cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
BUNGAMPUTI
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Elektronik Prodi PG PAUD
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Meningkatkan Perilaku Moral Anak Melalui Metode Demonstrasi Di Kelompok B TK Al-Khairaat I Kaleke Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Sunarti, Endang
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah perilaku moral anak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Al-Khairaat I Kaleke? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku moral anak melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Al-Khairaat I Kaleke. Desain penelitian tindakan kelas ini mengikuti model alur Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secara bersiklus, setiap siklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting penelitian ini dilaksanakan di TK Al-Khairaat I Kaleke. Subyek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 20 anak yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif yang dianalisis melalui teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siklus I terdapat 30% masuk dalam kategori BSB meningkat menjadi pada tindakan siklus II sebesar 50% masuk dalam kategori BSB. Sehingga telah terjadi peningkatan sebesar 20% dari masing-masing aspek yang diamati. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku moral anak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi di kelompok B TK Al-Khairaat I Kaleke Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi.     Kata Kunci: Perilaku Moral; Metode Demonstrasi
Meningkatkan Kedisiplinan Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Pada Kelompok B Di TK Bungamputi Tum, Tum
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Bungamputi. Penelitian dilaksanakan  di TK Bungamputi, melibatkan 23 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi, wawancara, dan pemberian tugas. Selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui kedisiplinan anak melalui metode pemberian tugas  pada kelompok B di TK Bungamputi. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok kategori Berkembang Sangat Baik 4,34%, Berkembang Sesuai Harapan 13,04%, Mulai Berkembang 39,13%, dan Belum Berkembang 43,47%, kemudian kemampuan anak dalam mewarnai gambar kategori Berkembang Sangat Baik 8,69%, Berkembang Sesuai Harapan 17,39%, Mulai Berkembang 34,78%, Belum Berkembang 39,13%, dan kemampuan anak dalam meronce dengan kategori Berkembang Sangat Baik 4,34%, Berkembang Sesuai Harapan 8,69%, Mulai Berkembang 34,78%, Belum Berkembang 52,17%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kedisiplinan anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menyusun balok kategori berkembang sangat baik dan baik dari 39,12% menjadi 91,29% (74,17%), kemampuan dalam mewarnai gambar kategori berkembang sangat baik dan baik dari 43,46% menjadi 86,95% (43,49%), kemampuan dalam meronce kategori berkembang sangat baik dan baik dari 34,78% menjadi 86,95% (52,17%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 36,66% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kedisiplinannya  tetapi hanya berkisar 4,34% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori belum berkembang.   Kata Kunci :  Kedisiplinan, Metode Pemberian Tugas
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Metode Pemberian Tugas Di Kelompok B TK Aisyiyah Parigi Ulfa, Ulfa
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui metode pemberian tugas pada kelompok B di TK Aisyiyah Parigi. Penelitian dilaksanakan di TK Aisyiyah Parigi, melibatkan 15 orang anak terdiri atas 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengatahui kemampuan motorik halus anak melalui metode pemberian tugas  pada kelompok B di Aisyiyah Parigi. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam menyusun balok menjadi suatu bangunan kategoti BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 20%, dan BB 60%, kemudian kemampuan anak yang mengikat tali sepatu kategori BSB 6,67%, BSH 13,33%, MB 26,67%, BB 53,33%, dan kemampuan anak memakai baju kemeja dengan kategori BSB 6,67%, BSH 20%, MB 33,33%, BB 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode pemberian tugas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam menysusn balok menjadi suatu bangunan kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 40% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam memakai baju kemeja kategori sangat baik dan baik dari 46,67% menjadi 86,67% (40%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat motorik halusnya  tetapi hanya berkisar 6,67% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci :  Kemampuan Motorik  Halus,  Metode Pemberian Tugas
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Alat Bermain Balok Pada Kelompok B Di TK Kembang Jaya Omu Yanna, Yanna
Bungamputi Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas. Terdiri beberapa aspek perlakuan dan pengamatan utama yaitu  peningkatan motorik halus anak. Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui alat alat bermain balok di kelompok B TK Kembang Jaya Omu? Dan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik halus anak melalui alat alat bermain balok. Penelitian dilaksanakan  di TK Kembang Jaya Omu, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 15 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, wawancara, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pengamatan motorik halus anak dalam membuat perahu kategori Berkembang Sangat Baik 0%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang  50%, dan Belum Berkembang   40%, kemudian motorik halus anak membuat bentuk rumah dengan kategori Berkembang Sangat Baik 0%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang  45%, Belum Berkembang   45%, dan pengamatan menyusun menara dengan kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 10%, Mulai Berkembang  35%, Belum Berkembang   50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui alat bermain balok dapat meningkatkan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan motorik halus anak dari siklus I ke siklus II  yang diamati dalam membuat perahu dari 50% menjadi 80% (30%), peningkatan motorik halus anak dalam membuat bentuk rumah dari 50% menjadi 90% (40%), kemudian yang terakhir pengamatan anak dalam menyusun menara dari 50% menjadi 95% (45%). Secara umum terjadi peningkatan dari semua kemampuan yang diukur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat bermain balok dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK Kembang Jaya Omu.   Kata Kunci :  Kemampuan Motorik Halus, Alat-Alat Bermain Balok
Peranan Finger Painting terhadap Kemampuan Anak Mengenal Konsep Warna di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara Kecamatan Tawaeli Gayatri, Rifka
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penulisan ini adalah adakah peranan finger painting terhadap kemampuan anak mengenal konsep warna di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara. Untuk menjawab masalah tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui adanya peranan finger paintingterhadap kemampuan anak mengenal konsep warna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di Kelompok B TK Nurul Islam Lambara yang berjumlah 15 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data di analisis secara deskriptif kualitatif dan teknik persentase. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, finger painting memiliki peranan terhadap kemampuan anak mengenal konsep warna, hal ini terbukti dari semakin meningkatnya kemampuan anak mengenal konsep warna yang masuk dalam kategori berkembang sangat baik. Dalam kegiatan menyebutkan macam-macam warna meningkat dari 26,67% menjadi 73,33%, mengelompokan macam-macam warna meningkat dari 20% menjadi 60 %, dan mengenal symbol-simbol warna meningkat dari 20% menjadi 40%.   Kata Kunci :Finger Painting, Konsep Warna
Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok pada Kelompok Adi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli Minartin, Minartin
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah perilaku sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode kerja kelompok pada kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli? Kemudian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilakus sosial anak melalui metode kerja kelompok pada kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli.Subjek peneleitiandi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Toboli, subjek14orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukansecarabersiklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskritif dari data kualitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan perilaku anak yang saling membantu kategoti Berkembang Sangat Baik 7,14%, Berkembang Sesuai Harapan 14,28%, Mulai Berkembang  21,42%, dan Belum Berkembang 57,14%, kemudian perilaku anak yang bekerja sama kategori Berkembang Sangat Baik 7,14%, Berkembang Sesuai Harapan 21,42%, Mulai Berkembang  28,57%, Belum Berkembang 42,85%, dan perilaku anak yang menghormati guru dengan kategori Berkembang Sangat Baik 14,28%, Berkembang Sesuai Harapan 7,14%, Mulai Berkembang  28,57%, Belum Berkembang   50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode kerja kelompok dapat meningkatkan perilaku sosial anak, terbukti ada peningkatan dari siklus I ke siklus II dalam perilaku saling membantu sangat baik dan baik dari 35,7% menjadi 85,71% (50,01%), kerja sama Kategori Berkembang Sangat Baik dan baik dari 35,7% menjadi 78,56% (42,86%), menghormati guru Kategori Berkembang Sangat Baik dan baik dari 42,85% menjadi 71,42% (28,57%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 39,48% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat perilaku sosialnya  tetapi hanya 9,52% dari masing-masing perilaku sosial yang diamati dengan kategori kurang. Kata Kunci :  Perilaku Sosial Anak,Metode Kerja Kelompok
Peranan Alat Permainan Edukatif dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak di Kelompok B TK PGRI Baiya Munawara, Noviatul
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah adakah peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan alat permainan edukatif dalam pengembangan kemampuan kognitif anak di kelompok B TK PGRI Baiya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya kemudian ditarik kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh anak di kelompok B TK PGRI Baiya yang berjumlah 24 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase kemudian dinarasikan untuk mengambil kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa alat permainan edukatif memiliki peranan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak, yaitu sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang berkembangnya otak anak menjadi lebih kognitif. Hal itu terbukti dari semakin meningkatnya kemampuan kognitif anak yang masuk kategori berkembang sangat baik. Dalam kegiatan menyusun balok bentuk bangun sederhana terjadi peningkatan kemampuan kognitif anak dari 8,33% menjadi 25%. Dalam kegiatan menyusun puzzel angka, meningkat dari 12,5% menjadi 29,17%. Dalam kegiatan mengelompokkan gambar binatang berkaki 2 dan berkaki 4, meningkat dari 20,83% menjadi 45,83%. Dan dalam kegiatan membandingkan jumlah bola yang lebih banyak dan lebih sedikit, kemampuan kognitif anak meningkat dari 16,67% menjadi 41,67%. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Kemampuan Kognitif
Meningkatkan Fisik Motorik Kasar Anak Melalui Metode Pemberian Tugas di Kelompok B TK Pembina Palu Amrin, Gemala
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah adapakah melalui penggunaan metode pemberian tugas dapat meningkatkan fisik motorik kasar anak di kelompok A TK Pembina Palu?. Tujuan penelitian untuk meningkatkan fisik motprik kasar anak melalui metode pemberian tugas di kelompok B TK Pembina Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2013 di TK Pembina Palu dengan melibatkan seluruh anak kelompok B yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 15 orang anak laki-laki dan 10 orang anak perempuan. Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu pra tindakan, siklus I, dan siklus II untuk melihat sejauh mana perubahan yang ditunjukkan oleh anak tentang peningkatan fisik motorik kasar anak sebelum dan setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Untuk mengukur peningkatan fisik motorik kasar anak melalui penggunaan metode pemberian tugas, dilakukan dengan cara penilaian terhadap kegiatan berjalan mengelilingi garis, melompat maju mundur, berlari sambil melewati rintangan, dan menendang bola. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan terhadap fisik motorik kasar anak setelah dpergunakan metode pemberian tugas di dalam kelas sebagai metode pembelajaran oleh guru pada anak didik di TK Pembina Palu. Hal ini dapat dilihat pada perolehan hasil penilaian berjalan berjalan mengelilingi garis ada 13 orang (52%), melompat maju mundur terdapat 14 orang (56%), berlari sambil melewati rintangan terdapat 15 orang (60,00%), dan menendang bola terdapat 14 orang (56,00%). Melihat perolehan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan metode pemberian tugas di dalam proses pembelajaran di kelompok B TK Pembina Palu dapat membantu meningkatkan kemampuan fisik motorik kasar anak. Kata Kunci: Fisik Motorik Kasar, Pemberian Tugas.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Alat Permainan Edukatif pada Kelompok B TK El. Roy Baleura Kecamatan Lore Tengah Bagia, Verlis
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan motorik halus anak pada kelompok B TK EL. Roy Baleura Kecamatan Lore Tengah.Penelitian dilaksanakan di TK EL. Roy Baleura Kecamatan Lore Tengah, melibatkan 20orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuanyang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui teknik obsevasi, dan pemberian tugas kemudian dianalisis secara deskriptif dari data kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan pengamatan motorik halus anak dalambermain balok kategori Berkembang Sangat Baik 10%, Berkembang Sesuai Harapan 25%, Mulai Berkembang 30%, dan Belum Berkembang 35%, kemudian motorik halus anak dalam mengikat tali sepatu dengan kategori Berkembang Sangat Baik 5%, Berkembang Sesuai Harapan 25%, Mulai Berkembang 30%, Belum Berkembang 40%, dan pengamatan bermain puzzle dengan kategori Berkembang Sangat Baik 10%, Berkembang Sesuai Harapan 30%, Mulai Berkembang 20%, Belum Berkembang 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui alat permainan edukuatif dapat meningkatkan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan motorik halus anak dari siklus I ke siklus II Hal ini terlihat pada tindakan siklus I dalam pengamatan anak yang bermain balok, mengikat tali sepatu, dan bermain puzzle, setelah dirata-ratakan ketiga hasil pengamatan ketiga aspek tersebut diketahui dari 20 anak yang menjadi subjek penelitian terdapat (26,67%) yang masuk kategori berkembang sangat baik, (31,67%) yang masuk kategori berkembang sesuai harapan, (23,33%) yang masuk kategori mulai berkembang dan (18,33%) yang masuk kategori belum berkembang. Namun pada tindakan siklus II, setelah dirata-ratakan ketiga aspek yang diamati diketahui dari 20 anak yang menjadi subjek penelitian terdapat (38,33%) yang masuk kategori berkembang sangat baik (43,33%) yang masuk kategori berkembang sesuai harapan, (11,67%) yang masuk kategori mulai berkembang dan (6,67%) yang masuk kategori belum berkembang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan alat permainan edukatifdapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak di TK EL. Roy Baleura Kecamatan Lore Tengah. Kata Kunci: Peningkatan Motorik Halus Anak,Alat Permainan Edukatif
Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Melalui Metode Bermain Peran di Kelompok ATK Karya Thayyibah Matana Sutiani, Sutiani
Bungamputi Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Bungamputi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perilaku sosial anakdi kelompok ATK Karya Thayyibah Matana.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan perilaku sosial anak melalui metode bermain peran di Kelompok A TK Karya Thayyibah Matana.Desain penelitian tindakan kelas ini mengikuti model alur Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan secara bersiklus, setiap siklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setting penelitian ini dilaksanakan di TK Karya Thayyibah Matana. Subyek penelitian adalah anak kelompok A yang berjumlah 12 anak, terdiri dari 10 anak perempuan dan 1 anak laki-laki yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014.Teknik pengumpulan data melalui observasi, pemberian tugas dan dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif yang dianalisis melalui teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkanterjadi peningkatan persentase dari 25% pada siklus I meningkat menjadi 58% pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan peningkatan yang terjadi sebesar 33% untuk semua kemampuan anak yang diamati. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran di kelompok A TK Karya Thayyibah Matana. Kata Kunci: Perilaku Sosial,Metode Bermain Peran

Page 7 of 29 | Total Record : 285