunakan perangkat lunak Vertical Electrical Sounding (VES). Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai resistivitas lapisan-lapisan bawah tanah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat model lapisan dengan nilai resistivitas yang berbeda. Nilai resistivitas pada lapisan pertama berkisar antara 97,3 Ωm - 389,8 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke dua berkisar antara 72,0 Ωm - 1556,2 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke tiga berkisar antara 19,3 Ωm - 661,9 Ωm. Nilai resistivitas pada lapisan ke empat berkisar antara 98,0 Ωm - 605,2 Ωm. Nilai resistivitas terkecil terdapat pada blok G dengan nilai resistivitas sebesar 19,3 Ωm dengan ketebalan 2,5 m diinterpretasikan sebagai lapisan lempung, sedangkan nilai resistivitas terbesar terdapat pada blok B dengan nilai resistivitas sebesar 1556,2 Ωm dengan ketebalan 19,5 m diinterpretasikan sebagai lapisan kerikil kering.
PENENTUAN KONSENTRASI GLUKOSA DAN INSULIN DARAH NORMAL DENGAN METODE SIMULINK Muhammad Hamdi; Antonius Surbakti; Salomo Salomo; Isroyani Isroyani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.814 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1055-1060

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan membandingkan konsentrasi glukosa normal antara hasil pemodelan dengan hasil eksperimen dari 6 orang pasien glukosa normal. Pola-pola grafik yang dihasilkan pada masing-masing pasien glukosa normal berbeda-beda walaupun setiap pasien mendapatkan perlakuan yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemodelan cocok digunakan untuk data hasil eksperimen pada wanita berumur 17-20 tahun dimana diperoleh konsentrasi glukosa statis 73 mg/dl. Hal ini dikarenakan ada beberpa harga konstanta laju transport (K) hasil pencocokan kurva yang bernilai sama, yaitu pada parameter Fluk glukosa (Fg) 80000 mg/dl s, konstanta laju transport pengurangan glukosa orde pertama (K1) 24,7 s-1, konstanta laju transport eliminasi ginjal (K2) 72 s-1, konstanta laju transport pengurangan insulin-glukosa (K3) 13,9 s-1, konstanta laju transport metabolisme pankreas (K4) 14,3 s-1. Adanya beberapa parameter yang memliki nilai sama antara pemodelan dan juga eksperimen ini berarti bahwa pasien dalam menjaga keseimbangan glukosa plasma darah dalam kesehariannya sama, glukosa plasma darah seimbang bila efisiennya organ pankreas dan ginjal.
PENGUKURAN INDUKSI MAGNETIK TOTAL DAN IDENTIFIKASI KANDUNGAN ELEMEN ENDAPAN PASIR BESI DI PANTAI BAGIAN SELATAN KOTA PADANG SUMATERA BARAT Salomo Salomo; Erwin Erwin; Zuhendri Zuhendri; Zulkarnaen Zulkarnaen
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.79 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.999-1005

Abstract

Telah dilakukan pengukuran induksi magnetik total dari partikel iron oxide (concentrate) dan identifikasi kandungan elemen dari endapan pasir besi yang berasal dari pantai bagian selatan Kota Padang, Sumatera Barat. Sampel dikeringkan dibawah sinar matahari sebelum terlebih dahulu dilakukan pemisahan antara partikel magnetik dan pasir dari endapan pasir besi dengan menggunakan Iron Sand Separator. Identifikasi kandungan elemen yang terdapat dalam endapan pasir besi dilakukan dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Uji XRF hanya dilakukan pada sampel dari Pantai Bungus dan Caroline. Nilai induksi magnetik total diukur menggunakan sensor magnetic probe Pasco PS2162 melalui sebuah solenoida terbuat dari 2500 lilitan dengan panjang solenoida 8 cm dan diameter 3 cm. solenoid ini dialiri arus listrik dengan variasi arus 2 A hingga 10 A dan jarak horizontal 1 hingga 5 mm disepanjang sumbu solenoida. Ketika arus listrik dinaikkan maka induksi magnetik total semakin besar, dan nilai induksi magnetik total berkurang ketika jarak horizontal diperbesar.
SIMULASI 3 DIMENSI DISTRIBUSI PANAS PLAT KNALPOT MOBIL UNTUK ELEMEN TERMOELEKTRIK Wildan Adli; Walfred Tambunan; Defrianto '; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.713 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.793-800

Abstract

Penelitian ini mensimulasikan distribusi panas pada plat penghantar modul pembangkit energi mikro berbasis Thermoelectric Generator (TEG) tipe 40-40-10/100 untuk optimalisasi serapan panas dari panas terbuang knalpot kendaraan. Modul memiliki ketahanan panas maksimum 423K. Pemodelan menggunakan MATLAB memakai persamaan difusi yang dimodifikasi dengan penerapan syarat batas suhu 900K pada permukaan alas plat yang bersentuhan dengan sumber panas. Bentuk plat yang dimodelkan berbahan aluminium bervariasi yaitu pejal, hollow, hollow gitter, hollow heatsink, dengan dimensi panjang 110mm, lebar 60mm, tebal alas 30mm dan tebal tonjolan 30mm. Penurunan suhu paling baik diperoleh sebesar ∆T=178,67K (19,85%) dihasilkan oleh bentuk plat hollow heatsink. Suhu yang dihasilkan pada pemodelan ini kemudian diturunkan kembali dengan memvariasikan jenis material berupa bahan aluminium, tembaga, besi, dan stainless steel, serta dengan memvariasikan jumlah larik TEG yaitu 1-array sampai dengan 4-array masing-masing terdiri dari 2 modul. Penurunan suhu yang paling mendekati suhu maksimal TEG adalah suhu akhir mencapai 402K, diperoleh dari plat stainless steel hollow heatsink berketebalan 50mm yang disusun 4-array TEG.
Pengaruh Ketidakteraturan Domain pada Normal Mode dan Frekwensi Natural Pada Getaran Membran Defrianto Defrianto; Walfred Tambunan; Maksi Ginting
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.292 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.945-950

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan frakwensi natural dan normal mode getaran membrane dengan luas 48 m2 berbentuk teratur 4 sisi, tidak teratur 8 dan 10 sisi. Frekwensi fundamental pada normal mode pertama untuk membrane 4, 8 dan 10 sisi berturut-turut yaitu 1.7129, 1.7503 dan 1.7973 Hz. Frekwensi natural untuk mode yang sama menunjukkan semakin tidak teratur membrane akan memberikan frekwensi natural yang semakin tinggi. Normal mode untuk setiap mode pada membrane 4, 8 dan 10 sisi memberikan bentuk yang hampir sama.
SELISIH TEMPERATUR OZON PERMUKAAN BERDASARKAN METODE IPCC DAN INSTRUMEN AWS DI BUKIT KOTOTABANG Tengku Emrinaldi; Sugianto Sugianto; Maksi Ginting
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.995 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1088-1094

Abstract

Hasil perhitungan nilai radiative forcing O3 permukaan, pada tahun 2009 diperoleh 0,93 Wm-2, tahun 2010 diperoleh 0,90 Wm-2, tahun 2011 mencapai 1,05 Wm-2, kemudian pada tahun 2012 diperoleh 1,03 Wm-2, Selisih temperatur berdasarkan metode IPCC dari tahun 2009 sampai dengan 2012 berkisar antara 0,40 K hingga 0,60 K, sedangkan melaui pengukuran Instrumen Automatic Weather Station berkisar antara 0,1 0 C hingga 2,4 0 C dan selisih temperatur berdasarkan pengukuran Automatic Weather Station yang dipengaruhi oleh radiative forcing O3 menggunakan software IBM SPSS STATISTICS 19 diperoleh koefisien regresi liniear 0,031 yang mengidentifikasikan korelasi yang rendah antara radiative forcing O3 permukaan dengan selisih temperatur Automatic Weather Station sebesar 3,1% di Bukit Kototabang, hasil ini menunjukkan bahwa ada beberapa subtansi atau faktor lain yang mempengaruhi konsentrasi O3 permukaan terhadap temperatur permukaan bumi. 

Page 11 of 39 | Total Record : 390