cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Optimasi Formula Sabun Cair Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz &Pav) dengan Variasi Konsentrasi Crude Palm Oil (CPO) dan Kalium Hidroksida (KOH) ., Utin Nur Khairunisa
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2001.145 KB)

Abstract

Sabun cair antibakteri banyak diminati masyarakat, tetapi sabun cair antibakteri yang berbasis bahan alam masih sedikit yang dikembangkan. Salah satu bahan alam yang mempunyai aktivitas antibakteri adalah sirih merah (Piper Crocatum Ruiz &Pav). Basis sabun cair dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam lemak dan kalium hidroksida (KOH). Salah satu asam lemak yaitu crude palm oil (CPO). CPO mengandung karotenoid, tokoferol, dan tokotrienol yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum sabun cair variasi CPO dan KOH sehingga menghasilkan sifat fisikokimia dan aktivitas antibakteri yang baik. Metode yang digunakan untuk memprediksi formula optimum adalah desain faktorial dengan program Design Expert 7.0.0. Rancangan formula awal untuk memprediksi formula optimum terdiri dari 4 formula dengan CPO dan KOH (gram) berturut-turut 4:3, 3:4, 3:3 dan 4:4. Berdasarkan uji antibakteri ekstrak etanol daun sirih merah, diperoleh konsentrasi optimum sebesar 5%. Berdasarkan hasil prediksi dengan menggunakan metode desain factorial diperoleh formula optimum dengan perbandingan CPO dan KOH sebesar 3 gram (CPO) dan 4 gram (KOH), dengan sifat fisikokimia dan bilangan penyabunaan untuk bobot jenis sebesar 1.038 mg/mL, pH sebesar 10.733, viskositas sebesar 1.366, alkali bebas 0.186% dan bilangan penyabunan sebesar 230.63. Berdasarkan uji T-test one sample dengan menggunakan nilai p> 0,05, mengindikasikan bahwa formula hasil prediksi dengan hasil percobaan tidak berbeda secara signif ikan. Hal ini menunjukkan bahwa metode desain factorial bisa digunakan untuk optimasi formula sabun cair ekstrak etanol daun sirih merah. Berdasarkan uji antibakteri yang telah dilakukan, formula optimum sabun cair ekstrak etanol daun sirih merah mempunyai aktivitas antibakteri. Kata Kunci :Sirih Merah, Sabun Cair, Crude palm oil, Desain Faktorial
UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EMULSI FASE MINYAK EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) PADA TIKUS JANTAN WISTAR SECARA ORAL ., AHMAD RIZKY
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4362.545 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) telah terbukti memiliki aktivitas penyembuhan luka sayat. Ikan gabus (Channa striata) memiliki kandungan asam lemak Omega 3 dan Omega 6 yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka sayat dan dosis optimal dari emulsi fase minyak ekstrak ikan gabus yang diberikan secara oral. Tikus jantan Wistar yang telah dilukai pada area punggung sepanjang 2 cm dengan kedalaman 2 mm dan diberikan emulsi fase minyak ekstrak ikan gabus selama 10 hari. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan pengabilan foto pada hari ke 1;2;4;6;8 dan 10. Luas area luka diukur dengan bantuan program Macbiophotonic image J. Analisis statistik digunakan program SPSS for Windows 17.0 menggunakan One Way ANOVA dan Post hoc Test-LSD. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan menunjukkan emulsi fase minyak ekstrak ikan gabus memiliki aktivitas penyembuhan luka, dimana seluruh kelompok variasi dosis berbeda secara signifikan (p<0,05) dengan kelompok kontrol negatif dimulai pada hari ke-4. Kelompok dosis 1 kg memberikan efek penyembuhan terbaik sebesar 97,89% pada hari ke-10.
FORMULASI HIDROGEL HESPERIDIN MENGGUNAKAN KOMBINASI POLIMER PEKTIN-KITOSAN ., Dea Thendriani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.823 KB)

Abstract

Hesperidin merupakan glikosida flavanon yang terbukti memiliki aktivitas terapeutik terhadap berbagai penyakit, salah satunya penyakit kolon; akan tetapi,kelarutannya yang kecil (<100 mg/L) menjadikan absorpsinya rendah dalam tubuh sehingga diperlukan sistem penghantaran yang dapat menghantarkan hesperidin menuju target terapi. Hidrogel merupakan salah satu sistempenghantaran yang dikembangkan dalam beberapa dekade terakhir ini karenasensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan, seperti pH, enzim, dan bakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formula optimum dari hidrogeldengan kombinasi polimer pektin-kitosan yang dapat mengontrol pelepasanhesperidin secara in vitro. Penentuan formula optimum hidrogel menggunakanDesign Expert 7.0.0 Trial dengan metode desain faktorial, menghasilkanrancangan formula dengan perbandingan konsentrasi pektin:kitosan berturutturut:(P3% : C1%), (P3% : C2%), (P5% : C1%), (P5% : C2%). Hasil observasimenunjukkan bahwa formula optimum dengan perbandingan konsentrasi pektin :kitosan (5% : 1%) memiliki efisiensi penjeratan sebesar 96,658%; k(/jam) indekspengembangan pada pH 5,0, 6,8, dan 7,4 sebesar 34,917, 15,766,  dan 8,146;pelepasan obat pada pH 5,0, 6,8, dan medium kandungan sekum tikus 2% sebesar0,461, 20,116, dan 52,955%;  serta kekuatan mukoadhesif sebesar 0,184 N/cm.Berdasarkan analisis menggunakan program SPSS 22 trial, diketahui bahwaformula optimum memiliki nilai respon yang tidak berbeda bermakna antara hasilobservasi dan nilai prediksi (p>0,05). Kata Kunci : hesperidin, hidrogel, kitosan, kolon, pektin
PREPARASI DAN EVALUASI NANOPARTIKEL AZITROMISIN KITOSAN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes ., Novella Mannuela
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.256 KB)

Abstract

Azitromisin merupakan antibiotik golongan makrolida yang memiliki bioavailabilitas rendah di dalam tubuh, oleh karena itu dibuat dalam bentuk nanopartikel untuk meningkatkan bioavailabilitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah  menentukan karakterisasi nanopartikel azitromisin kitosan dan menentukan aktivitas antibakteri nanopartikel azitromisin kitosan terhadap propionibacterium acnes. Nanopartikel azitromisin kitosan dibuat dengan metode gelasi ionik dengan konsentrasi azitromisin 0,1 %, natrium tripolifosfat 0,1 % dan variasi kitosan 0,1 % untuk F1, 0,2 % untuk F2 dan 0,3 % untuk F3. Karakterisasi nanopartikel azitromisin kitosan meliputi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi dan efisiensi penjerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel azitromisin kitosan memiliki ukuran partikel dengan nilai F1 dan F2 berturut-turut adalah 172,9 nm dan 225 nm. Zeta potensial yang diperoleh pada F1 dan F2 adalah +41,3 mV dan +39,4 mV. Hasil uji efisiensi penjerapan untuk FI dan F2 beturut-turut adalah 76,45 % dan 71,34 %. Morfologi partikel yang diukur menggunakan SEM menunjukkan hasil partikel yang tidak beraturan. Uji antibakteri dilakukan terhadap kontrol positif, kontrol negatif dan nanopartikel azitromisin kitosan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel azitromisin kitosan memberikan zona hambat yang paling baik dengan nilai rata-rata 38±1 mm daripada azitromisin murni dengan nilai ratarata zona hambatnya 32,3±1,5 mm.
PENILAIAN TERHADAP PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK-APOTEK DI KOTA KETAPANG TAHUN 2016 ., Wiwin Anditasari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.796 KB)

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya penerapan standar pelayanan kefarmasian oleh apoteker di apotek-apotek di kota Ketapang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengumpulan data primer dilakukan secara potong silang (cross sectional) dan  menggunakan metode wawancara terpimpin. Wawancara dilakukan dengan apoteker pengelola apotek. Lembar pedoman wawancara berisi pertanyaan mengenai data dasar apotek, data pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, data pelayanan farmasi klinik, data sumber daya kefarmasian, dan data evaluasi mutu pelayanan kefarmasian. Data hasil wawancara selanjutnya di beri skor. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor penerapan standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai sebesar 94.04%, penerapan standar pelayanan farmasi klinik sebesar 26.03%, penerapan standar sumber daya kefarmasian sebesar 85.56%, dan seluruh apotek belum pernah melakukan evaluasi mutu pelayanan kefarmasian. Kesimpulannya seluruh apoteker di apotek-apotek kota Ketapang belum menerapkan standar pelayanan kefarmasian di apotek secara menyeluruh berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
UJI EFEK EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) PADA LUKA SAYAT DENGAN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIBERIKAN SECARA ORAL ., Ariq Alauddin
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.402 KB)

Abstract

Ikan Gabus (Channa striata) merupakan famili dari ikan toman (ChannaMicropeltes) yang sudah terbukti dapat membantu proses penyembuhan luka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka sayat ekstrakikan gabus secara oral dan mengetahui konsentrasi yang memberikan efekpenyembuhan luka tercepat. Tikus yang diberi luka sayat dibagi menjadi 4kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok dosis 3,68 g/kg BB,kelompok dosis 7,37 g/kg BB, dan kelompok dosis 14,75 g/kg BB. Tikus putihjantan galur Wistar dilukai pada area punggung sepanjang 2 cm dengankedalaman 2 mm dan diberikan ekstrak ikan gabus selama 10 hari. Pengamatandilakukan setiap hari dengan pengambilan foto pada hari ke 1,3,5,7,9 dan 10. Luasarea luka diukur dengan program Macbiophotonic image J. Hasil analisis statistikOne Way ANOVA dan Post Hoc Test-LSD menunjukkan ada perbedaansignifikan (p<0,05) antara kelompok variasi dosis dengan kelompok kontrolnegatif dimulai pada hari ke-3. Dosis 14,75 g/kg BB memberikan efekpenyembuhan terbaik sebesar (99,21%) pada hari ke-10 jika dibandingkan dengandosis 3,68 g/kg BB (83,55%) dan dosis 7,37 g/kg BB (93,07%). Kesimpulan daripenelitian ini menunjukan ekstrak ikan gabus dengan dosis 14,75 g/kg BBmemiliki efek penyembuhan tercepat terhadap luka sayat.
Analisis Potensi Interaksi Antidiabetik Injeksi Insulin pada Peresepan Pasien Rawat Jalan Peserta Askes Rumah Sakit Dokter Soedarso Pontianak Periode April – Juni 2013 ., Rindra Riswanata Putra
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.148 KB)

Abstract

Kasus polifarmasi sering terjadi pada pasien diabetes yang disebabkan komplikasi diabetes. Polifarmasi merupakan salah satu penyebab terjadinya interaksi obat. Interaksi obat adalah perubahan efek obat utama oleh pemberian obat lain sebelumnya atau secara bersamaan. Hal ini dapat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektivitas obat utama. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan ada atau tidaknya potensi interaksi antidiabetik injeksi insulin dalam peresepan, menetapkan jumlah potensi interaksi yang terjadi, menetapkan jenis mekanisme interaksi yang terjadi, menetapkan jenis mekanisme interaksi yang paling banyak terjadi, dan menetapkan obat yang paling berpotensi mengalami interaksi dengan antidiabetik injeksi insulin. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dokter Soedarso Pontianak, dan pola peresepan yang diambil pada periode April-Juni 2013. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan analisis deskriptif yang bersifat retrospektif. Sampel pada penelitian ini yaitu lembar resep pasien yang mendapat antidiabetik injeksi insulin. Potensi interaksi obat terjadi sebanyak 20% pada pada resep yang menerima <5 jenis obat dan 46% pada resep yang menerima ≥5 jenis obat dari total resep 240 lembar. Penelitian ini menemukan 107 kejadian interaksi obat dengan mekanisme interaksi farmakokinetik 3,74%; farmakodinamik 59,81%; dan tidak diketahui 36,45%. Mekanisme interaksi farmakodinamik merupakan jenis interaksi yang paling sering terjadi, dan obat yang paling sering berinteraksi dengan insulin adalah aspirin.
EFEK PEMBERIAN KOMBINASI ORAL DAN TOPIKAL EKSTRAK IKAN TOMAN (Channa micropeltes) PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN ., Wilhelmus Andyka Fanillen Amas
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.019 KB)

Abstract

Ikan toman (Channa micropeltes) mengandung protein (albumin) dan asam lemak yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat. Asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6 dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada kaki tikus diabetes kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyembuhan luka sayat dan konsentrasi optimal dari pemberian kombinasi oral dan topikal ekstrak ikan toman dari ekstrak ikan toman pada tikus wistar yang di induksi streptozotocin. Sampel 16 ekor tikus Wistar di induksi dengan streptozotocin, dan pada hari ke-3 diukur kadar gula darah. Tikus dibagi dalam 3 kelompok dosis, kontrol normal dan kontrol negatif. Tikus diberi luka sayat dan diberikan kombinasi ekstrak ikan toman dengan dosis oral 4,00; 8,00; dan 15,95 ml/kg BB dan topikal 5 ,10 dan 20 %. Kadar glukosa darah tikus percobaan ditentukan dengan menggunakan alat Blood glucose Test Meter GlucoDr. Luas area luka sayat diamati selama 15 hari dan dikuantifikasi dengan program Macbiophotonic Image J. Analisis data menggunakan One Way Anova dan Post Hoc Test- LSD. Kombinasi ekstak oral pada dosis 15,95 ml/kg BB dengan topikal pada konsentrasi 20% memberikan efek penyembuhan luka terbaik dengan persentase 96,54 % pada hari ke-9.
Evaluasi Kerasionalan Pengobatan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Inap RSU Yarsi Pontianak ., Corry Angelina Sinaga
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.644 KB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia). DM saat ini termasuk ke dalam lima besar penyebab kematian dan jumlah penderitanya di dunia masih sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan pengobatan pada pasien DM tipe 2 rawat inap di RSU Yarsi Pontianak. Peneliti melakukan pengambilan data melalui rekam medis pasien periode Juli-Desember 2014 dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan data berupa quota sampling, didapatkan 32 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Adapun parameter evaluasi meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat pasien dan interaksi obat. Pada hasil penyajian data secara deskriptif, penilaian ketepatan berdasarkan pemberian obat antidiabetes pada pasien terdapat tepat indikasi sebesar 87,5%, tepat obat sebesar 15,62%, tepat dosis sebesar 100%, tepat pasien sebesar 87,5% dan tidak adanya interaksi obat sebesar 84,37%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari total 32 sampel yang memenuhi kelima parameter evaluasi berjumlah 3 sampel.
PENGARUH PROPILEN GLIKOL TERHADAP PENETRASI GEL HESPERIDIN SECARA IN VITRO ., Sri Mulyana
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.81 KB)

Abstract

Abstrak : Hesperidin merupakan salah satu bioflavonoid alam yangmemiliki aktivitas sebagai antiiflamasi. Hesperidin memiliki kelarutan yangrendah dalam medium air. Propilen glikol merupakan salah satu peningkatkelarutan yang biasa digunakan dalam sediaan topikal. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi propilen glikol terhadap penetrasihesperidin. Sediaan gel hesperidin dibuat dalam tiga formula dengan beberapavariasi konsentrasi propilen glikol yaitu 5% (FI), 7,5% (FII) dan 10% (FIII). Ujipenetrasi gel hesperidin dilakukan secara in vitro menggunakan sel difusi Franztipe flow-through dengan lepasan kulit ular sebagai membran selama 7 jam.Presentase hesperidin yang terpenetrasi melalui membran selama 7 jam dariformula I, II dan III secara berturut-turut diperoleh sebesar 48,86%, 54,58% dan58,49%. Persen penetrasi kontrol negatif sebesar 21,94%. Hasil analisis uji OneWayANOVA yang menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan signifikan kemampuan penetrasi hesperidin antar formula(p>0,05) tetapi terdapat perbedaan signifikan penetrasi dari tiap formula terhadapkontrol negatif (p<0,05). Kata Kunci : kosolven, gel, hesperidin, propilen glikol