cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012" : 11 Documents clear
Kesuburan Tanah pada Sistem Budidaya Konvensional dan SRI di Kabupaten Aceh Besar Nurhasanah Nurhasanah; Sufardi Sufardi; Syakur Syakur
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.467 KB)

Abstract

Soil Fertility of Rice Land Management of Conventional Farming and SRI in Aceh Besar.Abstract: The purpose of this study was to assess the characteristics of wetland soil fertility levels in the conventional cultivation system and System of Rice Intensification. This research used descriptive and comparative surveys conducted by soil sampling in the field at two wetland sites under study. The results showed that the characteristics of soil chemical properties such as pH, C-organic, total N, the ratio C/N, available P, P2O5, K2O, Ca-exch, Mg-exch, K-exch, Na-exch, Cation Exchange Capacity and Base Saturation between conventional cultivation and System of Rice Intensification no different that the fertility status did not change significantly (p 0,05) except Al-exch is experiencing significant changes (p ≤ 0,05). Soil fertility levels in the conventional cultivation system and System of Rice Intensification nonsignificant.Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji karakteristik tingkat kesuburan tanah sawah pada sistem budidaya konvensional dan System of Rice Intensification. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif dan komparatif yang dilakukan dengan pengambilan contoh tanah di lapangan pada dua lokasi lahan sawah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sifat-sifat kimia tanah seperti pH, C organik, N total, nisbah C/N, P tersedia, P2O5, K2O, Ca dd, Mg dd, K dd, Na dd, KTK dan KB antar budidaya konvensional dan System of Rice Intensification tidak berbeda sehingga status kesuburan juga tidak berbeda secara signifikan (p0,05) kecuali Al dd yang mengalami perubahan signifikan (p≤0,05), dengan lain perkataan tingkat kesuburan tanah pada sistem budidaya konvensional dan System of Rice Intensification secara keseluruhan tergolong sama.
Evaluasi Kriteria Kesesuaian Lahan Kopi Arabika Gayo 2 di Dataran Tinggi Gayo Reza Salima; Abubakar Karim; Sugianto Sugianto
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.392 KB)

Abstract

Evaluation Criteria of Land Suitability to Arabica Gayo 2 coffee in the Gayo HighlandsAbstract. Nowadays, coffee development policy is directed at production increasing and physical quality of coffee bean. To reach the best production and physical quality of Arabica coffee bean, the cultivation should be conducted on suitable land and follow the requirement for each variety of Arabica coffee. This research is conducted to evaluate the criteria of the land suitability for Arabica Gayo 2 coffee, and to define the land characteristic based on climate and soil that can affect the physical quality of Arabica Gayo 2 coffee bean. This research is treated by using survey method with descriptive analysis and soil sample analysis in the laboratory that taken from each observation site. The observation sites are examined based on altitude and slope of the land. Soil samples were analyzed about the physical and chemical characteristic of the soil. Characteristic and quality of the land from each observation sites were compared with criteria of Arabica coffee land suitability. Meanwhile, to observe the relationship between land characteristic and Arabica Gayo 2 is conducted by multiple linear correlation analysis. The results show that all of the observation sites have actual land suitability class S3 (represented marginally) and S2 (represented enough) with factors of land altitude limiting, land slope, and soil chemical properties. Potential land suitability class of S2 is represented enough with factors of land altitude limiting, land slope, rooting media (effective depth), soil texture, stone surface, and nutrient availability. Potential land suitability class of S3 is represented marginally with land limiting altitude factor. The highest of production average is obtained at Potential land suitability class of S2 with the highest production at land altitude 1400 meters above sea level and slope 40%.Abstrak. Saat ini kebijaksanaan pengembangan kopi diarahkan pada peningkatan produksi dan  kualitas fisik biji kopi. Untuk mendapatkan produksi dan kualitas fisik biji yang baik maka penanaman kopi Arabika harus dilakukan pada lahan-lahan yang sesuai dan memenuhi persyaratan bagi masing-masing varietas kopi Arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria kesesuaian lahan kopi Arabika Gayo 2 serta menetapkan karakteristik lahan berdasarkan iklim dan tanah yang menentukan kualitas fisik biji kopi Arabika Gayo 2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif serta analisis contoh tanah di laboratorium yang diambil dari masing-masing tapak pengamatan. Tapak pengamatan yang diperiksa dibuat berdasarkan ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Sampel tanah yang dianalisis adalah fisik dan kimia tanahnya. Karakteristik dan kualitas lahan dari masing-masing tapak pengamatan dibandingkan dengan kriteria kesesuaian lahan kopi Arabika. Sedangkan untuk melihat hubungan antar karakteristik lahan dan antara karakteristik lahan dengan produksi kopi Arabika Gayo 2 dilakukan analisis korelasi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua satuan lahan pengamatan mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 (sesuai marginal) dan S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketinggian tempat, lereng dan sifat kimia tanah. Kelas kesesuaian lahan potensial adalah S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketinggian tempat, lereng, media perakaran (kedalaman efektif), tekstur tanah, batu permukaan serta ketersediaan hara dan S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas ketinggian tempat. Rata-rata produksi tertinggi diperoleh pada kelas kesesuaian lahan potensial S2 (sesuai) dengan produksi paling tinggi pada ketinggian tempat 1.400 m dpl dan lereng 40 %. 
Perbedaan Jarak Tanam dan Dosis pupuk Kandang Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Hasil Padi Sawah Abdul Azis; Muyassir Muyassir; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.316 KB)

Abstract

Plant Spacing Differences and  Dose of Manure on Soil Chemical Properties and Yield of  Lowland PaddiesAbstract: Objectives of the study were to determine the best plant spacing differences, the dose of manure on soil chemical properties and yield of lowland paddies. Experimental design used was a factorial randomized block design with three replications. The treatments consisted of plant spacing (30 x 15, 30 x 30 and 30 cm x 45 cm) and manure doses (0, 10 and 20 tons manure ha-1). The results showed that a mixture of manure and urea significantly affect the C-organic, N-total and P-available in the soil. The average increase in soil organic C classified as low categories, medium N-total and low P-available. There was significant interaction effect between plant spacing and mixture of manure and urea on Cation Exchange Capacity (CEC) in the soil, so it rises to very high category. Mixture of manure and urea significantly affect grain yield. The average grain yield 6.26 tonnes ha-1 which gained in doses of 10 tons ha-1 manure and urea mixture.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan jarak tanam yang terbaik, dosis pupuk kandang terhadap sifat kimia tanah dan hasil padi sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas jarak tanam (30 x 15, 30 x 30 dan 30 cm x 45 cm) dan dosis pupuk kandang (0, 10 dan 20  ton  pupuk kandang ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran pupuk kandang dan urea berpengaruh nyata terhadap C-organik, N-total dan P-tersedia tanah. Rata-rata peningkatan C-organik tanah tergolong kategori rendah, N-total sedang, dan P-tersedia tanah rendah. Terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara jarak tanam dan campuran pupuk kandang dan urea terhadap Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, sehingga meningkat sampai kategori sangat tinggi. Campuran pupuk kandang dan urea nyata mempengaruhi hasil gabah. Rata-rata hasil gabah 6,26 ton ha-1 yang terjadi pada takaran 10 ton ha-1 pupuk kandang dan campuran urea.
Serapan Hara dan Efisiensi Pemupukan Phosfat Serta Pertumbuhan Padi Varietas Lokal Bustami Bustami; Sufardi Sufardi; Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.239 KB)

Abstract

Nutrient Uptake and Efficiency Fertilizing to Growth Variety Local of RiceAbstract: The study was aimed to determine effects of phosphate fertilizer dosage and varieties on growth, nutrient uptake and fertilizing efficiency of landrace paddy. The research was conducted in Village Aneuk Glee, Indrapuri Sub District, Aceh Besar District. Analysis of phosphorus uptake of rice plants was performed at Laboratory of Soil Research Institute, Bogor. Experiment was arranged in a split plot design with three replications. Factor of phosphorus fertilizer dosage, consisting of three levels (0 kg/ha, 50 kg/ha and 100 kg/ha) was set as main plot and variety (50 varieties) as subplot. Variables observed were plant height, number of tillers, wet weight biomass, dry weight biomass and fertilizing efficiency. Results showed that phosphorus fertilizer dosage exerted highly significant effects on plant height, number of tillers at 20, 23 and 26 days after transplanting, dry weight biomass, nutrient uptake and fertilizing efficiency and exerted significant effects on number of tillers at 14 days after transplanting and wet weight biomass. Variety exerted highly significant effects on plant height, number of tillers, wet weight biomass and dry weight biomass. There were no significant interactions between phosphorus fertilizer dosage and variety on all the observed variables.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat dan varietas terhadap pertumbuhan, serapan hara dan efisiensi pemupukan tanaman padi lokal. Pelaksanaan penelitian lapangan dilakukan di Desa Aneuk Glee Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dan analisis serapan fosfor tanaman dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanah, Bogor. Menggunakan rancangan percobaan petak terpisah (split plot design) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas dosis pemupukan phosfat sebagai petak utama dan varietas (50 varietas) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, serapan hara dan efisiensi pemupukan. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk fosfat berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan, jumlah anakan umur 20, 23 dan 26 hari setelah tanam (HST), berat berangkasan kering, serapan hara dan efisiensi pemupukan serta berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 14 HST dan berat berangkasan basah. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis pupuk fosfat dan varietas terhadap semua peubah yang diamati.
Efek Jarak Tanam, Umur dan Jumlah Bibit Terhadap Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) Muyassir Muyassir
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.813 KB)

Abstract

Spacing Effect of Plantation, Age and Number of Seeds on Yield of Rice (Oryza sativa L.)Abstract. The purpose of this research is to obtain the proper standard of seedling age, number of seeds, and spacing of plantation so as to provide growth and rice yield maximally. This research attempted to modify spacing of plantation and habits of farmer used 21-day-after-seedling and number of seeds as many 5 stems or more per planting hole. The spacing of plantation was tested in 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, and 30 cm x 30 cm, the 8-16-day-seedling seeds of age and number of seeds as many 1, 2, and 3 stems per cluster. The design used in this research is Factorial Randomized Block Design (RBD) with 3 replications. The result of this research shows that the spacing of plantation was 30 cm x 30 cm, 8-day-after-seddling-aged seeds and 1 stem of seeds in one hole per cluster may show good results when compared with other treatments. The 30cm x 30cm spacing treatment can provide the slot 8.12 t , the treatment to 8-day-after-seedling result 8.01 t  of slot. The ideal number of seeds per cluster is one stem per cluster which can provide 8.09 t  of slot.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan standar yang tepat tentang umur bibit, jumlah bibit dan jarak tanam yang tepat sehingga dapat memberikan hasil padi yang maksimal. Penelitian ini mencoba melakukan modifikasi terhadap jarak tanam dan kebiasaan petani selama ini menggunakan bibit umur 21 hari setelah semai dan jumlah bibit 5 batang per lubang tanam atau lebih. Jarak tanam yang diuji 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm, umur bibit 8 dan 16 hari setelah semai dan jumlah bibit 1, 2 dan 3 batang per rumpun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 cm x 30 cm, umur bibit 8 hari setelah semai dan jumlah bibit satu batang per rumpun dapat memberikan hasil yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan jarak tanam 30 cm x 30 cm dapat memberikan hasil ubinan 8,12 t ha-1, perlakuan umur bibit 8 HSS dapat hasil ubinan 8,01 t ha-1, demikian juga dengan jumlah bibit per rumpun yang baik adalah satu batang per rumpun dapat memberikan hasil ubinan 8,09 t ha-1.
Reklamasi Gambut dengan Abu Sekam dan Tanah Mineral Yuliatul Muslimah; M. Rusli Alibasyah; Muyassir Muyassir
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.689 KB)

Abstract

Peat Reclamation With Rice of Waste and Soil MineralAbstract: The objectives of the research were to study deeply changes of several physical and chemical characteristics of peat and yield of peanut due to amelioran of chaff ash and Andisol. The experiment was conducted in Village Suak Ni, Sub District of Johan Pahlawan, District of Aceh Barat, from June to August 2010.  Soil analysis was carried out in Laboratory Soil and Plant Analysis, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. Variables observed were physical (porosity and bulk density) and chemistry (pH, N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation) characteristics and yield of peanut. Results showed that chaff ash and mineral soil (Andisol) was highly significantly interacted on pH, and significantly interacted on N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation, but not significantly interacted on other variables. Chaff ash exerted significant effects on total porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation of peat, plant height 30 and 45 DAP (day after planting), filled pod percentage, empty pod percentage, weight of 100 dried grains, dried grain weight per net plot and dried grain weight per hectare, but no significant effect on plant height 15 DAP. Mineral soil exerted significant effects on porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation, but no effects on growth and yield of peanut.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji secara mendalam perubahan beberapa sifat fisika dan kimia tanah gambut serta hasil tanaman kacang tanah akibat pemberian amelioran abu sekam dan Andisol. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suak Ni, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan analisis tanah awal dilakukan di Laboratorium Analisis Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2010 sampai dengan Agustus 2010. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisika (porositas dan bulk density) dan kimia (pH, N-Total, P-tersedia, K-tersedia, KTK dan KB) serta hasil kacang tanah pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam dan tanah mineral secara interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap pH, berpengaruh nyata terhadap N-total, P-tersedia, K-dd, berpengaruh sangat nyata terhadap NTK, dan sangat nyata terhadap KB, sedangkan parameter tidak nyata.  Faktor tunggal abu sekam berpengaruh sangat nyata terhadap porositas total, dan Bulk  density, berpengaruh sangat nyata terhadap pH, N-total, P-tersedia, K-tersedia, NTK dan KB tanah gambut, tinggi tanaman 30 dan 45 HST, persentase polong bernas, persentase polong hampa, berat 100 biji kering, berat biji kering per plot netto serta berat biji kering per hektar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 15 HST.  Pemberian tanah mineral berpengaruh sangat nyata terhadap porositas,  berpengaruh sangat nyata terhadap bulk  density, berpengaruh sangat nyata terhadap  pH, tidak nyata terhadap N-total, sangat nyata terhadap P-tersedia, K-dd, NTK dan KB. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah
Dampak Ekologi, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Akibat Reklamasi Pantai Tapaktuan Aceh Selatan Nurul Husna; M. Rusli Alibasyah; Indra Indra
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.918 KB)

Abstract

Impact of Tapaktuan Beach Reclamation on Ecological, Social and Economic changes of Coastal Community at Gampong Pasar Aceh Selatan DistrictAbstract. The study was aimed to assess the impacts of beach reclamation on ecological, social and economic changes of coastal communities at Gampong Pasar, Aceh Selatan District. The study used quantitative and qualitative descriptive methods.  Primary data were collected from respondents. Ecological and social data were analyzed by a descriptive method, while economic data were analyzed using paired t test method. The results showed that coastal reclamation affected ecological changes such as crab, shrimp, fish and coral reef.  Those marine biota’s amount prior to the reclamation and lower after the reclamation. On the other hand, terrestrial biota’s such as terrestrial fauna (butterflies, dragonflies, grasshoppers and birds) were more abundant after the reclamation than before the reclamation. Likewise, terrestrial vegetation (palm, grass and wild plants) were more abundant after the reclamation than before the reclamation. For social changes, factors studied were social security, togetherness, friendship, community care, and custom marine receptions, excursions of outsider, employment, health, education and information.  Those social factors were poor prior to the reclamation and better after the reclamation. Economic changes influenced by incomes, living needs, and expenditures were better after the reclamation, compared to prior to the reclamation.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak reklamasi pantai terhadap perubahan ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Gampong Pasar Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Aspek ekologi dan sosial dianalisis secara deskriptif, sedangkan variabel ekonomi dianalisa dengan menggunakan uji t berpasangan atau paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ekologi seperti biota laut yaitu kepiting, udang, jenis ikan karang dan terumbu karang sebelum reklamasi keberadaannya dalam jumlah sedang dan sesudah reklamasi keberadaannya menjadi sedikit. Untuk biota darat seperti fauna darat (kupu-kupu, capung, belalang dan burung) setelah reklamasi lebih banyak dijumpai bila dibandingkan sebelum reklamasi. Begitu juga dengan vegetasi darat (kelapa, rumput-rumputan dan tanaman liar) setelah reklamasi lebih banyak tumbuh di lahan yang direklamasi apabila dibandingkan sebelum reklamasi. Untuk perubahan sosial faktor-faktor yang diteliti adalah jaminan rasa aman, gotong royong, keakraban dan kepedulian masyarakat, kebiasaan kenduri laut, kunjungan masyarakat luar daerah, kesempatan kerja, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat informasi didapat bahwa sebelum reklamasi kurang baik sedangkan sesudah reklamasi menjadi lebih baik. Perubahan ekonomi dipengaruhi oleh pendapatan, kebutuhan hidup dan pengeluaran yang lebih baik sesudah adanya reklamasi dibandingkan sebelum reklamasi.
Bahaya Erosi dan Upaya Konservasi Padang Pengembalaan Sapi di Aceh Besar Romi Rinaldi; Hairul Basri; Manfarizah Manfarizah
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.86 KB)

Abstract

Erosion Hazard Rate and Conservation Effort of Rifle Range at Aceh Besar Abstract: The objectives of the study were to predict levels of erosion hazard and to determine appropriate conservation efforts at pasture of Superior Livestock Breeding Centers (SLBC) of Aceh Cow in Indrapuri, Aceh Besar District. The study used a descriptive survey method. Erosion hazard rate (EHR) was analyzed using USLE formula. Result showed that potential erosion hazard rates in the pasture of the SLBC for each map units of land (MUL) from the largest to the smallest were MUL 2 (456,35 ton ha-1 year-1), MUL 6 (351,52 ton ha-1 year-1), MUL 1 (208,96 ton ha-1 year-1), MUL 3 (160,47 ton ha-1 year-1), MUL 4 (66,63 ton ha-1 year-1), and MUL 5 (6,52 ton ha-1 year-1). There were three classifications of potential EHR, i.e. heavy in MUL 1, 2 and 6; medium in MUL 3 and 4; and very lighting MUL 5. Actual EHR from the biggest to the smallest were MUL 6 (175,76 ton ha-1 year-1), MUL 2 (132,34 ton ha-1 year-1), MUL 1 (60,60 ton ha-1 year-1), MUL 5 (3,26 ton ha-1 year-1), MUL 3 (3,21 ton ha-1 tahun-1), and MUL 4 (1,33 ton ha-1 tahun-1). There were two actual HER i.e. medium in MUL 1, 2 and 6 and very lighting MUL 3, 4, and 5. Direction of appropriate land use in the pasture of SLBC of Aceh Cow in Indrapuri was to apply a vegetative conservation method by planting and propagating urinam grass (Brachiaria decumbens), bladygrass (Imperatacy lindrica) and elephant grass (Pennisetum purpureum).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat bahaya erosi yang terjadi  dan menentukan upaya konservasi yang tepat pada padang penggembalaan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah metode survey. Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dihitung dengan menggunakan rumus USLE. Tingkat Bahaya Erosi potensial yang terjadi pada padang penggembalaan di BPTU Sapi Aceh Indrapuri berkisar antara 456,35- 6,52 ton ha-1 th-1. Terdapat tiga klasifikasi TBE potensial yaitu berat, sedang,dan  sangat ringan . Sedangkan Tingkat Bahaya Erosi aktual adalah 175,76-1,33 ton ha-1 th-1. Terdapat dua klasifikasi TBE aktual yaitu sedang dan sangat ringan. Arahan penggunaan lahan yang tepat pada padang penggembalaan di BPTU Sapi Aceh Indrapuri adalah menerapkan tindakan konservasi metode vegetatif dengan cara menanam dan memperbanyak rumput Brachiaria decumbens, rumput alang-alang (Imperata cylindrica) dan rumput gajah (Pennisetum purpureum). 
Effects of AMF and Animal Manure on Improve the Quality of Land, Production and Quality of Pennisetum purpureum Schum Khalidin Khalidin; Teti Arabia; Fikrinda Fikrinda
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.254 KB)

Abstract

Abstract: The objective of research was to study the effects of arbuscular mycorrhiza fungi (AMF) and animal manure on improve the quality of land, production and quality of elephant grass. The method used was prepared by field experiments using factorial randomized block design consist of two factors: AMF and animal manure with three replications. AMF consists of two standards, ie, without using the AMF and AMF 10 g hole-1 while the four-stage animal manure factor is 0, 15, 30, and 45 tons ha-1. The results showed that the best interaction to crude protein and crude fiber grass cutting age of 50 days after planting contained in the AMF treatment without a dose of 15 tons ha-1 of animal manure.  The treatment of animal manure dose of 45 tons ha-1 produced an elephant grass was higher than the treatment dose of 30 tons    ha-1, 15 tons ha-1, and without animal manure.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fungi mikoriza arbuskular (FMA) dan pupuk kandang terhadap produksi dan kualitas rumput gajah. Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan yang disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu FMA dan pupuk kandang dengan tiga ulangan. Perlakuan FMA terdiri dari dua taraf yaitu tanpa FMA dan menggunakan FMA 10 g lubang-1, sedangkan faktor pupuk kandang empat taraf yaitu 0, 15, 30, dan 45 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi terbaik terhadap protein kasar dan serat kasar rumput gajah umur pemotongan 50 hari setelah tanam terdapat pada perlakuan tanpa FMA  dengan dosis pupuk kandang 15 ton ha-1. Perlakuan dosis pupuk kandang 45 ton ha-1 menghasilkan produksi rumput gajah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan dosis 30 ton ha-1, 15 ton ha-1, dan tanpa pupuk kandang.
Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Akibat Pemberian Arang Aktif dan Urea Jamilah Jamilah; Muyassir Muyassir; Syakur Syakur
Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.698 KB)

Abstract

Growth and Yield of Rice With Charcoal and UreaAbstract: The objectives of the research were to study effects of urea and charcoal on growth and yield of rice.  The experiment was arranged in a factorial randomized complete block design with three replicates. Factor of urea are without urea, 100, 200, and 300 kg urea ha-1.  Factor of charcoal consisted are i.e. without charcoal, 60, and 120 kg charcoal ha-1 . Result showed that urea exerted highly significant effects on plant height at 30 days after transplanting (DAT), 45 DAT, at harvest, tiller numbers at 30 DAT, grain weight per plot, N-total, K-available, and exerted a significant effect on tiller numbers at 45 DAT.  Charcoal exerted highly significant effects on N-total and K-available and exerted significant effects on tiller numbers at 30 DAT and C-organic. Factors of urea and charcoal interacted highly significantly on tiller numbers at 30 DAT and interacted significantly on N-total and K-available.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urea dan arang aktif terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman padi sawah. Perlakuan penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan urea terdiri atas tanpa urea, 100, 200 dan, 300 kg urea ha-1. Perlakuan arang aktif  terdiri dari tanpa arang aktif, 60, dan 120 kg arang aktif ha-1. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan urea memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30, 45 HST dan saat panen, jumlah anakan 30 HST, berat gabah per plot. Arang aktif memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan umur 30 HST.   Interaksi antara kombinasi perlakuan urea dan arang aktif memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 30 HST.

Page 1 of 2 | Total Record : 11