cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 03 (2017)" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARA PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SOJOL UTARA PADA MATERI MELUKIS SUDUT Nursusanti, Nursusanti; Anggraini, Anggraini; Sugita, Gandung
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.847 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran cara Perseorangan dan Kelompok Kecil (model PPKK) untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan  refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini melalui lembar observasi, catatan lapangan, dan data hasil pekerjaan siswa. Penelitian  ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 26 siswa dan dipilih satu siswa dalam setiap kelompok sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu memperoleh krtiteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil pengamatan keterampilan siswa siklus I yakni 2 siswa yang kurang terampil dan 24 siswa yang tidak terampil dan mengalami peningkatan pada siklus II, dengan hasil pengamatan keterampilan siswa adalah 2 siswa yang terampil dan 24 siswa yang kurang terampil. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cara perseorangan dan kelompok kecil (model PPKK) dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sojol Utara pada materi melukis sudut melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) pembukaan/pengantar, 2) informasi, demonstrasi dan aktivitas perseorangan, 3) informasi dan aktivitas kelompok, 4) kuis evaluasi, dan 5) penutup.Kata Kunci :model PPKK, keterampilan, melukis sudut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 18 PALU Lestari, Inka; Hamid, Abd.; Awuy, Evie
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.345 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 18 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 23 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah lingkaran dengan mengikuti fase-fase: 1) Penyajian materi, 2) belajar kelompok, 3) membimbing kelompok dalam belajar dan bekerja, 4) evaluasi, dan 5) penghargaan kelompokKata kunci: STAD, hasil belajar, keliling dan luas daerah lingkaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL (PPKK) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 LABUAN Irman, Irman; Jaeng, Maxinus; Karniman, Tegoeh S
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.188 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran perseorangan dan kelompok kecil (PPKK) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi hitung bentuk aljabar kelas VIII SMP Negeri 1 Labuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada rancangan penelitian oleh Kemmis dan  Mc. Teggart yang terdiri atas: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan tindakan, dan 4) refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak 17 orang, dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model PPKK dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VIII SMP Negeri 1 Labuan, dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: 1) pengantar/pembukaan, 2) informasi, demonstrasi, dan aktivitas perseorangan, 3) informasi, demostrasi, dan aktivitas kelompok, 4) kuis evaluasi dan, 5) penutup.Kata kunci: Model PPKK, aktifitas perseorangan, aktifitas kelompok.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRAPESIUM DI KELAS VII SMP NEGERI 7 PALU Susilawati, Lusi; Mallo, Bakri; Sugita, Gandung
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.635 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trapesium di kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trapesium di kelas VII SMP Negeri 7 Palu melalui langkah-langkah: 1) perumusan masalah,          2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan konjektur, 4) verbalisasi konjektur, dan 5) umpan balik.Kata kunci: Metode penemuan terbimbing, hasil belajar, trapesium.
PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH SEGITIGA BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIS KELAS VII SMP NEGERI 1 PALU Huda, Nurul; Tandiayuk, Marinus B.; Linawati, Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.451 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah segitiga berdasarkan tingkat kemampuan matematis kelas VII SMPN 1 Palu. Jenis penetian ini adalah  penelitian  kualitatif dengan indikator yaitu keterampilan berpikir lancar, keterampilan berpikir orisinal dan keterampilan berpikir terperinci. Subjek dalam penelitian ini adalah  tiga orang siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Palu yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian yang diperoleh menujukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi mampu memenuhi semua indikator keterampilan berpikir kreatif (berpikir lancar, berpikir orisinal dan berpikir terperinci), siswa dengan kemampuan sedang mampu memenuhi dua indikator keterampilan berpikir kreatif  (berpikir orisinal dan berpikir terperinci), dan siswa degan kemampuan rendah mampu memenuhi satu indikator keterampilan berpikir kreatif (berpikir terperinci) dalam menyelesaikan masalah bangun datar segitiga.Kata kunci: Profil Berpikir Kreatif, Bangun Datar Segitiga, Kemampuan Matematis
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA HASIL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA JURUSAN IPS DI SMA NEGERI 5 PALU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Putri, Melati; Rizal, Muh.; Awuy, Evie
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.245 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kesalahan yang dilakukan siswa dan informasi penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal UN matematika jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu. Peneliti melakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat 12 jenis kesalahan siswa yang ditemukan dalam menyelesaikan soal UN Matematika SMA jurusan IPS di SMA Negeri 5 Palu tahun pelajaran 2014/2015, yaitu kesalahan konsep, kesalahan interpretasi bahasa, kesalahan berhitung, kesalahan prosedur, kesalahan penafsiran, kesalahan interpretasi bahasa dan konsep, kesalahan konsep dan berhitung, kesalahan konsep dan prosedur, kesalahan interpretasi bahasa dan berhitung, kesalahan berhitung dan prosedur, kesalahan berhitung dan penafsiran serta kesalahan konsep dan penafsiran. Namun, kesalahan berhitung merupakan kesalahan yang paling banyak dilakukan subjek. 2) penyebab kesalahan yang dilakukan oleh subjek adalah tidak memahami konsep ingkaran suatu pernyataan berkuantor, tidak mampu membedakan pernyataan yang setara dan pernyataan negasi subjek, lupa sifat-sifat logaritma, salah menggunakan rumus, salah memahami konsep turunan fungsi berpangkat, kurangnya pemahaman tentang kombinasi dan permutasi, salah memahami konsep modus, mean, simpangan rata-rata untuk data berkelompok, tidak memahami maksud dari soal dan kurangnya keterampilan berhitung subjek.Kata kunci: kesalahan, ujian nasional, matematika, SMA, IPS.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII TULIP SMP NEGERI 14 PALU Aniza, Aniza; Hasbi, Muh.; Paloloang, Baharuddin
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.818 KB)

Abstract

 Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII Tulip SMP Negeri 14 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII Tulip SMP Negeri 14 Palu dengan jumlah siswa 25 orang. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII Tulip SMP Negeri 14 Palu yaitu dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: 1) tahap penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan memotivasi siswa untuk bersemangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran, 2) tahap penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) tahap pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 5 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5, 4) tahap pengajuan pertanyaan, guru membagikan LKPD  pada masing-masing kelompok, 5) tahap berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat, 6) tahap pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan 7) tahap pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dalam bentuk tepuk tangan dan pujian.Kata kunci: Numbered Heads Together, hasil belajar, perbandingan.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS VII SMP NEGERI 14 PALU Muin, Mirnawati; Idris, Mustamin; Lefrida, Rita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.377 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu perbedaan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 14 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 dan terdiri dari 10 kelas yang berjumlah 270 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VII Kenanga sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 27 orang dan siswa kelas VII Matahari sebagai kelas kontrol yang berjumlah 27 orang. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 72,63 dengan standar deviasi 15,27 dan kelas kontrol 63,58 dengan standar deviasi 13,89. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung = 2,30 dan ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05, karena nilai thitung > ttabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung.  Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe NHT, model pembelajaran langsung, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 7 PALU PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Oktariani, Dewi; Bakri, Bakri; Murdiana, I Nyoman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.018 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII D SMP Negeri 7 Palu pada materi persamaan garis lurus. Jenis peneilitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 7 Palu berjumlah 20 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 dan dipilih tiga orang sebagai informan. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktifitas guru dalam mengola pembelajaran, data aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan garis lurus, dengan mengikuti tahap-tahap berikut: 1) penyampaian tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, 2) penyampaian informasi, 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, 4) membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar, 5) evaluasi (tes individual) dan 6) penghargaan kelompok.Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar, Persamaan Garis Lurus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP KRISTEN BALA KESELAMATAN PALU Topile, Desy Katrinatalin; Sukayasa, Sukayasa; Hadjar, Ibnu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 03 (2017)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.406 KB)

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe NHT dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut di kelas VII SMP Kristen Bala Keselamatan Palu. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran NHT, yakni: 1) penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, yaitu peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran untuk memotivasi siswa, 2) penyajian informasi, yaitu peneliti mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, 3) pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, yaitu peneliti mengatur siswa untuk bergabung ke dalam kelompok dengan nomor anggota 1 s.d. 6, 4) fase pengajuan pertanyaan atau permasalahan, yaitu peneliti memberikan soal-soal kepada siswa dalam bentuk LKS, 5) berpikir bersama, yaitu siswa diminta untuk berpikir bersama dalam menyelesaikan soal-soal pada LKS dan peneliti memberikan bimbingan seperlunya, 6) pemberian jawaban, yaitu peneliti mengundi nomor soal yang akan dikerjakan oleh masing-masing kelompok kemudian mengundi nomor anggota siswa untuk menentukan siswa yang akan mewakili kelompok untuk mempresentasekan hasil LKS kelompoknya di depan kelas, 7) pemberian penghargaan, yaitu peneliti memberikan penghargaan kepada setiap kelompok.Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe NHT, hasil belajar, garis, sudut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10